Jumat, 08 Juli 2016

Sinopsis Doctor Episode 5 Part 1

Ji Hong dan Hye Jung mulai saling menyerang, tapi Ji Hong bisa membalas dengan memiting bagian dada Hye Jung seperti memeluknya dari belakang sambil berkata  sudah berjanji tidak akan kena hajar dari Hye Jung bahkan jangan sampai kena pukul lagi.
Tubuhmu bergerak secara refleks jika dalam bahaya ... sesuai dengan latihan yang biasanya kau lakukan.  Kita belajar kebiasaan yang perlu diketahui oleh tubuh sejak masih kecil.  Begitu masa kecilmu berlalu, tidak ada yang dapat menggantikannya. Gumam Hye Jung seperti tiba-tiba tak bisa melawan.
Hye Jung akhirnya mendorong kebelakang lalu membanting gurunya, setelah itu langsung memiting dengan kakinya. Ji Hong sempat tak bisa melawan sampai akhirnya bisa melepaskan, tapi Hye Jung bisa melambungkan dan menjatuhkanya, lalu kembali memiting dengan badanya. Ji Hong menjerit untuk menyerah, Hye Jung pun melepaskanya.
Tapi Ji Hong ternyata hanya mengelabuhinya, tubuhnya  berputar dan langsung berada diatas tubuh Hye Jung. Keduanya saling menatap, Hye Jung pun terlihat canggung karena gurunya ada tepat diatas badanya, akhirnya ia memalingkan wajahnya. Ji Hong pun merasa seperti ada digunung, Hye Jung pun meminta agar menyingir. 

Ji Hong dan Hye Jung akhirnya duduk bersebelahan. Ji Hong mengaku terlalu semangat ingin menang dan bertanya apakah Hye Jung tak ada yang terluka. Hye Jung mengelengkan kepalanya. Ji Hong mengucap syukur, lalu melihat Hye Jung itu masih seperti bocah, akan lebih baik kalau tidak melawan balik.
Aku tidak akan bertarung melawan guru lagi.” ucap Hye Jung, Ji Hong juga tak akan mau lalu heran kenapa  muridnya tak mau lagi.
“tak ada alasan, hanya ingin saja” ucap Hye Jung seperti saat masih sekola dulu. Lalu keduanya sama-sama tertawa. Hye Jung memastikan kalau gurunya itu baik-baik saja, Ji Hong melihat Hye Jung itu sangat kuat sekali.  

Pasien pemilik kedai masih terbaring dengan kepala di perban. Seo Woo mencoba membangunkan dengan bertanya apakah bibi itu  bisa mendengarnya. Si Bibi membuka matanya, Yoon Do masuk ruangan untuk melihat keadaan pasien.
Aku sudah melepas tube setelah pasien sadarkan diri.” Kata Dokter Kang, Yoon Do bertanya kenapa Seo Woo datang ke tempat si bibi
Aku merasa bertanggung jawab, pada Ahjuma ini.” kata Seo Woo, lalu Yoon Do bertanya siapa namanya. Si Bibi hanya mengatakan “Perempuan itu ...
“Apa Anda mengerti perkataanku ? Siapa nama anda ?” tanya Yoon Do, Bibi itu tetap menjawab “Perempuan itu ...” Seo Woo sedikit berteriak meminta agar bibi menyebutkan namanya.
Woo... Myung... Min.” Ucap Si bibi tak jelas, Seo Woo pikir pasien hanya masih mengantuk jadi tak ada masalah.

Yoon Do pun meminta si bibi mengangkat tangannya, si bibi mengangkat sedikit tanganya. Yoon Do kembali menurunkan dan membuka bagian bawah selimut meminta si bibi untuk mengangkat kakinya. Si Bibi mengerti dengan mengangkat kakinya. Seo Woo melihat si pasien itu patuh dan bisa mendengar perintah. Yoon Do pun meminta agar bibi tetap beristirahat.  Si bibi menjawab dengan sekali kedipan mata.
Berikan manitol 100cc setiap 6 jam.  Dia bisa semakin parah kalau tekanan darahnya turun. Pastikan tekanan sistolik pasien menjadi antara 160 dan 180.” Ucap Yoon Do, Dokter Kang mengerti.
Arterinya tidak akan pecah lagi Jadi jangan takut dan terus berikan nimodipine. Kalau dia sakit kepala, berikan acetaminophen Kalau tidak ada kemajuan,  berikan setengah botol ample morfin.” Ucap Yoon Do lalu keluar dari ruangan. 

Seo Woo mengikutinya didepan ruangan langsung menyatakan perasaan kalau menyukai Yoon Do, terlihat wajah Yoon Do yang binggung. Seo Woo tak percaya kalau cara pengakuannya akan seperti sekarang karena   Momentum sudah lewat, jadi lebih baik dikatakan saja.
Waktu lau masih pacaran aku sudah suka, saat putus juga masih suka.  Tapi itu bukan cinta pada pandangan pertama.” Ucap Seo Woo blak-blakan, Yoon Do langsung menoyor kepala juniornya,Seo Woo heran kenapa Yoon Do harus menoyornya.
Kau sudah tahu, tipe macam apa yang kusuka.” Kata Yoon Do
“Aku tahu , Tapi ini sudah waktunya berhenti bermain-main.” Ucap Seo Woo
Aku tidak main-main. Aku bertumbuh sebanyak cintaku,  dan terluka oleh karena para wanita itu.” Jelas Yoo Do

Seo Woo mengejek tumbuh seperti apa, lalu bertanya Siapa yang bertahan dengan semua ocehan Yoon Do saat mabuk dan mengeluh kenapa Yoon Do bisa menyukai perempuan semacam itu. Yoon Do juga tidak tahu kenapa bisa menyukai  perempuan semacam itu. Seo Woo dengan bangga mengatakan kalau dirinya itu periang dengan latar belakang baik dan  spesifikasiny bagus, serta wajahnya juga cantik.
Yoon Do mengeluh mendengarnya meminta agar menghentikanya mencari saja orang lain. Seo Woo mengejek selera wanita Yoon Do memang aneh, Yoon Do mengaku memang aneh, lalu bertanya Buat apa Seo Woo  perduli dengan wanita pilihannya, dan berpikir itu tentang Hye Jung. Seo Woo kesal Yoon Do mendadak menyebut namanya. Yoon Do mengaku Hye Jung itu mengusik pikirannya, mengetahui keduanya adalah teman saat SMA dan bertanya apakah mereka berdua adalah rival.
Seo Woo pikir untuk apa Hye Jung menjadikan rivalnya, Yoon Do bisa melihat bahwa Yoo Hye Jung sepertinya orang yang punya kisah di masa lalu. Seo Woo bertanya apakah Yoon Do penasaran. Yoon Do mengaku tentu saja penasaran. Seo Woo melihat kalau ini cinta pada pandangan pertama dan Yoon Do itu tak tahu bagaimana sikap Hye Jung yang sebenarnya. Yoon Do melihat Seo Woo itu sangat benci sekali pada Hye Jung.
Aku tidak bisa menerima perasaanmu,  tapi aku bisa menyingkirkan Yoo Hyejung.” Tegas Yoon Do, Seo Woo berpikir itu demi dirinya.
“Apa menurutmu seperti itu ? Bukan....  Ini Demi aku.  Aku tidak suka padanya.  Dia tidak punya kemampuan dan suka pamer.  Ditambahk lagi Dia juga kasar dan Terlebih lagi, suka membantah.” Jelas Yoon Do
Kau tidak bisa mengusirnya karena Kepala bagian kita suka padanya.” Ucap Seo Woo
Aku hanya perlu sebuah kasus aneurisma serebral.” Tegas Yoon Do seperti ingin mengambil keuntungan. 


Ji Hong dan Hye Jung pulang bersama, Ji Hong bertanya apakah Hye Jung pernah melihat kenyataan yang diluar bayangannya. Hye Jung sedikit berpikir. Ji Hong mengaku pernah, yaitu Hye Jung. Hye Jung tersenyum mendengarnya.
Aku mengira kau hidup dengan baik, tapi tidak pernah menyangka kau bisa jadi dokter.” Jelas Ji Hong
Dunia masih tempat yang layak, Aku mendaki tangga sosial dengan belajar.” Cerita Hye Jung
Ji Hong melihat sebuah sepeda motor berjalan dengan kecepatan tinggi, tanganya langsung menarik Hye Jung untuk kepinggir lalu menanyakan keadaanya dengan tatapan marah pada si motor pengantar makanan yang pergi begitu saja. Hye Jung terlihat kaget mengatakan baik-baik saja.
Keduanya lalu kembali berjalan, Ji Hong bertanya  apakah Hye Jung mau diajarkan bagaimana cara memasukan kateter tanpa navigasi, Hye Jung langsung dengan senyuman bahagia mau mempelajarinya. Ji Hong mengatakan mulai minggu depan kerja dengannya, dan besok akan datang kerumah sakit walaupun belum resmi berkerja karena hanya akan mengecek pasien-pasiennya. Hye Jung mengerti. 

Di depan cafe Soon Hee, Ji Hong menyuruh Hye Jung untuk segera masuk. Hye Jung menyuruh Ji Hong pergi lebih dulu saja, karena bisa masuk sendiri. Ji Hong bertanya apakah Hye Jung tahu apa yang harus dipelajari sebelum memasukkan kateter, Hye Jung bertanya apa itu.
Belajar menerima perlindungan.  Ini sepertinya bukan masalah yang besar,  karena kau selalu bisa sendiri.” Ucap Ji Hong memegang pundak Hye Jung
Aku bisa melindungi diri sendiri.” Kata Hye Jung melepaskaanya merasa tak perlu perlindungan.
Orang yang tumbuh di lingkungan yang penuh perlindungan, percaya pada diri sendiri dan lingkungannya, itu adalah dasar kehidupan. Saat hidupmu dalam kekacauan, aku bisa melindungimu.” Ucap Ji Hong
Hanya anak-anak yang butuh perlindungan. Kita tidak dapat mengubah dan mengganti masa lalu.  Hanya bisa menerimanya” kata Hye Jung
Ji Hong tertawa mendengarnya, merasa kalau Hye Jung itu masih saja suka membantah, lalu memberitahu kalau ia harus  membayar harga yang besar untuk pelajaran itu. Menurutnya Insiden tidak dapat diubah,  tapi hati Hye Jung bisa berubah. Hye Jung terdiam mendengarnya, Ji Hong merasa tidak tahu harus mulai mengajarkanya dari mana tapi Sepertinya harus menulis satu kurikulum penuh.
Hye Jung menanyakan alasanya, Ji Hong menjawab tak ada alasan hanya ingin saja melakukanya. Keduanya tertawa, Ji Hong memutar badan Hye Jung menyuruhnya untuk segera masuk dan akan melihat sampai naik keatas dan memperingatan agar tak berhenti untuk berbalik. Hye Jung berjalan dua langkah tapi langsung berbalik. 

Ji Hong tertawa melihat Hye Jung kembali tak mendengar ucapanya, tiba-tiba terdengar teriakan Soon Hee yang melihat gurunya datang. Keduanya saling berjabat tangan, Soon Hee mengucapkan selamat pada gurunya atas penikahanya. Hye Jung memberitahu temanya kalau itu tidak benar.
“Astaga.... Maaf.... Jadi anda sudah cerai ?” ucap Soon Hee polos, Hye Jung memberitahu kalau bukan itu maksudnya.
Kau berubah, Jadi suka bergosip.” Komentar Ji Hong pada Hye Jung.
Aissh, guru masih belum kenal dia.  Hye Jung ini, tidak pernah menyimpan rahasia dari sahabatnya.  Benarkan ?” kata Soon Hee, Hye Jung membenarkan. Ji Hong tersenyum melihat persahabatan keduanya masih terjadi dengan baik. 

Dokter Choi dan Dokter Ahn berlari menyusuri lorong sambil mengancing bajunya dan merapihkan dasinya. Dokter Kang sudah menunggu di ruangan, Dokter Choi yang pertama kali masuk mengeluh ternyata seniornya sudah ada di ruangan lebih dulu. Keduanya akhirnya langsung duduk, Dokter Kang menyindir siapa yang mengizinkan mereka untuk duduk.
“Apa kalian baru bangun dari tidur ?” ucap Dokter Kang, Dokter Choi menyangkalnya. Dokter Kang menyuruh Dokter Choi untuk mendekat.
Kenapa kau bohong ? Kau baru bangun.” Kata Dokter Kang yakin, Dokter Choi tetap menyangkalnya. Dokter Kang menyuruh Dokter Choi melihat bajunya dengan baik-baik.
Siapa saja bisa salah mengancing baju. Ini bukan bukti kalau aku baru bangun.” Kata Dokter Choi membela diri sambil memperbaiki kancingnya.
Dokter Kang kesal merasa dua juniornya itu mengira bisa membodohinya dan menendang kaki Dokter Choi, lalu menegaskan kalau memang bersalah lebih baik mengakuinya. Dokter Ahn mengaku baru saja terbangun tapi hanya tertidur sebentar dan langsung bangun saat menerima telp, Dokter Kang mengomel lalu bertanya keberadaan si  Yeo Guk anjing. 
Dokter Pi sedang tertidur diruang operasi masih mengunakan pakaian operasi. Ponselnya bergetar terlihat nama [Ahli Bedah Syaraf Anjing] ketika melihat jam langsung terbangun, kepalanya pun membentur lampu operasi yang ada diatasnya. 

Dokter Choi melaporkan Hasil tes lab Lee Ki Chul normal, pengobatannya sudah diganti ke pengobatan oral. Dokter Kang mengatakan itu bagus lalu bertanya tentang Hematomanya, Dokter Choi memberitahu turun ke 20cc. Dokter Pi masuk ruangan sambil meminum kopi.
Apa aku ini jam alarm-mu ? Kau Habis tidur, kan ?” ucap Dokter Kang menyindir
Tidak.... Aku memeriksa pasien Do Yun Gyeon sebelum Prof. Hong datang.  Aisshh... aku tersinggung.  Aku sudah menggantikanmu,  tapi bisanya kau ...” ucap Dokter Pi bisa membuat Dokter Kang merasa bersalah.
Dokter Kang pun bisa menerima alasanya, lalu menyuruh Dokter Ahn untuk merangkum buku tentang neourologi. Dokter Han melihat itu buku yang kemarin seniornya juga baru pinjamnya.  Dokter menegaskan kalau ia tidak punya uang dan tidak mampu beli buku. Akhirnya Dokter Ahn pun akan melakukan untuk Dokter Kang.
“Dan Kau, pergi ke situs perkiraan cuaca,  unduh kondisi cuaca selama beberapa tahun belakang.” Ucap Dokter Kang pada Dokter Choi, Dokter Choi bertanya apakah itu untuk tesisnya.

Kenapa kau banyak sekali bertanya ?” keluh Dokter Kang lalu memanggil nama Joong Dae berkali-kali sambil mengomel kalau Dokter Choi itu jadi banyak bertanya, karena mengikutinya.
“Bukan begitu, Aku tanya karena kerjaanku sudah banyak, tapi sekarang harus membantu tesismu.” Tegas Dokter Choi, Dokter Kang mengomel menyuruh Dokter Ahn itu memberi contoh yang bisa dan tidak bisa dilakukan.  Dokter Ahn mengerti dengan wajah ketakutan.
Pura-pura tidak dengar kalau tidak bisa disangkal.” Ucap Dokter Choi mengedumel sendirian.
Dokter Kang pun membahas tentang Nenek Hwang Jung adalah pasien dari Dokter Choi, melihat pasien itu yang punya aneurisma otak denan Ukurannya kecil dan tidak berbahaya,  tapi 3 bulan lalu pecah saat cuaca sedang dingin jadi meminta agar Dokter Choi bertanya apakah pasien Itu mau dimasukan pada tesisnya.
“Ketua ... Kenapa Yeong Guk tidak bisa mengumpul data untukmu ?” keluh Dokter Choi pada temanya.
Kenapa kau mendadak menyeret namaku  .” Kata Dokter Pi, Dokter Choi mengaku banyak sekali pekerjaa, Dokter Pi kesal merasa kalau dianggap tak punya banyak kerjaan.
“dasar bocah ini, Kau sudah dipukul berapa kali masih belum jinak juga ? Apa kau kuda liar ? Lakukan apa yang kusuruh.” Kata Dokter Kang kesal, Dokter Pi akhirnya memutuskan akan mengumpulkan data yang diminta.
Dokter Kang memberikan tepuk tangan dan meminta keduanya itu melihat sikap Dokter Pi, karena semuanya itu datang dari pengalaman, Dokter Pi pun berjanji akan berusaha keras. Dokter Kang pun tersenyum, Dokter Pi berbisik pada Dokter Choi kalau itu caranya agar bisa bertahan pada senior. Dokter Choi mengerti.
Dokter Ahn bisik agar tak membawa namanya. Dokter Kang menegur juniornya agar tak berbisik dan bertanya apakah mereka sudah siap untuk berkeliling dan memperingatkan agar jangan sampai mendengar dari prof menemukan kesalahan dari timnya. 


Dokter Pi dan Ji Hong melihat pasien dengan menjelaskan keadan pasien yaitu Hematoma Pasien Do Yun Gyeong sepertinya membesar. Ji Hong melihat Tidak terlalu besar jadi menyuruhnya untuk melakukan irigasi urokinase setiap enam jam. Dokter Pi mengerti dan mencatat dalam agendanya.
Jangan mengambil terlalu banyak. Segera tutup kalau ada cairan cerebrospinal.” Perintah Ji Hong, Dokter Pi mengerti.
Dokter Kim menyapa Ji Hong yang datang kerumah sakit, lalu bertanya bagaiman dengan siang hari nanti, Ji Hong mengatakan akan datang lagi. Dokter Kim pikir kenapa Ji Hong tak tinggal saja dirumah sakit, Ji Hong mengatakan mau menikmati hari libur yang langka ini.
Lalu, Dokter Yoo sudah memutuskan untuk kerja denganku.” Ucap Ji Hong memberitahu dokter Kim, Dokter Kang dan Dokter Pi terlihat kaget.
Kapan kalian berdua menyetujuinya ? Apa Kau yakin sedang libur ?” ejek Dokter Kim heran
Aku tidak mau kalau dia direbut Dokter Jung duluan.” Akui Ji Hong
Ooh, aku suka sikapmu.  Memberi dan kehilangan adalah 2 hal yang sangat berbeda.” Komentar Dokter Kim. Ji Hong mengajak untuk minum teh. Dokter Kim menolak karena ada rapat sambil mengeluh Terlalu banyak rapat yang harus dilakukanya. Ia teringat kalau Ji Hong belum melihat ruanganya dan akan mengantarnya. Ji Hong pun mengerti. 

Terlihat tabel “LAPORAN PENDAPATAN RUMAH SAKIT GUKIL BULAN JUNI” Dokter Jin memimpin rapat mmemberitahu Operasi umum masih  memberikan pendapatan tertinggi dan memberikan pujian pada Prof. Baek dan memberikan hadiah yaitu akan tambah limit kartu kredit perusahaan.
Semakin besar yang kau hasilkan, semakin tinggi pendapatanmu.  Bukankah itu keuntungan dari kapitalisme ?” kata Dokter Jin bangga, Prof Bark pun mengucapkan terima kasih.
Prof Kim, Wakil Kepala Bedah Syara Operasi umum memberi profit 10 juta won, tapi Bedah Syaraf hanya 4,6 juta won ? Apa pentingnya terkenal ? Bagaimana kau mau meningkatkan pendapatan departemenmu ?” ucap Dokter Ji menyindir
Aku sudah merekrut dokter baru yaitu Prof Hong dari John Hopkins.  Semua akan lebih baik.” Kata Dokter Kim
Apa satu dokter bisa meningkatkan pemasukan ? Apa argumen Wakil Kepala Bedah Syaraf mengenai menjalankan rumah sakit ? Kenapa kau menentang Pusat Kesehatan Manula ?” ucap Dokter Jin penuh dendam

Pusat Kesehatan Manula, sepertinya akan dijadikan pusat transplantasi organ.” Balas Dokter Kim
Kalau kau teruskan omong kosongmu, serahkan jabatanmu. Kita harus bertahan hidup untuk bisa berkembang.  Tahun lalu kita rugi 23.5 juta won.” Kata dokter Jin marah  
Kita mendapat 100 juta won dari aktivitas lain.” Ucap Dokter Kim tak mau kalah.
Itu artinya kita harus sedia payung sebelum hujan.  Pendapat utama kita harus dari rumah sakit, bukan dari kantin.  Aku membatalkan seluruh hari libur stafmu bulan ini. Kau harus cari pasien baru dan berikan operasi.  Menurutku Buat apa ada liburan ?” ucap Dokter Jin memberikan hukuman. Dokter Kim hanya bisa menghela nafas. 

Tuan Hong dan Tuan Jin sedang main golf bersama, terlihat Tuan Hong yang berhasil memasukan bola kedalam lubang. Tuan Jin melihat temanya itu kondisiny kurang sehat atau memang karena sudah tua. Tuan Hong mengaku memang hari ini kondisinya kurang baik.
Kita seperti ini , karena sudah tua.  Bukankah, ini sudah waktunya kita pensiun ?” ucap Tuan Jin
Tentu saja.... Kita perkuat dulu fondasi  dan serahkan pada anak-anak kita.” Kata Tuan Hong  
Myung Hoon itu, aku bicara begini bukan karena dia anakku.  Dia pandai menjalankan rumah sakit.” Ucap Tuan Jin membanggakan anaknya.
Pandai, tapi kita harus berubah.” Komentar Tuan Hong, Tuan Jin pikir kalau memang sudah baik kenapa harus dirubah.
Orang perlu talenta, pembusukan Organisasi tidak bisa dihindari kalau kita mengandalkan satu orang.” Tegas Tuan Hong

Tuan Jin berpikir kalau dalam pikiran temanya itu soal Wakil Kepala Bedah Syaraf, Kim Tae Ho Atau Ji Hong, dan mengetahui Tuan Hong sudah menjadikan Ji Hong sebagai Direktur Yayasan, meminta Temanya tak perlu mengubah struktur karena orang yang dibawah bisa memeriksanya.
Tuan Hong menyindir anak Tuan Jin itu  memiliki anak perusahaan, menurutnya Dokter Jin itu mungkin tidak perlu kerja lagi dengan uang yang dihasilkan disana dan sangat tahu sifatnya yang suka uang, lalu tak ingin membahasnya mengajak mereka untuk segera berganti baju saja. Dengan tatapan dingin, Tuan Jin bergumam kalau Temanya itu sedang meremehkan anaknya yang dianggap sebagai dokter tanpa kompeten hanya menyukai uang saja. 

Tuan Jin melihat grafik LAPORAN PENDAPATAN RUMAH SAKIT GUKIL BULAN JUNI lalu tertawa melihat ke tabel [DEPARTEMEN BEDAH SYARAF] Dokter Jin masuk ruangan melihat ayahnya sudah menunggu diruangan.
Pendapatan Operasi umum paling tinggi.  Tapi, kenapa pasien bedah syaraf sangat rendah ?” ucap Tuan Jin membahasnya.
Hari ini, aku memberikan mereka kesulitan.” Kata Dokter Jin, Tuan Jin memuji anaknya yang membuat keputusan yang baik.
Lalu, berikan ini pada Presdir Jung kalau kalian bertemu.” Kata Tuan Jin memberikan sebuah amplop. Dokter Jin bertanya apa isinya.
Soal Hong Doo Sik... Ini sudah waktunya merumahkan dia.” Ucap Tuan Jin seperti memiliki rencana licik. Dokter Jin pun tersenyum licik. 

Seorang pria tak dikenal masuk rumah sakit, lalu masuk ke ruang rawat tanpa ada penjagaan. Wakil gangster terlihat menjatuhkan beberapa koinnya kembali, si pria langsung bersembunyi dibalik dinding. Hye Jung sedang lewat melihat si pria yang bersembunyi dan tak memperdulikanya.
Kawanan Gangster langsung membungkuk menyapa Hye Jung dengan hormat, Hye Jung merasa heran menurutnya tak perlu seperti itu karena Orang bisa mengira dirinya itu bos dari mereka semua. Wakil Gangster menawarkan es krim, Hye Jung langsung menolaknya dan pergi, Wakil Gangster mengatakan kalau itu rasa anggur. 

Hye Jung memeriksa keadaan Pasien ketua Gangster dengan dokter Choi. Ketua Gangster memerintahkan  Jangan lengah lebih baik Merendahkan diri dan jangan bikin masalah.  Wakil Gangster pun mengerti. Hye Jung bertanya keadaan pasien sekarang. Ketua Gangster mengatakan Baik-baik saja.
Anda harus istirahat.... Lalu, apa mereka semua perlu diluar ?” kata Hye Jung, wakil gangster sempat mengertakan giginya.
Aku punya banyak musuh.  Kalau berita soal kondisiku beredar, banyak yang akan mencariku kemari.” Ucap Ketua Gangster
Menghindari masalah memang bagus, tapi dari yang kupelajari,  yang seharusnya terjadi pasti akan terjadi.” Pesan Hye Jung
Setelah itu bertanya pada Dokter Choi apakah Sudah memeriksa kondisi vitalnya, Dokter Choi mengatakan sudah dan semuanya normal. Hye Jung mengucapkan selama beristirahat lalu keluar ruangan, Ketua Gangster hanya bisa tersenyum melihat tingkah Hye Jung. Didepan ruang rawat, semua anak buah gangster membungkuk mengucapkan selamat tinggal pada Hye Jung. 

Depan pintu lift
Hye Jung menyuruh Dokter Choi untuk memeriksa terus untuk memastikan luka operasinya sembuh dengan baik. Dokter Choi bertanya apakah harus tetap di balut perban. Hye Jung mengatakan tentu saja,  dan mereka akan melihat sampai Minggu depan apakah keadaan pasien bisa membaik dan memulangkannya.
Dokter Choi mengangguk mengerti lalu bertanya mau kemana seniornya, Hye Jung mengatakan mau ke ICU lalu bertanya balik. Ponsel Dokter Choi bergetar dan memperlihatkan [ Tae Yang, Operasi Umum ] yang menelpnya. 

Di ruang IGD
Seorang ibu memanggil nama anaknya Eun Ho dengan wajah panik, Dokter Pi mendorong tempat tidur bersama petugas ambulance dan menyuruh untuk segera ke ruang CT Scan. Dokter Choi datang bertanya keberadaan pasien semicoma. Dokter Pi menunjuk ke arah pasien yang baru masuk.
Dokter Choi langsung memeriksa pasien, Ibu pasien sambil menangis menceritakan anaknya yang baru pulang sekolah, lalu mendadak pingsan dan memohon agar menolongnya. Dokter Choi meminta agar ibu pasien tenang dan akan memeriksanya terlebih dahulu.
Pertama-tama Dokter Choi memeriksa matanya dengan senter lalu menekan di bagian ibu jarinya, terlihat tangan pasien merasa reaksi. Setelah itu menyuruh petugas segera membawanya. Dokter Choi terlihat kesal dengan keadaanya sekarang.
“Hei..... Itu bukan semicoma tapi stupor !” teriak Dokter Choi marah pada temanya.
Yang jelas dia harus dirawat dept. bedah syaraf.” Ucap Dokter Pi dengan melihat berkas pasien.
Aku khawatir sekali ! Wah, aku pikir sudah gila, tidak sangka bisa percaya pada orang bodoh dari Dept.Bedah Umum yang tidak diperiksa kondisi mentalnya.” Kata Dokter Choi kesal dan beranjak pergi.
Dokter Pi menahanya dengan menarik kerah baju Dokter Choi, mengulangi kata temanya kalau ruang IGD tidak bisa berfungsi tanpa ahli bedah syaraf, lalu memiting kepalanya agar bisa duduk dengan manis diruang IGD Dokter Choi menyuruh untuk melepaskanya, Dokter Pi menolak memerintahkan agar bersikap sopan padanya. 


Si bibi pemilik kedai membuka matanya, tapi terlihat menatap kosong. Yoon Do pun bertanya apakah si bibi tahu hari ini tanggal berapa. Bibi itu berkata ingin bertemu perempuan itu. Yoon Do kesal sendiri, bertanya-tanya siapa sebenarnya perempuan itu?
Kalau dia ingin sekali bertemu. Kenapa kalian belum memanggilnya ?” ucap Yoon Do mengomel pada juniornya.
Kalau anda sudah ke ruangan rawat maka kalian bisa bertemu.  Sepertinya anda juga kurang suka pada perempuan itu.  Apabila sudah baikan temui dia.” Ucap Seo Woo ramah, Si bibi memuji Seo Woo itu gadis panda da n memanggilnya dokter.
Kondisimu baik, jadi tidak lama lagi anda akan dipindahkan ke ruangan rawat.  Ucap Seo Woo, Dokter Kang pun memberikan semangat.

Di luar ruangan
Yoon Do berkomentar Seo Woo itu perduli sekali pada pasien itu karena setiap sedang memeriksanya pasti Seo Woo selalu datang. Menurutnya Seo Woo itu banyak waktu kosong jadi harus dipekerjaan. Seo Woo mengumpat Yoon Do itu sudah gila karena tidak bisa santai sedikit.
Hye Jung lewat bersama dengan Dokter Pi, hanya menganguk memberikan hormat dan berjalan pergi. Ponsel Yoon Do bergetar menerima telp dari Choi Kang Soo. Dokter Choi di ruang IGD, memberitahu keadaan pasien yaitu Anak 15 tahun, pingsan setelah pulang sekolah dengan Pupil kanan melebar 4mm dan Reaksi motoriknya juga lamban. Yoon Do mengatakan akan segera datang.
Seo Woo bertanya apa yang terjadi, Yoon Do langsung pergi begitu saja dan menyuruh Dokter Kang untuk ikut denganya. Hye Jung melihat Yoon Do yang pergi dengan Dokter Kang terlihat terburu-buru. 

Yoon Do melihat hasil CT Scan dengan Dokter Kang, menyimpulkan Kantung mata anaknya pecah dan menurutnya ini kasus rumit lalu menyuruh untuk segera menyiapkan operasi dan memanggil Hye Jung. Dokter Kang binggung karena Bukan Dokter Jin
Mulai sekarang, aku ingin Dokter Yoo jadi pendampingku saat operasi.” Kata Dokter Jin lalu keluar ruangan.
Kenapa? Kenapa ?! Ah.... Perang akhirnya terjadi juga.” Kata Dokter Kang

Seo Woo sedang melewati lorong melihat Dokter Kang bertanya mau pergi kemana, Dokter Kang memberitahuharus siapkan ruang operasi Dokter Jung. Seo Woo heran kenapa belum ada laporan padanya.
Sepertinya Dokter Jung punya asisten baru.  Akhirnya, peperangan diantara kalian terjadi juga.” ucap Dokter Kang, Seo Woo binggung.
Aku, memilih agar Dokter Yoo pergi. Kalau Dokter bagaimana ?” kata Dokter Kang bisik, Seo Woo pun hanya bisa terdiam. 


Hye Jung baru menuruni tangga dan belum menganti pakaian, Yoon Do yang melihatnya bertanya apakah Hye Jung belum mendengar kalau ia ingin juniornya itu bersiap untuk operasi. Hye Jung mengatakan sudah mendengarnya.  
Lalu, kenapa masih pakai baju itu ?” ucap Yoon Do, Hye Jung pikir kalau selama ini Seo Woo yang menjadi asistennya.
Mulai hari ini, Dokter Yoo Hye Jung  akan jadi asistenku.” Tegas Yoon Do
Agar aku tak jadi asistenmu, aku harus melakukan apa ? Aku tidak tertarik pada ligasi atau aneurisma otak melalui cranioplasty. Pengalamanku sudah banyak. “ jelas Hye Jung
Jadi kau hanya mau menggunakan tehnik coiling ? Selama aku disini, kau tidak bisa melakukannya.” Kata Yoon Do, Hye Jung sudah menegaskan sebelumnya kalau ia bukan anak buah dari Yoon Do.
Kau menolak bekerja denganku.   Kalau begitu, operasi dia. Maka aku akan mengakuimu.” Kata Yoon Do menantang, Hye Jung bertanya bagaimana kalau nanti hasilnya sukses.
Aku akan lakukan apapun yang Dokter Yoo Hye Jung inginkan.” Ucap Hye Jung menerima tantangan. Yoon Do mengatakan kalau sampai gagal  maka Hye Jung akan dikeluarkan dari rumah sakit.
Aku sangat respek pada Dokter Kim,  makanya ini tidak kutanggapi.   Tapi sikapmu mirip dengan preman. Kau tidak respek dan tidak mengerti soal hirarki. Kalau sikapmu bermasalah padahal kau tidak kompeten, maka seharusnya kau keluar.” Ucap Yoon Do, Hye Jung menatap dingin seniornya. 

Dokter Kim masuk ruangan bertanya ruangan untuk Ji Hong yang baru, Ji Hong sedang memberesakan bukunya mengatakan bagus lalu bertanya apakah Di rumah sakit ada tempat olah raga. Dokter Kim mengatakan ada karena Kepala Rumah Sakit menganggap itu penting karena Perlengkapannya sangat memadai sambil menendang buku-buku yang masih diikat rapih.Ji Hong melihat kalau ucapan Dokter Kim itu terdenga sinis.
Perlengkapan itu tidak gratis.” Keluh Dokter Kim, Ji Hong pikir di dunia ini mana ada yang gratis menurutnya Ada yang mengkritik kemampuan Dokter Kim,
Mereka mematukku seperti burung dan tekanannya besar sekali.  Tapi aku harus akui. Dia membuat keputusan praktis selaku Kepala Rumah Sakit dan paham apa yang inginkan orang dalam usia ini Saat orang lain bertengkar soal norma lama, semantara Ia mengejar uang.” Cerita Dokter Kim
Itu normal, Di Amerika juga sama.” Pikir Ji Hong
Makanya dari itu.  Aisshh, tidak ada ahli bedah syaraf yang diijinkan libur bulan ini.  Pendapatan kita lebih rendah dibanding Bedah umum.  Kita harus meningkatkan pergerakan pasien dengan mengeluarkan mereka lebih cepat agar ada pemasukan.  Aku tidak suka sekali memaksakan dokterku berbuat begitu.” Keluh Dokert Kim

Ji Hong pikir seorang kepala dokter harus mengatasinya sendiri dan jangan marah pada dokter seperti mereka dengan tawa mengejek. Dokter Kim kesal karena harus stress sendirian, menurutnya Ji Hong setidaknya harus tahu, dan mengingat kata-kata Ji Hong sebelumnya “dalam hidup orang tidak bisa dikategorikan baik atau buruk. Tidak ada norma yang bisa mengalahkan keinginan mendapat nafkah.” Ji Hong melihat pada akhirnya mereka semua adalah manusia biasa.
Ada orang yang harus melakukan apapun meskipun itu dapat membunuhnya.  Aku dan kau masuk kategori itu.  benar, kan ?” ejek Ji Hong, Dokter Kim kesal karena Ji Hong berani mengejeknya.
Ponsel Ji Hong bergetar telp dari Seo Woo, beberapa saat kemudian Ji Hong sudah menganti baju dokter dan masuk ke ruangan menemui Seo Woo yang menunggunya lalu bertanya ada apa. Seo Woo bertanya Pembedahan seperti dilihat dilayar, dapatkan dilakukan seorang fellow.
Kondisi ini cukup kritis.  Pembedahan aneurisma serebral umum sudah cukup rumit.  Tapi yang ini ada anak kantung yang pecah.  Operasi ini tidak bisa dilakukan seorang fellow. Apa Kau mau melakukannya ?” ucap Ji Hong melihat hasil CT Scan.
Tidak, Hye Jung mau melakukannya.” Kata Seo Woo
Atas keputusan siapa ? Siapa yang memberi ijin melakukan operasi seperti ini ?” ucap Ji Hong heran 


Yoon Do sedang mencuci tangan sebelum operasi, Ji Hong datang mengataan kalau ia yang harusnya menjadi mentor Dokter Yoo dan Yoon Do tidak bisa mengambilnya tanpa ijinnya. Yoon Do menyindir Ji Hong sebagai dokter baru mulai kerja minggu depan dan saat itu baru mulai resmi berkerja.
Aku mendapatkan berita terbaru.   Pekerjaanku dimulai hari ini.  Maka pengaturanmu soal fellow, tidak berlaku.” Tegas Ji Hong
Dalam operasi ini, Dokter Yoo bukan jadi asistenku, dia melakukannya sendiri.  Jadi tidak ada hubungannya soal penempatan fellow.” Kata Yoon Do
Kalau begitu, aku yang masuk. Pembedahan ini tidak boleh dilakukan seorang Fellow.” Tegas Ji Hong yang sudah menganti pakaian operasi

Yoon Do membalas kalau itu pasiennya, Ji Hong mengulang perkataan Yoon Do kalau Hye Jung yang akan membedahnya, jadi ia adalah pasien Dokter Yoo. Hye Jung masuk ruangan memberitahu kalau itu memang pasiennya. Ji Hong mengataka tak mengizinkanya. Hye Jung mengingatkan kalau   Pelatihan dimulai minggu depan jadi ia masih bebas melakukan yang dinginkanya.
Ji Hong mengeluh dengan sikap Hye Jung dan menurutnya tak boleh ceroboh, Hye Jung sambil mencuci tanganya mengatakan sangat percaya diri. Yoon Do mengejek Hye Jung selalu tidak tahu tempat untuk keras kepala. Ji Hong menegaskan tak ada yang berubah karena ia yang akan melakukan operasi. Yoon Do pun tak peduli karena dirinya akan menjadi hakim dan melihatnya lalu meninggalkan keduanya. 
Ji Hong mengatakan kalau ia yang akan melakukan operasi, Hye Jung menolak karena ini pertarungannya, jadi tidak menghindarinya jika ada yang meminta dan berpesan gurunya itu tak perlu khawatir karena ia  hanya bertarung kalau tahu akan menang.

Jangan lupa, kalau aku ada di sisimu dan Jangan lupa kalau aku selalu siap membantumu.” Ucap Ji Hong, Hye Jung terdiam lalu mengangguk mengerti dan lebih dulu masuk ruang operasi. 

Diruang operasi
Ji Hong mengatakan akan membantunya dan menyuruh Dokter Kang untuk bergeser, di lantai atas terlihat ketegangan wajah Seo Woo dan juga Yoon Do melihat ke dalam ruang operasi. Hye Jung mulai mengoperasi dengan mengunakan microskop, Ji Hong pun ikut memantaunya. Hye Jung mulai meminta Irigasi, Ji Hong memberikan cairan.
Hye Jung meminta dissector, Dokter Kang tak kalah tegang berada di ruangan operasi. Hye Jung meminta Tang bipolar, setelah itu meminta cottonoid dan memasukan ke dalam bagian mata. Seo Woo yang melihatnya Hye Jung berhasil menemukanya. Yoon Do berkomentar tidak mudah ditemukan. Hye Jung meminta klip. Seo Woo melihat Hye Jung menemukanya.
Ji Hong terus ikut melihatnya, Hye Jung mencoba membuka lebar tapi yang terjadi adalah pendarahan. Ji Hong mengatakan pecah, Hye Jung pun meminta penghisap. Seo Woo dan Yoon Do mulai panik, Ji Hong mengatakan akan mengambil alih, Hye Jung yang keras kepala mengatakan akan melakukanya.

Yoon Do akhirnya mengunakan microfone menyuruh Hye Jung memberikan tugasnya pada Ji Hong, Hye Jung sempat melirik tapi tetap berusaha agar tetap melakukanya. Ji Hong melihat tekanan darah mulai turun dan meminta agar membawakan darah tambahan. Dokter Kang dengan cepat memasang kantung darah. Yoon Do marahi Hye Jung berpikir ingin membunuh pasien dan berteriak memanggil Ji Hong.
Ji Hong melihat dari microcope, menyuruh Hye Jung untuk tetap berKonsentrasi. Hye Jung mulai berkonsetrasi lalu meminta klip.  Seo Woo dan Yoon Do benar-benar tegang, Hye Jung akhirnya bisa bernafas lega karena operasinya sudah selesai. Dokter Kang pun mengucap syukur dengan mata terharu. Hye Jung melihat ke arah Yoon Do, seperti ingin memberitahu kalau berhasil.
“Apa Mau mengambil alih ?” tanya Hye Jung pada gurunya.
Ini operasimu jadi Selesaikan.” Ucap Ji Hong, Hye Jung pun meminta penghisap. Dokter Kang terlihat bernafas lega. Di lantai atas, Seo Woo melirik melihat Yoon Do terlihat kecewa karena ternyata Hye Jung berhasil melakukanya. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Akhir y sinopsis y di buat juga .udh nunggunlama nih udh ga sabar bt baca ke lanjutan y .jgn lama lama ybuatsinopsis y makasih udg di buatin sinopsisy dan di tunggu y ke lanjutan y.gumawoo

    BalasHapus