Jumat, 15 Juli 2016

Sinopsis Doctors Episode 8 Part 1

Hye Jung memuji Soo Chul semakin keren dan melihat sudah tumbuh jenggot dengan mengejeknya mirip Wolverine. Dua pria yang menyukai Hye Jung menatap iri karena tangan Hye Jung memegang dagu si pria. Ji Hong benar-benar terbakar cemburu melihatnya.
“Saat pria dan wanita jatuh cinta, hal yang paling membuatku iri adalah saat lelaki bertemu seseorang yang dapat membuatnya bersikap kekanakan.” Gumam Ji Hong
Akhirnya Ji Hong masuk ruangan sambil bertepuk tangan menyakinkan dirinya kalau semua akan baik-baik saja karena mereka berdua hanya teman. Ia mengeluarkan sebuah boneka dari laci dan menaruh diatas meja, dan langsung melemparnya. Setelah itu melampiaskan amarahnya dengan menendang kotak berkas dirak paling bawah lalu berteriak keras
Sikap kekanakan antara lelaki dan perempuan adalah sehat. Hal itu merupakan hadiah terbaik yang bisa kuperlihatkan pada seseorang.” 

Ji Hong tersenyum-senyum sendiri saat naik mobil lalu menelp Hye Jung.
Kau kedengaran senang” komentar Ji Hong, Hye Jung mengatakan mau kerumah sakit dengan temanya.
“Apakah Soon Hee?” tanya Ji Hong, Hye Jung mengatakan bukan tapi dengan Soo Chul, teman jaman aku memberontak. 
Yaa, jangan main lagi dengannya.” Kata Ji Hong melarang dengan nada cemburu.
Eey, kau tidak bisa melarangku main dengan teman lama.” Ucap Hye Jung
Saat itu Soo Chul berada disamping Hye Jung, tatapan Hye Jung mengarah pada Soo Chul dengan senyumanya. Soo Chul sempat memberikan hormat lalu mengemudikan mobilnya lebih cepat. Hye Jung tersenyum bahagia bertemu dengan teman lamanya.
Ji Hong terlihat kesal lalu bertanya apakah Hye Jung itu suka sekali padanya. Soo Chul melewati persimpangan lebih dulu tak melihat mobil yang lewat dari arah samping akhirnya bertabrakan, tubuhnya melayang. Hye Jung sedang mengemudi berteriak melihat kecelakaan Soo Chul didepan matanya. Tubuh Soo Chul sempat terpelanting sampai akhirnya jatuh ke aspal.

Ji Hong yang mendengarnya teriakan Hye Jung bertanya apa yang terjadi dengan nada panik lalu mengambil jalur cepat bertanya keberadanya sekarang. Hye Jung terlihat masih shock akhirnya keluar dari mobil sambil berlari meminta agar yang lain menelp ambulance, dengan tangan yang bergetar membuka penutup wajah di helm.
Soo Chul terlihat masih setengah sadar, Hye Jung bertanya apakah Soo Chul masih bisa mengenalinya, Soo Chul hanya tersenyum seperti jawaban masih bisa mengenalinya. Hye Jung meminta agar Soo Chul jangan mengerakan kepalanya lalu bertanya apakah kaki dan tanganya bisa digerakan. Soo Chul mengatakan tak bisa karena sudah tidak ada tenaga.
Hye Jung mulai menangis dan bertanya apakah Soo Chul bisa mengerak jarinya. Soo Chul bisa mengerakan sedikit jarinya. Hye Jung menjerit histeris berharap tak terjadi sesuatu yang buruk lalu melepaskan sarung tangan lalu memegang tanganya erat. 


Ji Hong datang dengan mobilnya melihat Hye Jung sudah ada tengah jalan bertanya apa yang terjadi. Hye Jung sambil menangis mengatakan tulang lehernya cedera dan Sepertinya syarafnya belum rusak parah. Ji Hong bertanya dengan ambulance, Hye Jung memberitahu sudah ada yang memanggilnya. Ji Hong berkomentar itu bagus.
Aku hanya memegang tangannya.” Kata Hye Jung, Ji Hong pun berkata itu sudah bagus.
Kau seorang dokter, coba kendalikan dirimu.  Temanmu akan dalam bahaya kalau kau  bersikap begitu, Hye Jung. “ ucap Ji Hong melihat Hye Jung terlihat menangis sesunggukan. Hye Jung mencoba mengatur nafas dan menghapus air matanya. 

Ambulance datang, Ji Hong memberitahu mereka harus memindahkannya dengan hati-hati jadi meminta petugas untuk mengambilkan penopang leher. Lalu bertanya apakah Hye Jung bisa membantunya. Hye Jung melepaskan helm perlahan, Ji Hong berpesan agar berHati-hati, kesalahan kecil bisa memperburuk kondisinya, memintanya agar perlahan-lahan.
Hye Jung bisa bernafas lega, Ji Hong meminta Hye Jung menahan lehernya. Hye Jung menangis tak tega melihat keadaan temanya yang terluka parah. Ji Hong memasangkan alat penopang dagu setelah itu menyuruh Hye Jung meletakan kepalanya perlahan.
Soo Chul terlihat mengeluarkan darah dari mulutnya, Hye Jung melihat Soo Chul sudah tak bernafas. Ji Hong meminta dibawakan stetoskop, memeriksa bagian perut lalu saat membukanya menemukan luka dibagian dada sebelah kiri. Hye Jung kembali menangis. Ji Hong menegaskan mereka harus segera membawa ke rumah sakit, Kalau dalam 30 menit belum stabil maka bisa bahaya dan meminta untuk membawa tempat tidur dorong. 

Mobil ambulance berjalan dengan cepat, Ji Hong berada disebelah Soo Chul memasang alat bantu oksigen, Hye Jung terlihat masih shock berjalan dibelakangnya. Ji Hong memberitahu pasien Kecelakaan motor dan meminta agar segera membawanya ke IGD.
Di ruangan, Ji Hong melihat bagian dalam Soo Chul dengan USG, Hye Jung melihat Rusuknya patah dan Pasti menekan paru-parunya.  Ji Hong melihat Diafragmanya mungkin terdapat cairan juga.  Hye Jung panik karena ada darah dalam paru-parunya.
“Berikan French Tube Chest 28.” Kata Ji Hong, Soo Chul terlihat kesusahan bernafas.
Ji Hong mulai memberikan tanda dengan mengoleskan betadine, dan mulai merobeknya, Hye Jung tak bisa melihatnya. Soo Chul seperti merasakan kesakitan dan bergerak-gerak. Ji Hong menyuruh Hye Jung untuk menahan pasiennya. Hye Jung menghapus air matanya dan berusaha menahan Soo Chul agar tak bergerak. Ji Hong meminta agar diberikan tube setelah darah segar keluar.
Ia langsung memasang selang, Hye Jung kembali menutup mata karena temanya sendiri yang merasa kesakitan. Ji Hong selesai memasang dan menyambungkan dengan tabung, darah pun bisa dikeluarkan, tekanan darah pun stabil. Ia memberitahu pertolongan pertama telah selesai jadi Hye Jung harus melakukan CT Scan. Hye Jung bisa bernafas lega dan mengangguk mengerti. 

Assiten Dokter Jung berjalan melalui lorong memberitahu pasien Lelaki 31 tahun, Kecelakaan sepeda motor. Tekanan darahnya 120, tapi sudah mendapatkan chest tube, sekarang di posisi 92. Serta CT scan menunjukan ada pendarahan limpa, sehingga harus dilakukan operasi.
Dokter Jung menanyakan  Pendarahannya. Assitennya menjawab Tingkat 2, tapi mereka sudah berikan obat.  Dokter Jung meminta agar menyiapkan ruang operasi. Assitenya merasa kemungkinan pasien  bisa menderita kelumpuhan karena retak pada tulang belakang jadi Tim bedah syaraf sedang  mengoperasinya lebih dulu. Dokter Jung bertanya apakah itu Ji Hong, assitennya membenarkan. 

Dokter Pi memperlihatkan hasil CT Scan, Ji Hong minta agar mengmbil MRI tulang belakang dan panggil ahli anestesi segera lalu Hubungi Bedah umum dan minta mereka bersiap sesudah mereka. Dokter Jung masuk ruangan, mengatakan tak perlu karena sudah datang. Ji Hong langsung menyuruh Dokter Jung melihat layar CT Scan.
“Pendarahannya tidak terlalu buruk.  Tapi bisa jadi buruk sementara kalian membedahnya.  Dia bisa mengalami shock.  Aku ingin kalian bekerja cepat dan Lakukan dengan cepat.” Ucap Dokter Jung lalu keluar ruangan, Dokter Pi juga ikut keluar akan menyiapkan ruang operasi. Ji Hong meminta agar segera melakukanya. 

Ji Hong menatap Hye Jung terlihat masih shock lalu memberikan pilihan yang mau ikut operasi atau tidak,  menurutnya Hye Jung sudah cukup baik sejauh ini jadi Tidak perlu melakukannya.
“Kalau kau ikut dan ada masalah,  pasti berat buatmu.” Ucap Ji Hong
“Apa  Kalau masuk dan berjalan lancar, aku akan lebih kuat ?” kata Hye Jung tak yakin
“Berhenti ingin selalu kuat.” Nasehat Ji Hong
“Kalau tidak kuat bagaimana aku melalui hidup ini ?” ucap Hye Jung tak bisa terima
“Menjadi lemah bukan hal buruk jadi Tak apa menjadi lemah.” Ucap Ji Hong, Hye Jung pun memutuskan tidak ingin masuk. Ji Hong pun bisa mengerti keputusan Hye Jung lalu keluar ruangan. 

Hye Jung menemui Soo Chul yang sudah sadar memberitahu Dokter Hong akan membedahnya, jadi kalau Soo Chul dioperasi maka   bisa naik sepeda motor lagi. Soo Chul menolak tidak mau dokter lain.
“Dokter Hong adalah dokter hebat.” Kata Hye Jung menyakinkan.
“Aku takut.  Tapi, kalau kau yang lakukan, aku tidak takut.  Kau yang aku kenal, selalu bisa melakukan apapun.  Kau akan melakukannya, kan ?” kata Soo Chul memohon, Hye Jung terlihat binggung
“Dokter, ruang operasinya sudah siap, Mereka ingin anda membawa pasiennya.” Kata Dokter Choi masuk ruang IGD. Hye Jung mengangguk.
Dokter Choi keluar ruangan, Hye Jung memegang tangan Soo Chul memutuskan akan melakukanya. Soo Chul tersenyum mendengarnya. 

Hye Jung pergi ke loker menganti pakaian operasi dan juga sepatunya, Ji Hong juga menganti jasnya dengan baju operasi yang digantung dalam lokernya. Ia duduk melemaskan jari-jarinya sebelum melakukan operasi, tak lupa membawa penutup kepalanya.
Di depan wastefel, Ji Hong mencuci tanganya. Hye Jung datang memberitahu akan ikut dalam ruang operasi. Ji Hong pun setuju dengan melirik Hye Jung dengan senyuman. Wajah Hye Jung terlihat tegang saat mencuci tangan. 

Dokter Kim menonton video operasi, ketukan pintu terdengar. Dokter Jin masuk ruangan, Dokter Kim bertanya alasan Dokter Jin datang keruanganya. Dokter Jin meyindir Dokter Kim yang mengabaikan telponnya , makanya datang keruangan. Dokter Kim melihat ponselnya  memberitahu sedang melihat operasi terbaru dan baru berencana menelponnya.
“Apa Kau tahu kalau Ketua Hong memberikan Konfrensi Pers hari ini ?” tanya Dokter Jin sinis
“Tidak tahu, Ia tidak selalu melaporkan segalanya padaku.” Kata Dokter Kim
“Ia membuat masalah pada rumah sakit karena skandal saham.  Harusnya dia diam saja.  Apa Kau tahu aku cemas sekali karena itu ?” ucap Dokter Jin
“Direktur, kau tidak perlu bersikap palsu diantara kita.  Kau dan aku sudah lama bertarung.  Jadi Kita saling hormat saja.” Ucap Dokter Kim tak ingin Dokter Jin bermuka dua didepanya.

“Kalau begitu, mau aku jujur ? Berhenti berada di tempat yang bukan tempatmu.  Aku pemilik rumah sakit ini,  dan kau hanyalah pegawai. Selama penghasilanmu bagus, buat apa kau perduli siapa pemilik tempat ini ?.” Tegas Dokter Jin merendah Dokter Kim
“Ini sebabnya aku tidak suka padamu.  Apa kau tidak punya martabat ? Kenapa kau harus kasar dan tidak bijak begitu ?” kata Dokter Kim marah
Dokter Jin menyuruh Dokter Kim mencari matrabatnya saja,  menurutnya Begitu Ketua Hong pergi,  maka Dokter Kim tidak akan punya koneksi lagi sementara Ia lahir dengan sendok emas. Dokter Kim menarik nafas panjang, Dokter Jin pikir  Ketua Hong bisa saja bicara semaunya di konfrensi pers dan hanya perlu melakukannya untuk melihat sampai dimana batasnya lalu keluar ruangan. 


Di lobby rumah sakit,
“Bukankah saham Medical Care dasarnya dimiliki oleh Rumah Sakit Gokil?” ucap wartawan
“Saham Medical Care adalah saham pribadiku.  Tidak ada hubungan apapun dengan rumah sakit.  Namun, aku mohon maaf karena telah menodai citra rumah sakit.” Ucap Tuan Hong
“Apa benar rumah sakit bertujuan mengubah asetnya menjadi perusahaan privat ? Menurut seseorang, anda akan memberikan saham itu pada rumah sakit sebagai bentuk donasi.” Kata wartawan
“Sebenarnya siapa yang mengatakan itu ? Apakah aku, Hong Doo Shik, dapat melakukan tindakan tercela itu ? Kalian semua wartawan.  Kenapa kalian bisa mengatakan omong kosong begitu ?!” ucap Tuan Hong marah lalu memilih untuk pergi. Semua wartawan berlari mengejarnya, seorang pria melihat dari atas. 

Tuan Hong melirik sinis saat melihat Tuan Jin ada diruangan, Tuan Jin menyindirApa yang akan berubah dengan melakukan konfrensi pers menurutnya orang hanya percaya yang ingin mereka percaya. Tuan Hong yakin ada orang dibalik ini.
“Aku, Hong Doo Shik tidak akan melarikan diri karena ini.  Aku akan ungkap kebenarannya dan akan bersihkan seluruh jajaran direksi.” Ucap Tuan Hong geram
“Doo Shik, kenapa semuanya ikut kemauanmu ? Bukankah harusnya kau berdiskusi dulu denganku ? Apa Kau ingin mengubah direksi tanpa tanya padaku ?” kata Tuan Jin terlihat sinis
“Bukankah kau dan aku satu jalan ? Saat ini aku sedang  diberi tuduhan palsu, apa  kau tak masalah ? Jika ini terjadi padamu, maka aku akan cari semua pelakunya.” Ucap Tuan Hong marah
“Makanya, biarkan aku atasi ini dan kau istirahat.  terlalu banyak perfeksionis. Kau ingin melakukan segalanya sendirian.” Ucap Tuan Jin membuat tenang.
“Mengenai Myung Hoon ... Apa ia masih belum menyerah soal Pusat Kesehatan Manula ? Pusat kesehatan manula.” Kata Tuan Hong
Tuan Jin heran kenapa Tuan Hong itu mendadak membahas. Tuan Hong yakin, Orang yang ingin menyulitkannya saat ini  adalah Myung Hoon.  Tuan Jin membela Myung Hoon-ku, tidak akan melakukan hal seperti itu, anaknya datang karena ingin mengembangkan rumah sakit. 


Tuan Jin bertemu anaknya dilorong, lalu meminta semua sekertaris meninggalkan mereka. Ia memperingatakan anaknya agar Jangan remehkan Doo Shik karena berpikir Tuan Hong akan mundur begitu namanya dinodai tapi ternyata tidak.
“Kalau begitu harus ada pertumpahan darah.” Ucap Dokter Jin, Tuan Jin pikir Sepertinya harus seperti itu. 

Pasien Lee Ga Jin, dengan perban di kepala setelah operasi, wajahnya terlihat sudah seperti semua. Yoon Do bertanya apakah sudah merasa baikan, Nyonya Lee menganguk. Yoon Do memberitahu mereka bisa keluar dari rumah sakit besok. Tuan Yoo mengucapkan terimakasih.
“Anda bisa temui aku hari Rabu 2 minggu lagi. Ini bisa kambuh lagi.  Jadi jangan lewatkan pertemuan dan pastikan datang untuk tes.” Kata Yoon Do lalu pamit pergi. Dokter Kang yang ada disampingnya pun ikut keluar ruangan. Nyonya Lee tersenyum bahagia wajahnya kembali seperti semula. 

Tuan Yoo memanggil Yoon Do, dengan membawakan tas berisi makanan sebagai ucapan terima kasih. Yoon Do terlihat tak enak hati, Tuan Yoo merasa bukan sesuatu yang besar hanya memberikan mereka adalah rekan kerja Hye Jung dan belum sempat melakukan apapun, jadi merasa berhutang budi.
Yoon Do akhirnya menyuruh dokter Kang menerima pemberian dari Tuan Yoo, Dokter Kang menerimanya dan mengucapkan terimakasih. Tuan Yoo lalu bertanya keberadaan Hye Jung sekarang. 

Hye Jung sedang ada dirumah sakit memberitahu Bisa terjadi pendarahan karena shock jadi meminta agar memperhatikan kondisi vitalnya.  Ia meminta Skapel dengan menarik nafas panjang mulai membedahnya, setelah itu meminta Septum elevator.
Ji Hong masuk ruangan meminta dipasangkan jubah, dua orang perawat membantu memasang jubah dan sarung tangan. Hye Jung melihat Ji Hong sudah siap mengatakan akan menganti posisi. Ji Hong menganti tempat Hye Jung meminta agar menaikan tempat tidurnya. Soo Chul yang terlihat tertelungkup sedikit naik.
Setelah itu Ji Hong meminta agar menghisap darahnya, tiba-tiba darah keluar muncrat ke arah Ji Hong dan Hye Jung. Ji Hong lalu meminta tambahan darah dan menghisapnya. Hye Jung sedikit panik melihat tekanan darah menurun. Ji Hong meminta agar membawa darah tambahan lagi, Suasana tegang terjadi di ruang operasi. Ji Hong berusaha untuk tetap tenang. 

Dokter Choi tertidur di meja dengan beralaskan buku, tiba-tiba rambutnya ditarik dan menjerit kesakitan. Dokter Kang membangunkan juniornya dan bertanya Siapa yang ijinkan tidur dan hanya penasaran. Siapa orangnya dengan nada sinis.
“Aku belum sempat tidur sama sekali.” Ucap Dokter Choi
“Anak tahun pertama tidak boleh tidur.  Aku saja pernah tidak tidur seminggu, Selalu yang tidak bisa kerja adalah orang  paling banyak alasan.” Ejek Dokter Kang, Dokter Ahn membela juniornya itu bukannya tidak bisa kerja.
“Lihat orang ini, tak bisa dikasih tahu sekali ! Kenapa menyela ?! Sedang apa kau ? Waktumu pasti banyak,  Joong Dae, Joong Dae, Ahn Joong Dae !” kata Dokter Kang mengejek
“Aku punya sesuatu untukmu.  Aku menscan buku untukmu Dari buku milikku.  Katanya anda tidak punya uang untuk beli.” Kata Dokter Ahn bisa menjilat dengan memberikan USBnya. Dokter Kang tersenyum lalu mengucapakan terimakasih.

“Hyung, apa kau bisa kasih aku juga ?” ucap Dokter Choi merengek dengan bersandar di pundaknya, Dokter Ahn tersenyum mengatakan tak bisa. Dokter Choi mengumpat seniornya itu kejam
“Pesta tahun pertama sebentar lagi. Kepala Bagian pasti akan memberikannya untukmu. Jangan khawatir.” Ucap Dokter Ahn, Dokter Choi binggung kenapa Dokter Kang tak memiliki buku itu karena seharusnya dapat dari Kepala Bagian juga
“Waktu itu dia berikan hal lain.”kata Dokter Kang lalu membawakan makanan keatas meja agar juniornya bisa memakainya. Dokter Ahn bertanya apa itu.
“Ayah dokter Yoo memberikan ini untuk dimakan.” Kata Dokter Kang
Dokter Pi datang dengan wajah sumringah bertanya apa lagi yang dibawanya, Dokter Kang mengejek Dokter Pi itu hebat sekali mencium bau makanan lalu bertanya apakah tidak melakukan operasi. Dokter Pi tadinya akan melakukanya, tapi Dokter Hye Jung menjadi asisten jadi ia tidak diperlukan.

“Tidak perlu bagaimana ? Melihat operasi adalah pekerjaan.  Itu sebabnya kau selalu di posisi akhir.  Apa Kau senang jadi tua dan  dibelakang anak lebih muda ?” ucap Dokter Kang mengejek, Dokter Pi dengan bangga mengatakan “sangat suka”
Dokter Kang menjerit tak percaya, Dokter Choi dan Dokter Ahn hanya bisa menahan tawa. Dokter Pi bertanya apakah makanan itu bisa dimakan, Dokter Kang benar-benar tak percaya melihat Dokter Pi malah mementingkan makanan. Dokter Pi pikir  mereka taruh saja di kulkas lalu dimakan saat lapar karena semua adalah sup, selain itu itu sisanya juga taruh saja di kulkas. Dokter Choi setuju
“Ah, aku pernah ke restoran Sup nasi Nenek, Rasanya enak sekali.  Kang Soo, harusnya taruh juga di blogmu.  Dokter Yoo pasti suka  kalau kau mengiklankan restorannya.” Ucap Dokter Pi, Dokter Choi tersenyum lebar.  
“Begitu kau lakukan, maka kau akan dihabisi dokter Yoo. Hubungan mereka tidak biasa” kata Dokter Kang yakin, Dokter Ahn tahu itu ayah kandungnya.
“Kenapa kita malah membuang waktu  membahas soal kehidupan Dokter Yoo ! Kembali kerja !” teriak Dokter Kang marah

“Kau duluan yang mengungkitnya.” Keluh Dokter Choi sambil memukul manja seniornya mengatakan sangat membencinya lalu kabur.
Dokter Kang berteriak memarahi pada Dokter Ahn yang tak berkerja. Dokter Ahn mengingatkan sudah menscan buku miliknya, Dokter Kang bisa mengerti dan mengucapkan terimakasih dengan gaya militer. Dokter Pi juga ikut mengatakan akan menaruh semua sup pada dikulkas. Dokter Kang mengeluh kalau juniornya itu membuat ingin marah.
“Apa yang akan terjadi seandainya kau meledak benaran ?” ucap Dokter Pi bertanya-tanya
“Ini yang akan terjadi.” Kata Dokter Kang ingin memukulnya, dua tangan Dokter Pi bisa menahanya sampai akhirnya mengikuti gaya manja Dokter Choi mengatakan sangat membencinya lalu kabur. 

Yoon Do keluar dari ruangan operasi, Seo Woo sudah menunggunya memberitahu Ayah dan kakek ingin makan malam dengan seniornya. Yoon Do memberitahu Pesta penyambutan hari ini. Seo Woo pikir mereka bisa menyusul nanti karena Ini permintaan orang tua.
“Apa aku harus bilang Iya pada semua kata orang tua ?”keluh Yoon Do
“Aku bilang ke mereka pesta penyambutan malam ini, tapi mereka bilang datang makan malam saja.  Aku akan bilang kau tidak mau pergi, tapi pasti ayahku akan menelponmu.” Ucap Seo Woo
Yoon Do menghela nafas panjang lalu bertanya dimana mereka akan bertemu. 

Ji Hong meminta tambahan darah lagi, perawat lain menekan kantung darah agar darah cepat mengalir. Akhirnya Ji Hong melihat pendarahan sudah berhenti dan meminta agar mengeluarkan root. Hye Jung terlihat tegang, kepala Ji Hong sudah dipasang senter begitu juga Hye Jung.
“Bersiap untuk menjahit dan Berikan cottonoid.” Ucap Ji Hong dan sempat menatap Hye Jung yang membantunya menjahit.
“Sepertinya arterinya cidera.  Apa Dia akan mendapat infraksi serebral ?” ucap Hye Jung khawatir.
“Jangan membuat kesimpulan. Lebih baik lakukan angiografi selepas Pembedahan selesa, Bisa saja arteri non-dominan.” Ucap Ji Hong, Hye Jung mengangguk mengerti.
“Tekanan darahnya turun lagi.” Kata Hye Jung panik, Ji Hong bertanya apakah sudah diberi darah tambahan. Akhirnya darah kembali diberikan.
Setelah selesai, Ji Hong seperti masang mur dalam tulang rusuk, lalu bertanya apakah Hye Jung ingin menyelesaikanya. Hye Jung mengangguk, Ji Hong pun meminta agar memanggil bagian Bedah Umum. Hye Jung pun berpindah posisi memasukan seperti sumsum tulang. 
Keduanya sudah ada di depan ruang operasi dengan wajah tegang, Dokter Jung datang dengan asistennya. Hye Jung langsung memohon bantuanya, Dokter Jung tersenyum menurutnya walaupun Hye Jung tak meminta tetap saja pasti akan melakuan kerjanya dengan baik dan meminta assitenya untuk bersiap-siap.

Hye Jung terlihat masih tegang, Ji Hong mengajak mereka pergi karena harus bersiap-siap juga. 

Hye Jung duduk dengan wajah tegang dengan meremas tanganya, Dokter Jung keluar ruangan dengan wajah lelah. Hye Jung menyapanya, Dokter Jung pun bertanya kemana Ji Hong sekarang. Hye Jung memberitahu Ji Hong akan melakukan awake surgery siang ini.
“Ah, itu operasi yang sangat penting.  Dia harus sukses demi rumah sakit ini.” Ucap Dokter Jung, Hye Jung pun menanyakan hasilnya.
“Kita harus makan bersama.” Ucap Dokter Jung mengodanya dan berjalan pergi, Hye Jung mengeluh seniornya itu malah mengodanya.
“Dokter Yoo , kau pasti meremehkan aku.  Aku tidak membunuh pasien.  Tentunya kali ini ... sukses besar.” Ucap  Dokter Jung bangga, Hye Jung tersenyum dan bisa bernafas lega mendengarnya.
“Dokter, Kim Soo Chul sudah keluar ruang operasi. Kami menyiapkan angiografi.” Kata Dokter Pi, Hye Jung pun mulai bergegas. 

Hye Jung sedang ada diruangan melihat hasil MRI, Dokter Pi datang memberitahu sudah memindahkan Soo Chul ke ruangan ICU dengan Kondisi vitalnya normal dan  meminta mengabari jika sudah sadar. Hye Jung pun memuji juniornya sudah berkerja dengan bagus.
“Aku lega karena pendarahannya dari arteri non-dominan.” Ucap Dokter Pi
“Ya, pihak satunya juga bekerja dengan baik.” Kata Ji Hong masuk ruangan. Hye Jung binggung melihat Ji Hong karena seharusnya bersiap-siap masuk ruangan. Dokter Pi memilih untuk pamit pergi membiarkan mereka berdua. 

Hye Jung pikir seharusnya Ji Hong bersiap-siap masuk ke ruangan operasi, Ji Hong bertanya balik dengan Hye Jung karena seharusnya menjadi asistenya. Hye Jung mengatakan Saat ini akan melakukan sesuatu antara antar manusia dan manusia, Sesama manusia.
Ji Hong terlihat panik, lalu melihat sekeliling takut ada orang yang melihat. Hye Jung berjalan mendekat mengalungkan tanganya di leher seperti ingin memeluk tangan Ji Hong ingin mendekapnya. Tapi ternyata Hye Jung merapihkan kerah jaket dokter yang tak rapih. Ji Hong langsung menurunkan tangannya seperti baru sadar kalau kerahnya tak rapih.
Hye Jung mengodanya bertanya apa yang dikhayalkan, Ji Hong meyangkal siapa yang mengkhayal, lalu mengeluh Hye Jung yang masih mengejeknya padahal sudah menyelamatkan temanya. Hye Jung hanya bisa tersenyum lalu mengucapkan terimakasih. Ji Hong bertanya untuk apa, Hye Jung dengan nada mengoda mengatakan “semuanya” dan langsung keluar ruangan. Ji Hong tersenyum tak percaya Hye Jung tadi sudah mengodanya. 


Soo Chul terlihat sadar tapi kesusahan mengerakan badanya, Hye Jung datang melihatnya, bertanya apakah Soo Chul tidak bisa gerakkan tangan dan kakinya dengan baik. Soo Chul membenarkan,
“Sebelum operasi aku bilang padamu, tentang vertebra pertama dan kedua. Jadi, vertebra pertama dan kedua lehermu, patah.  Disitu adalah pusat yang menghubungkan gerakan tubuhmu.” Jelas Hye Jung
“Kau bilang sudah menyekrup tulangku yang patah.” Ucap Soo Chul
“Operasinya sukses, Aku sudah melakukan bagianku. Sekarang giliranmu.” Kata Hye Jung  
“Apa Aku tidak bisa berjalan lagi ?” kata Soo Chul seperti tak yakin
“Kau ada di sisiku saat aku ingin mati, tapi Kau tidak memberiku nasihat apapun, Kau membiarkan aku memutuskan sendiri.  Meskipun kau masih muda, saat itu kau sangat perhatian.” Ucap Hye Jung, Soo Chul dengan bangga kalau memang dirinya itu keren. Hye Jung menyangkal menurutnya Soo Chul itu sangat keren.
“Apa Tubuhku akan lumpuh seluruhnya ? Kalau kau hanya menghiburku tidak usah.” Kata  Soo Chul, Hye Jung menyuruh Soo Chul mengerakan jarinya.  

Tangan dan kakiku saja tidak bisa bergerak, bagaimana menggerakan jariku ?” keluh Soo Chul lalu berusaha mengerak tapi tak bisa, Hye Jung melirik sinis.
Soo Chul akhirnya berbuat sekuat tenaga, Hye Jung akhirnya bisa melihat jari terlunjuk Soo Chul bergerak, Senyuman terlihat sumringah, mengatakan Soo Chul bisa mengeraknya. Soo Chul tak percaya dengan senyuman bahagia, kalau memang ini sekarang giliranya.
Aku akan tunjukkan padamu, sehebat apa Kim Soo Chul. “ ucap Soo Chul penuh semangat.
Kau dari dulu sudah hebat.  Jadi Kau tidak perlu menunjukannya padaku, Temukan saja wanita yang baik.” Ejek Hye Jung
Yaa, kau juga temukan lelaki baik.  Apa Dokter yang membedahku tadi, adalah guru sekolahmu ?” tanya Soo Chul, Hye Jung membenarkan
Dokter itu sudah menikah, kan?” kata Soo Chul, Hye Jung mengatakan belum.
Soo Chul menyuruh agar Hye Jung tak  pacaran dengan lelaki tua menurutnya Meskipun pria itu milyarder, maka Hye Jung  yang akan rugi, dan itu lebih bakik dengan dirinya. Hye Jung tersenyum mengejek Kim Soo Chul sudah kembali hidup sekarang. Soo Chul mengedipkan matanya yang mengoda. 


Ji Hong menanyakan alasan  DBS memerlukan perekam mikro. Seo Woo menjawab Untuk menemukan penyebab getaran. Ji Hong membenarkan,  Hye Jung pikir Kalau begitu, setelah menemukan area penyebab getaran, apa dapatkah mereka memastikan Pasien bisa memanah.
Ia harus bisa menembakkan panah.” Kata Ji Hong, Seo Woo masih tak yakin saat operasi juga
Tentu saja…. Aku ingin kau memonitor dan mencari sumber getaran dan Hye Jung, kau perhatikan si pasien.” Ucap Ji Hong membagi tugas, Keduanye mengerti Ji Hong pun mengajak mereka segera pergi
bersambung ke part 2
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: