Rabu, 13 Juli 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim Episode 17 Part 2

Gong Shim sibuk di dapur rumahnya membuatkan makanan untuk Nyonya Nam tak lupa mensajikan dengan menambahkan telur rebus diatasnya. Nyonya Nam makan dengan lahap memuji makan sangat enak dan lezat. Gong Shim tersenyum mengucapkan terimakasih. Nyonya Nam melihat Gong Shim tahu bagaimana caranya memasak dan sangat pandai.
Ini tidak seperti kau baru saja mempelajarinya.” Komentar Nenek Nam
Aku sudah memasak ini... sejak aku masih kecil” cerita Gong Shim
Kau seorang juru masak yang hebat. Tapi... kita jujur ​​saja. Apa wanita benar-benar menyukai seseorang seperti Ahn Dan Tae?” tanya Nyonya Nam kembali mengulik
Tentu saja, nyonya. Dia tampan dan Wanita menyukai pria seperti dia.” Ucap Gong Shim
benarkah? Kalau begitu apa gadis menyukai pria yang tinggal di tempat yang kecil... seperti ini?” tanya Nenek Nam

Dia mungkin tidak kaya, tapi percaya diri, kita selalu bisa mendapatkan uang. Tapi aku belum melihat orang lain selain Dan Tae yang bisa begitu percaya diri di depan orang kaya bahkan tanpa memiliki uang. Kupikir itu mengagumkan.” Komentar Gong Shim.
Benarkah? Apa ada sesuatu yang tidak kau sukai dari Sekretaris Ahn?” tanya Nenek. Gong Shim balik bertanya apa maksudnya  sesuatu yang benar-benar mengganggunya. Nenek Nam membenarkan.
Oh, saat dia mengambil makanan dari tanah untuk di makan.” Cerita Gong Shim, Nenek Nam kaget mengetahui cucunya memakan makanan dari lanta dan bertanya kenapa Dan tae melakukan itu
Aku tidak tahu. Bahkan saat dia menjatuhkan sesuatu, katanya ada tiga aturan detik. Dia mengatakan kalau itu baik-baik saja. Apa kau tahu seberapa cepat dia memasukannya ke dalam mulutnya? Dia pasti tunawisma di kehidupan sebelumnya.” Cerita Gong Shim
Nyonya Nam terlihat sedih mendengarnya, Gong Shim  mulai kebingungan lalu mengatakan akan memijat sambil menunggu, dengan gesit memindahkan meja lalu mengelar kasur dilantai dan bantal.  Setelah itu meminta agar Nyonya Nam berbaring karena akan memijatnya. Nyonya Nam mulai berbaring.
Gong Shim melihat badan Nyonya Nam kaku meminta agar relax saja karena tak akan sakit, mulai memijat bagian lengan. Nyonya Nam mengaku sangat nyaman merasakan pijitanya. Gong Shim memijat layaknya dispa, lalu pindah ke bagian kaki, lalu meminta agar Nyonya Nam tak terlalu memarahi Dan Tae.
Nyonya Nam menyindir itulah sebabnya Gong Shim memijatnya.  Gong Shim menceritakan Dan Tae itu benar-benar lembut di dalam hatinya. Ia lupa memberitahumu tentang itu tadi, jadi ia juga berharap Dan Tae tidak akan terlalu banyak mengedipkan mata. Nyonya Nam terlihat tertidur pulas, Gong Shim pun memastikan Nyonya Nam memang benar-benar tertidur lalu tersenyum karena bisa tidur dengan cepat. 

Gong Shim baru pulang dan Gong Mi baru saja keluar dari kamarnya, tiba-tiba Gong Mi mengajak adiknya untuk minum bersama. Gong Shim binggung kakaknya ingin minum bir bersama, Gong Mi pikir sangat baik dan mereka  bisa bicara.
Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?” tanya Gong Shim, Gong Mi pikir semacam itu. 

Nyonya Nam sudah terbangun  dan keluar dari kamar mandi, Dan tae sudah menunggu di kamannya. Nenek Nam mengaku  tidur siang yang singkat, tapi aku tidur dengan sangat nyenyak dan Rasanya sangat nyaman. Dan Tae bertanya apakah neneknya tidak terasa sakit harus tidur dilantai. Nyonya Nam menceritakan Gong  Shim berusaha keras untuk menyenangkannya agar tidak memarahi Dan Tae.
Aku berusaha keras mencoba untuk tidak tertawa. Dia sangat manis bahkan dia membuatkanku mie dan memberiku pijatan. Dia adalah seorang juru masak yang baik, dan pintar menggunakan tangannya. Tapi kau tidak boleh meremehkan dia. Dia memberiku makan dan membuatku tertidur... jadi aku tidak akan berteriak padamu.” Cerita Nenek Nam, Dan Tae tersenyum sumringah mendengarnya.
Nyonya Nam sedih melihat tempat tinggal cucunya dan meminta agar segera pulang kerumahnya lalu pamit pergi. Dan Tae pun akan mengantar neneknya pulang. Nyonya Nam tiba-tiba membalikan badanya  menyuruh Dan Tae Berhenti memakan makanan dari lantai. Dan Tae kaget lalu mengaku tak pernah melakukan. Nyonya Nam hanya bisa tersenyum lalu keluar dari kamar. 

Gong Shim kaget mengetahui tentang koneksi, Gong Mi mengatakan  Orang-orang mengira adiknya itu dipekerjakan karena CEO Suk. Gong Shim menegaskan Bukan seperti itu karena Joon Soo bahkan tidak tahu bahwa ia akan ada wawancara di sana dan tahu setelahnya, serta seluruh timnya sudah mengetahui cerita itu
Kau sangat naif. Orang lain tidak berpikir seperti itu. Mereka menganggap bahwa ada yang mengaturnya.” Ucap Gong Mi berusaha mengadu domba.
Aku tidak mendengar rumor itu.” Kata Gong Shim tak percaya
Apa kau tidak tahu bahwa tokoh protagonis selalu menjadi yang terakhir tahu? Lagi pula, kau harus menjaga sikapmu di tempat kerja.” Kata Gong Mi memperingati, Gong Mi tak mengerti kata-kata kakaknya.
Jangan terlalu ramah kepadanya di lorong. Orang-orang akan salah mengira kalau mereka melihatnya. Kalau kau ingin diakui karena kemampuanmu di kantor, akan lebih baik kalau kau tidak terlalu dekat dengannya. Aku tahu bicara seperti ini bisa jadi tidak nyaman, tapi aku berkata seperti ini karena aku adalah kakakmu dan sangat peduli. Kau tahu itu, kan?” ucap Gong Mi berusaha menjauhkan adiknya dari Joon Soo Gong Mi seperti cemberut karena sebenarnya bukan seperti itu tujuanya lalu keduanya sama-sama minum bir sambil memalingkan wajahnya. 

Gong Shim datang ke kamar Dan Tae bertanya apakah Nenek Nam sudah pergi, Dan Tae mengangguk menceritakan Berkat Gong Shim, Nenek Nam memaafkannya dan mengucapkan terimakasih.  Gong Shim berpesan agar Dae Tae harus bisa menjaga posisinya dan Jangan sampai dipecat karena menyinggungnya. Dan Tae berjanji tidak akan melakukannya
Kurasa dia sekarang menyukaiku setelah apa yang aku lakukan hari ini. Kalau kau membuat kesalahan lagi, maka aku akan membantumu.” Ucap Gong Shim, Dan Tae pun mengucapkan terimakasih.
Aku tahu dia datang ke sini karena kesal denganmu, tapi dia terus menanyakan pertanyaan yang aneh. Rasanya seperti sebuah wawancara.” Ucap Gong Shim heran, Dan tae sempat panik dan beralasan Nenek Nam itu memang sering mengajukan banyak pertanyaan. Gong Shim pun bisa mengerti.
Apa yang kau lakukan kepadanya sampai bisa membuatnya tertidur di sini? Dia biasanya sangat sensitif.” Ucap Dan Tae penasaran

Gong Shim menceritakan hanya memijatnya jadi mungkin itu membantunya menjadi lebih rileks dan langsung tertidur, lalu bertanya apakah Dan Tae ingin dipijat juga.  Dan Tae merasa baik-baik saja. Gong Shim tak ingin Dan Tae menolak dan akan melakukan lalu menyuruhnya duduk. Dan Tae berkata apakah ia bisa menahanya. Gong Shim mulai memijat bagian pundaknya.
Dan Tae tiba-tiba tertawa lebar seperti merasa geli lalu berguling-guling, Gong Shim binggung. Dan Tae mengaku Gong Shim itu menggelitiknya. Gong Shim pikir Dan Tae itu mudah sekali geli lalu mengodanya dengan mengelitikinya. Dan Tae tertawa sampai akhirnya terjatuh dan Gong Shim ikut jatuh tepat berada diatasnya.
Keduanya sempat saling menatap lalu sama-sama memalingkan wajahnya, Dan Tae mengatakan kalau sudah memberitahu Gong Shim untuk tak melakukanya. Gong Shim meminta maaf lalu langsung bangun. Keduanya terlihat gugup duduk bersebelahan. Gong Shim pamit untuk segera turun, Dan Tae pun berpesan agar Gong Shim berhati-hati saat turun, setelah itu menenangkan dirinya dengan melakukan push up. 


Joon Soo datang ke kantor dan langsung menemui pamanya,  memberitahu  baru saja kembali dari arboretum dan Tidak ada yang tahu di mana keberadaan karyawan yang  bernama Kim Gil Bong, seperti menghilang dan menduga itu ulah pamanya. Dae Chul menyangkalnya karena  tak ada hubungannya seorang karyawan di arboretum dengannya.
Karena kau tidak bisa membiarkan Dan Tae tahu bahwa ibu dan aku berada di sana. Apa kau menyembunyikan dia dengan sengaja?” kata Joon Soo, Dae Chul tetap menyangkal bukan yang melakukannya.
Apa Dan Tae mencoba untuk menghubungi pria itu?” tanya Dae Chul
Iya... Dia menghilang setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya. Kita tidak bisa bertemu dengan dia.” Ucap Joon Soo, Dae Chul berkata hampir saja.
Apa kau yakin bukan kau pelakunya?” kata Joon Soo, Dae Chul menegaskan bukan dia pelakuknya. Joon Soo bisa mengerti dan akan pergi.
Joon Soo.... Kalau kau gugup, singkirkan saja Dan Tae. Lagipula kau adalah orang yang pertama kali membawa dia ke sini. Jadi Kau harus mengurusnya.” Pesan Dae Chul sinis, Joon Soo hanya melirik lalu pergi.
Kim Gil Bong adalah jaminanaku, Joon Soo. Dia jaminanku yang menjaga aku tetap aman... Kalau kau mencoba untuk menyakitiku.” Ucap Dae Chul tertawa licik 
Joon Soo masuk ke dalam mobil lalu pergi, Dan Tae keluar dari persembunyianya lalu mencatat nomor  Plat mobil milik Joon Soo  (14DO-0948)


Setelah itu pergi ke bagian parkir rumah sakit membahas tentang insiden di ICU pada tanggal 5 Juli dan memberitahu kalau korbanya adalah ayahnya.
Aku akan sangat menghargai bantuanmu.” Ucap Dan Tae, petugas merasa masih melanggar peraturan milik mereka.
Aku mencurigai seseorang. Bisakah kau memeriksa... plat ini untuk mengetahui... kapan mobilnya datang dan pergi?” kata Dan Tae dengan wajah memohon
Aku benar-benar tidak seharusnya melakukannya.” Ucap si petugas lalu meminta agar Dan Tae memberikan kertas untuk memeriksanya.
Petugas  menceri di Sistem manajemen parker, memperlihatkan tabel Plat Nomor, Masuk, Keluar, lalu menemukan plat nomor Joon Soo memberitahu  Pada tanggal 5 Juli, mobil datang pada jam 3:13 siang dan keluar pada jam 3:49 siang. Dan Tae pun mengucapkan terimakasih dan mengambil layar monitor dengan ponselnya. 

Dan Tae pergi ke bagian CCTV rumah sakit, Petugas menjelaskan Kalau ini terkait kejadian di ICU pada tanggal 5 Juli, maka polisi sudah mengambil salinan kaset dari mereka. Dan tae menjelaskan  mencurigai seseorang dalam pikiran jadi meminta bantuanya.
Kau tahu bahwa kamera keamanan di ICU rusak, kan?” ucap petugas
Iya. Aku butuh satu yang menghadap lorong ICU.  Karena mobil memasuki tempat parkir pda jam 3:13 siang, kita bisa mulai melihat dari jam 3:20 siang. Mobil itu meninggalkan tempat parkir pada jam 3:49 siang, jadi kita dapat melihatnya sampai 03:40 siang. Jadi aku hanya ingin melihat rekaman antara jam 3:20 sampai 3:40 siang. Aku akan menghargai bantuanmu.” Jelas Dan Tae melihat jam saat mobil Joon Soo masuk dan keluar.
Petugas sempat menghela nafas lalu mencari bagian file Lorong ke ruang ICU Dari 3:20 sampai 03:40 siang dan akan menunjukanya. Dan Tae pun mengucapkan terimakasih lalu melihat saat Joon Soo berjalan dilorong dan meminta agar petugas ngeprint gambarnya. Setelah itu dengan tatapan dingin memegang bukti kalau Joon Soo benar-benar datang. 

Joon Soo datang ke pemulihan data bertanya  Bagaimana hasilnya, Pegawai mengatakan bisa mengambil satu panggilan keluar. Joon Soo tak percaya, Si petugas mengatakan  Benar-benar sulit untuk mengembalikan semua datanya dan pemilik dari ponsel itu sudah menelepon nomor yang sama dua kali.
Apa nomornya ada di sini sekarang?” tanya Joon Soo,
Iya. Seharusnya ada di bagian panggilan terakhir.” Kata pegawai, Joon Soo pun mengucapkan terimakasih karena sudah bisa menemukan titik terang. 

Joon Soo sempat terdiam lalu menghubungi nomor yang tersimpan di folder panggilan. Ji Won sedang menunggu kakak iparnya, wajahnya langsung panik melihat yang menelp  adalah Teman tentara Soo Yong lalu berlari keluar dari ruang ICU.
Siapa kau? Kenapa kau menelepon lagi? Apa kau mencoba untuk mengalihkan perhatianku lagi... agar kau bisa membunuh kakak iparku?” teriak Ji Won, Joon Soo kaget bergumam kalau dianggap membunuh.
Katakan kepadaku. Kenapa kau mencoba untuk membunuhnya? Kenapa kau mencoba untuk membunuh kakak iparku? Siapa kau?” teriak Ji Won marah, Dan Tae melihat bibinya berteriak marah langsung mengambil ponsel dari tangan bibinya
Suk Joon Soo.... Kenapa kau menelepon lagi? Apa kau mencoba untuk membunuh ayahku lagi? Ayo...Bicara.... Bicara! Kau mencoba membunuh ayahku, kan?” teriak Dan Tae marah, Joon Soo kaget dan langsung menutup telpnya.
“Jadi Dia mencoba untuk membunuh ayah Dan Tae. Pamanku akan membunuh seseorang.” Ucap Dan Tae tak percaya mengingat saat pamanya ke rumah sakit melihat ayah Dan Tae terbaring di ICU

Joon Soo kembali datang ke star Grup, saat di lobby bertemu dengan pamanya dengan wajah penuh amarah berteriak “Kenapa kau mencoba untuk membunuh ayah Dan Tae?” Dae Chul panik karena banyak orang yang lalu lalang di lobby.
“Apa Kau akan membunuhnya? Kenapa? Untuk apa?” teriak Joon Soo benar-benar marah
Joon Soo.... Ini bukan sesuatu yang bisa kita bicarakan di sini. Ayo kita bicara di ruangan” ucap Dae Chul dengan wajah sedikit panik. 

Diruangan
Joon Soo meminta pamanya memberitahu alasan pamanya, mencoba untuk membunuh ayah Dan Tae dan bisa berpikir untuk membunuh seseorang, padahal selama ini sudah mengatakan untuk tidak melakukan apa-apa dan jangan pernah melakukan apapun.
Menurutmu kenapa aku akan membunuhnya?” tanya Dae Chul
Mungkin dia tidak akan pernah bangun lagi. Pada hari aku kembali dari perjalanan bisnis di Cina, Aku pergi ke rumah sakit di mana ayah Dan Tae berada. Aku mengikutimu. Setelah mengkonfirmasi bahwa Dan Tae bukanlah Joon Pyo, Aku akan meminta Dan Tae untuk berhenti mencari Joon Pyo Kemudian aku akan menutupi kesalahan ibuku. Itu rencanaku.” Teriak Joon Soo marah
Tapi ternyata aku salah... Kau akan membunuh seseorang jadi Kau tidak akan pernah bisa diampuni. Ini harus dihentikan.” Teriak Joon Soo, Dae Chul bertanya apa yang akan dilakukan.
Aku akan mengungkapkan segalanya dan Tidak ada cara lain. Aku akan pergi menemui Dan Tae sekarang.” Ucap Joon Soo, Dae Chul menahan sebentar menurutnya sebelum pergi harus mendengarkan sesuatua lalu menekan telpnya.

Terdengar suara Nyonya Yum bertanya apakah kakaknya masih ada dikantor,  Dae Chul membahas tentang ayah Dan Tae adalah Ahn Soo Yong, Nyonya Yum mengetahui itu teman tentara kakaknya dan mendengar sudah bangun dari koma, lalu bertanya apakah kakaknya sudah mengatasinya agr tidak bisa bicara. Joon Soo terlihat lemas dan menahan badannya di meja. Dae Chul mengatakan akan menelpnya nanti lalu menutup telpnya.
Apa yang akan kau lakukan sekarang? Apa kau masih akan memberitahu segalanya kepada Dan Tae?” ucap Dae Chul melihat Joon Soo terlihat lemas dan shock
Joon Soo.... Aku tidak pernah mengatakannya, tapi apa yang terjadi dengan Joon Pyo termasuk penculikan itu, semua adalah perbuatan ibumu. Aku hanya melakukan apa yang dia perintahkan kepadaku karena  butuh uang. Ibumu tidak hanya menculiknya 26 tahun yang lalu tapi dia bahkan mencoba untuk membunuh seseorang baru-baru ini. Kalau kau... ingin ibumu membayar atas kejahatannya, lebih baik lakukan.” Kata Dae Chul lalu meninggalkan ruanganya, Joon Soo benar-benar tak menyangka ibunya adalah otak dari segalanya.


Dan Tae pergi ke kantor Joon Soo yang baru tapi ruangan CEO sudah terkunci, akhirnya ia menelp tapi ponselnya tak aktif. Dengan wajah dingin bertanya-tanya dimana sekarang Joon Soo bersembunyi.
Joon Soo keluar rumah dengan membawa tas besar, Ibunya bertanya apakah anaknya akan pergi. Joon Soo hanya diam saja, Ibunya heran melihat anaknya yang tiba-tiba ingin pergi. Joon Soo menatap ibunya seperti masih tak percaya ibu yang sangat disayanginya tega berbuat jahat pada orang lain.
“Baik lah.... Kalau bisnismu tidak berjalan dengan baik, kau hanya harus melakukannya dengan sedikit santai. Aku harap kau bisa berpikir jernih.” Kata Nyonya Yum, Joon Soo mengerti dan memberitahu akan mematikan ponselnya sementara. Nyonya Yum bisa mengerti dan meminta agar anaknya bisa beristirahat dengan tenang. 

Dan Tae dan Gong Shim jalan bersama sambil bergandengan tangan, Gong Shim menceritakan saat bertanya ke kantor dan para pegawai mengatakan  bahwa  CEO Seok mengambil cuti, jadi tidak akan masuk selama beberapa hari menurutnya ini aneh.
Kupikir dia akan menjadi sangat sibuk dengan perusahaan barunya, tapi tiba-tiba dia mengambil cuti beberapa hari.” Komentar Gong Shim
“Gong Shim.... Bisakah kau berhenti bekerja di perusahaannya?” ucap Dan Tae, Gong Shim tak mengerti kenapa Dan Tae bisa bicara seperti itu dengan melepaskan tangan
Aku benci kenyataan... bahwa kau bekerja untuk dia.” Akui Dan Tae, Gong Shim makin bingging karena Dan Tae mengatakan hal itu. Dan Tae mengatakan Sangat berat untuk mengatakan ini
Kau sudah tahu bagaimana senangnya aku... untuk mendapatkan pekerjaan di mana aku bisa menggambar Jadi Apa alasannya? Apa karena Direktur Suk adalah CEO-nya? Apa karena dia baik kepadaku Atau karena apa yang terjadi dengan pameran saat itu?” ucap Gong Shim, Dan Tae hanya terdiam dengan memalingkan wajahnya.
Kenapa... kau hanya bisa memikirkan dirimu sendiri? Kau begitu egois. Kau tidak pernah berpikir tentang aku, kan?” kata Gong Shim, Dan Tae hanya diam dengan menatapnya. Gong Shim pikir dugaanya itu benar lalu pergi meninggalkanya. Dan Tae pun tak menahanya, membiarkan Gong Shim pergi.

Dan Tae berjalan pulang sendirian sempat duduk ditaman, Gong Shim berdiri diatap rumahnya seperti menunggu Dan tae. Akhirnya Dan Tae pulang melihat Gong Shim yang menungu dan langsung menghampirinya. Gong Shim membalikan badan menatap Dan Tae yang sudah berdiri didepanya
“Gong Shim.... Aku berharap kau tidak akan salah paham.” Kata Dan Tae
Dan Tae, kenapa kau tidak mengerti juga? Kenapa kau begitu bodoh? Aku juga bodoh, jadi tidak bisa melakukan dua hal sekaligus. Aku tidak bisa menyukai dua orang pada saat yang sama. Aku tidak cukup pintar... Aku hanya memiliki perasaan untukmu. Aku tidak peduli tentang orang lain jadi berhenti menjadi bingung.” Akui Gong Shim
Dan Tae sedikit tersenyum, Gong Shim merasa pasti terlihat sangat bodoh sekarang. Dan Tae akhirnya memeluk Gong Shim dengan menepuk bahunya, keduanya lalu saling menatap, Gong Shim bisa sedikit tersenyum. Dan Tae ikut tersenyum lalu tiba-tiba mengecup bibir Gong Shim. Gong Shim melotot kaget lalu tersenyum. Dan Tae tersenyum dan menatap ke arah langit, tiba-tiba mendekat dan mencium Gong Shim.
Kaki Gong Shim sedikit berjinjit dan Tangannya hanya bisa meremas bajunya ketika menerima ciuman dari Dan Tae. Keduanya lalu sama-sama terlihat malu tak mau saling bertatap setelah berciuman, Dan Tae kembali mendaratkan kecupannya. Gong Shim tersenyum lalu menutup wajahnya karena malu. 


Dan Tae keluar dari kantor tak sengaja berpapasan dengan Dae Chul di lobby. Dae Chul melihat Jam kerja belum berakhir, lalu bertany apakah Dan Tae akan pergi ke suatu tempat lalu berkomentar Sepertinya Dan tae sering meninggalkan kantor belakangan ini.
Maaf, aku harus pergi ke rumah sakit.” Ucap Dan Tae, Dae Chul bertanya pura-pura tahu tahu untuk apa pergi ke Rumah Sakit
Ayahku sakit.” Kata Dan Tae, Dae Chul mengangguk mengerti kalau ayah Dan tae itu ada dirumah sakit.
Kau pasti kesepian sekarang karena temanmu Joon Soo juga tidak kelihatan.” Komentar Dae Chul menyindir, Dan Tae mengaku tak masalah karena merasa  baik-baik saja.
Dia sangat beruntung memiliki teman yang baik sepertimu. Beritahu aku kalau kau merasa membutuhkan bantuanku. Pasti sulit untuk merawat seseorang di ICU, Kau harus segera pergi sekarang.” Kata Dae Chul,

Dan Tae pun mengucapkan terimakasih atas perhatiannya.  Dae Chul pergi dengan menepuk pundaknya, Dan Tae tersadar bertanya-tanya kenapa Dae Chul tahu ayahnya ada di ICU padahal tak mengatakanya. 
Dan Tae kembali ke bagian CCTV rumah sakit, lalu matanya seperti bergerak cepat dan menemukan sosok orang yang dikenalnya berjalan dilorong dan meminta petugas menghentikanya. Petugas bertanya apakah Dan Tae melihat sesuatu.  Dan Tae meminta sedikit memundurkan videonya.
Ia pun bisa melihat Dae Chul yang datang ke tempat ayahya, lalu meminta agar mengeprint hasil CCTV. Dan Tae melihat Dae Chul yang berjalan ke arah ruangan ICU nomor dua tempat ayahnya dirawat. 


Dan Tae memarkir mobilnya lalu melihat hasil gambar CCTV yang dibawanya,  dan bisa menduga itu arti bahwa Dae Chul adalah orang yang mencoba membunuh ayah. Dan Tae teringat saat diambulance menemukan tangan ayahnya mengenggam pin star grup.
Kalau orang yang ditemui oleh ayahku di arboretum adalah Direktur Eksekutif Yeom, apa itu berarti mereka sudah saling mengenal satu sama lain?” ucap Dan Tae dingin lalu turun dari mobilnya.
Dan Tae mengecek di komputernya tentang Informasi Pegawai dan melihat resume milik Dae Chul,  melihat tulisan Pasukan Khusus 38, teringat itu adalah nama kesatuan tempat ayahnya pernah bergabung.

Di sebuah restoran
Seorang pria langsung bisa mengenal Dan Tae adalah anak dari Soo Yong. Dan Tae pun menyapanya. Pria itu bertanya apakah Dan Tae  sering bekomunikasi dengan ayahnya. Dan Tae mengaku  sering berkomunikasi.
Aku senang mendengarnya, Apa Soo Yong baik-baik?” tanya si pria
Ya, tapi ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Apa kau ada di angkatan bersenjata bersama ayahku?” kata Dan Tae, pria itu membenarkan
Kalau begitu kau tahu apa ada orang di Pasukan Khusus...bernama Yum Dae Chul?” tanya Dan Tae, pria itu kembali membenarkan dan memberitahu Dae Chul bekerja di Grup Star sekarang.
Si pria teringat sesuatu kalau Dae Chul mencari-cari ayahnya beberapa bulan yang lalu. Dan Tae sempat binggung. Si pria menceritakan Dae Chul  bertanya nomor telepon Soo Yong kepada semua orang yang dikenalnya. Dan Tae bertanya apakah mereka berdua dekat. Pria itu membenarkan dan meminta Dan Tae menunggu supaya menunjukan sesuatu.
Dan Tae mulai berpikir dan mengingat kata-kata Dae Chul saat di lobby “ Pasti sulit untuk merawat seseorang di ICU. Kau harus cepat ke rumah sakit.” Si pria keluar dengan membawa selembar foto menceritakan kalau mereka berempat dekat seperti saudara. Dan Tae melihat ayahnya yang duduk sambil berpelukan dengan Dae Chul dan dua kawan yang lainnya. 


Dan Tae mengemudikan mobilnya dengan tatapan dingin teringat dengan ucapan ayahnya saat di telp Bukan aku yang menculikmu. Aku membawamu pulang dari... seseorang yang mencoba membunuhmu. Ketika akan bertemu ternyata ayahnya sudah tak sadarkan diri
Setelah itu penjelasan dari dokter “Aku tidak tahu kenapa. Tapi jelas... bahwa sistem pendukung kehidupan sengaja dimatikan oleh seseorang. Aku yakin itu.” Dan Tae seperti bisa membayangkan sosok orang yang sengaja melepaskan selang kabel yang membuat ayahnya tak sadarkan diri.
Lalu penjelasan dari paman yang beradad di TKP “Dia berkata, "Joon Pyo" dan "Kupu-kupu."” Dan Tae dengan mata mendelik kalau yang dimaksud adalah sebuah tatto, bahwan yang menculik Joon Pyo mungkin memiliki tato kupu-kupu.

Dae Chul dengan menaikkan kakinya kemeja berbicara di telp mengajak temanya agar main golf bersama. Dan Tae masuk ruangan tanpa mengetuk, Dae Chul terkaget-kaget lalu menutup telp dan akan menghubungi temanya nanti dan bertanya kenapa Dan Tae datang ke ruanganya. Dan Tae berjalan mendekat lalu menarik tangan Dae Chul dan menaikan lengan bajunya, terlihat dengan jelas Tatto ditanganya.
“Yum Dae Chul.... ternyata Kau” ucap Dae Tae sangat yakin pelaku yang menculiknya adalah paman dari Joon Soo
bersambung ke episode  18

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar