Jumat, 15 Juli 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 15 Part 2

Bo Nui mengelap tangan adiknya bertanya apakah tak terlalu dingin atau panas. Bo Ra mengatakan tak apa,  Bo Nui yakin pasti Bo Ra kaget karena tiba-tiba kita pindah, lalu meminta maaf. Ia memilih tempat ini Karena udara dan pemandangannya, jadi adiknya. akan lebih cepat sembuh.
Kalau cepat membaik, kita bisa latihan berjalan.” Ucap Bo Nui, Bo Ra memanggil kakaknya bertanya apakah baik-baik saja
Bukan hanya baik-baik saja, serasa terbang ke langit. Karena aku bisa ngobrol dengan Bo Ra seperti ini. Setiap hari indah, Aku sangat bersyukur dan senang.” Cerita Bo Nui 

Beberapa saat kemudian, Bo Nui duduk di depan rumah sakit melihat kakek dan nenek saling bergandengan, seperti membayangkan dirinya bisa berjalan bersama dengan Soo Ho.
Di Zeze
Dal Nim membereskan barang-barang Bo Nui dari mejanya, Seung Hyun pikir biarkan saja, sampai ada orang baru yang mengurusnya. Yoon Bal merasa kalau pria tak kerja, maka setidaknya si istri harus dapat uang dan mereka berdua keluar untuk makan apa.
Benang mengikuti jarum, Kau tak tahu kan? Mereka berdua tak pernah bisa dipisahkan” ucap Dae Kwon
Bersama-sama rasanya seperti di surga. Cinta begitu luar biasa.” Komentar Hyun Bin melirik pada Seung Hyun, Semua langsung menjerit merinding.
Mereka berdua kali saja bikin perusahaan bersama. Aku marasa bakal besar” Kata Dae Kwon, Seung Hyun mengajak untuk taruhan 10ribu won, berhasil. Ji Hoon setuju akan pada Seung Hyun karena ratunya taruhan. Dae Kwon merasa kalau tidak, Yoon Bal setuju.
Hentikan! Apa Kalian lupa aku ini teman terdekat Bo Nui? Kalian taruhan pada 2 orang ini, maka akan kucatat satu-persatu di agendaku. Dengan mencatat kesalahan kalian.  Dan akan kupastikan kalian dipecat dari perusahaan ini.” tegas Dal Nim marah dan langsung pergi. Semua binggung melihat Bo Nui yang tiba-tiba. 

Ryang Ha pergi membawakan Dal Nim minuman, meminta agar tak cemberut. Dal Nim menyuruh menaruh saja diatas meja. Ryang Ha bertanya sedang memikirkan apa. Dal Nim menjawab Bo Nui. Ryang Ha kesal, Shim Bo Nui yang tak punya hati. Dal Nim berteriak kalau Ryang Ha ingin dimarahi.
Coba pikirkan kau pikirkan. Soo Ho mengalami hal yang sama 2 kali. Menurutku, Wanita itu pasti salah makan, Tanpa sepatah kata mereka pergi, Bahkan tak berfikir yang ditinggalin bisa gila seperti itu.” Ucap Ryang Ha kesal
“Jadi Presdir Je benar-benar sedang kesulitan ?” kata Dal Nim khawatir, Ryang Ha memberitahu Soo Ho bisa masih makan dan tidur.

Tapi karena hal itulah, haruskah kukatakan makin membuat khawatir? Benar-benar membuat gelisah. Saat lihat Bo Nui, aku akan bilang padanya.” Kata Ryang Ha
Hatinya pasti juga sakit meninggalkannya begitu. Bo Nui sangat menyukai  Presdir Je,  Dia pergi dengan hati yang hancur.” Cerita Dal Nim
Ryang Ha heran kalau Dal Nim mau menderita lalu kenapa mau putus. Dal Nim juga heran menurutnya keduanya bisa saling mencintai. Ryang Ha pikir lebih baik menyudahi cukup sampai seperti ini saja, sambil memegang tangan Dal Nim bertanya apakah mereka bisa saling mencintai juga. Keduanya saling berpandangan, penuh rasa cinta. 


Soo Ho menelp rumah sakit lai menanyakan  memberitahu apakah ada pasien yang dirawat dirumah sakit itu, lalu memberitahu pasienya bernama  Shim Bo Ra, sepertinya tak ada yang nama Shim Bo Ra lalu mencoret nama rumah sakit di jalur kedua.
Aku ingin tanya mengenai pasien yang dirawat.” Ucap Soo Ho mencoba nomor lain, ternyata nomor yang di telp bukan rumah sakit.
Ia pun mencoba telp yang lain untuk mencari tahu keberadaan Bo Ra, karena pasti akan menemui Bo Nui. Beberapa rumah sakit yang dicek masih tetap tak menemukanya, lehernya sampai pegal harus menelp. Sul Hee datang, Soo Ho langsung menyembunyikan lembaran kertas disampingnya.

Sul Hee menanyakan kondisi Soo Ho sekarang, Soo Ho bertanya balik kenapa Sull Hee masih ada dirumah sakit. Sul Hee pikir terserah dirinya,  lalu bertanya tentang Bo Nui apakah masih belum ada kabar darinya. Soo Ho hanya bisa diam saja. Sul Hee melihat sesuatu disamping Soo Ho dan langsung mengambilnya, Soo Ho ingin berteriak ingin mengambilnya.
Apa ini Pusat rehabilitasi? Apa Jangan-jangan kau... mencari Bo Nui?” ucap Sul Hee menebak-nebak
Dia pergi bersama adiknya, Mengingat kondisinya Bo Ra, jadi dia pasti rawat inap.” Cerita Soo Ho
Ada 300 lebih, Apa kau mau menelponnya satu persatu? Yaah Jelas saja... kau akan bersikeras. Harusnya kau mencariku saat aku menghilang.” Keluh Sul Hee. Soo Ho menatap dingin. Sul Hee mengatakan kalau ia hanya bercanda.
Soo Ho hanya tertunduk diam, Sul Hee merasa keduanya itu tak bisa diajak bercanda, Soo Ho meminta Sul Hee memberika kertasnya, Sul Hee memutuskan untuk menelpnya. Soo Ho pikir tak perlu. Sul Hee menegaskan kalau itu tak gratis Per telepon 100 won karena sekarang itu pengangguran, jadi setidaknya mendapatkan 10 ribu won.

Sul Hee menelp Gary menanyakan keberadaanya, Gary baru keluar dari mobil bertanya balik kenapa mencarinya. Sul Hee mengatakan harus bertemu sebelum pergi karena pesawatnya berangkat besok pagi. Gun Wook pikir akan sulit, Sul Hee menanyakan alasanya. Gun Wook pikir merka akan sering bertemu nanti. Sul Hee mengaku sangat kecewa padahal  masih ingin sering melihatnya.
Pokoknya, aku tak bisa lama-lama telepon, dan akan menelpmu nanti.
Gary.... Apa kau tahu di mana Bo Nui?” tanya Sul Hee, Gun Wok bertanya kenapa Sul Hee tiba-tiba menanyakan tentang Bo Nui.
Dia tak bisa dihubungi dan menghilang tanpa bilang apa-apa pada Soo Ho hanya titip pesan pada Dal Nim.” Cerita Sul Hee, Gun Wook terlihat datar menangapinya,
Sul Hee mendengar nada suara Gun Wook merasa pasti tahu sesuatu,  gun Wook mengaku tak mengetahui apapun. Sul Hee heran karena Gun Wook seperti tak kaget saat mendengar bahwa Bo Nui menghilang. Gun Wook terlihat gugup dan memilih untuk menutup telp dan mengaku sedang sibuk. Sul Hee menatap ponselnya merasakan ada sesuatu yang  disembunyikan. 

Gun Wook datang ke rumah sakit melihat Bo Nui yang sedang membersihkan meja dan terlihat kelelahan, terlihat wajah kasihan tapi saat menyapanya mencoba tersenyum. Bo Nui menyuruh Gun Wook untuk masuk lebih dulu dan akan menyusulnya nanti. Gun Wook menyuruh Bo Nui untuk istirahat sebentar
“Kenapa badanmu panas?” ucap Gun Wook memegang badanya setelah itu memeriksa dahi Bo Nui ternyata deman dan langsung memanggil perawat.
Hei, Gun Wook, tak perlu setelah istirahat pasti sudah baikan.” Kata Bo Nui
“Kau sudah jauh-jauh datang ke tempat ini, apa  masih banyak yang dipikirkan? Kau pasti cari kesibukan seperti ini untuk menjernihkan pikiran.” Komentar Gun Wook
Tidak. Aku melakukan yang bisa dilakukan selain itu  Aku bersyukur Bo Ra semakin membaik.” Jelas Bo Nui
Gun Wook pun mempertanyakan tentang Bo Nui sendiri,  dengan menanyakan perasaanya sekarang. Bo Nui tak menjawabnya memilih untuk mengalihkan dengan membahas Gun Wook yang akan berangkat besok, jadi menyuruh setelah melihat Bo Ra maka segeralah pulang. Gun Wook pun akhirnya pergi menemui Bo Ra meninggalkan Bo Nui. 
Di malam hari, Bo Ra berbaring ditempat tidur bawah dan terlihat mulai terserang deman dengan terbatuk-batuk. Gun Wook masuk duduk di kursi rumah sakit dengan menatap kamar rawat Bo Ra, lalu masuk ke dalam mobil.
Pesan dari Soo Ho masuk Hubungi aku. Aku mohon tolong hubungi aku. Ada yang ingin kutanyakan padamu.


Ryang Ha membawakan koper dan tasnya memberitahu barang-barangnya dikirim ke cafenya, serta Won Dae Hae tertangkap. Soo Ho bertanya kapan, Ryang Ha menceritakan Di saat Soo Ho  kecelakaan dan juga bertemu Bo Nui.
Pria rakun itu... Dia bersikeras kalau dia juga ditipu. Aku juga akan mengajukan ganti rugi.” Kata Ryang Ha marah, Soo Ho mengajak untuk berdamai saja.
Kita rugi berapa banyak karena dia, apa kau tahu? Setidaknya aku akan dapatkan 10 kali lipat ganti rugi. Lal akan kutabung sedikit demi sedikit dan mendapatkan rumahmu kembali.” Ucap Ryang Ha,
Soo Ho mengaku tak perlu karena Tuan Won itu tak memiliki apapun jadi Menuntutnya tak mungkin mendapatkan apapun.  Menurutnya Semua kekacauan karena IF akhirnya mereda jadi Jangan buat keributan lain. Ryang ha mengaku sangat  kesal sekali. Dari Won Dae Hae sampai Park Ha Sang, Perusahaan Rusia itu dan rumah Soo Ho yang diambil, lalu meminta Soo Ho tak perlu khawatir karena semua pasti akan baik-baik saja.
Ryang Ha meminta Soo Ho mengumpulkan kekuatan dengan kedipan matanya, Soo Ho pun setuju dan melihat ponselnya bergetar, wajah tegangnya telihat saat mengangkat telp. 


Gun Wook membuka pintu rumah dan sudah bersiap-siap pergi, bertanya bagaimana keadaan Soo Ho sekarang. Soo Ho berjalan masuk memberitahu kalau sekarang baik-baik saja. Gun Wook mengeluh Soo Ho yang mengirimkan pesan banyak sekali merasa ga nyaman antara sesama pria.
Dia tak angkat teleponku.” Ucap Soo Ho, Gun Wook memberitahu Bo Nui  baik-baik saja menurutnya Itu yang ingin diketahui oleh Soo Ho. Lalu Soo Ho bertanya keberadaan Bo Nui sekarang.
Sudah kubilang jangan membuatnya menangis, benarkan? Aku luluh di hadapan wanita yang menangis. Dia baru berhenti menangis setelah kulakukan yang dia suruh. Tapi tanpamu, Dia pura-pura baik-baik saja, aku tahu di dalam hatinya dia menangis. Jadi, temuilah dia. Pergi dan  lakukan sesuatu untuknya.” Ucap Gun Wook, Soo Ho hanya bisa diam menatap Gun Wook dan sempat mondar mandir didepan rumah. 

Dae Kwon merasa mereka tak seharusnya menjenguknya, Meskipun Soo Ho melarang mereka untuk datang. Hyun Bin pikir seperti itu juga, tapi mereka sudah banyak membuat keributan sebagai tim.Seung Hyun mengatakan dokter bilang dengan membesok orang sakit sekarang ini malah membuat pasien menjadi kurang buruk.
“Aku juga khawatir. Presdir Je sekarang tak punya apa-apa. Sudah bangkrut dan sekarang sakit lagi. Apa tak menyedihkan itu? Dan itu membuatmu menyedihkan.” Kata Yoon Bal
“Kalau sudah sembuh apa kita harus menghubunginya?” kata Dae Kwon sudah mengeluarkan ponselnya siap menelp
“Tentu saja dia bakalan bilang tak mau. Sudahlah.. Lupakan saja, kita ke sana bersama-sama saja langsung karena tak enak kalau tak menjenguk.” Ucap Ji Hoon

Ryang Ha datang bertanya apa yang sedang dilakukan anak buahnya, Semua senang melihat Ryang Ha yang datang lalu bertanya keadaanya sekarang Soo Ho karena baru saja mau menjenguknya. Ryang ha memberitahu sudah keluar Rumah sakit, semua kaget mengetahui Soo Ho sudah keluar dari rumah sakit.
“Syukurlah. Kupikir dia terluka parah.” Kata Seung Hyun
“Jangan khawatir, Waktu akan menyembuhkan segalanya.” Ucap Ryang Ha
“Oh ya, Bo Nui juga akan merawatnya dengan baik.” Komentar Hyun Bin, semua berpikir sangat beruntung ada Bo Nui yang bisa menjaga Soo Ho. Ryang Ha hanya diam saja dan memberikan kode agar Dal Nim keluar. 


Dal Nim menemui Ryang Ha di luar ruangan,  Ryang Ha bertanya apakah masih belum bisa menghubungi Bo Nui, Dal Nim yakin Bo Nui tak bakalan mengangkat teleponnya dan juga tak bakalan buka emailnya karena keputusannya sudah bulat.
“Tidak bisa… Bo Nui harus di sisinya. Perasaanku tak enak. Dia belum pulih benar, tapi bersikeras keluar Rumah sakit, lalu  Won Dae Hae tertangkap, tapi Soo Ho memintaku berdamai.” Cerita Ryang Ha
“Yang pasti, aku akan terus coba menghubungi Bo Nui dan kau tolong Jaga presdir Je” ucap Dal Nim
Ryang Ha mengerti lalu mendorong Dal Nim sengaja mendekatkan wajahnya, merasa binggung seharusnya siapa yang harus dijaganya. Dal Nim memberitahu semua pegawai bisa melihat mereka, Ryang Ha meminta agar sebentar saja, Dal Nim pun memilih pergi

[Pusat Rehabilitasi]
Bo Nui keluar membawa selimut melihat Soo Ho menungu didepan pintu dengan senyuman menyapanya, Ia bertanya apakah tidurnya nyenyak, Bo Nui seperti tak percaya melihat Soo Ho yang sehat, tapi ternyata hanya bayangan saja.
Ia pergi ke lorong melihat Soo Ho yang sedang duduk diruang tunggu, pelahan mendekat dan senyumannya terlihat tapi ternyata hanya bayangan juga. Bo Nui pergi ke taman, melihat kembali Soo Ho yang datang menemuinya lalu duduk disampingnya.
“Apa tidurmu Nyenyak ? Aku Pergi tanpa bilang apa-apa, Aku minta maaf. Tak bisa di sisimu, aku minta maaf.  Aku... tak bisa jadi seperti itu maafkan aku. Dengan memperlihatkan wajahmu seperti ini, terima kasih. Di ingatan terakhirku, wajah Presdir sangat menakutkan dan mengerikan. Melihat kau baik-baik saja begini, Aku ucapkan terima kasih.” Kata Bo Nui, Soo Ho tersenyum lalu kembali menghilang seperti hanya bayangan.
Bo Nui kembali ke kamar adiknya, saat itu juga dibalik pohon Soo Ho berdiri mendengarkan ucapan Bo Nui. 

Soo Ho memanggil Bo Nui yang berjalan melewati taman, Bo Nui membalikan badan melihat Soo Ho yang benar-benar menemuinya. Keduanya saling menatap, Soo Ho mengatakan sengaja datang bukan untuk memintamu kembali tak ingin terlalu terbawa perasaan.
“Aku... kemari mau kita putus. Aku… ingin putus denganmu, Bo Nui.” Ucap Soo Ho Bo Nui terdiam dengan menahan air matanya, Soo Ho pun melangkah agar bisa lebih dekat.
“Kenapa kau tiba-tiba menghilang? Kalau ingin putus harusnya katakan saja. Kau sama sekali tak punya sopan santun.” Kata Soo Ho, Bo Nui hanya tertunduk diam.
“Kau bilang kenangan terakhir selalu yang paling penting. Kau Masih ingat, kan? Mari Kita putus dengan baik-baik dan ini akan jadi kenangan terakhir kita.” Ucap Soo Ho 
Keduanya berjalan bersama ditaman dengan pohon-pohon yang rindang, Soo Ho memastikan Bo Nui masih berjalan dibelakangnya. Bo Nui mengatakan masih ada dibelakangnya. Soo Ho mengatakan Sampai di ujung jalan ini, mereka akan jalan bersama. Keduanya terus berjalan menyusuri jalan danau dengan setapak, Bo Nui melihat tangan Soo Ho yang masih diperban.
Saat menyebrangi batu, Soo Ho mengulurkan tangan membantunya. Bo Nui menerima uluran tangan sambil loncat setelah itu, Soo Ho melepaskan tanganya lagi.
Bo Nui duduk ditaman dengan sebuket bunga, Soo Ho datang membawakan minuman. Keduanya duduk bersebelahan. Bo Nui bertanya apakah Soo Ho terluka parah. Soo Ho Sedikit lalu bertanya tentang keadaan Bo Ra,  Dia semakin membaik.
“Apa kau ... makan teratur?” tanya Bo Nui, Soo Ho menjawab ya.
“Apa kau juga... tidur teratur?” tanya Bo Nui, Soo Ho hanya mengangguk,

Bo Nui berdiri lebih dulu sambil mengajak mereka untuk pergi, Soo Ho melihat bunga yang ada dibangku, lalu bertanya apakah bunga itu Boleh disimpan. Bo Nui hanya diam.

Soo Ho berjalan dengan membawa bunga yang dirangkai oleh Bo Nui, lalu Bo Nui berhenti mereka sudah sampai di ujung jalan. Soo Ho sadar lalu mengajak untuk segera putus lalu berjalan mendekati Bo Nui.
“Kau pernah bilang semua yang mencintaimu meninggalkanmu, kan? Tapi aku tak akan seperti itu. Jadi, datanglah padaku.Meski butuh setahun, atau 10 tahun tak masalah. Kau harus kuat, lau datanglah padaku.” Ucap Soo Ho lalu memeluknya.
Ia membisikan selamat tinggal pada Bo Nui, setelah itu melepaskan pelukanya dan pergi. Bo Nui mencoba menahan tangisnya seperti tak ingin putus lalu mulai mengucapkan salam perpisahan. 

[1 tahun kemudian]
Gedung Daebak Software, dengan slogan “Lakukan-dengan-benar”. Soo Ho tertidur di sofa dengan slepping bednya, lalu sempat jatuh berguling dan langsung mematikan alarm ponselnya. 
Soo Ho masih menguap menarik tirai tapi ternyata tirainya malah sudah rusak, setelah itu membersihkan sofa dengan barang-barang di tempat tidur, lalu menyapu dan mengepel. Akhirnya ia lelah, duduk dikursi ternyata kursinya tak seimbang dan hampir jatuh.
Ryang Ha menelp ketika Soo Ho sedang mengosok gigi memberitahu sedang berada dirumahnya. Soo Ho mengatakan sudah ada dikantor. Ryang Ha tak percaya Soo Ho itu tidur di kantor lagi, Soo Ho pikir itu bukan pertama kalinya melakukan itu.
“Kenapa? Kapan kau punya tempat tinggal yang biasa?” keluh Ryang Ha, Soo Ho menyuruh temanya membawa makan saja. 

Soo Ho memakai kemeja dan memasang dasi, lalu keluar dari ruangan. Bersama dengan Ryang Ha bertemu dengan calon investor. Si pria melihat Soo Ho selama setahun tak membuat game. Soo Ho membenarkan selam setahun hanya membuat vaksin dan membagikannya gratis.
“Melihat betapa kuat virusnya, apapun ransomeware-nya tak akan pernah bisa menghadapi vaksin Je Soo Ho. Kau mengunduhnya di komputer, kan?” ucap Ryang ha menyakinkan.
“Bicara soal trend game, segala sesuatunya begitu cepat berubah. Meski dia jenius, 1 tahun hiatus patut kita pertimbangkan.” Ucap si investor
“Biarkan kami melanjutkan proyeknya, hasilnya akan kami perlihatkan pada Anda.” Kata Ryang Ha
“Kalau begitu, tolong lihat proyeknya dulu baru Anda putuskan.” Kata Soo Ho. Si investor tersenyum merasa kalau Soo Ho itu tak butuh investor,  
“Pertama-tama, lihat dulu proposal kami. Kalau Anda berminat atau kalau Anda puas, pendanaan awal 100%. Bagaimana?” ucap Soo Ho terkesan menantang. Ryang Ha panik
Si investor menatap Soo Ho tak percaya, Soo Ho menegaskan kalau jawabanya adalah ya atau tidak. Si investor hanya bisa melongo. 

Diluar ruangan Ryang Ha merasa Soo Ho itu punya rencana yang luar biasa. Soo Ho mengaku tak memilikinya. Ryang Ha panik karena Soo Ho ingin melakukan demo 3 minggu dari sekarang. Soo Ho merasa sangat yakin bisa melakukannya dan menyelesai dengan baik.
“Hei, tim development Zeze baru saja, apa yakin timmu bisa?” ucap Ryang Ha, Soo Ho malah balik bertanya ada pa dengan timnya. 

Tuan Ahn sibuk didepan komputer dengan memakai kacamatanya terlihat lelah, Tuan Won asik makan siang sendirian. Soo Ho kembali datang menyapa semuanya, Tuan Ahn dan Tuan Won pun berdiri menyapanya. Soo Ho menyuruh semuanya tak perlu melakukanya dan lebih baik mengunakan bahasa banmal saja. Tuan Ahn mengatakan sekali menjadi fans nya makan Sekali tak akan bicara banmal.
Ryang Ha melihat Tuan Won yang makan dengan lahap lalu menyindir apakah makanan enak, Tuan Won mengangguk. Ryang Ha menegaskan Uang makan harusnya 7 ribu won tapi Tuan Won sudah habis 20 ribu.
“Menu Tangsuyuk. Kau membelinya pake kartu kredit perusahaan kan?” ucap Ryang Ha marah
Jadi orang jangan pelit-pelit, Kalau pelit, keberuntungan akan menjauh. Bo Nui selalu bilang begitu, kau Harus suka member dan murah hati.” Ucap Tuan Won
“Ahjussi, Sejujurnya  Soo Ho harusnya seumur hidup menganggap kaumusuhnya. Tapi malah memesan tangsuyuk yang harusnya bisa untuk 2 hari?!!” ucap Ryang Ha kesa
Tuan Won mengaku tak sadar,  bahkan Presdir Je itu tak berkomentar apapun tapi kenapa Ryang Ha malah yang sewo. Ryang Ha menegaskan kaalu ia dalah pemilik saham mayoritas dari perusahaan dan Tuan Won harus menghitung berapa banyak uang yang sudah dikeluarkanya. Tuan Won hanya bisa melonggo lalu pasrah agar memarahinya saja. Ryang Ha pun memberikan peringatan mulai besok tuan Won tak boleh makan siang.

Soo Ho dan Tuan Ahn hanya bisa tersenyum melihatnya, Tuan Ahn menghampiri Soo Ho lalu bertanya  Apa Kesepakatan investasi hari ini lancar, merasa yakin kalau kerja Soo Ho itu selalu mengesankan.
Kita harus buat proposal untuk game baru. Yang sangat diinginkan orang tapi tak semua bisa mendapatkannya.”jelas Soo Ho
Rencana! Bo Nui adalah perencana terbaik. Kapanpun mau presentasi, Bo Nui lah yang melakukannya. Semua pemilik perusahaan pasti akan suka dan ingin sekali merekrutnya. Presdir Je merasakan sendiri, kan?” ucap Tuan Won penuh semangat, Soo Ho hanya bisa tersenyum
Ryang Ha heran melihat Tuan Won yang merubah moodnya dengan sangat cepat.  Tuan Won merasa harus kerja dan berharap Bo Nui di sini, lalu bertanya-tanya keberadaan anak buahnya sekarang. 

Bo Nui sedang ada di bagian manula dengan mengajarkan mereka bermain games, salah satu nenek memanggil Bo Nui guru meminta agar diajarkan bermain games dari tabnya. Bo Nui pun berlari mengajarinya. Bo Nui dengan sabar mengajarinya.
Terdengar suara panik dari meja lainya, Bo Nui langsung mengampirinya. Si nenek panik karena menuliskan namanya pada tinta merah pada tabnya karena pasti akan terjadi kesialan pada dirinya. Bo Nui pun mengajarinya agar bisa menganti warnanya jadi hitam. Si nenek pun terlihat tenang dan bisa bernafas lega. 

Bo Nui menemui adiknya yang sudah bisa duduk dikursi roda, lalu bertanya apakah Prnya sudah selesai. Bo Ra mengeluh kakaknya yang datang selalu  menanyakan Prnya.  Bo Nui mengingatkan adiknya itu harus rajin belajar supaya lulus ujian kesetaraan. Bo Ra pikir bisa nanti malam saja.
“Apa  Kau... kau video chat-an dengan Gun Wook lagi?” ucap Bo Nui, Bo Ra kaget kakaknya bisa mengetahuinya.
Dia itu capek habis bertanding.” Ucap Bo Nui tak ingin adiknya menganggu.
Oppa sendiri yang bilang aku bisa telepon kapan saja.” Kata Bo Ra, Bo Nui kesal menyuruh menghentikanya dan akan memberikan hukuman dengan mendorong kursi roda milik adiknya. 

Bo Nui mengajak adiknya pergi ke taman, lalu berjongkok mencarikan bunga semanggi untuk Bo Ra. Bo Ra bertanya apakah kakaknya baik-baik saja, Bo Nui bertanya mengenai apa. Bo Ra merasa setiap kali melihat kakaknya tersenyum ada perasaan sedih. Bo Nui seperti menutupi perasaan yang sebenarnya.
Oh ya! Beberapa hari lagi, ada yang bilang akan ada bintang jatuh. Kita panjatkan harapana sama-sama” ucap Bo Nui
Oke. Persiapkan hatimu. Kalau Eonni mau mengabulkan keinginanku , pasti akan susah.” Ucap Bo Ra  
Shim Bo Ra! Tak ada yang tak bisa aku lakukan untukmu!” kata  Bo Nui yakin, Bo Ra menanyakan apakah kakaknya menemukanya, Bo Ra pikir kakaknya menemukanya. Bo Nui menyengir mengatakan belum menemukanya. 

Bo Ra duduk diluar, melihat ke langit yang banyak bintang teringat kembali dengan Soo Ho saat diatap
Orang bilang kau akan beruntung kalau ada banyak bintang.Tapi..."bintang-bintang" ini... redup dan bersinar terang karena jaraknya dengan Bumi, Lantas ini bintang terang apa bintang redup? Mau jauh atau dekat, terang atau redup, Jangan percaya pada bintang. Andalkan aku. Aku akan melindungimu.” Ucap Soo Ho sambil memberikan sebuket bunga.

Soo Ho sedang berkerja di ruangan sambil menatap pohon kaktus wajahnya tersenyum setelah itu menyadarka diri untuk fokus sambil melepaskan jari-jarinya agar bisa fokus berkerja. 
Bo Nui sedang merapihkan celanya, adiknya bertanya apakah kakaknya itu sangat senang. Bo Nui bertanya apa maksudnya. Bo Ra berkomentar Terlihat di raut muka kakaknya itu pasti deg-degan. Bo Nui mengaku sangat
Cuacanya bagus, bajumu juga oke. Semuanya sempurna. Cepat berangkat, dia pasti sudah menunggu.” Kata Bo Ra, Bo Nui pun pamit pergi dengan adiknya.


Soo Ho bersiap-siap lalu keluar dari ruangan tapi kembali lagi melupakan tasnya dengan senyuman menatapnya dan keluar dari ruangan. Bo Nui dengan penuh semangat terlihat bahagia begitu juga Soo Ho seperti sudah menantinya lama. 

[Putus baik-baik]
Soo Ho memeluk Bo Nui mengucapkan selama tinggal lalu berjalan pergi, sambil memegang bunga yang dirangkai oleh Bo Nui ternyata ikut menangis. 
bersambung ke episode 16

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Liat So ho yang pikirannya logis dan realistis mau memahami sepenuhnya bo nui yg penuh dg hal mistis dan klenik menandakan ketulusan So Ho mencintai bo nui merupakan hal yg ga main2. Its true love....sukaaakkk liat chemistry So ho dan Bo nui

    Ryang Ha ma Dal nim jadian nih ceritanya hehehe

    Jadi nge ship Bo ra dan Gun Wook deh, semoga happy ending for every one

    BalasHapus