Kamis, 28 Juli 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Kang Chul tenggelam dalam sungai han, tiba-tiba matanya terbuka. Dan Kang Chul yang sedang tertidur langsung terjaga dengan mata melotot. Wajahnya terlihat panik dan menyadari masih ada dikamarnya dan tanganya selalu siap dengan pistol. Ia melihat Yeon Joo yang tertidur pulas lalu menaruh pistol dan ingin meminum wine tapi ternyata sudah habis.
Akhirnya ia berjalan keluar kamar, saat pintu terbuka melihat sosok pria mengunakan jubah dengan wajah tak terlihat dan tanganya langsung menodongkan pistol. Mata Kang Chul melotot langsung mendorong si pria sampai akhirnya pintu kamarnya tertutup dan Yeon Joo sudah tak terlihat.

Kang Chul mulai berkelahi dengan menjatuhkan pistol dari tangan si pria misterius. Si pria berjalan mendekat dan Kang Chul bisa melawanya sampai akhirnya tangan Si pria mencekik lehernya. Kang Chul berusaha untuk melepaskanya sambil melihat siapa sebenarnya yang ingin menyerangnya. Tapi benar-benar tak terlihat.
Ia membanting si pria misterius dan sempat memelintir tanganya, si pria bisa melepaskan diri dengan nyelengkat kaki Kang Chul dan akhirnya Kang Chul pun terjatuh. Si pria langsung masuk ke dalam lift, Kang Chul berlari bisa menahanya saat membuka pintu ternyata pria misterius itu hilang.
Tuan Oh masih ada dikamarnya dengan wajah kesal membanting komputernya lalu memecahkan layarnya dengan alat pemadam api sambil berteriak “Mati.... mati” lalu bersandar di dinding karena kelelahan. Setelah itu memilih meninggalkan kamar dan membiarkan layar komputernya yang sudah retak. 


Kang Chul mondar mandir lalu melihat pistol yang tertinggal dengan model sedikit panjang dibagian ujungnya. Dua pengawal berlari dan baru datang melihatnya. Kang Chul memarahi keduanya yang seharusnya menjaga pintu. Salah satu pengawal menceritakan kalau menerima pesan dari Yoon Do untuk turun tapi ketika bertemu Yoon Do ternyata bukan dia pengirimnya. Kang Chul terdiam memikirkan siapa pria misterius yang mengirimkan pesan spam pada dua pengawalnya. 

Akhirnya ia kembali masuk ke dalam kamar sambil menekan bagian punggungnya yang terasa sakit lalu kembali bersandar di tempat duduknya. Matanya melotot tajam pada Yeon Joo yang tertidur didekatnya dan melihat kembali pistol yang ada ditangannya.
Pikiranya kembali melayang pada saat mengemudikan mobilnya, melihat sebuah truk tanpa plat nomor seperti sengaja menabraknya. Matanya langsung menatap ke arah atas.
Aku akan... segera menemukanmu....Tunggu saja..” gumam Kang Chul dengan mata penuh dendam. 

Pagi hari
Yeon Joo membuka matanya lebar-lebar lalu tersadar dan langsung terbangun melihat ke arah tempat tidurnya, bertanya keberadaanya sekarang. Ia turun dari tempat tidur melihat sekeliling dan menduga itu kamar dari Kang Chul.
“Yahh.. benar. Ini kamarnya. Ini tempat tidurnya dan ini...  Ya Tuhan. Apa aku diseret lagi ke sini? Kenapa?” ucap Yeon Joo heran
Do Yoon masuk melihat Yeon Joo sudah terbangun dan langsung menyapanya, lalu menanyakan keadaanya. Yeon Joo menutupi rasa gugupnya mengatakan baik-baik saja. Do Yoon memberitahu Seorang perawat memeriksanya saat Yeon Joo pingsan dan akan baik-baik saja.
“Dia bilang Kenapa aku pingsan?” tanya Yeon Joo penasaran

Dia bilang itu karena bekerja berlebihan.” Ucap Do Yoon, Yeon Joo binggung seperti tak merasa Bekerja berlebihan
“Itu Sebuah kelelahan yang parah menempatkan banyak ketegangan pada tubuhmu.” Jelas Do Yoon, Yeon Joo makin heran dianggap memiliki Kelelahan yang parah
Kau ada di tempat tidur selama 2 hari dan Mungkin kau membuat dirimu lelah.”kata Do Yoon
Yeon Joo mengingat sebelumnya jamnya berputar dengan cepat dari dan sudah dua bulan berlalu, lalu berkomentar Mungkin memang benar. Do Yoon mengajak Yeon Joo untuk makan siang dengan Presiden Kang karena akan segera kembali. Yeon Joo binggung Kang Chul akan datang. Do Yoon memberitahu  sudah menyiapkan beberapa pakaian jadi dapat berganti di kamar mandi. Yeon Joo mengerti dan Do Yoon pun pamit pergi. 

Yeon Joo kebinggungan lalu masuk ke dalam kamar mandi, lalu mengunakan jubah mandinya. Ia melihat kamar mandi yang mewah dengan sofa, lalu battub dan juga shower ditempat yang berbeda dan terbuka, semua terlihat sangat mewah dan hanya dimiliki orang Kaya bahkan sangat luas.
Mata melirik sesuatu yang membuatnya melotot, dua pasang pakaian dalam berwarna pink dan hitam, lalu menjerit melihat salah satu bra hitamnya itu tembus pandang. Tiba-tiba teringat kata-kata Soo Bong terakhir kali di telp Bukankah itu masalah terbesarnya? Bagaimana kau tahu apa yang akan terjadi jika kau terlibat dengan Kang Chul? Bagaimana jika kau diseret ke webtoon secara tiba-tiba?
Yeon Joo panik lalu keluar dari kamar mengambil pistol yang biasa disembunyikan Kang Chul dibawah bantal. 

Kang Chul baru naik lift sambil melihat jam tanganya, bertanya apakah Yeon Joo sedang sendirian. Do Yoon memberitahu Yeon Joo sedang ada dikamar mandi.
Aku sudah bilang jangan meninggalkan dia sendiri ketika sudah sadar.” Kata Kang Chul mengomel
Aku tidak bisa masuk ke kamar mandi denganya” ucap Do Yoon binggung
Kang Chul dengan kesal langsung berlari keluar dari lift. Di kamar Yeon Joo binggung melihat antara pistol dan juga bra tembus pandang didepan matanya, dengan wajah kebinggung mana yang harus dipilihnya sekarang. Akhirnya Kang Chul masuk kamar, Do Yoon yakin Yeon Joo itu tak akan kabur karena mereka ada dilantai 33
Yeon Joo benar-benar binggung harus memutuskan pilihanya, Kang Chul  masuk ke dalam kamar mandi. Yeon Joo langsung berbalik seperti memutuskan untuk memperlihatkan tubuhnya yang hanya mengunakan pakain dalam. Kang Chul terlihat santai, hanya mengaruk-garuk kepalanya. Do Yoon benar-benar kaget langsung menutup pintu dan keluar.
So Hee masuk kamar melihat tak ada siapaun, Do Yoon baru keluar dari kamar mandi dengan wajah shock. So Hee tahu Yeon Joo yang akhirnya sadar. Do Yoon langsung membalikan tubuh So Hee sambil mendorongnya, mengatakan kalau bisa menemuinya nanti, So Hee bingung apa yang dilakuan Yeon Joo sekarang. Do Yoon beralasan Yeon Joo sekarang sedang berbicara empat mata dengan Kang Chul. So Hee binggung kenapa harus dikamar mandi. 

Yeon Joo mengintip seperti berharap bisa kembali ke dunia nyata, tapi ternyata didepan Kang Chul berdiri dengan melipat tanganya didadanya. Kang Chul berkomentar Yeon Joo mulai bertingkah aneh lagi, Yeon Joo terus mencari seperti berharap “bersambung” akan keluar. Kang Chul bertanya apa lagi sekarang yang dilakukanya.
“Sekarang sudah Jam 11 siang dan kau baru bangun.  Apa yang kau lakukan di sini?” ucap Kang Chul, Yeon Joo langsung menutup jubahnya mengatakn bukan apa-apa. Kang Chul makin bingung
Kau selalu melakukan hal-hal dan mengatakan bukan apa-apa.” Keluh Kang Chul berjalan mendekat, Yeon Joo langsung mengeluarkan pistolnya
Jangan mendekat... Berhenti… Aku akan menembakmu jika kau tidak menurutinya.”ancam Yeon Joo mengarahkan pistolnya, Kang Chul mengangkat tanganya dengan wajah kaget.
Ya ampun.... Kau seorang wanita yang tak terduga. Kau tiba-tiba muncul, menampar wajahku, menciumku, menghilang dan muncul lagi. Sekarang, kau tiba-tiba melepaskan pakaianmu... dan mengarahkan senjata kepadaku.” Kata Kang Chul mengangkat tanganya.
Aku tahu kau tidak mengerti padaku.  Aku akan melakukan hal yang sama jika aku jadi kau. Ada alasan kenapa aku melakukan ini.” ucap Yeon Joo, Kang Chul bertanya alasan apa sambil melangkah maju.
Jangan bergerak....Aku sungguh akan menembakmu.... Aku tidak bercanda.” Kata Yeon Joo menodongkan pistolnya. 
Kang Chul tersenyum lalu menurunkan tanganya menyuruh Yeon Joo melakukanya saja. Yeon Joo menegaskan kalau ia serius, Kang Chul berjalan semakin mendekat.Yeon Joo menjerit kalau ini berbahaya. Kang Chul heran kenapa Yeon Joo itu malah terlihat khawatir ketika ingin membunuhnya, Yeon Joo menegaskan kalau ingin menembaknya dan mengarahkan pada langit-langit, tapi tak terdengar suara tembakan apapun.

Akhirnya Kang Chul mengambil pistol dari tangan Yeon Joo, mengatakan kalau harus membutuhkan peluru di dalam pistolnya. Yeon Joo pun melonggo karena ternyata untuk keluar dari dunia W tak berhasil. Kang Chul mengatakan ingin melihat apa yang akan dilakukan ketika Yeon Joo tahu bahwa ia menyimpan pistol di bawah bantal.
Kang Chul memasang beberapa peluru yang dibawa dalam saku bajunya, lalu berbaring dan menodongkan pistolnya. Yeon Joo panik kenapa Kang Chul malah melakukan ini padanya. Kang Chul mengaku tidak suka melakukan hal ini, jadi lebih baik mereka  kompromi dengan berbicara baik-baik.
Aku punya sekitar 100 pertanyaan, tapi aku akan membiarkanmu hidup jika kau menjawab pertanyaan pertama. Bagaimana bisa kau menghilang hari itu? Aku harus melaporkanmu ke polisi jika kau tidak menjawab.” Kata Kang Chul mengancam dan pistol mengarah pada Yeon Joo dan melangkah lebih dekat.
“Kau Kejam!!!! Kau bilang aku sudah menyelamatkan hidupmu.” Ucap Yeon Joo

Tentu saja,  maka Itu sebabnya aku membiarkanmu pergi. Bukankah kau yang melanggar janji? Kau menghilang tanpa menjawab pertanyaanku dan Kau harus tepati janji itu sekarang. Aku menunggu selama 2 bulan seperti pria sejati. Apa Kau setuju? Bagaimana bisa kau menghilang? Pasti ada caranya. Aku harus melaporkanmu ke polisi bila kau tidak menjawab” ucap Kang Chul. Yeon Joo pun hanya bisa diam
Jika kau tidak bisa menjawabnya, maka ini pertanyaanku berikutnya. Kenapa kau menciumku setelah menamparku hari itu? Aku akan menunggu jawabanmu karena kita masih punya banyak waktu.” Kata Kang Chul akhirnya menaruh pistol dikursi dan membuka jasnya.
Aku melakukan itu agar aku bisa menghilang.” Jawab Yeon Joo melirik Kang Chul yang bersadar di kursi sambil memegang pistolnya, Kang Chul seperti tak mendengar dengan jelas.  
Aku melakukan itu agar aku bisa menghilang.” Kata Yeon Joon mengulanginya, Kang Chul bertanya melakukan apa. Yeon Joo mengatakan kalau menciumnya kemarin.
“Jadi Kau menciumku agar kau bisa menghilang. Aku tidak membayangkan jawaban seperti itu. Apa kau menghilang karena kau menciumku hari itu? Apa benar seperti itu ?” ucap Kang Chul tak percaya
“Itu Benar, jadi tolong hentikan dan biarkan aku pergi.” Kata Yeon Joo merengek dengan wajah ketakutan. 
Kang Chul masih tak percaya tapi Yeon Joo menyakinkan kalau yang dikatakannya itu benar. Kang Chul berjalan mendekat dan langsung menciumnya denga tangan memegang pistol. Yeon Joo kaget harus berciuman dengan Kang Chul untuk kedua kalinya. Kang Chul berjalan mundur lalu bertanya kenapa Yeon Joo masih ada didepanya.
Yeon Joo masih terlihat shock, Kang Chul melihat Yeon Joo masih ada didalam kamar mandirnya. Yeon Joo dengan terbata-bata menjelaskan  dengan hanya berciuman tidak akan membuatnya menghilang tapi harus ada perubahan emosi. Kang Chul mengatakan kalau perubahan emosi yang menurutnya itu tidak begitu menyukainya.
Kau mungkin tidak menyukainya, tapi kau terkejut.” Jelas Yeon Joo, Kang Chul membenarkanya.
Itu maksudku..... Ada perubahan emosi dan itu peraturannya.” Kata Yeon Joo. Kang Chul melihat Yeon Joo itu tampak terkejut, wajahnya juag memerah. Yeon Jo menutup pipinya menegaskan sekarang sedang membicarakan Kang Chul. Wajah Kang Chul terlihat binggung
Perubahan emosimu penting.” Tegas Yeon Joo, Kang Chul bertanya peratuan apa itu dan kenapa Perasaan emosinya itu penting.
Yeon Joo mengatakan kalau itu  karena Kang Chul tokoh utama. Kang Chul binggung dan bertanya untuk apa tokoh utama, Yeon Joo langsung menutup mulutnya mencoba mengalih pembicaran dengan menunjuk kearah pistol, kalau yang baru saja di lakukan bisa dianggap pelecehan seksual dan akan menuntutnya. Kang Chul membalas Yeon Joo yang  melakukan kekerasan seksual bahkan sebelumnya sudah menamparnya.
Selain itu, aku melakukan eksperimen ilmiah untuk membuktikan logika dari pernyataanmu. Yang kau katakan sekarang... adalah bahwa kau hanya dapat menghilang bila ada perubahan... emosi dalam diriku. Apa itu benar?” ucap Kang Chul, Yeon Joo membenarkan.
“Jadi Itu sebabnya kau menamparku? Apa kau mengarahkan pistol dan melepas gaun untuk mengejutkanku?” kata Kang Chul, Yeon Joo kembali membenarkan.

Ini sangat aneh... Aku pikir kau akan mengatakan itu teleportasi. Tetap saja, itu tidak tampak seperti kebohongan... karena kau masih di sini bahkan ketika kau punya kesempatan untuk menghilang.” Ucap Kang Chul tak percaya.  Yeon Joo menyakinkan kalau yang dikatakanya itu tidak berbohong dengan tangan seperti memohon.
Hanya karena itu bukan kebohongan, tapi bukan berarti itu semuanya benar. Kau hanya berbicara tentang apa yang terjadi... tanpa konteks penting.” Tegas Kang Chul dengan wajah serius mengangkat pistolnya kembali, Yeon Joo kembali ketakutan.
Pasti ada yang kau sembunyikan dan Pasti ada konteks yang menjelaskan kenapa kau bisa menghilang, bukan hanya ketika ada perubahan emosi dalam diriku.... Kau harus beritahu aku.” Ucap Kang Chul menodongkan pistolnya kembali.
Aku tidak tahu lebih dari itu.” Kata Yeon Joo dengan wajah panik.  

Bagaimana bisa kau tidak tahu? Kau harus Jawab dalam hitungan 10.” Ucap Kang Chul mulai menghitung, Yeon Joo tetap mengatakan benar-benar tak mengetahuinya. 


Dihitungan ke empat, Yeon Joo meminta Kang Chul tak menakutinya dan merasa yakin tak akan mungkin tega melakukanya. Kang Chul mengarahkan tembakann pada hitungan ke lima pada pot bunga, Yeon Joo menjerit histeris ketakutan. Do Yoon masuk ingin tahu apa yang terjadi, So Hee juga ikut melihat.
Kang Chul menyuruh untuk keluar, So Hee terlihat marah yang dilakukan Kang Chul pada Yeon Joo terlihat ketakutan dengan menutup telinganya. Kang Chul menegaskan kalau ia sendiri yang menyelidiki menggantikan polisi karena Yeon Joo terlalu banyak bicara.
Bagaimanapun juga, Yeon Joo terus menggodaku... bukannya mengatakan yang sebenarnya.” Kata Kang Chul dengan mata penuh dendam. Yeon Joo terlihat benar-benar ketakutan.
So Hee mencoba menanyakan keadaan Yeon Joo lalu meminta Kang Chul untuk menghentikanya. Tapi Kang Chul menyuruh mereka keluar, So Hee meminta menghentikan karena Yeon Joo itu statusnya itu masih pasien. Kang Chul berteriak marah menyuruh keluar. Akhirnya Do Yoon mengajak So Hee agar bisa keluar dan membiarkan Kang Chul menyelesaikan masalah dengan caranya.

Ini cara aku melakukannya dan Ini sangat penting karena hidupku yang dipertaruhkan. Tidak peduli meskipun kau menyelamatkan hidupku. Kau penyelamat, tapi kau juga sangat berbahaya. Itu sebabnya aku akan menembak jika kau tidak menjawab. Aku akan menghitung 5 angka lagi.” Kata Kang Chul mulai menghitung
“Sebenarnya seberapa penting rahasia yang tidak bisa kau katakan bahkan di bawah todongan senjata ini?” tanya Kang Chul berhenti di hitungan ketujuh. Yeon Joo yakin Kang Chul itu tidak akan menembaknya.
Kang Chul kembali melanjutkan hitungan di angka delapan, bertanya kenapa Yeon Joo itu yakin sekali. Dengan terbata-bata Yeon Joo mengatakan kalau Kang Chul bukan orang yang akan melakukan itu. Kang Chul menghitung di angka sembilan, menurutnya Yeon Joo tahu segalanya tentang dirinya tapi itu ternyata Yeon Joo salah tentang hal-hal tertentu karena ia bisa melakukannya.

Yeon Joo mengelengkan kepalanya menurutnya itu tak mungkin, Kang Chul menatap dalam ke arah mata Yeon Joo yang menahan tangis dan bertanya apakah Yeon Joo masih tak mau menjawab pertanyaannya. Yeon Joo hanya terdiam dan Kang Chul pun menyebut angka 10 lalu melepaskan tembakan. Peluru masuk ke dada Yeon Joo tapi langsung menembusnya dan tertancap di cermin yang ada dibelakangnya.
Do Yoon dan So Hee yang ada diluar melotot kaget mendengar suara tembakan. Yeon Joo terdiam melihat bagian dadanya tak terjadi apapun, tanganya di masukan ke dalam jubah untuk memastikanya. Kang Chul menurunkan pistolnya, Yeon Joo melihat di tanganya tak ada darah sedikitpun setelah tertembak peluru.
“Apa Kau terkejut? Jadi Kau tidak tahu kekuatan yang kau miliki.” Ucap Kang Chul, Yeon Joo yang shock akhirnya jatuh pingsan. Kang Chul dengan cepat memeluknya agar Yeon Joo tak terjatuh.

Do Yoon masuk bertanya apa yang terjadi, So Hee pikir Kang Chul menembakan dan membuat Yeon Joo tak sadarkan diri. Kang Chul memberitahu Yeon Joo itu pingsan karena terkejut dan menyuruh Do Yoon untuk memindahkan di tempat tidur. Do Yoon akhirnya mengendong Yeon Joo.
So Hee mengumpat Kang Chul itu sudah gila dan bertanya apa yang sebenarnya sedang dilakukanya. Kang Chul mengaku hanya menakutinya saja, Do Yoon pun membawa Yeon Joo keluar. Soo Hee tak habis pikir karena Kang itu benar-benar gila. Kang Chul mengaruk-garuk kepalanya dengan pistol. So Hee memilih untuk keluar dari kamar mandi.
Kang Chul menaruh pistol di celananya, lalu berjalan ke arah cermin dan melihat peluru yang ditembakan menempel disana bukan ditubuh Yeon Joo lalu menatap dengan wajah dingin memikirkan apa sebenarnya yang terjadi. 


Do Yoon membaringkan Yeon Joo di tempat tidur, So Hee menelp Dokter meminta agar segera datang karena ada pasien sebelumnya tidak sadarkan diri lagi karena ada Sesuatu yang mengejutkan. Setelah menutup ponselnya meminta pelayan membawakan air juga, pelayan pun langsung keluar mengambil air.
Apa ia kehilangan akal setelah berada di rumah sakit terlalu lama?” kata So Hee binggung menatap kearah kamar mandi.
“Presdir Kang memang aneh, tapi dia juga sangat aneh. Mereka berdua aneh.” Kata Do Yoon melihat keduanya yang tak duga olehnya. 

So Hee masuk kamar melihat Kang Chul sedang membereskan pakaiannya, Kang Chul bertanya apakah So Hee sudah menelp dokter.  So Hee mengatakan sudah bilang untuk menyerahkan Yeon Joo ke polisi.
Apa kau membawanya untuk bertindak seperti penjahat?  Apa Kau seorang gengster atau semacamnya ? Kenapa kau mengancam seorang wanita dengan pistol?” ucap So Hee tak habis pikir
Bukankah penyelidikan untuk kebenaran yang kau inginkan?” kata Kang Chul seperti anti dengan polisi
Laporkan dia ke polisi sekarang.” Kata So Hee, Kang Chul pikir tak perlu lapor polisi
“Aku tidak sanggup melihatnya Laporkan dia ke polisi.  Jika mereka tidak bisa mengatasinya, maka kita dapat menyelidiki. Itu urutannya. Kenapa kau membuat hal menjadi rumit?Kau tidak tahu apa yang memasuki dirimu.” Tegas So Hee sudah siap dengan ponselnya.
Kang Chul mengambilnya kalau sudah meminta agar jangan melakukanya, karena menurutnya semua ini tidak akan pernah terpecahkan setelah polisi terlibat. Dan mengingatkan kembali ucapanya kalau Yeon Joo adalah kunci hidupnya. So Hee menahan amarah mengambil ponselnya kembali. Kang Chul lalu meminta agar So Hee ubah jadwal penerbangannya ke malam hari karena harus mampir ke Busan.

Seorang perawat memeriksa tekanan darah Yeon Joo, Kang Chul masuk bertanya apakah Yeon Joo sudah bangun. Yeon Joo melirik melihat Kang Chul yang datang dan memalingkan wajahnya. Kang Chul menanyakan keadaan Yeon Joo pada perawat. Perawat mengatakan suda memberinya obat penenang, dan tekanan darahnya normal. Kang Chul meminta agar membiarkan mereka berdua saja lalu duduk dikursi.
“Apa Kau marah padaku?” ucap Kang Chul melihat Yeon Joo yang memalingkan wajahnya.
Kau bertanya apa aku marah? Itu bukan ekspresi yang tepat. Kau menembakku dengam pistol.” Kata Yeon Joo kesal
Maaf karena mengejutkanmu. Sebenarnya, aku tahu bahwa suara tembakan tidak akan membunuhmu. Kenapa kau tidak tahu itu? Kau tidak terlihat, Yeon Joo. Kau tidak pernah bisa mati. Apa Kau sungguh tidak tahu itu?” kata Kang Chul, Yeon Joo bingung Kang Chul itu bisa mengetahuinya.

Bila kau menjawab pertanyaanku, aku akan memberitahumu. Karena kita sudah melihatnya, mari kita mengakui bahwa kau bukan orang biasa. Kau mungkin dari dunia lain yaitu Dari dunia lain yang aku tidak ketahui. Kau bekerja sebagai residen operasi kardiotoraks di sana. Benarkan ?” ucap Kang Chul memperlihatkan ID Card yang masih disimpannya tertulis  (Residen Operasi Kardiotoraks, Oh Yeon Joo)
Kang Chul bertanya dimana itu keberadaanya, Yeon Joo tak mau menjawabnya hanya menatap Kang Chul lalu menghela nafas panjang. Kang Chul mengaku sangat lega,  karena bisa memeriksa dengan matanya bahwa Yeon Joo tidak bisa menghilang seperti waktu itu. Menurutnya jika semua ini terserah padanya maka itu berarti tidak ada cara untuk Yeon Joo melarikan diri. Yeon Joo terlihat gugup meremas tanganya. Kang Chul yakin Yeon Joo itu mengenal diringnya dengan baik
Setelah aku menetapkan pikiranku, maka aku tidak akan pernah berubah pikiran. Itu bakatku.... Aku bahkan memenangkan medali emas dengan itu. Jadi sekarang, kau tidak bisa kembali.. sampai kau menjawab semua pertanyaanku...” tegas Kang Chul, Yeon Joo mulai menatapnya

Tinggallah disini bersamaku. Karena kau sudah menyelamatkan nyawaku, maka aku akan melindungimu dari polisi dan media. Kau bisa tinggal di sini selama yang kau inginkan. Jika kau ingin kembali, maka kau hanya perlu menjawab pertanyaanku.” Kata Kang Chul, Yeon Joo mulai mengigit bibirnya dan terlihat tegang
Sepertinya kau punya banyak hal mengejutkan untuk diberitahu kepadaku. Jika kau mengatakan kebenaran dan mengejutkanku, maka kau bisa kembali. Aku akan dapat menemukan jawaban yang aku inginkan. Bagaimana menurutmu?  Ini adil, kan? Kau bisa Kejutkan aku jika kau ingin kembali. Sebenarnya Dunia seperti apa yang kau tinggali?” ucap Kang Chul penasaran, Yeon Joo hanya diam tak mau menatapnya dan menghela nafas panjang.
Kang Chul ingat Yeon Joo bilang  mengetahui dan melihat segala sesuatu tentang dirinya lalu menanyakan dimana melihatnya. Yeon Joo tetap diam tanpa menatapnya, Kang Chul bertanya Apa itu sulit untuk menjawab. Yeo Joo menjawab kalau itu sulit. Kang Chul pun mengajak mereka untuk tinggal bersama karena  sangat tidak keberatan jadi mereka punya banyak waktu.

“Apa Kau ingin aku... tinggal di sini?” tanya Yeon Joo
Jika bukan di sini, kemana kau akan pergi? Aku pikir kau tidak punya tempat tujuan.” Kata Kang Chul, Do Yoon masuk ke dalam kamar memberitahu kalau sudah siap.
Aku berencana untuk makan siang bersama sebelum melakukan perjalanan bisnis. Tapi ada sesuatu di Busan. Mari kita makan ketika aku kembali nanti Aku akan kembali hari Jumat dan Sekretarisku akan membantumu untuk sementara waktu” jelas Kang Chul

Yeon Joo memalingkan wajahnya, Kang Chul memberikan kembali ponsel  yang kemarin dilemparnya dan meminta menghubunginya jika terjadi sesuatu, Yeon Joo pun mengambilnya. Kang Chul mengulurkan tangan dan  mengutarakan niatnya ingin berdamai serta meminta maaf atas apa yang dilakukan tadi. Yeon Joo menjabat tangannya saat akan menariknya Kang Chul menahanya, Kang Chul kembali meminta maaf lalu menyuruhnya untuk istirahatlah. Do Yoon dan Kang Chul pun siap untuk meninggalkan kamar. 


Aku mencintaimu.” Kata Yeon Joo berusaha membuat terkejut, Do Yoon kaget, Yeon Joo melihat tak ada tulisan yang keluar Akhirnya kembali membaringkan tubuhnya meminta untuk melupakan saja. Kang Chul terlihat berpikir.
“Ahh..... Kau pasti berpikir aku akan benar-benar terkejut jika melihatmu telanjang, Apa Kau pikir hatiku akan berdebar cepat dan mataku akan buta?” ucap Kang Chul mengejeknya.
Tidak.... Aku hanya mengambil kesempatan.” Kata Yeon Jo, Kang Chul bertanya apakah Yeon Joo tahu bahwa ia itu luar biasa?
Yeon Joo mengatakan sudah mengetahuinya, Kang Chul tertawa lalu berpesan agar berhati-hati lalu mengajak Do Yoon segera keluar dari kamar. Yeon Joo menutup wajahnya karena malu. 

Do Yoon berjalan kebingungan bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Kang Chul sambil menekan tombol lift bertanya apa yang dibicarakanya. Do Yoon mengulang perkataan Kang Chul yang mengatakan Yeon Joo itu tak cantik, tapi bertingkah seperti sedang jatuh cinta.
Dia telanjang didepanmu, Lalu dia menciummu dan mengakui cintanya, bahkan menamparmu. Semua itu terlihat seperti pertarungan cinta. Lalu Apa Kau akan tinggal di sini bersama? Itu seperti pasangan yang pindah bersama.” Kata Do Yoon binggung, Kang Chul mengangguk setuju.
Siapapun akan berpikir begitu.” Ucap Do Yoon, Kang Chul juga setuju, Do Yoo menyindir Kang Chul itu keren sekali.
Ini rumit.... Pikirkan saja sesukamu.” Kata Kang Chul lalu masuk lift saat terbuka. 

Yeon Joo tiba-tiba berlari meminta agar Kang Chul menunggu sebentar, pintu lift pun kembali terbuka. Kang Chul bertanya ada apa. Yeon Joo ingat Kang Chul yang akan pergi ke suatu tempat. Kang Chul memberitahu akan mampir di Busan lalu pergi ke New York dan bertanya kenapa memangnya. Yeon Joo berpesan agar Kang Chul berhati-hati.
Apa aku akan mati di jalan? Apa kereta akan tergelincir Atau pesawat akan dibajak?” kata Kang Chul mengodanya.
Aku tidak tahu tapi Aku hanya khawatir.” Kata Yeon Joo, Kang Chul melihat Yeon Joo tidak yakin bagaimana dirinya akan mati kali ini.
Ketika aku di sini, maka aku juga tidak tahu. Jadi aku tidak bisa membantumu.” Jelas Yeon Joo.
“Apa Kau bisa mengetahui dari sana?” tanya Kang Chul, Yeon Joo membenarkan. Kang Chul mengangguk lalu mengatakan jadi penasaran padanya sekarang lalu melangkah keluar.
Kau tidak pernah menjawab. Kenapa kau khawatir bahwa aku akan mati?” kata Kang Chul
Aku salah satu orang... yang ingin hidupmu berakhir bahagia. Aku fans-mu.  Aku serius mengatakan ini” ucap Yeon Joo dengan senyuman bahagia.  
Maksudmu apa aku akan bernasib buruk jika aku mendengar jawabannya?” kata Kang Chul, Yeon Joo pikir itu mungkin saja.
Makanya aku tidak bisa menjawab.... Tapi Selain itu, kau pasien pertama.. yang aku selamatkan sendiri.” Akui Yeon Joo
Kang Chul tak percaya dan  merasa terhormat. Yeon Joo juga mengatakan Kang Chul itu sebagai pasien keduanya. Kang Chul membalas bahkan merasa lebih terhormat. Yeon Joo pun berpesan agar Kang Chul itu  selalu waspada. Keduanya saling menatap lalu Kang Chul mengatakan akan melakukanya.
Aku rasa kau akan menjawab pertanyaan ini. Berapa umurmu?” tanya Kang Chul. Yeon Joo menjawab 30 tahun.
“Ahh....  Kita seumur....   Apa Kau sudah menikah?”taya Kang Chul, Yeon Joo menjawa belum. Kang Chul tersenyum berkomentar itu bagus lalu masuk ke dalam lift. 


Yeon Joo menatap binggung dan pintu lift mulai tertutup, Kang Chul mengedipkan matanya seperti berusaha mengodanya.
Aku tahu kenapa aku terus diseret ke sini... hanya setelah beberapa saat. Itu karena pria ini... mengatakan bahwa aku kunci hidupnya. Saat itu, tokoh wanita di webtoon ini berubah. Dari Yoon So Hee... ke Oh Yeon Joo.Gumam Yeon Joo memegang dadanya.
bersambung ke episode 4 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar: