Sabtu, 02 Juli 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 12 Part 1

Bo Nui berlari ke rumah Soo Ho, merasa menyesal seharusnya dari awal mengatakan padanya, lalu mencoba menekan bel dan tak ada sahutan dari dalam. Soo Ho sedang berjalan mengingat kata-kata ayahnya.  Sejak kecil, kau bicara ini-itu seolah tahu semuanya! Dasar Sombong sekali.
Lalu kata-kata Bo Nui Tapi yang paling kasar tindakannya adalah kau, Apa salahnya membuka tangan lebih dulu? Apa salahnya mengambil inisiatif dulu? Begitu seharusnya cinta!
Soo Ho menatap ke arah matahari, lalu tiba-tiba kepalanya terasa sakit, ditanganya ada obat penenang yang selama ini digunakanya.  Bo Nui masih menunggu didepan rumah sambil berjongkok, tapi setelah itu berjalan di trotoar melihat kalung pemberian Soo Ho yang belum pernah digunakanya, lalu menyakinkan kalau semua itu Demi kebaikan jadi keadaan seperti ini lebih baik. Saat di seberang jalan, Soo Ho berjalan pulang kerumahnya. 

Bo Nui menyapa Tuan Won yang sedang berjaga, lalu bertanya apakah Presdir sudah dating. Tuan Won menatakan sudah datang sejak subuh. Bo Nui bertanya wajahnya, Tuan Won binggung menurutnya sama saja.
Kenapa? Apa Kalian bertengkar? Karena Gary?” ucap Tuan Won, Bo Nui binggung.
Bo Nui, aku bilang begini karena menganggapmu sebagai keponakan. Dari kacamata keluarga, Gary lebih baik. Masih muda, punya uang, kalau Presdir Je itu terlalu sensisitif orangnya. Kau kira dia bakalan bisa membuat kotak bekal sendiri? Maksudku, si Gary tuh susah didapat.” Jelas Tuan Won
“kau bilang Gun Wook membuat bekal?” ucap Bo Nui, Tuan Won pun menjelaskan tentang bisnis global sport

Bo Nui merasa malas memilih untuk pergi, tiba-tiba Sul Hee datang dengan nada terengah-engah bersama dengan Gun Wook, lalu bertanya Ada yang mengikutinya Atau dapat telepon dari nomor tak dikenal?, menyuruhnya untuk tak diangkat karena mungkin saja  reporter.
Fotonya sudah dirilis...” ucap Gun Wook, Bo Nui binggung bertanya foto apa maksudnya.
Gun Wook memberikan ponselnya foto saat Gun Wook memakaikan Bo Nui kacamata hitam. Tuan Won melongo melihatnya, Soo Ho sudah duduk di meja kerjanya melihat berita tentang Gun Wok dan juga Bo Nui. 

Semua tim Zeze ikut melihat berita yang beredar, Dae Kwon dkk melihat Bo Nui bersama Gun Wook dan Sul Hee datang, langsung memberikan tepuk tangan dan ucapan selamat. Menurutnya Bo Nui tak bisa menyangkal   menurutkan sudah mencapai batas levelnya.
Seung Hyun mengeluh kalau dirahasiakan dari mereka seperti ini, Sul Hee tak menyangkan ternyata sudah menyebar. Dal Nim bertanya apa yang terjadi pada temanya, Soo Ho pun keluar dari ruangan. Sul Hee pun bertanya pada Soo Ho apakah sudah melihat foto yang tersebar.
Bagaimana kau mengatasi hal ini? Beritanya sudah dirilis. Ada komentar yang membahas kalau itu karyawan Zeze.” Ucap Soo Ho dengan wajah serius
IM Sports harus merilis pernyataan resmi. Gary, tolong buat pernyataan yang jelas kalau itu tidak benar. ” Kata Dal Nim

Benar. Dia memang sangat berharga.” Ucap Gary, semua melotot kaget mendengarnya, Sul Hee menegurnya, Gary melirik pada Soo Ho sebelum bicara.
Memang benar. Entah dia menerimaku atau tidak, tapi dia orang yang sangat berharga bagiku, jadi memang benar adanya.” Kata Gary
Ji Hoon tak percaya karena si kuat Gary itu sedang jatuh cinta, Gary mengaku itu Sulit karena pertama kalinya cinta bertepuk sebelah tangan. Dae Kwon melihat kalau memang hubungan Bo Nui dan Gary itu benar maka akan menjadi promo terbaik, Yoon Bal pun mengusulkan Bo Nui untuk menerima saja, Semua pun ikut menyuruh Bo Nui untuk menerima saja. 

Bo Nui memilih untuk keluar dari ruangan, semua berkomentar Bo Nui selalu kabur saat terdesak. Soo Ho pun hanya bisa diam saja. Akhirnya Bo Nui bersandar didepan pintu, Gary datang mencarinya. Bo Nui menegaskan Ini kantornya, Tempat kerja, jadi memohon jangan melakukan apapun.  Gun Wook binggung kenapa Bo Nui sampai marah seperti itu.
Kenapa kau membuat bekal ?” tanya Bo Nui, Gun Wook binggung bagimana Bo Nui bisa tahu.
Aku tak bisa menerimanya. Bukan hanya kau, tapi orang lain juga. Kalau kau terus begini, maka akan  makin menyesal aku. Apa itu yang kau inginkan?” ucap Bo Nui
Aku tak memintamu menerimaku! Dan Juga tak akan memintamu melakukan apapun... Tapi, jangan bohong padaku. Aku tak punya niatan merahasiakan kalau aku menyukaimu. Aku tak malu mengakuinya! Yang pasti, aku tak akan menyembunyikannya.” Jelas Gun Wook
Kau... mana boleh hanya mikirin diri sendiri! Kupikirkan ratusan, bahkan ribuan kali karena mungkin aku jadi beban orang itu! Tapi hanya hatimu yang paling penting? Begitukah menurutmu?” kata Bo Nui

Gun Wook binggung siapa maksud  "Orang itu" Bo Nui hanya bisa menghela nafas panjang. Sul Hee akhirnya datang, lalu memarahi Gun Wook ingin memberitahu dunia kalau sdang jatuh cinta dan menyuruhnya untuk lebih profesional.
Jangan memojokkannya. Siapapun yang membuatnya resah harus bertanggung jawab. Kau satu-satunya yang menggerakkan hatinya, kenapa yang marah-marah justru kau?” ucap Sul Hee pada Bo Nui, Gun Wook memperingatkan Amy
Benar! Kau bukannya jatuh cinta pada pandangan pertama pada orang yang tak kau kenal! Kau tak bisa bilang Bo Nui tak ada hubungannya dengan perasaanmu! Jangan mempermainkan orang. Aku kecewa padamu.” Tegas Sul Hee sinis
Soo Ho keluar ruangan mendengarnya, Bo Nui pun bertanya apa maksud ucapan Sul Hee berbicara seperti itu. Gun Wook akhirnya menarik tangan Sul Hee untuk pergi meminta Bo Nui tak perlu mengkhawatirkan karena akan mengurus masalahnya. Bo Nui akhirnya hanya bisa menghela nafas da kembali masuk ruangan, saat itu Soo Ho berjalan keluar mengacuhkan Bo Nui. 


Soo Ho masuk toilet mencuci tangan dengan tatapan dingin, saat keluar Bo Nui sudah menunggunya. Bo Nui mencoba menjelaskan kalau semua tak benar, bahwa tak punya hubungan dengan Gun Wook. Soo Ho pura-pura tak mengerti, Bo Nui berpikir Soo Ho itu salah paham. Soo Ho mengatakan kalau seharusnya ia yang menanyakan tapi kenapa Bo Nui menjelaskan sendiri.
“Apa Sekarang kau menyesal karena aku tak mengganggumu lagi? Menurutku Mau kau ada di foto, mau kau ada hubungan dengan Gary atau tidak, apa sangkut pautnya denganku?” ucap Soo Ho marah lalu pergi meninggalknya. Bo Nui menatap kepergian Soo Ho dengan mata berkaca-kaca. 

Soo Ho masuk ruangan terlihat bingung, saat ingin kembali memilih untuk tetap diam di ruangan. Bo Nui sudah ada di atap Zeze untuk berdoa.
Tuhan, kumohon.... Aku memohon.. Tolong... perasaanku, hatiku...” kata Bo Nui lalu mencoba menghitung perkalian sembilan tapi akhirnya tak kuat dan akhirnya berjongkok sambil menangis.

Dal Nim datang melihat temanya yang sedang menangis bertanya apa yang terjadi, bertanya apakah Karena Gary dan Sul Hee itu bicara apa. Bo Nui sambil menangis bertanya apa yang harus dilakukanya. Dal Nim mendengarkanya dengan wajah serius.
Orang itu... kurasa sekarang dia sangat membenciku. Yang terbaik, harus ku akhiri sekarang, tapi... Tapi sakit sekali! Menghafal perkalian sama sekali tak membantu! Mungkin sama dengan orang itu juga... Dia frustasi sampai tak bisa bernafas... dia menahan sakit seorang diri, benarkan? Dia terluka, aku malah menambah lukanya.” Ucap Bo Nui sambil menangis, Dal Nim memeluk temanya
Orang itu sangat terluka... Aku sangat menyukainya... Dan karena hal itu pula, aku sangat menyesal...” kata Bo Nui, Dal Nim memeluk temanya terlihat binggung. 

Gun Wook duduk diruangan Sul Hee yang sibuk di meja kerjanya, lalu bertanya kenapa Sul Hee bersikap seperti itu pada Bo Nui. Sul Hee sadar terlalu jahat pada Bo Nui tapi memang menurutnya keadaan ini menyebalkan antara Soo Ho dan Gun Wook. Gun Wook membela kalau Bo Nui tak akan seperti itu.
Kalau bukan, terus apa? Dia membuatmu dan Soo Ho  galau, dia malah berdiri mematung seolah tak tahu apa-apa. Jadi Mana mungkin aku tak frustasi?” ucap Sul Hee marah.
“Itu semua Karena takhyul.” Kata Gun Wook, Sul Hee binggung maksudnya takhayul itu apa.
Mereka berdua menjalin hubungan karena takhyul. Adik BoNui tengah sakit.” Kata Gun Wook, Sul Hee terdiam sejenak.

Ia mengingat kata-kata Soo Ho sebelumnya “Aku Berharap dia tak menangis, Berharap dia tak sakit, tak ingin dia tak bahagia. Aku... ingin membuat semua mungkin baginya.
Sul Hee pun mengerti karena mengira ada alasan lain, Gun Wook pun bertanya Apakah Soo Ho itu bilang sesuatu mengenai Bo Nui. Sul Hee yakin kalau Soo Ho itu salah paham Menganggap kasih sayangnya sebagai cinta. Gun Wook bertanya apakah Soo Ho mengatakan bilang mencintainya. Sul Hee  pikir tidak menurutnya Pria dan wanita bersama bukan hanya karena alasan itu, sampai akhirnya melihat sendiri maka tak akan mempercayainya.

Bo Nui dan Dal Nim kembali keruangan, Seung Hyun memangil Bo Nui melihat matanya merah habis menangis, Bo Nui mengalihkan kalau sebelumnya mengatakan akan memberikan karakter animasinya dan sekarang akan memberikanya, lalu memberitahu grafisnya sangat bagus. Seung Hyun seperti seorang wanita mengerti lalu buru-buru memberikan tissue, Bo Nui pun langsung menerima dan kembali ke meja kerjanya.
Dal Nim pun melihat semua pegawai menatap Bo Nui mencoba mengalihkan  dengan mengajak semua kembal berkerja. Yoon Bal bertanya kenapa suasana kantor terasa aneh sekarang, Dae Kwon juga binggung.
Soo Ho mengintip dari ruangan, Saat itu melihat Bo Nui mengarahkan tatap pada ruangan, akhirnya memilih untuk menutup kembali. Bo Nui menatap ruangan Soo Ho seperti menahan tangisnya. 

Gun Wook ingin kembal ke ruangan Bo Nui, sebelum masuk Dal Nim sudah lebih dulu memanggilnya. Akhirnya keduanya bertemu di cafe dan terlihat wajah gugup dari keduanya. Dal Nim akhirnya lebih dulu bicara tahu ini kelewatan, tapi harus dikatakan.
“Mengenai Bo Nui tolong jangan buat dia menderita lagi.” Kata Dal Nim
“Apa Gara-gara aku, Bo Nui menderita?” ucap Gun Wook, Dal Nim tak bisa bicara, Ryang Ha pun tak tahan lagi hanya diam saja akhirnya ikut berbicara.
Sudah! Apa Kau tak tahu kapan harus datang dan pergi? Lebih baik pergi sana” kata Dal Nim
Kau yang tak tahu kapan harus pergi tanpa ikut campur urusan orang? Pergi saja sana!” balas Ryang Ha
Lalu mengungkapkan kalau ternyata Bo Nui tak tertarik pada Gary, menurutnya itu bagus karena hampir salah paham, karena si brengsek itu pasti akan galau mengetahuinya. Gun Wook hanya berdeham lalu berdiri mengatakan kalau bisa mengerti maksud dari ucapan Dal Nim, lalu pamit pergi.
Ryang Ha berkomentar suara Gun Wook itu terlalu ngebass sekali. Dal Nim mengumpat Ryang Ha itu , menyebalkan, menjijikkan, bikin kesal saja, lalu bertanya siapa yang membuat Bo Nui itu menderita, Ryang ha menegaskan walaupun Gun Wook ingin mengambilnya tapi Bo Nui pasti akan diambil orang lebih dulu, bahkan apabila Gun Wook aka mengambilnya lagi maka cinta yang lain akan berakhir dan membuat kepala sakit saja.
Dal Nim pikir Ryang Ha itu mengetahuinya, lalu bertanya siapa orangnya. Ryang  Ha mencoba berbohong kalau Bo Nui itu cantik pasti memiliki pacar yang lain. 


Dae Kwon menegaskan Bo Nui dan Gary itu hanya teman taruhan 10ribu won, Seung Hyun yakin Bo Nui itu tak berteman, Hyun Bin khawatir pada Seung Hun, karena sebelumnya mengetahui sangat menyukai Gary. Seung Hyun mengakui kalau menyukai orang lain.
Ji Hoon menarik nafas panjang lalu bertanya apakah orang itu ada di ruangan ini, Seung Hyun mengeluh Ji Hoon itu terlalu ingin tahu saja. Dae Kwon memperingatkan Seung Hyun tak boleh suka padanya karena sudah menikah. Yoon Bal juga yakin bukan dirinya karena pasti akan ditolak mentah-mentah. Hyun Bin yang mendengarnya terlihat frustasi.

Soo Ho keluar ruangan, Dae Kwon bertanya apakah Soo Ho akan pergi sekarang. Soo Ho hanya melirik, Ji Hoon memberitahu kalau Bo Nui mungkin sedang pergi ke toilet. Soo Ho dengan sinis mengatakan tak bertanya, lalu meminta agar Selesaikan uji MPC-nya besok.


Bo Nui sedang berdoa diatap, Gun Wook datang duduk disamping Bo Nui mengataka kalau ingin berdoa juga.
“Aku Mohon Shim Bo Nui jangan digoyahkan hatinya oleh ramalan shio. Mohon bantu dia mengakhiri semuanya dengan macan itu.” Ucap Gun Wook, Bo Nui hanya meliriknya.
Kau sudah kerja terlalu keras untuk image training-nya. Tak mudah merayu orang yang tak kau kenal. Lebih baik cukup membayangkan kau menyukainya.” Ucap Gun Wook, Bo Nui juga berharap itu yang terjadi.
Apa perasaanmu padanya serius?” kata Gun Wook,
Perasaanku tidak masalah, ini Sudah berakhir.” Jawab Bo Nui, Gun Wook berkomentar Bo Nui ternyata tidak menyangkalnya.

Ponsel Bo Nui bergetar, Soo Ho yang menelpnya. Ia pun langsung mengangkat tapi tak ada sahutan sampai akhirnya terdengar suara Soo Ho Aku salah lagi karena Bo Nui....Aku tidak pernah salah menjawab.Lalu Tuan Ahn mulai berbicara melihat Soo Ho yang duduk dengan mabuk sambil mencorat-coret tissue, memberitahu Soo Ho sudah menelp tapi tak dijawab.
Soo Ho bicara sendiri kalau terus salah, dan mencoba untuk mengunakan rumus pitagoras. Tuan Ahn menceritakan Soo Ho banyak minum sedang mengerjakan matematika. Soo Ho terus menghitung, untuk memecahkannya dengan rumus cosinus, merasa yakin Bo Nui keluar lalu tertawa sendiri. Tuan Ahn khawatir melihat Soo Ho yang sangat mabuk. Bo Nui ikut panik berkata akan segera datang. 

Gun Wook langsung menghalanginya meminta agar jangan pergi dan Jangan pergi menemuinya. Bo Nui hanya diam, Gun Wook mengingatkan Bo Nui yang bilang sudah berakhir dan itu masa lalu lalu kenapa sekarang mau pergi menemuinya. Bo Nui memberitahu kalau Soo Ho mabuk.
Dia tidak pernah minum, tapi dia mabuk sekarang.” Kata Bo Nui khawatir
Makanya kau seharusnya tidak pergi... kalau kau benar-benar mau mengakhirinya.” Tegas Gun Wook, Bo Nui pun hanya diam saja. 

Tuan Ahn menghalangi Soo Ho pergi dan menyuruhnya untuk menunggu sampai sadar. Soo Ho mengatakan harus pergi karena kalau melihat  bulan purnama, maka akan berubah menjadi macan sambil mengeluarkan cakarnya dan gigitnya.
Kau tidak boleh pergi kemanapun saat kau mabuk, Bo Nui akan segera ke sini.” Kata Tuan Ahn
Kalau begitu aku benar-benar harus pergi.” Ucap Soo Ho
Kau menulis nama Bo Nui lebih 100 kali. Kenapa kau pergi saat dia datang?” kata Tuan Ahn
Soo Ho seperti tak sadar kalau sudah menuliskan nama Bo Nui, lalu dengan tubuh yang hampir jatuh merasa tidak kenal orang dengannya dan harus pergi. Tuan Ahn berusaha menghalanginya, tapi Soo Ho bisa memutar badanya dan langsung pamit pergi, Tuan Ahn pun hanya bisa melonggo. Soo Ho memukul wajahnya menyadarkan kalau seharusnya tak pergi. 

Gun Wook hanya berdiri sendirian diatap, sementara Bo Nui sudah berlari dengan cepat lalu melihat Soo Ho yang sedang berjalan sempoyongan. Ketika akan jatuh Bo Nui memegang tanganya, Soo Ho seperti sadar Bo Nui yang memegangnya dan langsung menghempaskan tanganya, mengatakan tak membutuhnya.
Bo Nui pun hanya bisa melihat dengan tatapan sedih Soo Ho berjalan didepanya, Soo Ho mengelus tas punggungnya, bertanya-tanya kenapa perutnya sekarang besar sekali lalu menyanyi lagu “Apa aku bisa mencintai?” Bo Nui terus mengikutinya dari belakang.
Soo Ho akhirnya berjalan sampai ke depan apartement Bo Nui, lalu duduk didepan pintu sambil menyandarkan kepalanya. Bo Nui akhirnya jongkok didepan Soo Ho menatapnya. Soo Ho pun melihat Bo Nui yang ada didepanya.
Kenapa kau datang ke sini, apa kau bodoh?” ucap Bo Nui
Aku rindu padamu.” Kata Soo Ho lalu menundukan kepalanya sambil melirik ke arah Bo Nui
Bagaimana bisa aku sangat merindukanmu... padahal aku sangat membencimu?” ucap Soo  Ho
Bo Nui pun membantu So Ho untuk berdiri, karena harus segera pulang ke rumahnya. Soo Ho berdiri dan langsung menjatuhkan ke dalam pelukan Bo Nui.
Melihatmu... membuatku bahagia.” Ucap Soo Ho, tangan Bo Nui pun mengeluh pundak Soo Ho saat itu juga air mata Soo Ho pun mengalir.
Bo Nui akhirnya membawa Soo Ho masuk ke rumah dan membaringkan disofa, melepaskan tas yang menempel ditubuhnya. Setelah itu memakaikan selimut, tiba-tiba Soo Ho bangun dan langsung memanggil nama Shim Bo Nui dan kembali tertidur. Bo Nui tersenyum melihat tingkah Soo Ho yang mabuk lalu tidur lagi.
Maafkan aku.... Ini salahku dari awal... Aku duluan mendekatimu, seharusnya Aku tidak melakukannya.” Ucap Bo Nui menatap Soo Ho yang tertidur lelap.
Bo Nui terus menatap Soo Ho, lalu tanganya mulai mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang. Pelahan Bo Nui medekatkan wajahnya dan memberikan ciuman di pipi Soo Ho yang sedang tertidur.  

Pagi hari
Soo Ho masih tertidur sambil tersenyum, seperti sedang mimpi indah, lalu matanya melotot kaget dan langsung terbangun, melihat kalau bukan rumahnya tapi rumah Bo Nui. Ia mengingat saat mabuk berusaha masuk tapi Bo Nui menahannya tak boleh masuk menyuruhnya untuk masuk.
Tapi Soo Ho menolak tak ingin pergi karena akan pergi masuk, Bo Nui mencoba mengajak Soo Ho pulang. Soo Ho langsung duduk ditangga dan melepaskan sepatunya, seperti akan segera masuk rumah.
Soo Ho mengingat kejadian semalam langsung mengertakan giginya, membanting kepalanya di sofa merasa sebaiknya mati saja dan menjatuhkan kepalanya dimeja, seperti sangat menyesal. Lalu melihat sebuah amplop merah berada diatas meja. 

Bo Nui hanya berdiri dari depan pintu, Perawat Lee melihatnya berpikir lebih baik Bo Nui masuk dan melihat adiknya. Bo Nui merasa sudah terbiasa, lalu bertanya Bagaimana kabar Bo Ra hari ini dengan mengeluarkan agendanya. Perawat Lee memberitahu adiknya baik-baik saja sekarang tapi lebih mengkhawatirkan Bo Nui.
Dia terlambat hari ini” kata Perawat Lee melihat ke lorong, Bo Nui binggung siapa yang dimaksud.
Aku seharusnya tidak... tapi lebih baik lakukan saja. “ ucap Perawat Lee lalu meminta Bo Nui untuk ikut denganya.
Perawat Lee memberikan sebuah camera dan sebuah buku, Bo Nui binggung Perawat Lee menceritakan barang itu dari pria yang datang dengan Bo Nui terakhir kali. Bo Nui berpikir siapa yang datang menemui adiknya tiap hari.
Bo Nui duduk ditaman melihat di lembar pertama ada gambar wajah macan. Mengingat kata-kata Perawat Lee kalau Pria itu mengesankan karena datang tiap pagi dan mengganggu mereka, lalu melihat tulisan Soo Ho tentang kesehatan adiknya.
Flash Back
Soo Ho sudah mencegat dokter yang baru keluar dari ruangan Bo Ra, lalu bertanya Berapa lama lagi Bo Ra koma, esoknya Soo Ho terlihat melihat catatan kesehatan Bo Ra dan menuliskan pada agendanya, dengan wajah serius di kursi tunggu.
Dia bilang kalau mengambil foto, Maka kau bisa melihat Bo Ra kapanpun kau mau.” Cerita perawat Lee, Bo Nui pun melihat foto Bo Ra yang diambil oleh Soo Ho tiap harinya.
Soo Ho mengambil dari arah yang berbeda, sambil mengajak ngobrol Bo Ra bertanya apakah Bo Ra sudah sarapan, lalu di hari berikutnya Soo Ho berkomentar Bo Ra cantik di foto karena Hidungnya kelihatan mancung. Lalu selfie bersama Bo Ra sambil mengatakan akan ambil beberapa foto lagi.
Bo Nui berkaca-kaca melihat wajah adiknya yang diambil oleh Soo Ho, setiap hari. Lalu melihat Soo Ho yang selfie dengan gambar macan di dada sebelah kiri dan juga jari seperti kuku yang tajam.
Dirumahnya, Soo Ho menutup tirai melihat angle yang bagus dengan senyumanya ingin memperlihatka kalau ia adalah Macan. Bo Nui tak bisa menahan lagi tangis harusnya karena semua yang dilakan Soo Ho untuk adiknya. 

Bo Nui berlari keluar dari rumah sakit, ketika ditrotoar melihat Soo Ho yang baru datang dan akan ke rumah sakit. Keduanya saling menatap, Bo Nui menatap Soo Ho dengan nafas terengah-engah, Soo Ho menatap hanya diam karena semalam melakukan sesuatu yang fatal.
Kebahagiaan... yang ada di hadapanku. Sekarang, aku menuju kebahagiaanku.” Gumam Bo Nui lalu dengan senyuman lebar berlari ke arah Soo Ho
Soo Ho tersenyum lalu membentangkan tanganya siap menerima pelukan, Keduanya berpelukan sangat erat. Bo Nui menangis haru, lalu keduanya saling menatap seolah-olah tak percaya.
Aku yang tidak tahu... bagaimana mencintai.” Gumam Bo Nui dengan menatap Soo Ho lalu kembali berpelukan dengan erat. Soo Ho tak bisa menahan rasa bahagia akhirnya Bo Nui yang datang sendiri ke pelukanya. 

Soo Ho pulang seperti kelelahan berbaring dikamarnya, tapi beberapa saat kemudian berteriak gembira karena cintanya akhirnya bisa diterima oleh Bo Nui, Ia melempar bantal selimut, loncat kesana kemari, berguling-guling, mengeluarkan jurus kungfunya, meluapkan rasa bahagia yang teramat dalam.
Soo Ho duduk ditempatnya berdoa, sambil cekikikan sendiri karena bisa meluapkan perasaan pada Soo Ho dan tak ditahan lagi. Lalu melihat gambar keluarganya, sambil berbicara pada adiknya kalau yang dilakukan memang benar ‘kan dan memohon agar mengatakan “ya”

Tuan Je pergi ke agen properti, tuan Joan si pemilik bertanya kenapa Tuan Je datang ke tempatnya. Tuan Je bertanya Bagaimana harga pasar belakangan ini dan mau melakukan penjualan. Tuan Joan heran Tuan Je bertanya seperti itu, apakah ingin menjual tambak ikanya. Tuan Je mengatakan hanya mengecek.
Ketika pulang Nyonya Yang sudah membawa tas besar, suaminya bertanya mau kemana. Nyonya Yang pikir suaminya bisa melihat kalau ia  akan melarikan diri dari rumah. Tuan Je memperingatkan istrinya untuk  Berhenti bermuka tebal.
Seperti yang kau bilang, kita berdua tidak punya hak. Dengan hanya melahirkannya tidak membuat kita orang tuanya. Mari kita hentikan. Mari kita berhenti jadi orang tuanya.” Kata Nyonya Yang lalu beranjak pergi. Tuan Je hanya bisa melampiaskan rasa kesalnya dengan menendang batu-batu. 

Bo Nui baru keluar dari apartement, dikejutkan dengan Soo Ho yang sudah menunggu sambil tertidur, lalu memanggilnya bertanya kapan datang. Soo Ho menjawab saat ia membuka mata  dan mengaku Malam sangat panjang. Bo Nui tersenyum mendengarnya.
Tapi orang akan tahu tentang hubungan kita  kalau pergi ke kantor bersama.” Ucap Bo Nui, Soo Ho pikir memangnya kenapa lalu beranjak pergi.
Ini akan sedikit canggung.” Kata Bo Nui, Soo Ho dengan tatapan serius menanyaka alasanya dan meminta untuk menjelaskan secara logis lalu keduanya saling cekikikan.
Kita bisa saja mengatakan kalau bertemu di depan gedung.” Kata Soo Ho lalu berjalan lebih dulu menaiki tangga.
Saat itu tangan Soo Ho seperti sedang bertolak pinggang memberikan sinyal agar Bo Nui bisa berjalan memegang lenganya. Bo Nui berlari langsung merangkulnya, keduanya berjalan menaiki tangga sambil cekikikan.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar: