Jumat, 22 Juli 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim 19 Part 2

Seorang kurir membawakan kotak besar ke atap rumah lalu mengetuk pintu bertanya apakah ada orang di dalam. Dan Tae keluar dari kamar, Kurir bertanya apakah ia bernama Ahn Dan Tae. Dan Tae membenarkan lalu bertanya apakah itu paket kiriman dari filipina. Si kurir pun membenarkan dan membutuh tanda tangan sebagai tanda terima. Dan Tae pun memberikan tanda tanganya. 

Ia membuka kardus melihat foto keluarga bersama ayah dan ibunya saat masih kecil lalu membuka sebuah kotak, berisi sebuah lencana dan juga cincin lalu Kenapa ada cincin lain di barang-barang milik ayahnya.  Dan Tae membuka lemari dan mengeluarkan sebuah tas lalu memperlihatkan cincin yang sama dan tertulis (Pasukan Khusus 88 Divisi 20) lalu melihat salah satu itu yakin itu bukan cincin milik ayahnya karena milik ayahnya ada di Divisi 21.
Dae Chul saat bersama dengan Joon Pyo meminta agar meminjamkan kalung itu kepadanya. Joon Pyo menolak karena Nenek memberikan kalung itu agar membantunya menemukan jalan pulang. Dae Chul mengatakan hanya akan melihatnya dan mengembalikannya kepadanya.
Sebagai gantinya, aku akan memberikan cincinku. Bagaimana menurutmu?” ucap Dae Chul, Joon Pyo terlihat bahagia karena cincin itu seperti mengeluarkan laser.
Dan Tae bisa mengingat kalau cincin itu milik Yum Dae Chul. 

Dae Chul sedang makan ramen di tempat persembunyianya, merasakan tempatnya sangat panas dan seperti mencekik lehernya dan bertanya dimana keberadaan Joon Soo sekarang. Pintu terbuka, Dae Chul pikir itu pasti keponakanya yang datang. Tapi ternyata yang datang Dan Tae, Dae Chul kaget melihat Dan Tae ke tempat persembunyianya. Dan Tae memanggil sopan dengan sebutan Direktur Yum untuk mengakhirnya sekarang.
Aku tahu kau menculik Seok Joon Pyo 20 tahun yang lalu. Kau harus menyerahkan dirimu ke polisi. Itu hal terakhir yang bisa kau lakukan sebagai manusia.” Ucap Dan Tae, Dae Chul mengambil pisau sambil mengumpat Dae Tae itu orang gila brengsek.
Biarkan aku memberitahumu untuk terakhir kalinya. Kau harus mengaku dan berterus terang.” Kata Dan Tae mencoba untuk bersabar
Berhenti berbicara omong kosong dan pergilah.” Ucap Dae Chul

Apa kau mengenali cincin ini? Tertulis "Pasukan Khusus 38 Divisi 20". Ini adalah cincin khusus yang kau dapatkan dari pasukan khusus. Aku heran kenapa aku bisa memilikinya. Kau pasti tahu alasannya” kata Dan Tae memperlihatkan cincin ditanganya. Dae Chul binggung karena Dan Tae bisa memiliki cincin itu.
Apa kau masih akan berpura-pura tidak tahu? Sekarang Akui saja.” Perintah Dan Tae
Dae Chul tetap merasa kalau Dan Tae itu  hanya bicara omong kosong menurutnya cincin itu tak bisa menjadi bukti, lau bertanya bagaimana Dan tae bisa tahu kalau cincinitu miliknya dan tidak memiliki bukti,  lebih baik jangan menghalanginya dan menyuruhnya pergi. Dan Tae menegaskan kalau ia sebagai buktinya. Dae Chul binggung. 
Dan Tae memberitahu kalau ia adalah Suk Joon Pyo. Dan Chul seperti tak percaya didepanya itu Joon Pyo. Dan Tae dengan mata melotot memberitahu kalau ia adalah Suk Joon Pyo yang diculik oleh Dae Chul 20 tahun yang lalu.
Aku mendapatkan kembali semua ingatanku dari hari saat kau menculikku. Kau memberiku cincin ini, ditukar dengan kalung pencegahan anak hilang milikku. Kalung yang terdapat nomor teleponku. Kau menghubungi rumahku dan meminta uang. Aku mengambil cincin ini lalu bermain dengannya, mengatakan bahwa itu bisa menembakan laser. Kalau aku bukan Joon Pyo, aku tidak mungkin tahu semua ini secara rinci. Aku Seok Joon Pyo dan ingat padamu. Jadi Bukti apa lagi yang kau butuhkan?” teriak Dan Tae marah
Dae Chul menyuruh pergi dengan menodongkan pisau, memperingatkan sebelum membunuhnya lebih baik Dan Tae pergi. Dan Tae bisa dengan cepat menjatuhkan pisau dan memberikan pukulanya, Dae Chul pun memilih untuk kabur keluar dari rumah. Saat itu juga didepan rumah sudah ada polisi dan langsung menangkap Da Chul.
Nyonya Nam dan Joon Soo sudah ada didepan menunggu, Dae Chul yang melihat keponakanya mengumpat berani membohonginya. Nyonya Nam langsung memberikan tamparan dan mengumpat kalau Dae Chul lebih buruk dari binantang, lalu jatuh lemas. Joon Soo langsung menahan agar neneknya tak jatuh.
Yum Dae Chul... Kau ditangkap karena percobaan pembunuhan terhadap Ahn Soo Yong dan penculikan Suk Joon Pyo. Kau memiliki hak untuk tetap diam. Apa pun yang kau katakan bisa dan akan digunakan untuk melawanmu di pengadilan. Kau memiliki hak untuk berbicara kepada seorang pengacara.” Ucap Polisi lalu memborgol tangan Dae Chul dan dibawa ke mobil polisi. Dae Chul terus berteriak tak melakukan apapun dan meminta agar dilepaskan 

Dan Tae keluar dari rumah menanyakan keadaan neneknya lebih dulu, Nenek Nam mengataakan baik-baik saja dan bertanya apakah cucunya terluka. Dan Tae mengatakan baik-baik saja. Tiga buah mobil polisi pun membawa Dae Chu.
Nenek Nam merasa kalau ini sudah berakhir untuk cucunya, Dan Tae setuju semua sudah berakhir sekarang lalu mengajaknya pergi, dengan menuntun sang nenek masuk mobil. Joon Soo terdiam seperti baru saja mengalami shock. Dan Tae pun mendekati Joon Soo mengajak untuk bicara lagi dirumah. Joon Soo hanya diam saja, Dan Tae pun masuk mobil bersama neneknya.
Flash Back
Semua polisi bersama nenek Nam dan Joon Soo sudah menunggu diluar saat Dan Tae masuk bertemu dengan Dae Chul. Joon Soo kaget mendengar kalau ternyata Dan Tae memang benar Joon Pyo yang selama ini diculik 20 tahun yang lalu.
Joon Soo benar-benar terlihat masih tak percaya ternyata selama ini Dan Tae adalah Joon Pyo seperti dugaan sebelumnya. 

Dirumah
Joon Soo melihat ayah dan ibunya sudah berlutut, Nyonya Yum dengan terbata-bata meminta maaf pada ibu mertuanya. Tuan Suk juga meminta maaf pada ibu tirinya dan mengaku sangat menyesal. Nyonya Nam, Joon Soo dan Dan Tae melihat dua orang yang berlutut meminta maaf.
Ibu.... Dae Hwang tidak tahu apa-apa. Aku melakukan semuanya sendiri. Maafkan aku, Ibu.” Ucap Nyonya Nam membela suaminya. Joon Soo akhirnya ikut berlutu bersama ayah dan ibunya.
Kalau kau adalah orang yang membuat Joon Pyo menghilang, kenapa kau bisa mengatakan bahwa kau tidak tahu apa-apa, saat kau tahu seberapa keras aku mencari dia selama bertahun-tahun? Bagaimana kau bisa memintaku untuk berhenti mencari dia? Bagaimana mungkin seseorang bisa melakukan itu? Bagaimana kau bahkan sanggup untuk makan di depanku?” ucap Nyonya Nam tak habis pikir
Nyonya Yum benar-benar  sangat menyesal dan akan menerima hukumannya. Nyonya Nam bertanya Selama 26 tahun terakhir, apakah Nyonya Nyum pernah berpikir tentang Joon Pyo yang harus tinggal jauh dari keluarganya. Dan Tae terdiam melihat Nyonya Yum terus tertunduk dan menangis.
Nyonya Nam memberitahu kalau Joon Pyo sudah ada didepan mereka dan ada disampingnya. Nyonya Yum dan semuanya melotot kaget. Joon Soo hanya bisa menangis. Nyonya Nam bertanya bagaimana mereka akan membayar kepada cucunya untuk apa yang sudah Nyonya yum lakukan


Dan Tae menemui Joon Soo di kamarnya meminta maaf  karena tidak bisa mengatakan sebelumnya. Lalu menceritakan Saat menghilang selama sekitar satu bulan, maka saat itu lah tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Namun setelah itu  berpikir harus menemukan tersangkanya jadi tak bisa tidak bisa memberitahu siapa pun dan meminta maaf pada Joon Soo.
Aku yang seharusnya minta maaf. Aku tidak akan memintamu... untuk memaafkan ibuku.” Ucap Joon Soo
Kupikir bukan aku yang berhak memutuskan itu.Kalau dia benar-benar menyesali apa yang dilakukan, aku yakin dia akan diampuni.” Ucap Dan Tae 

Keluarga kami... akan hidup tenang dengan menyesali apa yang sudah kami lakukan.” Kata Joon Soo
Tidak.... Aku lebih suka kau tidak melakukannya. Aku ingin... kita bergaul seperti dulu. Apa Kau bisa melakukannya untukku?” pinta Dan Tae
Joon Soo mengeleng merasa sangat bersalah untuk melakukan itu. Dan Tae pikir mereka harus mencobanya. Joon Soo menatap saudaranya, Dan Tae memegang tangan Joon Soo untuk memohon.

Tuan Ahn masih terbaring diruang ICU, Ji Won mengajak bicara Tuan Ahn dengan menceritakan Dan Tae akhirnya menemukan keluarganya dan mengingatkan kakak iparnya itu selalu ingin membantu Dan Tae menemukan keluarganya jadi memohon agar Tuan Ahn cepat bangun.
Bangun... dan katakan kepada Dan Tae bahwa dia melakukannya dengan baik meskipun dia berjuang seorang diri. Ayo kita pergi menemui neneknya dan mendiang orang tuanya untuk meminta pengampunan.” Ucap Ji Won. 

Dan Tae duduk di rumah neneknya mencoba menelp  Gong Shim, tapi ponselnya tak aktif lalu teringat kalau ponselnya itu rusak dan terjatuh saat menyelamatkan dari truk. Nenek Nam datang menemui cucunya dan sempat jatuh, Dan Tae menuntun neneknya agar bisa duduk sambil menanyakan keadaanya.
Sejak kau ada di sini bersamaku, Aku... sekarang merasa lebih baik.” Ungkap Nenek Nam
Nenek, kau harus menjaga dirimu. Dengan begitu, Kau dan aku bisa bepergian.” Kata Dan Tae, Nenek Nam pun menurut akan melakukanya.
Kau harus mengemasi barang-barangmu dari atap, dan kembali ke rumah. Apa kau tahu sudah berapa lama aku menunggu untuk hidup bersamamu?” kata Nenek Nam sudah tak sabar, Dan Tae setuju akan segera pindah. Nenek Nam memegang tangan cucunya dengan senyuman bahagia. 

Di area rumah Gong Shim sudah banyak orang yang berkumpul, berita di TV terlihat dan keluarga Gong sedang menonton kecuali Gong Shim.
Ketua Nam Soon Cheon dari perusahaan distribusi nomor satu, Grup Star, telah menemukan cucunya yang hilang setelah 26 tahun.” Ucap Penyiar dan memanggil reporter yang sedang ada di TKP
Reporter Heo Eun Joo... Apartemen atap di belakangku adalah tempat di mana cucu dari pemilik Grup yang lama hilang, Seok Joon Pyo. hidup dengan biaya sewa 250 dolar per-bulan. Grup Star adalah perusahaan distribusi nomor satu...

Semua mulai melonggo karena melihat gambar rumah mereka yang ada diTV. Ibu Gong Shim yakin kalau itu memang rumah mereka. Dilayar memperlihatkan foto Dan Tae, Tuan Gong Shock ternyata Dan Tae itu cucu dari seorang Chaebol. Gong Shim keluar kamar terlihat baru bangun bertanya pada keluarganya yang melonggo. Ibunya hanya menunjuk ke arah TV. Goo Shim melotot kaget karena identitas Dan Tae terkuak di media.
Ibu Gong Shim yakin itu pasti Dan Tae tak percaya kalau sampai bisa seperti ini, kalau tetangga mereka itu adalah cucu dari Grup Star. Gong Mi berdiri menepuk lengan adiknya, bertanya apakah sudah tahu tentang hal ini.
Apa orang yang tinggal di atap benar-benar cucu dari Grup Star?” ucap Gong Mi benar-benar shock
Aku akan pergi ke atap sekarang.” Ucap Gong Mi berlari keluar rumah 


Baru saja membuka pintu sudah banyak wartawan yang merubungi karena melihat ada orang yang keluar rumah. Gong Shim langsung disodorkan mic dengan pertanyaan bertubi-tubi dari wartawan.
Bisa kau ceritakan tentang Suk Joon Pyo... Maksudku, beritahu kami tentang Ahn Dan Tae yang tinggal di atapmu.
Apa kau sering berbicara dengannya? Apa kau dekat dengan dia?
Seperti apa dia saat dia tinggal di sini? Tolong katakan sesuatu ?”
Gong Shim kebinggungan akhirnya memilih untuk masuk ke dalam rumah saja. Sementara Goo Nam di depan minimarket dengan senang hati menerima pertanyaan wartawan menceritakan sangat dekat dengan Dan Tae tapi tidak tahu kalau dia adalah pewaris Grup Star.
Dia orang yang  baik hati dan mudah bergaul. Bagaimanapunjua , aku merasa bahwa ada sedikit sesuatu tentang dia.” Komentar Goo Nam melihat sisi Dan Tae 

Dan Tae sedang berbicara dengan neneknya, menurutnya mereka tidak bisa menuntut Dae Chul dengan penculikan. Dengan kasus Penculikan... bisa memberinya hukuman hingga 10 tahun penjara, tapi undang-undang membatasinya hanya 10 tahun. Selain itu mereka juga tidak bisa menuntut ibu dari Joon Soo.
Hukum macam apa itu? Bagaimana hukum bisa menjadi sangat tidak berguna?” keluh Nenek Nam kesal
Itu sebabnya aku mencoba untuk menyelesaikan semuanya sendiri. Semua tindakan ada resikonya. Aku berharap mereka akan menjalani sisa hidup mereka dengan bertobat.Terkait percobaan pembunuhan kepada ayahku, Aku akan memastikan dia mendapatkan hukuman setelah penyelidikan secara menyeluruh.” Jelas Dan Tae
Kau harus memastikannya. Jangan biarkan dia lolos begitu saja.” Ucap Nenek Nam
Pelayan datang,memberitahu mereka sudah siap untuk pergi. Dan Tae mengatakan akan mengantar mereka keluar. Nenek Nam pikir tak perlu lebih baik cucunya tetap ada dikamar, Dan Tae merasa tak enak hati. Tapi neneknya tetap meminta agar cucunya tetap diam dikamar.
Tuan Suk dan keluarganya hanya bisa berdiri didepan kamar lalu memberitahu kalau pamit akan pergi dari rumah. Nyonya Yum terlihat masih menangis, Joon Soo dan keluarganya pun membungkuk pamit. Ibu Tuan Suk terlihat tak bisa menatap ke arah pintu seperti merasa sangat malu dengan tingkah menantunya. Lalu mereka pergi hanya membawa dua buah koper saja. 


Bandara keberangkatan international.
Ibu Tuan Suk mengajak mereka segera pergi sekarang, Tuan Suk mengajak istrinya untuk segera pergi. Nyonya Yum menatap anaknya seperti tak bisa meninggalkan Joon Soo sendirian. Joon Soo memegang tangan ibunya berharap supaya tetap menjaga dirinya. Nyonya Yum juga berpesan yang sama pada anaknya.
Astaga. Aku berharap Joon Soo akan bersama kita.” Ucap Ibu Tuan Suk
Dia memiliki pekerjaan di sini. Joon Soo, kami akan menghubungimu setelah kami mendarat di Sydney. Lakukan yang terbaik di tempat kerjamu.” Kata Tuan Suk, Joon Soo mengerti dan berpesan agar berhati-hati lalu mengantar keluarganya sampai ke pintu. 

Gong Mi gelisah dalam kamarnya mencoba menelp Joon Soo tapi ponselnya tak aktif, ia berharap Joon Soo itu akan baik-baik saja.  Berita dari laporan reporter TV didepan rumah Dan Tae. Dan Tae menonton berita dari rumah melihat kalau identitasnya terkuak dan mengerubungi rumah tempat tinggalnya dulu.
Sangat jarang untuk melihat pewaris kaya... tinggal di sebuah apartemen atap. Pengguna online berkomentar bahwa dia pasti sudah melalui banyak masalah. Karena ketertarikan yang sangat besar, banyak media yang mengintai di depan Apartemen atap Seok juga kediaman Ketua Nam sambil bersaing untuk pemberitaan.
Gambar saat Tuan Suk dan keluarga keluar dari rumah ditampila di TV.  Dan Tae yakin Gong Shim pasti sangat khawatir sekarang. Gong Shim masuk kamar terlihat kebinggungan berharap pacarnya itu akan baik-baik saja sekarang sambil mengeluh kalau saja Dan Tae ada diatap maka bisa bertanya langsung. 

Seorang pengantar makanan datang dengan helm tertutup melihat banyak wartawan yang masih menunggu didepan rumah, dengan box makanan berjalan masuk ke rumah Gong Shim lalu mengetuk pintunya. Tuan Gong dan istrinya sedang menonton TV mendengar suara ketukan pintu mengatakan ada pesanan makanan datang.
Tuan Gong berteriak kalau tak memesan makanan, kurir itu tetap bersikeras kalau Tuan Gong memesan makanan. Akhirnya Tuan Gong membuka pintu dan kurir itu segera masuk. Ibu Gong Shim panik mengatakan tak memesan apapun sambil mendorong kepala si kurir.
Dan Tae membuka helmnya, Tuan Gong kaget melihat Dan Tae sudah ada didepanya.  Dan Tae memberitahu kalau banyak wartawan jadi sengaja menyamar. Ibu Gong Shim memanggil anaknya, Tuan Gong mengatakan sudah menonton berita tentang Dan Tae dan aka banyak wartawan didepan rumah. Dan Tae meminta maaf karena sudah merepotkanya.
Gong Shim keluar kamar melonggo melihat Dan Tae yang datang. Ibunya memberitahu namanya sudah ganti jadi Joon Pyo, bahkan dengan sopan memanggil Tuan Suk. Dan Tae seperti tak terbiasa menerima panggilan seperti itu. 

Gong Shim mengajak Dan Tae masuk kamar, Dan Tae langsung memeluk Gong Shim  dengan sangat erat. Gong Shim menanyakan keadaan Dan Tae sekarang karena sangat mengkhawatirkanya. Dan Tae menatap Gong Shim bertanya apakah tak merindukanya karena ia sangat merindukan pacarnya itu. Gong Shim mengaku sangat sangat merindukanya.
Pasti sulit dengan semua perhatian dari media. Aku juga tidak tahu semuanya akan menjadi seperti ini.” kata Dan Tae
Apa kita harus bertemu secara rahasia mulai sekarang? Sangat berat rasanya kalau tidak bisa menghubungimu.” Ungkap Gong Shim
Sangat berat kalau tidak bisa mendengar suaramu.” Kata Dan Tae lalu memberikan sebuah hadiah ponsel baru.
Gong Shim melonggo kaget, Dan Tae berpesan agar tak menghilangkanya, karena ingin mendengarkan suara Gong Shim di telp kalau menginginkanya. Gong Shim berterima kasih karena diberi warna kesukaannya yang berwarna Pink. Dan Tae memberitahu tidak bisa datang ke tempatnya  untuk sementara waktu. Gong Shim terlihat sedih.
Dan Tae memberitahu Nenek sendirian di rumah, Gong Shim pun bis mengerti karena Nenek Nam tidak seharusnya sendirian. Dan Tae pikir  Setelah semua ini berakhir, merka harus pergi menemui nenek bersama-sama. Gong Shim setuju dan mengatakan ada sesuatu yang ingin dikatakanya. Dan Tae bertanya apa itu.
Gong Shim meminta Dan Tae untuk menutup matanya lebih dulu. Dan Tae tersenyum malu-malu. Gong Shim merengek agar Dan Tae cepat menutup matanya, lalu mulutnya siap untuk menerima ciuman. Tapi Gong Shim membuka wig dan memperlihatkan rambut aslinya setelah itu meminta agar Dan Tae membuka matanya.
Dan Tae terlihat kecewa bertanya apa sebenarnya yang ingin dikatakanya. Gong Shim meminta agar Dan Tae melihat bagian kepalanya, Dan Tae menjerit tak percaya rambut Gong Shim sudah tumbuh lagi. Gong Shim pun akan  bisa segera menyingkirkan rambut palsunya. Dan Tae pikir Pasti sangat berat untuk memakainya saat panas lalu mengucapkan Selamat.

Gong Shim membalasnya dengan ucapan terimakasih, lalu teringat  Dan Tae menyamar sebagai pria pengiriman jadi seharusnya segera pergi karena nanti wartawan akan curiga. Dan Tae akan pergi tapi kembali memeluk Gong Shim seperti tak ingin pergi. Gong Shim menyuruh Dan Tae untuk segera pergi. Dan Tae akan pergi, kembali lagi mengecup bibir pacarnya. Gong Shim sempat kaget, lalu menyuruh Dan Tae cepat pergi saja. Dan Tae kembali lagi ingin menciumnya, Gong Shim mendorong agar cepat pergi

Dae Chul sudah mendekam di penjara, melihat berita wajah Dan Tae dan Gong Shim ada dikoran dengan judul (Pewaris Grup Star, Seok Joon Pyo dan istrinya)
Ahn Dan Tae.... Apa kau pikir aku hanya akan duduk di sini dan tidak melakukan apapun? Aku tidak akan menyentuhmu. Kau akan bisa merasakan seperti apa rasa sakit yang sebenarnya.” Ucap Dae Chul penuh dendam 

Gong Shim keluar rumah melihat sudah tak banyak wartawan tapi ada banyak orang yang pergi ke atap rumah dan turun dengan membawa kardus besar, lalu berpikir orang-orang sudah membawa barang-barang Dan Tae. Akhirnya ia ke atap melihat semua barang Dan Tae sudah berada diluar dan dikemas dengan rapih.
Dan Tae menelp bertanya apakah mereka mengambil barang-barang dari tempatnya. Gong Shim membenarkan dan  sedang dalam perjalanan untuk bekerja, lalu melihat para pekerja memindahkan kotak. Dan Tae pikir seharusnya memberitahu Gong Shim terlebih dulu  tapi baru saja mendengar dari neneknya bahwa sudah mengirim mereka. Gong Shim bisa mengerti, Dan Tae meminta maaf tidak bisa memberitahunya terlebih dahulu.
Gong Shim pikir tak masalah lalu pamit untuk segera pergi berkerja. Dan Tae pun berjanji akan menelpnya nanti. Gong Shim terlihat sedih lalu tiba-tiba seorang pekerja menyenggol pot dan membuatnya pecah berantakan, tanpa rasa bersalah hanya meminta maaf dan kembali membawa barang. Gong Shim sedih melihat pot yang jatuh adalah bunga matahari pemberian dari Dan Tae. 

Tuan Gong menjerit melihat ponsel kalau ada foto anaknya, istrinya kaget dan binggung karena bagaimana bisa wartawan mengetahuinya dan ingin tahu apa yang dituliskan wartawan, Wajahnya terlihat bangga melihat foto anaknya muncul di koran.
Dae Chul mengatakan sudah melihat berita di koran hari ini lalu menunjuk ke arah foto Gong Shim, dan ingin tahu apa yang akan diberitakan selanjutnya. Si anak buah mengangguk mengerti dengan perintah Dae Chul

Nyonya Nam mengadakan rapat dengan Dan Tae duduk disampingnya, mengatakan ingin meminta maaf Sebelum memulai pertemuan karena sudah menyebabkan keributan karena urusan keluarganya.
Aku yakin kalian semua sudah tahu. Ini adalah cucuku, Suk Joon Pyo.” Ucap Nyonya Nam, Dan Tae memberikan hormat pada semua dewan direksi
Aku percaya bahwa sebagian dari kalian khawatir bahwa aku akan memberinya posisi yang tinggi hanya karena dia cucuku, tapi itu tidak akan terjadi. Pertama, dia akan dikirim ke Amerika Serikat untuk mempelajari manajemen bisnis.” Ucap Nenek Nam, Dan Tae duduk disamping neneknya terlihat kaget. 

Dan Tae pergi kembali ke ruangan neneknya lalu bertanya kenapa tiba-tiba Amerika Serikat. Nenek Nam balik bertanya apakah cucunya itu  berencana untuk melepaskan perusahaan yang dengan susah payah dibangun oleh ayah dan kakeknya. Dan Tae pikir semuanya terlalu tiba-tiba.
Nenek Nam mengatakan Dan Tae bisa pergi dengan Gong Shim, sementara ia mempelajari manajemen bisnis dan Gong Shim mempelajari seni. Dan Tae mengerti akan membicarakannya dengan Shim. Nenek Nam bisa tersenyum mendengarnya. 

Dan Tae pergi ke sebuah toko perhiasan,  melihat beberapa jenis cincin. Salah satu pegawai melihat cincin di layar komputernya  menjelaskan Cincin ini memiliki berlian berbentuk hati terpasang di platinum. Dan Tae pun memilih cincin yang ada ditanganya. Lalu menelp restoran untuk mengkonfirmasi reservasi atas nama Ahn Dan Tae, Malam ini jam 7 untuk dua orang lalu bertanya Apakah mejanya di dekat jendela.
Setelah itu mengirimkan pesan pada Gong Shim  Aku akan menjemputmu di depan kantor malam ini... Mari kita bertemu.” Pesan dari Gong Shim pun masuk setuju dengan ajakannya. Dan Tae tersenyum puas membacanya.
Joon Soo keluar dari kantor sambil menelp menanyakan keadaan ibunya pada sang ayah, karena mengetahui masih musim dingin di Sydney dan memohon agar bisa menjaga ibunya. 

Gong Shim berjalan dengan managernya lalu pamit saat sudah ada didepan kantor, Managernya pikir Gong Shim tak akan pergi. Gong Shim mengatakan akan bertemu dengan seseorang, managernya pun pamit pergi lebih dulu.
Anak buah Dae Chul melihat Gong Shim dari dalam mobil seperti mencari seseorang dengan memegang ponselnya. Dan Tae melihat kembali cincin yang ada di dalam kotak dengan senyumanya. Gong Shim terlihat tak sabar untuk bertemu dengan Dan Tae kembali. Mobil anak buah Dae Chul melaju dengan kencang, Gong Shim menatap mobil yang berjalan ke arahnya dan matanya terlihat panik. 
bersambung ke episode 20 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. iihhhj si Dae Chul ini gak ada kapok2nya, dan yg jd pesuruh jg kok mau2nya disuruh ma orang dipenjara, yaaahh namanya jg drama, tinggal 1 episode lg finish,,,,

    BalasHapus