Rabu, 27 Juli 2016

Sinopsis Doctors Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS


Seo Woo menemui ayahnya diruanganya. Dokter Jin penasaran alasan anaknya itu melaporkan Hye Jung, berpikir itu seperti ambisi atau  tidak suka fellow itu. Seo Woo menjawab kalau  Itu peraturan rumah sakit untuk Tidak menerima hadiah dari pasien. Dokter Jin menyimpulkan kalau itu masalah ambisi.
Aku paling tidak suka buang-buang waktu untuk hal tidak penting.” Komentar Dokter Jin dengan menunjuk wajah anaknya.
Kenapa tidak penting ? Agar sebuah organisasi berjalan lancar maka ...” kata Seo Woo membela diri tapi ayahnya langsung merobek surat rapat di depan anaknya.
Sudah kubilang tetap diam dan kumpulkan kekuatanmu.  Aku menyuruhmu bersahabat dengan banyak orang.  Kalau orang sampai tahu kau pelakunya,  apa mereka masih suka padamu? Aku suka pada fellow yang menerima hadiah ini.  Dia akan jadi orang besar, Lain kali bawa dia kemari.” Tegas Dokter Jin merasa bangga,
Seo Woo hanya diam saja karena ternyata ayahnya malah membela Hye Jung bukan dia sebagai anaknya. Dokter Jin mengaku kalau ia sangat suka dengan Hye Jung jadi Seo Woo harus berteman denganya bahkan harus belajar darinya. 

Tuan Jo memegang tangan istrinya dengan penuh rasa sedih, terlihat dibagian jari mereka mengunakan cincin nikah yang berbeda, Tuan Jo berwarna putih sementara Nyonya Cho berwarna coklat. Ji Hong datang untuk memeriksanya, dimulai dari mata tapi tak ada reaksi.
Dia kehilangan banyak darah jadi Lakukan CT Scan lagi dalam 12 jam ke depan lalu Lakukan ABGA saat diintubasi. [analisis gas darah arteri]. Periksa pembalutnya dan drain [selang saluran]” ucap Ji Hong, Hye Jung mengerti.
“Tapi dokter.... Kenapa dia masih belum sadar ?” tanya Tuan Jo
Karena masih ada pengaruh anestesi. Ini belum lama, jadi tunggulah sedikit lebih lama.” Jelas Ji Hong, Tuan Jo pun mengerti

In Joo datang menyapa keduanya, terlihat Hye Jung kurang nyaman dengan kedatangan seniornya. In Joo bertanya lebih dulu pada pria di depanya, apakah ia walinya. Tuan Jo mengaku sebagai suaminya, In Joo menjelaskan Hatinya rusak parah,   arteri hepatiknya pecah. Tapi sudah diatasi, jadi tak perlu dikhawatirkan.
Tuan Jo pun mengucapkan terimakasih. In Joo bertanya apakah pasien sudah sadar. Ji Hong menjawab belum, In Joo meminta agar Assistenya memperhatikan CT Scan karena Kemungkinan ada pendarahan susulan, dan harus melihatnya dengan baik-baik. Ji Hong memperingatakan Jangan lengah karena Nyonya Cho adalah pasien departemen mereka.
In Joo  membela kalau tak perlu menasehati Assistenya,  karena itu tugasnya. Ji Hong mengoda dengan menyenggolnya, Hye Jung terlihat gugup melihat cara Ji Hong terlihat sangat akrab dengan In Joo. 

In Joo keluar ruangan bersama lalu bertanya apakah Ji Hong sudah selesai berkerja. Ji Hong sibuk melihat ponselnya mengatakan sudah selesai berkerja. In Joo pun mengajak Hye Jung untuk ikut minum bersama nanti, Hye Jung terlihat kaget lalu menolak karena masih ada pekerjaan dan berjalan pergi dengan wajah cemberut.
“Apa Kalian bertengkar ?” tanya In Joo, Ji Hong diam menatap Hye Jung terkesan dingin padanya. In Joo pikir tak mungkin karena Ji Hong itu bukan tipe yang mudah bertengkar.
Aku tidak mau, tapi sepertinya kami memang bertengkar.” Kata Ji Hong
“Yah... baguslah....  Artinya kau cinta dia.  Dulu aku sering begitu padamu.  Tapi Kau selalu secara tidak sadar, menolak orang lain masuk terlalu dalam ke hidupmu.  Saat laki-laki dan perempuan jatuh cinta, kalau mereka tidak bisa masuk kedalam hidup satu sama lain, rasanya kesepian sekali.” Jelas In Joo
Yaa, kau mirip ahli folosofi.” Ejek Ji Hong, In Joo mengatakan kalau ia itu sudah pernah menikah dan bercerai jadi Lingkungan bagus untuk belajar filosofi lalu pamit pergi.
Oh ya ! Dulu aku, melakukan kesalahan pada Hyejung.  Mungkin Dulu aku masih terlalu muda untuk menjaganya.  Maafkan aku”akui In Joo lalu pergi, Ji Hong binggung 

Hye Jung melamun di dalam lift, lalu melihat ponselnya yang bergetar ternyata telp dari Dokter Kim. Beberapa saat kemudian Hye Jung sudah ada diruangan Dokter Kim. Dokter Kim memberitahu sudah bertemu dengan Dokter Jin membahas soal rapat komite disiplin.
Maafkan aku. Aku sudah membuatmu tidak nyaman karena sudah ceroboh.  Aku siap menerima hukumannya jadi kau tidak perlu khawatir. “ ucap Hye Jung
Dunia ini, memang tidak bisa diperkirakan.  Kepala Rumah Sakit bilang,  dia akan mengabaikan hal ini.  Lebih jelasnya lagi, sepertinya Ia cukup suka padamu.  Lupakan soal semua ini, dan teruslah bekerja.” Jelas Dokter Kim, Hye Jung tak percaya lalu mengucapkan terimakasih.
Kau harus berterima kasih pada Prof Hong Ji Hong, dia cemas sekali.  Biasanya dia hanya terlibat pada hal yang bisa Ia atasi secara langsung. Tapi kali ini, dia minta tolong padaku.” Cerita Dokter Kim. Hye Jung sempat kaget dan akhirnya mengatakan kalau mengerti. 

Ji Hong sedang menyiram bunga pemberian dari Hye Jung di dalam ruanganya. Hye Jung mengetuk pintu lalu masuk ke dalam. Suasana terasa sangat tegang dengan keduanya saling menatap. Ji Hong sempat melirik menghindari tatapan Hye Jung. Akhirnya Hye Jung yang memulai bicara kalau baru saja bertemu dengan Dokter Kim.
Katanya kau minta tolong padanya ?” ucap Hye Jung
Aku dengar dari In Joo soal perkataannya padamu dulu.  Kenapa tidak cerita padaku ?” kata Ji Hong
Jangan mengalihkan pembicaraan.  Mengenai masalahku dengan In Joo, akan kuselesaikan dengan dia.  Tidak perlu kujelaskan padamu.” Tegas Hye Jung
Hyejung, aku sering kaget melihat sikapmu yang seperti ini, aku tidak terbiasa.” Akui Ji Hong
Kita lakukan secara formal.  Aku ingin bertemu secara formal pada lelaki di dalam dirimu. Apa kau mau tahu kenapa aku ingin melakukan "PR-ku" sendiri ? Aku tidak ingin kau terkena masalah karena diriku.  Aku berusaha menahanmu masuk ke bagian buruk dalam hidupku.” Jelas Hye Jung, Ji Hong menatapnya dalam-dalam.
“Kau sudah memberikan segalanya padaku dan akan selalu mencari segalanya yang aku butuhkan.  Kalau aku selalu menerima,  maka aku tidak akan bisa hidup tanpamu.  Karena kau memberikan segalanya dalam hidupku.  Kau memberikan segalanya padaku ... Tapi kau tidak mengijinkan aku masuk ke dalam kehidupanmu.” Ucap Hye Jung, Ji Hong terlihat sangat serius mendengarnya.
Aku juga ingin memberikan segalanya  pada lelaki yang aku cinta.  Aku ingin menjadi bagian besar dalam hidup lelaki-ku dan memberikan kontribusi besar dalam hidupnya.  Tapi, kau ... melakukan semuanya sendirian.  Kau tidak butuh siapapun dalam hidupmu.  Bagaimana kalau kau berhenti mencintaiku ? Apa yang akan terjadi ?” kata Hye Jung menahan rasa sedihnya.
Ji Hong mengelengkan kepala kalau itu Tidak akan terjadi. Hye Jung meminta agar Jangan pernah bilang tidak akan pada hal apapun, lalu memberitahu yang paling ditakutkanya, yaitu ditinggalkan. Ji Hong bertanya apa yang harus dilakukanya. Hye Jung menjawab kau harus berubah lalu keluar ruangan. 


Yoon Do mengayuh sepeda statis di rumahnya, tatapan kosong mengingat perkataan Hye Jung saat ada dikantin Aku tidak percaya dengan percintaan laki-laki dan perempuan.  Tapi kalau memang harus jatuh cinta ...orang itu adalah, dokter Hong Ji Hong.Ia melampiaskan rasa amarahnya dengan mengayuh sepedanya lebih kencang lagi.
Setelah selesai berolahraga, Yoon Do mencuci tangan dan menatap ke arah cermin sambil mengumpat pada dirinya sendiri seperti pecundang lalu mencuci wajahnya. Yoon Do sudah berganti pakaian, selesai mandi, duduk diruang tengah sambil minum bir.
Ia mengambil bola tenis dan memantulkan di dinding, di awal masih menangkapnya tapi setelah itu membiarkan bola itu bergelinding di lantai rumahnya. Yoon Do terlihat frustasi mengambil ponselnya lalu melihat nama Hye Jung tapi terlihat ragu. 

Hye Jung sedang duduk di meja belajar dengan menonton video operasi, Yoon Do malam-malam menelpnya wajahnya terlihat serius, langsung membahas kalau dirinya itu memang pencundang yang selalu berubah-rubah pikiran. Hye Jung mengatakan sudah tahu dengan hal itu.
“Kau bilang kalau harus jatuh cinta pada lelaki ... orang itu adalah dokter Hong Ji Hong, Artinya kau belum mencintai siapapun. “ ucap  Yoon Do, Hye Jung binggung.
Aku akan jalani hidupku apapun yang akan terjadi.  Walaupun Jalan yang berantakan.  Selamat tidur.” Kata Yoon Do, Hye Jung melotot kaget setelah Yoon Do menutup telpnya. 

Hye Jung lalu terdiam melihat boneka pemberian dari Ji Hong yang tertata rapi di rak kamarnya, lalu melihat sebuah boneka yang ada diatas tempat tidurnya pemberian dari Ji Hong juga lalu mengambil dan menatapnya.
Ji Hong didalam rumah mendengarnya CD kesukaanya, wajahnya terlihat bimbang duduk di ruang tengah sambil minum bir lalu mengingat percakapanya dengan Hye Jung di ruanganya. Ia bertanya apa yang harus dilakukanya. Hye Jung memintanya agar berubah.
Yoon Do dikamarnya pun terlihat gelisah karena sebelumnya menyerah pada Hye Jung tapi sekarang ingin menempuh jalan yang berantakan demi mendapatakn cintanya.
Hye Jung dikamarnya memeluk bonek pemberian dari Ji Hong, lalu terlihat kesal sambil menjewer kupingnya. Ji Hong masih duduk diam diruang TV meminum birnya, seperti sedang memikirkan dan mengintip keluar jendela. 


Pagi Hari di Rumah sakit
Hye Jung tak sengaja berpapasan dengan Ji Hong sebelum menuruni tangga, keduanya masih canggung. Ji Hong pun menyapa Hye Jung hanya dengan ucapan “oh” lalu mengajak untuk pergi. Hye Jung pun mengikutinya sebagai juniornya.
Yoon Do baru keluar dengan Dokter Kang melihat Hye Jung  lewat didepanya, lalu langsung bertanya kapan makan siang bersama. Ji Hong melirik sinis, seperti rasa cemburunya kembali datang. Hye Jung mengatakan belum tahu lalu sempat melirik ke arah Ji Hong. Namun Ji Hong berpura-pura tak peduli memilih jalan meninggalkanya, Hye Jung pun mengikutinya. Yoon Do terdiam karena seperti tak bisa membuat hati Hye Jung berubah. 

Ji Hong dan Hye Jung pergi menemui pasien Nyonya Cho seperti sudah sadar, Suaminya terlihat sedikit panik. Ji Hong bertanya apakah Nyonya Cho bisa mendengar suaranya, Nyonya Cho bisa melirikan matanya. Hye Jung meminta agar mengedipkan matanya kalau bisa mendengarnya. Nyonya Cho menjawab dengan kedipan mata sekali.
“Sekarang, Tolong ikuti gerakan tanganku dengan matamu” ucap Ji Hong mengerakan tangan dan melihat mata Nyonya Cho mengikuti arah matanya.
Kau sekarang sudah bisa memahami segalanya dan bisa mengerakan matamu, lalu sekarang  coba buka mulutnya” ucap Ji Hong, semua memperhatikan mulut Nyonya Cho yang masih mengunakan masker oksigen.
Ji Hong seperti tak bisa melihat pergerakan mulut lalu meminta agar mengerakan jarinya. Nyonya Cho tak memberikan gerakan apapun. Dokter Pi yang ada disana catat semuanya dalam tabel. Ji Hong memegang tangan pasien bertanya apakah bisa merasakan kalau tanganya itu disentuh. Nyonya Cho menjawab dengan kedipan matanya. Ji Hong mengucapkan terimakasih pada pasienya dan menyuruh Hye Jung melakukan tes MRI. 

Ketiganya pun melihat hasil tes MRI, Ji Hong bertanya  Apa yang dilihat dari tes itu. Hye Jung menjawab ada kerusakan di batang otak. Ji Hong pun meminta pendapatnya dengan menunjuk ke sisi bagian kanan gambar. Hye Jung dan Dokter Pi melihat lebih dalam dan memikirkanya.
“Ini Locked-in syndrome” ucap Ji Hong [kondisi medis, biasanya dihasilkan dari stroke yang merusak bagian dari batang otak, di mana tubuh dan sebagian besar otot-otot wajah yang lumpuh tapi kesadaran tetap dan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan mata tertentu masih ada]
Locked-in syndrome, artinya ...Dia menjadi tahanan di dalam tubuh, sadar sepenuhnya tapi tidak bisa bergerak.” Ucap Hye Jung, Ji Hong membenarkan pasien seperti terpenjara dalam tubuhnya.
Baru kali ini aku dengar ada pasien begini.” Komentar Dokter Pi tak menyangka.  
Perlu waktu untuk memastikannya,  untuk sementara itu diagnosisnya.” Kata Ji Hong
Hye Jung terlihat khawatir bertanya apakah pasien bisa lebih baik,  Ji Hong mengatakan Kemungkinannya kecil tapi Tentunya ada beberapa kasus keajaiban medis jadi lebih baik mereka terus pantau kondisinya dan jelaskan lebih jauh ke wali pasien. Hye Jung dan Dokter Pi mengerti. 

Ji Hong mendorong ayahnya dengan kursi roda ditaman, Tuan Hong mengeluh anaknya itu  terllalu sering datang,  menurutnya itu tak baik. Ji Hong bertanya kenapa tak boleh melakukanya. Tuan Hong mengatakan Seolah akan mati, makanya Ji Hong selalu baik.
Ayah tidak boleh berkata seperti itu, kau ini  Tidak mengerti sikap baik orang. Mulai sekarang ayah tidak akan melihatku lagi.  Aku hanya akan datang kalau ayah memohon.” Kata Ji Hong mengodanya.
“Apapun yang kau mau lakukan, Aku tak masalah.” Balas Tuan Hong, Ji Hong tersenyum berdiri disamping ayahnya. 

Dokter Pi keluar dari lift bersama Hye Jung merasa tak enak hati pada suaminya karena tak pergi kemana-mana selalu duduk disamping istrinya, Hye Jung pikir setidaknya Nyonya Cho itu masih selamat dari maut, menurutnya ketika pasien masih hidup maka masih ada harapan.
Kalau dia sungguh cinta padanya,  maka dia akan bertahan.” Ucap Hye Jung
Sepertinya dia cinta sekali.  Semua wanita di departemen kita bilang,  dia lelaki ideal.  Terlihat Cintanya murni.” Kata Dokter Pi ikut tersenyum bahagia.
Tuan Jo keluar dari ruangan berpapasan dengan Hye Jung dengan wajah panik bertanya apa sebenarnya yang terjadi pada istrinya karena  tidak bicara dan tidak bergerak. Hye Jung meminta agar tetap tenang dan mengajaknya bicara. Tuan Jo tak terima disuruh tenang.
Mana bisa aku tenang ? Dia hanya berbaring disana seperti mayat” teriak Tuan Jo, Dokter Pi dan Hye Jung sempat kaget mendengarnya. Tuan Jo akhirnya meminta maaf karena bicara berlebihan 

Tuan Jo masuk melihat tak ada siapapun didekatnya, mata liciknya pun terlihat mengatakan keadaan Nyonya Cho Tidak seburuk perkiraannya. Nyonya Cho melirik sinis. Tuan Jo memberitahu istrinya itu  masih bisa berpikir dan merasakan. Tapi tidak bisa bergerak dan memberitahu kalau Dokter mengatakan Nyonya Cho tidak bisa bergerak dan bicara.
Oh iya, kau suka sekali menari dan Sekarang tidak bisa lagi.  Tapi, aku tidak masalah.  Aku tidak suka lihat kau tertawa dan menari dengan lelaki lain.  benar, kan ?” ucap Tuan Jo penuh rasa amarah, Nyonya Cho memilih untuk memejamkan matanya.
Tuan Jo meminta istrinya untuk membuka matanya lalu mengatakan kalau sangat mencintainya. Nyonya Cho membuka mata terlihat matanya mendelik marah. Tuan Jo menatap dengan tatapan licik dengan senyumannya. 

Yoon Do baru memeriksa pasien memberitahu Dokter Kang  memerhatikan rasa sakit yang dirasakan pasien Kim Ji Han dan memberikan obat antibiotik. Di depan meja receptionist, Seo Woo sedang berdiri dengan Dokter Pi, Yoon Do seperti malas dan ingin pergi. Seo Woo langsung menyindir kalau Yoon Do itu berusaha menghindar. Yoon Do menyangkalnya.
Bulan depan kita akan memulai radiasi, katakan padanya soal itu.” Ucap Yoon Do pada Dokter Kang.
Tuan Jo berjalan melewati meja receptionist, Perawat Hyun dan temanya terlihat sangat terkesima dengan Suami Nyonya Cho. Dokter Pi melihat wajah perawat yang memerah bertanya siapa yang mereka lihat. Perawat Hyun menceritakan temanya itu kagum suami pasien sindrom locked-in. Menurutnya pria seperti hebat sekali, bersifat hangat dan tipe yang disukai semua wanita.
Aku tahu lelaki seperti itu,  yaitu lelaki yang hanya lihat satu wanita.” Komentar Seo Woo
Siapa ? Apa Dokter Jung Yoon Do ?” kata perawat Hyun penasaran
Dokter Jung adalah sampah.” Kata Seo Woo, semua melotot kaget mendengarnya Yoon Do mengeluh menurutnya untuk apa mendengar perkataan kasar dan berjalan pergi. Seo Woo hanya melirik lalu pergi.
Dokter Kang berkomentar kalau hanya dokter Jin Seo Woo yang bisa menangani Yoon Pisau. Perawat Hyun mengatakan kalau itu salah karena Seo Woo yang sudah ditolak oleh Yoon Do. Dokter Kang bertanya dimana yang baik dari Yoon Do, Perawat Hyun berkomentar Yoon Do itu tangkapan hebat. 

Seo Woo keluar dari rumah sakit seperti ingin menenangkan diri, Dokter Pi mengejarnya lalu berkomentar kalaus sekarang ada tempat kerja, tempat umum dan tidak suka kalau orang menggosipkannya. Seo Woo bertanya memangnya kenapa dan apakah orang –orang mengosipkanya kalau sudah ditolak  oleh Yoon Do. Dokter Pi membenarkan.
“Ini Memalukan sekali, Young Gook.  Kenapa aku tergantung sekali pada laki-laki ?” keluh Seo Woo
Karena kau seorang perempuan.” Ucap Dokte Pi, Seo Woo mengejek temanya itu bicara terlalu lantang dan mengaku dirinya itu lalu berjalan pergi.
“Kau harus mengubah selera lelakimu, Tidak ada lelaki seperti bayanganmu.” Ucap Dokter Pi berpesan pada temanya seperti menyimpan sebuah perasaan. 

Soon Hee mengantarkan pesanan ke meja pelanggan. In Joo datang dengan Ji Hong dan juga Dokter Jung sambil bertanya kenapa Ji Hong kemarin membatalkan pertemuan mereka. Ji Hong pikir In Joo itu bisa menikmati  minum dengan Pa Ran lalu memanggil Soon Hee. Soon Hee terlihat senang gurunya kembali datang ke cafenya.
Oh ! Halo.  Apa Kau tidak ingat aku? Aku mengingatmu” ucap Dokter Jung mulai mengoda wanita cantik. In Jo mengeluh temanya itu mulai lagi dan menariknya pergi.
Kita akan ketemu lagi, Kalau ketemu 3x kita pacaran.” Kata Dokter Jung, Soon Hee yang binggung menyetujuiny agar Dokter Jung senang.
Ji Hong bertanya apakah restoran lancar, Soon Hee mengaku lancer dan bertanya Kenapa tidak datang dengan Hye Jung. Ji Hong mengaku kalau Hye Jung sedang marah padanya. Soon Hee pikir bukan marah tapi Ji Hong yang membuat kesalahan. Ji Hong mengaku kalau dirinya itu salah dan lupa kalau keduanya itu bersahabat pasti saling membela. Soon He tersenyum, Ji Hong meminta agar memberikan makanan yang enak. 

Hye Jung datang menemui pasien Nyonya Cho lalu memegang tanganya, Nyonya Cho membuka mata karena bisa merasakan ada yang menyentuhnya. Hye Jung tahu Nyonya Cho itu  masih bisa berpikir dan bisa merasakan juga.
Tapi hanya anda yang bisa  membuka pintu yang tertutup.  Anda harus berpikir kalau anda ingin keluar.” Ucap Hye Jung, Nyonya Cho melirik sambi bergumam agar Hye Jung mau membantunya. Hye Jung hanya memegang dengan dua tanganya lalu pergi. Air mata Nyonya Cho mengalir. 

Papan nama terlihat nama  [Hong Doo Shik] Tuan Jin dengan mengunakan sarung tangan mencari-cari berkas diruangan temannya, sampai ke laci meja. Seorang perawat sedang memeriksa keadaan pasien dari laptop. Tuan Jin masuk ruangan meminta agar meninggalkan hanya dengan Tuan Hong saja. Tuan Hong bertanya kenapa masih ada dirumah sakit saat larut malam.
“Apa Kondisimu baik ?” tanya Tuan Jin dengan tatapan dingin, Tuan Hong mengaku tak ada masalah dan baik-baik saja.
Kenapa kau begini padaku ? Kau bilang apa soal berkas dana gelap? Katamu sudah semuanya.”ucap Tuan Jin marah, Tuan Hong malah balik bertanya lalu apa yang ingin dikatakan temanya.
“Kau bilang "Lalu kenapa?" Bukan hanya itu salinan yang kau punya ! Aku sudah cari ke kantormu dan menemukan semuanya ! Apa salah besar Myung Hoon ? Siapa yang membuat rumah sakit ini bertumbuh ?” teriak Tuan Jin tak terima
Rumah sakit bertumbuh dan hanya mengisi perutmu yang serakah. Apa gunanya itu buat rumah sakit ? Hanya kelihatan bagus dari luar. “ tegas Tuan Hong

Tuan Jin binggung melihat sikap temanya itu, Tuan Hong merasa seharusnya yang mengatakan hal itu berkomentar kalau Tuan Jin itu tidak bisa mengendalikan anaknya tapi membiarkan anaknya mengendalikannya. Tuan Jin menegaskan kalau sudah tua maka jalan yang dibuatnya itu akan jadi jalan anaknya juga,jadi disitulah  mereka memilih jalan yang terpecah
Kau kehilangan akal sehat.” Kata Tuan Hong
Mulai sekarang kita perang. Kau dan aku,Ji Hong dan Myung Hoon.  Kita bertarung.” Kata Tuan Jin menantang, Tuan Hong memperingatkan agar jangan membawa anak-anak
Kau tidak mau aku menyeret anakmu,  kenapa kau mengincar Myung Hoon ?! Kau kira aku akan membiarkan Ji Hong ?!” teriak Tuan Jin marah lalu keluar ruangan.
Tuan Hong berusaha mengejarnya dan turun dari tempat tidur sambi mendorong infusnya tapi tiba-tiba merasakan sesuatu sampai akhirnya terjatuh dan tak bisa meraih apapun untuk meminta pertolongan. 


Ji Hong dkk sedang minum bersama-sama dicafe Soon Hee, In Joo mengaku sangat senang dan suka sekali alkohol. Dokter Jung berkomentar Diantara mereka , In Joo paling kuat minum, lalu dirinya dan  Ji Hong ada diurutan paling bawah. Ji Hong sadar kalau tak bisa mengimbangi keduanya untuk bertahan minum.
Ponsel Ji Hong bergetar, Dokter Kim bertanya keberadaanya. Ji Hong dengan senyuman bahagia memberitahu sedang ada di cafe Soon Hawai. Dokter Kim dengan nada panik menyuruh untuk segera ke rumah sakit karena Ayahnya sedang bahaya. Ji Hong melotot kaget dan langsung berlari karena harus ke rumah sakit. Dokter Jung yang melihatnya berteriak memanggilnya. Soon Hee juga binggung melihat Ji Hong terburu-buru meninggalkan cafenya.
Ji Hong berlari masuk ke dalam rumah sakit, Dokter Kang membantu memberikan oksigen dan Dokter lain juga ada disebelahnya dalam ruang CT Scan.
Dokter Kim ada diluar melihat hasilnya adlah Infrak serebral. [jenis stroke iskemik akibat penyumbatan pada pembuluh darah yang memasok darah ke otak. ] Ada lebam di arteri serebral. Ji Hong menahan rasa sedihnya mengatakan mereka harus cepat. Dokter Kim meminta agar menghubungi dokter Jung Yoon Do dan lakukan operasi. Ji Hong pun meminta Dokter Kang agar membawa ayahnya ke ruangan operasi. 

Ji Hong dan Dokter Kim sedang ada di lorong terdengar dari suara pengeras “Kode biru, lantai 17 ruang VIP.” Ji Hong melotot kaget yakin itu pasti ayahnya dan langsung berlari sangat cepat.
Yoon Do dan Hye Jung sudah ada didalam ruangan, Ji Hong datang bertanya apa yang terjadi, Yoon Do menjawab sepertinya artimia menyebabkan fibrilasi vertikal. Hye Jung dengan menahan sedihnya memberitahu tekanan darahnya menurun.
Ji Hong meminta agar membawakan defibrillator, Yoon Do mengingatakan Ketua Hong sudah menandatangani perintah "Tidak boleh menyadarkan", Ji Hong mengingat pesan ayanya tak ingin disadarkan, lalu membuka jasnya meminta agar membawakanya, tapi semua hanya diam saja. Akhirnya Ji Hong mengunakan tanganya menekan dada ayahnya agar bisa kembali normal.
Yoon Do mengingatkan kalau semua ini yang tak inginkan Tuan Hong, Ji Hong mengingat kembali ucapan ayahnya “Karena usiaku maka Kemungkinan aku tidak terbangun. Aku tidak ingin memperpanjang hidupku dengan paksa.” Akhirnya monitor berbunyi dengan garis lurus, Hye Jung sudah menangis memberitahu detak Jantungnya berhenti. Ji Hong memohon agar mengambilkan Defibrillator.
Dokter Kim akhirnya meminta dibawakan Defibrillator. Hye Jung mendorongnya, Dokter Kim memberikan tekanan 200 joules. Ji Hong berusaha membantu dengan menekan bagian dada, Dokter Kim kembali mengejutkan jantungnya tapi tak ada perubahan sampai empat kali. Ji Hong duduk diatas tubuh ayahnya mencoba terus menekan bagian dada sambil menangis.
Yoon Do memalingkan wajahnya seperti tak bisa menahan rasa sedihnya begitu juga Hye Jung. Ji Hong terus berusaha, Dokter Kim menatap Tuan Hong seperti sudah pasrah kalau gurunya itu sudah tiada. Ji Hong menjerit histeris dan kembali menekan dada ayahnya.
Bagi seorang laki-laki, ayah adalah perpanjangan dirinya.  Kehilangan seorang ayah, mirip dengan kehilangan diri sendiri. Malam ini ... aku kehilangan diriku. “ gumam Ji Hong
bersambung ke episode 12 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

6 komentar:

  1. Tetap d lanjut d tunggu episode 12 nya tetap semangt nulis nya

    BalasHapus
  2. Tetap d lanjut d tunggu episode 12 nya tetap semangt nulis nya

    BalasHapus
  3. Seneng bgt bisa baca sinopsis ini.semoga eps 12 sinopsis y ga terlalu lama...

    Gomawooo kaka

    BalasHapus
  4. Seneng bgt bisa baca sinopsis ini.semoga eps 12 sinopsis y ga terlalu lama...

    Gomawooo kaka

    BalasHapus