Rabu, 20 Juli 2016

Sinopsis Doctors Episode 9 Part 2

Tuan Gong keluar dari rumah sakit, semua anak buahnya menyambut dengan membungkuk dan merasa bos mereka itu sudah menderita. Tuan Gong bertanya apakah Hye Jung Masih menganggapnya sampah. Hye Jung mengatakan ingin minta tolong. Tuan Gong bertanya apa yang diinginkanya.
Tolong jangan lukai orang itu.  Dia sudah cukup terluka.” Ucap Hye Jung, Tuan Gong bertanya siapa yang dimaksud.
Aku tidak tahu siapa yang kau maksud.” Ucap Tuan Gong binggung
Jangan sampai terluka lagi.” Kata Hye Jung dengan senyuman, Tuan Gong pun ikut tersenyum lalu masuk ke dalam mobilnya. Hye Jung juga masuk ke rumah sakit. 

Hye Jung sedang berjalan mendengar suara dari speaker rumah sakit Dokter Yoo Hyejung dari Spesialis Bedah Syaraf. Dimohon untuk ke lahan parkir. Dan sempat di ulang dua kali. Akhirnya Hye Jung ke parkiran melihat banyak orang sudah berkerumun melihat sebuah mobil mewah dua pintu dan wakil si bos sudah berdiri didepanya.
Saat Hye Jung datang langsung membuka pintu dan menyuruhnya naik, Hye Jung binggung lalu menurut duduk dibelakang kemudi. Pintu pun ditutup, si wakil bos memberikan kunci mobil serta kartu diatas dashbord mobil lalu mengatakan “adios” setelah itu memberikan kiss bye dan pergi.
Hye Jung membaca kartu diatas dasboard Akan akan belajar mendengar perkataan wanita.Terima kasih. Akhirnya ia mengejar si wakil bos Gong tapi mobil lebih dulu pergi meninggalkan rumah sakit dengan tangan si wakil melambaikan tangan dari jendela mobil. 

Di meja depan semua memberikan tepuk tangan saat Hye Jung baru datang. Hye Jung binggung kenapa memberikan tepuk tangan. Perawat yakin Hye Jung pasti senang dan meminta agar nanti bisa menumpang, Hye Jung meminta agar perawat memberikan berkas dari pasien Gong. Perawat memberikannya dan merasa Hye Jung ingin mengucapkan terimakasih.
Dokter, apa sudah lihat mobilnya ? Kita harus melihatnya.” Ucap Perawat pada Dokter Choi
Aku tahu lingkungan kita kapitalis.  Tapi tolong pikirkan integritas kaum kapitalis.  Aku tidak akan menerima hal seperti itu.” Ucap Dokter Kang sinis
Aku juga tidak akan menerimanya.” Kata Hye Jung mencoba menelp Tuan Gong tapi ponselnya tak aktif lalu meminta memberikan nomor lainnya
Mungkin nomor palsu juga, Dia tidak akan meninggalkan jejak.” Kata Dokter Choi
Hye Jung mengeluh apa yang harus diperbuatnya sekarang. Dokter Kang meminta agar memberikan mobil padanya saja. Dokter Choi dan Perawat tertawa mendengarnya, Dokter Choi mengejek Harusnya dari awal jangan bahas soal kapitalis dan integritas. Seo Woo datang bertanya apakah ada kejadian lucu sampai mereka tertawa.

Dokter ! Dokter Yoo mendapat hadiah mobil sport dari pasiennya. sebuah Mobil impor.” Kata Perawat penuh semangat.
Dimana dokter Jung Yoon Do ?” tanya Seo Woo seolah tak peduli, Perawat mengejek Seo Woo hanya memikirkan soal Dokter Jung dan mengatakan akan segera datang, Yoon Do datang lalu berbisik harimau sudah datang. 
Yoon Do menghampiri Hye Jung bertanya apakah  Persiapan Operasi Kim Jin Han sudah selesai. Hye Jung mengatakan sudah selesai. Yoon Do dengan senyuman manis bertanya tentang makan siang di kantin, Hye ung pikir Nanti saja, karena ada yang harus dikerjakan lalu pamit pergi.
Seo Woo menghampirinya bertanya apakah menyukainya sekali. Yoon Do bertanya apa maksudnya. Seo Woo bertanya Mau dengar disini atau dengar diluar. Yoon Do menatap binggung, tiga orang dibelakangnya saling berbisik melihat ada ketegangan dari keduanya. 

Ditaman
Yoon Do pikir seharusnya Seo Woo itu jadwal mengecek pasien. Seo Woo menyindir sekarang Yoon Do yang mencemaskan dirinya. Yoon Do menegaksan Bukannya cemas dan tiba-tiba Seo Woo langsung menamparnya. Ketika Seo Woo akan menamparnya, Yoon Do lebih dulu menahanya, Seo Woo menyuruh untuk melepaskanya. Akhirnya Yoon Do melepaskanya dan Seo Woo kembali menamparnya.
Kenapa kau bersikap seolah hanya aku yang gila ? Kau tahu benar bagaimana perasaanku.  Kau tahu perasaanku, dan menyuruhku pergi, tapi mata kau, menyuruhku tetap tinggal. Apa aku hanya mengkhayal ?” ucap Seo Woo marah
Ya, aku memang pernah tertarik padamu, tapi hanya sebentar.  Tapi yang tidak adil disini ...matamu tidak selalu tertuju padaku.” Kata Yoon Do dengan mata melotot
Aku bisa bertahan dari hinaanmu karena aku cinta padamu. Tapi, aku tidak tahan kalau kau hina keluargaku.” Balas Seo Woo
Baiklah, kau merasa tersinggung padaku selama ini.  Kita anggap impas karena kau menamparku.  Aku juga merasa bersalah padamu, tapi beban itu sudah hilang.” Ungkap Yoon Soo
Seo Woo merasa Cintanya tidak sekecil itu,  hingga ini bisa dianggap impas. Yoon Do pun bertanya apa yang dinginkanya sekarang. Seo Woo melihat Yoon Do itu selalu tertarik pada wanita yang rusak yang punya kepribadian kuat bahkan mengatakan mencinta Hyejung tapi menurutnya itu bukan cinta tapi masalah emosional Yoon Do saja jadi ia akan atasi masalah emosional yang dimiliki seniornya.
Yoon Do mengejek Seo Woo sudah seperti psikiater, Seo Woo menegaskan Mulai sekarang akan hidup ceroboh. Yoon Do membalas kalau Orang yang ingin hidup cerobohtidak mengumumkannya pada dunia. Seo Woo meras dunia sekarang ini salah, menurutnya Agar bisa hidup di dunia ini, maka harus hidup ceroboh, ia tak terima seorang seperti Hye Jung bisa dicintai  dan hidup terhormat di dunia ini.
Kau yang perlu menyingkirkan kelemahanmu soal Hye Jung. Bahkan dimatamu, dia menarik.  Kau sibuk membuat alasan dan selalu ketakutan melakukan apapun.  Tapi dia melakukan semuanya, selain itu dia juga cantik.” Ucap Yoon Do
“Kau bilang dia Cantik ? Kau pasti sudah buta.” Ejek Seo Woo
Dia cantik bahkan Lebih cantik darimu. Ini semua Membuatmu gila, kan Mendengarku berkata begini ? Aku tahu sekali dirimu dan Aku tahu cara menyakitimu. Jangan sok jadi psikiater dan terapkan nasihatmu pada diri sendiri. Aku tidak tertarik padamu sebagai perempuan, Aku Hanya menganggapmu adikku. Aku menerima amarahmu, sampai kau tenang.  Seperti katamu, aku salah karena sudah membuatmu salah paham.  Tapi, jangan lagi menamparku karena Aku merasa kotor.” Tegas Yoon Do lalu pergi meninggalkanya. Seo Woo hanya bisa menangis. 


Perawat melihat Hye Jung yang datang lalu berbisik pada Dokter Choi agar segera melakukanya. Dokter Choi mengerti lalu bergeser mendekati Hye Jung lalu membahas tentang mobil yang diberikan oleh Tuan Gong. Hye Jung binggung tidak tahu harus diapakan menurutnya harus dikembalikan, lalu berpikir untuk Di donasikan buat rumah sakit saja
“Hei.... Untuk  apa rumah sakit butuh mobil sport ? Itu Buat dokter saja.  Aku yakin tidak ada yang gratis di dunia ini.” kata Dokter Choi
Ah, kalau aku yakin ada banyak hal gratis di dunia ini.”ucap Hye Jung
Aku tidak minta mobilnyaTapi bolehkan ijin kami pinjam sekali ?” ucap Dokte Choi
Dokter, aku juga ingin coba.  Karena Aku seumur hidup belum pernah naik mobil impor.  Menurutku tidak benar kalau lahir sebagai wanita dan tidak pernah naik mobil begitu, dokter !” kata perawat sambil merengek.
“Ini Semua Hanya karena kau berkata "seumur hidup" ...” kata Hye Jung si perawat pun tersenyum bahagia sambil high five dengan Dokter Choi 

Hye Jung dan perawat berjalan bergandengan di lorong, Hye Jung merasa tak perlu melakukanya tapi Perawat merasa tak enak hati jadi tetap ingin melakukanya. Hye Jung meminta agar perawat itu menganggap kalau ia  sudah minum.
Bukan cuma dokter yang tidak suka dengan hal cuma-cuma.  Aku akan belikan dokter jus kiwi kesukaan dokter.” Ucap Perawat dengan penuh semangat.
Dokter Kim datang ke kantor pusat melihat Hye Jung yang datang ke kantornya waktu itu ternyata sebagai dokter, tatapan sinis lalu pergi ke jalan yang lainya.
Sekertaris masuk ruangan memberitahu  Kepala Bagian Kim Chi Hyun dari rumah sakit Yangju Selatan. Dokter Jin melihat juniornya datang mengeluh padahal mereka bisa bicara ditelp tapi Dokter Kim terihat ngotot ingin bertemu. Dokter Kim memberika amplop coklat yang ditinggalkan oleh Hye Jung. Dokter Jin bertanya apa itu.
Ini operasi yang pernah anda pimpin di Yangju Selatan.  Wali pasien datang menemui aku. Dia seorang wanita muda.” Ucap Dokter Kim
Bukankah sudah 10 tahun lalu Dia bisa apa ?” kata Dokter Jin sinis
Dia ingin tahu semua yang terjadi di ruang operasi.  Katanya dia akan membuat kita membayar semuanya.  .” Kata Dokter Kim, Dokter Jin melihat Secara hukum itu sudah terlambat lalu bertanya apakah wanita itu mengenalnya
Anda terkenal, dia pasti mencari anda di internet.” Komentar Dokter Kim
Dia tahu aku, tapi dia mencarimu duluan.  Ini pasti soal uang.” Balas Dokter Jin
Dokter Kim pikir sepertinya tidak begitu. Dokter Jin bertanya selain uang ada apa lagi lalu mengejek juniornya itu masih naif soal dunia ini. Dokter Kim meminta maaf. Dokter Jin melihat kalau Dokter Kim itu menunjukan kalau juniornya adalah orangnya. Dokter Kim pun bertanya kapan ia bisa dipindahkan ke kantor pusat Seoul. Dokter Jin tak bisa bicara hanya diam saja. 


Dokter Jin terdiam menatap luar jendela ingatanya dengan perkataan Hye Jung teringat kembali Kau membunuh nenekku, kan ? Apa Kau membunuhnya ? Kau bilang, kankernya bisa disingkirkan.
Sekertarisnya datang bertanya Ada apa dengan keamanan mereka karena  Data pasien yang tidak bisa diakses bisa bocor lalu memerintahkan untuk mencaritahu siapa yang mengakses data pasien Nenek Kang. Sekertarisnya mengerti lalu keluar ruangan.
Tuan Jin datang bertanya apakah anaknya tidak datang ke rapat direksi. Dokter Jin mengatakan akan segera datang. Tuan Jin memberitahu Hong Doo Shik akan mengumumkan pensiunnya dan tidak akan tinggal karena kehormatannya. Dokter Jin tersenyum mendengarnya karena rencananya berhasil. 

Semua sudah berkumpul di ruang rapat termasuk Hong Jin yang duduk didekat ayahnya, Tuan Jin dan anaknya duduk di sampingnya. Tuan Hong menatap semua dewan direksi mengatakan  Beberapa dari mereka yang hadir dan ada diruangan mungkin yakin kalau masalah  rumah sakit terjadi karena kesalahnya, wajahnya terlihat mulai terlihat terkena stroke.
Kali ini, aku sudah belajar dari insiden ini.  Jika aku hanya memikirkan kehormatanku semata. Aku akan menyerah dari jabatan ini.” ucap Tuan Hong kembali terhenti karena merasakan sesuatu diwajahnya.
Aku ingin tunjukan ke semua orang bahwa aku tidak bersalah.  Aku sadar kalau pengunduran diri bukan jawabannya.  Aku berjanji untuk bertanggung jawab atas segalanya dan menyelesaikan semuanya.” tegas Tuan Hong, semua bertepuk tangan kecuali Tuan Jin dan anaknya. 

Semua dokter dan dewan direksi keluar ruangan, beberapa oran masih mengobrol. Tuan Jin mendekati temanya berkomentar Tuan Hong sudah berubah tidak seperti dulu lagi menurutnya ini sebabnya orang bilang untuk meninggalkan politik di usia tua. Tuan Hong sinis bertanya apa sebenarnya yang ingin dikatakan Tuan Jin.
Aku sedih kau jadi orang tua yang serakah.” Komentar Tuan Jin
“Apa kau kira, aku tetap tinggal karena aku serakah ?” balas Tuan Hong dingin
“Jadi bukan itu? Lalu, apa karena Ji Hong yang mengajarimu ? Sejak kapan kau perduli dengan ucapannya ? Dia bahkan bukan anakmu dan Bukan darah dagingmu.” Ucap Tuan Jin merendahkan

Tuan Hong tak bisa menahan amarahnya lalu memberikan pukulan pada wajah Tuan Jin, semua yang ada diruangan terkejut. Dokter Jin memegang ayahnya. Tuan Hong memperingatkan agar temanya Jangan berani bicara begitu soal Ji Hong. Tuan Jin menegaskan tidak akan mendiamkan Hal ini, karena menurutnya Tuan Hong penyebab pajak rumah sakit sampai diperiksa lalu menanyakan tanggung jawabnya.
Kalau kau ingin bicara,  katakan terus terang.  Waktu itu kau diam saja,  kenapa baru bicara sekarang ?!” ucap Tuan Hong marah
Aku asumsikan kau akan pensiun. Siapa yang sangka kau masih ngotot tetap tinggal ?!” balas Tuan Jin
Ada yang merencanakan semua ini dan membocorkannya.  Akan mencarinya !Kalau orang itu dari rumah sakit, aku harus menemukannya.  Penilaianku masih belum mati.  Jadi, jangan halangi jalanku !” tegas Tuan Hong lalu keluar ruangan. Ji Hong pun mengejar ayahnya. Dokter Jin memeriksa wajah ayahnya, Tuan Jin hanya mengangguk merasa kalau ia baik-baik saja. 


Tuan Hong berada dalam lift dengan anaknya meminta agar Ji Hong tak perlu mendengarkan perkataan Tuan Jin tadi. Ji Hong bertanya apa yang dikatakan, seperti tak mendengarnya. Tuan Hong mengatakan yang tadi kalau Ji Hong itu bukan anak kandungnya. Ji Hong menatap tuan Hong lalu memegang tanganya.
Tuan Hong tersenyum lalu bertanya apa yang sedang dilakukan Ji Hong padanya. Ji Hong mengaku Sudah lama mengabaikan seperti ini, menurutnya ayahnya sekarang  mirip anak bocah yang sedang puber, karena berkelahi masalah tadi. Tuan Hong mengeluh anaknya itu sedang mengejeknya. 

Keduanya lalu keluar dari lantai yang sama, Tuan Hong berjalan lebih dulu tiba-tiba ia berjalan miring dan hampir terjatuh. Ji Hong langsung berlari mengangkatnya lalu menanyakan keadaanya. Tuan Hong mengaku baik-baik saja, mengaku   Tersandung bukan masalah besar jadi anaknya Jangan terlalu khawatir.
Kapan terakhir kali ayah tes kesehatan ?” tanya Ji Hong khawatir, Tuan Hong binggung kenapa anaknya menanyakan hal itu.
Ayah tetap melakukan tes kesehatan rutin, kan ?” kata Ji Hong. Tuan Hong merasa sudah lebih baik jadi kenapa harus dikhawatirkan. Ji Hong menjerit memanggil ayahnya yang membandel.
Ayah bisa tuli karena suaramu.” Ejek Tuan Hong. Ji Hong meminta ayahnya untuk  segera lakukan tes kesehatan, selagi masih ada dirumah sakit
Tuan Hong pikir nanti saja karena merasa sakit kalau dilakukanya, Ji Hong memaksa ayahnya harus melakukan. Tuan Hong mengatakan Kalau dilakukan sekarang maka akan ada rumor kalau ia sudah sekarat karena berbuat salah menurutnya Dalam situasi begini,  ia tidak bisa melakukan apa mauku.  Ji Hong tahu Tadi ayah salah bicara saat rapat direksi bahkan Wajahmu juga kena kejang otot dan Sepertinya wajahnya mati rasa. Tuan Hong menyangkal kalau ia hanya salah bicara.
Ji Hong yakin Otot wajah ayah berubah.  Tuan Hong merasa kalau anaknya itu terlalu sensitif. Ji Hon melihat Tubuh ayah sedikit miring dan Itu adalah tanda ataxia [Hilangnya kendali tubuh] dan Bisa saja ini Vestibular Schwannoma lagi [Sejenis tumor otak] jadi meminta agar ayahnya melakukan tes kesehatan. Tuan Hong hanya diam saja dan terlihat ragu. 

Dokter Jin memeriksa tekanan darah ayahnya lalu melihat semuanya normal, lalu mengeluh ayahnya hanya diam saja saat dipukul, Tuan Jin bertanya Apa yang terjadi pada Tuan Hong dan apakah temanya tahu bahwa anaknya sebagai pelakunya. Dokter Jin yakin Tuan Hong tak akan diam saja kalau tahu.
Bagaimana kalau dia tahu soal dana gelap di yayasan rumah sakit ?” ucap Tuan Jin khawatir.
Tidak akan, itu tidak mungkin terjadi, ayah.” Kata Dokter Jin percaya diri. Tuan Jin menghela nafas terlihat masih ada kekhawatiran

Dokter Kim melihat hasil CT Scan lalu bertanya Apa yang dilakukan Ji Hong sampai bisa seburuk ini karena Ukurannya terlalu besar, dan menekan batang otak dan Operasi akan berat dilakukan. Ji Hong hanya bisa tertunduk sedih.
Semua ini salahku.” Ucap Ji Hong, Dokter Kim merasa bukan salah Ji Hong tapi salah dirinya.
Tidak, ini salahku.  Aku memanggilnya mentor, tapi aku bahkan tidak memeriksanya.  Jadi Bagaimana ini sekarang ?” ucap Dokter Kim binggung
“Mau Bagaimana lagi ? Dokter harus mengoperasinya.” Kata Ji Hong
Mana bisa aku mengoperasinya ? Kalau ada kesalahan, maka aku tidak bisa hidup.” Kata Dokter Kim
Ji Hong bertanya siapa lagi yang bisa mengoperasi ayahnya, karena ia juga tidak bisa melakukanya dengan wajah menahan kesedihan. Dokter Kim pikir  Dokter Jung Yoon Do lebih baik darinya, bahkan Tangannya lebih bak dan operasinya belakangan ini selalu sukses. Ji Hong menegaskan tak ada yang boleh tahu mengenai hal ini.
Meskipun operasinya sukses,  Ia perlu istirahat beberapa bulan. Minta Ia pensiun dari posisinya.  Tidak ada yang lebih penting daripada hidupnya.” Tegas Dokter Kim  
Pastikan tidak ada yang tahu sampai ayahku membuat keputusan.” Ucap Ji Hong menahan air matanya. Dokter Kim menatap Ji Hong yang terlihat sedih sekali melihat keadaan ayah angkatnya. 

Flash Back
Ji Hong kena pukul dengan beberapa orang yang berdiri didepanya mengejek sebagai yaitu piatu harusnya tahu diri, sambil mengeluarkan semua bukunya tak suka kalau Ji Hong itu belajar. Si ketua genk seperti tak suka karena Ji Hong membuatnya menjadi stress.
Kau mungkin pandai.  Tapi sampai mati, posisimu akan selalu dibawah.” Ucap si Ketua Genk sambil berjongkok dan memukul Ji Hong dengan buku.
Kalian yang akan selalu dibawah.  Apa Kalian pikir aku diam, karena lemah ? Aku diam, karena aku yatim piatu.” Ucap Ji Hong melawan dan berdiri
Si Ketua tak terima mengumpat Ji Hong yang sok hebat, Ji Hong bisa mencengkram tangan si ketua meminta agar berhenti sampai hari ini saja, mengulang kata-kata si pria kalau dirinya itu bukan tandiganya. Si Ketua makin marah dan mencengkram bajunya. 

Tuan Hong turun dari mobil menegur apa yang sedang mereka lakukan, si Ketua Genk dkk akhirnya memilih untuk pergi meninggalkanya. Ji Hong membereskan barang-barang, Tuan Hong mendekat menanyakan keadaanya. Ji Hong mengatakan baik – baik saja dengan memanggil Tuan Hong, Kepala Rumah Sakit.
“Baik-baik saja apanya ?  Ini butuh 2 minggu untuk sembuh.” Ucap Tuan Hong melihat luka lebam diwajahnya
Karena hanya 2 minggu, maka tak masalah” ucap Ji Hong  
Sebagai laki-laki, bukankah kau sedikit berlebihan ?” kata Tuan Hong
Pasti anda senang kalah.  Kenyataan bukanlah film. Memukul orang tanpa berpikir konsekwensinya. Emosional dan membuat orang dalam bahaya.  Apa Anda suka hal seperti ini ? Itu yang dipikirkan semua anak SMP.” Ucap Ji Hong
Tuan Hong menawarkan diri agar Ji Hong ikut denganya, lalu mengubahnya untuk tinggal dan hidup bersama denganya. Ji Hong menolak karena ingin menikah dengan perempuan Tuan Hong tertawa karena dianggap seperti mengajak menikah lalu menawarkan diri agar menjadi anaknya. 

Ji Hong terdiam mengingat kenangan saat pertama kali bertemu dengan Tuan Hong dan diangkat menjadi anak. Lalu beberapa tahun kemudian menjadi dokter dan ia mengucapkan selamat pada Tuan Hong karena mimpinya memiliki pekerjaan yang sama dengan putranya tercapai.
Akhirnya Ji Hong menghapus air matanya yang tergenang, Tuan Hong masuk meliha anaknya yang sedang melamun dan terlihat sedih, akhinya perlahan berjalan mendekatinya bertanya alasan anaknya meminta untuk datang. Ji Hong duduk bersandar di meja. Tuan Hong bertanya apakah itu hasil CT Scan miliknya. Ji Hong mengangguk. Tuan Hong pun melihat dengan mengunakan kacamata bacanya,
“Jadi Sudah bertumbuh sebesar itu.  Wah, hidup memang mengerikan.  Bahkan sel kanker bekerja sangat keras untuk hidup.  Ini sudah pasti Vestibular Schwannoma dan Kuat sekali.” Ucap Tuan Hong, Ji Hong meminta ayahnya untuk diobati.
Aku tidak akan operasi.” Kata Tuan Hong
Tidak ada yang lebih penting melebihi kesehatan ayah. Perkembangannya sudah sejauh ini, Operasi tidak bisa ditunda.” Ucap Ji Hong
Tidak bisa sekarang. Mana bisa melakukan operasi disaat seperti ini?” kata Tuan Hong
Ayah.. Aku mohon ...Aku tidak ingin orang yang kusayangi pergi mendahului aku.” Kata Ji Hong memohon pada ayahnya. 

Perawat menjerit melihat mobil mewah yang ada di parkiran, berkomentar mobilnya cantik sekali lalu mengajak Dokter Coi ke Gangbyeon. Setelah itu pergi ke hotel. Dokter Choi menjerit kalau Perawat itu sudah gila karena tak mungkin bisa seperti itu.
Tidak bisa begitu, Hubungan kita tidak seperti itu” ucap Dokter Choi  
Siapa bilang mau tidur denganmu ?! Aku ingin makan pizza.  Di hotel itu ada tempat pizza yang enak !” teriak Dokter Choi lalu berlari ke sisi sebelah kanan.
Hari ini, aku akan berlagak jadi putri dari keluarga kaya.” Kata Perawat sudah ada didepan pintu. Dokter Choi heran melihat Perawat bukan masuk dan hanya diam saja. Perawat meminta agar membukakan pintu untuknya,  Dokter Choi pun melakukanya. 

Perawat melihat Dokter Choi di laci bawah bertanya apa yang sedang dilakukanya. Dokter Choi melihat buku manual lebih dulu. Perawat merasa Dokter Choi hanya pergi menyetir saja karena kalau terlihat canggung maka akting putri kayanya bisa berantakan.
Saat ini, aku akan kencan dengan lelaki yang punya 20 mobil seperti ini..” jerit si perawat bahagia, Dokter Choi mengejek si perawat itu punya  khayalan Cinderella sambil melihat buku manual.
Kenapa juga Cinderella harus kehilangan satu sepatu ? Dia membuat semua gadis di dunia mencari pangeran.” Keluh Dokter Choi, Si perawat langsung menyuruh Dokter Choi cepat pergi.
Dokter Choi pun siap berangkat, ketika menekan satu tombol atap mobil terbuka. Si perawat menjerit merasa kalau itu sangat hebat. Dokter Choi pun memasang sabuk pengaman bersiap untuk berangkat mengatakan akan berputar di lahan parkir sebentar.
Perawat heran kenapa harus melakukanya, Dokter Choi sambil menyetir beralasan Mobilnya tidak ada asuransi, jadi mereka tidak boleh celaka.  Perawat menyakinkan kenapa Dokter Choi  tiba-tiba mendadak khawatir menurutnya tak perlu karena temanya itu pandan menyetir jadi mana mungkin bisa celaka.
Dokter Choi tahu kalau ia pandai menyetir tapi tak memiliki SIM, Perawat tak percaya seorang pria tak memiliki SIM. Dokter Choi beralasan karena sangat sibuk jadi tak sempat untuk membuatnya jadi tahun depan baru buat menurutnya kalau mau jalan-jalan makan Perawat Hyun bisa menyetir sendiri.
Perawat Hyun menjerit sambil mengeluh sedih karena sebelumnya mengkhayal jadi putri orang kaya dan menyuruh Dokter Choi berhenti karena akan menyetir. Dokter Choi mengerti tapi tak suka melihat perawat Hyun yang mengomel saat itu tak melihat mobil dari arah depan akhirnya sukses menabrak tiang petunjuk jalan. Beberapa mulai berkumpul dan dua orang didalam mobil menjerit panik. 


Dokter Choi sibuk membuat web toon dengan tabnya, sementara Dokter Ahn makan jajangmyun sambil menyuruh temanya untuk fokus makan dulu, lalu melihat gambar yang dibuat Dokter Choi itu adalah Hye Jung yang berkelahi melawan preman. Dokter Choi membenarkan.
Kenapa menggambarnya ? Apa Kau masih ingin jadi penulis komik ?” ucap Dokter Ahn
Hyung, jangan buang mimpimu. Tapi dikembangkan.. Mungkin ini karya terakhirku sebelum aku mati.” Kata Dokter Choi
Hye Jung masuk ruangan, Dokter Choi buru-buru bersembunyi dibawah meja. Dokter Ahn menyapanya bertanya apa yang  tujuanya datang lalu menawarkan jajangmyun. Hye Jung menolaknya
Aku tidak akan selamat.” Ucap Dokter Choi panik

Hye Jung duduk dikursi melonggo kebawah bertanya apa yang sedang dilakukan juniornya. Dokter Choi kaget akahirnya keluar dari persembunyian dan kepalanya terbentur meja. Hye Jung pikir Dokter Choi sedang mencoba bersembunyi darinya. Dokte Choi mengatakan tidak, Hye Jung meminta Dokter Choi mengembalikan kunci mobilnya. Dokter Choi tertunduk diam, Hye Jung melihat juniornya itu seperti ingin menangis. 
Akhirnya keduanya pergi ke tempat mobil yang dipakir dengan bemper depan rusak. Dokter Choi menjelaskan  Mobil milik Hye Jung itu  pasti bagus sekali, karena sudah menubruk mobil lainnya dengan kencang Tapi rusaknya tidak parah.
Kenapa ditinggalkan seperti ini?” tanya Hye Jung
Aku tadinya ingin memperbaikinya.  Tapi tugasku sedang penuh jadi Belum ada waktu.” Ucap Dokter Choi memberikan alasan
Segera perbaiki.” Kata Hye Jung

Dokter Choi binggung hanya itu saja tanggapan Hye Jung, dengan santai Hye Jung mengangguk lalu bertanya apakah mau dipukul juga. Dokter Choi langsung ketakutan mengatakan tidak. Hye Jung melihat kalau Biayanya bisa besar. Dokter Choi pikir kalau memang Hye Jung tak mau memakainya jadi apa perlu perlu diperbaiki. Hye Jung memberikan kepalan tanganya, Dokter Choi pun mengerti akan segera memperbaikinya. Setelah Hye Jung pergi ia hanya bisa menangis harus menganti biaya perbaikan mobil. 

Dokter Kim melihat hasil CT Scan di layar, Yoon Doo sudah berdiri didepanya lalu bertanya apakah harus menunggu disini terus karena ia harus operasi. Terdengar bunyi ketukan, Dokter Kim menyuruh masuk akhirnya Hye Jung masuk ruangan. Dokter Kim akhirnya melihat keduanya sudah datang.
Aku ingin Dokter Jung Yoon Do  mengoperasi pasien ini Dan Dokter Yoo Hye Jung jadi asisten.” Ucap Dokter Kim, Yoon Do mengunakan kacamatanya bertanya siapa pasienya.
Ketua Hong Doo Shik.” Ucap Dokter Kim, Hye Jung menarik nafas terkejut.  
Aku tidak ingin melakukannya. Seluruh rumah sakit akan memperhatikan hal ini dan Aku tidak ingin jadi pusat perhatian.” Ucap Yoon Do
Aku tidak ingin operasi ini diketahui orang lain selain kita bertiga.  Jangan tanya alasanya” tegas Dokter Kim  
Ukurannya besar dan menekan batang otak, ini tidak mudah. Lalu, anda bilang ini kambuhan ?” ucap Hye Jung

Daripada pemindahan total, sebaiknya gunakan lateralis SOC (Superior olivary complex)  Sisanya aku ingin kau menggunakan radiosurgery.” Kata Dokter Kim
Menurutku pemindahan total lebih baik karena Bisa kambuh lagi jika menggunakan radiosurgery.” Ucap Yoon Do
Dokter Kim binggung Yoon Do memilih cara pemindahan total,  Yoon Do melihat Lumpuh wajahnya masih belum buruk,  jadi syarafnya masih bisa diselamatkan dengan Pendekatan trans-lab lebih baik dalam menghapus kanker sepenuhnya. Dokter Kim merasa Operasi seperti itu akan makan banyak waktu, menurutnya tak perlu seperti itu lebih baik mengunakan jalur yang aman saja.
Yoon Do pikir kalau memang tidak ingin pemindahan total  maka Dokter Kim tidak membutuhkanya dalam operasi ini, karena seniornya itu sudah mengenalnya lebih baik seluruhnya atau memang tidak sama sekali yaitu all or nothing. Hye Jung menatap Yoon Do yang terkesan sombong. Dokter Kim meminta agar Jangan terlalu percaya diri lebih baik Rendah hati dalam melakukan operasi. Yoon Do pikir kalau memang Dokter Kim tak percaya padanya maka lebih baik cari orang lain saja.
Dokter Kim menegaskan bukan tak percaya tapi hanya ingin Yoon Do bisa berhati-hati, Yoon Do melihat Dokter Kim itu tidak seperti biasanya karena Semua operasi punya resiko dan kalimat "Hati-hati" berarti rasa takut dan menurutnya Karir pembedah akan selesai jika mereka penuh ketakutan lalu Dokter Kim ingin ia merasa takut sebelum melakukan operasi. Dokter Kim pun hanya diam. 


Ji Hong menemui Yoon Do yang sedang bersiap masuk ruang operasi bertanya apakah Yoon Do ingin melakukan pemindahan total, menurutnya Jangan memindahkan yang berbahaya, lebih baik Lakukan dengan aman. Yoon Do mengeluh Ji Hong yang mengunakan kata "aman" lagi lalu menegaksan kalau ia sedang dengan kondisi yang jernih jadi Ji Hong tak perlu khawatir. Ji Hong memohon
“Apa kau mau bersikap seperti orang pada umumnya ? Tekanan dan memohon.” Ucap Yoon Do sinis, Hye Jung menatap Ji Hong terlihat sangat khawatir.
Maka perkataanmu itu, tidak dikatakan dengan sepantasnya.  Apa Begini caramu bicara pada wali keluarga pasien ?” balas Ji Hong
Wali pasien lain tidak akan bersikap begini pada dokter.  Mereka percaya pada dokternya.  Apa Kau percaya aku ?” ucap Yoon Do, Ji Hong hanya diam saja.
Aku tidak ingin pasien ini jadi Aku bisa berhenti kalau anda ingin. Kalau begitu, aku  pamit karena ada operasi lain.” Ucap Yoon Do lalu masuk ruang operasi. Hye Jung terus menatap dan terlihat benar-benar sangat khawatir. 

Yoon Do mulai membedah dengan mengunakan microscope lalu meminta  Irigasi. Pasien terlihat tak sadarkan diri saat dioperasi bagian kepalanya. Hye Jung melihat berbicara menjelaskan keadaan Ji Hong pasti sangat takut jadi bersikap seperti tadi.
Dia cemas kalau ada masalah dan kau juga sama.” Ucap Hye Jung, Yoon Do bertanya balik apa maksud dari ucapanya.
Kau takut ada masalah dan disalahkan.  Makanya kau bersikap keras.”kata Hye Jung, Yoon Do menyangkal kalau ia merasa takut.
Jangan takut. Aku adalah asistenmu. Aku akan membantu, jadi jangan takut.”kata Hye Jung, Yoon Do mengejek ego Juniornya itu sangat besar. Hye Jung membenarkan
Saat kau tumbuh dari lingkungan buruk, itu membantu membangun egomu.” Kata Hye Jung. Yoon Do bertanya apakah ini harus di potong, Hye Jung mengangguk harus di potong sepertinya konsentrasinya tak hilang sambil mengobrol. 

Ji Hong terlihat benar-benar cemas ada memikirkan nasib ayahnya, Yoon Do akhirnya selesai operasi melihat Ji Hong seperti menunggunya. Ji Hong mengatakan sudah memeriksa sejarah kerja dokter Jung Yoon Do sebelum datang ke rumah sakit.  
Apakah aku ini binatang ternak yang bisa kau nilai ?” ucap Yoon Do sinis
Kau sangat berbakat, kau bertanya padaku, apakah aku mempercayaimu. Sebagai dokter, aku percaya padamu.” Kata Ji Hong, Yoon Do mengejek haruskan ia berterimakasih.
Tapi sebagai wali pasien, aku tidak percaya padamu.  Kalau operasi ini gagal ... maka Aku akan membunuhmu.” Tegas Ji Hong.Hye Jung diseberang jalan melihat keduanya seperti bicara sangat serius
Saat seorang dokter menjadi wali dari orang yang dikasihinya ... maka mereka menjadi orang yang lemah.gumam Hye Jung menatap sedih.
bersambung ke episode 10 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar