Jumat, 08 Juli 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim Episode 15 Part 1

Joon Soo menunggu di depan pintu lift, saat pintu terbuka dengan tatapan dingin melihat Dan Tae yang ada di dalam lift lalu berjalan masuk. Keduanya tampak dingin berdiri bersebelahan. Dan Tae pun bertanya apakah Joon Soo baru datang datang suatu tempat, Joon Soo membenarkan dengan mengaku ada janji lalu bertanya balik apakah Dan Tae ada tugas di luar. Dan Tae membenarkan mendapat perintah dari ketua.
Pintu lift terbuka, Joon Soo pun keluar dari lift tanpa pamit dengan tatapan dinginnya. Dan Tae memanggilnya, tapi saat itu Joon Soo menerima telp jadi tak mendengar panggilanya, wajah Dan Tae pun terlihat sangat kecewa.

Di ruangan Nyonya Nam
Nenek Nam terlihat heran dengan cucunya karena terlihat ragu untuk berbicara, menurutnya lebih baik katakan saja. Dan Tae membahas mereka yang sudah mencari tersangka yang menculiknya,menurutnya  akan lebih baik untuk berhenti mencari tersangkanya. Nenek Nam terlihat binggung.
Apa kau berubah pikiran?” tanya Nenek Nam, Dan Tae mengubah pendirianya merasa hanya terpikirkan sesuatu.
Pasti berat bagimu melalui semua ini sendirian. Apa kau ingin berhenti?” kata Nenek Nam
Tidak, bukan itu maksudku. Lebih baik Jangan pikirkan, Nenek.” Ucap Dan Tae
Kau boleh berhenti... kapan pun kau mau.” Kata Nenek Nam, Dan Tae pun mengerti. 

Joon Soo menemui pamanya, mengatakan ingin Dae Chul mendengarkan dengan seksama yang akan dikatakanya. Dae Chul mengerti dan mempersilahkan untuk bicara. Joon Soo berpikir Pengacara Ahn Dan Tae adalah Joon Pyo. Dae Chul melotot kaget mengetahui Ahn Dan Tae adalah Joon Pyo
Aku sudah meminta sebuah tes genetik. Kita masih harus menunggu hasil tesnya, tapi aku cukup yakin tentang hasilnya.” Ucap Joon Soo, Dae Chul masih tak yakin Ahn Dan Tae adalah Joon Pyo
Kalau hasil tes membuktikan bahwa... Ahn Dan Tae memang benar Joon Pyo, maka kau, ibuku dan aku harus merelakan semua properti kita. Kita harus menarik diri dari perusahaan dan pergi dengan tangan kosong.”kata Joon Soo, Dae Chul tak percaya keponakanya akan berpikir seperti itu.
Kita harus berlutut dan meminta pengampunan dari Joon Pyo. Kau, ibuku dan aku harus membayar untuk apa yang sudah kita lakukan.” Tegas Joon Soo

Bagaimana jika Ahn Dan Tae bukan Joon Pyo? Joon Soo... Bagaimana mungkin Ahn Dan Tae adalah Joon Pyo? Ini tidak masuk akal.” Ucap Dae Chul masih tak yakin,
Joon Soo mengatakan mereka akan mengetahuinya setelah mendapatkan hasil tesnya. Dae Chul merasa mereka bahkan tidak perlu menunggu hasilnya tapi hanya perlu menjauhkan Ahn Dan Tae dari keluarga kita. Joon Soo berteriak marah pamannya itu masih belum sadar dengan kesalahanya dan belum selesai juga, karena pamanya itu tidak hanya merusak hidup Dan Tae tapi membuat ibunya Dan Tae meninggal juga.
Kau juga menghancurkan kehidupan Nenek dan ayah Joon Pyo. Tolong tahan dirimu untuk tidak melakukan apapun sampai kita mendapatkan hasil tesnya. Diam saja terlebih dahulu. Ini adalah kesempatan terakhir... yang aku berikan kepadamu, Paman” tegas Joon Soo memperingatinya lalu keluar dari ruangan. Dae Chul terlihat kebinggungan. 

Gong Shim baru pulang, melihat Joon Soo sudah menunggu ditaman. Keduanya saling menatap dengan rasa canggung, lalu duduk bersaman ditaman. Gong Shim bertanya apa yang dilakukan Joon Soo di dekat rumahnya.  Joon Soo mengaku memang sedang menunggu Gong Shim.
Kupikir kau mungkin menghindari telepon dariku kalau aku mencoba untuk menghubungimu terlebih dahulu Jadi aku langsung datang kemari dan menunggu.” Kata Joon Soo, Gong Shim pikir lebih baik Joon Soo menelpnya lebih dulu karena ingin memberitahu sesuatu juga.
Aku ingin meminta maaf atas apa yang terjadi saat itu... terkait pameran seni.” Kata Joon Soo, Gong Shim juga berencana untuk membicarakan tentang itu.

Aku bertindak sangat bodoh, seharusnya tidak melakukan itu kepada Dan Tae. Dan akhirnya membuatmu merasa tidak nyaman. Aku berjanji itu tidak akan pernah terjadi lagi. Aku minta maaf dan sangat menyesal. Aku menyukai Dan Tae Dan juga menyukaimu. Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua. Aku tidak ingin putus hubungan... dengan satu pun dari kalian.” Kata Joon Soo
Aku juga menganggapmu sebagai teman yang baik.” Ungkap Gong Shim, Joon Soo mengucapkan terimakasih karena Gong Shim mengatakan seperti itu.
Aku berharap kita bertiga... bisa kembali seperti dulu. Maafkan aku. Aku akan berusaha menjadi lebih baik. Aku menunggu di sini untuk mengatakan ini kepadamu. Kau harus pergi sekarang.” Ucap Joon Soo
Aku akan menemuimu nanti.” Kata Gong Shim lalu berjalan pergi. 


Joon Soo masuk kamarnya, dengan tubuh lemas mengingat saat pertama kali makan dengan Dan Tae, lalu saudara tirinya itu berkata mungkin saja mereka itu memiliki hubungan yang hebat. Joon Soo pun  memikirkan hal yang sama.
Lalu ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur, teringat saat tak sengaja menginjak ranting daun melihat Dan Tae sedang menunggu seseorang di balik pohon. Air mata Joon Soo mengalir, saat mengingat sikat gigi yang dipakai oleh Dan Tae diserahkan agar mengetes DNA. Joon Soo terus menangis dengan berbaring di tempat tidurnya. 

Dan Tae terdiam dalam kamarnya, mengingat saat dirumah sakit Joon Soo memperingatinya apabila melakukan pergi tanpa kabar makatidak akan membiarkannya begitu saja dan mengaku sangat menyukai dan peduli padanya. Setelah itu sikap dingin dan marh Joon Soo
Aku mengatakan kepadamu bahwa  kehilangan lencana eksekutif. Bukankah itu cukup? Kenapa kau begitu terobsesi... dengan lencana ini?” ucap Joon Soo
Lalu ketika kembali ke taman, bertanya pada kakek pembersih taman tentang Joon Soo, apakah pernah melihatnya. Kakek itu mengaku kalau Joon Soo memintany untuk memberikan catatan kecil untuk seorang wanita yang berdiri di samping kolam. 

Dan Tae pergi menemui ayahnya, menceritakan sudah hampir menangkap tersangkanya sekarang Tapi entah kenapa merasa lebih buruk dibandingkan saat memulai.
Kurasa ini akan berat untuk sepupuku, Joon Soo. Dia perlu untuk melindungi ibunya, jadi dia akan melakukan apapun untuk melakukannya. Aku harus mengatakan kepadanya bahwa aku sudah tahu segalanya. Lalu, Aku akan mengakhiri ini. Aku tidak ingin kehilangan Joon Soo, ayah.” Cerita Dan Ta
Ayah....Apa aku membuat pilihan yang tepat?” kata Dan Tae seperti meminta persetujuan ayahnya 

Dan Tae pun menelp Joon Soo, melihat nama Dan Tae yang menelpnya Joon Soo sempat terdiam lalu mengangkatnya. Dan Tae mengatakan perlu berbicara tentang sesuatu dengan Joon Soo dan bertanya apakah punya waktu besok karena  perlu berbicara secara pribadi.
Aku juga perlu berbicara tentang sesuatu denganmu. Tapi... Aku akan pergi ke Cina besok pagi untuk sebuah perjalanan bisnis. Aku akan kembali dalam tiga hari. Ayo kita bertemu saat itu dan berbicara.” Kata Joon Soo, Dan Tae setuju dan menyudahi telpnya. 

Gong Shim menunggu didepan minimarket dengan obat nyamuk dikakinya, sesekali menepuk nyamuk yang hinggap di kakinya. Dan Tae baru pulang kerja, Gong Shim langsung menghampirinya bertanya darimana saja Dan Tae karena sudah melihatnya saat pulang bekerja.
Aku bertemu dengan seorang teman. Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Dan Tae
Aku sedang bergaul dengan nyamuk. Lalu Apa rencanamu untuk besok? Apa kau ingin pergi ke taman hiburan bersamaku?” kata Gong Shim
Aku akan bertemu dengan beberapa teman lamaku besok.” Ucap Dan Tae
Benarkah? Aku rasa  pasti begitu. Aku tahu kau akan memiliki alasan.” Kata Gong Shim merasa dirinya hebat karena sudah mengetahuinya

Gong Shim pun mengusulkan lusa, yaitu sehari setelah itu. Dan Tae hanya menatap seperti ingin menolak. Gong Shim pikir mereka bisa pergi di hari berikut, berikutnya saja. Dan Tae pun mengajak untuk pergi ke taman hiburan besok saja. Gong Shim melonggo karen Dan Tae akan pergi esok.
Dan Tae pun mengeluarkan ponselnya menelp temanya Pengacara Song membatalkan janjinya, mengaku Seseorang sudah mengatur kencan buta untuknya, karena ingin menikah juga. Gong Shim sempat tersenyum mendengarnya, tapi mendengar Dan Tae akan kencan buta terlihat cemberut. Dan Tae menjelaskan kalau ia harus berbohong untuk bisa lolos dari janjinya. Gong Shim tersenyum lalu tiba-tiba menampar pipi Dan Tae, Dan Tae  binggung kenapa Gong Shim menamparnya.
Gong Shim meminta maaf karena ada nyamuk di pipinya, Dan Tae mengeluh Gong Shim yang memukulnya saat tak melihat. Gong Shim hanya diam saja, Dan Tae pun dengan senyuman bertanya Taman hiburan mana yang akan didatangi


Di bandara
Joon Soo menelp bagian pengujian DNA, dengan menanyakan nama Shim Young Chul karena membuat permintaan untuk tes genetik kemarin dan ingin tahu kapan bisa mendapatkan hasilnya. Sepertinya pegawai memberitahu waktu yang cukup lama. Joon Soo terlihat kecewa karena membutuhknya waktu yang lebih lama dari perkiraanya.
Apa mungkin aku bisa melihat hasilnya lebih cepat?” kata Joon Soo, seperti dijawab oleh pegawai tak bisa. Akhirnya Joon Soo pun bisa mengerti dan meminta memberitahu segera setelah hasilnya keluar.

Gong Shim membuat kimbap dengan mencoba ujungnya setelah di potong, lalu merasakan perutnya sakit. Ibunya pikir pasti anaknya merasa sakit setelah semua Gimbap yang dimakan. Gong Shim mengaku  hanya makan tiga buah.
Siapa yang akan kau temui hari ini?” tanya ibunya, Gong Shim hanya mengatakan Seorang teman, Ibunya penasaran teman yang mana, Gong Shim mengaku  Hanya teman biasa.
Gong Mi keluar kamar mengajak ibunya pergi, karena sangat lapar jadi mengajak untuk  pergi makan siang. Tuan Gong keluar bertanya apakah istrinya akan pergi ke department store dan ingin ikut juga, istrinya heran  untuk apa suaminya ikut. Gong Mi pun menyuruh ayahnya untuk tingga dirumah saja lalu keduanya pamit pergi.
Tuan Gong sadar keduanya itu sengaja tak mengajaknya, lalu melirik pada Gong Shim, meminta izin untuk ikut pergi ke taman hiburan bersama, Gong Shim mengatakan sudah membungkus Gimbap untuk ayahnya secara terpisah.

Gong Shim mencoba gaun hitam dikamarnya, tapi merasa kurang nyaman dan mencari baju yang lainya. Saat memilih baju merasakan kesakitan dibagian perut sebelah kiri, lalu melihat baju garis-garis biru dan dress cocok untuk digunakanya.
Dan Tae mencoba jaket jins, tapi melihat kurang cocok mengantinya dengan jaket tapi merasa panas. Ia memilih baju garis biru dan melihat di cermin terlihat kalau wajahnya jadi cerah.
Di depan rumah
Gong Shim sudah menunggu dengan keranjang pikniknya, Dan Tae keluar mengaku sudah terlambat. Keduanya sama-sama terkejut melihat baju yang digunakan sama. Gong Shim pikir Orang mungkin akan mengira mereka adalah pasangan jadi memilih untuk berganti pakaian.

Dan Tae pikir tak perlu, lebih baik ia saja yang pergi berganti pakaian. Keduanya saling adu mulut, ingin saling berganti pakaian. Dan Tae melihat wajah Gong Shim yang pucat, berpikir tetangganya itu sdang sakit. Gong Shim menyangkal merasa baik-baik saja.
Bagaimanapun kau terlihat sedang sakit. Bukankah seharusnya kau beristirahat? Kita bisa pergi lain kali.” Kata Dan Tae khawatir
“Ahh...Tidak mungkin... Ayo pergi, aku tidak sakit.” Ucap Gong Shim tak mau kehilangan kesempatan. Dan Tae terlihat tak yakin.
Aku tidak bisa tidur semalam. Mungkin itu sebabnya aku terlihat lelah.” Kata Gong Shim, Dan Tae pun bisa mengerti.
Biar aku bawakan tasmu, Ada banyak nyamuk tadi malam. Aku juga tidak bisa tidur dengan nyenyak.” Akui Dan Tae lalu berjalan pergi bersama. 


Gong Mi sudah membelikan pakaian untuk ayahnya, tapi masih ragu kalau pakaian itu terlalu biasa dan mungkin terlihat lebih tua kalau memakainya. Ibunya mengaku tahu selera suaminya, yang ingin tampil gaya tapi terlalu malu untuk benar-benar memakainya dan senang memakai pakaian yang tidak terlalu menonjol. Gong Mi melihat sebuah toko dan mengajak ibunya untuk melihat-lihat.
Aku akan membeli satu pakaian untukmu.” Kata Gong Mi, ibunya pun dengan senang hati dan mengucapkan terimakasih pada anaknya.
Sementara disisi lain, Tae Hee ibu Joon Soo sedang berjalan dengan temanya, mengucapkan Terima kasih banyak, Tae Hee pikir akhirnya temanya itu mendapat kesempatan untuk kuliah di pusat budaya jadi mereka harus merayakannya.

Di toko baju, Gong Shim memilih satu baju di dalam rak gantung, merasa baju itu akan terlihat baik. Pelayan memuji Gong Mi itu anaknya yang memiliki selera yang luar biasa karena baju itu sangat populer sekarang. Ibunya pun langsung mencoba baju pilihan anakya.
Tae Hee datang dengan temanya yang melihat merek baju dalam toko akan lebih cocok denganmu daripada yang mereka lihat sebelumnya. Gong Mi panik melihat Ibu Joon Soo karena akan mengetahui ibunya adalah ibu dari Gong Shim juga. Tae Hee pun menyuruh temanya Berkeliling untuk melihat-lihat. Gong Mi berjalan menjauh pelahan, melihat Ibu Joon Soo makin mendekat, padahal ia sengaja menghindar.
Gong Mi berusaha menutup wajahnya dengan baju, sampai akhirnya Tae Hee sadar melihat Gong Mi sedang memilih baju, Gong Mi pu mau tak mau menyapanya, Nyonya Yum merasa Kebetulan sekali dan senang bisa bertemu, lalu bertanya apakah akan membeli beberapa pakaian. Gong Mi membenarkan lalu bertanya balik apakah Nyonya Yum  berbelanja.
Ibu Gong Mi mendengar suara orang yang dikenalnya lalu membuka sedikit pintu kamar pas. Terlihat Nyonya Yum memilih satu baju untuk temanya Mi Jung. Temanya pun ingin mencoba pakaiannya. Pegawai toko meminta untuk Min Joo menunggu ketika mencobanya karena Ibu Gong Mi sedang menggunakan kamar pas. Gong Mi semakin panik. Ibu Gong Mi yang ada dikamar mengetahui teman yang datang mulai panik yang harus dilakukan sekarang karena anaknya bisa mendapatkan kesulitan.

Apa kau di sini bersama ibumu?” tanya Nyonya Yum, Gong Mi  membenarkan
Bagus sekali. aku selalu ingin bertemu ibumu.” Ucap Nyonya Yum
Pegawai yang merasa Ibu Gong Shim terlalu lama dalam kamar ganti mengetuk pintu ingin memberikan bantuan. Ibu Gong Mi makin panik apa yang lakukan sekarang. Pegawai mengetuk pintu memastikan pelangganya  baik-baik saja. Ibu Gong Mi menegaskan tidak boleh ketahuan oleh Tae Hee. Gong Mi menutup wajahnya kebinggungan dengan kedaaanya sekarang
Teman Nyonya Yum bertanya apakah belum keluar juga, Nyonya Yum yakin akan keluar sebentar lagi. Pegawai kembali mengetuk pintu, meminta agar menjawab pertanyaanya. Tiba-tiba ibu Gong Mi keluar dari pintu dan langsung berlari dengan menutupi wajahnya mengunakan baju lalu keluar toko. Pegawai toko pun langsung mengejarnya. Nyonya Yum memastikan kalau memang itu ibunya, Gong Mi meminta maaf merasa harus pergi dan keluar dari toko mengejar ibunya. 


Di depan toilet
Ibu Gong Mi meminta maaf pada pegawai karena tiba-tiba harus ke kamar mandi. Pegawai dengan wajah cemberut mengambil bajunya lalu pergi. Ibu Gong Mi menghela nafas lega karena bisa berhasil. Gong Mi datang menemui ibunya, Ibu Gong Mi mengeluh kebetulan macam apa yang terjadi tadi.
Bagaimana caranya aku bisa pergi ke mana pun tanpa merasa khawatir sekarang? Tapi syukurlah dia tidak melihatku, kan? Hal pertama yang terpikir olehku adalah untuk melarikan diri Aku menyembunyikan wajahku dengan pakaian, jadi dia tidak bisa melihatku.” Ucap Ibu Gong Mi lalu mengajak anaknya segerag keluar sebelum bertemu Tae Hee lagi.

Gong Mi melotot kaget melihat yang datang, Ibu Gong Mi binggung kenapa wajah Gong Mi nampak panik, lalu melihat ternyata Nyonya Yum datang melihat keduanya yang sedang bersama. Nyonya Yum pun menyapa temannya yang ternyata ibu dari Gong Mi.
“Apakah Pengacara Gong adalah putrimu? Dan Sekretaris Gong juga putrimu. Jadi kukira Gong Mi dan Gong Shim adalah bersaudara, Apa aku benar?” kata  Nyonya Yum
Ya, kau lihat... Bisakah kita bicara?” kata Ibu Gong Mi ingin meraih tangan mengajak bicara Nyonya Yum menghempaskan tangan menolaknya,
Kau menakut-nakutiku, jadi aku tidak ingin berbicara dengan orang sepertimu. Pengacara Gong, Bisakah kita bicara?” kata Nyonya Yum pada Gong Mi
Kenapa kau tidak bicara saja kepadaku? Biar aku jelaskan apa yang terjadi.” Ucap Ibu Gong Mi, Gong Mi pun meminta agar ibunya menunggu dirumah saja lalu pergi mengikuti Nyonya yum, Ibu Gong Mi mondah mandir dengan gelisah karena suasananya sekarang mengerikan.


Segelas orange jus sudah ada diatas meja, suasana terasa sangat dingin.  Nyonya Yum bertanya pada Gong Mi sejak kapan mengenal putranya. Gong Mi terlihat binggung. Nyonya Yum bertanyat Saat pertama kali bertemu Joon Soo di tempat kursus furniture, Gong Mi sudah tahu atau belum bahwa Joon Soo adalah pewaris Grup Star. Gong Mi ingin menjelaskan.
Katakan saja kau sudah tahu atau belum.” Teriak Nyonya Yum, Gong Mi memohon
Kau kakak dari Sekretaris Gong jadi Tidak mungkin kau tidak tahu tentang Joon Soo.” Ucap Nyonya Yum, Gong Mi meminta maaf.
Kau membodohiku dan Kalian mengerikan.” Ungkap Nyonya Yum marah
Aku tahu tentang siapa dia. Tapi sepertinya dia tidak ingin orang tahu tentang statusnya. Itu sebabnya aku pura-pura tidak tahu. Aku bersungguh sungguh, nyonya.” Kata Gong Mi menyakinkan.
Nyonya Yum tak percaya, karena tak akan percaya pada apa pun yang dikatakan lagi, selama ini mereka sangat baik kepada Gong Mi, tapi sekarang membuatnya terkejut melihat Ibu Gong Mi itu mirip seperti anaknya dengan Beraninya melakukan trik konyol kepada keluarganya. Gong Mi hanya bisa tertunduk malu. 

Ibu Gong Mi masuk kamar anaknya melihat Gong Mi duduk diam langsung meminta maaf karena semua adalah kesalahannya. Gong Mi mengatakan bukan kesalahan ibunya tapi semua adalah kesalahan Gong Shim. Ibunya heran kenapa jadi semua kesalahan Gong Shim.
Dia yang dipecat karena tindakannya, lalu Kau terlibat perkelahian karena Shim. Jika bukan karena dia, ini tidak akan terjadi.” Kata Gong Mi penuh amarah, Ibu Gong Mi ingin membela anaknya tapi di hentikan.
Jika kau hanya akan memihak kepadanya, tolong pergilah.” Ucap Gong Mi, Ibunya heran melihat sikap anaknya yang marah, Gong Mi meminta agar ibunya segera pergi dari kamarnya.
Ibunya pun keluar dari kamar, Gong Mi langsung mengunci pintu setelah itu menjatuhkan semua buku-bukunya meluapkan rasa amarahnya. Ibunya yang mendengarnya langsung mengetuk pintu dengan wajah panik. Gong Mi langsung duduk dan menangisi keadaanya sekarang. 

Gong Mi membuka semua kotak makan yang dibawanya, lalu memberikan sumpit pada Dan Tae, setelah itu menuangkan minuman dengan memberikan dua pilihan satu yang dingin dan satu yang panas. Dan Tae tak percaya Gong Mi sudah menyediakan banyak makanan, Gong Mi pikir tak banyak lalu menyuruh agar segera makan saja.
Senang sekali melakukan piknik, suasananya sangat bagus dan keren.” Ucap Dan Tae melihat pemandangan didepanya.
Kau lihat ‘kan? Aku menyelamatkanmu dari acara minum sepanjang hari bersama kolegamu.” Ucap Gong Shim, Dan Tae membenarkan.
Gong Shim pun menyuruh Dan Tae tak perlu sungkan untuk makan, Dan Tae dengan senang hati mulai makan, tapi melihat kimbap buatan Gong Shim terlihat kesal karena ada telur didalamnya, karena ia alergi terhadap telur. Gong Shim pun panik, Dan Tae ingat Belum lama ini sudah memberitahunya, tapi Gong Shim merasa lupa menurutnya sekarang Gong Shim ingin membunuhnya. Gong Shim memberitahu ada di bagian bawah.
Dan Tae kesal tak peduli dengan bagian bawah atau apapun itu, ketika membuka kotak makan lainya melihat ada Kimbap tanpa telur. Gong Shim tersenyum memberitahu kimbap dikotak satu dengan telur dan kotak yang kedua tanpa telur, Dan Tae menatap Gong Shim lebih dalam. Gong Shim yang melihat tatapan Dan Tae mengartikan dirinya itu seperti seorang yang aneh. Dan Tae pun menaruh dua tangan diwajahnya seperti bunga.
Gong Shim mengeluh melihat Dan Tae yang berusaha untuk bergaya imut, Dan Tae mencoba lagi dengan menaruh dua jarinya didepan matanya, Gong Shim menjerit tak percaya, lalu menyuruh Dan Tae segera makan saja. Dan Tae pun memakanya merasa makanan Gong Shim sangat enak, dan mengajaknya untuk membuka restoran kimbap.
Dan Tae pikir mereka tidak akan melakukan pengiriman, jadi akan ada antrian panjang yang menunggu giliran. Lalu mereka memberi nomor antrian, lalu akan masuk TV dan lain-lain. Gong Shim terlihat menahan rasa sakit di perutnya yang terus bergejolak. Dan Tae pun dengan senang hati memakan kimbap buatan Gong Shim yang sangat enak.
Tiba-tiba ia tersadar melihat Gong Shim yang tak makan tapi menahan rasa sakit, dengan wajah khawatir melihat tetangganya itu sedang sakit. Gong Shim menyangkalnya, Dan Tae yakin Gong Shim itu sakit karena berkeringat dingin, Gong Shim memberitahu itu karena mengunakan topi bulu di musim panas, Dan Tae mengerti maksudnya itu wig. Gong Shim meminta maaf karena merusak suasana, Dan Tae pikir tak masalah menurutnya suasananya ditaman sangat damai, Gong Shim melihat Dan Tae tersenyum seperti rasa sakitnya hilang.


Keduanya pergi mengayuh sepeda diatas rela, Dan Tae pikir suasanan seperti ini sangat menyenangkan. Gong Shim mengangguk mengerti, Dan Tae melihat banyak bunga-bunga yang terlihat cantik yang dibentuk seperti terowongan. Gong Shim terus berusaha menahan rasa sakitnya.
Ayo kita kayuh lebih cepat, Aku sangat bertenaga dan siap untuk pergi.” Ucap Dan Tae penuh semangat tak melihat Gong Shim yang terus merasa kesakitan
Kaki Gong Shim pun tak bisa mengayuh sepeda, dan akhirnya pingsan. Dan Tae panik melihat Gong Shim yang jatuh lemas. Di tempat mereka seharusnya foto terlihat Gong Shim yang pingsan dan Dan Tae yang berteriak panik, petugas yang ada di tempat pun membantu menaikan Gong Shim ke punggung Dan Tae. Akhirnya dengan mengendong Gong Shim, Dan Tae berlari meminta agar tetap bertahan karena akan segera membawanya ke rumah sakit. 


Dan Tae mengantar Gong Shim ke ruang operasi, meminta agar tak perlu khawatir. Gong Shim terlihat sadar mengangguk-anggukan kepalanya. Dan Tae mengatakan tak akan meninggalkanya, tangan Gong Shim memegang erat tangan Dan Tae.

Lalu Dan Tae memastikan pada dokter keadaan Gong Shim baik-baik saja dan tak ada yang serius. Dokter memberitahu mungkin usus buntunya pecah jadi harus dioperasi dan meminta Dan Tae menunggu diluar. Dan Tae terus menyakinkan Gong Shim tak perlu khawatir karena semua pasti akan baik-baik saja.

Gong Shim duduk diruang rawat, melihat Dan Tae datang langsung memakai wignya kembali. Dan Tae memastikan keadaan Gong Shim lebih dulu, Gong Shim melihat Dan Tae yang baru datang mengeluh kenapa baru datang. Dan Tae sempat binggung lalu memberitahu baru saja bergegas untuk mengemasi barang-barang milik Gong Shim.
Jangan khawatir. Kau mengatakan kalau kau akan datang, jadi aku meminta ayah dan ibu pulang... setelah mereka mengatakan akan tetap tinggal dirumah sakit. Kau datang terlambat daripada yang kukira. Apa kau terjebak kemacetan?” ucap Gong Shim, Dan Tae membenarkan.
Apa kau sudah makan malam?” tanya Gong Shim, Dan Tae mengatakan belum makan.
Kau bisa makan malam menggunakan yang kau dapat di rumah sakit ini.” ucap Gong Shim seperti ingin bergantian saat Dan Tae sakit.

Perawat datang memeriksa botol infus memberitahu Gong Shim belum boleh makan jadi tidak akan mendapatkan makan malam, serta tidak diizinkan untuk makan sampai mengeluarkan kentut setelah operasi. Gong Shim akhirnya tertunduk sedih bisa mengerti.
Dan Tae bertanya kapan Gong Shim bisa pulang, Perawat memberitahu Begitu kentutnya sudah bisa keluar, maka boleh pergi, lalu memperingatkan Gong Shim yang tak boleh minum air jadi harus puasa sampai mengeluarkan kentut lalu keluar ruangan. 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


3 komentar:

  1. Penasaran.......fighting mbak

    BalasHapus
  2. kyaaaa akhirnya muncul jg, aku komen dulu bru baca,,,

    BalasHapus