PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Minggu, 31 Desember 2017

Sinopsis Two Cops Episode 20

PS : All images credit and content copyright : MBC
Dong Tak masuk ke dalam ruangan menonton film, beberapa napi sedang menonton film Penguin. Si pria 3685 menyerang Dong Tak dalam kegelapan, Dong Tak bisa melawan dengan memukulnya beberapa kali, perkelahian pun terjadi. Lampu ruangan mulai menyapa, Dong Tak dan Pria 36 mulai dipisahkan.
Jaksa Tak berbicara di telp kalau itu semua dilakukanatas izinnya jadi akan mengurusnya. Petugas polisi memanggil 4885 kalau akhirnya bebas. Dong Tak sudah menganti pakaian dan melihat kartu identitas yang polisi dengan borgolnya.
Si polisi yang mematai Dong Tak mengucapkan “Selamat tinggal, Detektif Cha.” Lalu melaporkan kalau Detektif Cha aman dan telah membalasnya. Ia berkata kalau mereka tidak akan berhubungan lagi pada ketua Ma. 

Sung Hyuk datang mengaku sebagai perwakilan Unit Kejahatan Berat dan pasti kesulitan. Tapi Dong Tak seperti melewatkan begitu saja karena melihat sosok lain yang datang. Jin An dari kejauhan menanyakan kabar Dong Tak.
Dong Tak langsung memeluk Jin An dengan erat,  Jin An pun membiarkan Dong Tak yang memeluknya. Dari dalam mobil Jaksa Tak melihat keduanya yang berpelukan didepan penjara. 

Kepala Ma menonton berita di ruanganya “Detektif yang dituduh melakukan penyerangan dan dipenjarakan terbukti tidak bersalah. Rekaman CCTV yang baru ditemukan  adalah bukti yang membebaskannya. Mahkamah Agung menyetujui pembebasan Detektif Cha, dan dibebaskan hari ini.”
Ketua No sedang berada di mobil melihat berita pada laya besar,  melihat tulisan DETEKTIF CHA BEBAS SETELAH DITEMUKAN BUKTI lalu meminta sopirnya kembali mengemudikan mobilnya, wajahnya terlihat menahan amarah. 

Jin An menemui Jaksa Tak minta maaf atas kesalahpahaman itu Dan terima kasih. Jaksa Tak pikir melakukannya untuk Detektif Cha jadi Mengapa harus mendengarnya dari Jin An. Jin An mengaku kalau menyukai Dong Tak. Jaksa Tak terdiam mendengar pengakuan Jin An.
“Dia membuatku gugup... Dan... Di depannya, aku ingin menjadi orang yang lebih baik.Aku ingin restu darimu. Apa Kau mau melakukannya?” kata Jin An.
“Jika dia membuatmu kesal, beritahu aku kapanpun. Aku akan mengomelinya habis-habisan.” Ungkap Jaksa Tak. Jin An pun bisa tersenyum mendengarnya. 

Dong Tak dkk makan daging dan soju bersama dengan slogan “Jika tidak habis, maka kau akan ditangkap.” Kepala Yoo mengaku kalau sengaja membelikan daging untuk Dong Tak karena pasti kesulitan. Dong Ki meminta Dong Tak harus berhenti meninju orang.
“Jangan mengeluarkan tinju walau saat bermain gunting batu kertas.” Kata Dong Ki
“Omong-omong, Yong Pal sangat berbakat. Bukankah seharusnya dia dipenjara karena tuduhan palsu? Bagaimana dia bisa bebas?” pikir Ho Tae. Sung Hyuk pikir itu tak penting.
“Detektif Cha, jangan pergi kemanapun mulai sekarang.” Ucap Sung Hyuk.  Dong Tak menganguk mengerti.
“Bagaimanapun, aku merasa kasihan  pada Lee Doo Sik.” Kata Dong Sik 
“Dia yang membunuh Hang Joon Hyung. Kau seharusnya tidak kasihan.” Keluh Ho Tae
Dong Tak terdiam mengingatnya.  Dong Sik mengeluh Ho Tae yang bisa begitu dingin. Ho Tae mengejek akalu iri karena hati Dong Ki sangat hangat. Dong Ki kesal dengan ejekan temanya. Tuan Yoo mengeluh melihat keduanya selalu bertengkar dan mengajak mereka minum saja.
“Apa kau mendengar sesuatu setelah  berbicara dengan Lee Dong Sik?” tanya Tuan Yoo. Dong Sik sempat kaget.
“Jika kau merahasiakannya  karena tidak yakin, maka kau bisa memberi tahuku kapanpun. Aku akan tunggu.” Pesan Ketua Yoo. Dong Tak menganguk mengerti 



Jin An sudah siap dengan dress dan sepatunya, lalu melihat ponselnya yang tak berdering bahkan hanya mondar mandir di kamarnya. Perawat Gil baru selesai mandi menyuruh Jin An yang harus menelponnya dulu. Jin An sambil berbaring ditempat tidurnya menolak.
“Baiklah. Aku tidak akan menunggu.” Ucap Jin An kesal sendiria akhirnya menghapus semua make up dan memilih untuk tidur. 

Dong Tak berada didepan rumah Jin An lalu menelp dengan bertanya apakah ia datang terlambat. Jin An yang sudah ada ditempat tidur mengaku Tidak lalu bergegas pergi ke kamar mandi. Dong Tak bisa melihat lampu kamar yang menyala.
Jin An sengaja sedikit mencuci rambutnya, lalu kembali mengunakan make up dan tak lupa mengunakan parfum agar harum, bahkan ia bahagia mencium bau parfum ditubuhnya.
“Apa Kau masih terjaga tadi?” tanya Dong Tak saat melihat Jin An keluar rumah
“Tidak, aku sudah tidur.” Ucap Jin An dengan wajah yang sudah memakai make up. Dong Tak pun mengajak untuk mereka berjalan bersama. Jin An setuju. Dong Tak pun memberikan jaket agar Jin An tak kedinginan. 

Keduanya berjalan ditaman, Dong Tak menceritakan Saat di penjara, jadi terbiasa melirik ke samping dan bertanya apakah Jin An  merindukanya. Jin An mengaku merindukan Dong Tak dan tahu akan segera keluar jadi langsung datang menemuinya.
“Bagaimana jika aku sedikit lama?” tanya Dong Tak. Jin An pikir yakin akan tetap menunggu.
“Kau memiliki cara aneh  merayu seseorang.” Ungkap Jin An.
“Sekarang, Lee Doo Sik sudah mati, dan pembunuh sebenarnya belum ditemukan.” Cerita Dong Tak merasa masalahnya belum selesai
“Apa kau sangat kesulitan? Aku punya sesuatu yang  sangat berguna. Apa Kau ingin meminjamnya atau tidak?” kata Jin An memperlihatkan bahunya yang cukup keras tapi sangat membantu jadi bisa mencobanya. Dong Tak hanya menatapnya.
“Aku mungkin perlu meminjam untukmu suatu hari nanti.” Kata Dong Tak
“Kau bisa meminjam pundakku kapanpun. Jadi Bersandarlah kali ini.” Kata Jin An. Dong Tak berjalan pergi.
“Detektif Cha.Aku mengizinkanmu untuk  sangat dekat denganku sekarang.” Ucap Jin An. Dong Tak akhirnya mendekat dan memeluk Jin An dengan erat.
“Apa Kau akan menyuruhku pergi sekarang?” tanya Jin An dengan mengecup bibir Dong Tak. Dong Tak menjawab Tidak akan.
“Ada hal yang selalu ingin kutanyakan... Kalung ini... Wanita mana yang memberikannya?” tanya Jin An melihat kalung yang dipakai oleh Dong Tak
“Ini dari pria... Dulu, Seorang anak memberikannya  kepadaku ketika meminta bantuan. Ini hadiah.” Cerita Dong Tak
“Apa Kau menerima suap? Jika kau mengambil hadiahnya,  kau harus membantu dia.” Ucap Jin An.
“Aku akan membantunya, tapi sebelum itu...  Apa Kau mau melakukan sesuatu untukku? Sebelum... Ini terlalu malam.” Kata Dong Tak lalu mencium Jin An. Keduanya berciuman dengan Dong Tak yang bergumam.
“Reporter Song... Maaf membuatmu khawatir... Aku tidak bisa menceritakan semuanya padamu... Maaf.. Aku harap... takdirku tidak membuat semuanya lebih sulit.” Gumam Dong Tak 


Esok hari
Dong Tak pergi ke penjara dan meneriman tempat abu mulut Doo Sik yang sudah dikremasi, wajahnya terlihat sedih. Ia pergi ke PANTI ASUHAN HANEUL dengan melihat ada beberapa anak yang berlari dan saat berjalan melihat dinding dengan gambar sayap yang sama tatto yang digambar Doo Sik.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Dong Tak melihat Soo Chang duduk sendirian. Soo Chang hanya diamaj saja. Dong Tak heran Soo Chang bahkan tidak terkejut.
“Apa Kau tidak masalah?” ucap Dong Tak melihat Soo Chang yang baru kehilangan temanya.
“Apa dia sangat kesakitan? Doo Sik... Seekor kucing penakut yang  takut akan jarum suntik.” Kata Soo Chang sedih
“Dia akan baik-baik saja sekarang.” Pikir Dong Tak lalu duduk disamping Soo Chang.
“Ketika aku mati, apa kau akan  memperingatiku setiap tahun? Ingatlah aku sesekali.” Ucap Soo Chang seperti tak ada harapan hidup
“Kau tidak akan mati.. Selesaikan kasus 16 tahun lalu Dan kembali ke tubuhmu.” Kata Dong Tak menyakinkan.
“Bisakah aku melakukannya?” ucap Soo Chang tak yakin. Dong Tak menyakinkan kalau Soo Chang pasti bisa.
“Sebelum itu, urus Doo Sik terlebih dahulu. Kau bilang ingin menjadi polisi jadi Gunakan tubuhku. Buat dia terlihat hebat sehingga tidak kesepian. Lihatlah Doo Sik sebagai saudaramu.” Kata Dong Tak dengan wajah serius. 



Dong Tak membawa abu Doo Sik dengan tangisan mengucapkan Selamat tinggal dan dalam tubuh Dong Tak, Soo Chang menangis mengeluh Doo Sik yang bodoh dengan meminta maaf dan mengucapkan selamat tinggal
“Apa Kau menangis?” ucap Dong Tak sudah duduk disamping Soo Chang di tepi sungai
“Aku tidak menangis... Aku Gong Soo Chang, pria jantan... Aku tidak menangis sekarang.” Kata Soo Chang mengelak
“Apa Kau tahu? Jika kau menangis lalu tertawa,  kau menumbuhkan rambut di suatu tempat di sana.” Ucap Dong Tak. Soo Chang mengeluh Dong Tak yang sangat serius sambil mengumpat.
“Kau sangat kasar padahal  aku lebih tua.” Kata Dong Tak kesal. Soo Cahng pikir tak ada masalah.
“Detektif Jo bilang akan mengenalkan  kita supaya berteman.” Kata Soo Chang. Dong Tak ingin memukul Soo Chang. Soo Chang mengejek Dong Tak yang akan memukul roh dengan menyuruh melakukan saja. Keduanya kejar-kejaran seperti adik dan kakak.
“Aku janji, Soo Chang.Janji yang tidak bisa kutepati  16 tahun yang lalu. Aku akan menepatinya kali ini. Aku, kau dan Song Ji An.  Aku akan melindungi kita semua.” Gumam Dong Tak dengan senyuman bahagia. 


Ketua Ma dan No menonton berita kalau Tuan Lee ditemukan setelah bunuh diri. “Tuan Lee dicurigai membunuh salah satu rekan narapidanya”. Kepala No terlihat bahagia karena Lee Doo Sik sudah hilang dan mereka bisa membungkam orang yang menusuknya.
“Kenapa menurutmu Direktur Tak menyingkirkan sopir taksi Kim Jong Doo? Dari situlah semua ini dimulai. Apa Kau tahu sesuatu?” ucap kepala No
“ Kaulah orang yang melayani  Direktur Tak lebih dekat dan lebih lama.” Ucap Kepala Ma
“Detektif Jo akhirnya mati karena menggali kasus itu. Dia pasti menyembunyikan sesuatu yang besar. Aku masih belum tahu apa itu.” Ucap kepala No
“Apa yang akan kau lakukan pada Cha Dong Tak sekarang?” ucap Kepala Ma. Kepala No mengulang nama Cha Dong Tak.
“Direktur Tak menunjukkan  ketertarikan padanya. Itu berarti dia terlibat dalam  hal ini entah bagaimana caranya. Menurutmu bagaimana semua ini  bisa berkaitan? Jo Hang Joon menemukan sesuatu, dan Direktur Tak berurusan dengannya. Itu berarti Cha Dong Tak mungkin akan berakhir  seperti Jo Hang Joon.” Kata Kepala No. Kepala Ma hanya bisa terdiam. 


Yong Pal siap melepaskan mata panahnya, Doo Kki terlihat ketakutan dengan tiga pria penjaga toko roti.  Doo Ki meminta maaf pada bosnya. Sementara Dokter Ji masih tak percaya Yong Pal, Dong Tak dan jaksa itu berkolusi untuk membantu Detektif Cha
“Apa Itu sebabnya kau tidak dituntut karena  mengajukan laporan palsu?” ucap Dokter Ji tak percaya.
“Apa Kau tidak dengar yang kubilang? Detektif Cha pergi ke penjara untuk  berbicara dengan pria yang mengambil posisi pembunuh Detektif Jo. Itu adalah ideku. Detektif Cha tubuhnya, aku otaknya dan Jaksa yang melakukan pekerjaan itu.” Ucap Yong Pal bangga
“Mengapa Jaksa membantu kalian?” tanya Dokter Ji heran
“Dia melihat sesuatu dalam diri kami  yang bisa dipercaya. Mengapa apa lagi...” kata Yong Pal lalu melepaskan panahnya dan tepat ada dibagian tengah.


Jaksa Tak bertanya pada Dong Tak, Apa Lee Doo Sik mengatakan sesuatu  sebelum meninggal. Dong Tak mengingat ucapan Doo Sik sebelum menghembuskan nafas terakhir “Aku tahu dia... Pria berhelm itu. Wajahnya... Temukan tato malaikat yang sebenarnya.”
“Tidak ada.” Ucap Dong Tak menutupi semua informasi pada Jaksa
“Sayang sekali... Kita tidak punya apa-apa.” Pikir Jaksa Tak
“Aku tidak mengatakan  kita tidak punya apa-apa. Sekarang, kita yakin ada seseorang yang berusaha keras untuk  membungkamnya. Apa yang ingin disembunyikan  orang itu sampai mati-matian? Itu yang akan aku cari.” Ucap Dong Tak
“Baiklah... Kau harus membantunya. Jika kau membutuhkan bantuan...” kata Jaksa Tak lalu disela oleh Dong Tak
“Aku akan mengatasinya sendiri.” Kata Dong Tak. Jaksa Tak mengangguk setuju.
“Tentang Reporter Song, Aku tidak suka ada sesuatu  yang menimpanya.” Kata Jaksa Tak. Dong Tak mengatakan  akan mengatasinya juga. 


Dong Tak masuk ke kantor polisi menerima sebuah telp, lalu  bertemu dengan Tuan Tak di restoran daging panggang. Dong Tak mengucapkan Terima kasih waktu itu pada Tuan Tak. Tuan Tak pikir Seharusnya yang mengucapkan terima kasih jadi berkat Dong Tak menyelamatkan mukanya.
“Dia adalah mantan jaksa penuntut yang mengharapkan perlakuan khusus. Aku harus melempar pukulan balik. Aku senang itu berhasil.” Ucap TUan Tak lalu menatap Dong Tak lebih dalam yang membuat Dong Tak seperti canggung.

“Ketika kau sudah tua, kau cenderung  memperhatikan hal terkecil. Kita menjadi sangat khawatir dan sangat curiga.” Ucap Tuan Tak mengingat Dong Tak yang sebelumnya bertemu dengan para penipu. Dong Tak menganguk mengerti.
“Jadi aku sudah melihat data personilmu. Apa Kau tinggal di Incheon saat kecil?” ucap Tuan Tak. Dong Tak membenarkan.
“Ini Kebetulan sekali. Aku ditempatkan di sana sementara waktu  setelah menjadi jaksa. Kau punya banyak catatan.” Cerita Tuan Tak
“Dulu aku pembuat onar.” Ungkap Dong Tak. Tuan Tak kaget kalau Pembuat onar menjadi polisi dan ingin tahu Siapa yang membantunya.
“Seorang detektif yang  aku temui saat itu. Dia mengubah jalan hidupku.” Cerita Dong Tak
“Kau bertemu dengan pria  yang baik. Aku ingin bertemu dengannya  suatu hari nanti. Apa dia bernama Lee Doo Sik? Dia dibunuh di penjara oleh  seorang narapidana.” Kata Tuan Tak
“Apa Anda berbicara tentang  tersangka yang mengaku membunuh Jo Hang Joon?” ucap Dong Tak sempat binggug

Tuan Tak pikir Doo Sik pantas mendapatkannya karena Pembunuh cenderung bernasib yang sama, lalu merasa heran karena Doo Sik yang berakhir terbunuh oleh narapidana lain dan berakhir menelan arsenik. Dong Tak mengaku diberitahu bahwa  Doo Sik yang gantung diri.
“Ketika kau berada di posisiku, maka kau mendengar begitu banyak  hal yang membuatmu kacau. Apa kau sangat dekat  dengan Detektif Jo Hang Joon? Apa dia meninggalkan sesuatu?” ucap Tuan Tak
“Tidak.” Kata Dong Tak yang masih mengingat korek api yang ditaruh pada kotak kasus yang sudah selesai.
“Bertemu denganmu, anak muda,  mengingatkanku ketika muda. Bisakah kita mengobrol lain kali?” kata Tuan Park penuh arti. 

Dong Tak mengantar Tuan Park sampai ke mobil. Tuan Park setengah mabuk merasa  Beberapa minuman yang dibayar oleh  seseorang seusia anaknya membuat suasana hatinya membaik, lalu sebelum masuk mobil bertanya apakah Dong Tak pernah mendengar nama Gong Soo Chang. Dong Tak sempat kaget.
“Iya. Dia tersangka yang kutangkap  karena pembunuhan Detektif Jo.” Ucap Dong Tak
“Begitu. Apa hanya itu yang kau tahu tentang dia?” ucap Tuan Tak. Dong Tak balik bertanya Apa Tuan Tak mengenalnya
“Dia seorang anak yang berhutang besar kepadaku. Kau Pulanglah. Sampai ketemu lagi. Sampai nanti.” Ucap Tuan Park masuk mobil dan melaju pergi. Setelah jauh Tuan Park seperti berpura-pura mabuk dengan mengatakan Cha Dong Tak dan Gong Soo Chang penuh amarah. 

Jin An membuka kembali kotak yang selama ini disimpanya dengan foto-foto bersama ayahnya. Ia melihat artikel berita di tangga 26 OKTOBER 2001 dengan judul PEJABAT KORUPSI BUNUH DIRI DARI RASA BERSALAH?. Perawat Gil heran melihat Jin An kembali melihat artikel itu lagi.
“Kurasa sudah saatnya  aku melakukannya. Aku tidak bisa melakukannya sendiri, dan aku takut semua  artikel ini mungkin benar.” Ungkap Jin An. Perawat Gil merasa kasihan dengan Jin An.
“Itu sebabnya aku melihatnya diam-diam. Sekarang, aku memiliki seseorang  yang berada di pihakku. Aku akan meminta bantuannya. Kami berdua akan menemukan bersama  apa yang terjadi pada Ayahku.” Ucap Jin An yakin. 

Dong Tak kembali ke kantor polisi, teringat kembali saat Jin An bertanya Wanita mana yang memberikannya padamu?” pada kalung yang selalu di pakai olehnya. Ia mengingat wajah Soo Chang masih kecil meminta tolong padanya dengan memberikan sebuah kalung.
“Aku akan membantumu menemukan  pria yang menjebak Ayahmu.” Ucap Dong Tak menyakinkan saat masih kecil
“Kau datang larut malam.” Ucap Soo Chang menyambut Dong Tak yang datang dengan membuka tanganya lebar-lebar. 

Dong Tak mengingat kembali kalau Soo Chang yang menemukan kalung itu di TKP 16 tahun lalu. Soo Chang membenarkan dan ingin tahu kenapa Dong Tak mengatakan hal itu, Ia teringat saat terjadi kecelakan melihat ayahnya yang terluka parah lalu melihat seseorang yang sempat melihatnya tapi pergi begitu saja.
“Mengapa aku tidak memikirkan hal itu  sampai sekarang? Ayo cari pemiliknya.” Ucap Dong Tak. Soo Chang binggung maksud mencari Pemilik
“Hang Joon Hyung meninggal saat  menyelidiki kasus Kim Jong Doo. Kim Jong Doo satu-satunya saksi kecelakaan Ayahmu 16 tahun yang lalu. Kau menemukan kalung ini 16 tahun yang lalu di TKP. Jika kita mencari tahu  siapa pemiliknya, maka kita mungkin bisa menemukan  pria berhelm yang membunuh Hang Joon Hyung.” Jelas Dong Tak. Soo Chang pikir benar.
“Ini inisial "TJH" Pemilik kalung ini adalah saksi atas kecelakaan 16 tahun yang lalu atau pembunuh sebenarnya.” Kata Dong Tak yakin
“Jika kita menemukan pemiliknya, apa aku bisa kembali ke tubuhku?” kata Soo Chang. Dong Tak membenarkan.
“Jadi...Jauhi Reporter Song.” Kata Dong Tak. Soo Chang mengeluh kesal. 


Saat itu Jin An datang memanggil Dong Tak,  Soo Chang senanbg melihat Jin An yang datang. Jin An bertanya Siapa yang diajak bicara. Dong Tak sempat menatap Soo Chang disampingnya, lalu mengaku Tidak ada siapun.

Jin An mengingat sat ketahuan dengan menyambar jadi pembersih ruangan. Dong tak sinis berkata “Apa begini caramu menyelidiki Seperti kucing licik?” lalu Saat dirumah sakit, sikap Dong tak berubah kalau mereka pernah bertemu seperti baru pertama kali bertemu.
“Maksudku, kau mengganggu pekerjaanku.” Ucap Dong Tak sini
“Aku tidak tahu berapa lama berada di tubuh ini, tapi Reporter Song, kau harus tetap didekatku.” Ucap Soo Chang yang selalu mengoda Jin An.
“Detektif Korea belajar taekwondo, judo,aikido, dan tinju. Sebanyak 20 macam.” Kata Dong Tak tapi ketakutan saat akan di pukul oleh beberapa preman.
Dong Tak terlihat sangat marah mengaku tidak bicara dengan Jin An. Jin An balik bertanya Apa ada orang lain selain mereka berdua.  Jin An setengah mabuk bisa mengingat saat Dong Tak mengatakan “Aku bukan Cha Dong Tak yang kau kenal. Aku Gong Soo Chang.” Lalu Dong Tak mengaku “Setengah dari itu adalah aku, tapi setengahnya lagi bukan aku.”
“Kau siapa?” ucap Jin An curiga kalau Dong Tak sudah diraskui. Dong Tak terdiam. Soo Chang pun kaget karena Jin An mengetahui perubahan sikap Dong Tak saat dirasuki olehnya.
Bersambung ke episode 21

 PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar