PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 27 Desember 2019

Sinopsis Love With The Flaws Episode 20

PS : All images credit and content copyright : MBC

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Di kamar,  Won Seok bertanya pada kakaknya haruskan memberitahu Seo Yeon dengan wajah gugup. Won Jae memastikan kalau saat ini juga tapi merasa menyembunyikannya bukan ide bagus. Won Sek memikirkanJika dia tahu...
“Bagaimana jika dia ingat?” kata Won Seok. Won Jae pikir kalau ini lebih buruk. Won Seok pun berharap semoga saja tidak.
Kang Hee menelp Won Jae, melihat nama Kang Hee di ponselnya membuat Won Jae memastikan suaranya lebih baik. Won Seok hanya bisa menatap bingung. Kang Hee seperti menyuruhnya segera datang. Won Jae kaget meminta sekarang lalu pamit pergi pada adiknya.
“Siapa kali ini? Aku melihat kemeja dan setelan baru di seluruh kamar Kakak. Apa Masih ada wanita yang mau membelikan itu untuk Kakak?” kata Won Seok
“Bukan begitu.” Kata Won Jae. Won Seok meminta kakaknya berhenti Won Seok menegaskan kalau bukan sepert itu. 


Won Jae sudah memakai setelah jas di depan mobilnya sambil melonggo melihat gedung yang tinggi. Kang Hee datang bertanya apa yang dilakukan Won Jae.  Won Jae bertanya apakah Ini semua milik Kang Hee.  Kang Hee pikir tidak bisa bilang itu sepenuhnya milik mereka.
“Kami hanya memiliki saham terbesar untuk perusahaan ini.” Kata Kang Hee.
“Sulit dipercaya aku menjadi pelayan untuk keluarga konglomerat.” Ungkap Won Jae
“Kau bukan pelayan. Kita memiliki hubungan kontraktual.” Kata Kang Hee dan mengajak pergi. 

Won Jae pun membuka pintu mobil belakang, Kang Hee pikir mereka santai saja. Won Jae akhirnya tersenyum lalu sampai didepan restoran dan berpikir kelihatannya mahal sekali. Ia berbertanya apakah Kang Hee ada rapat bisnis selarut ini
“Ini seperti permainan kekuatan. Mereka akan menaklukkanku dengan alkohol.” Ucap Kang Hee sambil minum obat dan juga pereda mabuk.
“Menaklukkanmu? Kau memakai kata-kata mengerikan.” Ucap Won Jae. Kang Hee pun turun mobil lalu pamit pergi. 

Beberapa saat kemudian, Kang Hee berjabat tangan dengan beberapa pria didepan restoran. Won Jae melihat dari kejauhan hanya ada pria dan Kang Hee terlihat baik-baik saja. Tapi saat semua pergi, Kang Hee seperti mencoba menahan mabuknya.
“Apa Kau baik-baik saja?” tanya Won Jae melihat Kang Hee ingin muntah. Kang Hee mengaku baik-baik saja. 

Keduanya pergi ke taman, Won Jae pun memberikan air minum dan melihat Kang Hee bukan peminum berat dan yakin punya sopir lain jadi  Kenapa memintanya datang. Kang Hee mengatakan Karena mereka bekerja untuk perusahaan.
“Mereka harus melapor kepada bos mereka Aku tidak mau Nenek atau Ayah tahu aku melakukan hal ini.” Ucap Kang Hee 
“Kenapa kau bekerja sekeras itu?” tanya Won Jae heran. Kang Hee pikir  Jika tidak begitu, maka ayahnya yang harus melakukannya.
“Ayahku suka melukis. Dia sering melakukan itu saat aku masih kecil. Aku masih ingat betapa bahagianya dia. Tapi setelah pamanku bilang dia enggan mengambil alih perusahaan, ayahku tidak bisa bilang tidak mau. Dia terlalu baik. Jadi, aku harus menggantikannya dengan hal-hal yang bisa kulakukan.” Cerita Kang Hee
“Nona Lee, ternyata kamu ramah dibandingkan penampilanmu. Kamu tampak sangat dingin di luar.”ucap Won Jae
“Kau memang sering memuji orang, ya? Kau memanggilku cantik dan ramah. Orang biasanya tidak mengatakan itu secara langsung.” Kata Kang Hee
“Aku bisa mengatakan apa pun untuk merayu wanita.” Ucap Won Jae, Kang Hee tak pecaya Won Jae masih merayunya.
“Jika memang begitu, apa kamu akan termakan rayuanku?” tanya Won Jae. Kang Hee pikir Tergantung yang Won Jae lakukan. Won Jae kaget mendengarnya.

“Kau juga... Kau lebih ramah daripada dugaanku. Kita harus meneruskan jam kerja yang tertulis di kontrak kita. Kabari aku jika kamu pulang setelah tengah malam. Aku akan membayar lebih.” Ucap Kang Hee akan mengajak pergi.
“Aku akan mengantarmu pulang.” Ucap Won Jae. Kang Hee pikir Hanya butuh 10 menit berjalan kaki.
“Aku akan jalan-jalan agar tidak mabuk. Aku tidak ingin orang tuaku cemas.” Ucap Kang Hee. Won Jae pun membiarkanya. 



Di depan ruang guru, Wakepsek memegang pot bunga kesayangan mulai berbicara kalau Seperti yang mereka tahu, Dirut Lee sudah mundur dari jabatannya karena alasan pribadi. Seo Yeon dan Mi Kyung mendengarkan dengan wajah serius.
“Tapi untungnya, orang yang hebat dan mengagumkan telah mengambil alih posisinya. Biar kuperkenalkan dia kepada kalian. Pak Lee... Maksudku, Direktur Utama Lee Min Hyuk!” ucap Wakepsek.
Mi Kyung dan Seo Yeon kaget mendengarnya.  Min Hyuk dengan bangga langsung berdiri didepan semua guru menyapa dengan ramah. Wakepsek pun meminta mereka semua untuk tepuk tangan, beberapa guru pun memberikan selamat.
“Semuanya, bersiap untuk kelas.” Kata Wakepsek. Semua pun berjalan masuk kelas sambil memberikan selamat.
Min Hyuk melihat Seo Yeon seperti ingin merasa bangga, lalu berpikir Seo Yeon bisa melihatnya kalau  Semua orang memperlakukannya secara berbeda. Tapi Seo Yeon hanya membungkuk dan langsung pergi. Min Hyuk terdiam melihat sikap Seo Yeon seperti berbeda. 

Min Hyuk masuk ke ruangan Seo Yeon bertanya apakah marah padanya. Seo Yeon pikir Bukan ini maksudnya saat kubilang ingin bekerja denganmu untuk waktu yang lama. Min Hyuk bertanya Apa menurut Seo Yeon Kang Woo lebih cocok untuk posisi ini daripada Dirinya.
“Atau kamu ingin dia mempertahankan posisinya karena kamu lebih memilih ketamakan daripada murid-muridmu?” tanya Min Hyuk
“Memang benar posisi itu membentuk sifat seseorang. Kau bilang orang lain berubah. Tapi di mataku, kaulah yang berubah. Aku harus masuk kelas sekarang.” Ucap Seo Yeon. Min Hyuk hanya bisa diam saja. 


Di rumah
Kang Woo makan dengan lahap tanpa henti sampai mulutnya penuh, Hyun Soo yang melihat Kang Woo berpikir sedang perang karena makannya lahap sekali. Kang Woo terus makan dan mencelupkan saus daging babi goreng dan terjatuh dicelanya, lalu tak peduli dan langsung makan saja.
“Ada apa denganmu? Celanamu terkena satu tetes air saja, kamu akan panik dan langsung menggantinya.” Ucap Hyun Soo. Kang Woo tiba-tiba seperti tersadar.
“Seo Yeon akan segera datang.” Kata Kang Woo dan langsung bergegas keluar dari ruangan.
“Dia bukan manusia, tapi anjing. Apa yang dia lakukan? Tunggu.. Jika Seo Yeon pulang kerja, pasti Mi Kyung juga.” Ucap Hyun Soo akhirnya mencoba menelp Mi Kyung.
Mi Kyung langsung berteriak marah saat video call “Jangan meneleponku! Jangan!” dan langsung menutupnya. Hyun Soo tak percaya melihat Mi Kyung marah merasa makin menyukainya karena  bisa mendengar suara Mi Kyung  jadi sangat senang.


Seo Yeon masuk ruangan direktur tapi masih kosong akhirnya pergi ke ruangan UKS. Min Hyuk melihat Seo Yeon datang bertanya apakah sakit. Seo Yeon langsung meminta maaf karena terlalu kasar tadi dan mengaku Sejujurnya, Min Hyuk yang paling pantas mendapatkan posisi itu.
“Kau benar. Aku lebih mementingkan ketamakanku daripada murid-muridku. Maafkan aku. Mungkin aku juga harus minta maaf. Aku mengambil posisi ini karena keserakahanku. Aku ingin Kang Woo menghilang dari pandanganmu.” Akui Min Hyuk. Seo Yeon kaget mendengarnya.
“Karena aku... Aku menyukaimu.” Akui Min Hyuk. Seo Yeon kaget mendengarnya. 

Seo Yeon datang ke rumah Kang Woo terus menekan bel tapi pintu tak terbuka, Ia akhirnya menelp Kang Woo memberitahu kalau sudah ada didepan rumah dan ingin tahu keberadanya.  Kang Woo mengaku di depan rumah Seo Yeon.
“Apa? Kenapa kau di sana? Sejak kapan kau di sana? Lupakan saja. Jangan ke mana-mana.” Ucap Seo Yeon lalu menutup telp.
“Kau bodoh sekali. Seharusnya kau menelepon dahulu.” Ucap Seo Yeon lalu bergegas pergi.
Seo Yeon sampai rumah melihat Kang Woo yang sibuk didepan rumahnya lalu bergumam mengatakannya tanpa sadar.

Flash Back
Min Hyuk mengaku kalau melakukan semuanya karena menyukai Seo Yeon. Seo Yeon kaget mendengarnya. Min Hyuk mengaku sudah lama sangat menyukaimnya. Seo Yeon gugup lalu mengaku kalau suka dengan Kang Woo. Min Hyuk kaget tapi seperti sudah mengetahuinya. 

 “Benar... Aku menyukainya... Aku mengatakan bahwa aku menyukai Kang Woo.” Gumam Seo Yeon bahagia menatap pungung Kang Woo
“Sedang apa kamu di sana?” tanya Seo Yeon. Kang Woo kaget melihat Seo Yeon sudah datang.
“Aku berniat menjemputmu, tapi kupikir akan memalukan jika bertemu dengan seseorang. Bagaimana denganmu? Kenapa kamu di rumahku?” ucap Kang Woo. Seo Yeon berjalan mendekat.
“Aku ingin mengajakmu berkencan.” Kata Seo Yeon. Kang Woo kaget.  Seo Yeon mengaku sudah memikirkannya.
“Bagaimana kalau kita mulai dengan melakukan hal seperti orang lain? Situasi kita sebelumnya amat kacau. Mari kita berkencan. Ayo.” Ucap Seo Yeon.
“Apa katamu?” kata Kang Woo. Seo Yeon mengajak mereka main bersama. Kang Woo pikir Seo Yeon mengatakan hal lain. Seo Yeon tetap mengaku kalau ia memang mengatakan hal itu sambil mendorong masuk mobil.
Saat itu didepan gerbang terlihat gambar Kang Woo masih kecil dengan tulisan "Seo Yeon, ayo main!"


Mereka main ke taman bermain menaiki kuda-kudaan. Kang Woo mengaku belum pernah ke tempat seperti ini dan foto bersama. Mereka terus bermain wahana lain seperti layaknya orang yang pertama kali berkencan.  Kang Woo pun mulai bermain boneka dan juga tembakan lalu makan hotdog bersama. 

Seo Yeon dan Kang Woo melihat studio foto dengan nuansa hitam putih.  Kang Woo pikir mereka bisa masuk. Seo Yeon pun menyetujuinya. Didalam terlihat foto pasangan pengantin, Kang Woo pikir Tampak mirip dengan gaun pengantin Seo Yeon.
“Apa Kau ingat itu?” tanya Seo Yeon kaget. Kang Woo hanya bisa tersenyum.
Flash back
Seo Yeon datang ke taman dan melihat Kang Woo seperti sudah menunggu dengan pakaian jasnya. Ia langsung memuji kalau Kang Woo tampak sangat tampan dengan jasnya dan mengejek apakah akan menikah. Kang Woo mengaku tidak.

“Mempelai pria biasanya memakai ini untuk pernikahan.” Kata Seo Yeon penuh semangat. Kang Woo terlihat sangat gugup.
“Aku hanya penasaran apakah pengantin pria cilik akan menikah.. Terlihat keren, Bung... Kau tampak gagah... Wah Ini cocok dengan gaun itu. Ada gaun pernikahan yang aku impikan.” Ucap Seo Yeon.
Kang Woo akhirnya mengambar diatas ayunan lalu memberitahu sudah selesai. Seo Yeon pun meminta agar menunjukan padanya. Kang Woo meminta agar jangan mengejeknya. Seo Yeon berjanji tak akan melakukanya. Kang Woo pun memperlihatkan gambarnya.
“Ya, ini dia. Ini yang kuimpikan... Terima kasih, Kang Woo... Kau genius. Kenapa kamu amat pandai menggambar? Terima kasih.”ucap Seo Yeon dan langsung memeluk Kang Woo. Kang Woo langsung bersemu merah. 


Kang Woo dan Seo Yeon sudah siap duduk untuk foto, Seo Yeon mengaku kalau sudah memikiranya. Kang Woo mengeluh kali ini apa yang akan dikatakan Seo Yeon karena memikirkan banyak hal hari ini.
“Apa terjadi sesuatu?” tanya Kang Woo penasaran. Seo yeon merasa kalau ingin mengatakan ini kepada Kang Woo 15 tahun lalu, di hari ameminta alamat Kang Woo
“Aku bilang ada yang ingin dikatakan.” Kata Seo Yeon. Kang Woo kaget Seo Yeon bisa mengingatnya.
“Tidak, aku mencoba menebak.” Kata Seo Yeon. Kang Woo mengeluh mendengarnya.
“Bahwa aku juga menyukaimu.” Kata Seo Yeon. Kang Woo kaget. Foto grapher meminta mereka untuk bersiap dan mulai menghitung.
Kang Woo tak ingn hilang kesempatan langsung memegang tangan Seo Yeon dan keduanya tersenyum didepan kamera. 


Nyonya Oh berjalan sambil mengeluh memanggil suaminya, lalu berkomentar Sepertinya Kang Woo melalui banyak kesulitan belakangan ini karena Anak misofobia itu membiarkan piring kotor. Ia pun tersadar suaminya sudah tak ada dan bicara dengan siapa.
“Hei, Sayang. Di mana kamu? Sedang apa kamu di sana?” tanya Nyonya Oh melihat suaminya bergegas keluar dari ruangan.
“Apa? Bukan apa-apa. Sayang, kita harus pergi.” kata Tuan Lee panik mengajak istrinya pergi. Nyonya Han heran.
“Kang Woo tidak ada di sini. Tidak ada alasan untuk tinggal.” Ucap Tuan Lee. Nyonya Ha meihat suaminya bersikap aneh dan menyuruh minggir.
“Aku harus bagaimana sekarang?” ucap Tuan Lee bingung dan mencoba sengaja membenturkan lenganya dan mengaduh kesakitan.
Nyonya Han tak peduli karena sedang shock melihat banyak gambar design yang dibuat oleh Kang Woo.  Tuan Oh terus mengaduh kesakitan dan mengajak Nyonya Han agar ke rumah sakit. Nyonya Han menyuruh suaminya agar diam saja.
Nyonya Han melihat buku gambar anaknya dan melihat wajah perempuan yang pernah dilihatnya. Ia mengingat saat bertemu dengan Min Hyuk di toko pakaian. Tuan Oh mengeluarkan ponsel seperti sudah akan memberitahu anaknya.
“Jangan beri tahu Kang Woo.” Tegas Nyonya Han. Tuan Oh menurut langsung memasukan ponselnya.


Sementara di bangku taman, Seo Yeon makan popcorn lalu bertanya apakah Seo yeon sudah selesai menangis. Kang Woo menghapus air matanya mengelak kalau tidak menangis lalu mengeluh Seo Yeo yang ingin menonton film
“Menonton film itu inti berkencan. Kamu tidak tahu?” ucap Kang Woo kesal. Seo Yeon heran Kang Woo yang mengangap menonton film adalah inti berkencan
“Kau selalu melihat itu di TV. Saat ada adegan menakutkan di dalam film, wanita itu berkata, "Astaga". Lalu dia memeluk tangan pria itu. Kata Kang Woo
“Apa Kau pikir itu akan ampuh padaku?” ucap Seo Yeon. Kang Woo kesal karena sudah menduganya tak akan seperti itu
“Karena itu aku memilih film sedih. Jika kau menangis, aku akan menyeka air matamu, memelukmu, dan juga menghiburmu.” Ucap Kang Woo sudah membayankanya.
“Ya, jadi, kamu pikir itu ampuh padaku?” ucap Seo Yeon. Kang Woo tak percaya Seo Yeon pikir itu tidak sedih
“Anjingnya berlari ke sana kemari untuk mencari pemiliknya saat disiksa dan diperlakukan semena-mena oleh manusia.” ucap Kang Woo
“Itu menyedihkan. Hatiku perih. Tapi tetap saja, aku tidak menangis.”akui Seo Yeon. Kang Woo bisa mengerti.
“Kau tangguh. Kau wanita yang tangguh.” Kata Kang Woo. Seo Yeon mengaku memang tidak bisa.
“Aku tidak bisa menangis apa pun yang terjadi. Tidak peduli sesedih apa pun suatu film atau buku, maka aku tidak akan membuatku menangis.” Ucap Seo Yeon mengingat semuanya. 

Flash Back
Saat putus cinta, Seo Yeon berteriak kesal “Aku sangat sedih sekarang. Aku hanya perlu menumpahkan satu tetes air mata. Kumohon.” Lalu saat Joo Hee bisa menangis mendengar cerita Seo Joon, tapi ia hanya diam saja.
“Tapi akan membaik seiring waktu. Mungkin ini proses yang lambat, tapi itu akan menjadi lebih baik.” Ucap Seo Yeon yang mengingat saat ada di rumah sakit.
“Aku tidak pernah menangis sejak hari itu. Tidak sekali pun selama 15 tahun terakhir. Aku orang yang sangat kering dengan banyak kesalahan Apa Kau yakin tidak apa-apa?” Kata Seo Yeon
“Apa maksudmu? Bolehkah aku menganggap perkataanmu tadi sebagai permulaan hubungan kita?” ucap Kang Woo memastikan
“Bisakah kau menerima orang sepertiku?” tanya Kang Woo

“Kita butuh waktu 15 tahun untuk memulai awal baru. Saat itu, bisa saja berakhir dengan kesalahpahaman mengerikan. Jadi, menurutmu aku akan membiarkan kesempatan keduaku? Tamatlah riwayatmu, Seo Yeon.” Kata Kang Woo. 



Di cafe, Nyonya Oh bertemu dengan Min Hyuk membahas keponakanya itu menjadi direktur utama SMA Shinhwa. Min Hyuk membenarkan, Nyonya Oh pikir mungkin posisi itu jauh lebih baik untuk Min Hyuuk daripada Kang Woo.
“Tapi seharusnya Kang Woo melakukan itu selama setahun. Kenapa kau tidak bisa menunggu lebih lama?” kata Nyonya Oh
“Itukah alasan Bibi meneleponku selarut ini?” tanya Min Hyuk curiga. Nyonya Oh memperlihatkan gambar Seo Yeon.
“Bibi menemukan itu di rumah Kang Woo. Dia wanita yang bersamamu di pasaraya, bukan?” kata Nyonya Han. Min Hyuk membenarkan.
“Bibi kira dia memacarimu.” Kata Nyonya Han. Min Hyuk membenarkan. Nyonya Han pun memastikan kalau memang Min Hyuk yang mengencaninya
“Tidak.” Kata Min Hyuk. Nyonya Han kaget dan memastikan tentang Kang Woo...
“Di saat seperti ini, tidak bisa berbohong bukanlah suatu kejahatan. Aku bisa membuat alasan dan bilang tidak punya pilihan. Bibi bisa bertanya kepadaku. Aku akan memberi tahu Bibi.” Ucap Min Hyuk
“Apa hubungannya dengan Kang Woo?” tanya Nyonya Oh. Min Hyuk menjawab Kang Woo menyukainya dan mungkin juga ingin menikahinya.
“Terima kasih sudah memberi tahu Bibi.” Ucap Nyonya Oh.  Min Hyuk terdiam mengingat dengan yang dikatakan Seo Yeon “Aku suka Kang Woo... Benar. Aku menyukainya.” 



Flash Back
“Kupikir juga begitu. Aku tidak bisa mendukungmu, tapi aku tidak akan menghalangi kalian berdua.” Kata Min Hyuk. Kang Woo pun mengucapkan Terima kasih.
“Selain itu..... Maafkan aku.” Ucap Min Hyuk. Seo Yeon langsung memuji Min Hyuk memang orang baik.
“Sudah kubilang aku tidak baik. Bahwa aku juga menyukaimu.” Ucap Min Hyuk seperti membuat suatu rencana. 

Di dalam rumah, Kang Woo tersenyum bahagia melihat foto bersama Seo Yeon dan mengingat yang dikatakan saat foto “Bahwa aku juga menyukaimu”
Ia terus tersenyum lalu menaruh foto disamping tempat tidurnya karena  akan melihat Seo Yeon begitu bangun tidur. DanSeo Yeon juga tertidur dan kembali bermimpi.
Flash Back
Saat masih remaja ia mengirimkan pesan pada Kang Woo “Ada yang ingin kukatakan. Di mana alamatmu? Aku akan ke sana sekarang.”
Seo Yeon seperti terluka  langsung berlari dan  sebuah mobil seperti akan menabraknya, tapi mobil itu berhenti. Seo Yeon bisa mengeluarkan matanya meminta tolong agar bisa menyelamatkan dengan memegang sepatu ayahnya dengan penuh darah. 


Seo Yeon membuka matanya lalu berjalan dengan tatapan kosong ke meja makan kalau ada di sana, kakaknya bingung. Seo Yeon pikir ia juga ada disana dan meminta mereka pergi. Won Jae panik bertanya ada apa.
“Aku bilang kepada Ibu dan Ayah bahwa aku harus keluar.” Ucap Seo Yeon. 

Flash Back
Ibunya kaget melihat anaknya meminta sekarang untuk pergi. Seo Yeon membenarkan kalau Kang Woo baru saja mengirimkan alamatnya karena Seperti kata orang tuanya kalau  akan menemuinya langsung untuk mengatakan sangat menyesal dan tidak bersungguh-sungguh.
“Maka dia mungkin akan memaafkanku.” Kata Seo Yeon penuh semnagat.
“Apa Kau tidak bisa melakukannya di sekolah besok?” ucap Ibunya. Seo Yeon pikir Besok adalah karyawisata sekolahnya.
“Aku harus minta maaf agar bisa main dengannya besok. Kumohon...Ayolah, Ibu.” Rengek Seo Yeon.
“Baiklah. Ayah akan mengantarmu.” Kata Ayah Seo Yeon. Seo Yeon tak percaya mendengarnya dengan penuh semangat.

“Hei, kamu habis minum segelas bir. Tidak boleh menyetir.” Kata Ibu Seo Yeon. Ayah Seo Yeon teringat dan meminta maaf pada anaknya.
Seo Yeon terus merengek, sang ayah hanya menatap istrinya. Akhirnya Ibu Seo Yeon setuju kalau akan ikut dengannya karena  ingin melihat siapa pria ini. Dan Tuan Joo pun ingin harus melihat pria yang memberi anaknya banyak masalah.
“Bagaimana dengan Seo Joon?” tanya Seo Yeon. Ibunya pikir adiknya itu sudah tidur jadiTidak apa-apa meski ditinggal selama tiga jam dan mengejak bergegas.
Won Jae keluar dari kamar,  Ibunya pami kalau akan keluar dengan Seo Yeon jadi meminta agar mengawasi Seo Joon. Won Jae menganguk tapi seperti lupa.
Seo Yeon akan keluar rumah dan melihat lampu rumahnya berkedip-kedip seperti akan terjadi pemadaman. Ibunya memanggil Seo Yeon agar segera keluar. 


Kecelakan terjadi dengan mobil yang terbalik. Ayah Seo Yeon masih tersadar meminta agar anaknya bangun. Seo Yeon bangun dengan wajah panik, sang Ayah menenangkan anaknya.
“Kau tidak pernah tahu kapan pria harus melindungi orang yang dia cintai. Jadi, kamu harus belajar cara mengikat tali sepatumu agar tidak terlepas.” Pesan ayahnya den terlihat sepatu milik ayahnya tergeletak dijlan.
**
Kang Woo terbangun dari tidurnya dan melihat kembali foto Seo Yeon dengan senyuman bahagai dan ucapanya kemarin pada Seo Yeon “Jadi, menurutmu aku akan membiarkan kesempatan keduaku?”
“Aku meminta mereka pergi.... Itu karena aku. Mereka meninggal karena aku... Karena aku.” Ucap Seo Yeon lalu jatuh lemas. Won Jae dan Won Seok terlihat bingung.
“Tidak ada kesempatan kedua bagi kita.”
Bersambung ke episode 21

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar