Kamis, 29 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 30

PS : All images credit and content copyright : SBS

Eun Hyuk terlihat bahagia dalam berkasnya Namanya Lee Joon Hae.
Flash Back
[2 tahun lalu]
Jaksa ingin  mendekati saksi dan meminta izin pada hakim. Hakim pun mengizinkan. Jaksa mengataknPada saat insiden terjadi Tuan melihat orang yang keluar dari rumah korban saat kebakaran, lalu kabur. Tuan Lee membenarkan kalau melihatnya.
“Saksi yang bersaksi melihat Kang Sun Il di TKP adalah Lee Joon Hae.”kata Eun Hyuk
Ia masih ingat saat itu Tuan Lee menunjuk kalau orang itu adalah Tuan Kang yang duduk di kursi terdakwa. Tuan Kang hanya bisa melonggo mendengar pengakuan Tuan Lee.
“Dia bahkan menghadiri sidang sebagai saksi. Tapi kebetulan dia jadi pembakar atas dirinya sendiri. Apa ini sungguh kebetulan?” ucap Eun Hyuk
“Jadi lebih singkatnya.., seorang pelaku pembakaran menjadi saksi kasus kebakaran dan melaporkannya ke polisi.” Kata Bong Hee. Tuan Bang pikir  Ini bisa saja kebetulan. Namun...
“Mungkin saja bukan. Jika aku jaksa yang bertanggung jawab.., maka aku pasti sudah mengenali kalau dia adalah pelaku.” Kata Ji Wook. Tuan Bang pikir juga pasti.
“Aku mengatakan itu karena banyak orang yang membakar, untuk jadi sok pahlawan, dan karena itulah mereka membakar. Dia berpikir "Aku akan membakar, lalu menelepon polisi untuk jadi pahlawan." Seperti itu lah.” Jelas Ji Wook
“Benar. Aku sudah banyak melihat mereka yang berakting seperti kesaksiannya... di berita.” Kata Eun Hyuk.  Bong Hee pun sudah mendengar kasus seperti itu juga.
“Itu sebabnya polisi memastikan untuk memfilmkan TKP tersebut untuk kasus kebakaran. Kemungkinan besar si pemicu kebakaran adalah salah satu penonton.” Kata Tuan Bang 

Ji Wook pikir Kalau begitu, mereka harus mencari video dari kasus kebakaran atau cuplikan berita mengenai kasusnya dan juga harus mencari daftar kasus kebakaran kecil di daerah itu. Jika tebakan mereka benar, namanya sangat mungkin ada di daftar dan meminta kepala Bang agar mengurusnya.
Eun Hyuk pikir Tuan Bang banyak orang di kepolisian dan pemadan kebakaran jadi meminta membantunya. Tuan Bang tiba-tiba mengaduh kesakitan, karena Luka tusukannya pegal dan gatal. Mereka pun akhirnya mengatakan akan mengurus semuanya. Tuan Bang berpura-pura merasa tak enak hati kalau akan melakukannya.
“Sudah pekerjaanku untuk melakukan hal-hal melelahkan. Aku akan... Aku tidak mendapat sekretaris pribadi, supir.., ataupun manajer kantor, tapi aku akan...” ejek Ketua Bang. Semua pun mengatakan kalau akan melakukan sendiri. Ketua Bang pun tak membiarkanya. 



Bong Hee melihat berkas dan tidak menyangka ada orang sebanyak itu yang sudah melakukan pembakaran. Menurutnyay Jika Lee Joon Hae sungguh pelakunya maka Kang Sun Il, yang ada di balik jeruji besi, pasti sangat marah karena disalah tuduh.
“Dia bahkan bukan yang membakar tapi dia malah jadi pelaku pembakaran dan juga pembunuhan.” Kata Bong Hee
“Aku tidak yakin harus berkata apa. Sejauh ini tak ada bukti untuk menyatakan dia tidak bersalah yang muncul. Kita harus terus menggalinya.” Ucap Ji Wook
“Aku tahu. Tapi sekarang, ada kemungkinan kalau dia sudah disalah tuduh.” Pikir Bong Hee.
“Aku tahu itu, tapi kurasa kau tidak harus terlalu berempati.” Balas Ji Wook. Bong Hee mengaku tidak berempati kepadanya.
“Aku hanya mencoba untuk jadi adil dan membiarkan semua kemungkinannya terbuka.” Jelas Bong Hee.
“Entahlah, dari caraku melihatnya.., kau berempati kepadanya berlebihan.” Balas Ji Wook
Bong Hee pikir Sebagai pengacara, merasa empati sebesar ini tidak berlebihan. Ji Wook ingin menjelaskan kalau pengacara itu. Bong Hee langsung menyela kalau mengetahuinya, kalau Ji Wook tidak suka mereka. Ji Wook merasa bersalah dengan sikapnya dan minta maaf karena telah melukai perasaannya. Bong Hee pun meminta maaf juga.
Keduanya pergi keKantor Pemadam Kebakaran dan Bong Hee pun bertanya Dimana kantor pemadam kebakaran selanjutnya. Ji Wook mengatakan Kantor Pemadam Kebakaran Haeim.


Eun Hyuk keluar dari ruangan mengetahui kalau Yoo Jung tak ada di ruangan, lalu terlihat ragu untuk menelpnya. Ji Hae baru saja akan masuk dikagetkan dengan Eun Hyuk didepanya, lalu tersipu malu dengan merapihkan rambutnya, merasa mereka sering berpapasan.
“Omong-omong, apa kau melihat Jaksa Cha hari ini?” tanya Eun Hyuk. Ji Hae balik bertanya alasan Eun Hyuk perlu menemuinya.
“Memangnya Kenapa lagi? Tentunya soal pekerjaan.” Pikir Eun Hyuk.
“Meskipun kau tidak menekankan kalau ini soal pekerjaan aku takkan salah paham. Kau punya nomornya, kan?” pikir Ji Hae seperti tak suka. Eun Hyuk mengangguk.
“Tapi intinya kau bertanya kepadaku soal dia.” Kata Ji Hae kesal lalu memilih untuk pamit pergi karena harus mengurus sesuatu. Eun Hyuk pun berjanji akan menemuinya lain kali.

Bong Hee dan Ji Wook kembali ke rumah, Ji Wook melihat Bong Hee Hari sudah bekerja keras jadi harus beristirahat. Bong Hee yang terlihat ragu merasa sesuatu, lalu bertanya apa ada sesuatu yang disembunyikan Ji Wook. Ji Wook binggung menjelaskanya.  Bong Hee bisa tahu kalau Ji Wook menyembunyikanya.
“Tidak, aku tidak menyembunyikan apapun.” Akui Ji Wook. Bong Hee mengatakan  akan mempercayai pacarnya. Ji Wook merasa tak enak hati melihatnya.
“Aku selalu bertanya-tanya apakah aku sudah membuat kesalahan. Apakah begitu?” ucap Bong Hee.
“Tidak, bukan begitu. Ini tentangku, bukan tentangmu. Ini sesuatu yang harus kukerjakan sendiri.” Kata Ji Wook.
Bong Hee menyimpulkan kalau ia tidak diijinkan... untuk menanyakan apa itu lalu bisa mengerti. Ji Wook kembali merasa serba salah dengan keadaanya sekarang. 

Yoo Jung melihat Eun Hyuk menunggunya didepan rumahnya, lalu mengejek Apakah ini juga kebetulan yang lainnya. Eun Hyuk mengaku bukan karena mencoba untuk menelepon tapi Yoo Jung tidak mengangkatnya. Yoo Jung mengaku tidak sering membuka ponse karena jarang ditelepon dan ingin tahu ada apa mencarinya.
“Ada sesuatu yang ingin kuperiksa.” Ucap Eun Hyuk. Yoo Jung ingin tahu apa itu sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
“Hanya memakan 5 menit.” Kata Eun Hyuk melihat Yoo Jung akan masuk rumah. Yoo Jung mengaku sangat lelah dan kakinya juga pegal jadi ingin melepas sepatuku sekarang
“Kau bisa mengikutiku jika mau.” Ucap Yoo Jung membuat Eun Hyuk gugup, tapi senyuman terlihat bahagia bisa membuat Eun Hyuk mengikutinya. 

Yoo Jung menuangkan kopi ke dalam gelas, Eun Hyuk makin gugup di depan pintu. Yoo Jung tersenyum bisa mengodanya lalu bertanya Apa yang ingin diperiksa. Eun Hyuk mengatkan kalau mengerjakan kasus banding sekarang Saksi dari kasusnya adalah...
“Apakah itu Lee Joon Hae?” kata Yoo Jung menyela. Eun Hyuk membenarkan.
“Dia orang yang melakukan percobaan pembakaran, kan? Dan dialah pelaku dari kasus yang kau kerjakan.” Ucap Yoo Jung. Eun Hyuk sedikit kaget Yoo Jung bisa mengetahuinya
“Dia mengaku Tapi dia memintaku untuk menguburnya.” Kata Yoo Jung . Eun Hyuk merasa itu benar-benar tidak masuk akal.
Yoo Jung memberikan sebuah berkas, Eun Hyuk binggung apa maksudnya. Yo Jung menjelaskan menggali informasi Lee Joon Hae dan bisa menggunakan ini di sidang jika memang Eun Hyuk mengingkanya. Eun Hyuk bertanya apakah Yoo Jung memang boleh melakukanya. Yoo Jung juga taka tahu.
“Ini Sudah larut. Kau harus pergi jika sudah selesai.” Kata Yoo Jung. Eun Hyuk pun mengucapkan terimakasih.
“Kau bisa bermalam jika mau.” Kata Yoo Jung blak-blakan. Eun Hyuk panik mendengarnya. Yoo Jung tersenyum kalau hanya Bercanda. Eun Hyuk mengeluh Yoo Jung yang bisa kau bercanda seperti itu.
“Kau berpikir aku adalah wanita jahat, apapun yang kulakukan. Bukankah candaan itu sangat cocok untukku?” kata Yoo Jung. Eun Hyuk piir Tidak.
“Hei, Yoo Jung. Berhentilah memukuli dirimu sendiri. Ini Tidak baik untukmu. Tapi Bagaimanapun..,kenapa kau tidak bilang ke Ji Wook kalau tidak ada apapu yang terjadi malam itu?” kata Eun Hyuk
“Entah itu kesalahan maupun bukan, memang benar sesuatu bisa saja terjadi malam itu. Lalu, bagaimana denganmu? Kenapa kau tidak bilang kepadanya?” kata Yoo Jung
“Karena memang benar kalau aku... melukainya.” Kata Eun Hyuk lalu keluar dari rumah dengan wajah tak karuan. 


Kepala Bang menelp Eun Hyuk, saat itu juga mereka bertiga sudah berkumpul untuk minum bersama. Wajah Ji Wook dan Eun Hyuk terlihat banyak pikiran dengan wajah sendu. Tuan Bang mengaku  masih bujangam dan tidak bisa percaya  sudah punya luka tusuk di perutnya jadi  sangat khawatir tidak bisa menemui jodoh.
“Bagaimana menurut kalian soal ini?” tanya kepala Bang. Ji Wook pikir itu bagus dan menyukainya. Eun Hyuk juga seperti dan akan baik-baik saja.. Tuan Bang hanya bisa melonggo mendengar pendapat rekan kerjanya.
“Apanya yang bagus dan akan baik-baik saja?” keluh Tuan Bang. Ji Wook akhirnya hanya bisa meminta maaf.  Eun Hyuk juga ikut meminta maaf.
“Apa yang kalian berdua sangat khawatirkan? Aku belum menikah, tapi aku membesarkan 4 orang dewasa. Aku minum soda karena luka tusukkanku di perut ini. Kenapa kalian terlihat sangat murung? Hidup kalian tidak seburuk itu.” Keluh Tuan Bang
“Kurasa aku membuat kesalahan. Semuanya adalah salahku.” Ucap Ji Wook. Eun Hyuk juga merasakan hal yang sama.
“Kenapa kalian meminta maaf? Sejujurnya, kalian berdua terikat.” Kata Tuan bang. Ji Wook pun ingin tahu apa yang harus dilakukanya.
“Kelihatannya aku tidak punya pilihan. Kepala Bang, kau harus bilang kepadaku harus bagaimana aku.” Kata Ji Wook. Eun Hyuk juga meminta agar memberikan saran karena tak tahu. 


Bong Hee baru datang melihat ketiganya minum lalu marahi Tuan Bang yang  baru mendapat jahitan tapi malah minum. Tuan Bang mengelengkan kepala, Bong Hee melihat Tuan Bang yang menaruh tissue didepan wajahnya berpikir kalau sangat manis membuatnya jadi menangis. Tuan Bang mengaku kalau hanya minum soda saja.
“Apa Kau pikir aku akan percaya itu? Mana ada orang yang menangis setelah minum soda? Dasar, kau kena masalah.” Ucap Bong Hee memarahi tuan Bang.
Eun Hyuk dan Ji Wook melihat Bong Hee yang datang langsung menyapa dengan gaya mabuk bahkan mengajak minumnya segelas. Sementara Tuan Bang mencoba minum dari gelasnya menyakinkan kalau itu memang soda.

Bong Hee pun memapah Ji Wook untuk pulang sementara Tuan Bang membawa Eun Hyuk keluar dari cafe. Bong Hee membawa Ji Wook ke kamarnya dan akan mengambilkan air putih. Ji Wook tiba-tiba menarik Bong Hee ke pelukan dan tak ingin dilepaskanya.
“Kita... tidak boleh putus, Bong Hee. Meski aku bilang kepadamu untuk pergi.., jangan pergi. Kita... pikirkan diri kita saja. Jangan tinggalkan aku. Mengerti?” ungkap Ji Wook. Bong Hee mengangguk mengerti dan meminta  agar Jangan khawatir.

Hyun Soo masih di rawat dalam ruangan VVIP. Bong Hee sedang gelisah hampir saja memakan habis semua kue. Eun Hyuk datang hanya bisa melonggo karena  Ketua Byun menyembunyikannya supaya bisa memakannya sendiri. Bong Hee pikir bisa memakannya secara rahasi dan berpura-pura tidak memakannya.
“Jika begitu.., aku akan jadi kaki tangan. Aku sudah siap untuk sesiku. Katakan apapun yang mengganggumu.” Kata Eun Hyuk
“Aku...tidak mau konsultasi denganmu soal hubunganku. Ini hanya antara aku dan Pengacara Noh. Jadi Aku takkan bicara soal ini.” Ucap Bong Hee.
“Jadi Kau punya masalah dengan Ji Wook” kata Eun Hyuk. Bong Hee mengelak. 
“Ji Wook jadi sedikit aneh, beberapa hari ini, kan?” ucap Eun Hyuk. Bong Hee membenarkan tapi berusaha untuk mengelak Tidak.
“Yahh... Kau benar...Sejujurnya.., dia jadi sedikit aneh.” Akui Bong Hee.
“Kurasa kasus yang dia kerjakan sekarang mengingatkannya akan insiden kematian orang tuanya. Omong-omong.., begitu juga denganmu, Pengacara Eun.” Ucap Eun Hyuk.
Bong Hee menganguk kalau Ayahnya juga tewas dalam insiden kebakaran. Eun Hyuk menjelaskan kalau Ji Wook berada dalam kebakarannya bersama orang tuanya, Jadi mungkin mengalami trauma yang sangat dalam dan Entah Ji ook ingat atau tidak, mungkin menyaksikan seluruh adegan dengan kedua matanya.
“Selain itu.., dia satu-satunya yang selamat. Dia pasti merasa bersalah.” Kata Eun Hyuk. Bong Hee berusaha mengerti.
“Dilihat-lihat lagi..,bagaimana bisa aku tidak tahu?” gumam Bong Hee. 



Tuan Bang menjelaskan  Di daftar pelaku kebakaran yang ada di distrik Lee Joon Hae hanya terdaftar sebagai orang yang melakukan percobaan pembakaran. Bong Hee menjelaskan kalau Lee Joon Hae ada di video dari kebakaran saat insiden terjadi.
“Itu benar..,tapi ini tidak bisa membuktikan kesalahannya.” Kata Ji Wook
“Tidak... Lee Joon Hae adalah pelakunya. Aku punya seorang informan.” Ucap Eun Hyuk.
“Itu bagus, tapi sampai akhirnya.., kita tidak boleh menyimpulkan dia bersalah ataupun tidak. Kita harus cari tahu dulu.” Ucap Ji Wook  
Eun Hyuk mengatakan kalau punya foto dari TKP lalu memastikan Ji Wook Akan baik-baik saja. Ji Wook mengaku akan baik-baik saja. Eun Hyuk memberikan berkasnya, Bong Hee menatap Ji Wook seperti tak ingin membela Tuan Kang.
“Ada petunjuk yang tak terhitung jumlahnya. Kenapa...aku tidak bisa mengetahuinya?.” Gumam Bong Hee. 

Ruang Sidang
Bong He dan Ji Wook duduk dibangku penonton. Eun Hyuk pun berbicara pada Tuan Lee kaalu tahu tentang “Xilena.” (Hidrokarbon cair yang digunakan dalam bahan bakar dan pelarut) Tuan Lee mengaku tak tahu dan bertanya apa itu.
“Menurut penelitianku.., aku tahu kalau pekerjaan Anda ada hubungannya dengan cat, pernis, dan bahan perekat di Cheonho Chemicals. Apa aku salah? Di dalam proses produksi bahan kimia tersebut..,xilene digunakan. ” kata Eun Hyuk. Tuan Lee terlihat gugup dan mengaku mengetahuinya.
“Xilene adalah bahan yang sangat mudah terbakar. Terlebih lagi..,ini digunakan di kasus kebakaran Doboo-dong dua tahun lalu oleh si pelaku. Apa mungkin, Anda mengetahui fakta ini?” kata Eun Hyuk. Tuan Lee mengaku tidak tahu.
“Kalau begitu, bagaimana aku menjelaskannya sekarang?! Lee Joon Hae  baru-baru ini ditangkap polisi karena percobaan pembakaran rumah.” Kata Eun Hyuk.

“Tapi jaksa perempuan itu bilang untuk pergi saja saat itu.” Balas Tuan Lee.
“Polisi menyita barang mudah terbakar dari Tn. Lee..,dan mereka meminta untuk dianalisis komponennya Menurut hasil analisis, itu mengandung campuran xilene. Mereka juga melakukan analisis komparatif dengan bahan yang menyebabkan kebakaran dua tahun lalu. Hasilnya mengatakan bahwa bahan tersebut hampir identik.” Jelas Eun Hyuk
“Ada dua waktu dimana kau tiba-tiba tersadar.” Gumam Bong Hee lalu pamit pergi pada Ji Wook karena harus pergi ke suatu tempat. Ji Wook sempat binggung melihat Bong Hee segera keluar. Eun Hyuk menatap ke arah Yoo Jung yang juga membantunya. 


Bong Hee menelp ibunya,  menceritakan menghadiri sidang hari ini dan Ada Ahjussi yang disalah tuduh sebagai pelaku pembunuhan dan pembakaran. Tapi Untungnya, di sidang bandingnya akan menghasilkan keputusan positif. Jadi, Ia pikir ini akan baik-baik saja. Nyonya Park seperti tak percaya mendengarnya.
“Ya. Sungguh.. Jadi, aku merasa senang... Aku hanya mau memberitahumu ini... Tapi...Ibu...” ucap Bong Hee dengan mata berkaca-kaca. Ibunya  ingin tahu apa yang dikatakan Bong Hee.
Bong Hee mengurungkan niatnya, mengaku sedang sibuk sekarang. Jadi akan menelepon lagi nanti dan kan menutupnya sekarang. Bong Hee bergumam menurutnya kalau Bagaimana bisa tidak tahu

Flash Back
Bong Hee menyimpan berita pada koran dengan judul  ["Pasutri Jaksa Tewas dalam Kebakaran karena Balas Dendam"] Dan ia membaca artikel mengenai insiden yang terjadi terhadap ayahnya berkali-kali sampai-sampai aku tahu cerita keluarga korbannya.
Dalam berita berjudul   [Anak 8 tahun, terlibat dalam insiden, pasutri jaksa]

Eun Hyuk menceritakan Ji Wook dan orang tuanya harusnya pergi untuk piknik keluarga di hari setelah ayahnya tewas. Bong Hee mengingat Peringatan hari kematian orang ayah mereka dan sempat melihat di krematorium dengan nama [Noh Young Suk, 15 Juni 1994] dan  [Eun Man Soo, 15 Juni 1994] dengan nama yang sama.
“Aku kehilangan kedua orang tuaku dalam kebakaran saat aku masih kecil. Ayahku meninggal terlebih dahulu dan Ibuku diantar ke RS tapi dia meninggal tidak lama setelahnya.” Cerita Ji Wook
Saat berbaring bersama, Bong Hee bertanya alasan Ji Wook menjadi jaksa. Ji Wok mengaku kalau ayahnya adalah jaksa. Bong Hee mengerti kalau Ji Wook ingin menjadi seperti ayahnya. 


Ji Wook keluar dari ruang sidang lalu memuji Eun Hyuk yang sudah Kerja bagus dan mereka pun berpisah. Saat itu Yoo Jung melihat dari kejauhan lalu menghampiri Eun Hyuk. Eun Hyuk langsung mengucapkan Terima kasih karena menang kasus ini berkat Yoo Jung.
“Akankah kau baik-baik saja?” kata Eun Yuk.
“Yah, aku tidak melepaskan kasus seperti yang mereka bilang jadi kurasa aku hanya akan dipertimbangkan. Tapi, aku takkan berhenti dari pekerjaanku karena kalian menolakku untuk masuk.” Ucap Yoo Jung. 

Ji Wook menelp Bong Hee, karena tidak bisa menemukanmu, jadi berpikir sudah pergi. Bong Hee mengaku Tiba-tiba ada sesuatu yang penting. Ji Wook bertanya apakah serius, lalu mengatakan akan menunggu di rumah. Yoo Jung bertemu dengan Ketua Jang dengan wajah tegang.
“Beberapa orang berpikir mereka menerima keadilan dari kasus kecil semacam ini. Tapi kau tahu, di dunia ini... “ ucap Tuan Jang.

Flash Back
“Di dunia ini, ada perintah. Agar dunia ini dapat menjaga perintah pada tempatnya.., pastilah ada pengorbanan dari orang kecil sepertimu. Yang kubutuhkan hanya kau untuk jadi pembunuh.Aku tidak salah.” Ucap Tuan Jang dengan menatap foto Tuan Eun.
“Itu artinya tidak bisa diterima untuk membuat kesalahan yang dapat membahayakan perintah dari organisasi..,perintah hukum, dan perintah kekuatan. Kita tidak boleh membuat satu kesalahanpun dalam penuntutan. Apa Kau mengerti?” tegas Jaksa Jang. 


Ji Wook duduk di ruang atas, mengingat Bong Hee terakhir kali  pamit pergi harus pergi ke suatu tempat. Saat itu Bong Hee menelpnya, lalu bergegas mengatkan akan pergi ke tempatnya.
Bong Hee dan Ji Wook berjalan di taman sambil bergandengan lalu tiba-tiba Bong Hee mau makan tteokbokki. Ji Wook langsung menyuruh Bong Hee duduk dan akan pergi membeli makanan. Bong Hee menatap Ji Wook dengan wajah sedih. 

Ji Wook membeli semua makanan dan dimakan bersama. Bong Hee mulai memakanya. Ji Wook bertanya apakah rasanya enak. Bong Hee mengaku enak dan menatap Ji Wook dengan mata berkaca-kaca seperti menahan tangis, lalu mengaku rasanya sangat enak, tapi sedikit terlalu pedas, jadi membuatnya hampir nangis.
Mereka berjalan di taman, lalu Bong Hee melihat ada patung kucing lalu mengajak mereka foto bersama. Ji Wook pun menyanggupinya. Bong Hee binggung karena kameranya tak berfungsi. Ji Wook melihat kalau itu sedang mengambil video sekarang dan mengejeknya Bodoh.

Keduanya bergendengan tangan sambil memakan eskrim, wajah bahagia terlihat dengan saling bertatapan. Setelah itu keduanya berjalan di sisi taman lainya, Bong Hee menatap Ji Wook yang berjalan  disampingnya sambil bergumam kalau ini adalah Penundaan.
“Upayaku yang sia-sia...untuk menunda ini sebentar...dan selangkah setelahnya.” Gumam Bong Hee berhenti berjalan.
Bong Hee ingin melepaskan tanganya, tapi Ji Wook tetap ingin mengenggam erat tangan Bong Hee tak ingin melepaskanya. Bong Hee akhirnya menarik tangan Ji Wook tak ingin digenggam lagi.
“Mari... kita putus.” Ucap Bong Hee membuat keputusan.  
Bersambung ke episode 31

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar