Sabtu, 17 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 24

PS : All images credit and content copyright : SBS
Bong Hee pergi ke kantor polisi mengetahui Masih belum ada apapun. Polisi menjelaskan Senjatanya tidak tertangkap kamera CCTV manapun di area saat kejadian, karena terjadi pada malam hari, dan sudut pandangnya tidak bagus bahkan mereka juga meneliti area tersebut, tapi tidak berhasil menemukan apapun.
“Kami ingin tahu dimana dia sebelumnya ditangkap. Bisa kami dapat informasi itu?” ucap Bong Hee

Keduanya keluar dari kantor polisi,  Bong Hee pikir Ji Wook   tidak perlu ikut karena akan mencari tahu sendiri mulai dari sini. Ji Wook inin tau apa yang akan dilakukanya. Bong Hee mengatakan harus menemukan senjatanya.
“Kau bilang  Semuanya sendiri? Itu tidak masuk akal. Bahkan polisi belum bisa menemukannya.” Ucap Ji Wook tak yakin
“Jika brengsek itu bebas dari sel tanpa ditemukannya senjata.., aku tahu tepatnya apa yang akan dia lakukan. Dia akan menemuinya dan melakukan sesuatu yang gila lagi.” Kata Bong Hee.
“Kau benar. Itu kemungkinan besar terjadi. Tapi tetap saja...” ucap Ji Wook seperti tak ingin Bong Hee melakukanya.
“Kita harus tetap mencoba yang terbaik dari apapun itu yang bisa kita lakukan.” Kata Bong Hee. Ji Wook pun mempersilahkan Bong Hee  Bekerja keras. Bong Hee menganguk, Ji Wook berjalan pergi dan langsung mengajak Bong Hee untuk pergi temukan senjatanya. Bong Hee tersenyum bahagia mendengarnya.

Keduanya pergi ke tempat kejadian, Ji Wook bisa membayangkan ketika si pelaku mengancam dengan pisau pada Yeon Woo. Bong Hee mencari dibagian pepohonya, lalu keduanya bisa membayankan si pria yang berlari kabur karena ketahuan oleh pelajar.
Mereka melihat rekaman CCTV kalau si pelaku pergi ke toilet umum,  Bong Hee bertanya pendapat Ji Wook apakan si pelaku meninggalkan senjata disana lalu ingin masuk. Ji Wook menahanya kalau memang Bong Hee masuk  bisa dianggap sebagai pelanggaran properti publik untuk tujuan seksual.
Akhirnya Ji Wook dengan terpaksa masuk memeriksa semua pintu dan mengeluh melihat ada sesuatu didalamnya, setelah itu keluar memberitahu Tidak menemukan apapun. Bong Hee pun mengajak mereka pergi.
Bong Hee mengingat Pelaku yang berjalan di tumpukan sampah, Ji Wook melihat banyak tumpukan sampah basah merasa karena Kejadiannya sudah lumayan lama maka sampahnya pasti sudah diangkut semua. Bong Hee tapi merasa tak yakin, dengan ponselnya mencari-cari kembali dari balik semak-semak. Dan Ji Wook dengan terpaksa mengikutinya lalu mengajak untuk pergi saja. 

Malam hari
Tuan Bang dan Eun Hyuk membahas masalah kasus mereka, saat itu Ji Wook dan Bong Hee kembali datang. Keduanya langsung mengeluh merasakan bau busuk bahkan mau muntah. Ji Wook pun merasakan hal yang sama dengan badanya.
“Aku tidak mencium bau apapun” ucap Bong Hee. Ketiga pria heran melihat Bong Hee seperti indera penciumnya tak beres.
“Pokoknya, bukan itu yang penting sekarang. Kami tidak bisa menemukan senjatanya. Kita punya waktu kurang dari 24 jam sekarang.” Kata Bong Hee. Tuan Bang mengerti kalau itu kasusnya teman Bong Hee.
“Bagaimana dengan saksi?” tanya Eun Hyuk sambil menutup hidungnya.
“Belum. Aku tahu dia sekolah dimana karena seragamnya tapi belum bisa melacaknya dari semua siswa Omong-omong, aku mendapat firasat buruk di kasus ini. Aku merasa orang itu bertekad menyakitinya..” Kata Bong Hee.
Ji Wook terdiam lalu mengingat perkataan Tuan So agar Jangan menangis, lalu berkata sendiri kalau tidak ada yang akan terjadi dan Semuanya akan baik-baik saja, menyakinkan semua tidak mungkin. Ketiganya binggung  melihat Ji Wook yang bicara sendiri.
Ji Wook mengaku kalau hanya mengatakan Bong Hee harus mandi jadi tidak akan sakit karena kmenyingkirkan semua virus, lalu mengajak Bong Hee pergi. Tuan Bang dan Eun Hyuk hanya bisa mengejek karena keduanya yang ingin mandi dan itu memang menyenangkan, setelah itu mencari penyegar ruangan. 


Hyun Soo duduk di meja sambil memegang pisau setelah itu dengan tatapan pembunuh berdarah dingin memikirkan Alibi karena itu yang dibutuhkanya, di atas meja terlihat foto Tuan Byun, Bang, Ji Wook, Bong Hee dan Eun Hyuk
“Ah... Tidak, aku harus meminta kepastian pesanan dulu.,, Siapa yang pertama?” kata Hyun Soo siap menghabisi tim pengacara yang membelanya. 

Eun Hyuk memberitahu Jika mereka tidak bisa menemukan senjatanya ataupun saksi maka akan dianggap sebagai kasus penyerangan kecil dan pelaku hanya akan didenda. Bong Hee membenarkan karena itu mereka harus menemukan senjatanya. Ji Wook pun setuju.
“Tapi Omong-omong, kenapa kalian masih kerja semalam ini?” keluh Ji Wook. Eun Hyuk mengatakan mereka punya banyak kerjaan Tidak seperti orang lain dengan menunjuk pada Ji Wook. Tuan Bang menyetujuinya. “Baiklah. Anggap saja itu kasusnya. Tapi maksudku, kalian bisa mengerjakannya di rumah. Kenapa kalian harus bekerja sampai semalam ini hari ini? Hari ini 'kan hari pertama.” Kata Ji Wook kesal
“Tidak, Ini pertengahan bulan. Pembayaran kartu kreditku baru dikeluarkan kemarin.” Ucap Tuan Bang 

Eun Hyuk berpikir kalau "hari pertama" yang dimaksudkan adalah... hari pertama berkencan”. Ji Wook tak mau membahas dengan wajah kesal menyuruh mereka pergi carilah saksi dan akan menemukan petunjuk jika melihat rekaman CCTV sampai matanya sakit  Eun Hyuk kesal karena sebelumnya sudah mengatakan kalau sibuk.
Ji Wook menegaskan kalau sudah membantu seperti yang terakhir kali, Eun Hyuk mengumpat kesal kalau mencoba melacaknya menggunakan medsos karena tahu saksinya adalah anak SMA Jadi Menggunakan medsos akan menjadi aruhan terbaik.
“Bagaimana caranya kita menggunakan itu untuk menemukannya?” kata Ji Wook binggung
“kita bisa menggunakan nama sekolahnya sebagai hashtag... dan bisa melihat apakah ada kasus yang di-post. Jika itu tidak bekerja, kita bisa memposting pemberitahuan kalau kita sedang mencari saksi itu, dan menggunakan nama sekolah sebagi hashtag.” Jelas Eun Hyuk.


Keduanya hanya bisa melonggo. Eun Hyuk melihat pasangan baru itu tak  mengerti bahkan tidak pakai SNS. Keduanya hanya diam. Eun Hyuk memastikan keduanya yang tidak punya Instagram, Facebook, dan Twitter. Keduanya mengeleng seperti tak mengunakan media sosial.
“Jadi inilah orang-orang jaman sekarang menyimpan rekam pengalaman sehari-harinya.” Jelas Eun Hyuk. Bong Hee pikir memiliki diary dan menuliskanya. Eun Hyuk benar-benar tak percaya keduanya tak mengerti.
“Hei, Alex Ferguson bilang, main SNS itu buang-buang waktu” kata Ji Wook membela diri. Eun Hyuk mengejek untuk menyetujuinya.
“Kalau begitu aku akan membuang waktuku dan memakai SNS untuk melacak gadis itu semauku.” Ejek Eun Hyuk lalu berjalan pergi sambil mengejek keduanya seperti kutu buku. Tuan Bang pun pikir akan mencari dari SNS.
“Mereka harusnya pulang saja.” Keluh Ji Wook berjalan pergi ke dapur. 


Ji Wook membuat teh di dapur. Bong Hee mengatakan Hari ini Ji Wook sudah bekerja keras. Ji Wook mengeluh kalau tadi sudah mengatakan pergi melalui tempat sampah memang sedikit "keras" lalu bertanya Bong Hee ingin teh apa. Bong Hee menjawab teh Apa saja. Ji Wook mengangguk dengan wajah kesal.
Bong Hee mencolek pundak Ji Wook yang membuat Ji Wook menengok, saat itu juga Bong Hee memberikan kecupan di bibir Ji Wook.  Dengan mengucapkan Terima kasih untuk semuanya hari ini. Ji Wook terdiam dan ingin memeluk Bong Hee.
“Itu cukup untuk merayakan hari pertama kita.” Ucap Bong Hee menolak Ji Wook memeluknya lalu berjalan pergi.
“Dia cukup baik dalam hal ini, dasar Wanita itu.” Keluh Ji Wook. 

Bong Hee berjalan ke bagian ruangan kerja dan melihat Eun Hyuk serta Tuan Bang, lalu dengan senyuman mengucapkan keduanya Bekerja keras dan bergegas masuk ke dalam kamar. Ji Wook masuk dengan senyuman, Keduanya binggung.
Ji Wook mengurangi rasa gugupnya denga membarikan dua cangkir teh pada rekan kerjanya.  Eun Hyuk minum teh dan mengeluh karena rasanya sangat pahit, Tuan Bang pun bertanya-tanya apakah memang boleh diminum.
Di dalam kamar, Bong Hee bahagia karena ini hari pertama berpacaran dengan Ji Wook, tapi ia teringat kembali dengan masalahnya kalau besok  harus menemukan senjatanya, saksi, atau semacamnya lalu mendapat surat perintah. 

Esok hari
Eun Hyuk mengajarkan Bong Hee dan Ji Wook untuk mengambil fotol setelah itu upload pada account instagram. Ji Wook tak percaya kalau hanya begitu saja caranya. Eun Hyuk menyuruh keduanya agar mencoba dan akan mengecek.
Keduanya mengambil foto selfie dari ponsel masing-masing setelah itu mengunggahnya. Bong Hee tersenyum melihat foto Ji Wook dan memberikan tanda love, lalu Ji Wook pun membalasnya pada foto Bong Hee dengan tanda love. Keduanya terlihat bahagia.
Eun Hyuk melihat keduanya seperti iri akhirnya hanya bisa menekan tanda love lalu memuji kepalanya dengan tanganya sendiri kalau sudah memuji dirinya. Pasangan baru itu makin memuji foto pasangan mereka. 

[SMA Dongbang]
Eun Hyuk berdiri didepan pintu gerbang, beberapa pelajar yang melihat Eun Hyuk langsung terpana melihat ketampanannya. Dua anak remaja datang mendekati Eun Hyuk. Eun Hyuk pun mengetahui kalau keduanya yang sebelumnya memberikan komentar pada SNSnya.
“Tampang Oppa tidak seburuk itu.” Komentar si wanita yang lebih tinggi.
“Ah, aku memang sebenarnya tampan. Tapi Aku bukan Oppa. Aku ini Ahjussi bagi kalian.” Ucap Eun Hyuk. Keduanya seperti tak peduli.
“Pokoknya.., apa ada yang menyaksikan penyerangan dua malam yang lalu di sekitar sini?” kata Eun Hyuk mencari informasi. Si wanita mengaku memang ada tapi orang itu tidak mau bersaksi.
“Serahkan itu padaku. Dimana aku bisa menemuinya?” kata Eun Hyuk. 

Bong Hee tak sengaja bertemu dengan Ji Hae, lalu mengaku senang bisa bertemu karena Ada yang ingin dikatakan. Ji Hae bertanya apa dan memperingatkan Bong Hee agar Jangan coba menyerangknya lagi serta katakan saja. Bong Hee mengelak kalau tak pernah menyerangnya.
“Apa menurutmu tindak kriminal yang dilakukan setelah putus, yang sedang naik daun saat ini?” tanya Bong Hee
“Kau ke sini mau memberitahuku kalau kau putus dengan Hee Jun karenaku dan an mau menyiksaku secara fisik?” ucap Ji Hae sinis
“Bagaimana bisa kau jadi jaksa dengan isi kepalamu yang seperti itu?” ejek Bong Hee.
“Aku sangat merasa tidak nyaman mendengar itu darimu. Apa Kau sadar itu?” ungkap Ji Hae. Bong Hee mengaku tidak
“Kau tidak tahu kalau jumlah orang yang melaporkan orang yang mereka cintai karena memanfaatkan hubungannya selama 5 tahun ini lebih dari 30.000, kan?” ucap Bong Hee

Ji Hae mengatakan tidak menjalankan statistiknya jadi tak mungkin bisa tahu. Bong Hee mengatakan Rata-rata, tujuh wanita meninggal per bulannya karena kejahatan dalam percintaan dan yakin Ji Hae pasti tahu itu karena seorang jaksa. Ji Hae tak ingin bertele-tele ingin tahu apa mau dari Bong Hee.
“Kumpulkan seluruh kasus yang berhubungan dan lakukan investigasi untukku. Dapatkan perhatian untuk investigasimu. Informasikan kepada publik untuk tindakan pencegahan. Aku punya kasus yang cocok untuk ditangani olehmu. Jika kau mencari kasus lain, maka aku yakin kau akan dapat lebih.” Ucap Bong Hee.
“Hei, ini tidak mudah Aku tahu tindak kriminal yang dilakukan setelah putus adalah masalah dan Tak ada aksi legal yang dapat mencegahnya. Selain itu, mereka harus melakukan kejahatan agar aku bisa menangkap dan menghukum mereka. Apa yang bisa kulakukan sebelum kejahatannya terjadi?” ucap Ji Hae
“Aku tahu itu. Kau tidak mampu. Sepertinya Aku buang-buang waktu.” Keluh Bong Hee dengan nada mengejek lalu berjalan pergi. Ji Hae berteriak kesal, Bong Hee pun tak mengubrisnya. 

Eun Hyuk berdiri ditempat les dan melihat jam kalau  Hanya tersisa 2 jam sebelum mencapai 48 jam. Bong Hee menerima telp dari Eun Hyuk dan mengatakan untuk segera pergi menemui Yeon Woo. Ji Wook mendengar Bong Hee yang bicara dengan Eun Hyuk.
“Pengacara Ji sedang melakukan yang terbaik untuk kasusnya. Aku sangat tersentuh.” Ucap Bong Hee memuji. Ji Wook tak terima dengan bertanya bagaimana denganya.
“Bagaimana denganku? Aku melakukan yang terbaik juga. Sudah kubilang untuk mencari dan menyimpan seluruh SMS dan surat yang Choi Yeon Woo terima, kan?” ucap Ji Wook. Bong Hee menganguk kalau sudah melakukan itu. Ji Wook pun tak bisa berkata-kata dengan memuji Bong Hee yang sudah berkerja dengan baik.
“Aku akan menemui Yeon Woo nanti. Instingku mengatakan kalau aku harus bersamanya hari ini.” Ucap Bong Hee. Ji Wook langsung menagatakan akan ikut denganya.  Bong He merasa kalau akan baik-baik saja.
“Instingku mengatakan kalau aku harus ikut denganmu.” Ucap Ji Wook merasa tak ingin jauh dari Bong Hee. Keduanya pun naik mobil bersama untuk menemui Yeon Woo. 

Tuan Bang sendirian di ruangan lalu menerima telp dari seseorang yang mengatakan sudah menemukannya dan mengetahui kalau pria itu  baru saja datang ke Korea dan Namanya Lee Jae Ho. Lalu ia pun bertanya apakah punya nomor telepon atau alamat Tuan Lee, setelah itu mengucapkan Terima kasih.
Tuan Bang ingin pergi teringat kembali perkataan Ji Wook “Kita ini warga tanpa otoritas investigasi. Aku akan membiarkan jaksa yang mengurusnya. Yang artinya semua orang di ruangan ini tidak boleh gegabah ataupun melakukan sesuatu.”  Tapi akhirnya Tuan Bang memilih untuk pergi. 

Tuan Bang mengirimkan pesan suara pada Ji Wook, “ Aku di jalan mau menemui Lee Jae Ho, Pengacara Noh. Apa Kau tahu pria lain yang ada di foto Ko Chan Ho? Aku tahu dia ada dimana. Dia pindah ke luar negeri dan baru-baru ini sampai di Korea. Kurasa aku harus bergerak sebelum Jung Hyun Soo mendapatkan dia. Aku meninggalkan nomor dan alamatnya untuk berjaga-jaga.”
Setelah itu Tuan Bang menutup telpnya. Ji Wook yang mendengar pesan suara sedikit kesal karena sudah memperingatkan agar tak melakuanya. Bong Hee khawarti dengan Tuan Bang yang pergi sendirian lalu beprikir untuk menelpnya saja.
“Dia akan tetap pergi meskipun kita mencoba menghentikannya. Ini tidak seperti kita tidak kenal dia.” Ucap Ji Wook
“Kalau begitu pergi ke Kepala Bang. Aku akan pergi ke Yeon Woo.” Ucap Bong Hee.
“Apa Kau pikir akan baik-baik saja sendirian?” ucap Ji  Wook. Bong Hee menyakinkan kalau Jangan khawatir.
Ji Wook menghentikan mobil di tepi jalan, Bong Hee berjanji akan menelp begitu juga Ji Wook meminta agar segera menelpnya. Ji Wook menganguk mengerti. Bong Hee akan pergi setelah turun dari mobil. Ji Wook terlihat khawatir turun dari mobil meminta agar Bong Hee berhati-hati.  Bong Hee meyakinkan Ji Wook agar Jangan khawatir.


Yeon Woo baru saja menutup toko dan saat itu Bong Hee datang menyapa. Yeon Woo terlihat senang melihat Bong Hee yang datang, padahal tidak harus datang menjemputnya. Bong Hee pikir tidak masuk akal karena Seorang pengacara harus melindungi kliennya jadi akan melindungimu malam ini. Keduanya pun berjalan pulang bersama.
***
Eun Hyuk masih menunggu didepan tempat les dengan melihat foto di Instagramnya, lalu Detektif menelpnya, dengan senyumanya mengetahui kalau  48 jam itu sudah terlewati jadi meminta tolong agar memberikan waktu sebentar lagi.
“Aku ingin menahannya lebih lama jug tapi aku tidak bisa menahannya lebih dari 48 jam.” Ucap Detektif yang tak ingin melanggar peraturan.
“Aku sungguh percaya kalau bisa bertemu saksi mata. Aku tidak butuh waktu sebanyak itu, jadi aku mohon meminta sedikit waktu “ kata Eun Hyuk lalu melihat seseorang yang dicarinya keluar dari tempat les dan memohon kembali pada Polisi agar bisa menahan sebentar lagi.
“Hei.. Apa Kau tahu sudah berapa lama aku menunggumu?” sapa Eun Hyuk. Si pelajar wanita binggung dan bertanya siapa Eun Hyuk yang tiba-tiba datang menemuinya.
“Pokoknya, terima kasih banyak sudah datang. Apa Kau mau luangkan waktu untukku untuk melakukan hal baik?”ucap Eun Hyuk. 
Seorang pengacara memberitahu klienya kalau polisi takkan mengeluarkan surat penangkapan, jadi akan keluar dalam waktu singkat dan hanya perlu menunggu. Si pria merasa percaya pada pengacara dengan tangan yang andal.
Si pria melihat si pengacara memanggilnya ingin tahu  Apa yang akan terjadi kepada pria seperti dirinya, apakah  akan langsung dipenjara Si pengacara mengatakan tidak melindungi orang gratisan.


Si pengacara pun bicara dengan polisi tentang si pria yang sudah dikurung selama 48 jam dan ingin tahu alasan tetap mengurungnya di penjara. Polisi ingin menjelaskanya, tapi si pengacara yang pandai bicara menegaskan kalau mereka tidak boleh melakukan ini.
“Kau tidak boleh melakukan ini kepada penduduk tanpa surat perintah. Yang kau lakukan ini ilegal.” Tegas si pengacara. 

Eun Hyuk bertemu si pelajar di cafe, dan menanyakan alasan tidak bisa bersaksi. Si remaja menjelaskan kalau saat itu hanya menyaksikan karena bolos sekolah dan apabila ibunya tahu maka akan membunuhnya. Eun Hyuk memastikan kalau ibunya itu tak akan mengetahuinya.
“Ibuku akan tahu segalanya.” Ucap si pelajar. Eun Hyuk menganguk mengerti, menurutnya ia akan mengatakan segalanya. Si remaja binggung.
“Kau bolos sekolah hari itu dan juga melakukannya hari ini. Aku akan memberitahu ibumu segalanya jika kau tidak bersaksi.” Kata Eun Hyuk si remaja terlihat ketakutan.
“Omong-omong..,apa dia baik-baik saja? Dia ditusuk dengan pisau.” Kata si remaja khawatir.
Eun Hyuk langsung bertanya apakah melihat  pisaunya. Si remaja mengangguk. Eun Hyuk pun ingin tahu apa yang dilakukan pelaku dengan pisau dan dimana meletakkannya. Si remaja mengatakan kalau meletakkan di pembalut gipsnya.

Saat itu si pelaku berhasil keluar dari kantor polisi mengeluarkan pisau dari gipsnya. Eun Hyuk yang mendapatkan keteranga saksi menelp Detektif  untuk memberitahu keberadan Senjatanya lalu di kagetkan kalau Tersangka dibebaskan.
Bong Hee mengantar Yeon Woo sampai depan rumah dan  akan menemaninya pulang juga besok. Yeon Woo khawatir dengan Bong Hee yang harus pulang sendiri, Bong Hee pikir tidak perlu khawatir terhadapnya.
Saat itu mantan pacar Yeon Woo datang kembali membaw pisau. Bong Hee meminta Yeon Woo tetap berada dibelakangnya, dengan gerakan Taekwondonya, mencoba untuk melawan si pelaku. 

Ji Wook menerima telp Eun Hyuk dari mobilnya dan ingin tahu yang saksi katakan. Eun Hyuk mengatakan sudah menemukan senjatanya yai Di pembalut gipsnya. Ji Wook kaget mendengarnya seperti tak menyangka.
“Tapi ada masalah. Ini sudah lebih dari 48 jam, jadi dia dilepaskan Dia mungkin...” ucap Eun Hyuk bisa menduga sesuatu.
“ Harusnya kau beritahu aku dari tadi.. Baiklah, aku mengerti” ucap Ji Wook kesal 

Didepan rumah Yeon Woo, sudah ada ambulance dan beberapa polisi, Ji Wook langsung menerobos masuk dan mengatakan sebagai walinya lalu berteriak panik memanggil Bong Hee. Bong Hee kaget melihat Ji Wook yang kembali datang, Ji Wook menanyakan keadaanya.
“Aku baik-baik saja. Ini hanya membuat lecet di lenganku.” Ucap Bong Hee. Ji Wook ingin membalas pada si pelaku yang melukai Bong Hee. Bong Hee menahanya kalau sungguh baik-baik saja. Ji Wook akhirnya memeluk Bong Hee karena sangat khawatir, Bong Hee pun menepuk punggung Ji Wook untuk menenangkanya.
“Lalu Dimana Kepala Bang?” tanya Bong Hee karena Ji Wook cepat datang.
“Aku ada di perjalan ke sana.., tapi secepatnya datang ke sini setelah dapat telepon dari Eun Hyuk.” Jelas Ji Wook. Bong Hee menyuruh Ji Wook untuk pergi sekarang.
“Eun Hyuk akan segera ke sini, jadi minta bantuannya kalau ada sesuatu yang terjadi.” Jelas Ji Wook. Bong Hee menganguk mengerti dan menyuruh Ji Wook segera cepat pergi.
Ji Wook pun meminta Yeon Woo agar bisa menjaga pacarnya dan pamit pergi, tiba-tiba Ji Wook berjalan kembali. Bong Hee binggung. Ji Wook kembali memeluk Bong Hee seperti benar-benar sangat khawatir. Bong Hee menyakinkan kalau tak akan ada masalah. Ji Wook pun mencoba melepaskan tangan Bong Hee untuk berpisah. 

Tuan Bang berjalan masuk ke sebuah gedung sambil menelp, Ji Wook menelp dari mobl tapi ponsel Tuan Bang yang sibuk. Tuan Bang berhasil menaiki tangga dan menekan bel tapi tak ada sahutan, lalu mencoba menelp dan mendengar suara deringan dari dalam.
Pintu rumah tak terkunci, Ia pun masuk ke dalam memanggil Tuan Lee. Suasana rumah gelap dan Tuan Bang menemukan Tuan Lee sudah terkapar dan tak bernyawa lagi. Saat itu Tuan Bang menelp Ji Wook, tapi tiba-tiba ia merasakan seseorang yang berjalan dibelakangnya.
Perkelahian dalam kegelapan dengan pelaku pun terjadi. Tuan Bang  bisa menekan sipelaku di dinding karena dulunya pernah jadi detektif yang tahu caranya berkelahi dengan benar.
Ji Wook mengemudikan mobilnya mulai panik seperti merasakan sesuatu yang terjadi pada Tuan Bang dan melajukan mobilnya. Tuan Bang seperti kurang kekuatan membuat si pelaku mencekik dan bisa melemparnya keatas meja makan dan akhirnya jatuh lalu diseret.
Tuan Bang seperti merasakan sesak dan tak bisa bernafas saat si pelaku pergi meninggalkanya. Ji Wook akhirnya datang dan langsung berteriak histeris melihat Tuan Bang yang tak sadarkan diri di lantai. 

[Epilog]
Ji Wook ingin berkencan untuk mendengar jawaban Bong Hee melewati sebuah toko bunga. Pegawai toko pun keluar bertanya mencari bunga seperti apa. Ji Wook melihat beberapa bunga, setelah itu keluar dengan sebuket bunga untuk Bong Hee yang akan menjawab pernyataan cinta darinya.
Bersambung ke episode 25

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

1 komentar: