Sabtu, 17 Juni 2017

Sinopsis Fight My Way Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Keduanya jalan bersama, Ye Jin mengetahui Ibu Sul Hee  menjual jokbal. Lalu bertanya Apa nama julukannya dulu juga "Kaki Babi". Sul Hee membenarkan kalau panggilanya  "Kaki Babi Merah Muda". Ye Jin mengaku juga sama seperti itu.
“Orang tua kita punya restoran jokbal dan kita suka warna merah muda. Waktu kecil, aku berharap memiliki seorang kakak. Bolehkah aku berteman baik denganmu?” kata Ye Jin ramah sambil merangkul tangan Sul Hee.
“Dalam drama, wanita seperti dia itu kasar.” Gumam Sul Hee.
“ Tapi Ye Jin, kau... Kau tidak kasar.. tapi kau cantik.” Komentar Sul Hee. Ye Jin binggung.
“Ahh.. Menurutmu aku cantik? Begitu juga kau.” Kata Ye Jin. Sul Hee pun tak banyak berkata-kata lagi lalu berjalan lebih dulu. 

Di cafe.
“Jika aku tahu minum minuman keras, mungkin kita sudah melakukannya. Tapi aku tidak bisa, jadi aku ingin minum teh saja bersamamu.” Kata Sul Hee
“ Ada apa, Sul Hee? Apa yang ingin kau katakan? Apa Kau bertengkar dengan pacarmu?Omong-omong, seperti apa kekasihnya.” Tanya Ye Jin
“Dia seperti boneka beruang, maksudku seperti anak beruang.” Ucap Sul Hee. Ye Jin mengaku Kekasihnya juga seperti itu dan merasa Selera pria mereka juga mirip.
Sul Hee senang mendengar kalau Ye Jin ternyata punya kekasih. Ye Jin mengaku kalau itu rahasia di kantor, tapi sebenarnya punya kekasih. Sul Hee tak percaya karena baru mengetahuinya, seperti rasa cemburunya mulai berkurang.

“Jika kau mengaku punya kekasih, mereka akan bertanya-tanya.” Kata Sul Hee bisa mengerti.
“Apa Kau ingin melihatnya? Kami berfoto bersama tadi pagi.” Ucap Ye Jin mengeluarkan ponselnya. Sul Hee yakin kalau wajahnya pasti mirip Park Bo Gum.
Ye Jin meminta agar Sul Hee bisa merahasianya, Sul Hee kaget melihat foto Joo Man sedang presentasi di ambil tanpa sengaja bersama dengan Joo Man. Sul Hee bertanya apakah mereka berpacaran. Ye Jin mengaku kalau menyukainya dan akan menjadi kekasihnya.
“Aku hanya memandanginya, tapi membuatku sangat bahagia.” Ungkap Ye Jin benar-benar bahagia.
“Ye Jin, kenapa kau melakukan ini?” gumam Sul Hee penuh amarah dengan siap memegang gelas penuh air.
“Kukira cinta pertamaku saat SMP, tapi aku salah. Aku memikirkannya sepanjang hari dan hatiku merasa tidak keruan. Jika itu cinta, Pak Kim pastilah cinta pertamaku. Aku pasti gila, Sul Hee.” Ungkap Ye Jin. Sul Hee hanya diam saja mengingat kejadian sebelumnya. 


Flash Back
Tahun 2011
Sul Hee bercerita pada Ae Ra yang sedang main mesin boneka, mengaku  Hong Sik cinta pertamany tapi ternyata salah, karena setiap hari memikirkan Joo Man seperti ingin mati dan gila.
Ye Jin masih terlihat malu-malu karena sangat menyukai Joo Man. Sul Hee mengingat keadaan sama saat menyukai Joo Man, lalu bergumam kalau ingin menyiramnya dengan air. Ye Jin mengaku sedang memikirkan cara untuk mengungkapkannya.
“Bagaimana cara mengajaknya berkencan dan melanggengkan hubungan?” kata Ye Jin. Sul Hee pikir harus menamparnya.
“Dalam drama, mereka menampar si wanita dengan kimchi. Itu yang sesuai standar.” Gumam Sul Hee membayangkan menampar Ye Jin dengan kimchi.
Ye Jin tetap bertanya caranya pada Sul Hee. Sul Hee bergumam kalau  Saat itulah menyadari sesuatu, bahwa Dalam hidup seseorang... Ye Jin kembali berbicara mengaku senang bisa mengatakan rahasianya pada Sul Hee. Sul Hee gumam kalau Sulit sekali menampar orang lain.

Tak Su dan Sonya berjalan keluar dari apartement dengan masker, sampai didepan mobil Tak Su mengaku Sonya yang  menatap kamera, kalau ini sedang membawakan "Music Bank" Sonya mengaku kalau tidak bisa menahan diri.
“Tunggu, Tak Su. Apa Kau baru saja memarahiku?” ucap Sonya kesal. Tak Suk mengaku tidak marah.
“Skandal ini berdampak besar bagiku sebelum peluncuran album keduaku.” Kata Sonya kesal.
“Sejujurnya, tidak ada yang tahu ini album keduamu. Kau akan dianggap kekasihku, hal itu juga akan menguntungkanku dan ini situasi yang saling menguntungkan.” Ucap Tak Su. Sonya merasa kalau hubungan mereka itu seperti hubungan bisnis.
Tak Suk menyakinkan kalau ini semua karena cinta. Tae Hee keluar dari persembunyian dengan kamera,  lalu mengeluh dari foto kalau tak perlu melihat kamera dan bukan selfie. Tak Su pikir sudah cukup, karena kalau  melihat foto skandal lain, fotonya samar.
Tae Hee mengajak untuk mengulangi karena Sonya terus menatap ke arah kamera jadi tidak terlihat seperti foto paparazi dan meminta agar lebih alami serta melatih sandiwaranya. Pelatih Choi hanya bisa menatap dari dalam mobil. 

Ae Ra berjalan pulang sambil mengumpat. Dong Man pikir Ae Ra sudah   membuatnya mimisan jadi Kenapa masih marah. Ae Ra bertanya apakah Dong Man akan kalah jika melawannya dengan serius, Dong Man heran karena Ae Ra yang melarangny bertarung, tapi tidak mau dirinya kalah.
“Orang pun bisa marah saat anak anjing mereka dipukuli.”ucap Ae Ra kesal. Dong Man tak ingin membahasnya lagi.
“Aku sudah hubungi keduanya. Ganti bajumu dan datanglah ke bar.” Kata Dong Man
“Besok aku ada wawancara. Aku tidak boleh minum-minum.” Kata Ae Ra
“Bukan untuk minum-minum, tapi geladi bersih.” Kata Dong Man. 

Ae Ra berada diatap berlatih agar artikulasi suaranya benar, mengaku sebagai Ae Ra dari KBC News. Joo Man berkomentar Ae Ra itu Sempurna karena pembicara yang baik dan cocok jadi wiraniaga. Dong Man pikir Jika punya pilihan, pasti memilih Ae Ra.
“Aku melalui hari yang sangat buruk. Kalian membuatku gembira dan berdebar-debar. Entah kenapa aku jadi ingin  menangis.” Ucap Sul Hee. Ae Ra mengejek Sul He itu bersikap berlebihan.
“Aku melihatmu berlatih menjadi pembaca berita, dan Dong Man melakukan taekwondo dan menghancurkan segalanya sejak kita masih muda. Besok kalian akan melakukannya di dunia nyata. Aku gelisah dan menjadi emosional.” Ungkap Sul Hee.
Ae Ra menyadarkan temanya kalau ia bahkan belum diterima. Dong Man pun mengejek Sul Hee kalau belum menang dan kenapa harus menangis haru. Sul Hee merasa keduanya  hampir berhasil dan berkilauan sekarang. Joo Man pun mengaku iri, mereka pun mulai kembali bersulang dan membahas kalau Dong Man akan bertemu Sa Rang Jika menjadi petarung MMA, Dong Man pikir kenapa menemuinya. 

Pagi hari
Dong Man melihat Ae Ra yangtampak gugup. Ae Ra pikir mana mungkin kalau tidak gugup lalu menanyakan keadaan rambut dan bajunya apakah terlihat bagus.  Dong Man berkomentar kalau Ae Ra Terlihat lumayan dengan gugup.
“Benarkah aku terlihat layak? Tatap mataku dan katakan sesuatu.”ucap Ae Ra melihat Dong Man yang tak bisa menatapnya.
“Biasanya, Kau terlihat seperti binatang, tapi... Kau terlihat.. semacam....” Ucap Dong Man 

Tiba-tiba bibi pemilik ada didepan mereka memberitahu kalau Ae Ra itu cantik. Dong Man benar-benar kaget dan hampir saja mengumpat. Si bibi heran kenapa Dong Man itu  berteriak Seolah kepergok berbuat sesuatu. Dong Man merasa tidak ingat dan keduanya terlihat gugup.
“Apa Kau memplesternya sendiri? Memangnya Bibi punya izin untuk melakukan ini?” ucap Dong Man mencoba menenangkan suasana.
“Apa pengghuni 102 kini mengejar 101?” ucap Si bibi 

Ae Ra mendorong Dong Man masuk ke dalam taksi karena tahu  Pasti Jalan Tol Gangbyeon sangat padat sekarang dan memperingatakan Jangan sampai kakinya lelah karena harus memakainya nanti. Dong Man menatapnya, Ae Ra memberikan uang.
“Aku sponsor pertamamu. Kembalikan dengan uang dari pertarungan.” Ucap Ae Ra
“Kau melarangku bertarung. Kenapa kau mensponsoriku?” keluh Dong Man. Ae Ra menyuruh Dong Man pergi saja.
“Ae Ra... Kau tidak akan menonton, kan? Pukul 4 sore. Di Gelanggang Dongchook, pintu masuk 4.” Ucap Dong Man
“Aku tidak akan pernah menontonmu bertarung lagi.” Tegas Ae Ra.
Dong Man mengerti lalu Ae Ra berpesan pada Dong Man agar Jangan takut dan Kalahkan mereka semua. Dong Man mengeluh kalau sikap Ae Ra seperti ayahnya dan berharap Ae Ra juga mengalahkan mereka semua. Ae Ra pun menyuruh Dong Man agar segera pergi saja. 


Ae Ra masuk ke gedung lalu melihat spanduk "Wawancara Pembaca Berita KBC 2017" lalu masuk ke Ruang Tunggu wawancara. Ia duduk disamping seorang calon penyiar nomor 24, Park Na Ri dan berlatih membawakan berita.  Akhirnya Nomor 23, 24, dan 25 dipanggil dan salah satunya Ae Ra.
Dua oran pun melakukan wawancara, Seorang wanita pikir Jika tidak ada pertanyaan lagi, maka mereka akan.. Ae Ra menyela kalau mereka belum menanyaikan apa pun.
“Apa Kau punya bakat? Contohnya, sesuatu yang bisa kau lakukan di acara ragam.” Ucap Si wanita. Ae Ra pikir kalau bisa menyanyi.
“Itu terlalu lama. Kami anggap saja sudah mendengarnya.” Kata si wanita seperti meremehkan. Ae Ra pikir bisa dengan menari karena menarikan lagu AOA.
“Aku mengerti kau berambisi, tapi jika kini kau menari, maka itu akan membuat semuanya canggung.” Kata si wanita
“Aku sudah menyiapkan perkenalan pembuka.” Kata Ae Ra merasa sudah mempersiapkan semuanya.
“Nomor 25... Entah bagimu seperti apa, tapi waktu itu emas bagi kami. Jika kau ingin mencuri waktu kami, seharusnya kau mengisi waktumu lebih dulu. Para calon yang diwawancara lain berkuliah di luar negeri, bergelar magister, dan bekerja sukarela. Apa yang kau lakukan pada saat itu? Ambisi harus dibuktikan lewat pengalamanmu.” Kata si wanita mengejek melihat CV Ae Ra.
“Aku... mencari nafkah... Selagi mereka keluar negeri untuk kuliah dan bekerja sukarela, sementara aku mencari nafkah.” Kata Ae Ra 


Ae Ra melihat namanya lalu orang yang di wawancara bersamanya, dijemput oleh ibunya mengunakan mobil, sementara ia hanya sendirian. Lalu ia menelp ayahnya bertanya apakah ayahnya sedang sibuk. Ayahnya sedang di restoran mengaku sibuk dan menutup telp anaknya lalu kembali melayani pelanggan.
“Kami selalu kekurangan waktu.” Gumam Ae Ra

Di kantor Sul Hee bertemu bagian HRD, mengaku cenderung tertidur saat siang hari, tapi tidak bisa tidur di malam hari dan juga lebih fokus saat malam.
“Kami bangun lebih awal dari siapa pun dan tidur larut malam, tapi waktunya tidak pernah cukup.”
Joo Man berbicara pada Direktur Choi kalau sering begadang, jadi, bekerja larut malam tidaklah masalah. Dong Man sibuk berlatih dalam ring untuk pertandingan. Ae Ra hanya bisa menangis dibalin tirai bus menuju pulang. 
“Kami hidup lebih keras dari siapa pun, tapi resume kami tidak menunjukkannya sedikit pun. Tampaknya resume itu sejarah kami semua. Itu membuatku marah dan kecewa.” 

Dong Man menatap wajahnya dalam cermin, Pelatih Hwang memberitahu Begitu beritanya dirilis setelah pertandingan,maka semua kamera akan tertuju pada Dong Man. Ia pikir Dong Man  akan bagus jika terlihat seperti petarung seksi.
“Inikah yang kau sebut seksi? Aku seperti pekerja kantoran tahun 1990-an.” Keluh Dong Man melihat gaya rambut yang klimis.
“Meski dua orang mendapat skor yang sama, kamera akan menyoroti petarung tampan. Terkait hal itu, menurutmu kenapa sundae-ku laku keras?” kata Pelatih Hwang bangga. Dong Man mengejek kalau pelatih Hwang  akan kaya dalam waktu singkat.
Ia lalu melihat ponselnya bertanya apakah Apa beritanya sudah dirilis. Pelatih Hwang binggung melihat berita diatas  "Kim Tak Su Mengakui Berpacaran dengan Sonya" "Kim Tak Su dan Sonya Sering Berkencan di Apartemen Studionya"

“Kita menghentikan berita Ko Dong Man dengan skandalmu. Kita berjanji untuk membeli dua iklan di koran ini sebagai ganti atas skandal itu.” Kata Tae Hee memperlihatkan berita
“Dong Man membuatku mengeluarkan banyak uang. Dia pemakan uang dan membuatku lelah.” Keluh Tak Su
“Tidak ada yang memperdulikan petarung yang tidak terkenal. Kau seorang bintang. Skandal itu akan menutupi semuanya. Itu yang terbaik. “ kata Tae Hee yakin.
“Hari ini pertandingan debutnya... Kerjakan tugasmu dengan benar... Apa Kau mau kukirim pulang?” ucap Tak Su marah
“Itu bukanlah pertandingan sesungguhnya. Pertandingan itu seperti aksi pembuka di sebuah konser. Lagi pula, mereka tidak akan menyiarkannya. Jadi Tidak ada yang peduli.” Ucap Tae Hee.
Tak Su mengaku kalau peduli dan memperingatakan Jangan biarkan Dong Mnan mendekati ring sama sekali. Tae Hee mengaku sudah bicara pada penyelenggara pertandingan dan sudah merencanakan semuanya lalu Ada seseorang yang yakin bisa mengalahkan Dong Man jadi akan membuatnya melawan Dong Man.
Tak Su pikir itu Konyol sekali menurutnya Petarung amatir apa yang bisa tentang Dong Man. Tae Hee memberitahu kalau orang itu pernah mengalahkan Dong Man.


Joo Man dan Sul Hee duduk berjauhan di halte bus,  Sul Hee pikir Seandainya orang-orang tahu dan lebih suka jika orang-orang tahu. Mereka bahkan selalu bersama, tapi tidak ada yang mencurigai mereka. Joo Man pikir Sul Hee tahu itu akan membuat mereka merasa tidak nyaman dan akan merugikan mereka
“Aku sangat gugup... Karena segalanya... Kau mencium orang lain di kantor.” Ungkap Sul Hee. Joo Man meminta agar Sul Hee Berhenti memikirkannya.
“Kenapa dia begitu cantik dan muda? Dia berasal dari keluarga kaya,tapi sikapnya sangat baik.” Kata Sul Hee
“Kau jauh lebih cantik. Bahkan tidak ada yang membayangkan jika aku berpacaran denganmu.” Ungkap Joo Man
“Aku sudah tahu bahwa ibu dan kakak-kakakmu tidak menyukaiku. Karena itulah aku merasa telah mengecewakanmu. Aku merasa sebagai simpananmu dan merasa bodoh. Itu sungguh membuatku merasa minder. Aku sedih.” Ungkap Sul Hee. Joo Man mengeluh Sul Hee yang berpikir seperti itu.
“Terkadang aku berharap kau bukan seorang asisten manajer. Kuharap kita tidak berkuliah di universitas yang sama. Aku ingin kau berpenghasilan 50 dolar lebih sedikit daripada aku. Sekalipun begitu keadaannya, aku bisa tetap mencintaimu selama 100 tahun seperti sekarang.” Ungkap Sul Hee. 


Joo Man akhirnya mendekat memegang tangan Sul Hee mengatakan Jika kali ini mereka  menjual habis kimch lalu menjadi manajer, maka mereka bisa memberi tahu kantor.Setelah itu,  Sul Hee harus berhenti. Sul Hee binggung Joo Man yang menginginkanya berhenti.
“Aku tahu kau ingin menjadi penulis blog berpengaruh. Begitu kau berhenti, aku akan mendukungmu untuk menjadi penulis blog berpengaruh. Kau bisa melakukannya sebagai istri manajer.” Kata Joo Man. Sul Hee kaget mendengarnya.
“Begitu aku menjadi manajer, mari kita lakukan.... Mari menikah.” Kata Joo Man. Sul Hee berkaca-kaca mendengarnya. 

Hye Ran melihat berita online "Petarung Bintang dan Idola Girl Band Berpacaran" lalu penata rias bertanya apa yang dingikanya. Hye Ran mengatakan meminta agar bisa tampak lebih cantik daripada idola girl band. Si penata rias berpikir Hye Ran  akan tampil di acara ragam.
“Tidak... Aku ingin mendukung priaku. Aku ingin priaku  menjadi bintang. Buatlah itu terlihat jelas.” Kata Hye Ran 

Dong Man berbicara di telp kalau sudah makan dan sedang bekerja. Ibunya bertanya apakah mengirimnya uang. Dong Man mengeluh kalau seorang pria dewasa  itu mana mungkin tidak punya uang dan menegaskan kalau sudah bekerja. Ibunya mengaku kalau Ayah Dong Man..
“Apa lagi? Apa Ayah mengatakan sesuatu Bahwa aku tidak mampu membeli makanan?” kata Dong Man marah, Ibunya menjelaskan bukan seperti itu.
“Dia khawatir mungkin kau kehabisan uang dan tidak makan dengan teratur.” Jelas ibunya. Dong Man bertanya apakah ayahnya ada didekat ibunya.  Ibunya pikir anaknya itu ingin bicara dan akan memberikan ponsell pada suaminya.
“Sudah kukatakan, berbaikanlah dengannya.” Bisik ibu Dong Man. Tuan Ko ingin bicara tapi Dong Man lebih dulu bicara mengatakan ibunya tak perlu.
“Ibu, jangan berikan ponselnya. Aku harus bekerja. Sampaikan pesanku padanya. Mintalah dia untuk mempercayai putranya.” Kata Dong Man lalu menutup ponselnya
Tuan Ko mendengarnya makin meremehkan anaknya Apanya yang bisa dipercaya. Ibu Dong Man kesal mendengarnya. Tuan Ko yakin Apa pun yang dilakukan, maka Dong Man akan menang.


Lawan Dong Man diganti jadi Lee Byung Joo, semua berkumpul dalam ruangan. Byung Joo mengeluh panitia  tidak bisa tiba-tiba mengganti pertandingan seperti ini dan membuatnya merasa bersalah. Si pria mengatakan Memang biasanya petarung baru saling berhadapan, tapi orang yang seharusnya melawan Dong Man mendadak mengundurkan diri.
“Kau bilang Mendadak? Apa tepat sebelum pertarungan?” sindir Pelatih Hwang. Byung Joo merasa bersalah soal ini dan akan bersikap baik pada Dong Man.
“Pelatih, aku tidak masalah. Kau harus membantu Dong Man dari sudutnya. Aku merasa sangat bersalah.” Kata Byung Joo lalu keluar dari ruangan.
“Meski kau tidak punya petarung lainnya, Byung Joo pernah menjadi juara di daerahnya. Bagaimana bisa kau memasangkan dia dengan orang yang akan debut? Kenapa kau bermain kotor?” keluh pelatih Hwang
“Mari kita lakukan saja... Sepertinya aku bisa melakukannya.” Ungkap Dong Man. Pelatih Hwang tak percaya mendengarnya. 

Pelatih Hwang berjalan dilorong menurutnya Sudah lama sejak mereka berjalan melewati tempat ini bersama-sama mungkin Sepuluh tahun, sambil memeluk Dong Man agar Jangan gugup. Dong Man bertanya apakah harus melepas kausnya. Pelatih Hwang bertanya memang Kenapa.
“Aku terbiasa mengenakan kaus. Untuk melepasnya...” kata Dong Man merasa tak nyaman. Pelatih Hwang pikir Dong Man gugup merasakan sakit perut dan ingin ke toilet.
“Aku agak malu... Di sana juga ada begitu banyak wanita.” Kata Dong Man. Pelatih Hwang pikir mereka akan duduk sangat jauh.
“Kalian akan mirip dua kacang merah. Mereka tidak bisa melihatmu.” Kata Pelatih Hwang.
“Dong Man, kau terlihat tampan saat memakai sarung tinju.” Komentar pelatih Choi
Dong Man pun menyapanya. Pelatih Hwang dengan sinis bertanya Untuk apa datang dan mengaku  suka artikel skandal itu lalu mengetahui kalau Tak Su memang hebat dalam hal bermain curang. Pelatih Choi heran melihat pelatih Hwang itu melakukan hal yang asing baginya.
“Kau bahkan tidak bisa melakukannya dengan baik. Kenapa kau menemui wartawan? Lanjutkan saja hal yang kau tahu.” Ejek Pelatih Choi
“Astaga. Apa Aku bodoh? Haruskah aku menerimanya?” balas Pelatih Hwang
“Jangan biarkan Tak Su menggoyahkanmu. kau dan Dong Man harus menunjukkan keahlian kalian. Menang dengan kecakapan.” Kata Pelatih Choi
“Apa Kau dengar itu? Orang bodoh harus menggunakan tubuh mereka.” Ejek Pelatih Hwang pada Dong Man.
“Dong Man, hari ini aku kemari sebagai penggemarmu. Biarkan aku melihatmu berjaya lagi.” Kata Pelatih Choi terlihat tulus. 


Joo Man turun dari bus lalu Sul Hee memanggilnya Sayang dan ingin membahas Dong Man, keduanya kaget melihat Ye Jin sudah menunggu didepan halte. Ye Jin kaget mendengar Sul Hee yang memanggil Joo Man  "Sayang" 

Acara MMA pun dimulai, Byung Joo masuk lebih dulu diatas panggung dan memberikan pernghormatan. Pelatih Hwang melihatnya merasa kalau Byung Joo itu Choo Sung Hoon. Sementar Dong Man merasa Byung Joo memang andal. Nama Dong Man dipanggil, saat berjalan menuju ring berpapasan dengan Tak Su yang berjalan dengan Sonya ke bangku penonton. Dong Man membuka kaosnya dan menatap pelatihnya.
“Jangan biarkan dia memimpin. Di gelanggang ini, orang yang kencan dengan artis bukanlah raja. Orang yang pintar adalah rajanya.” Kata Pelatih Hwang
“Terserahlah. Aku hanya akan menikmatinya. Sudah lama sejak aku berada di sini.” Kata Dong Man dan Pelatih Hwang memasang pelindung gigi.
Dong Man pun diperiksa seluruh tubuh dan akhirnya masuk ring. Pertandingan dimulai, saat itu Hye Ran masuk dengan pandangan semua orang tertuju padanya. Wartawan pun tak percaya  Park Hye Ran kemari untuk menonton pertarungan MMA.
“Ada perlu apa kau datang ke pertarungan MMA?” tanya wartawan mendekatinya.
“Aku kemari untuk menyemangati petarung.” Kata Hye Ran. Wartawan ingin tahu siapa orangnya.
“Petarung yang saat ini berdiri di ring.” Ucap  Hye Ran menunjuknya. Nama Dong Man pun disebut. 

Dong Man mulai bertanding dan hanya dalam hitungan detik Byung Joo jatuh tak berdaya. Wasit mulai menghitung lalu akhirnya memutuskan kalau Dong Man menang KO. Tak Su kaget karena Dong Man bisa menang begitu mudah. Semua orang pun tak percaya Dong Man bisa menang hanya dalam waktu 19 detik.
“Bagaimana cara dia menahannya selama bertahun-tahun?” ungkap Pelatih Hwang tak percaya. Dong Man pun dinyatakan sebagai pemenang lalu keluar dari ring.
Pelatih Hwang pun memakaikan Dong Man kembali kaosnya lalu memeluknya dengan bangga. Wartawan memberikan pertanyaan dan mengikutinya, dan ingin tahu hubungan dengan Hye Ran. Saat itu Dong Man berhenti dan melihat Hye Ran duduk dibangku penonton. Hye Ran tersenyum Dong Man mendekatinya.
Dong Man berjalan tapi melewati Hye Ran lalu berjalan sampai ke bagian belakang penonton terlihat seorang tertunduk menutupi telinganya, Dong Man pun berjongkok lalu nepuknya dan bertanya apa yang sedang dilakukanya. Ae Ra mengangkat wajahnya dan terlihat menangis. Dong Man memberitahu kalau ia menang.
“Benarkah kau harus melakukan ini? Aku tidak sanggup menontonnya.” Kata Ae Ra
“Aku dalam masalah. Sekarang, Kau tampak cantik bahkan saat menangis.” Ungkap Dong Man


Epilog
Dong Man memberikan makanan pada kelinci, gurunya mendekat memberitahu apabila hanya memberi makan Whitey karena Blacky jelek, menurutnya kalau nanti Blacky akan sedih apakah Dong Man tidak merasa bersalah.
“Makin jelek mereka, maka kau harus bersikap makin baik, mengerti?” pesan gurunya.

Dong Man memiliki banyak permen, lalu membagikan pada Ae Ra dan Sul Hee. Lalu tinggal satu permen ditanganya dan menatap Ae Ra serta Sul Hee, akhirnya ia memberikan permen pada Ae Ra. Ae Ra terlihat malu dengan sikap Dong Man. Dong Man mengelus kepala Ae Ra dengan wajah bahagia karena ingin menyayangi juga wanita yang jelek. 
Bersambung ke episode 9


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

                                                                                                                                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar