Sabtu, 17 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 23

PS : All images credit and content copyright : SBS
“Aku, yang ragu-ragu untuk mulai takut akan akhir, moment saat aku menyadari perasaanku kepadamu.., aku kabur darimu bak pecundang.”
Ji Wook mengingat kenangan dengan Bong Hee saat bersama menunggu hujan, lalu menolak Bong Hee yang mengungkapkan perasaanya agar tak  menyukainya, tapi akhirnya mengungkapkan perasaan dengan memberikan ciuman pada Bong Hee.
“Dan aku gagal karena perasaanku telah dimulai atas kemauannya sendiri.”
Ji Wook dengan sangat yakin mengatakan “Saat hatimu terbuka untukku lagi, ubahlah pemikiranmu. Aku akan menunggu. Kau bisa pelan-pelan saja.” Lalu Ji Wook melihat Foto Hyun Soo dan chef merasa kalau ada hubungannya...dan meminta Tuan Bang  memeriksa latar belakang Jung Hyun Soo,
Bong Hee pun bertanya pada paman kalau pria yang melaporkan adalah Hyun Soo, tapi si paman mengelak. Lalu tak sengaja bertemu Hyun Soo dengan mendengarkan melodi miliki Hyun Soo, Ia pun merasa kalau  membuat Pengacara Noh melindungi pembunuh. 
 Saat Yoo Jung datang mengatakan Mantan Bong Hee, kasus Jang Hee Jun,  bertugas menginvestigasi ulang kasusnya. Ia pikir kaena menyaksikan sesuatu tanpa disadari apa yang dilhatnya itu, dan Ji Wook menemukan mayat dalam tangki air atap.
“Jika karena itulah aku mengalami ini semua, maka ini tidaklah adil.” Ungkap Bong Hee. Hyun Soo yang melihatnya merasa  akan baik-baik saja karena mengurusnya dengan benar.
Lalu Tuan So datang sebagai klien baru mereka yang bisa melihat masa datang, memberitahu kalau Dua orang di rumah ini akan segera meninggal.
“Aku... mengubah rencanaku. Ini membuatku terbebani. Haruskah kukatakan perasaanku menjadi tidak nyaman? Perasaanku yang sekarang, keputusanku, tolong hormati itu.” Ungkap Bong Hee yang merasa bersalah dengan Ji Wook karena melindungi penjahat.
Ji Wook selesai membela Tuan So dan kembali memastikan kalau memang  bisa meramal masa depan. Tuan So mengatakan kalau Itu adalah firasat. Tapi hanya sesekali. Ji Wook pun membahas kalau diantara mereka, ada dua orang yang akan mati. Tuan So menyakinkan kalau yang dikatakan itu benar.


Ji Wook dan Tuan So berpisah di depan lampu merah saat itu jua Tuan So langsung tertabrak mobil dengan darah yang mengalir. Ji Wook pun menemani Tuan So sampai dirumah sakit. Tuan So menyakinkan Ji Wook kalau bukan penipu, lalu seperti melihat Ji Wook yang akan menangis histeris.
“Jangan menangis, Pengacara Noh. Semuanya akan baik-baik saja.” Ucap Tuan So. 


Bong Hee berada ditaman menerima telp dari Ji Wook yang menanyakan keberadaanya,  Ji Wook keluar dari IGD meminta Bong Hee menunggunya lalu berlari ke taman mencari Bong Hee.
“Kita semua kehilangan seseorang. Beberapa orang kehilangan keluarganya,
beberapa orang kehilangan temannya..., beberapa orang kehilangan orang yang dicintainya.< Entah itu orang jahat maupun baik, siapapun itu, seumur hidup.., tak ada orang yang tak pernah kehilangan.”
“Karena itulah, hidup ini kejam. Jika itu benar... selama kekejaman ini, jangka waktu yang terbatas... Dengan cara tertentu, dalam waktu hidup yang singkat ini... satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah...”
Ji Wook langsung datang memeluk Bong Hee,  memohon agar bisa menyukainya kembali sekarang. Ia meminta maaf karena tidak bisa menepati janji untuk menunggu tapi sekarang meminta agar Bong Hee bisa menyukainya kembali.  
Bong Hee melepaskan pelukan Ji Wook dan langsung menangis seperti anak kecil. Ji Wook binggung dengan Bong Hee yang tiba-tiba menangis. Bong Hee seperti merasakan sangat tertekan dengan perasaanya. Ji Wook pun hanya bisa memeluk Bong Hee untuk menenangkanya. 


Bong Hee masuk kamar kebinggungan dengan keadaanya sekarang, lalu keluar dari kamar melihat Ji Wook seperti sudah menunggunya. Ji Wook langsung bertanya apa yang terjadi pada Bong Hee, Bong Hee balik bertanya pada Ji Wook karena Tiba-tiba membuat pengakuan di tengah jalan dan Membuatnya terbebani saja.
“Aku hanya... tiba-tiba merasa... Aku membuang-buang waktuku. Dan Ini giliranmu, Bong Hee. Aku tahu ada sesuatu yang terjadi. Jadi Apa itu?” ucap Ji Wook ingin Bong Hee jujur.
“Aku hanya sangat lelah. Hari ini adalah... hari dimana semuanya menggangguku dan membuatku ingin menangis. Itulah saat aku lari kepadamu. Karena itulah aku menangis, yang mana sangat tidak sepertiku.” Kata Bong Hee menutupinya.

“Jung Hyun Soo... Apa karena Jung Hyun Soo?” kata Ji Wook. Bong Hee heran melihat Ji Wook bisa menebak dan ingin tahu apa yang diketahui Ji Wook tentang Hyun Soo.
Hyun Soo terus mengikuti temanya yang baru pulang berlibur, sampai ke rumah saat lampu tangga menyala dan Ia pun menyapa temanya yang sudah lama tak bertemu, kembali terlihat senyuman pembunuh berdarah dingin. 




Bong Hee pun ingin tahu dengan Ji Wook, Apa yang sudah diketahui. Ji Wook mengaku tahu kalau Jung Hyun Soo mungkin saja pembunuhnya dan bisa saja orang yang membunuh Koki Yang serta mungkin saja... Lalu ia merasa kalau hanya tebakannya yang berlebihan.
“Aku tak punya apapun untuk membuktikannya. Ini hanya.. sesuatu yang kukira berdasar insting dan hanya perkiraan yang tidak ilmiah.” Ungkap Ji Wook. Bong Hee benar-benar tak percaya mendengarnya.
“Kenapa kau tidak memberitahuku saat kau tahu segalanya? Kau bilang kepadaku kalau kau takkan main rahasia denganku.” Ucap Bong Hee marah.
“Baiklah, aku tidak seharusnya melakukan itu. Maafkan aku.” Kata Ji Wook merasa bersalah
“Kalau begitu, hentikan semua yang kau lakukan. Berhentilah mengekspresikan perasaanmu kepadaku.” Tegas Bong Hee
“Maafkan aku.., tapi aku tidak mau. Kenapa kita harus jadi seperti ini... hanya karena si keparat itu ?” ucap Ji Wook
Bong Hee tak percaya Ji Wook  sungguh tidak tahu alasannya. Ji Wook mengangguk makanya bertanya karena tidak tahu. Bong Hee meminta Ji Wook untuk berpikir. Ji Wook mengaku sudah berpikir, bahkan banyak berpikir bagaimana kemungkinan perasaan Bong Hee.
“Aku tahu kau menyalahkan diri sendiri. Kau pasti berpikir "Aku memikat si kriminal. Ini semua karenaku. Aku melindungi seorang kriminal dan membuat dia bebas." Kau mungkin mengalami waktu yang sulit. Aku sudah tahu itu.” Ucap Ji Wook
“Kau benar. Kau sangat tahu.” Kata Bong Hee
“Tapi aku mencoba memberitahumu kalau kau salah.” Kata Ji Wook menyakin. Bong Hee merasa kalau itu memang benar yang dipikirkanya.
“Ini bukan kebenaran dan  hanya sebuah kecelakaan. Kau masuk ke dalam kecelakaan bersama Jung Hyun Soo. Dan aku akan melewati kecelakaan ini denganmu. Keputusanku tidak akan berubah meskipun kau mendorongku.” Tegas Ji Wook
“Aku pasti... akan menangkap Jung Hyun Soo Jadi kau harus membuat keputusan. Apa Kau mau kita... melewati ini secara terpisah Atau kau mau melewati ini bersama? Aku ingin kita melakukan ini bersama.” ungkap Ji Wook dengan mata berkaca-kaca. Keduanya pun dalam kamar masing-masing terlihat galau memikirkan hubungan mereka. 


Seorang pria mengejar wanita dengan tangan mengunakan gips,  dengan mengancam mengunakan pisau kalau sudah meminta agar tak meninggalnya, jadi lebih baik mengakhiri dengan mati bersama saja. Yeon Woo terlihat ketakutan. 
Pacarnya pun tetap ingin menusuknya, saat itu juga terdengar suara teriakan anak remaja yang baru pulang sekolah. Si Pria pun langsung pergi kabur. 

Bong Hee berbaring di tempat tidurnya lalu melihat ponselnya “Choi Yeon Woo” dan menyapa temanya yang Sudah lama tak pertemu. Lalu tiba-tiba wajahnya panik mendengar perkataan Yeon Woo. Ji Wook dari dapur melihat Bong Hee yang keluar malam hari dan bertanya mau kemana.
“Temanku mengalami kecelakaan.” Ucap Bong Hee. Ji Wook binggung yang dimaksud Kecelakaan.

Bong Hee masuk kantor polisi memanggil Yeon Woo dan dibelakangnya Ji Wook ikut mengantar. Yeon Woo mendekati Bong Hee dan Bong Hee memastikan kalau temanya itu baik-baik saja dan ingin tahu kejadianya.
“Aku putus dengan mantan pacarku, dan dia bilang kami harus mati bersama.” Ucap Yeon Woo
“Ah, dasar sampah tidak berguna. Dimana brengsek itu sekarang?”kata Bong Hee yang membuat Polisi mengernyit karena seorang pengacara yang mengumpat.
“Dia ada di dalam sel .. Tapi kami tidak menemukan senjata yang digunakan untuk menyerangmu.” Kata Polisi
“Dia sungguh mencoba untuk menusukku dengan pisau.” Kata Yeon Woo memperlihatkan lukanya.
“Dia memiliki sayatan yang terlihat seperti sayatan pisau.” Kata Bong Hee.
“Ini harus dianggap percobaan pembunuhan karena dia mengacungkan pisau.” ungkap Ji Wook akhirnya ikut campur.
“Lukanya terlalu tidak besar untuk menegaskan bahwa memang demikian Ditambah, tak ada bukti kalau mantan pacarnya melakukannya.” Ucap Ji Wook. Bong Hee binggung dengan yang dikatakan Ji Wook.
Ji Wook mengatakan sedang bicara fakta dan memastikan si pelaku bisa ditahan sampai 48 jam, Polisi membenarkan. Ji Wook pikir mereka harus menemukan tersangka dan senjata agar mendapat surat perintah. Polisi memberitahu mencari rekaman CCTV saat itu dan akan melakukan pencarian menyeluruh.
Bong Hee meminta temukan sesuatu dan harus menemukan sesuatu dalam 48 jam. Sementara di dalam sel tahanan Si pelaku dengan penuh amarah berkata kalau akan membunuhnya. Bong Hee mengantar Yeon Woo pulang agar menyakinkan agar tak perlu khawatir. 


[Episode 23 - 48 jam kemudian]

Ji Wook pulang bersama merasa Bong Hee dan Yeon Woo pasti teman dekat. Bong Heee memberitahu kalau bertemu dengan Yeon Woo  saat sedang menyiapkan ujian bar. Ji Wook pikir sudah pasti kalau mereka belajar bersama.
“Tidak, orang tuanya pemilik restoran yang dulu sering aku kunjungi.” Kata Bong Hee. Ji Wook seperti salah menebaknya.
“Sekarang Aku sangat marah. Kenapa dia pacaran dengan brengsek sepertinya?” ucap Bong Hee. Ji Wook melihat Bong Hee yang khawatir langsung mengenggam tanganya.
Bong Hee kaget ingin melepaskan tanganya, tapi Ji Wook tetap memegangnya. Bong Hee mengingat perkataan Ji Wook yang mengaku  hanya tiba-tiba merasa seperti membuang-buang waktu. Bong Hee masuk kamar mengingat kembali kejadian sebelumnya. 

Flash Back
“Kalau begitu hentikan semua yang kau lakukan. Berhentilah mengekspresikan perasaanmu kepadaku.” Ucap Bong Hee
“Maafkan aku.., tapi aku tidak mau. Kenapa kita harus seperti ini hanya karena keparat sepertinya? Jadi kau harus membuat keputusan. Apa Kau mau kita melewati ini secara terpisah Atau kau mau melewati ini bersama? Aku ingin kita melakukan ini bersama.” Ucap Ji Wook meminta Bong Hee membuat keputusan.
Bong Hee duduk ditempat tidurnya kembali memikirkanya semuanya, lalu menatap tanganya yang digenggam erat oleh Ji Wook saat berada dimobil. 

Bong Hee naik ke lantai atas, Ji Wook keluar dari kamar mandi hanya mengunakan jubah mandi panik dan meminta Bong Hee tak melihat apapun. Bong Hee mengaku kalau datang untuk memberitahumu sesuatu. Ji  Wook bertanya apa yang ingin dikatakan sambil menutup badanya.
“Aku berpikir semalaman dan berkeputusan untuk hidup tanpa rasa malu.” Siapa peduli? Kita harus egois dan hidup sesenangnya sendiri. Ayo kita mulai hari ini. Ini hari pertama kita.” Kata Bong Hee lalu berlari menuruni tangga.
Ji Wook kesal tak mengerti maksudnya, Bong Hee berteriak mengajak mereka mulai pacaran. Ji Wook kaget lalu tersenyum karena Bong Hee akhirnya menerimanya kembali, lalu wajahnya bahagia karena punya pacar sekarang.

Bong Hee masuk kamar panik merasa tak percaya kalau akhirnya mengakui pada Ji Wook dan artinya ini hari pertama mereka bersama. Eun Hyuk duduk diruang rapat melihat wajah Tuan Byun dan Bang lesu seperti tak bergairah. Ji Wook dan Bong Hee masuk dengan senyuman bahagia karena hari pertama mereka menjalin hubungan.
“Apa yang terjadi? Apa yang membawa perubahan besar mood? Ini seperti siang dan malam. Ini seperti pergi dari penjualan koleksi musim gugur dan musim dingin ke koleksi musim semi dan musim panas Omong-omong, apa kalian berdua semalam tidak tidur nyenyak atau apa?” kata Eun Hyuk pada dua seniornya.
“Aku tidak tidur.” Kata Tuan Byun. Tuan Bang juga mengaku hal yang sama. Eun Hyuk pikir keduanya pasti ketularan insomnia dari Ji Wook.
“Yang pria gila itu katakan terus mengangguku. Dia bilang dua orang di sini akan mati. Kurasa kau dan aku akan jadi dua orang itu.” Ucap Tuan Byun pada Tuan Bang. Tuan Bang mengeluh pada tuan Bang yang mengira itu dirinya.
“Oh, kurasa di antara kalian belum ada yang dengar beritanya...” kata Ji Wook mengingat kalau Tuan So itu meninggal kecelakaan, Semua bertanya berita apa yang dimaksud.
Tapi akhirnya memilih untuk tak menceritakan dan teringat kembali saat Tuan So meminta agar Jangan menangis dan Semuanya akan baik-baik saja. Ji Wook pun meminta agar mulai sekarang Tidak peduli apapun yang akan terjadi tak boleh ada yang membahas tentang mati.
“Omong-omong.., apa aku sudah memberitahu kau kalau dokterku memintaku melakukan tes lagi? Yah, sepertinya aku sakit mau mati...” kata Tuan Byun
“Pengacara Noh baru saja bilang untuk tidak bicara begitu.”sela Bong Hee. Tuan Byun mengeluh Bong Hee yang selalu harus memotong pembicaraannya.
“Dengan segala hormat... “ ucap Bong Hee sopan. Tuan Byun memperingatakan Jangan mulai meskipun Bong Hee menghormatinya.
“Rapat kita tidak menemukan tujuan.” Kata Bong Hee. Tuan Byun kesal seperti Ji Wook menyalahkannya pada semua salahnya. Bong Hee melawan kalau Hari ini, ini salah Tuan Byun. Tuan Byun makin marah menyuruh diam saja dan meminta agar mengambilkan minum karena  harus minum obat.
“Semakin kau tua, kau harus semakin banyak bergerak supaya sehat.” Ejek Bong Hee. Tuan Byun makin marah kembali memanggilnya Nona Kurang Bukti. Ji Wook pusing melihat keduanya kembali beradu mulut. 

Ji Wook menarik Bong Hee kebawah tangga, Bong Hee binggung tiba-tiba Ji Wook menariknya.  Ji Wook pikir  sudah bilang soal keluarganya,  Bong Hee membenarkan.
“Teman orang tuaku yang membesarkanku sekarang adalah wali sahku. Aku bilang kepadamu soal mereka juga, kan?” kata Ji Wook sedikit gugup menjelaskanya. Bong Hee membenarkan.
“Aku sungguh berpikir kalau mereka adalah malaikat. Tapi aku tidak bilang padamu... siapa mereka.” Ucap Ji Wook. Bong Hee mengangguk dan ingin tahu siapa orangnya.
“Salah satu dari mereka adalah Ketua Byun.” Ucap Ji Wook. Bong Hee mengangguk mengerti lalu kaget yang dimaksud Ketua Byun yang selama ini adu mulut denganya dan Nona Kurang Bukti dengan Ji Wook yang sekretaris.

Ji Wook memastikan kalau Bong Hee itu baik-baik saja. Bong Hee hanya bisa tertawa lalu merasa mereka sudah ditakdirkan, lalu bertemu dengan Tuan Byun da memberikan senyumanya. Tuan Byun binggung kenapa Bong Hee tersenyum dengan nada sinisnya.
“Aku tidak melakukan apapun.” Kata Bong Hee ingin membuat wali Ji Wook terkesan. Tuan Byun masih kesal memperingatakan gara Bong Hee Jangan tersenyum karena Membuatnya muak saja. Bong Hee merasa kalau nasibnya sudah selesai. 

Tuan Byun duduk di meja kerja melihat foto Chan Soo dan dua kawanya, terlihat masih memikirkanya. Lalu menerima telp dan berbicara kalau ia sudah menemukannya lalu mengucapkanTerima kasih sudah menghubunginya. Ji Wook melihat dari meja kerjanya, Akhirnya keduanya berbicara di lantai atas. Ji Wook menanyakan siapa yang ditemukan. Tuan Bang tak menjawab.
“Apa mungkin, kau masih menginvestigasi Jung Hyun Soo?” ucap Ji Wook curiga.
“Lebih tepatnya.., aku menemukan identitas pria yang ada di foto.” Kata Tuan Bang mengeluarkan foto Chan Soo dan dua temanya.
“Aku 'kan sudah bilang untuk sementara ini, kita berhenti menginvestigasi dia.” Ucap Ji Wook sedikit kesal. Tuan Bang pikir Ji Wook itu  tidak mau penjelasan singkat darinya.
“Maksudku... Akan tidak sopan jika aku tidak mendengarkan laporan hasil investigasimu itu.” Ucap Ji Wook
“Kau tidak perlu terlalu formal di antara kita dan tidak perlu mendengarnya.” Pikir Tuan Bang. 

Ji Wook mengaku bukan seperti itu,  dan ingin mendengar laporannya jadi meminta agar memberitahu. Tuan Bang menceritakan bertemu guru Ko Chan Ho, lalu gurunya mengataakn akan mencari tahu Setelah itu pergi ke bagian club anak muda.
“Apa dia punya teman dekat?” tanya Tuan Bang pada pemilik. Si Paman mengaku tak tahu.
Lalu akhirnya ia menerima telp, dan ternyata pria itu senior Ko Chan Ho di SMA dan Ada alasan tidak bisa menemukannya di buku tahunan, karena Tahun wisuda masing-masingnya berbeda. Ji Wook pun bertanya apakah terjadi terhadap mereka.
“Pertama.., aku akan bertemu dengan Kim Min Gu. Karena aku tahu siapa dia.., aku yakin aku bisa menemukan alamatnya dan cepat menghubunginya.” Jelas Tuan Bang lalu menunjuk ke foto disebelah kanan Chan Soo.
Yoo Jung menelp, memberitahu baru saja mengidentifikasi tubuh yang ada di tangki air dan berUntungnya, ada di database pencarian orang hilang jadi menemukan identitasnya cukup cepat. Ji Wook pikir Yoo Jung menemukan identitas keduanya.
“Tidak, kami hanya mengindentifikasi satu tubu dan tidak semuanya.” Kata Yoo Jung
“Namanya Kim Min Gu.” Kata Ji Wook seperti menebaknya. Yoo Jung kaget Ji Wook bisa mengetahuinya.
“Kapan dia mulai dilaporkan hilang?” tanya Ji Wook. 


Ji Wook memimpin rapat memberikan judul “Status hilangnya Ko Chan Ho” yaitu petugas forensik dan bilang kalau mau memberi Bong Hee informasi tentang pembunuh sebenarnya tapi Setelah itu meng hilang. Ia pun menunjuk gambar wajah Tuan Kim.
“Pria ini baru-baru ini ditemukan meninggal di tangki air di atap sebuah apartemen.” Kata Ji Wook. Eun Hyuk bertanya kapan menghilang.
“Hari kehilangannya jatuh pada waktu yang hampir sama dengan Jang Hee Jun. “ kata Ji Wook. Eun Hyuk mengartikan semuanya terhubung.
“Dan ini adalah senjata pembunuhan Jang Hee Jun. Ukuran senjata cocok dengan senjata yang digunakan dalam pembunuhan Koki Yang.” Jelas Ji Wook
“Ini menyiratkan pembunuh kedua kasus ini sama saja.” Komentar Eun Hyuk. 

Ji Wook membenarkan dan langsung disela oleh Bong Hee. Bong Hee memberitahu Jung Hyun Soo mendengarkan lagu yang sama dengan yang dengar saat pembunuhan Jang Hee Jun. Eun Hyuk mengatakan mereka  tidak punya bukti fisik apapun. Ji Wook mengelengkan kepala kalau Tidak sama sekali.
“Pertama, kita harus menemukan pria itu.” Kata Tuan Bang pada teman Chan Soo sebelahnya.
“Tapi... bagaimana jika terjadi sesuatu terhadap pria itu?” pikir Bong Hee.
“Takkan ada yang mungkin terjadi kepadanya. Kita harus punya harapan dan mencarinya.” Pikir Tuan Bang yakin.
Ji Wook tak setuju menurutnya mereka  akan memberhentikan semuanya sekarang, karena mereka warga tanpa hak investigasi jadi akan membiarkan jaksa yang mengurus dan menegaskan bahwa semua orang di ruangan ini tidak boleh gegabah atau melakukan sesuatu. Eun Hyuk setuju dengan Ji Wook dan akan memberi tahu Jaksa Cha.
Eun Hyuk dan Tuan Bang berjalan lebih dulu akan keluar dari ruang rapat. Ji Wook menatap Bong Hee terlihat khawatir, menanyakan keadaanya. Bong Hee memberikan senyuman merasa kalau baik-baik saja. Eun Hyuk berbisik pada Tuan Bang agar Jangan berbalik. Tuan Bang mengatakan bahkan tidak mau melihatnya, keduanya pun keluar membiarkan pasangan baru di dalam ruang rapat. 


Eun Hyuk melihat Yoo Jung dengan gayanya merasa Aku senang bisa menangkapnya, karena sengaja datang untuk menemuinya. Yoo Jung dengan nada angkuhnya mengulang perkataan Eun Hyuk kalau  hanya mau bertemu  kalau kebetulan dan Kenapa menghubunginya. Eun Hyuk pikir tak perlu melakukan saja.
“Aku tidak mengatakan itu... Maksudku.. bagus juga... jika kau ingin menghubungiku.” Ungkap Yoo Jung tak ingin kehilangan Eun Hyuk. Ji Hae yang mendengarnya hanya bisa mengeluh dengan seniornya tak bisa menutupi perasaanya.
Eun Hyuk pun menyapa Ji Hae dan mengingat saat sebelumnya saling menjambak dengan Bong Hee.  Setelah Ji Hae membalas sapaany, Eun Hyuk mengajak Yoo Jung untuk bicara lalu berjalan pergi.
Eun Hyuk melihat sikap Eun Hyuk seperti baru saja tertawa mengejeknya, lalu menyakinkan  kalau Eun Hyuk tidak mungkin tertawa.

Eun Hyuk dan Yoo Jung duduk ditaman dengan jarak berjauhan. Yoo Jung mengartikan ucapan Eun Hyuk  menjadikan Jung Hyun Soo sebagai tersangka pembunuhan. Eun Hyuk pikir Bukan begitu juga tapi merkea hanya berpikir Hyun Soo pasti melakukan sesuatu terhadap pembunuhannya.
“Sejujurnya.., sesuatu dengannya juga ada yang tidak cocok denganku.” Akui Yoo Jung mengingat saat interogasi bisa melihat Hyun Soo seperti tertawa mengejek.
“Jadi Apa yang mau kau beritahu kepadaku?” tanya Yoo Jung
“Kami butuh otoritas untuk menginvestigasi dan Tak ada yang dapat kami lakukan.” Jelas Eun Hyuk. Yoo Jung mengangguk mengerti. 

“Omong-omong.., kenapa kalian terlibat ke masalah sedalam ini? Apa karena keadilan Atau... karena Bong Hee?” kata Yoo Jung penasaran.
Eun Hyuk pikir tak bolehkan memilih keduanya,  Yoo Jung mengaku merasa buruk karena seperti baru saja tergantikan. Menurutnya Terlepas dari perbuatan yang salah maka sudah kehilangan dua temanya lalu sekarang, harus menginvestigasi untuknya.
“Haruskah aku cari jaksa lain?” ucap Eun Hyuk seperti ingin mengoda Yoo Jung yang kesal. Yoo Jung pikir tak perlu dan tetap akan melakukannya.
“Tapi... jangan bersikap kejam kepadaku. Kau pasti sudah tahu, cuma kalian sahabatku.” Ucap Yoo Jung
“Tolong tangani kasus ini untuk kami. Tapi... kau tidak seharusnya secara pribadi menangani ini, Jung Hyun Soo berbahaya Kau sudah tahu, ada investigator yang kuat dan berpengalaman. Minta mereka untuk membantumu..” Pesan Eun Hyuk seperti mengkhawatirkan juga.
“Aku juga kuat dan berpengalaman. Aku bisa mengurus diri sendiri dan melindungi yang lain. Kau pasti tahu aku.” Ungkap Yoo Jung

Eun Hyuk memang mengenal Yoo Jung dan merasa mungkin sudah sedikit kelewatan, tapi sebelum pergi meminta agar temanya bisa Berhati-hatilah. Yoo Jung menatapnya. Eun Hyuk meminta agar Yoo Jung Berhati-hatilah untuk tidak menyebabkan bahaya lalu pamit pergi. Yoo Jung mengangguk lalu menatap kepergiaan Eun Hyuk yang mulai bersikap baik padanya.
Bersambung ke episode 24


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted
                                                                                                                                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar