Kamis, 01 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 13

PS : All images credit and content copyright : SBS
Bong Hee berlari memeluk Ji Wook yang baru datang berpikir kalau  tidak pulang, lalu berkata kalau sebenarnya tidak bermaksud untuk mengakui perasaannya. Tapi akhirnya ia mengaku kalau sudah menyukai Ji Wook.  Ji Wook ingin memegang kepala Bong Hee tapi diurungkan niatnya.
“Jangan ..menyukaiku.” ucap Ji Wook. Bong Hee kaget Ji Wook malah menolak perasaanya lalu melepaskan pelukanya.
“Kenapa? Apa kau... “ kata Bong Hee menatap Ji Wook dan berusaha agar tak memikirkan yang aneh-aneh.
“Ada begitu banyak hal ... Aku ingin bertanya denganmu. Tapi... Kau tidak akan menjawab pertanyaan-pertanyaanku, kan?” ucap Bong Hee
“ Apakah aku ... akan menyesali momen ini?” gumam Ji Wook menatap Bong Hee didepanya.
“Aku menyesal mengaku perasaanku” ungkpa Bong Hee
“Apa aku akan menyesal karena aku takut ... memulai hubungan yang baru?” gumam Ji Wook
“Tapi aku tidak menyesal menyukaimu. Bisakah aku meminta sesuatu? Biarkan aku ... memelukmu sekali lagi. Tidak bisakah aku melakukan itu? Karena aku harus mengakhiri cinta sepihak ini ...” ucap Bong Hee, saat itu Ji Wook langsung menarik Bong Hee memeluknya, Bong Hee pun menangis pelukan Bong Hee. 


Bong Hee masuk kamar terlihat gelisah dan merasa menyesal mengutarakan perasaan tapi ditolak. Ji Wook berjalan masuk menatap kearah kamar Bong Hee merasa bersalah. Bong Hee akhirnya menangis di kamarnya dengan menelungkupkan wajahnya agar tak terdengar. Ji Wook pun membaringkan badanya di tempat tidur, tapi sinar matahari sudah masuk ke dalam kamarnya. 

Ji Wook menuruni tangga dikagetkan dengan sesuatu di dapur. Bong Hee berjongkok mengompres matanya dengan dua sendok. Ia lalu berdiri mengaku karena keseringan tidur dan matanya jadi bengkak, maka sendok itu obat untuk mata bengkak.
“Kau harus Dinginkan ... handuk dingin.. Aku akan rendam handuk kedalam air dingin untuk mu.” Ucap Ji Wook bergegas masuk dapur.
“Jangan lakukan itu. Kau melarangku untuk menyukaimu.. Setidaknya kau tidak perlu berbuat baik padaku. Jika kau ingin membantuku.” Kata Bong Hee. Ji Wook pikir itu Benar
“Aku selalu mendengarkanmu, Jadi aku sudah mencoba untuk tidak menyukai mu. Tetapi jika kau terus bersikap baik seperti ini, itu akan sulit bagiku. Aku akan salah paham.” Kata Bong Hee. Ji Wook mengangguk mengerti dengan tatapan kosong.
“Aku.. akan kembali kemasa masa.. ..dimana aku tidak menyukaimu Disaat kau menjadi mentorku. Jadi... Jangan melakukan hal ini.” Ucap Bong Hee. Ji Wook pun setuju dengan helaan nafasnya.
“Aku akan melakukan seperti yang kau katakan. Apa kau akan tetap tinggal di sini?” tanya Ji Wook. Bong Hee mengelengkan kepala dan bergegas pergi dari dapur. Ji Wook terlihat merasa gelisah dengan sikapnya. 


 Meja makan penuh dengan makanan lengkap. Eun Hyuk dkk datang heran elihat semua makakan diatas meja. Ji Wook mengaku kalau  mengeluarkan apa yang dimilikinya dalam kulkas, Jadi piring yang cukup berantakan. Tuan Bang pikir Ji Wook menderita insomnia lagi dan memasak semuanya.
“Apa ini hari yang istimewa, Wook?” kata Eun Hyuk pada temanya,
“Aku tahu apa ini. Kalian berdua... Apa yang kalian lakukan?” ucap Tuan Byun, keduanya terlihat gugup.

Flash Back
Tuan Byun tertidur di sofa, ia menceritakan kalau Tadi malam, selesai bekerja sedikit terlambat dan ketika keluar dari rumah dikagetkandengan melihat Ji Wook dan Bong Hee yang saling berpelukan dan buru-buru bersembunyi.
“Aku melihat kalian saling berpelukan.” Ucap Tuan Byun dengan memperagakan tangan memeluk tubuhnya.
“Kau pasti salah lihat. Itu bisa terjadi ketika kau sudah tua.” Kata Bong Hee. Ji Wook membenarkan dengan sedikit gugup.
“Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Hei.. Ji Wook, Katakan sesuatu.. Kalian berdua pasti ...” kata Tuan Byun
“Aku juga sependapat dengan Eun Bong Hee” kata Ji Wook membela diri
“Jangan mencoba untuk menipuku. Aku yakin terjadi sesuatu di antara kalian berdua.” Kata Tuan Byun
Keduanya bersama-sama mengatakan kalau tidak ada yang terjadi dan tidak dalam hubungan seperti itu. Tuan Byun akhirnya bertanya apakah ia memang benar-benar keliru. Keduanya membenarkan. Tuan Byun pikir harus memeriksa matanya.
Tuan Bang tak ingin membahasnya memiliki untuk segera menikmati makanan Ji Wook walaupun sudah sarapan, Eun Hyun pun menyakinkan Tuan Byun kalau tak terjadi masalah apaun dan Semuanya akan baik-baik saja, bahkan matanya juga akan baik baik saja


Mereka semua pun memulai rapat, Ji Wook pikir mereka bisa melihat kalau  itu pembunuhan oleh seorang perampok dan Jaksa menuntut Jung Hyun Soo atas kasus pembunuhan dan perampokan. Lalu buktinya, saksi mata di seberang jalan Rumah korban, jejak kaki Jung Hyun Soo, dan kancing baju yang jatuh dari kemejanya.

Yoo Jung yakin kalau Hyun Soo punya maksud kriminal dan kontrak sewa Jung Hyun Soo segera dihentikan. Ji Hae tahu Selain itu Deposit uang untuk sewa sangat mahal sekarang jadi merasa Hyun Soo akan membutuhkan uang.
“Di mana catatan kriminal Jung Hyun Soo?” tanya Ji Wook, Bong Hee membuka lembaran berkasnya.
“Dia terlibat dalam insiden serangan ringan disaat dia mencoba untuk  menyelamatkan seorang wanita dari bahaya.” Ucap Bong Hee.
“ Tapi... apa yang terjadi dengan senjata?” tanya Ji Wook. Tuan Bang menjawab kalau itu  Menghilang.
“Hasil otopsi menunjukkan bahwa ... pisaunya yang panjangnya sekitar 13cm dan lebarnya 3.5cm.” kata Tuan Bang
“Tidak ada bukti langsung yang membuktikan bahwa Jung Hyun Soo adalah pembunuh.” Ucap Bong Hee
“Tapi tidak ada bukti untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah.” Kata Ji Wook
“Aku akan menemukan alibinya Aku akan mencari pasangan yang yang ada di bar Bersama Jung Hyun Soo pada hari kejadian.” Balas Bong Hee. 


Bong Hee menaruh note pada foto di dinding restoran, “Aku mencari pasangan dalam gambar ini. Ini masalah yang sangat penting. Tolong Hubungi aku”
“Aku meninggalkan nomor teleponku di bar Kau yakin dia akan menelponku.” Ucap Bong Hee merasa Hyun Soo tak bersalah.

“Jung Hyun Soo adalah pelakunya. Aku yakin itu. Dengan wajah naif nya, dia mengejek ku  dan hukum.” Kata Yoo Jung berjalan dengan mengingat kembali saat menginterogasi. Hyun Soo tersenyum mengejek dibelakangnya, setelah itu berusaha membuat wajahnya seperti merasa tak bersalah.

“Aku tidak peduli tentang itu, tapi aku harus memenangkan kasus ini karena aku akan melawan Eun Bong Hee. Pokoknya, jangan kebanyakan kerja sendiri. Kau akan sakit nanti” pesan Ji Hae
“Aku lebih baik sekarang. Apa gunanya sakit? Aku tidak punya orang yang mengurusiku. Ini semua tidak berguna.” Ucap Yoo Jung
Ji Hae membenarkan kalau Tidak ada gunanya sakit dan harus selalu sehat. Saat itu Jaksa Jang lewat keduanya langsung memberikan hormat dan kembali berjalan pergi. Jaksa Jang menatap keduanya seperti merasakan sesuatu. 


[Episode 13- Alibi]
Eun Hyuk keluar dari rumah binggung melihat Bong Hee sedang berjongkok didepan pintu. Bong He mengaku kalau ingin Berjemur. Eun Hyuk melihat Bong Hee yang sedang sedih lalu bertanya apakah ingin dirinya  untuk terus berbicara dengannya atau tidak. Bong Hee mengatakan kalau Eun Hyuk harus berbicara dengan lembut
“Bicaralah padaku dengan lembut, Seluruh tubuhku penuh dengan air sekarang. Jika kau tidak sengaja menusukku, maka Aku akan meledak.”kata Bong Hee sambil mengusap air matanya yang terus mengalir
“Aku berharap kau mengeringkan dirimu dengan baik.” Ungkap Eun Hyuk
“Aku hanya perlu memastikan tidak menangis di depan Pengacara Noh. Aku bisa melakukan itu, kan?” kata Bong Hee menyakinkan diri.
Bong Hee bertanya apakah Bong Hee  ingin menangis sekarang. Ji Wook berjongkok disamping Bong Hee untuk menemaninya. Bong Hee akhirnya menangis sambil menundukan kepala padahal berpikir kalau perasaanya itu sudah berakhir. 

Tuan Bang menemui Ji Wook di ruangannya, Ji Wook yang sedang sibuk langsung berkata kalau tak boleh sekarang. Tuan Bang ingin tahu apa yang terjadi pada Ji Wook dan Bong Hee, dan CEO Byun melihat keduanya saling berpelukan tapi acuh tak acuh pagi ini.
“Permisi, tapi karena aku bekerja dengan kalian berdua, Aku perlu tahu apa yang terjadi.” Ucap Tuan Bang
“Kau mengatakan tidak ada CCTV di gang itu, kan? setidaknya berikan aku rekaman CCTV dari jalan terdekat. Dan coba mencari tahu apa ada mobil dengan blackbox disekitar sana, Aku juga perlu setiap informasi yang ada di restoran Chef Yang. Mulai dari daftar karyawan, Aku juga ingin tahu reputasinya, rumor, dan setiap detail lainnya beritahu aku. Dan jangan lupa untuk memeriksa apakah barang yang dicuri  telah ditemukan” kata Ji Wook terus berbicara masalah kasusnya.
“Aku tidak ingin tahu. Tidak ada satu hal pun yang ingin aku tahu tentang kalian berdua. Aku serius” ucap Tuan Bang menahan rasa kesal
“Aku pikir aku akan membutuhkan semuanya. Aku serius.” Tegas Ji Wook, Akhirnya Tuan Bang pergi sambil memukul mulutnya. Ji Wook membuka kacamata dengan wajah gelisah. 

Eun Hyuk menasehati Bong Hee mungkin menginginkannya karena tahu itu tidak akan berhasil dan berharap bisa baik-baik saja. Ia juga tahu Jika hal itu sesuai yang mereka inginkan. hidup akan jauh lebih mudah. Ji Wook melihat keduanya berbicara didepan pintu langsung melangkah diantara keduanya.
“Kenapa kalian mengulur-ulur waktu?” sindir Ji Wook. Keduanya langsung meminta maaf.
“Apa ... Apa kau mau pergi ke suatu tempat?” ucap Bong Hee gugup.
“Aku akan melakukan investigasi lapangan.” Kata Ji Wook. Bong Hee memutuskan akan ikut. Eun Hyuk kaget karena Bong Hee malah ingin ikut.
“Jika kau tidak cepat, aku akan pergi duluan” kata Ji Wook berjalan lebih dulu. Eun Hyuk pun memberikan semangat. Bong Hee menyadarkan diri dengan memukul kepalanya.
“Kau bisa melakukannya. Kau membuat pilihan yang tepat untuk berhenti menyukai dia. Fighting” ucap Bong Hee. Eun Hyuk pun memberikan semangatnya.
Eun Hyuk menatap keduanya yang pergi lalu teringat kembali saat Yoo Jung yang menunggunya didepan rumahnya, lalu berjalan terhuyung-huyung ke dalam mobil.
“Melakukan yang terbaik tidak berarti kau dapat mengubah pikiran seseorang.” Ucap Eun Hyuk lalu menyadarkan dirinya seperti Bong Hee agar tak memikirkan Yoo Jung kembali. 


Bong Hee dan Ji Wook mencari CCTV  disekitar rumah tapi tak melihatnya, lalu melihat ke bagian yang lainya. Bong Hee merasa kalau CCTV itu Sudah disemprot dengan cat, jadi tidak akan ada yang melihatnya. Ji Wook pun tak membutuhkan dengan CCTV itu.
“Yang satu ini dimatikan karena sudah rusak.” Ucap Bong Hee melihat CCTV yang rusak. Mereka pun keluar dari toko klontong dan menemukan sebuah CCTV.
“Apa ini bisa dijadikan bukti?” tanya Ji Wook tak yakin
“Sepertinya aku pernah melihat yang satu ini” ucap Bong Hee.  Ji Wook pun meminta Bong Hee agar memeriksa dan dapatkan rekamannya

Keduanya pergi ke bagian atas rumah dengan sedikit mendaki, Bong Hee tidak menyangka Ji Wook akan bekerja keras seperti ini. Ji Wook mengaku harus membuktikan bahwa Jung Hyun Soo tidak bersalah, Supaya dirinya sendiri bisa memahami hal ini.
“Yah, jangan salah paham. Aku melakukan ini untuk diriku sendiri.” Tegas Ji Wook lalu menyuruh Bong Hee pergi masuk. Bong Hee binggung karena ia yang harus masuk.
“Bersantai dan masuk ke sana... Bawahan harus mengurus hal-hal seperti ini.” Kata Ji Wook. Bong Hee akhirnya tak bisa melawanya, melewati bagian garis polisi.
Bong Hee menaiki ke bagian jendela rumah dengan susah payah, setelah itu membuat pintu untuk Ji Wook agar bisa masuk. 

Ji Wook melihat sekeliling dan merasa kalau Aneh sekali, bahkan sangat aneh. Bong Hee yang melihatnya bertanya-tanya Apa sebenarnya yang aneh. Terlihat sepasang sepatu heels masuk ke dalam rumah, Ji Wook dan Bong Hee masih melihat TKP.
“Kenapa kau pikir dia mengambil lukisan berbingkai itu?” tanya Ji Wook 
Saat itu terdengar bunyi suara password pintu di tekan, Bong Hee yakin kalau mereka  melakukan pembongkaran ilegal, bahkan ditambah lagi, secara ilegal mencari properti. Ji Wook langsung menarik Bong Hee untuk bersembunyi.
“Aku tidak boleh penjara lagi. Aku masih trauma dengan kejadian yang lalu” ucap Bong Hee gemetar. Ji Wook pun juga bisa mengerti
Saat itu tiba-tiba Ji Wook ditarik keluar dari persembunyianya, Bong Hee pun membela. Yoo Jung kaget ternyata Ji Wook dan Bong Hee yang datang. Bong Hee meminta agar Yoo Jung melepaskan tanganya, Yoo Jung menyuruh Bong Hee yang melepaskan tanganya lebih dulu.
Keduanya tak mau kalah, Akhirnya Ji Wook yang memilih untuk melepaskan sendiri, lalu menjelaskan pada Yoo Jung kalau mereka datang untuk memeriksa sesuatu sebagai pengacaranya terdakwa
“Jangan bekerja terlalu keras. Mari kita pergi, Eun Bong Hee” ucap Ji Wook menarik tangan Bong Hee untuk pergi.

“Berhenti disitu, Noh Ji Wook. Mari kita bicara 10 menit. Eun Bong Hee, Kau boleh pergi.” Kata Yoo Jung. Bong Hee terlihat marah dan ingin pergi.
“Jika kalian pergi seperti itu, Aku akan mendapatkan surat perintah dan menangkapmu Hanya Eun Bong Hee.” Kata Yoo Jung. Bong Hee heran mendengarnya. 

“Kenapa hanya aku?” ucap Bong Hee. Yoo Jung pikir itu terserah padanya lalu bertanya kalau ia haruskan meminta surat perintah dan  hanya perlu 10 menit. Ji Wook akhirnya memutuskan untuk 5 menit saja. Yoo Jung pun setuju. Bong Hee merasa kesal karena Ji Wook malah menyetujuinya tapi akhirnya memilih untuk keluar. 


Ji Wook dan Yoo Jung berbicara disisi rumah lainya. Yoo Jung membahas Ji Wook yang  masih mengunjungi TKP meskipun sudah menjadi seorang pengacara sekarang. Ji Wook mengaku tahu kalau Yoo Jung juga bekerja cukup keras.
“Kau mengajariku semua ini. Sebagai jaksa, Kau punya lebih banyak pengalaman daripada aku. Kau mengajarkan aku pentingnya memeriksa TKP  dan bagaimana cara menginterogasi tersangka.” Kata Yoo Jung
“5 menit mu hampir habis” ucap Ji Wook tak ingin bertele-tele.
“Kau pasti tahu Jung Hyun Soo sebelumnya pernah dihukum karena penyerangan ‘kan?” kata Yoo Jung. Ji Wook membenarkan. Yoo Jung memberikan amplop berisi sebuah foto.
“Ini bukan hanya wajah. Korban bahkan mendapat mengalami patah tulang rusuk saat dia dipukuli sampai babak belur. Jika tidak ada yang menghentikannya, maka dia mungkin telah membunuh korban. Kau biasanya menangkap penjahat seperti dia. Tapi, Kenapa kau membelanya?” kata Yoo Jung sedikit kesal. Ji Wook menatap berisi foto korban. 

Ji Wook datang menemui Hyun Soo di penjara. Hyun Soo terlihat sumringah memuji kalau Dongker warna yang cocok denganya . Ji Wook pikir kalau memakai dasi berwarna dongker terakhir kali. Hyun Soo pikir dongker terlihat cocok denganya. Ji Wook memandang Hyun Soo.
“Apa terlihat baik-baik saja? Apa warnanya sesuai denganku? Tapi Aku sering mendengar itu” kata Ji Wook tersenyum bahagia lalu mengajak kalau untuk memulainya.
“Aku melakukan beberapa penelitian dan menemukan kalau ... Kau pernah... memukuli seseorang hingga babak belur di masa lalu” ucap Ji Wook memperlihatkan foto korban.
“Jadi? Apa kau mencoba untuk mengatakan bahwa kau berpikir ... Aku membunuh Chef Yang hanya karena aku pernah memukul orang sebelumnya?” kata Hyun Soo.
“Tidak bukan seperti itu, Bukan karena catatan kriminal lamamu. Hanya saja... perasaanku mengatakan. Kau mungkin telah melakukannya.” Ungkap Ji Wook
“Jung Hyun Soo.. Orang mengatakannya , "pemicu kejadian". Ini digunakan untuk merujuk pada dorongan untuk melakukan kejahatan. Jika kau melihat ini ...  Ini bukan kasus "pemicu kejadian". Sebuah kehendak diperlukan bagi siapa saja untuk memukuli seseorang seperti ini... Niat membunuh... Dorongan untuk membunuh orang atau dorongan untuk melakukannya.. semacam itu akan..” kata Ji Wook memegang foto ditanganya
“Benar, aku ingin membunuhnya. Apa kau pernah melihat orang yang berada disekitarmu terluka? Aku sudah pernah.  Aku seharusnya menjaga orang itu. Ada seorang anak yang gagal ku lindungi,.” Kata Hyun Soo
Hyun Soo pun berpikir "Benar. Ketika aku sedikit lebih tua Dan memiliki kekuatan lebih dan kemampuan, Aku seharusnya tidak membiarkan siapa pun menjadi korban ketidakadilan seperti ini." Lalu melihat foto si brengsek itu langsung memukul meja meluapkan amarahnya.


“Si brengsek ini menyerang seorang wanita. Apa menurutmu dia punya alasan untuk melakukannya? Tidak. Seperti yang kau katakan, itu adalah hal yang memicu kejadian Dia tidak punya alasan apapun. Dia menyerangnya.. dan aku hanya melakukan apa yang bisa ku lakukan untuk membantunya. Apa kau mengerti?” ucap Hyun Soo penuh amarah dengan nada tinggi, meremas foto ditanganya.
“Baiklah. Tolong tenang dulu... foto-foto ini tidak boleh berkerut seperti ini. Anggap saja segala sesuatu yang kau katakan itu benar... Ya, Kau memang benar. Namun.. Kau tidak melakukan ini untuk menghentikannya tapi Kau melakukan ini untuk menghukumnya.” Kata Ji Wook merapihkan kembali fotonya.

“Apa aku salah? Apa yang salah dengan itu?” ucap Hyun Soo merasa tak ada yang salah dengan memukul orang.
Ji Wook sempat terdiam melihat sosok Hyun Soo yang berbeda. Hyun Soo akhirnya sadar dan langsung meminta maaf, mengaku kalau Pada saat itu,  merasa aneh selama beberapa menit. Ia mencoba untuk berbuat baik, tapi berpikir sedikit berlebihan, lalu kembali meminta maaf karena  terlalu bersemangat. Ji Wook pun merasa tak masalah dengan tatapan seperti merasa heran.
“Tapi ada satu hal yang bisa aku yakini, Kalau aku tidak membunuh koki Yang Jin Woo. Tidak ada alasan aku akan melakukan hal seperti itu. Aku tidak menyakiti orang tanpa alasan apapun. Maafkan aku” kata Hyun Soo. Ji Wook terus menatapnya. 
Tuan Byun melihat Ji Wook yang duduk sendirian, lalu bertanya  Apa terjadi sesuatu. Ji Wook mengaku benar-benar membenci klien khusunya klien yang bersalah. Tuan Byun menatapnya, Ji Wook menegaskan kalau kalau lebih benci klien yang tidak bersalah.
“Aku takut kalau aku mungkin tidak dapat membuktikan mereka tidak bersalah.” Ucap Ji Wook
“Apa kau baik-baik saja ketika menjadi jaksa? Ayahmu... selalu khawatir juga. Dia khawatir bahwa seseorang yang ditangkap hari ini, mungkin tidak bersalah dan seseorang yang bebaskan hari ini, mungkin benar-benar bersalah. Ayah juga mengalami hal yang sama.” Kata Tuan Byun. Ji Wook terdiam karena setiap pekerjaan pasti ada kendalanya. 

Bong Hee, Eun Hyuk dan Tuan Bang minum bersama. Bong Hee pikir sepertinya harus menyukai Pengacara Ji. Eun Hyuk pikir Kalau saja Bong Hee menjadi tipenya. Bong Hee pun merasa Pasti akan menakjubkan, bahkan Eun Hyuk pun Memikirkannya saja membuatnya senang
“Jika itu terjadi, sepertinya tidak akan ada cinta sepihak” kata Bong Hee.
“Cinta kita akan terbalaskan” ucap Eun Hyuk. Keduanya saling high five dengan kepalan tangan kalau cinta mereka yang Terbalaskan
“Tapi kenapa kau bukan tipeku?” ucap Bong Hee melihat Eun Hyuk.
“Tidak peduli berapa kali aku melihatmu, Aku tidak memiliki perasaan untukmu. Tidak ada.” Kata Eun Hyuk
Tuan Bang hanya bisa mengelengkan kepala melihat tingkah keduanya. Bong Hee pikir itu pasti karena  Cupid brengsek dan itulah akar permasalahannya. Eun Hyuk yakin kalau itu karena dia tidak bisa menembak anak panahnya dengan tepat. Bong Hee mengangguk setuju.
“Jika seorang pemanah Korea seperti Cupid, tingkat keberhasilan jatuh cinta akan menjadi 100 persen.” Kata Tuan Bang. Keduanya membenarkan dengan setengah mabuk.
“Dia akan pasti menembaknya seperti ini.” Ungkap Eun Hyuk dengan setengah mabuknya.
Saat itu Ji Wook datang, Eun Hyuk langsung memberikan tanda cintanya, Tuan Bang juga mengikutinya. Bong Hee mengedipkan matanya untuk mengoda bahkan memberikan tanda cintanya juga. Ji Wook memarahi semuanya yang minum sangat banyak sekali.
“Ji Wook, jangan khawatir. Aku akan mengirimmu SMS jika aku sudah sampai. Aku mencintaimu!” teriak Eun Hyuk naik mobil dengan supir penganti.
“Jangan khawatir. Aku bisa pulang. Aku pergi dulu” kata Tuan Bang dengan berjalan sepoyongan tapi masuk kembali ke restoran. Ji Wook terlihat pasrah melihat Bong Hee yang mabuk memeluknya dari belakang. Bong Hee seperti berusaha mencoba untuk mengodanya. 
Ji Wook membawa Bong Hee masuk kamar dan membaringkan diatas tempat tidur. Ia mengeluh Bong Hee yang bertingkah aneh setiap kali minum. Bong Hee tertidur pulas di tempat tidurnya, Ji Wook membuat Bong Hee agar bisa tidur dengan nyenyak menaruh kepala pada bantal.
Setelah itu ia menatap Bong Hee yang terlihat cantik saat tertidur, ketika ingin memegang bagian kepalanya. Badan Bong Hee bergerak memiringkan badan dan tertidur nyenyaak. Ji Wook hanya terdiam seperti Bong Hee memang sengaja ingin menghindarinya.
Bersambung ke episode 14

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


Tidak ada komentar:

Posting Komentar