Jumat, 02 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 16

PS : All images credit and content copyright : SBS
Hyun Soo menekan Chan Hoo yang membuat kesalahan, lalu mengancam kalau terjadi lagi, takkan dianggap itu sebagai kesalahan, tapi sebagai tindakan pengkhianatanm kebodohan, dan menusuk dari belakang. Chan Ho pun bertanya apa yang harus dilakukan sekarang.
“Hei, lihat aku. Kita harus lanjutkan apa yang sudah kita lakukan. Benar, kan? Tiga orang telah menghilangdan empat orang akan menghilang. Bantu aku sampai saat itu. Hanya itu caramu membayar kesalahanmu, Chan Ho. Benar, kan?” kata Hyun Soo dengan tatapan liciknya. Chan Ho hanya diam saja dengan wajah ketakutan, Hyun Soo pun pamit pergi. 

Ji Wook memasang musik dari piringan hitam, Bong Hee baru keluar kamar bisa mendengarnya merasa kalau Ji Wook itu pasti tidak bisa tidur lagi. Pagi hari, Bong Hee duduk ditaman dengan wajah gelisah, Ji Wook melihat dari lantai atas.
Bong Hee berkerja meminta file pada Tuan Bang, Ji Wook seperti tak punya semangat berkerja hanya menyadarkan kepala di meja, lalu diam-diam menatap Bong Hee. Bong Hee kembali duduk dan melihat Ji Wook seperti sedang tak bersemangat. 

Bong Hee menceritakan sekarang keadaan tidak seburuk yang di perikiraan, karena sudah terbiasa melihat Ji Wook hanya sebagai bosnya. Eun Hyuk pun bisa mengucap syukur mendengarnya.  Bong Hee pikir kalau bisa juga mengakhiri cinta sepihaknya. Ji Wook tak percaya Bong Hee bisa  mengakhirinya
“Aku takkan menyukainya dan akan jadi penggemarnya saja. Apa Kau tahu bagaimana selebriti punya klub penggemar? Itu mirip dengan itu,  Aku akan menyukainya seperti seorang penggemar saja.
“Bagaimana bisa itu berbeda dari naksir?” tanya Eun Hyuk binggung.
“Itu berbeda. Aku tak punya harapan apapun.. Ahh tidak maksudh ku.. sebagai penggemar, aku tidak boleh mengharapkan apapun darinya. Aku hanya mengaguminya.” Jelas Bong Hee

Eun Hyuk tertawa mendengarnya dan mengaku kalau bisa memahaminya. Bong Hee menegasakan kalautidak bercanda dan sudah mengakhiri... untuk mencintainya sepihah, bahkan sudah sekitar 98%. Eun Hyuk hanya menatapnya. 
Flash Back
Bong Hee yang mabuk mengaku kalau  akan mencintai Ji Wook sampai di hari kematianya. Eun Hyuk seperti masih mengingat Bong Hee yang mengatakan hal itu.

Eun Hyuk pun berpikir kalau akan menolongnya. Bong Hee binggung menolong seperti apa. Eun Hyuk dengan bangga mengatakan akalu Tak ada yang tahu lebih baik, bagaimana rasanya mengagumi seseorang daripada dirinya.
“Itu sedikit menyedihkan.” Pikir Bong Hee, Eun Hyuk seperti baru menyadarinya.
“Kalau begitu... mendekatlah.” Ucap Eun Hyuk, saat itu Ji Wook dan Tuan Bang berjalan ke arah balkon atas. Eun Hyuk pun bisa melihat dengan liriknya, lalu meminta Bong Hee agar bisa tertawa. Bong Hee binggung, tapi akhirnya mengikuti permintaan Eun Hyuk. 


Di balkon, Ji Wook kembali merasa kesal saat melihat Bong Hee yang tertawa bersama Eun Hyuk di taman, lalu ingin mengambil selang untuk menyeramnya. Tuan Bang kaget melihat tingkah Ji Wook yang cemburu sampai ingin menyiramnya, Ji Wook akhirnya mengurungkan niatnya.
“Kerja bagus. Kau harus bertindak sesuai usia.”komentar Tuan Bang.  I Wook hanya bisa mengumpat sial dan langsung masuk ke dalam ruangan. 

Tuan Byun sibuk mencuci piring di dapur lalu mengumpat melihat Ji Wook dan Tuan Bang yang masu karena selalu mencuci piring setiap hari idi kantor. Ji Wook dengan menaruh kembali gelas ditangan Tuan Byun, menyuruh agar memenangkan permainan. Tuan Byun dengan kesal tak ingin main lagi karena selalu kalah.
Eun Hyuk dan Bong Hee masuk ke dalam kantor, membahas tentang tempat akan bertemu Jung Hyun Soo. Bong Hee mengatakan akan menemuinya di sekitar tempat tinggalnya. Ji Wook dan Tuan Bang terlihat tegang karena Bong Hee akan bertemu dengan Hyun Soo. 

Tuan Bang mengatakan  tak bisa menemukan apapun, sama seperti yang dikatakan Hyun Soo yaitu  tidak punya keluarga dan juga tidak punya kenalan. Ji Wook pun meminta agar Tuan Bang  memeriksa apakah ada orang dari anggota keluarga yang meninggal atau kenalan yang jadi korban kejahatan. Tuan Bang mengangguk mengerti. 

Bong Hee keluar dari kantor, Ji Wook melihatnya dan diam-diam mengikuti dengan mobilnya. Bong Hee sudah duduk bersama dengan Hyun Soo disebuah cafe. Hyun Soo menceritakan berhenti bekerja. Bong Hee sedikit kaget, Hyun Soo pikir karena statusnya pekerja kontrak dan pernah ditahan di pusat penahanan.
“Aku mengerti apa yang kau lewati dan rasakan. Aku pikir bisa membantumu.” Kata Bong Hee. Hyun Soo menolak menurutnya tak ingin  merepotkanmu lagi.
“Aku tidak bisa membayar banyak untuk biaya hukum. Tapi aku akan menebusnya dengan membeli makanan dari waktu ke waktu.” Kata Hyun Soo. Bong Hee pun menyetujuinya dan akan mentraktirnya nanti. 

Ji Wook datang dengan cara mengendap masuk cafe, Hyun Soo melihatnya dan langsung menyapanya.  Ji Wook pun sedikit panik dan langsung berpura-pura kalau kebetulan bertemu. Bong Hee hanya melirik sinis karena tahu pada Ji Wook mengikutinya.
Ketiganya pun keluar cafe, Bong Hee berpesan agar Hyun Soo menelp kalau memang membutuhkanya. Hyun Soo pun berjanji akan menelpnya.  Bong Hee pun meminta agar Jangan seperti jadi orang asing. Hyun Soo pun pamit pergi dengan Ji Wook yang berdiri dibelakangnya.
Ji Wook akan berjalan pergi, Bong Hee langsung memanggilnya bertanya apa yang dilakukanya sekarang. Ji Wook mengaku kalau semua hanya kebetulan. Bong Hee hanya bisa berandai-andai dengan hal itu.
“Okee.. Baiklah. Aku mengikutimu ke sini. Jadi, apa?!!” ucap Ji Wook menantang. Bong Hee pun ingin tahu alasan Ji Wook harus mengikutinya.
“Itu karena... Aku hanya ingin mengikutimu.
“Katakan kepadaku apa yang tidak ingin dikatakan kepadaku waktu itu, serta  yang Kepala Bang rahasiakan dan apa dengan salahnya Jung Hyun Soo. Apa kecurigaanmu?” ucap Bong Hee. Ji Wook sedikit binggung menjelaskanya dan menatap Hyun Soo yang berjalan pergi. 


Flash Back
Hyun Soo mengaku tidak punya keluarga dan pergi karena suatu alasan. Ji Wook pun bertanya apakah sudah punya pacar. Hyun Soo mengaku tidak punya pacar dan berpikir mau mengenalkan wanita untuknya.
“Pad Normalnya..,saat orang ingin menjadi dekat, maka mereka bertanya pertanyaan pribadi” ucap Ji Wook lalu masuk ke dalam restoran mengaku kalau kebetulan bertemu.
Hyun Soo menatap ke belakang melihat Ji Wook yang sedang berbiacra dengan Bong Hee. Ji Wook menatap Hyun Soo yang melihatnya, Hyun Soo memberikan senyuman dan kembali berjalan pergi. 

Bong Hee memanggil Ji Wook yang mengalihkan pandanganya, Ji Wook menjelaskan kalau itu hanya firasat buruk sekarang. Bong Hee ingin tahu dengan dasar apa. Ji Wook ingin mengatakan masalah Alibinya. Saat itu ponsel Bong Hee berdering, Ji Wook pun menyuruh agar Bong Hee mengangkatnya lebih dulu.
Akhirnya Bong Hee mengangkat telp dari ibunya dan berkata kalau akan pergi sekarang, setelah menutup telp memberitahu Ji Wook kalau  ada rencana dengan ibunya dan tadi Ji Wook mengatakan mengenai alibinya. Ji Wook mengurungkan niatnya, merasa lebih baik membahas setelah Bong Hee kembali saja. Bong Hee mengangguk setuju lalu pamit pergi. Ji Wook hanya bisa menatap sedih pada Bong Hee yang mudah percaya.

Bong Hee makan siang dengan ibunya, Nyonya Park menanyakan tentang bos dikantor anaknya. Bong Hee menceritakan bosnya itu keren. Nyonya Park langsung bersemangat dan bertanya apakah tampan dan masih lajang, atau punya pacar. Bong Hee mengaku kalau bosnya itu ganteng.
“Dia punya bahu lebar dan pengertian. Matanya bersinar seperti bintang. Di balik kepalanya, ada bola lampu.” Ucap Bong Hee dengan senyuman sumringah.
“Astaga, kau membuatku merinding. Kau jadi kekanakan sekarang. Itu terlalu berlebihan.” Komentar Nyonya Park. Nyonya Hong yang mendengarnya, merasa membuat ingin muntah saja.

“Kurasa dia memang terlahir untuk memberiku serangan jantung.” Ungkap Bong Hee dengan mata berkaca-kaca.
Nyonya Park memegang tangan anaknya, Bong Hee menceritakan Ji Wook yang membuat jantungnya berdetak tak karuan setiap waktu dan membuatnya berubah jadi anak kecil setiap waktu, tapi sayangnya bos-nya itu menolak perasaanya. Nyonya Park menanyakan alasanya. Bong Hee pikir itu tanpa alasan.

“Jadi, apa kau mau menyerah? Apa Kau pikir bisa menemui seseorang. yang akan kau sukai seperti itu dalam hidupmu?” ucap Nyonya Park menguatkan
“Apa Kau pikir aku tidak bisa?” ucap Bong Hee merasa tak yakin. Nyonya Hong yang mendengarnya mengetahui kalau Bong Hee itu jungkir balik untuk pria itu.  
“Pria seperti itu tidak ada, Kecuali puteraku.” Kata Nyonya Hong bangga lalu bahagia melihat anaknya yang menelp.


Nyonya Hong berlari menghampiri anaknya yang menunggu diluar. Ji Wook heran mereka seharusnya bisa ketemuan di dalam tapi kenapa harus menunggunya diluar. Nyonya Hong memberitahu kalau Ada perempuan aneh di dalam, menurutnya satu saja sudah membuatnya takut, tapi ketika melihat keduanya membuatnya takut.
“Perempuan seperti apa mereka?” tanya Ji Wook penasaran. Nyonya Hong mengaku akan jadi demam kalau berada dalam restoran.
“Aku merasa bahagia dengan merangkul lenganmu dan melihat wajahmu seperti ini.” Ungkap Nyonya Hong memeluk anaknya dengan wajah bahagia. Ji Wook pun membiarkan ibunya memeluknya.
Nyonya Hong lalu menyadari wajah anaknya semakin tiru dan merasa sudah kehilangan berat badan, lalu bertanya Apa sesuatu terjadi atau pekerjaannya membuat stres, Ji Wook mengaku kalau baik-baik saja. Nyonya Hong mengeluh karena jarang bertemu dengan anaknya belakangan ini. Ji Wook meminta maaf karena tidak bisa sering mengunjunginya.
“Aku sangat tertarik pada mu dari waktu ke waktu. Kapan kau sudah dewasa seperti ini? Rasanya baru kemarin kau menangis di lenganku, karena kau tidak bisa tidur. ”ungkap Nyonya Hong melihat anaknya yang sudah dewasa. 

Flash Back
Nyonya Hong memeluk anaknya yang tak bisa tidur menenangkan Ji Wook kalau akan baik-baik saja. Ia pun berjanji pada anaknya kalau takkan pergi kemanapun serta selalu ada disisinya tanpa pernah meninggalkanya, bahkan  menghilang.
Nyonya Hong merasa kalau sekarang anaknya sudah sangat dewasa. Ji Wook merasa kalau dirinya belum dewasa sama sekali. Nyonya Hong binggung kenapa seperti itu. Ji Wook pikir memang seperti itu, merasa dirinya yang pengecut. Nyonya Hong merasa itu tidak mungkin, lalu menyuruh anaknya kembali berkerja karena pasti sibuk. Ji Wook pun pamit pergi dan mengajak ibunya agar makan sesuatu bersama lain kali.

Ji Wook melihat foto korban dan juga Hyun Soo, lalu merasa merasa yakin kalau ada hubungannya. Lalu ia mengingat saat sidang berlangsung yang pertama dengan menyakinkan kalau  Tidak ada bukti yang membuktikan terdakwa melakukan pembunuhan, lalu melihat Chan Ho yang duduk di bangku belakang.
Saat sidang terakhir, Chan Ho juga ikut melihat sidang Hyun Soo.  Akhirnya Ji Wook mengambil jasnya dan bergegas keluar dari rumah. 

Ji Wook pergi menemui Chan Ho di pusat forensik. Chan Ho bertanya apakah Ji Wook datang  mau meminta tolong secara pribadi. Ji Wook mengaku kalau bukan seperti itu tapi  penasaran akan sesuatu. Chan Ho pun bertanya apa itu.
“Apa mungkin.., kau kenal Koki Yang Jin Woo secara pribadi?”tanya Ji Wook. Chan Ho menjawab tak mengenalnya.
“Kalau begitu kau pasti kenal Jung Hyun Soo.” Kata Ji Wook. Chan Ho mengaku tidak kenal.
“Lalu, kenapa kau menghadiri setiap sidangnya?” tanya Ji Wook. Chan Ho mengatakan harus menghadiri sidang lain sebagai saksi, karena yang menginvestigasi TKP.
“Aku hanya melakukan pengecekan cepat untuk mencari tahu apakah itu benar atau tidak.” Jelas Chan Ho
“Pertamanya, aku hanya penasaran apakah kau kenal Jung Hyun Soo atau Yang Jin Woo secara pribadi.Aku berharap... kalau kau hanya kenalan salah satu dari mereka.” Kata Ji Wook memberikan kartu namanya.
Chan Ho sedikit gugup menerimanya, Ji Wook bisa melihat dari mata Chan Soo kalau sekarang yakin kalau ada sesuatu dan meminta agar menelp kapanpun. Ia berjanji akan membantu jika ada sesuatu yang bisa dilakukan untuknya, sertaakan menunggu teleponnya.
Chan Ho menatap Ji Wook seperti masih gundah, lalu menonton berita berjudul "Tersangka Perampokan dan Pembunuhan, Tn. Jung, Ditangkap oleh Polisi" lalu kartu nama Ji Wook akhirnya pergi dengan membawa kartu namanya, seperti yakin. 


Ji Wook melihat berkas surat sumpah dan melihat foto Hyun Soo kembali, lalu bergumam “Jika Jung Hyun Soobenar-benar membunuh Yang Jin Woo pasti ada motifnya.” 
Ponselnya berdering, Yoo Jung menelp  karena barang yang dicari Ji Wook yaitu Bingkai yang hilang di rumah Koki Yan dan pihak kejaksaan sudah menemukannya, karena menyita dan menggeledah rumah Koki Yang, lalu bertanya apakah Ji Wook mau datang dan melihatnya.
“Bisakah kau... mengirimkannya kepadaku?” tanya Ji Wook
“Kau tahu ini tidak boleh tersebar luas. Ini adalah bukti. Jadi Datang dan lihatlah jika kau ingin melihatnya.” Kata Yoo Jung. Akhirnya Ji Wook pun memutuskan akan kesana. Bong Hee keluar dari kamar melihat Ji Wook yang pergi sendiri. 

Ji Wook masuk ke gedung kejaksaan sempat terdiam saat melihat papan nama Jaksa Cha Yoo Jung, lalu memberikan diri masuk ke dalam.  Yoo Jung sempat tak percaya Ji Wook mau datang ke kantornya. Ji Wook langsung meminta agar melihat fotonya, Yoo Jung pun memberikan foto lukisan yang dimilikinya.
“Itu adalah sebuah ayat dari Alkitab Dan aku menemukan ini.” Ucap Yoo Jung memberikan sebuah note. Ji Wook membaca “Jika seseorang memerkosa perawan, hanya dia yang akan dibunuh. Deuteronomy 22:25”
“Kalau begitu, apa ini aksi balas dendam?” kata Ji Wook mengartikan dari arti ayat tersebut. Yoo Jung pikir itu Mungkin.

Chan Ho berada di dalam mobil, mencoba menelp Ji Wook tapi ponsel Ji Wook berada dalam tas. Bong Hee sedang ada dirumah menerima telp dari Chan Ho yang sudah lama tak bertemu. Chan Ho mengatakan kalau  Ada sesuatu yang harus diberitahu kepadanya. Bong Hee binggung.
“Apa mungkin, kau sudah menemukan sesuatu?” tanya Bong Hee penuh semangat. Chan Soo membenarkan. Bong Hee pun menanyakan apa itu.
“Aku tahu... siapa yang beli sepatunya.” Kata Chan Soo. Bong Hee ingin tahu siapa orangnya.
Saat itu Hyun Soo menyadap ponsel Chan Ho dan mengetahui mereka yang akan bertemu. Wajahnya terlihat sangat marah. Bong Hee sudah siap untuk pergi, tapi wajahnya gugup lalu mencoba untuk menelp Ji Wook tapi Ji Wook masih berada di kantor jaksa tanpa memegang ponselnya. 


Yoo Jung memberikan berkas yang mereka dapat dari bingkai lukisan. Ji Wook pikir Tidak ditemukan apapun,  Yoo Jung juga sangat menyangkal hal itu,  Ji Wook melihat hasil Laporan Uji Genetik. Bong Hee sudah mengemudikan mobilnya mencoba menelp tapi Ji Wook tak juga mengangkatnya.
Ji Wook selesai melihat Hasil Identifikasi Sidik Jari lalu mengembalikanya. Yoo Jung heran bertanya apakah  Ji Wook  mau pergi begitu saja. Ji Wook menganguk dan mengucapkan Terima kasih telah memerlihatkannya lalu pamit pergi. Yoo Jung pun hanya bisa menghela nfas melihat tingkah Ji Wook.
Ji Wook keluar ruangan memeriksa ponselnya, lalu membaca pesan dari Bong Hee [Aku sedang di jalan ke Taman Hanmoo untuk bertemu Ko Chan Ho.] wajahnya langsung panik dan pergi mengemudikan mobil dengan kencang. Bong Hee sampai diparkiran, tapi ragu dan hanya bisa bolak balik. 

Chan Ho menunggu dalam taman, Bong Hee akhirnya hanya berjongkok didepan mobil. Ponsel Chan Ho berdering, Hyun Soo menelp  menanyakan keberadaanya. Chan Ho mengaku  sedang keluar sebentar.
“Tempat ini besar dan gelap. Aku menelepon karena aku kesulitan menemukanmu.” Ucap Hyun Soo berjalan lalu akhirnya bisa  menemukan Chan Ho sekarang. Chan Ho terlihat ketakutan Hyun Soo bisa menemukanya. 

Ji Wook sampai di parkiran dan menemukan Bong Hee sedang berjongkok didepan mobil, lalu menyalakan klakson. Bong Hee terlonjak kaget mendengarnya sampai mau serangan jantung. Ji Wook turun dari mobil merasa kalau ia yang harus mengatakan hal itu.
“Bong Hee, kau sudah hilang akal sehat yah? Bagaimana bisa kau berpikir untuk datang ke sini sendirian? Bahkan jika kau terkadang tanpa pikir, tapi ini semua terlalu tanpa berpikir. Seharusnya kau lebih tahu karena sudah melalui banyak hal. Bagaimana jika... Bagaimana jika sesuatu terjadi padamu? Apa yang akan kau lakukan? Dan bagaimana denganku? Apa yang sudah aku lakukan?” ucap Ji Wook. Bong Hee hanya menatap.
“Astaga, Bong Hee... Kau merepotkan... Kau itu mengganggu. Apa Kau tahu itu?” ucap Ji Wook marah
“Lalu apa yang harus kulakukan? Dia meneleponku karena ada yang penting, dan kau tidak menjawab teleponnya.” Kata Bong Hee. Ji Wook menegaskan kalau seharusnya menunggunya.
“Aku menunggumu.  Lalu Aku pergi sendiri tapi rasanya ini salah. Rasanya seperti sesuatu bisa terjadi, dan kupikir kau mungkin akan memarahiku. Yang terpenting..., aku ketakutan. Jadi aku kembali ke sini saat mau ke dalam taman. Aku kembali dan menunggumu di sini.” Kata Bong Hee sambil menangis, tanpa sengaja mengusap matanya dan softlens yang dipakainya lepas . Ji Wook pun terdiam ternyata dugaanya salah dan melihat Bong Hee menyembunyikan softlens ditanganya. 


Keduanya akhirnya masuk rumah bersama. Ji Wook menarik tangan Bong Hee lalu meminta maaf. Bong Hee seperti tak yakin kalau Ji Wook bersunggung-sungguh mengatakanya lalu mendekat agar bisa menatap mata Ji Wook lebih jelas apakah bersungguh-sunggung.
“Yah.. Kau berkata sesungguhnya” kata Bong Hee bisa melihat dari sorot mata Ji Wook.
Tiba-tiba Ji Wook menarik Bong Hee kepelukanya, Bong Hee kaget karena sebelumnya sudah menolaknya. Ji Wook semakin erat memeluk Bong Hee seperti tak ingin kehilanganya, keduanya saling menatap Bong Hee gugup dengan sikap Ji Wook. Ji Wook mendekat dan berani mencium Bong Hee.
Bersambung ke episode 17

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

4 komentar:

  1. Makin seru.... gk sabar nunggu ep berikutnya..

    BalasHapus
  2. Omo omo omo!!!
    Kesah cintanya bersemi seiring konflik yg semakin bersemi pula.
    Lanjut.. Semangat...

    BalasHapus