Jumat, 23 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 26

PS : All images credit and content copyright : SBS


Bong Hee menerima telp dari seseorang, lalu dibuat kaget mendengarnya. Eun Hyuk melihat dari kejauhan. Akhirnya keduanya pergi ke kantor polisi, Ji Wookda Hyun Soo sudah duduk bersama. Polisi melihat keduanya seperti anak kecil dengan banyak luka bekas pukulan.
“Aku benar-benar merasa malu pada pengacaranya” ucap Eun Hyuk. Polisi bertany apakah mereka pengacaranya. Keduanya mengangguk.
“Tolong bantu mereka segera menyelesaikannya, mereka hanya harus berdamai, Tapi mereka bersikeras tidak mau.” Jelas polisi. Hyun Soo mengaku ingin berdamai tapi Ji Wook  yang menolak untuk berdamai
“Aku mau berdamai, tapi... pak.. Tolong luka lihat ini. Aku tidak bisa berdamai, karena rasanya sakit sekali” kata Ji Wook kesal. Hyun Soo pun akhirnya ikut tidak mau berdamai.
“Dasar, aku tidak punya waktu untuk ini.. Kalau begitu, aku akan menahan kalian berdua di sel” kata Polisi. 

Ji Wook dan Hyun Soo berada di dalam sel yang berbeda, Bong Hee berada didalam mobil bersama Eun Hyuk ingin menebak kemana mereka pergi. Eun Hyuk mengatakan akan melakukan sesuatu yang buruk dan bertanya apakah Bong Hee mau bergabung atau tidak.
Flash Back
Eun Hyuk menemui Ji Wook dalam dalam sel. Ji Wook berbisik agar Eun Hyuk Temukan apa saja. Eun Hyuk berpikir nanti kalau tidak ada apa-apa dan pasti sudah tahu betapa telitinya Hyun Soo. Ji Wook memberitahu  Kunci rumahnya ada di keranjang ditempat barang dan Itu kunci sidik jari.
Eun Hyuk pun mengangguk mengerti lalu sengaja menyenggol kotak barang lalu membereskanya dan sengaja mengambil kunci rumah milik Hyun Soo. Setelah itu membereskan dan bergegas masuk. 


Eun Hyuk dan Bong Hee akhirnya bisa masuk rumah dengan kunci sidik jari lalu melihat sekeliling. Bong Hee pikir akan melihat mejanya. Eun Hyuk pergi ke dapur mengingat kembali pesan Ji Wook saat di penjara.
“Seandainya... Tidak ada apa-apa, maka Kita harus meletakkan... Senjata pembunuh yang ada... Sidik jarinya” kata Ji Wook
Akhirnya Eun Hyuk melihat pisau dan diam-diam langsung menaruh di dalam sakunya. Bong Hee sudah mencari keseluruh ruangan lalu merasa  tidak ada yang bisa digunakan dalam rumah. Ji Wook pun setuju, Tapi mereka tetap harus menemukan sesuatu. 
Tuan Byun mengajak mengobrol Tuan Bang kalau Semua orang berusaha yang terbaik Untuk menemukan pelaku yang melakukan ini padanya, jadi memohon agar sadar sekarang juga. Tuan Bang hanya diam saja.

“Hei, aku rasa aku tidak bisa lagi... Mengurus urinmu.. Jadi Sadarlah Aku rasa mereka mungkin sudah menemukan... Pelaku yang menusukmu” kata Tuan Byun yakin. 


Ji Wook dan Hyun Soo akhirnya membuat Perjanjian yaitu Korban:  Jung Hyun Soo, Pelaku kekerasan : No Ji Wook. Polisi mengeluh kalau memang mereka berdamai lebih baik seharusnya melakukannya kemari. Bong Hee pikir mereka sudah meminta maaf jadi meminta agar pergi sekarang.
“Kalau begitu, apa kau berencana tinggal di sini?” ejek Polisi terlihat kesal. Akhirnya Ji Wook pergi dengan saling menatap sinis pada Hyun Soo.

Eun Hyuk memberitahu dua kantung yaitu senjata yang ada sidik jarinya dan yang diambil dari rumahnya, jadi Kalau mereka mengoleskan darahnya pengacara Bang dan Lee Jae Ho,maka Ini akan jadi bukti sempurna yang menjadikannya sebagai pembunuh. Ji Wook pikir benar.
“Tidak akan ada masalah karena ukurannya sama dengan senjata pembunuhnya.” Kata Ji Wook
“ Aku tahu kalau itu sama, Aku membawanya karena kau yang memintanya, tapi apa kau benar-benar akan menggunakannya?” ucap Eun Hyuk terlihat kesal. Ji Wook pikir Mungkin
“Biarkan aku mengatakannya, ini kedengarannya mungkin tidak sama dengan yang biasa aku ucapkan. Ini pemalsuan bukti, ini ilegal” kata Eun Hhyuk
“Aku tahu, Pasal 1, ayat 155 Undang-Undang, Memalsukan bukti "Akan dikenai hukuman maksimal 5 tahun penjara atau membayar denda sebanyak 7,000 dollars." “ kata Ji Wook
“Bukan itu saja... Apa kau tahu, kau akan kehilangan ijin pengacaramu?”jelas Eun Hyuk. Ji Wook juga tahu.
Eun Hyuk masih tak percaya Ji Wook masih akan tetap melakukannya. Ji Wook mengatakan akan dilakukan. Eun Hyuk benar-benar tak percaya Ji Wook bisa seperti itu. Ji Wook menegsakan Hyun Soo sudah mengakuinya, kalau dia pelakunya,
“Tapi kita tidak punya bukti, lalu apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus kita lakukan? Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku melihatnya saja? Haruskah aku melihatnya membunuh sesukanya?.” Tegas Ji Wook. Eun Hyuk pikir mereka harus mencari sedikit lagi
“Bagaimana kalau kita masih tetap tidak menemukan apapun?” tanya Ji Wook. Eun Hyuk pikir lebih baik Nanti saja khawatirkan tentang itu
“Kau benar. Ini seperti pengaruh yang bisa kita gunakan nanti,. Ini kartu terakhir yang akan kita gunakan... Setelah mencoba segalanya dengan kekuatan kita” jelas Ji Wook 
Eun Hyuk setuju, dan ia yang melakukannya, jadi Ji Wook tidak usah ikut Ji Wook binggung. Eun Hyuk pikir Kalau ia memalsukan bukti, itu cocok dengan reputasinya tapi tidak dengan Ji Wook dan mengingatkan dulu Ji Wook dulu  adalah jaksa yang bersih.
“Aku memintamu untuk melakukan ini.. Aku akan melakukannya, kau diam saja” kata Ji Wook

“Kalau begitu.. Aku yang harus melakukannya.. Aku punya pengalaman di penjara.. Berapa kali bukan masalah.. Aku akan melakukannya” kata Bong Hee seperti bisa mendengar ucapan keduanya.
“Aku kira kau ada di rumah sakit” kata Ji Wook kaget. Bong Hee mengatakan baru saja datang karena Tuan Byun yang menyuruhnya pulang. Ji Wook merasa tak tega kalau Bong Hee yang harus melakukanya.
“Kalau kau perlu seseorang untuk melakukannya, maka Aku akan melakukannya. Ini semua salahku. Mulai dari awal, Semuanya salahku, Karena aku yang membawa Jung Hyun Soo ke dalam masalah ini.” Kata Bong Hee.
“Semuanya... Punya alasan untuk dituduh atas kejadian ini” gumam Ji Wook terlihat frustasi. 



Tuan Byun menjaga Tuan Bang sendirian, mengingat kembali kejadian sebelumnya.
Flash Back
Ji Wook dan Bong Hee pamit pergi pada Tuan Bang karena ingin mengantar temanya yang pulang sendirian. Saat itu Tuan Bang pun sendirian, Ji Wook meminta Tuan Bang agar segera pulang dengan mengancam tak boleh lembur.
“Aku harus segera pergi, Predir Byun ingin minum bersamaku” kata Tuan Bang. Bong Hee pun tak percaya mereka berdua akhirnya minum lagi.
“Aku juga menanyakan hal yang sama pada diriku” akui Tuan Bang, lalu keduanya pun pamit pergi.
Tuan Byun menelp memberitahu harus membatalkan rencana hari ini.  Karena Dokter melarang untuk minum, Tuan Bang pikir Itu benar, harus mendengarkan dokter, setelah menutup telp terlihat sangat bahagia karena tak harus minum.
“Kalau aku tidak... Membatalkan rencana malam itu...” ucap Tuan Byun merasa sangat bersalah. 
Eun Hyuk pikir kalau semua adalah salahnya, dengan mengingat kejadian sebelumnya.
Flash Back
Tuan Bang berbicara di telp kalau harus menemukan identitas seseorang dan meminta maaf karena sudah merepotkannya.  Eun Hyuk mengetahui kalau Ji wook menyuruhnya untuk menghentikan penyelidikan. Tuan Bang memberikan kode agar Eun Hyuk diam saja. Eun Hyuk pun akhirnya membiarkannya. 


Tuan Byun memegang tangan Tuan Bang, lalu Eun Hyuk datang mengejuk Tuan Bang dengan mata berkaca-kaca merasa  menyesal kalau menghentikannya waktu itu mungkin kejadian tak seperti sekarang.
 Bong Hee di ruangan tak bisa menahan tangisnya, lalu berjongkok dibawah meja. Ji Wook akhirnya ikut disamping Bong Hee mengajak agar mereka menghentika Saling menyalahkan diri mereka masing-masing atas kejadian itu
“Aku kira aku sendiri yang menyesal, Aku kira aku sendiri yang menyakiti diriku sendiri” ucap Bong Hee. Ji Wook pun menenangkannya agar bisa melupakannya. 

Hyun Soo pergi ke sebuah sekolah, lalu duduk di depan lapangan sambil mendengarkanya musik seperti melihat bayangan seorang wanita. Lalu wajahnya bahagai, tapi semua hanya bayangan lalu beranjak pergi. 
Akhirnya Hyun Soo kembali pulang dan terlihat frustasi, lalu menatap ke arah rak dan meja belajar. Dengan kebiasanya yang sangat teliti, bisa melihat barang-barangnya yang hanya bergeser satu cm. Ia lalu mengingat saat di kantor polisi.
“Tolong bantu mereka menyelesaikannya, mereka hanya harus berdamai, Tapi mereka bersikeras tidak mau” ucap Polisi. Hyun Soo ingin berdamai tapi Ji Wook tak mau ingin berdamai membuat keduanya harus mendekam di penjara.
Hyun Soo pun sadar kalau Ji Wook itu menjebaknya untuk bisa masuk ke rumah dan menurutnya sangat menyenangkan

Bong Hee memberitahu  sudah memeriksa alibinya Jung Hyun Soo  saat pengacara Bang diserang. Dengan sebelumnya bertemu dengan si penerima berkas.
Flash Back
Bong Hee menyakinkan kalau si wanita tidak bisa melihat Wajahnya karena menutup helmnya. Si Wanita membenarkanya, jadi tidak bisa melihat wajahnya karena helmnya gelap, bahkan tidak bicara. Bong Hee kagat kalau kurir itu tidak mengatakan apapun. 

“Melihat bagaimana dia tidak pernah melepaskan helmnya dan tidak bicara, Aku rasa dia menggunakan orang lain” jelas Bong Hee
“Meski begitu, rekaman CCTV dan lokasi telponnya tidak menunjukkan apapun, Itu adalah alibi yang sempurna. Pendapat seperti itu tidak akan membawa kita kemanapun” kata Yoo Jung. Eun Hyuk pikir benar juga.
“Bagaimana hasil dari .. Otopsi kedua pada jasad yang ada di tangki air?” tanya Ji Wook
“Tidak banyak, Jasadnya sudah rusak, Dan tidak ada bukti ataupun DNA yang berkaitan dengan Jung Hyun Soo. Selain itu Juga tidak banyak yang ditemukan di pakaian pengacara Bang” jelas Yoo Jung.
Bong Hee pikir hampir lupa karena baru saja menemukan sesuatu,  selembar note bertuliskan (Kim Sung Joon, Soosoo Studio, 67, Haetsal-gil, Mapo-gu, Seoul) dan itu berada di mejanya pengacara Bang. Lalu mencari tahu semua nama yang ada dalam daftar dan menemukan kalau mereka semua ada hubungannya dengan Ko Chan Ho.
“Mereka satu sekolah atau satu kampung dengannya” jelas Bong Hee.  En Hyuk pikir mereka bisa cari tahu sama-sama
“Jangan lakukan itu, serahkan saja semua informasinya padaku. Kalian tidak punya kewenangan” kata Yoo Jung ingin membantu.
“Kau bekerja dengan rakyat biasa sekarang” ejek Bong Hee. Yoo Jung hanya bisa menghela nafas.
“Aku ingin tahu apakah kita bisa mendapatkan bukti kuat. Aku berharap senjata pembunuhnya atau sesuatu tiba-tiba muncul” ucap Yoo Jung. 


Ji Wook sedang menjaga Tuan Bang lalu menerima pesan dari yang Nomor tak dikenal dan melihat foto-foto Tuan Bang sedang dirawat seperti ingin menjadi incaranya. Akhirnya ia berjalan keluar dari rumah sakit dan Hyun Soo sudah menungu memangggilnya. Akhirnya Ji Wook langsung mendorong leher Hyun Soo.

“Pengacara No.. Kau itu pengacara, kenapa kau selalu kasar?” ejek Hyun Soo. Ji Wook mengaku hanya ingin melihatnya dari dekat. Hyun Soo menyuruh Ji Wook agar melepaskanya. Ji Wook melepaskannya tapi setelah itu langsung mencengkramnya kembali.
“Hei, bukankah kita setuju untuk mengurusi urusan kita masing-masing?” kata Ji Wook. Hyun Soo mendorong Ji Wook untuk melepaskanya.
“Apa Itukah sebabnya kau datang ke rumahku dan memeriksa barang-barangku?” kata Hyun Soo. Ji Wook berusaha menyangkalnya dengan bertanya Kapan.
“Hei.. Aku sudah bilang, aku tidak akan menganggumu kalau kau tidak mengangguku duluan Aku sudah sibuk, kenapa kau terus menantangku? Aku tidak akan berbuat sejauh ini... Kalau orang sepertimu melakukan pekerjaannya dengan benar Aku jadi seperti ini karena orang seperti kalian... Menahan orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah.” Tegas Hyun Soo.
“Pengacara No... Aku... Melakukan hal yang benar.. Mengerti? Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Apa kau tidak mengerti?” kata Hyun Soo yang membuat Ji Wook terdiam. 



Eun Hyuk memperlihatkan foto Chan Soo dkk pada salah satu pria mengaku kalau hanya tahu Chan Soo saja. Eun Hyuk lalu memperlihatkan foto Hyun Soo, si pria mengaku tak mengenalnya.
Bong Hee menemui pria lain dengan memperlihatkan foto dengan mengetahui cerita kalau  Chef Yang belajar keluar negeri waktu masih SMA Dan pergi kesana karena berbuat masalah di Korea. Pria itu mengaku kalau seperti itu gosipnya.
“Apa kau ingat apa gosipnya... Dan kapan tepatnya dia pergi keluar negeri?” tanya Bong Hee.
“Aku tidak tahu sampai sejauh itu” kata Si pria 

Eun Hyuk menemui pria lainya, memastikan benar-benar tidak mengenalnya. Pria itu mengaku sudah lama jadi tidak ingat, Apapun itu. Eun Hyuk pun mengucapkan Terima kasih atas kerjasamanya. Sebelum pergi si pria pun ingin tahu apa yang terjadi dan kenapa Menanyakan masa lalu seseorang. Eun Hyuk menatap curiga.
“Yah, aku juga ditelpon oleh pengacara Bang Dan sekarang ada pengacara mendatangiku, jadi aku penasaran” kata si pria. Eun Hyuk hanya menatapnya dengan curiga. 

Ji Wook mengingat saat menemukan pisau, Jaksa Jang mengakui kalau memalsukan buktinya dan  menggunakan tipuan untuk menangkap Eun Bong Hee. Lalu terakhir kali melihat bertemu Hyun Soo saat di penjara.
“Kau melakukannya bukan untuk menghentikannya tapi Kau melakukannya untuk menghukumnya” ucap Ji Wook memperlihatkan korban.
“Apa aku salah? Apa salahnya dengan itu?” kata Ji Wook
“ Aku... Melakukan hal yang benar Mengerti? Aku hanya melakukan yang seharusnya dilakukan”tegas Hyun Soo. 

Akhirnya Ji Wook pergi ke dalam ruanganya menyimpan pisau dalam laci memberitahu Eun Hyuk dan Bong Hee akan membuang pisau itu, yang artinya mereka tidak akan menggunakannya. Bong Hee dan Eun Hyuk menatapnya seperti tak percaya.
“Memang membuat frustasi, tapi kita harus melakukannya melalui pintu depan. Kalau tidak, kita sama saja dengan mereka” kata Ji Wook. Eun Hyk pikir mereka  luangkan waktu. Bong Hee pun setuju.
“Jung Hyun Soo pasti merencanakan hal lain sekarang.” Kata Ji Wook
“Kita tidak tahu tepatnya siapa targetnya, Tapi kita yakin dia akan balas dendam, sekaligus” pikir Bong Hee.
“Itu artinya... Ada kasus dimana pembela mengabaikan undang-undang Atau menerima keringanan hukuman atas perbuatannya” pikir Ji Wook
“Itu benar, ada seseorang di dalam daftar yang dicari pengacara Bang... Yang terus muncul dalam pikiranku” komentar Eun Hyuk
Ji Wook meminta agar menelpon Jaksa Cha untuk kerjasama yang harus ingat apa yang terjadi pada pengacara Bang jadi meminta agar bisa  berhati-hati, Keduanya mengangguk mengerti. 
Ji Wook duduk sendiri dengan wajah tertunduk di ruang makan, terlihat sangat frustasi. Bong Hee mendekat lalu memegang tangan Ji Wook agar bisa menguatkan, dengan saling berpandangan memberikan selamat pada Ji Wook.
“Kau membuat keputusan yang tepat, pengacara No. Aku bangga padamu” kata Bong Hee. Ji Wook pun bersandar di pelukan Bong Hee. 



“Chef Yang meninggal Dan Chan Ho menghilang. Jae Ho juga meninggal. Bagaimana kalau..” ucap si pria yang pernah ditemui oleh Eun Hyuk. Seperti ia mengenal sosok ketiganya. Setelah itu mengumpat marah.
Dibelakang, Hyun Soo melihat si pria yang berjalan seperti menatap penuh dendam.
Seseorang masuk ke ruangan Ji Wook mengambil pisau dalam laci lalu masuk ke dalam rumah Hyun Soo. Yoo Jung dalam ruangan menerima SMS dan langsung bergegas keluar dari ruangan. Ia pun memberitahu atasanya kalau baru saja menerima pesan dan yakin kalau Jung Hyun Soo pelakunya ditambah lagi Ada buktinya


“Lalu Memangnya kenapa?” kata Ketua seperti tak peduli.
“Bantu aku mendapatkan surat penangkapan. Kita harus memeriksa rumahnya untuk mengamankan barang bukti” ucap Yoo Jung
“Kita hanya bisa mengeluarkan surat penangkapan kalau ada bukti” balas Ketua.
“Ketua.... Haruskah aku mengundurkan diri kalau aku salah? Apa Kau akan menyetujuinya kalau begitu?” ucap Yoo Jung menantang
“Apa Kau akan mengundurkan diri? Kau pikir pekerjaanmu lelucon apa? Lakukan sesukamu! Dasar” kata Ketua tak peduli. Yo Jung meminta tolong 

Ji Wook sedang ada di ruangan menerima telp Yoo Jung, lalu dibuat kaget dan langsung bergegas pergi, Setelah itu berlari ke lantai bawah dan tak melihat ada pisau dalam lacinya. Bong Hee dan Eun Hyuk binggung melihat Ji Wook terlihat binggung. 

Hyun Soo baru saja keluar dan binggung melihat Yoo Jung yang datang. Yoo Jung mengatakan punya surat perintah dan pasti melihatnya di berita kalau ada Perintah penggeledahan. Hyun Soo ingin tahu Untuk apa surat perintahnya dan Atas dasar apa.
Yoo Jung tak peduli langsung mencoba menerobos masuk, Rumah Hyun Soo pun diobrak abrik oleh polisi dan jaksa. Hyun Soo yang suka dengan keteraturan mulai kesal rumahnya jadi berantakan. Yoo Jung pergi ke bagian dapur, lalu melihat sebuah pisau dan mengatakan kalau sudah menemukan buktinya. 


Hyun Soo kesal merasa kalau Ji Wook kembali ikut campur, lalu memilih untuk kabur dengan sepeda motornya. Yoo Jung akhirnya berusaha mengejarnya. Ji Wook pun dengan mobilnya, melihat ada kejar-kejaran akhirnya mengikutinya, sementara dibelakang diam-diam si pria ikut mengikutinya.

Di rumah sakit, Tuan Byun yang menjaga Tuan Bang dirumah sakit lalu melihn Bat tanganya mulai bergerak. Teriakan pun terdengar berharap agar Tuan Bang bisa segera sadarkan diri. 
Di jalan, Hyun Soo berusaha untuk menghindari kejaran Yoo Jung dkk. Tapi tiba-tiba saat di pertigaan sebuah mobil menabrak Hyun Soo. Yoo Jung terkejut berada dalam mobil begitu juga Ji Wook. Si pengemudi adalah pria yang ditemui Eun Hyuk sebelumnya, memilih untuk pergi begitu saja. Ji Wook turun dari mobil tak percaya melihat Hyun Soo yang tergeletak di jalan tak sadarkan diri. 

Epilog
Bong Hee membawakan tahu untuk memberikan pada Ji Wook karena sudah pernah dipenjara sekarang, jadi harus makan tahu. Ji Wook menolak karena  tidak suka tahu mentah jadi tidak mau memakannya, bahkan kalau itu hanya dalam sel tahana dan bukan penjara
“Ini pemberian dari seseorang yang pernah dipenjara” kata Bong Hee tetap memaksa Ji Wook untuk makan.
“Kenapa kau sangat bersikeras?” keluh Ji Wook tapi akhirnya mengambil tahu dan mencobanya sedikit. Bong Hee dengan matanya menyuruh Ji Wook makan lebih banyak. Akhirnya Ji Wook makan tahu dengan gigitan besar dan meminta kimchi sebagai temanya.
Bersambung ke episode 25

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar