Sabtu, 03 Juni 2017

Sinopsis The Best Hit Episode 2

PS : All images credit and content copyright : KBS


Teman sekamar Woo Seung dengan setengah mabuk. Woo Seung memapah temanya sampai ke atas tempat tidur, lalu menduga kalau sedang berkencan karena terlihat Mencurigakan. Teman Woo Seung mengelak kalau sedang berkencan.
“Lalu, kau? Kenapa kau dirumah saja? Apa Kau sudah bertemu dengan Yoon Ki Oppa?” tanya temanya.
“Belum. Kita berdua sibuk.” Kata Woo Seung kembai ke meja belajar.
“Kau tidak mengatakan apapun saat pacarmu berubah. Coba Pikirkanlah. Kau Jujur saja, kau tidak bisa bertingkah manis, dan juga tidak merawatnya dengan baik. Para wanita lain menyiapkan kejutan untuk pacarnya. Dan  apa kau tahu seberapa manisnya itu?” ucap Teman Woo Seung.
“ Apa Kau tahu kenapa aku berpacaran dengannya saat aku bahkan tidak mau berpacaran? Dia bukan tipe pria yang mudah berubah. Dia akan baik saat kita baik padanya.” Kata Woo Seung mengunyah notenya seperti berpikir kalau akan masuk ke dalam kepalanya.
Teman Woo Seung langsung berbaring di tempat tidur. Woo Seung heran melihat temanya yang tak mandi.  Temanya pikir nanti saja lalu meminta agar matikan lampu. Woo Seung hanya bisa mengumpat lalu mematikan lampu kamar dan meja setelah itu masuk ke dalam kardus dengan mengunakan lampu di kepalanya. 


Woo Seung mengingat telp ibunya “Puteriku, apa kita seharusnya tinggal bersama? Kita bisa menyewa tempat dengan uang tabungan kita. Ibu sangat muak dengan pria. Berhati-hatilah.”
Flash Back
Woo Seung pergi ke sekolah bersama ibunya, lalu memberitahu namanya bukan Park Woo Seung tapi Yoon Woo Seung. Woo Seung bertanya apakah ia takkan pindah sekolah lagi. Ibunya berkata tidakdan akan jadi Yoon Woo Seung.
“Dua tahun setelah itu, aku menjadi Choi Woo Seung. Dia benar-benar pembohong.” Umpat Woo Seung kesal. 

Ji Hoon mencari keyword di komputernya “Bakat” dan melihat beberapa video. Lalu “Talenta” video-video pun keluar. Ia pun mengingat pertanyaan Soo Jin alasan ingin menjadi artis.  Akhirnya ia mencari keyword “Artis Berbakat”
Ia menemukan sebuah video “Bakat menakjubkan, Yoon Hyun Jae menjadi tonggak perubahan industri hiburan.” Dengan gaya kopral memutar dilantai gaya breakdance. 

Papan nama CEO, Park Young Jae diatas meja, seorang pria duduk dengan gayanya menatap kamera. Seorang wanita menjadi reporter membahas kalau  Banyak yang tak tahu Tuan Park adalah member J2, Itu karena orang-orang hanya memperhatikan Hyun Jae dan ingin tahu pendapatnya.
“Hyun Jae memang terkenal. Tapi kita membutuhkan seseorang yang dapat menyeimbangkan dan mendukungnya juga.” Ucap Tuan Park
“Apa Anda mengatakan bahwa Anda.. bekerja sebagai produser bayangan J2?” kata reporter. Tuan Park seperti merendah tapi menurutnya memang seperti itu. 

Tuan Park melihat berkas kontrak lalu menaruh di dalam brangkas, setelah itu mengeluarkan berkas berjudul “Yoo Hyun Jae yang Terbaik” tiba-tiba tubuhnya langsung turun dan berteriak memanggil Sekretaris Choi, Seorang pria bergegas masuk menanyakan apa yang terjadi.
“Sudah kubilang perbaikilah kursi ini.” Teriak Tuan Park marah
“Kursi itu diimpor langsung dari Itali. Bagiannya...” kata Sek Choi tapi disela oleh Tuan Park
“Carikan yang lain... Sudahlah.. Sekarang Bagaimana keadaan World Entertainment?” ucap Tuan Park
“Akan segera berakhir akhir bulan ini.” Kata Sek Choi. Tuan Park seperti bisa tersenyum bahagia. 

Si anak kecil memanggil Tuan Lee, kakek lalu mengajaknya pergi karena Ahjumma akan tampil di radio. Tuan Lee bersemangat mereka  harus mendengarkannya tapi tiba-tiba merasa gugup kalau Bo Hee yang melakukan sesuatu. Semua pun berkumpul di lantai bawah.
“Hai, ini Choi Hwa Jeong. Pada segmen ini, kita kedatangan seorang tamu yang sekaligus membagikan kado bagi para pendengar bila pendengar menebak bintang tamunya dengan benar. Ini adalah "Quiz Brings You Gifts". Apa kalian ingat Sang Peri? Sang Peri, Hong Bo Hee-ssi, hadir bersama kita hari ini.” Ucap Hwa Jung menyapa Bo Hee sudah ada di ruang siaran.
“Halo, aku Hong Bo Hee dan masih Sang Peri. “Kata Bo Hee. Kwang Jae di luar siaran terlihat memberikan semangat. 


Tuan Lee yang mendengarnya merasa sedikit gugup. Si wanita rambut hitam yakin kalau Bo Hee akan baik-baik saja karena bukan orang biasa. Si rambut orange malah merasa Jika Bo Hee biasa-biasa saja, jadi khawatir, karena tahu seniornya itu tidak biasa-biasa saja.
Bo Hee mengaku  akan kembali menyapa penggemar dengan lagu barunya. Hwa Jung membahas kalau ini sudah 20 tahun lamanya sejak merilis lagu baru. Bo Hee seperti merasa tersindir, lalu dengan tenang mengatakan aklau sedang mempersiapkan diri untuk comeback kali ini.
“Salah satu lagu Anda, "A Fool for Love", aku sangat menyukai lagu itu. Sekarang Mari lakukan kuisnya terlebih dahulu dan kita akan berbincang lagi. Dari musim gugur, dingin, semi, dan panas, silahkan pilih salah satu.” Kata Hwa Jung.
“Aku memilih musim gugur.” Bo Hee. Hwa Jung melihat kalau Bo Hee adalah orang yang sangat sensitif dengan pilihatnya.
“Dari keempat itu... Pertanyaannya adalah peribahasa 4 kata.” Kata Hwa Jung. Bo Hee terlihat panik begitu juga Kwang Jae. 


Di rumah, Si anak kecil bertanya Apa peribahasa 4 kata itu. Si kakak menjelaskan Itu peribahasa dari 4 susunan kata dan Bo Hee itu tidak tahu peribahasa.
Di radio, Bo Hee di beri waktu  1 menit dan Jawaban yang benar akan menambah jumlah hadiah. Bo Hee terlihat panik. Hwa Jung memberitahukan pertanyaan kalau Peribahasa ini berarti mereka bisa mengerti satu sama lain tanpa berbicara apapun.
Bo Hee tanpa berpikir kalau itu artinya Telepati. Hwa Jung binggung akhirnya memberikan bocoran tulisan Mandarin dari "pikiran". Bo Hee dengan yakin itu jawabanya “Hati” akhirnya Hwa Jung memilih untuk melewatkanya.
“Peribahasa ini untuk teman masa kecil Anda.” Kata Hwa Jung. Bo Hee dengan santai menebak itu Teman baik.
“Ah...  Sepertinya dia sangat gugup. Kita akan coba yang ini. Peribahasa ini diperuntukkan untuk hubungan pertemanan. Apa jawabannya?” kata Hwa Jung mencoba mengalihkan jawaban yang salah.
Bo Hee menjawab itu “Hubungan pertemanan.” Hwa Jung memberikan sebuah tatapannya kalau itu salah. Bo Hee meminta petunjuk,  Hwa Jung mengatakan kata Ini 1 dari 5 norma. Berawalan "B" dan berakhiran "H". Bo Hee langsung menyebut jawabanya Bodoh. 


Tuan Lee yang mendengarnya kesal menyuruh agar mematikan radio mereka saja. Si anak kecil binggung karena tak mengerti ada arti dibalik itu. Si rambut hitam menjelaskan kalau itu  artinya tidak baik dan tak boleh di dengar.
Ruang siaran, Bo Hee menatap sedih karena tak ada yang bisa dijawab dan imagenya akan menjadi artis yang bodoh. Hwa Jung pn memutar  "A Fool for Love".

Seorang pria masuk ke bagian belakang gedung Star, 3 anak remaja memangggil dengan mengejeknya Oppa palsu yang terlambat hari ini, lalu melambikan tangan perpisahan dengan memanggil Oppa palsu kata gayanya seperti MJ palsu.
Ketika sudah ada di dalam gedung, si pria membuka masker dan wajahnya mirip Ji Hoon, tapi itu adalah MJ yang asli. MJ bertanya-tanya siapa para remaja itu. Managerya memanggil MJ karena CEO Park sedang mencarinya. MJ pun bertanya pada Manajernya apakah  ada artikel buruk mengenainya karena orang yang mengejeknya.
Managernya melihat ponsel dan merasa tak ada yang kenal. MJ binggung kalau panggilan  "Oppa palsu", itu hinaan. Managernya juga yakin kalau itu  100 persen hinaan. MJ makin binggung alasan mereka itu menghinanya. 

Ji Hoon mengajak MC Drill masuk ruangan sepi bertanya Apakah ada janji hari ini, MC Dril berpikir kalau tak ada janji apapun. Ji Hoon pun mengajak agar pergi ke club. MC Dril panik lalu melihat keluar dari ruangan memastikan tak ada yang mendengarnya.
“Bro, jika mereka mengetahuinya... Kau mengerti maksudku, 'kan?” ucap  MC Drill
“Aku tahu, tapi aku harus memeriksa sesuatu. Jadi Bantu aku” kata Ji Hoon, MC Drill pun setuju. 

Woo Seung membereskan ruangan yang baru saja di tinggalkan pelanggan, tak sengaja bekas kaleng minum malah tumpah ke bajunya. Saat keluar dari ruangan melihat bosnya masih ada di karaoke. Si bibi mengaku hanya kebetulan lewat.
“Berhati-hatilah. Coba Lihat bajumu... Aku akan sebentar disini jadi Ganti bajumu.” Kata Si bibi. Woo Seung mengangguk mengerti dan akan segera kembali.


 Woo Seung kembali mengirimkan pesan pada pacarnya tapi belu juga dibales. Lalu saat membuka lemari melihat baju polisi, dan teringat kembali dengan ucapan temanya.
“Choi Woo Seung, itu salahmu dia berubah. Kau tidak sebaik wanita lain. Para wanita lain memberikan kejutan untuk pacar mereka. Dan apa kau tahu betapa manisnya itu?”
Woo Seung kembali melihat seragam polisi,  lalu merasa tak mungkin melakukan menurutnya pasti gila jadi Tidak ada kejutan. Akhirnya Woo Seung sudah menganti seragam polisi sebuah video dibuat tapi ragu untuk dikirim.
“Ah.. Tidak mungkin. Dia akan bilang aku ini gila.” Ucap Woo Seung enggan mengirimkan video.
“Tapi ini lebih baik daripada tidak melakukan apapun.” Kata Woo Seung sedikit yakin, tapi berubah kembali kalau  menurutnya Lebih baik jangan melakukan apapun.Akhirnya Woo Seung pun mengirimkanya merasa kalau sudah gila melakukanya. 

Tiba-tiba terdengar suara temanya yang masuk, terdengar suara seorang pria yang mengatakan  akan memberitahu Woo Seung saat selesai ujian nanti. Woo Seung bisa mendengar suara Yoon Ki, pacarnya. Keduanya duduk diatas tempat tidur lalu Yoo Ki meminta agar Berhenti bicarakan Woo Seung.
“Aku lapar. Apa ada yang bisa dimakan?” ucap Yoon Ki. Teman Wan Seung berpikir kalau tak memastikan memang boleh memasak. Yoo Ki mengangguk dan menciumnya. Woo Seung melonggo pacarnya memberikan ciuman untuk temanya.
Keduanya saling menatap, tiba-tiba Yoon Ki melepaskan jasnya, teman Wan Seung binggung. Yoon Ki meminta maaf karena tiba-tiba berkeringat dan merasa panas. Teman Woo Seung langsung mendekat dan memberikan ciuman, Yoon Ki langsung mengunkapkan perasaanya.
Woo Seung makin melonggo melihat keduanya yang berciuman, lalu teringat kalau sudah mengirimkan pesannya. Matanya melihat ponsel Yoon Ki yang terjatuh dan berusaha mengambil dari dalam kardus. 

Yoon Ki sedang berciuman kaget melihat kardus yang bergerak, Temanya yakin kalau didalam itu Woo Seung. Woo Seung mengaku kalau  tak mau mendengar apapun sekarang. Yoon Ki menahan kardus agar Woo Seung bisa bicara. Woo Seung meminta agar Yoon Ki melepaskan tanganya.
“Aku tak bisa melepaskanmu begini. Woo Seung, aku minta maaf karena tidak memberitahumu...” kata Yoon Ki
“Aku tidak mau bicara sekarang.” Kata Woo Seung dan ingin pergi. Temanya merasa tak enak hati karena Woo Seung berjalan di dalam boks.
“Jangan ikuti aku. Jika kau benar-benar menyesalinya, jangan ikuti aku!” tegas Woo Seung kesusahan mencari sandalnya. 

Woo Seung mencoba membuka kunci ponsel Yoon Ki tapi selalu salah, Seorang pemudi memanggil Woo Seung menanyakan caranya mengecek CCTV jalan raya, karena Seseorang menabrak mobilnya dan lari begitu saja. Woo Seung yang kesal menyuruh memanggil polisi bukan bertanya padanya.
“Aku bertanya pada polisi sekarang.” Ucap si pria. Woo Seung sadar melihat kalau belum berganti pakaian.
“Aku mungkin pakai seragam polisi, tapi aku bukan polisi.” Teriak Woo Seung dan saat akan pergi dua polisi menghampirinya bertanya dari distrik mana. Woo Seung mengumpat kesal mendengarnya. 

MC Drill dan Ji Hoon masuk ke club dengan sebotol bir, suasana terlihat sangat riuh. MC Dril merasa Sudah lama tak datang dan suasananya berbeda, lalu mengajaknya berpisah, untuk pergi ke tempat lain.
Ji Hoon mengingat kembali ucapan Soo Jin “Jika dipikir-pikir, kau seperti sepasang sepatu yang berbeda. kau itu keliatan terlalu baik.” Lalu ia bergumam Malam ini, badan akan bergerak mengikuti musik dan Tubuhnya akan tenggelam dalam alunan musik. Ia terlihat sangat mengikuti musik dan mulai menari
“Perlihatkan pada mereka semua. Semua mata tertuju padaku. Mulai sekarang, kau bukan "anak yang kelihatan baik-baik lagi." Mulai sekarang, aku...” gumam Ji Hoon terhenti dengan tanganya tepat berada di atas payudara dua orang wanita.

[Kantor Polisi Dongmoon]
Seorang pria berteriak kalau tak melakukan dengan tangan diborgol. Woo Seung duduk untuk di interogasi.  Polisi pun bertanya alasan Woo Seung yang berkeliaran mengenakan seragam polisi. Woo Seung hanya diam saja.
“Apa Anda takkan mengatakan apapun?Berpura-pura sebagai polisi adalah kejahatan berat. Anda benar-benar keras kepala. Jadi Bicaralah!” ucap Polisi kesal
“Apa kau sudah menghubungi pemilik seragamnya?” tanya polisi pada rekannya. Rekanya mengaku  sudah menghubunginya dan akan segera kemari. Woo Seung kesal temanya itu harus datang.
“Dia kemari karena Anda mengenakan seragamnya.”tegas polisi. 

Ji Hoon masuk polisi mengaku sebagai korban, bahkan di pukul dan  hanya menari saja. Polisi pun ingin tahu caranya menari. Ji Hoon gugup merasa tidak bisa menunjukkannya. Polisi pun meminta agar menunggu sebentar.
“Detektif, aku tidak bersalah. Aku hanya menari. Aku tidak melakukan apapun...” ucap Ji Hoon berteriak. Woo Seung mendengar suara Ji Hoon yang duduk dibelakang. Ji Hoon pun kaget melihat Woo Seung duduk dibelakangnya.
“Kenapa kau disini?” tanya Woo Seung. Ji Hoon binggung dan bertanya balik kenapa Woo Seung ada di kantor polisi. Woo Seung binggung dan Ji Hoon melihat temanya yang mengunakan seragam polisi.
“Bukan urusanmu. Kenapa kau ditahan?” tanya Woo Seung. Ji Hoon mengaku tidak ditahan.
“Lee Ji Hoon-ssi. Mengapa Anda memegang payudara para wanita itu?” tanya Polisi. Woo Seung mengeryit mendengarnya. Ji Hoon menegaskan bukan seperti itu dan tidak melakukanya. Woo Seung mengejek kalau itu Menjijikan.
“Kau bilang Menjijikan? Aku tak tahu apa yang ada dipikiranmu. Tapi aku tidak melakukan hal seperti itu.” Tegas Ji Hoon. 

Saat itu Yoon Ki dan temanya datang, lansung menghampiri Woo Seung. Yoon Ki langsung menuduh Woo Seung yang mengambil ponselnya dan banyak menyimpan dokumen penting disana, lalu mencoba menelpnya. Terdengar suara ponsel di kantung celana Woo Seung.
Yoon Ki langsung ingin mengambilnya, Woo Seung mau tak mau mengembalikanya. Yoon Ki membuka dengan kuncinya, Woo Seung kembali ingin mengambilnya karena ingin menghapusnya. Keduanya saling berebutan dan akhirnya membuat ponselnya terjatuh dan video Woo Seung tak sengaja terputar.
“Terimalah cintaku, Bang. Bang. Seberapa sibuknya Oppa hari ini, aku akan menangkapmu. Oppa terima kasih sudah menjadi kekasih orang sepertiku yang sangat culas, kasar, dan tak pernah menyatakan cinta padamu Setelah aku selesai ujian, aku akan melakukan semua hal untukmu. Jadi, tunggulah sebentar, ya. Oppa, aku mencintaimu.” Ucap Woo Seung dengan gaya imutnya
Si pria yang mendengarnya mengeluh itu video menyebalkan dan paling benci dengan situasi seperti ini  dengan gaya "Bang, bang" seperti memberikan tebakan cinta. Yoon Ki malah pergi pada teman Woo Seung untuk menutupi telinga agar tak mendengarnya, Ji Hoon menatap Woo Seung terlihat sedih. 

Bo Hee menatap sedih keluar jendela mobil. Kwang Jae berkomentara Bo Hee tak pernah melakukannya sebelumnya jadi cukup bagus, menurutnya Lebih baik mendapatkan komentar pedas daripada tak ada reaksi sama sekali, menurutnya Mungkin ini akan jadi viral.
“Baik, aku minta maaf... Kwang Jae... Aku tak pernah melakukan apapun padamu selain hal memalukan. Semua hal mengenai Hyun Jae dan seterusnya.” Kata Bo Hee. Woo Seung hanya diam saja.

Yoon Ki sengaja mengeser bangkunya lebih mendekat pada teman Woo Seung. Woo Seung bertanya apakah bisa pergi kalau memang  semua sudah selesai. Polisi memberitahu kalau Woo Seung harus melepaskan seragamnya terlebih dahulu sebelum pergi. Woo Seung mengatakan tak bawa baju ganti. Polisi memberikan sebuah tas yang berisi baju agar Woo Seung bisa mengantinya. 
Yoon Ki kelua dari kantor polisi dengan mata bengkak dengan teman Woo Seung. Ji Hoon dan Woo Seung berjalan dibelakangnya, Woo Seung pikir Ji Hoon pun akan malu dan menyuruhnya pergi lebih dulu. MC Drill datang menanyakan Ji Hoon yang ada di kantor lalu menyapa Woo Seung dan tertawa melihat pakaian yang digunakanya.
“Kau akan kemana? Kau tak bisa pulang ke rumah lagi.” Ucap Ji Hoon.
“Apa Kau pikir aku tak punya tempat untuk pulang lagi?” kata Woo Seung mengeluarkan ponselnya. MC Dril yang tak tahu apapun ingin tahu apa yang terjadi. 
Woo Seung menelp ibunya yang sebelumnya ingin tinggal bersama, tapi ibunya malah mengatakan akan menelpnya karena sedang bersama dengan  Ahjussi. Woo Seung mengumpat kalau Ahjumma ini benar-benar perusak mood.
“Jika kau tak punya tempat tinggal, kau bisa kerumahku.” Ucap Ji Hoon. MC Drill melarang menurutnya Perempuan tidak boleh ke tempat merekadan tidak boleh membawanya.
“Aku juga tak mau kesana, “ kata Woo Seung sinis. Ji Hoon pun bertanya mau kemana Woo Seung akan pergi.
“Aku akan ke kafe atau sauna yang buka 24 jam.” Ucap Woo Seung. Ji Hoon tak setuju temanya itu pergi kesana.
“Tak perlu khawatir, aku bisa mengurus diriku sendiri.” Kata Woo Seung. MC Drill mengatakan tak ingin mengkhawatirkannya lalu mengajak Ji Hoon untuk pergi.
“Datanglah kerumahku.” Ajak Ji Hoon. Woo Seung kesal Ji Hoon yang terus memaksa padahal sudah tak ingin.
“Jangan keras kepala dan dengarkan aku. Bagaimana bisa kau mau ke sauna?” kata Ji Hoon.
Woo Seung merasa tak ada yang salah dengan sauna. Ji Hoon menegaskan kalau tempat itu mahal dan apakah Wo Seung itu orang kaya, kalau memang punya uang lebih baik berikan padanya karena butuh uang untuk beli headphonesdan Yang bisa menghilangkan suara mengganggu.
Ia pikir Woo Seung memberikan uang padanya dan tinggal dirumahnya. Woo Seung tetap bersisi kukuh menolaknya. Ji Hoon pun tak peduli lagi membiarkan Woo Seung akhirnya pergi ke parkiran.
MC Drill bertanya apakah Ji Hoon sudah memanggil supir pengganti.Woo Seung tiba-tiba datang meminta agar diberikan kunci mobilnya, karena tahu mereka habis minum. Ji Hoon pun memberikan kuncinya. 
Si anak kecil datang ke kamar Ji Hoon memanggil akan bisa membantu mengerjakan Prnya, tapi Ji Hoon belum sampai kamarnya. Tiba-tiba terlihat seperti sebuah bayangan orang yang menutup pintu. Si anak pun berpikir bisa menemukan Ji Hoon yang bersembunyi lalu kembali membuka pintu.

“Kenapa pintunya terus terbuka? Apa karena anginnya?” ucap Yoo Hyun Jae melihat pintu yang terus bertukar.
Di dalam ruangan yang berantakan terdengar siaran radio “  Aku pembawa siaran "Today, With You" mulai hari ini. Aku Choi Hwa Jung.”  Hyun Jae berkomentar kalau Hwa Jung yang ingin menjadi seorang penyiar dan benar-benar mendapatkan posisi itu rupanya.
Hwa Jung memberitahu Sebuah angin bernama Kaola, yang berarti "waktu", berhembus dari sebelah utara, terlihat dikalender bulan june tahun 1993. Di meja komputer model lama pun berjejer dengan rapi. Hyun Jae mengeluh dengan cuara yang tak baik.
“Bahkan selama angin kencang, kau masih terlihat tampan.” Komentar Hyun Jae menatap bayangan dirinya di cermin dan menarik dengan gaya membusungkan dadanya, tapi tiba-tiba suara petir yang menakutkan. 

Pesan masuk ke dalam pager, Hyun Jae tahu kalau  Soon Tae dipecat lalu menekan telp untuk mendengarnya suara pesan yang masuk. Ada 10 pesan  Fansnya memberikan selamat telah mendapatkan Golden Cup. Beberapa umpatan dari Kwang Tae yang tak bisa menghubunginya dan Tuan Lee Soon tae. Hyun Jae kesal karena terus ditelp.
“Hei, kenapa kau tidak mengangkat teleponmu setelah menyebabkan kekacauan besar begini?” teriak Kwang Jae. Hyun Jae sengaja bicara ditelp kalau mungkin Kwang Jae juga tak akan mengangkat kalau jadi dirinya.
“Dengar baik-baik. Semuanya semakin berantakan. Apa kau di studio? Kau harus segera lari. Kau tidak boleh ada disana.” Ucap Kwang tae
“Aku tidak mau pergi.” Ucap Hyun Jae lalu menutup ponselnya. 

Petir semakin mengelegar, Hyun Jae akhirnya memutuskan untuk pergi dengan beberapa barangnya, tanpa disadari dompetnya terjatuh. Sebelum pergi kembali menatap dirinya dengan merasa sangat tampan. Papan terpasang dengan tulisan “Yoo Hyun Jae membuka pintu masa depan!”
Hyun Jae keluar dari rumah dengan payung tapi angin malah membalikanya, tiba-tiba hujan berhenti seperti sedang ada lelucon di langit. Ia menatap langit yang berbeda dari biasanya. Ketika akan menuruni tangga papannya jatuh dan bisa ditangkapnya.
Angin tiba-tiba mendorong Hyun Jae masuk dengan papan yang dibawanya, tanpa sengaja menekan bagian depan, papan pun seperti berubah jadi papan seluncur,  menuruni tangga yang terus berputar sampai akhirnya keluar dari gedung World Entertaiment.
“Aish, aku hampir saja mati.” Ucap Hyun Jae yang bisa selamat keluar dari gedung.  Tapi tiba-tiba sebuah mobil berjalan ke arahnya.

Hyun Jae seperti kaget langsung terjatuh tak sadarkan diri, Ji Hoon dkk turun dari mobil panik melihat Hyun Jae sudah tergeletak di jalan. Woo Seung memohon agar Hyun Jae tak boleh menutup matanya.
“Inilah pertama kalinya aku bertemu Ayahku, Yoon Hyun Jae.” 


Epilog
Woo Seung pikir kalau memang sudah selesai meminta izin pulang,  Polisi menyuruh agar Woo Seung meLepaskan seragamnya sebelum pergi lalu memberikan sebuah tas agar Woo Seung bisa menganti pakaianya. Woo Seung pun pergi untuk berganti baju.
Ji Hoon melihat Yoon Ki seperti semakin dekat dengan teman Woo Seung. Teman Woo Seung merasa tidak enak dengan teman satu kamarnya. Yoon Ki merasa tak masalah karena Woo Seung itu  akan segera melupakannya dan pasti tidak punya emosi. Ji Hon yang melihatnya kembali membahas polisi yang meminta agar menarikan tarianya.
“Lupakan. Korban sudah sepakat untuk berdamai.” Kata polisi. Ji Hoon tetap bersikukuh kalau harus melihatnya sendiri.
“Ini tarian yang aku tarikan tadi.” Kata Ji Hoon dan mulai menari dengan lincah sampai akhirnya dengan terlihat tanpa sengaja membuat pukulan pada wajah Yoon Ki. Yoon Ki pun langsung jatuh tersungkur.
Bersambung ke episode 3

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted
                                                                                                                                                                                  

2 komentar:

  1. ditunggu sinopsis ep 3'& 4 nya mba dee. semangat ya nulis nya..n

    BalasHapus
  2. Gk ngerti yg dimaksud bertemu ayah yoon hyun jae??? Klo Ji hoon gk mngkin kn marga ny Lee, apa woo seung y??

    BalasHapus