Senin, 26 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 28

PS : All images credit and content copyright : SBS
Yoo Jung bertemu dengan Tuan Lee sebaai tersangka dari... Kebakaran di rumah di 746 Haeim-dong dan Dengan kata lain, diselidiki untuk pembakaran berencana. Ia pun yakin kalau Tuan Lee tahu itu.  Tuan Lee mengaku tahu.
“Aku sudah memberitahu semuanya pada polisi.” Kata Tuan Lee
“ Meski begitu, kau tetap harus memberitahu semuanya padaku” jelas Yoo Jung. Tuan Lee menganguk mengerti. Yoo Jung pun akan memulai interogasi.
“Aku memulai kebakaran di Doboo-dong dua tahun yang lalu, dan satu orang meninggal. Tapi orang lain ditangkap sebagai pelakunya, Jadi aku mengakui semuanya pada polisi karena aku merasa bersalah. Tapi... Kau bilang aku harus memberitahumu begitu kan?” kata Tuan Lee. Yoo Jung pikir itu benar lalu sadar dengan yang dikatakanya.
“Apa kau bilang? Kita, di kejaksaan, Tidak boleh membuat kesalahan. Maksudku adalah kita... Tidak boleh lagi mengkhianati kepercayaan orang-orang. Apa kau mengerti?” ucap Yoo Jung. 


Yoo Jung datang menemui Tuan Jang, Tuan Jang menegaskan mereka, di kejaksaan, Tidak boleh membuat kesalahan, yang Tidak boleh lagi mengkhianati kepercayaan orang-orang. Yoo Jung mengangguk mengerti. 

Eun Hyuk bertemu dengan klien bernama Tuan Kang yang mengunkan pakaian napi menanyakan kabarnya. Tuan Kang mengaku Tidak buruk, berkat Eun Hyuk. Eun Hyuk heran Tuan Kang malah berterima kasih karena diriny jadi terkurung di sini penjara.
“Aku ingin kau jadi pembela ku di sidang banding ku” ucap Tuan Kang
“Kau kalah di persidangan pertamamu karena aku. Kenapa kau mau aku jadi pembelamu lagi?” kata Eun Hyuk bingung.
“Cuma kau satu-satunya... Yang bisa aku andalkan. Aku... Tidak bisa diam dengan tuduhan palsu ini. Aku tidak pernah memulai kebakaran. Jadi kumohon... Bantulah aku kali ini” kata Tuan Kang memohon. Eun Hyuk menatapnya. 

Eun Hyuk mengadakan rapat Dua tahun yang lalu, Kang Sun Il ditangkap sebagai pelaku kebarakan Doboo-dong, Korbannya adalah Namanya Chae Sung Woo, sedang tidur di rumahnya dan mengalami sesak nafas lalu meninggal di lokasi kejadian dan Kang Sun Il dituntut 10 tahun penjara di persidangan pertamanya
“Apa motif pembunuhannya?” tanya Ji Wook
“Jaksa bersikeras itu adalah kejahatan balas dendam. Anaknya Kang Sun Il ditabrak mobilnya Chae Sung Woo dan meninggal. Chae Sung Woo, yang mabuk dan tidak punya SIM, Dibebaskan tanpa hukuman karena kapasitas pengurangan” jelas Eun Hyuk. Tuan Bang mengeluh tak percaya mendengarnya.
“Dari catatan forensik saja, Aku rasa tidak bisa ditarik kesimpulan kalau Kang Sun Il Adalah pelaku pembakaran” ucap Bong Hee.
“Aku tahu, benarkan Pengacara yang tidak kompeten yang kalah dalam persidangan pertama Adalah aku. Dia mengajukan banding, dan persidangannya akan segera dilaksanakan. Dia mau aku membelanya sekali lagi” ungkap Eun Hyuk
“Tapi... Aku sudah pernah kalah sekali, Jadi aku merasa tidak yakin dan tidak percaya diri Karena itu, aku meminta bantuan kalian Ji Wook, tolong bantu aku. Pengacara Eun dan pengacara Bang, tolong bantu aku” kata Eun Hyuk.
Ji Wook langsung menolak, Eun Hyuk heran karena Dulu bersikeras membantunya waktu tak meminta bantuannya. Ji Wook mengaku hanya membantu karena Eun Hyuk memohon supaya tidak dibantu. Eun Hyuk pun memutuskan kalau Eun Hyuk jangan bantu. Ji Wook menyetujuinya.
“Hei.. Kau seharusnya menawarkan bantuan kalau aku bilang tidak perlu bantuanmu” keluh Eun Hyuk kesal karena mereka tak berdebat seperti dulu.
“Dia kelihatannya tidak begitu bersinar, benarkan?”Ba kata Ji Wook. Tuan Bang pikir tidak juga. Bong Hee pikir Eun Hyuk memiliki IQ nya sangat tinggi dan tidak yakin apakah itu benar
“Aku benar-benar berpikir Kang Sun Il tidak bersalah, aku serius” kata Eun Hyuk.
“Dengan Jung Hyun Soo, Kita juga berpikir begitu... Dan... Maafkan aku, Tapi aku tidak mau mengambil... Kasus pembakaran” ucap Ji Wook.
“Maafkan aku.. Aku benar-benar lupa tentang itu, Ji Wook, maafkan aku Pengacara Eun, bagaimana kalau kau yang memimpin kasus ini?” kata Eun Hyuk. Tuan Bang mengatakan mereka akan memberikan bantuan yang diperlukan.
Bong Hee mengaku  juga merasa tidak nyaman dengan menceritakan bahwa Ayahnya Juga meninggal dalam kebakaran Tapi akan memikirkannya, 

Tuan Jang berkata sendirian tentang Kesalahan oleh jaksa lalu mengingat kejadian Kebakaran Dan ini adalah kejahatan balas dendam.
Flash Back
Ji Wook kecil memegang sebuah foto, Tuan Jang duduk bersamanya berpikir bisa mengenalinya. Ji Wook hanya menatapnya. Tuan Jang lalu memberitahu kalau Orang ini adalah orang Yang membunuh ibu dan ayah Ji Wook. 

Ji Wook tertidur dengan memegang bukunya, Bong Hee hanya menatap tanpa bicara sampai akhirnya Ji Wook terbangun dan kaget melihat Bong Hee sudah ada didepanya. Bong Hee bertanya Apa tidurnya nyenyak. Ji Wook mengangguk dengan gugup.
“Ayo Mandi dan berpakaianlah” kata Bong Hee. Ji Wook binggung. Bong Hee yang tiba-tiba menyuruhnya mandi.
“Kita akan berkencan di luar hari ini.” Kata Bong Hee. Ji Wook sempat kaget tapi akhirnya tersenyum bahagia karena berkencan. 

Ji Wook bersiap diri dengan mengosok giginya, lalu menatap kotak perhiasan dengan sebuah kalung untuk Bong Hee. Tapi mereka malah sampai Di tempat permainan, Ji Wook heran kalau Bong Hee ingin pergi ke tempat untuk anak kecil. Bong Hee menganguk dengan penuh semangat. Ji Wook akhirnya setuju dengan bertanya apakah Bong Hee itu pandai dalam bermain.
“Mendapatkan boneka di mesin jepit itu sangat tidak mudah. Orang tidak akan berpikir itu sulit karena bonekanya imut sekali. Mereka akan berada dalam masalah kalau begitu. Kau harus berhati-hati, coba lihatlah ini” ucap Ji Wook dengan memainkan mesin boneka untuk mengajarkanya.
Tapi Ji Wook gagal mengambil boneka, Bong Hee pun ingin mencoba dengan sekali mencoba bisa mengambil satu bonek. Ji Wook yang kecewa memilih untuk pergi saja. Bong Hee sedang bahagia baru sadar kalau Ji Wook sudah pergi meninggalkannya. 

Keduanya pergi ke permainan tembakan, Ji Wook seperti tak yakin kalau Bong Hee ingin mencoba permainan ini. Keduanya berlomba menembak, Ji Wook seperti kembali kalah, Bong Hee selalu menembak dengan tepat bahkan menunjukan musuh di layar.
Ji Wook seperti kesal memilih untuk pergi, menatap kotak kalung yang tak bisa di berikan. Bong Hee malah menjerit bahagia karena berhasil dikalahnya, dan kembali sadar kalau Ji Wook meninggalkanya.
Mereka kembali bermain basket dan Bong Hee tepat melempar pada ring, sementara Ji Wook semua bolanya tak masuk. Bong Hee hanya bisa memberikan senyuman, sementara Ji Wook kembali kesal kembali kalah oleh Bong Hee dalam hal permainan. 


Ji Wook akhirnya keluar dengan wajah dongkol, Bong Hee heran melihat Ji Wook yang bisa marah hanya karena permainan. Ji Wook mengaku tidak marah sama sekali. Bong Hee merayu kalau Ji Wook yang tak buruk tapi memang ia yang terlalu bagus.
“Kau benar-benar bagus” ejek Ji Wook. Bong Hee pikir Lain kali akan membiarkan menang
“Tidak, jangan pernah biarkan aku menang. Lain kali permainan kita akan dihitung” kata Ji Wook yang tak mau kalah.
“ Ini tidak perlu dianggap serius, Tapi aku setuju untuk main lagi, call!” ujar Bong Hee.
Saat itu alaram pemberitahuan Bong Hee berbunyi untuk membeli obat Tuan Bang, lalu meminta izin untuk pergi ke apotik yang berada didekatnya. Ji Wook pun mempersilahkanya. 

Saat itu Nyonya Hong melihat anaknya langsung menghampiri denganw ajah bahagia. Ji Wook terlihat gugup karena sedang bersama dengan Bong Hee, lalu bertanya Kenapa ibu ada di dekat sini. Nyonya Hong menceritakan  Predir Byun mengajak makan malam bersama.
“Dia bilang ada restoran sundaeguk enak di sekitar sini, lalu Kenapa kau kesini anakku?” tanya Nyonya Hong. Ji Wook binggung menjelaskanya.
“Ini sempurna, ayo kita makan malam sama-sama, bergabung dengan kami makan malam” kata Nyonya Hong penuh semangat.
“Ibu, sebenarnya ada... Seseorang bersamaku” kata Ji Wook. Nyonya Hong langsung berpikir kalau itu pacar anaknya. Ji Wook mengangguk.
Nyonya Hong kaget mendengarnya, Ji Wook melihatnya berpikir kalau Nyonya Hong tak menyukainya. Ji Wook mengaku sangat suka bahkn senang mendengarnya. 

Saat itu Bong Hee akan keluar dari apotik melihat Ji Wook yang berbicara dengan Nyonya Hong bahkan memanggilnya “Ibu”  lalu berpikir kalau itu Ji Wook anak dari Nyonya Hong.
Flash Back
Nyonya Hong mengejek Nyonya Park kalau Bong Hee adalah anaknya dengan mengejek kalau seorang pengacara biasanya.  Lalu Bong Hee sengaja menyindir kalau baru-baru ini ada putusan kalau kekerasan di tempat kerja Bisa dianggap sebagai kecelakaan di tempat kerja dan yang kedua kalinya berkata.
“Ibu, kenapa aku selalu merasa atasan ibu selalu menguping pembicaraan kita Atau cuma aku saja?” kata Bong Hee. Nyonya Park pikir Itu karena hidupnya membosankan. Nyonya Hong hanya bisa berteriak kesal. 

Bong Hee kebinggungan kalau Ibu Ji Wook yang selama ini bersikap sinis padanya. Nyonya Hong terlihat bahagia karena Ji Wook yang sudah memiliki pacar, Ji Wook pikir Bong Hee terlalu lama dan akan masuk ke apotik, tapi Bong Hee dengan sengaja menahan pintu agar tak terbuka.
Ji Wook binggung kenapa Bong Hee malah menahanya, Bong Hee mengaku kalau tak bisa melakukanya. Ji Wook menarik pintu dengan keras, Bong Hee memilih untuk kabur dengan menutupi wajanya. Ji Wook mengejar dan Nyonya Hong pun mengikutinya.
“Ada apa? Kenapa dia melarikan diri?” kata Nyonya Park binggung. Bong Hee berhasil bersembunyi  dan merasa kalau sudah tamat riwayatnya karena bertemu orang tua Ji Wook yang selama ini selalu memiliki masalah denganya. 

Eun Hyuk dan Tuan Bang menerima makanan dari Nyonya Park yang datang, Mereka melihat Nyonya Park yang membawakan kimchi dan makanan ringan di hari yang panas, tak lupa mengucapkanTerima kasih banyak. Nyonya Park meminta Maaf tidak berkunjung lebih cepat, meski Bong Hee bekerja sudah berkerja cukup lama.
“Pokoknya, kami akan menikmati kimchi dan pizzanya, Ibu” kata Eun Hyuk
“Kau tidak perlu memanggilku seperti itu, Aku tidak tahu kalau... Ada lingkaran terang di kepalamu” kata Nyonya Park seperti melihat Eun Hyuk seperti malaikat. Eun Hyuk binggung tapi akhirnya mengucapkan terimakasih atas pujiannya

“Kau berisik sekali, Jangan tertawa keras-keras, kau harus pulang ke rumah” keluh Ji Wook baru masuk.
Eun Hyuk meminta Ji Wook memberikan salam, Ji Wook binggung bertanya siapa wanita itu. Nyonya Park mengejak Ji Wook adalah jaksa yang menyelamatkan Bong Hee, Ji Wook seperti bisa menebaknya.
“Aku ibunya Bong Hee... Wahh... Ada sesuatu di kepalanya juga” kata Nyonya Park ikut melihat Ji Wook seperti malaikat.
“Aku belum memperkenalkan dirimu secara resmi, aku No Ji Wook.” Kata Ji Wook
Saat itu Nyonya Hong datang dan keduanya pun kaget bertemu di ruangan. Nyonya Hong berpikir kalau CEO yang anak Nyonya Park bicarakan... Adalah anaknya. Nyonya Park seperti tak percaya kalau Ji Wook adalah anak dari Nyonya Hong.
“Ji Wook, kau tidak berkencan dengan anaknya, Benarkan?” kata Nyonya Hong menyindir. Ji Wook pikir ucapan ibu sedikit kasar.
“Nyonya Hong... Karena umur kita sama, berhentilah memanggilku Ahjumma. Kita harus membiarkan mereka mengurus urusan mereka sendiri dan harus keluar dan bicara” kata Nyonya Park
“Bagaimana bisa seorang ibu dengan anak perempuan begitu percaya diri?” balas Nyonya Hong.
“Kau kuno sekali, apa kau pamer karena kau punya anak laki-laki? Dia bodoh” ejek Nyonya Park
“Memangnya kenapa? Apa yang akan kau lakukan kalau aku tidak merestui hubungan mereka?” balas Nyonya Hong.
Ji Wook merasa ibunya usdah kelewat batas, Nyonya Park juga tidak menyetujuinya. Nyonya Hong pikir jangan berikan restunya, karena menurutnya Bong Hee itu menakutkan.
Saat itu Bong Hee datang dan kaget melihat Nyonya Hong yang dihindarinya malah bertemu di kantor. Ji Wook menarik Bong Hee sebelum pergi, sambil memeluknya kalau mereka berkencan. Eun Hyuk dan Tuan Bang pun mengajak untuk berPura-pura terkejut. Nyonya Hong hanya bisa berteriak kesal, Ji Wook meminta agar Bong Hee bis tersenyum. 



Tuan Jang membuka kembali berkas Kasus kekerasan Seongbuk-dong yang sudah usang lalu melihat sebuah foto di dalamnya.
Flash Back
Tuan Eun berbicara pada Tuan Jang dengan mengaku kalau ituu benar-benar bukan dirinya dan hanya mengantar taksi pada siang hari jadi adalah supir yang menjalankan shift malam yang berkelahi dengan pelanggan dan meminta Tolong periksa catatan pekerjaannya, Tuan Jang seperti tak peduli.
“Tuan.. Aku sekalipun tidak pernah memukul orang dalam hidupku.. Aku bahkan tidak pernah bertengkar” kata Tuan Eun menyakinkan.
“Korban sudah membuat pernyataan... Kaulah pelakunya” kata Tuan jang
“Dia bilang tidak ingat apapun karena mabuk, Dia salah mengira... Aku dengan supir yang lain” kata Tuan Eun
“Kemudian kau mendapatkan penangguhan dakwaan” balas Tuan Jang. Tuan Eun  memberitahu Karena kejadian ini, dipecat dari perusahaan taksi bahkan tidak bisa jadi buruh.
“Karena selalu sibuk ke pengadilan, Aku baru saja hidup dengan tenang sekarang Jadi kumohon... Selamatkan aku dan keluargaku” ucap Tuan Eun memohon tapi Tuan Jang memilih pergi.
Tuan Jang menyakinkan diri kalau tidak bersalah pada Kasus kekerasan Seongbuk-dong. 

Bong Hee menatap foto ayahnya, sambil berbicara kalau kesan buruk  Untuk orang tua pacarnya lalu berpikir apa yang harus dilakukan sekarang. Akhirnya ia memilih untuk harus mencuci dulu.
Ji Wook binggung didalam kamar belum bisa memberikan kotak perhiasanya, saat itu Bong Hee keluar kamar. Ji Wook buru-buru menyembunyikan kotaknya. Bong Hee binggung melihat Ji Wook ada didepanya.
“Apa Kau mau pergi? Apa yang kau bawa?” kata Ji Wook. Bong Hee mengatakan kalau ini adalah cucian kotornya.
“Aku merasa tidak enak mencuci di sini, Jadi aku akan membawanya ke laundry” kata Bong Hee. 
Ji Wook ingin membantu tapi malah membuat keranjang jatuh dan pakaian dalam Bong Hee terlihat. Bong Hee buru-bur mengambilnya dan masukan kedalam keranjang. Ji Wook pun membantu membawakanya dengan mengajak mereka segera pergi. 


Keduanya duduk diatas meja menunggu cucian, Ji Wook membahas Tentang Presdir Byun dan ibunya dan meminta Bong Hee Jangan terlalu mengkhawatirkannya. Bong Hee pikir mana mungkin tak khawatir,  Ji Wook yakin bisa menang dari mereka berdua
“Aku juga... Tidak pernah kalah dari mereka berdua, itulah masalahnya” kata Bong Hee. Ji Wook pikir benar juga.
“Mari kita temui ayahmu lain kali.. Tapi... Kapan kau akan memberikannya padaku? Benda yang sepanjang hari ragu-ragu kau berikan padaku” kata Bong Hee mengetahuinya.
Ji Wook kesal sendiri ternyata Bong Hee mengetahuinya, lalu mencari sesuatu dan memberikan pada Bong Hee. Bong Hee menatap kalung yang menurutnya sangat cantik. Ji Wook pun memakaikan kalung untuk Bong Hee.  Bong Hee pun menyadarkan kepalanya pada Ji Wook dengan bahagia. 


Tuan Bang datang menutup wajah Hyun Soo lalu mengingat saat seseorang yang datang menusuknya. Lalu ia yakin kalau mata itu milik Hyun Soo dan memberitahu kalau Rasanya masih sakit.
“Sejujurnya, Aku pikir lebih baik kau tidak pernah sadar lagi” kata Tuan Bang dan saat keluar, mata Hyun Soo bergerak seperti sudah mulai sadar dari koma. 

Eun Hyuk berbicara di telp kalau Persidangan akhirnya akan segera dilaksanakan, akan memberitahu setelah hasilnya keluar. Saat itu diseberang jalan Yoo Jung merasa kalau mabuk tapi masih bisa melihat matahari.
“Aku tidak percaya kau mabuk di siang hari” keluh Ji Hae, Eun Hyuk melihat dari seberang jalan menyudahi telpnya.  Yoo Jung pun meminta izin agar pergi ke kamar kecil. Ji Hae pun menunjuk arah toilet. 

Ji Hae mengeluh pada Yoo Jung yang tetap ingin pergi ronde kedua karena Pepatah bilang, mereka bahkan tidak mengenali orang tuanya Kalau mabuk di siang hari, bahkan tidak percaya menghabiskan hari liburnya seperti ini, tiba-tiba hampir terjatuh sepatunya sendiri.
Eun Hyuk tiba-tiba datang menahanya sebelum Ji Hae jatuh,  Ji Hae pun mengucapkan terima kasih telah menyelamatkanya. Eun Hyuk pikir Ji Hae pasti habis minum, Ji Hae mengaku hanya sedikit saja.
“Kau tidak boleh terlalu banyak minum. Itu tidak baik untuk kesehatanmu. Sekitar 50% warga Korea tidak bisa mengurai acetaldehyde. Itu artinya tubuh mereka tidak bisa menghancurkan alkohol” ucap Eun Hyuk menasehati.
“Aku rasa harus mengurus urusanku sendiri, maafkan aku” kata Ji Hae. Eun Hyuk menganguk mengerti lalu meminta nomor telpnya.
Ji Hae binggung, akhirnya Eun Hyuk memilih untuk memberikan kartu namanya saja dan meminta agar menelpnya kalau memang terjadi sesuatu, lalu pamit pergi lebih dulu. Yoo Jung kembali dengan mengaku merasa lebih baik sekarang. 

Ji Wook dan Bong Hee akhirnya kembali ke rumah, mereka pun ingin berpisah kembali ke kamar, Ji Wook memberikan ciuman sebelum pergi dan keduanya sama-sama akan masuk kamar tapi kembali berbalik dan langsung berciuman sangat panas.
Keduanya pun berciuman masuk ke dalam kamar, sampai esok pagi Ji Wook sudah tidur nyenyak dengan memeluk Bong Hee. Ia terbangun lebih dulu dan mencium Bong Hee lebih dulu, sampai akhirnya tersadar melihat foto sosok pria yang selama ini dianggap sebagai pembunuh orang tuanya.
Bong Hee terbangun menatap Ji Wook dengan senyuman lalu memeluknya dengan erat. Ji Wook masih kaget berusaha menerima pelukan Bong Hee. 

Epilog
Ji Hae dandan di toilet, teringat kembali saat Eun Hyun meminta nomor telpnya lalu memberikan kartu nama dan menelpnya kalau  terjadi sesuatu, Ji Hae seperti berpikir Eun Hyuk sangat terkesima lalu dirinya sangat cantik dengan memajukan bibirnya.
Bersambung ke episode 29


Tidak ada komentar:

Posting Komentar