PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 01 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 14

 PS : All images credit and content copyright : SBS

Sopir penganti memberitahu Eun Hyuk kalau sudah sampai. Eun Hyuk yang tertidur pun terbangun, lalu sadar kalau itu bukan rumahnya. Si sopir binggung karena itu adalah alamat yang diberikan
“Maafkan aku. Tolong turunkan aku di Royal Apartment di Seongsan-dong.” Ucap Eun Hyuk. Si sopir pun menurutinya.
Saat mobil melaju, Eun Hyuk melihat Yoo Jung yang berjalan pulang, wajahnya langsung panik karena pergi kerumah Yoo Jung saat mabuk bukan kerumahnya.  Sementara Ji Wook melihat berkas dari Kantor Polisi Gangseo dan tatapanya seperti memikirkan sesuatu. 

Ji Wook melihat berkas merasa kalau meminta semua dokumennya. Tapi Tuan Bang hanya membawanya beberapa saja.  Tuan Bang mengaku tidak punya waktu untuk mengurus semua dokumennya. Ji Wook membanging berkas dengan berteriak kalau kalau Tuan Bang yang masih punya waktu untuk pergi minum minum.
“Silakan pergi ambil semuanya Dapatkan semua hal yang terkait dengan Yang Jin Woo. Pergi Lihat di halaman media sosial atau bahkan tempat sampah nya Dan pastikan kau menemukan lukisan apa itu.” Ucap Ji Wook dengan nada tinggi
“Tentang restoran itu ... Pergi dan temukan.” Kata Ji Wook menunjuk pada Eun Hyuk
“Kenapa aku? Aku punya banyak kasus. Aku tidak punya waktu untuk itu.” Keluh Eun Hyuk
“Tapi kau juga punya waktu untuk minum-minum. Periksa setiap frame dari rekaman yang kita dapatkan dari CCTV  dan tunjukkan segala sesuatu yang kau temukan.” Perintah Ji Wook pada Bong Hee
“Bagaimana jika aku tidak menemukan apapun?”tanya Bong Hee ketakutan. 
“Kau harus menemukan sesuatu tidak peduli apa itu. kau harus menemukan sesuatu! Tetaplah mencari! perhatikan dengan seksama dan bawakan aku sesuatu.” Teriak Ji Wook. Bong Hee mengangguk mengerti.
“Kau yang membawa kasus ini ke Firma hukum kita. Karena kau juga yang mengambil alih kasus ini. Jadi kau harus merasa lebih bertanggung jawab.” Kata Ji Wook dengan nada lembut. Bong Hee mengerti.
Ji Wook akhirnya bertanya pada ketiganya apakah bergabung dengan firma hukumnya hanya untuk minum-minum saja lalu berjalan pergiperlu semua pun hanya diam saja. 


Bong Hee naik ke lantai dua melihat Ji Wook yang sibuk berkerja, lalu mengatakan kalau harus melihat rekaman dari toko,di laptopnya. Ji Wook hanya mengulurkan satu tanganya, Bong Hee pun pergi mendekat dan memegang ujung jari Ji Wook agar menyentuh laptopnya.
Saat itu terlihat Bong Hee yang gugup karena memegang ujung jari Ji Wook lalu bergegas pergi. Ji Wook menatap Bong Hee yang pergi seperti merasakan sesuatu juga tapi berusaha menutupinya.
Eun Hyuk memeriksa berkas dan memberikan pada Tuan Bang, lalu Tuan Bang memberikan pada Ji Wook. Bong Hee sibuk melihat rekaman CCTV. Eun Hyuk pergi  ke restoran ingin mencari informasi tapi pegawai tak ingin memberitahu.
Di hari berikutnya, Eun Hyuk berusaha membantu si pegawai untuk membuang sampah, tapi si pegawai tetap tak mau berbicara apapun. Hari ketiga Eun Hyuk melihat plastik sampah yang sedikit dan membuangnya,
Eun Hyuk memberitahu penyedilikan Ternyata Koki itu seorang bajingan. Ji Wook pikir apakah hanya itu saja. Eun Hyuk mengatakan bukan hanya itu saja,  Ketika seseorang melakukan sesuatu yang buruk, Pasti ada yang menjadi kaki tangannya. Ji Wook menebak itu  Saudara koki itu
“dia yang menemukan mayatnya kan?” kata Bong Hee. Tuan Bang tahu Nama kakaknya Yang Ji Yeon. Eun Hyuk pun menyetujuinya. 

Bong Hee melihat rekaman CCTV lalu melihat sesuatu,  dan berteriak memangil Ji Wook kalau sudah menemukannya. Ji Wook berlari ke meja Bong Hee agar melihatnya dan menemukan sebuah mobil, akhirnya membandingkan lalu membenarkan kalau itu sama.
“Eun Bong Hee, Kerja bagus” ucap Ji Wook mengelus kepala Bong Hee. Bong Hee terlihat tegang. Ji Wook pun sadar kalau tak boleh memberikan perhatian lebih.
“Kerja bagus.” Ucap Ji Wook menepuk punggung Bong Hee dengan kasar lalu berjalan pergi. 

 [Pengadilan Negeri Cabang Goyang]
Ji Hae memberitahu potongan bukti yang membuktikan tersangka  berada di TKP di mana korban dibunuh, yaitu Sidik jari Hasil Uji Forensik serta kancing baju yang ditemukan di TKP. Dengan begitu Ia menegaskan bahwa sidik jari dan DNA pada Kancing Punya tersangka, sidik jari dan DNA Jung Hyun Soo.
“Selain itu, ini  jejak kaki yang ditemukan di TKP. Anda bisa lihat kan? Jejak kaki ini juga identik dengan jejak kaki dari sepatu terdakwa, Yang Mulia.” Kata Ji Hae di persidangan.
“Kancing yang ditemukan di TKP memang kancing terdakwa yang jatuh Namun, ia menjatuhkannya pada hari sebelum pembunuhan itu, Yakni pada 19 Mei.” Kata Ji Wook membela klienya. 

Flash Back
Hyun Soon masuk ke rumah mengatakan  tidak bisa memberikan paket tanpa tanda tangan. Koki Yang yang sibuk memberikan tanda tangan pada ponsel lalu berusaha untuk mengeser sofanya. Hyun Soo yang melihat berusaha membantunya dan tanpa sadar kalau kancing bajunya yang lepas.
“Terdakwa yang tidak bisa berpaling dari mendiang Koki Yang harus mendapatkan sesuatu di bawah sofa, dan membantu Yang Jin Woo memindahkan sofa itu di rumahnya. Ini bisa saja dia mungkin telah menjatuhkannya ketika dia membantu si Korban” kata Ji Wook
“Yang Mulia, ini hanya dugaan”kata Ji Hae berdiri dari tempat duduknya.
“dan ini juga hanya sebuah dugaan dia menjatuhkannya pada hari pembunuhan ... Sang korban” kata Ji Wook. Bong Hee tersenyum karena Ji Wook bisa membuat Ji Hae diam saja. 

Saksi, tetangga yang sudah tua, Ji Hae berkata kalau Saksi yang menyaksikan seorang pria keluar dari rumah korban  pada hari pembunuhan 20 Mei sekitar jam 7:30. Saksi membenarkan kalau memang melihatnya.
“Aku tahu itu dengan baik karena melihat keluar jendela. Bisakah Anda menunjukkan siapa orang nya?” ucap Ji Hae. Si nenek pun menunjuk Hyun Soo yang duduk dibangku terdakwa. Ji Hae pun menyudahi. 
Ji Wook kali ini berbicara pada saksi, bertanya seberapa baik penglihatanya. Si nenek mengakui kalau dirinya  sudah tua tapi masih bisa melihat sejauh 20 meter. Ji Wook pun menyimpulkan kalau penglihatannya sangat bagus.

“Jika demikian, bisa saya meminta Anda menggambarkan adegan yang anda disaksikan secara rinci?” kata Ji Wook. Si nenek binggung di minta Menggambarkan.
“Iya . Misalnya, Anda dapat memberitahu kami apa dikenakan terdakwa?” ucap Ji Wook.
“Oh. Dia mengenakan pakaian hitam. Dia mengenakan pakaian hitam, topi, dan bahkan sarung tangan meskipun hari itu panas.” Ucap si nenek
“Apa dia tidak membawa tas?” tanya Ji Wook, Si nenek menjawab Hyun Soo yang tidak membawanya. Ji Wook berkomentar si nenek yang ingat dengan sangat jelas.
“Aku terkenal di lingkunganku karena punga memori yang bagus.” Jelas si nenek 

Ji Wook pun menanyakan tentang tubuh bentuk pria apakah  terlihat lebih gemuk saat itu atau mengenakan jaket musim dingin. Si nenek merasa itu tak mungkin dan yakin tubuhnya kurus seperti Hyun Soo. Ji Wook pun bertanya bagaimana Hyun Soo memindahkan barang-barang berharga yang diduga telah dicuri.
“Menurut keluarga korban, laptop, emas batangan, piala, kamera DSLR, lensa, jam tangan mahal, dan sebuah lukisan besar yang dicuri.” Kata Ji Wook. Bong Hee membawakan satu besar ke atas meja.
“Ini tasku yang telah kuisi penuh dengan barang-barang yang baru saja disebutkan. Semua barang-barang disatukan dan akan menjadi sebesar tas ini. Di tambah lagi, lukisan besar itu bahkan tidak cocok dengan tas ini.” Jelas Ji Wook memperlihatkan tasnya.

“Coba Lihatlah hal tersebut, saksi yang memiliki penglihatan yang sempurna, bersaksi terdakwa tidak membawa tas dan melihat bahwa dia terlihat ramping, ini menunjukkan bahwa ia tidak menyembunyikan barang-barang berharga di bawah pakaiannya.” Kata Ji Wook. Saksi pun tak bisa berkata apa-apa.
“Yang mulia, ingatlah fakta bahwa barang-barang berharga yang dicuri dari rumah korban. tidak muncul kembali sama sekali.” Kata Ji Wook pada hakim.
“terdakwa bisa saja datang kembali. Ada kemungkinan dia kembali setelah pembunuhan itu untuk mengambil barang-barang berharga.” Ucap Ji Hae.

Ji Wook memberikan gambar power point dengan memperlihatkan  foto-foto jejak kaki bahwa penuntut mengklaim jejak ini milik terdakwa. Ia melihat dengan Mengikuti logika kejaksaan, jika terdakwa kembali ke TKP, seharusnya ada duplikat jejak kaki.
“Apa Anda tidak setuju?” tanya Ji Wook dengan nada menyindir pada jaksa. Ji Hae pun hanya bisa diam saja. Bong Hee kembali tersenyum melihatnya. Hyun Soo tersenyum melihat Ji Wook yang bisa membuat jaksa tak berkutik. 
Ji Wook memberikan Berkas Strategi untuk menolak penuntutan, lalu bertemu dengan saksi kedua yaitu ad orang pertama yang menemukan saudaranya yaitu Mayat Yang Jin Woo sehari setelah dibunuh. Nyonya Yang membenarkanya.
“Setelah penemuan itu, Anda melaporkannya ke polisi  dan memanggil ambulans tanpa ragu-ragu.” Ucap Ji Wook. Nyonya Yang membenarkan.
“Ini footages CCTV sebagai bukti tambahan. Karena ini terletak di gang, penuntut tidak mampu memperoleh footages ini. Ketika Anda melihat nya kelayar, nomor plat 8209. Bukankah ini kendaraan Anda?” kata Ji Wook melihat gambar CCTV. Nyonya Yang membenarkan. 
“Saya akan langsung saja dengan tanggal dan waktunya Itu hari setelah pembunuhan Jam 11:13.Jadi Apa artinya ini? Anda yakin asudah bersaksi tiba di rumah korban Jam 13:00. Itu kesaksian Anda, kan?”kata Ji Wook. Nyonya Yang membenarkan
“Apa itu Jam 11:00 atau 01:00? Tolong sebutkan waktu kedatangan Anda.” Kata Ji Wook mendesak. Nyonya Yang terlihat gugup dan langsung berkata  tidak tahu.
“Beberapa waktu yang lalu, Anda tampaknya mengingatnya dengan jelas. Tapi sekarang Anda tidak bisa mengingat sama sekali.” Kata Ji Wook dengan sedikit memaksa
“Yang Mulia, pengacara telah menekan saksi untuk bersaksi.” Kata Ji Hae membela
“Aku hanya mempertanyakan karena ada sendikit keraguan.”ucapJi Wook. Hakim pun memutuskan agar Ji Wook bisa melanjutkannya
Ji Wook dengan nada tinggi meminta Nyonya Yang agar menjawab  pertanyaan. Nyonya Yang menjawab kalau tidak tahu dan tidak ingat!. Ji Wook pikir harus menyegarkan ingatan Nyonya Yang sekarang, dengan menduga kalau Nyonya Yang yang  membunuh saudaranya  sang korban. Nyony Yang mengaku bukan ia pelakunya.
“Apa anda tidak membunuhnya?” tanya Ji Wook. Nyonya Yang terlihat gugup. 
Flash Back
Bong Hee pun menanyakan pendapat Ji Wook kalau  Nyonya Yang yang membunuhnya. Ji Wook yakin menurutnya itu untuk mendapatkan kesaksian darinya, maka akan menekan Nyonya Yang untuk membuat kesaksian palsu dan ini disebut pertanyaan terkemuka.

Nyonya Yang mengelengkan kepala bukan ia pelakunya. Ji Wook berbicara Menurut bukti-bukti yang telah mereka kumpulkan bahkan diberitahu Nyonya. Yang dan korban tidak lagi berhubungan baik bahkan Korban punya kehidupan cinta yang bertentangan dengan reputasinya di media. Jadi saksi harus membersihkan kekacauan si korban.
“Karena itu, saksi tidak bisa lagi menanggunggnya .  dan membunuh adiknya. Bukankah ini benar, Nyonya. Yang?” ucap Ji Wook terus menekan, Nyonya Yang menegaskan bukan ia pelakunya.
“Nyonya. Yang! Silakan bicara.” Ucap Ji Wook melihat Nyonya Yang yang menangis di persidangan.
“Aku hanya mencoba untuk menutupinya.... Aku hanya mencoba untuk menutupi ... Reputasi adikku.. Ketika aku tiba di rumahnya, Adikku sudah dibunuh. Di TV, Aku melihat yang telah dia lakukan dengan wanita lain.Jadi aku membuang setiap bagian dari bukti ... dan mengaturnya untuk terlihat seperti pembunuhan yang dilakukan oleh seorang perampok.Aku mencoba untuk menegakkan Reputasi keluargaku dan reputasi adikku. Apa itu salah? Apa Anda pikir tidak akan melakukan hal yang sama, Pengacara Noh?” ucap Nyonya Yang dengan sedikit nada tinggi dan histeris .
“Lalu siapa yang mempertahankan reputasi wanita ... Yang telah di injak injak oleh saudaramu?” balas Ji Wook
“Karena potongan bukti palsu, orang yang tidak bersalah telah di rekayasa menjadi seorang pembunuh. Siapa yang akan mempertanggungkan hak-haknya?” kata Ji Wook
Bong Hee pun memuji Ji Wook yang berkerja dengan baik, Tuan Bang yang menontonya memberikan jempolnya. Yoo Jung dan Ji Hae terlihat tak berdaya karena semua bisa dipatahkan oleh pernyataan Ji Wook sebagai pengacara Hyun Soo. 


Keduanya sampai dirumah, Bong Hee dengan sedikit gugup memuji Ji Wook yang sudah berkerja dengan baik. Ji Wook pun dengan dingin memuji Bong Hee juga setelah itu naik ke lantai atas.
Bong Hee sudah berganti pakaian dan ingin naik ke lantai atas tapi mengurungkan niatnya. Ia akhirnya memutuskan untuk naik untuk memberitahu persediaan di lantai pertama, tapi Ji Wook sudah tertidur disofa hanya melepaskan jasnya.
“Dia setidaknya harus melepaskan dasinya” ucap Bong Hee merasa kasihan.

Akhirnya ia berjongkok mencoba melepaskan dasi Ji Wook, tapi saat terlepas mata Ji Wook terbukan menatap Bong Hee yang berada didepanya. Bong Hee gugup menjelaskan kalau tidak berusaha membuka pakaiannya tapi hanya mencoba untuk melepas dasinya, ia kesal sendiri harus gagap didepan Ji Wook.
“Aku hanya mau melepaskan dasimu... Percayalah padaku.” Kata Bong Hee santai dan ingin berjalan pergi. Ji Wook tiba-tiba menahan tangan Bong Hee untuk tak pergi.
“Bong Hee, aku minta maaf. Tetaplah disini.. Tetaplah disini denganku 5 menit.” Kata Ji Wook.
Bong Hee pun menyetujuinya, duduk didepan Ji Wook untuk menemaninya agar bisa tidur nyenyak. Ji Wook pun seperti tenang dan menutup matanya kembali untuk tidur. 


Pagi hari
Tuan Bang naik ke atas dan kaget melihat keduanya yang tertidur pulas dengan Bong Hee yang bersandar di paha Ji Wook lalu perlahan turun agar tak membangunkan keduanya.
“Dimana Ji Wook? Dia harus turun sekarang.” Ucap Eun Hyuk yang akan naik bersama dengan Tuan Byun. Tuan Bang langsung menghalanginya agar tak naik. Eun Hyuk menyuruh untuk Minggir tapi Tuan Bang tetap tak memperbolehkanya. Keduanya binggung melihat tingkah Tuan Bang. 

Ruangan sidang kembali berlangsung, Hakim memberikan keputusanya. Ji Wook duduk bersama saksi dan Ji Hae serta Yoo Jung dimeja Jaksa
“Mengingat kejadian keseluruhan yang berdasarkan bukti yang dipilih secara hukum, sulit untuk membuktikan bahwa terdakwa  dirampok dan dibunuh korban, Yang Jin Woo. Dan Juga tidak ada bukti untuk membuktikan sebaliknya."ucap hakim 

"Hal ini berlaku untuk kasus di mana ada bukti untuk membuktikan fakta kriminal. Oleh karena itu, menurut KUHAP UU, Pasal 325, Saya menyimpulkan dia tidak bersalah.” Ucap Hakim
Bong Hee tersenyum karena hasilnya bisa membela klienya yang tak bersalah. Ji Hae dan Yoo Jung terlihat kecewa tak bisa menuntut si pelaku, Ji Wook menerima hasil peradilan tapi seperti masih ada keraguan. Di bangku penonton ada si pria sebagai anggota forensik. 


Soju dan Bir pun dicampur dalam gelas, Semua tim terlihat bahagi dengan hanya mencium bau sojunya sangat kuat. Eun Hyuk mengatakan kalau  ini hari yang bersejarah. Tuan Bang pun mengatakan kalau Ini untuk kemenangan pertama mereka.
“dan kebebasan Jung Hyun Soo.” Kata Bong Hee lalu mereka pun bersulang bersama-sama. Ji Wook meminum bir terlihat masih memikirkan sesuatu.
“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Tuan Bang yang sedari tadi melihay Ji Wook lalu ikut keluar dari restoran
“Tidak ada. Aku hanya menikmati angin. Ini rasanya sangat lembut.” Kata Ji Wook sedikit gugup
“Kau pasti merasa sedikit tidak nyaman, kan?” kata Tuan Bang bisa menebaknya.
“Pelaku sesungguhnya belum tertangkap .  Tepatnya, ini belum akhir, tapi masih permulaan” kata Ji Wook
Tuan Bang membenarkan, Tapi itu pekerjaan Jaksa bukan tugas mereka sebagai pengacara. Ji Wook tersenyum membenarkan, Tuan Bang pun mengajak Ji Wook agar kembali masuk. 

Sepasang pria dan wanita masuk cafe dan melihat pesan yang ditempatkan pada foto mereka. Bong Hee dkk sudah mulai mabuk, Tuan Byun memanggil  Gadis Kurang Bukti sebagai maknae jadi harus melakukan apa yang diperintahkan. Bong Hee setuju.  Ji Wook baru datang meminta agar Bong Hee jangan menyanyi lebih baik duduk saja.
“Kenapa?Kenapa dia tidak boleh bernyanyi?” ucap Eun Hyuk aneh.
“Jangan membuatnya bernyanyi.” Ucap Ji Wook
“Kenapa kau tidak akan membiarkan aku bernyanyi?” keluh Bong Hee kesal
Ji Wook bertanya apakah Bong Hee memang tak mengetahuinya, Bong Hee mengelengkan kepala. Ji Wook tak habis pikir yang dilakukan Bong Hee, lalu menyuruh menyanyi saja yang inginkan. Bong Hee akhirnya menyanyi dengan suara sumbangnya.
Bong Hee yang menyanyi tak sadar kalau ponselnya berdering, Eun Hyuk dkk terpaksa mendengar suara Bong Hee yang sumbang. Ponsel Ji Wook berdering, Ji Wook mengangkatnya dan berkata kalau  Kasus itu sudah berakhir lalu wajahnya terlihat tegang melirik pada Hyun Soo dan mengatakan  akan menemuinya.
 Eun Hyuk yang melihatnya bertanya apakah Ji Wook akan pergi. Ji Wook berjanji akan segera kembali lalu melihat Bong Hee, dan berpesan pada Eun Hyuk agar Jangan minum terlalu banyak.


Ji Wook melihat pesan yang ditempelkan Bong Hee, lalu membahas tentang alibi. Si Wanita mengatakan ada seorang pria yang minum sendiri malam itu. Si pria juga mengingat karena Tidak banyak orang minum sendiri, jadi sangat ingat dengan jelas dan mereka juga punya videonya, karena mengambil video malam itu.
Ji Wook melihat video saat perayaan ulang tahun keduanya dan melihat pria yang duduk sendirian, tapi ketika memperbesar gambarnya ternyata bukan Hyun Soo tapi pria lainya.
“Apa mungkin.. Ada orang lain selain orang ini?” tanya Ji Wook. Si pria juga tak tahu tapi menurutnya tidak melihat pria lain. Ji Wook merasa kalau saat aneh. 
Ji Wook akhirnya pindah berdiri didepan dinding dengan banyak foto dan note, kembali menempelkan foto pada hari kejadian. Ia lalu menatap dinding dengan banyak gambar dan mengingat perkataan Hyun Soo sebelumnya.

“Pada hari kejadian, karena cuaca yang bagus. Aku pergi berjalan-jalan ke taman. Anak anak bermain dengan balon mereka dan berlari lari. Mereka sangat lucu.” Ucap Hyun Soo. Ji Wook melihat ada foto anak-anak yang berlari dengan balon-balon.
“aku teringat "The Usual Suspects" sedang dirilis. Jadi aku pergi ke bioskop untuk menonton film itu. Aku pulang karena jadwalku tidak cocok .” kata Hyun Soo. Ji Wook melihat lembaran dari film yang tertempel.
“Dan... Aku makan siang pada hari itu Aku beli Tteokbokki dan juga kopi dengan menambahkan whipped cream di atasnya Dan aku minum sendiri di sebuah bar yang kadang-kadang aku kunjungi.” Ucap Hyun Soo dengan ada lebaran kertas yang menuliskan notenya.


“Aku biasanya minum sendiri. dan hari itu.. di bar, ada pasangan yang merayakan pesta ulang tahunnya pada hari itu. Mereka membawa kue ulang tahun dan lilin.” Cerita Hyun Soo yang memang duduk dan melihat beberapa orang merayakan ulang tahun.
“Itulah yang aku punya tentang kasus Jung Hyun Soo  pada hari kejadian. Dia benar-benar punya alibi yang jelas.” Gumam Ji Wook
Dalam bayanganya, Ji Wook seperti melihat Hyun Soo yang datang ke cafe memesan kentang goreng dan bir dan duduk ditempat yanga sama. Ia berpikir kalau  ini hanya imajinasi dan spekulasinya bahwa Jung Hyun Soo datang beberapa waktu setelah kejadian dan kebetulan melihat foto beserta catatan
“Dia punya memori yang baik, Meski dia mendadak ditangkap.” Ucap Ji Wook bisa melihat Hyun Soo menatap dinding untuk mengarang cerita lalu ditangkap oleh polisi. 

“Pada tanggal 20 Mei, hari kejadian, Kau tidak bertugas. Kami melihat footages CCTV dari lingkungan tempatmu... dan menemukan bahwa kau meninggalkan rumah lalu kembali larut malam. Tolong berikan aku laporan lengkap dari apa yang kau lakukan hari itu. Tanpa meninggalkan sedikitpun” ucap Yoo Jung menginterogasinya. Hyun Soo pun menceritakan.

“Dia ingat foto ini dan catatan yang dia lihat hari itu, kemudian mengarang cerita yang bisa dipercaya tentang apa yang dia lakukan hari itu. Dia ada di daerah sepi atau ramai sehingga kita tidak bisa memastikannya. Apa yang dia berusaha tutupi dengan mengatakan kebohongan seperti itu?” gumam Ji Wook yakin kalau semua yang dikatakan Hyun Soo itu bohong. 


Eun Hyun memberitahu Bong Hee kalau ada  kelas Buta nada. Tuan Byun pikir Bong hee bukan hanya perlu mengoreksi satu atau dua hal tapi Dari kepala sampai kaki, semuanya tentang dia perlu dikoreksi. Bong Hee pikir hanya perlu mencari tahu satu hal. Semua bertanya
“Apakah Melodi pembunuh itu?  Itu bahkan tidak dapat berfungsi sebagai bukti.” Ucap Tuan Bang
“Tapi, aku harus mencari tahu. Coba Dengarkan aku” kata Bong Hee mencoba untuk membuat nada dengan suara sumbangnya. Hyun Soo hanya terdiam mendengarnya.
Flash Back
Saat persidangan Bong Hee, Hyun Soo datang sengaja membuat siaulan dari mulutnya, senyumanya terlihat bisa membuat orang bersalah karena dirinya. Bong Hee yang sedang menjahit sepatunya, menatap sepatu yang cantik didepanya.

Hyun Soo dari kejauhan melihat Bong Hee lalu bersembunyi dibalik dinding dengan senyuman liciknya dan kembali bersiup. Di TKP, Pria Forensik melangkahi Koki Yang sudah tergeletak lalu melihat Hyun Soo yang berada di dapur dengan sarung tanganya.
Bong Hee menerima sekotak sepatu dan sempat mengejar keluar gedung, tapi tak menemukanya. Hyun Soo melepaskan masker wajahnya dan berjalan santai meninggalkan gedung. Setelah membunuh Hee Joon, Hyun Soo bersiul mengayuh sepeda dan sempat berpapasn dengan Bong Hee. 


Bong Hee terus berusaha mengikuti nada yang diingatnya sebagai pelakunya. Tuan Bang yang mendengarnya  pikir kalau seseorang dapat mengenali melodi itu maka bersumpah orang itu pasti sangat jenius. Tapi Hyun Soo merasa Bong Hee itu  cukup bagus.
“Hyun Soo, Kau pasti sangat mabuk. Apa kau dapat memberitahu kami lagu apa itu?” ucap Eun Hyuk. Hyun Soo dengan gugup mengaku tidak tahu dengan tawa mengejek sambil bercanda.
“Aku akan pastikan untuk menemukannya.” Kata Bong Hee sangat yakin lalu meminum birnya. Hyun Soo hanya diam saja lalu keluar dari restoran dengan mengunakan kemejanya. 

“Mereka mengatakan bahwa seorang hakim yang dapat membebaskan penjahat yang bersalah. Ini berarti bahwa ketika seorang penjahat dibebaskan hakim, jaksa, dan pengacara yang membebaskannya, semuanya bersalah.” Gumam Ji Wook berjalan dengan tatapan kosong.
Hyun Soo berjalan dengan senyuman licik karena bisa mengelabuhi tim pengacara. Saat itu Ji Wook berada di depanya, keduanya sama-sama saling menatap di jalan bawah tanah.
“Jika aku... ikut membebaskan penjahat itu , itu Jung Hyun Soo. Itu kau.” Gumam Ji Wook menatap dingin pada Hyun Soo memberikan senyuman licik.
Bersambung ke episode 15

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

2 komentar: