Kamis, 08 Juni 2017

Sinopsis Suspicious Partner Episode 18

PS : All images credit and content copyright : SBS
Ji Wook berbicara pada Tuan Bang kalau sudah  pergi tempat tinggal Ko Chan Ho, tapi Tak menemukan ada apapun. Tuan Bang sedikit kaget Ji Wook tak menemukan apapaun. Ji Wook teringat sesuatu tapi  tak yakin ini akan berguna jadi membawanya untuk berjaga-jaga.
“Ini takkan mudah, tapi aku akan mencari tahu.” Ucap Tuan Bang melihat foto Chan Ho. Ji Wook pun sangat menghargainya.
“Seperti yang kukatakan, ini takkan mudah. Aku merasa tubuhku terikat karena tidak punya kekuatan dari pemerintah.” Kata Tuan Bang. Ji Wook juga merasakan hal yang sama dengan mata menatap Bong Hee yang membawa segelas kopi
“Apa Kau tidak mau memberitahu Pengacara Eun tentang Jung Hyun Soo?” tanya Tuan Bang.
“Aku akan memberitahunya.., tapi aku memutuskan untuk menunggu, karena belum ada yang terkonfirmasi.” Kata Ji Wook. 


Tuan Jang memberikan berkas pada Ji Nae dan Yoo Jung yaitu file dari kasus Jang Hee Jun. Yoo Jung melihat dibagian depan “Dugaan waktu kematiannya pada tengah malam, 11 Mei 2015.” Tuan Jang mengaku  akan senang kalau keduanya bisa menginvestigasi ulang kasus ini. Yoo Jung kaget mendengarnya.
“Aku sudah mencoba dengan sangat keras untuk menyesuaikan diri dengan keputusan sidang. Aku pergi ke TKP berkali-kali untuk mencari kemungkinan lain.” Cerita Tuan Jang.
Flash Back
Tuan Jang pergi ke tempat Bong Hee dengan menatap sebuah CCTV yang tertempel, lalu masuk ke dalam rumah untuk memastikan saat anaknya mati dalam kamar.
“Aku bertanya-tanya apakah ada orang yang menaruh dendam terhadapku sehingga membunuh anakku sebagai balas dendam.” 

Tuan Jang pikir bukan seperti itu dugaanya dan Semakin memikirkannya maka semakin yakin kalau Bong Hee adalah pelakuknya tapi Tak ada bukti yang membuktikan bahwa Bong Hee pelakunya. Yoo Jung mengatakan kalau sudah membaca file kasusnya.
“Ada dua senjata. Yang satu...” ucap Yoo Jung langsung disela oleh Tuan Jang
“Itu benar... Aku yang memalsukan bukti.. Aku memakai trik untuk menangkap Eun Bong Hee.” Akui Tuan Jang. Yoo Jung pun menanyakan tentang bukiti yang satunya.
“Aku tak yakin akan bagaimana kedengarannya ini..., tapi kurasa, aku tahu apa yang Anda pikirkan. Jaksa Noh Ji Wook... Dia adalah jaksa yang menangani kasus itu.” Ucap Yoo Jung
“Anda mungkin berpikir kalau dia meletakannya di TKP... seperti yang Anda lakukan” kata Yoo Jung
“Untuk menyelamatkan Eun Bong Hee.. dia pasti meletakkan bukti di TKP... seperti yang aku lakukan. Itulah kesimpulanku.” Kata Tuan Jang yang bisa membayangkan Ji Wook sengaja membuang pisau di padang ilalang.
“Ji Wook takkan melakukan hal seperti itu.” Ucap Yoo Jung yakin.
“Jika itu yang kau pikirkan.., pergilah dan tunjukkan padaku. Maksudku, kalian harus mencoba menemukan sesuatu, entah apapun itu.” Ucap Tuan Jang, Keduanya pun hanya diam. 


Bong Hee masuk ruangan, memanggil Ketua Byun. Ketua Byun yang sedang kesal menyuruh Bong Hee mengatakan saja. Bong Hee pikir bisa  membantunya dalam sidang. Ketua Byun kaget mengetahui Bong Hee yang mau melakukan dengan memanggilnya Nona Kurang Bukti.
“Aku takkan mau membantu jika kau terus memanggilku seperti itu.” Kata Bong Hee
“Baiklah, Eun Bong Hee.” Kata Tuan Byun. Bong Hee ingin di panggil Pengacara Eun.
“Baiklah, Pengacara Eun. Bantu aku... Aku merasa ini sangat tidak adil. Asuransiku takkan menutupi ini jika ini adalah DUI (mengendara saat mabuk )” jelas Tuan Byun, Eun Hyuk memanggil agar mereka bisa berkumpul. Semuanya, tolong datang.

Ji Wook dkk bermain ular tangga dengan yang  kalah akan mencuci piring, membeli kopi, dan membuang sampah. Bong Hee mulai memaikan garis yang diinginkan, Semua terlihat penasaran siapa yang akan mencuci piring.  Bong Hee menghela nafas karena kalah dan harus mencuci piring.
Ji Wook seperti ingin mengantikanya, Bong HEe tersenyum lalu menatap Tuan Byun agar mau membantunya, Tuan Byun akhirnya menyetujui dengan jadi relawan untuk Bong Hee walaupun sempat mengumpat kesal. Ji Wook dkk binggun Tuan Byun yang bosan ingin mencuci piring. 


Ji Wook duduk di meja kerjanya, menatap Bong Hee yang duduk didepanya sedang berkerja, Saat itu Tuan Byun datang membawakan minuman untuknya. Setelah itu Tuan Bang datang bertanya apakah Bong Hee sudah selesai dengan membawanya ke dapur. Bong Hee pun mengucapkan terimakasih.
“Pengacara Eun, kau sudah selesai?” tanya Eun Hyuk berjalan mendekati meja Bong Hee. Ji Wook makin cemburu melihatnya.
“Aku sedang mengerjakan filenya.” Kata Bong Hee. Eun Hyuk lalu meminta agar Bong Hee membuka tanganya, dan menaruh coklat sebagai hadiah. Bong Hee tersenyum bahagia dan langsung memakanya.
Ji Wook akhirnya memberanikan diri mendekati Bong Hee dengan melihat rekan kerjanya itu  sedang menjalankan formula Widmark. Bong Hee terlihat gugup, Ji Wook yang sangat dekat denganya.  Ji Wook menjelaskan tentang Formula  untuk menghitung kadar Alkohol seseorang saat DUI. Bong Hee terlihat benar-benar tak bisa menutupi rasa gugupnya. 

Bong Hee makan pizza sambil melamun, ibunya menyuruh Bong Hee minum agar tak tersedak. Bong Hee meraa kalau sekarang sedang di hari-hari emasnya. Ibunya tak mengerti maksudnya.
“Kau tahu bagaimana orang yang punya hari-hari emas itu seperti mereka sedang dalam keutamaan.” Jelas Bong Hee. Nyonya Park pun bertanya kenapa Bong Hee  berpikir begitu
“Apa ada percikan antara kau dan CEO-mu? Apa bisnismu lancar?” pikir ibunya.
“Bukan begitu. Hanya saja... Aku sangat bahagia karena rekan kerjaku memujiku. Aku bahagia karena terkadang ini menakutkanku. Aku takut kalau seseorang akan mengambilnya dariku.” Ungkap Bong Hee.
Nyonya Hong yang mendengarnya langsung mengejek Bong Hee yang  Menyedihkan. Nyonya Park menasehati anaknya Saat Bong Hee punya sesuatu, jangan biarkan orang lain mengambilnya darinya, karena  Bong Hee tak pernah punya banyak hal yang tumbuh besar. Nyonya Hong yang mendengarnya makin mengejek Bong Hee.
“Ibu, omong-omong, kenapa aku mendapat perasaan... bosmu selalu menguping pembicaraan kita? Apa hanya aku saja?” ucap Bong Hee sengaja membuat suaranya nyaring.
“Biarkan saja. Dia melakukan itu karena sedang bosan.” Kata Nyonya Park. Nyonya Hong berteriak kesal pada Nyonya Park. 


Tuan Bang mencari beberapa rekaman CCTV dan juga mobil-mobil yang terparkir untuk mendapatkan black box. Saat itu juga Hyun Joo yang baru keluar dari rumah kaget melihat Tuan Bang yang datang dan langsung berbalik arah.
Ia pergi ke cafe tempat mendapatkan alibi, pemilik cafe memberitahu kalau Para pengacara melakukan beberapa kunjungan dan bertemu pasangan yang ada di foto, lalu bertanya apakah alibinya diterima. Hyun Joo mengaku sudah diterima dan pamit pergi.
Hyun Joo terlihat gelisah berjalan memikirkan  Apa yang terjadi lalu mengingat saat terakhir bertemu di depan cafe, Ji Wook menatapnya berbeda. Lalu ia bertanya-tanya apakah ia dijadikan pelaku. 


Ji Wook bermimpi saat Hyun Joo yang menusuknya dengan pisau. Bong Hee melihat Ji Wook yang mengigau mendekatinya agar bisa membangunkanya, Ji Wook terbangun dan langsung memeluk Bong Hee seperti sangat ketakutan.
“Pengacara Noh, kau baik-baik saja? Aku bisa mendengarmu dari lantai satu.” Ucap Bong Hee. Ji Wook memastikan kalau Bong Hee baik dan juga aman.
“Apa aku mati di mimpi burukmu atau semacamnya?” tanya Bong Hee. Ji Wook mengaku tak mengerti.
“Seseorang...tersakiti. Aku...” ucap Ji Wook lalu tersadar sudah memeluk Bong Hee dan langsung meminta maaf.
Bong Hee berpikir akan pergi dan menyuruh Ji Wook tidur kembali saja. Ji Wook mengangguk tapi  wajahnya terlihat gelisah, akhirnya Bong Hee kembali mengatakan kalau akan tetap bersamanya selama lima menit. Ji Wook seperti lega mendengarnya.
“Jangan salah paham. Ini hanyalah cinta untuk kemanusiaan.” Kata Bong Hee dengan memegang kepala Ji Wook seperti yang dilakukanya sebelumnya. Ji Wook terdiam tapi akhirnya membaringkan tubuhnya dengan menatap Bong Hee, lalu tertidur.
“Aku takkan jatuh cinta kepadamu bagaimanapun kau lucunya saat tidur.” Gumam Bong Hee. 


Ruang sidang, Bong Hee menjadi pengacara Tuan Byun dengan menjelaskan bahwan Terdakwa selesai minum pada pukul 9 malam, lalu Waktu kecelakaan terjadi adalah 9.35 malam. Petugas polisi yang sampai di TKP... mencoba memastikan bahwa Tuan Byun  mabuk pada pukul 9.45 malam.
“Tes mabuk dilakukan pada waktu dimana kadar alkohol dalam darah sedang naik-naiknya. Oleh karenanya, tidak dapat disimpulkan kalau kadar alkohol dalam darahnya pada saat mengemudi di atas 0,05%.” Jelas Bong Hee.
Ji Wook datang ingin melihat Bong Hee, saat itu Eun Hyuk tiba-tiba datang duduk disampingnya. Ji Wook kesal melihat temanya dan langsung bergeser, Eun Hyuk tersenyum tetap ingin mendekatinya.
“Apa Kau ke sini mau melihat Bong Hee?” ejek Eun Hyuk. Ji Wook mengaku kalau mau melihat Ketua Byun, karena sudah dianggap seperti ayah bagiku.
“Aku ke sini mau melihat maknae kita, Bong Hee. Mari kita lihat betapa bagusnnya dia. Ayo kita lihat. “ kata Eun Hyuk. 


“Pertama-tama, dasar dari klaim tersebut bahwa dia selesai minum pada pukul 9 malam terlihat kurang meyakinkan. Dia tidak memiliki kenalan yang bergabung dengannya.” Kata Hakim
“Ya, Yang Mulia, jadi saya mengajukan surat pernyataan dari bartender yang selesai minum pada jam 9 malam dan pemakaian dari kartu kredit terdakwa.”ucap Bong Hee.
“Apa Anda mempunyai bukti untuk membuktikan kalau itu adalah tindakan yang dapat dibenarkan?” tanya Hakim
Bong Hee mengaku kalau karena malfungsi dari kamera black box makan tidak mempunyai bukti. Namun, mereka bisa  mencari saksi mata dari kejadian tersebut. Hakim mengaku bisa dimengerti. Ji Wook merasa kalau  punya firasat buruk soal ini. Hakim pun meminta agar Jaksa memberikan hukumannya.
“Tolong hukum terdakwa dengan denda 3,000 dollar (3jt won).” Kata Jaksa. Tuan Byun agar kaget, lalu Hakim meminta terdakwa mengatakan  kata-kata terakhir yang ingin dikatakan.
“Ya, Yang Mulia... Saya setuju kalau menyetir saat mabuk adalah hal yang sangat salah. Oleh karena itu, saya sangat menyesali apa yang telah saya lakukan. Namun, memang benar bahwa... Aku hanya minum dua gelas bir. Dan... Saya menyetirnya begitu untuk menyelamatkan hidup orang lain. Tolong pertimbangkan bahwa kesalahan saya adalah niat baik.” Kata tuan Byun 

Hakim pun memberikan keputusannya,  yaitu Terdakwa akan tetap dikenakan denda 3,000 dollar dan Jika terdakwa menolak membayar denda maka 100 dollar akan dikonversi menjadi 1 hari dan dengan demikian, dia akan dipenjara di sebuah rumah sakit selama 30 hari. Tuan Byun yan mendengarnya berteriak marah dengan putusan hakim.  Bong Hee bergegas keluar dari ruang sidang.
“Hei, Nona Kurang Bukti! Kau memakaiku seperti budak dan kau kalah!!!” teriak Tuan Byun menyuruh tak boleh kabur. Bong Hee memilih untuk segera pergi.
Ji Wook melihat Tuan Byun ternyata  sangat marah. Eun Hyuk merasa Bong Hee membawanya terlalu jauh dan bisa saja menang jika hakimnya berbeda.

Yoo Jung seperti setengah mabuk dengan membahas kalau Ji Hye sudah tahu bahwa dirinya cantik. Ji Hye sedikit menahan kesal tapi dengan seniornya memilih untuk membenarkan saja dan Itulah yang dipikirkan saat mereka belum dekat. Yoo Jung seperti kaget mendengarnya tapi Yoo Jung memilih untuk tak membahasnya lagi.
“Tapi kau pasti tahu, Ji Wook dan Eun Hyuk juga sangat tampan Aku dulu merasa bangga saat kami bertiga bermain bersama. Orang-orang dulu menatapi kami.” Ucap Yoo Jung bangga. Ji Hae membenarkan.
“Tapi... Aku menyakiti mereka berdua dan meninggalkan mereka. Aku pasti sudah gila.” Kata Yoo Jung merasa sangat menyesal.
“Itulah yang terjadi saat kau punya semuanya.” Komentar Ji Hae. Yoo Jung merasa tak bisa berdebat karena memang yang dikatakan Yoo Jung itu benar.
“Sekarang.., ...dia pasti yang punya semuanya.” Kata Ji Hae melihat Bong Hee yang berjalan diantara Eun Hyuk dan Ji Wook. Yoo Jung yang kesal ingin keluar, Ji Hae menahanya.
“Kau akan membuat dirimu memalukan jika kau keluar sekarang dan akan menyesalinya besok.” Jelas Ji Hae, Yoo Jung tak peduli menyuruh Ji Hae segera melepaskan tanganya. 


Yoo Jung berteriak memanggil dua temanya, Bong Hee melihat Yoo Jung sedikit kaget. Yoo Jung dengan sinis kalau tak ingin mendengar suara Bong Hee. Ketiganya hanya diam menatap Yoo Jung, Yoo Jung dengan terbata-bata ingin meluapkan amarahnya tapi Eun Hyuk mengajak mereka bertiga pergi saja. Bong Hee pun akhirnya mengikutinya walaupun tak tega meninggalkan Yoo Jung yang mabuk.
“Kau tidak perlu khawatir.” Ucap Eun Hyuk, Ji Wook membenarkan karena menurutnya Yoo Jung  tidak semabuk itu, karena peminum yang kuat.
“Dia mungkin saja bisa minum untuk beberapa jam ke depan.” Kata Eun Hyuk. Ji Wook setuju.
Bong Hee terdiam mendengar keduanya seperti sangat mengenal Yoo Jung, termasuk Ji Wook. Ji Wook panik takut Bong Hee salah sangka dengan menjelaskan kalau maksud perkataanya adalah  jangan terlalu khawatir terhadap Yoo Jung.  Eun Hyuk pun membenarkannya. Ji Wook menyakinkan kalau tidak bermaksud lain.
“Aku tidak mengatakan apapun. Aku hanya berpikir mau memukul bagian belakang kepalanya, karena dia selalu melototiku.” Ucap Bong Hee lalu berjalan lebih dulu.

Ji Wook dan Eun Hyuk seperti anak kembar mengaruk kepala dengan wajah binggung, lalu mengikuti Bong Hee berjalan. Ji Hae memapah Yoo Jung keluar dari cafe memastikan kalau baik-baik saja dan Pulang dengan aman, Yoo Jung mengerti lalu berjalan sendiri di trotoar.
Diseberang jalan, Eun Hyuk melihat Yoo Jung dan mengikutinya seperti ingin menjaga Yoo Jung agar tak terjadi apapun saat sedang mabuk. Yoo Jung tak sadar kalau Eun Hyuk menjaganya diseberang jalan. 


Malam hari, Polisi partoli melihat mobil yang diparkir lalu melihat sebuah pisau ada didalam mobil. Sebelumnya, Hyun Soo sengaja menaruh sebuah pisau dalam mobil Chan Hoo. Tim forensik pun mengambil gambar dan sidik jari dari mobil tanpa pengemudi.
Tuan Bang memberitahu kalau Susah sekali melacak kemana Ko Chan Ho pergi pada saat menghilang, serta masih menngecek kamera black box. dari mobil yang diparkir di gang luar rumahnya, bahkan Tapi ada area tak terlihat, serta tidak jelas karena gelap.
“Kalau begitu... apa kau mencari orang yang ada di foto ini?” tanya Ji Wook
“Aku memulai denga mencari teman alumnus Ko Chan Ho.” Ucap  Tuan Bang. Ji Wook mengingat perkataan Chan Ho pada Bong Hee

“Aku tahu siapa yang membeli sepatuny” Ituyang Ko Chan Ho katakan kepada Bong Hee.” Kata Ji Wook
“Kalau begitu... apa menurutmu orang yang membelikan sepatu ada di foto ini Atau menurutmu itu Jung Hyun Soo?” ucap Tuan Bang. Eun Hyuk berteriak memangggil Ji Wook agar bisa melihatnya.
Mereka melihat berita di TV “Breaking News. Kemarin, di sisi jalan Chuncheon.., terdapat mobil yang di dalamnya terdapat pisau yang diduga telah digunakan untuk membunuh Koki Yang Jin Woo. Terduga pelak adalah Tn. Ko dan yang sangat mengejutkan dia bekerja sebagai petugas forensik.” 


Ji Hae serta Yoo Jung menonton berita di ruang jaksa, “Kelihatannya dia kabur setelah meninggalkan mobilnya, di jalanan yang jauh bersama dengan senjatanya. Sementara itu, fakta bahwa Tn. Ko bertanggung jawab dalam eksaminasi forensik di TKP akan lebih mengejutkan publik.”
“Polisi mengatakan mereka akan melakukan yang terbaik untuk menangkap Tn. Ko. Polisi Goyang dan Chuncheon sedang melakukan pelacakan bali .dari rute yang digunakan Tn. Ko. Mereka melakukan yang terbaik untuk melacak keberadaannya.”
Hyun Soo menonton dari depan toko dan Saat itu Bong Hee datang menemuinya dengan senyuman. 

Ji Wook dan Tuan Bang saling menatap seperti merasa dugaanya salah,Eun Hyuk yang melihatnya merasa kalau ada yang  tidak diketahui. Keduanyaa hanya diam saja. Tuan Byun masuk dengan kesal menanyakan keberadaan Bong Hee si Nona Kurang Bukti, wanita yang kalah dalam kasusnya.
“Dia keluar kapanpun di punya kesempatan. Aku belum lihat dia dari tadi. Aku sangat merindukannya tapi Kurasa dia tidak ada di sini. Kemana dia menyelamatkan diri?” ucap Tuan Byun terus mengoceh dengan nada menyindir.
“Dimana Bong Hee?” tanya Ji Wook sedikit panik bertanya pada Tuan Bang. 

Bong Hee duduk ditaman bertanya pada Hyun Soo apa yang ingin diberitahukan padanya,  Hyun Soo mengaku Sebenarnya aku berbohong sesuatu kepadanya. Bong Hee kaget Hyun Soo yang  berbohong sesuatu kepadanya. Hyun Soo membenarkan tentang alibinya. Bong Hee hanya terdiam.
“Sebenarnya.., aku tidak ingat dengan baik dimana aku saat itu dan apa yang kulakukan. Tapi jika aku memberitahumu secara detail.., rasanya kau tidak akan memercayaiku. Jadi aku berbohong padamu.” Kata Hyun Soo.
“Boleh aku tanya... kenapa kau bilang ini kepadaku sekarang?” tanya Bong Hee.
“Saat semua orang di dunia menyerangku dan memanggilku pembunuh.., maka kaulah orang yang percaya padaku. Aku bilang ini karena aku ingin jujur padamu. Maafkan aku.” Ungkap Hyun Soo.
Bong Hee mengingat saat bertanya pada Ji Wook apa yang dicari tahu tentang Hyun Soo,  Ji Wook hanya menjawab kalau Bong Hee belum perlu tahu soal ini. Bong Hee kesal Ji Wook tak memberitahunya, Ji Wook mengatakan kalau hanya sedikit curiga.
“Terima kasih... karena sudah jujur denganku.” Kata Bong Hee akan pamit pergi. Hyun Soo pun dengan baik hati  akan mengantar sampai ke mobil. Bong Hee pun menyetujuinya. 


Saat berjalan ke parkiran, Bong Hee melihat si bapak yang memasangkan spanduk dan langsung menyapanya. Hyun Soo panik langsung berbalik arah dan berpura-pura sedang mengikat sepatunya. Si paman mengaku kalau baru saja berencana menelpnya.
“Ya. Sampai kapan kau berencana meletakkan banner di atas sana? Itu akan memakan biaya” ucap Paman
“Itu mungkin Hanya untuk sebentar saja.” Kata Bong Hee
Si Paman teringat saat itu seseorang membantu melepaskan spanduk, lalu bertanya apakah saksi dan mau melaporkan sesuatu karena mengeluarkan ponselnya.  Si Paman bertanya apakah Bong Hee tidak dapat laporan, Bong Hee binggung mendengarnya.
“Ya, seseorang bilang dia mau melaporkan sesuatu.” Kata Si Paman. Bong Hee penasaran siapa orang yang mengatakan itu.

“Aku tidak tahu siapa itu. Itu anak muda. Aku melihatnya saat mengganti banner.” Ucap  Si paman.
Bong hee bertanya-tanya apa itu sebelum si pelaku mengirimi sepatu, lalu ingin tahu apakah si paman bisa mengingat wajahnya karena mungkin bisa membantunya. Si paman mengaku  Tidak mudah mengingat orang yang hanya ditemui sekali bahkan tidak ingat apa sarapanya hari ini. Hyun Soo yang sedari tadi mendengarnya langsung mendekat untuk  mengetesnya.
“Mari lihat apakah dia ingat aku atau tidak. Jika dia ingat aku...” gumam Hyun Soo mendekat. Si paman menatap Hyun Soo.
“Apa Dia temanmu?” tanya si paman yang tak mengingatnya. Hyun Soo bisa bernafas lega. Bong Hee agak panik mengaku bukan temanya dan mengangkat ponselnya.
Ji Wook menelp. Bong Hee memberitahu sedang bersama Hyun Soo sekarang. Ji Wook pikir Bong Hee harus mengajaknya karena mereka sudah tahu pelaku yang sesungguhnya, maka harus makan malam bersamanya. Bong Hee mengerti, Ji Wook memperingatkan Bong Hee segera datang tanpa mampir-mampir ketempat yang lain.
“Pengacara Noh bilang kalau kita harus makan malam bersama.” Ucap Bong Hee. Hyun Soo pun menyetujuinya.
“Pak, tolong telepon aku jika kau ingat sesuatu.” Kata Bong Hee pada si paman. S i paman pun berjanji akan meneleponnya dan segera menemuinya. Bong Hee menganguk dan terlihat sedikit gugup berada disamping Hyun Soo. 


Yoo Jung melihat Laporan Pembunuhan Peserta Pelatihan Yudisial pada Tahun 2015 dan terlihat tegang, lalu teringat saat bertemu dengan Ji Hae.
Flash Back
Ji Hae merasa spekulasi dari DA sebenarnya cukup masuk akal. Bahkan sebelum keduanya  bertemu sebagai mentor dan pegawai magang.., ada sesuatu di antara Noh Ji Wook dan Bong Hee.
“Kudengar mereka bertemu di hotel juga. Ada rumor buruk tentangnya. Dan... Dia berkata "Kau kotor, tapi kau begitu cantik." Dia mengucapkan pernyataan kasih sayangnya seperti itu.” Cerita Ji Hae. Yoo Jung seperti tak percaya Ji Wook melakuanya.
“Lalu Bong Hee menjadi tersangka. Dia mungkin saja bersedia melakukan sesuatu untuk membebaskannya.” Kata Ji Hae tetap masih percaya kalau Bong Hee sebagai pelakunya. 

Bong Hee masuk ke dalam rumah, Tuan Bang menyapa keduanya dan menanyakan kabar Hyun Soo. Hyun Soo pun bertanya balik dengan rahap, Tuan Bang meminta Hyun Soo agar mengangapnya rumah sendiri.
Ji Wook sedang di dapur memegang pisau dan tersadar kalau itu seperti orang yang mengancam. Hyun Soo pun bertanya apakah ada yang bisa dibantu. Ji Wook langsung mengejek apakah Hyun Soo itu  ahli dengan pisau. Hyun Soo sempat tersenyum Ji Wook seperti mengejeknya.
“Kau adalah tamu kami. Tenang saja dan anggap rumah sendiri.” Kata Ji Wook santai. Bong Hee menatap Ji Wook yang berkerja didapur. 

Bong Hee menarik Ji Wook ke lantai atas sambil mengeluh kalau tak mengatakan padanya tentang Hyun Soo, Ji Wook terlihat kebingungan menjelaskanya tapi menurutnya itu karena Belum ada yang benar-benar terkonfirmasi, jadi...
“Ada yang aneh dengannya, dan dia berbohong. Kau yakin akan itu.” Kata Bong Hee saat itu Eun Hyuk naik tangga mendengar keduanya bicara. Ji Wook membenarkan perkataan Bong Hee.
“Apa Kau mau aku merasa seperti orang bodoh atau apa itu ? Aku kecewa dengannmu.”  Ungkap Bong Hee. Ji Wook menjelaskan bukan seperti itu maksudnya.
“Kau tahu, tak ada yang benar-benar konkret untuk kuberitahu kepadamu. Aku khawatir kau akan memukuli dirimu sendiri.” Jelas Ji Wook
“Kau merahasiakan yang harusnya kuketahui dariku. Apa Kau sungguh berpikir melakukan ini demi kebaikanku?” kata Bong Hee kesal
Ji Wook meminta maaf dan mengakui kesalahanya, lalu menahan Bong Hee sebelum pergi menanyakan  Bagaimana bisa mengetahuinya. Bong Hee memberitahu kalau  Hyun Soo mengalahkan mereka dengan mengaku bohong soal alibinya. Ji Wook kaget mendengarnya dan ingin tahu  pemikiran Bong Hee terhadapnya.
“Entahlah. Aku akan mengatakan kalau aku netral. Tapi yang menggangguku adalah fakta bahwa kau takkan mungkin mencurigainya tanpa alasan.” Jelas Bong Hee saat akan menuruni tangga melihat Eun Hyuk yang sudah pasti mendengarnya. 


Eun Hyuk bersikap santai lalu mendekati Ji Wook dengan bertanya apakah ada yang bisa dibantu. Ji Wook dengan kesal menyuruh Eun Hyuk menyiapkan piring untuk makanannya. Eun Hyuk tersenyum karena paling tidak Ji Wook sudah menyuruhnya.
Keduanya pun menuruni tangga, Ji Wook kaget melihat Yoo Jung datang sudah ada didepan pintu. Tuan Bang memberitahu kalau Sekarang mereka punya tamu lain. Yoo Jung mengatakan kalau datang untuk bekerja dan meminata agar Jangan melihatnya seperti itu. Ji Wook pun tak bisa berkata-kata lagi. 

Mereka pun makan bersama, Ji Wook menanyakan pendapat Hyun Soo dengan masakanya. Hyun Soo merasa  Semua kelihatan enak. Eun Hyuk merasa kalau sangat hebat dalam segalanya. tapi menurutanya meletakkan tomat di bulgogi. Ji Wook dengan ketus menyuruh Eun Hyuk tak perlu memakanya. Mereka pun makan dengan sedikit wajah tak ramah.
“Oh, soal petugas forensik, Ko Chan Ho... Apa kau tahu sekarang dia sedang dikejar polisi sebagai tersangka pembunuhan Koki Yang Jin Woo?” ucap Ji Wook sengaja membahasnya. Hyun Soo mengaku  melihatnya di berita.
“Ya, kau sudah lihat, apa Kau tidak mengenalnya secara pribadi?” tanya Tuan Bang. Hyun Soo sedikit gugup dan berkata kalau tidak sama sekali.
“Aku sangat terkejut pelakunya adalah petugas kepolisian.” Ucap Hyun Soo,  tiba-tiba Yoo Jung menaruh sumpit dan mengucapkan selamat. Semua terlihat binggung.
“Selamat.. Mereka yang dibebaskan karena kekurangan bukti... terus menerus diperlakukan seperti pelaku karena tidak ada tersangka maupun pelaku sebenarnya.”kata Yoo Jung

“Jangan khawatir. Pembunuhnya belum tertangkap. karena jaksa penuntut telah mengabaikan tugasnya. Akan kupastikan untuk menangkap dia dan membawanya kepadamu.” Ungkap Bong Hee.  Yoo Jung menegaskan tujuanya datang. 
“Bong Hee, mantan pacarmu... Maksudku, Jang Hee Jun. Aku akan menginvestigasi ulang kasusnya. Aku tak yakin akan bisa menemukan sesuatu sekarang.., tapi aku akan mencoba menggalinya. Dari TKP sampai orang yang terlibat, aku akan memeriksa semuanya. Pembunuhnya mungkin saja ada di rumah ini sekarang.” Ungkap Yoo Jung.
Bong Hee hanya diam saja dan Hyun Soo sedikit gelisah. Ji Wook membahas tengan Chan Ho bertanya-tanya apakah  dia sedang dalam pelarian. Hyun Soo mengaku tak tahu dan  penasaran juga. Ji Wook menatap Hyun Soo seperti ingin mencari tahu tentang Chan Ho.
Bersambung ke episode 19

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


Tidak ada komentar:

Posting Komentar