Selasa, 25 Oktober 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Seorang wanita keluar dari lift berjalan dengan pakaian pramugari, dan menarik kopernyanya memasuki bandara.
ketika aku berjalan menggunakan seragam ini, maka pria, wanita dan bahkan anak2 menatapku. Gumam Hong Na Ri melihat semua orang menantap mereka dengan wajah melonggo.
Mereka mulai bertugas saat semua penumpang sudah memasukin pesawat, salah satu teman Na Ri kesusahan memangangkat koper ke kabin meminta bantuan Na Ri. Saat semua penumpang sudah duduk, seorang penumpang mengeluh dengan suara bayi yang terus menangis. Penumpang pria dibelakangnya meminta agar dibawakan minuman. Sementara di barisan bangku sampingnya, seorang suami memarahi istrinya yang lupa membawa barang.
aku bertemu orang yg cepat marah... tiap awal atau akhir sebuah perjalanan. Itulah pekerjaanku. Gumam Na Ri dengan membawakan segelas air untuk penumpangnya. 

Salah seorang pramugari lainya berjalan melihat keadaan penumpang, bernama Do Yeo Joo. Salah satu penumpan wanita berdiri menyapa Yeo  Joo memberitahu kalau ia adalah  tunangan Jung Hyun. Yeo Joo seperti tak mengubrisnya meminta penumpang segera duduk karena pesawat akan take off.
jadi mengapa kamu mengabaikan teleponku? mengapa kau membuatku naik ke pesawat?” kata tunangan Joo Hyun, Yeon Joo dengan sopan meminta agar penumpang duduk kembali.
“Mari kita persingkat saja. kembalikan mobilnya... sebelum kami melaporkanmu sebagai pencuri.” Ucap Tunangan Joo Hyun
mobil itu adalah hadiah.”balas Yeo Joo melotot. Tunangan Joo Hyun tak terima langsung menarik rambut Yeo Joo dan mengumpat marah. Yeo Joo berteriak meminta agar dilepaskan.
Penumpang lain hanya bisa melihatnya, Na Ri akhirnya turun tangan, memperingati si tuangan Joo Hyun kalau yang dilakukanya merupakan tindak pidana mengancam atau penyerangan fisik seorang pramugari jadi meminta agar kembali ke tempat duduk. Tuangan Joo Hyun pun akhirnya melepaskan tanganya dan mengeluh Na Ri yang membawa-bawa hukum dalam hal ini dan tidak mengerti tentang itu.
hidup adalah sebuah perjalanan. kau tidak pernah tahu situasi apa...yang akan terjadi padamu. Gumam Na Ri 

Semua pramugari pun kembali ke bandara, Na Ri sibuk dengan ponselnya dan salah satu temanya kesal melihat Yeo Joo yang pergi tanpa pamit pada mereka, Na Ri santai merasa Yeo Joo tidak mempunyai tenaga ketika akan didisiplinkan. Temanya membenarkan.
wanita yang berkacamata mengikutinya sepanjang waktu.” Kata teman Na Ri. Sementara Na Ri tersenyum-senyum sendiri melihat ponselnya.
sudah 9 tahun dan kau masih mencintainya” goda temanya melihat Na Ri yang terus tersenyum menatap ponselnya
dia selalu membuatku bersemangat. dia bilang  punya kejutan untukku... dan mengirimkan foto kartu nama sebuah kafe.” Cerita Na Ri memperlihatkan foto pada temanya
“Ini kartu nama "Romantic Island." Apa kafe khusus untuk melamar?” ucap Temanya Na Ri yang bodoh ternyata menarik juga.  Na Ri pun tersenyum –senyum sendiri karena  ada kafe khusus untuk melamar

Na Ri berjalan masuk cafe dengan jalan yang bertabur bunga dan lilin, salah seorang pria sudah menunggu didepan dengan membawakan sebuket bunga, lalu bertanya “Na Ri, maukah kamu menikahiku?” Na Ri melonggo kaget lalu menerima buket bunga yang diberikan pada kekasihnya.
Si pria teringat sesuatu mencari-cari dari deretan tali dibalon tapi tak menemukanya, Na Ri mencari ke sisi lain dan bertanya apakah bukan itu yang dicarinya. Si pria terlihat panik karena sebelumnya naruh di dekat situ, tapi akhirnya melihat cincin yang sengaja disiapkan untuk Na Ri dalam tali balon.
tidak ada hal dalam kehidupan yang bisa diprediksi, seperti lamaran ceroboh seorang pacar. Gumam Na Ri 

Keduanya makan malam bersama dengan iringan suara penyanyi yang sangat lantang, lalu Na Ri mendengar suara ponselnya yang bergetar lalu sedikit menjauh menerima telp dari pamanya. Sang paman terdengar menangis, N Ri bertanya ada apa dengan pamanya.
“Ibu mu kecelakaan.” Ucap si paman. Na Ri panik bertanya apakah ibunya terluka parah
dia meninggal.” Kata pamanya, Na Ri benar-benar shock. Sementara di belakangnya masih ada pria dan beberapa pegawai cafe melempari Na Ri manik-manik sebagai tanda suka cita atas lamaran keduanya.
tidak ada hal dalam kehidupan yang bisa diprediksi. seperti mendengar bahwa ibuku, yang aku pikir ... akan bersamaku selamanya, ternyata meninggal. Gumam Na Ri 

Na Ri duduk sendirian dalam rumah duka, beberapa teman pramugari datang memberikan rasa bela sungkawa. Pacar Na Ri pun membawa teman Na Ri untuk duduk menikmati makana, saat itu Yeo Joo seperti wanita pengoda memberikan tatapan pada Pacar Na Ri.
 “Tidak ada hal dalam kehidupan yg bisa diprediksi. seperti fakta bahwa kematian bukanlah akhir, tapi awal dari banyak kejadian. tidak ada hal dalam kehidupan yg bisa diprediksi.” Gumam Na Ri
Saat Na Ri duduk sendirian dalam rumah duka, ada sosok pria yang berdiri didepan pintu melihat ke dalam tanpa mau masuk. 

(10 bulan kemudian)
Na Ri bersama dengan semua pramugari menarik koper bersama setelah mendarat dibandara dan sama-sama melihat ponsel masing-masing. Na Ri sibuk mengirimkan pesan [aku kembali.] sementara Yeo Joo menatap ponselnya dengan senyuman liciknya
“Coba kau Lihat penyihir itu. pria kaya mana yang dia hisap dan buang kali ini?” bisik teman Na Ri sinis melihat Yeo Joo
dia belum membuangnya tapi dia menyukai yg satu ini.” komentar Yeo Joo setelah melihat senyuman Yeo Joo yang tak mau mengangkat telpnya, temanya binggung menanyakan alasan Na Ri bicara seperti itu.
dia kelihatan puas... "kau sekarat karena aku. kau mencintaiku sampai mati."” Kata Na Ri, Si temanya binggung kenapa Yeo Joo tak membalas pesannya.
Na Ri pikir karena pria itu menyukainya, temanya pikir itu hanya omong kosong saja binggung, bertanya jadi seseorang  tidak membalas ketika tidak menyukainya atau memang menyukainya. Keduanya sama-sama melihat Yeo Joo dan Yeo Joo sadar di tatap oleh dua seniornya memberikan senyuman liciknya. Akhirnya Na Ri sibuk mengirimkan pesan pada pacarnya kau membaca pesanku tapi tidak membalasnya. aku kembali. Lalu semua berjalan ke bagian pintu kedatangan. 

Saat didepan pintu, Temanya terlihat bersemangat karena pacar Na Ri sudah menunggu di pintu kedatanga dan langsung mendekatinya, keduanya saling menyapa dan terlihat wajah pacar Na Ri terlihat gugup menatap ke arah Yeo Joo yang berjalan dibelakang.
“Aku dengar kau sibuk akhir-akhir ini.” kata teman Na Ri, Tiba-tiba Yeo Joo dari belakang langsung rangkul seniornya.
“Sunbaenim... Apa yang salah denganmu? Dimana sopan santunmu? Ayo beri mereka privasi.” Ucap Yeo Joo lalu menarik seniornya pergi. Seniornya binggung tiba-tiba Yeo Joo menarik pergi padahal mereka tak terlalu dekat. 

Na Ri pikir pacarnya itu harus bilang jika akan datang ke bandara, pacarnya berdalih kalau tiba-tiba harus pergi untuk bisnis. Na Ri kaget mendengarnya. Pacarnya mengatakan harus pergi ke China. Na Ri bertanya kapan apakah hari ini juga, naik penerbangan apa.
Tidak... investor Cina akan datang hari ini. Kami harus rapat di sebuah hotel selama beberapa hari.” Kata Pacarnya, Na Ri langsung meminta maaf, Pacarnya binggung kenapa Na Ri tiba-tiba meminta maaf.

Sejak ibuku meninggal, semua yang aku lakukan adalah bekerja. Dan sudah Berapa kali yah aku keliling dunia? Aku akan cepat dipromosikan pada tingkat ini dan akan membagi waktu bekerja dan waktu untukmu Aku tidak akan mengecewakanmu.” Ucap Na Ri bersemangat.
kau pasti lelah dan lapar. Apa kau mau kopi dan sandwich?” tanya Pacarnya.
Na Ri mengaku masih bertugas jadi  tidak bisa membawa hal-hal seperti itu saat bertugas lalu berpesan pada pacrnya agar bisa berjalan dengan baik melakukan pertemuan hari ini, dan membawa keberuntungan bagi investor, lalu keduanya berpisah. 

Na Ri berjalan ke halte lalu teringat dengan hadiah yang akan diberikan dan kembali menemui pacarnya dengan berusaha menelp. Tapi ternyata pacarnya sedang menelp seseorang dan berlari ke arah luar bandara. Na Ri ikut melihatnya karena sang pacar terlihat berlari sangat cepat sampai hampir tertabrak bus ketika menyebarang jalan.
Apakah yang ada di pikirannya?”kata Na Ri tak percaya, sementara Pacarnya terus berlari meminta agar tetap ada disana karena  hampir sampai.
Na Ri kaget saat melihat ternyata pacarnya berlari bertemu dengan Yeo Joo disisi bandara lainya. Yeo Joo mengelus pipi pacar Na Ri mengaku kehilangan banyak berat badan, tapi melihat wajah pacar Na Ri merasa membuatnya jadi sedih juga. Keduanya lalu berpelukan seperti melepas kangen, Na Ri benar-benar tak menyangka ternyata Yeo Joo mengambil pacarnya dibelakangnya.
Saat itu ponsel Na Ri berdering, seorang pengawai ingin mengkonfirmasi teks undangan dengan membaca kembali kalimatnya "Kami akan melihat peta yang samaDan berjalan di sepanjang jalan hidup bersama-sama. Silakan bergabung dengan kami karena kami akan memulai perjalanan kami." Lalu bertanya pada Na Ri apakah tulisanya sudah benar.
Akhirnya Na Ri mengatakann bukan itu kalimatnya dan mereka memiliki peta yang berbeda lalu meminta maaf, Pacarnya dan Yeo Joo pun pergi dengan saling berpelukan tanpa tahu kalau Na Ri sedari tadi melihatnya. 

Yeo Joo dan pacarnya pun lewat didepanya dengan menaiki mobil, Na Ri sudah melepaskan ikatan rambutnya terlihat acak-acakan langsung menghadang mobil. Keduanya terlihat kaget dan ketakutan. Na Ri langsung membuka pintu dan menarik Yeo Joo keluar dari mobil.
Kau melakukannya dengan sengaja,kan? Kau tidak menerima panggilan untuk membuatnya gila, kan? Kau melakukannya untuk melihatku,kan? Apakahk kau pikir sudah menang?” ucap Na Ri menarik Yeo Joo kesana kemari
“Yah... Baik. Kau memang tetap sampah ... bahwa aku membuang” kata Na Ri membenturkan kepalanya pada Yeo Joo. Sang pacar panik melihat Yeo Joo yang terjatuh dengan hidung berdarah lalu membela diri kalau semua adalah salah paham. Na Ri tak peduli langsung memberikan pukulan dan membanting kepalanya di cap mobil,
Aku pikir kau ... Dangkal, dasar bodoh ... Dan pemalas. Tapi sekarang, kau berbohong juga?” teriak Na Ri, Pacarnya meminta maaf berkali-kali pada Na Ri.  
Ternyata semua hanya khayalan Na Ri saja, ketika mobil pacarnya lewat Na Ri malah menyembunyikan dirinya agar keduanya tak melihat. 

Na Ri duduk sendirian di dalam bus, lalu melihat sosok seorang wanita yang mengunakan toga seperti mengajak bicara denganya. Ia bertanya apakah  kekasihnya meninggalkan Na Ri sekarang padahla ia tidak melakukan kesalahan.
Jangan biarkan dirimu menyusut, kau masih orang yang mengagumkan. Apakah kau ingin balas dendam? Apakah kau pikir akan senang sekali ketika kau membalas dendam mu? Apakah kau pikir harga dirimu akan meningkatkan? Apakah kau ingin putus dengan dia ... atau memberinya kesempatan lagi? Apakah kau ingin memaafkannya?” ucap si wanita
Na Ri hanya terdiam, seperti wanita itu berkata sebagai perasaan terdalam Na Ri yang sebenarnya. 

Yeo Joo tersenyum licik duduk disamping pacar Na Ri yang mengenggam erat tanganya, lalu dengan nada memanja mengataka kalau akan minum teh untuk terakhir kalinya dan bertanya kemana mereka akan pergi. Si pria tahu kalau Yeo Joo ingin melihat laut.
Apakah kau masih menguntitku di media sosial?!! Ternyata Kau begitu gigih.” Ungkap Yeo Joo berpura-pura kaget
Aku tidak bisa menghubungimu dan ... Bagaimana aku bisa hidup tanpa setidaknya melakukan hal itu?” kata pacar Na Ri, Yeo Joo makin tersenyum licik 
Mari kita pergi ke pantai Kata Yeo Joo, Pacar Na Ri yang tadinya tersenyum sambil mencium tangan Yeo Joo
“dan Ini terakhir kali... Aku bisa melakukan itu.” ucap Yeo Joo. Pacar Na Ri langsung terlihat kecewa melepaskan tangan Yeo Joo. Sementara Yeo Joo tersenyum puas bisa membuat si pria jatuh ketanganya. 

Na Ri sudah berganti pakaian dengan menarik kopernya, lalu melihat foto ibunya yang tertempel pada sebuah pohon bertuliskan (Shin Jung Im) Seorang pria Go Nan Gil sedang beristirahat melihat ada orang yang datang, berpura-pura tidur kembali.  Na Ri yang terlihat patah hati langsung memeluk batang potong seperti ingin memeluk ibunya dengan erat. 

Yeo Joo kembali memperlihatkan caranya merayu kalau menyenangkan melihat laut bersama-sama. Pacar Na Ri terlihat cemberut seperti tak ingin pertemuan terakhir mereka, Akhirnya Yeo Joo memberikan kecupan beberapa kali di pipi dan pacar Na Ri pun tersenyum bahagia menerimanya.
Saat itu dilayar terlihat nama Hong Na Ri yang menelp, Yeo Joo langsung mengambil ponsel milik pacar Na Ri  Pacar  Na Ri meminta agar mengembalikanya karena berbahaya, tapi Yeo Joo sengaja menekan tanda hijau untuk mengangkatnya.
Na Ri... Aku tidak bisa bicara sekarang.” Ucap pacar Na Ri panik
Dengarkan saja.. Aku datang untuk melihat ibuku.” Kata Na Ri, Pacarnya kaget kalau Na Ri pergi ke  Seulgi-ri  dan berjanji akan menelpnya nanti.
Tidak ada nanti. Aku datang ke sini untuk mengatakan ini di depan ibuku. Jadi Diam dan dengarkan.. Kau berbohong... dasar brengsek. Ayo kita putus” kata Na Ri. Nan Gil diam-diam mendengar Na Ri yang berteriak di telp.

Pacar Na Ri yang kaget tak melihat ke arah depan, saat itu Yeo Joo berteriak panik melihat ada mobil yang berhenti didepan mereka. Pacar Na Ri membanting stir dan bisa melajukan mobilnya di jalur yang benar. Keduanya akhirnya sadar kalau Na Ri bisa mendengar suara Yeo Joo.
Mengapa harus Yeo Joo? Apakah hubungan kita tidak berarti bagimu? Yah... Aku tidak akan mengatakannya, karena ibuku akan sedih. Ayo kita putus” ucap Na Ri, Pacar Na Ri mencoba menenangkan meminta agar menelpnya nanti.
Dan kau, Yeo Joo... Dengarkan aku... Jangan biarkan aku melihat wajahmu lagi. Jika kau melihatku.. berjalan lah ketempat yang lain, Jika kita harus berada di ruangan yang sama, berpura puralah tidak melihatku. Jangan bicara padaku Jangan tersenyum di depanku.. Jangan makan di depanku. Jangan melakukan apa-apa!” tegas Na Ri memperingatkan juniornya.

Yeo Joo terlihat sedih, Pacar Na Ri memeluknya berpura-pura tak mengerti dengan yang dikatakan Na Ri dan seoleh-oleh Yeo Joo tak ada disampingnya. Na Ri memberitahu kalau sudah melihat mereka berdua bersama-sama dan mendengar suaranya jadi lebih baik menjawabnya.
Na Ri sunbaenim. Dong Jin terus datang ke bandara ... dan menelepon. Apa yang harus aku lakukan? Aku hanya ingin berbicara sebentar dengannya Dan kau dan aku bekerja bersama-sama. Bagaimana aku bisa menghindari untuk tidak berada di sekitarmu?” kata Yeo Joo menyalahkan Dong Jin.
“Kau bilang apa?!! Yah kita coba saja... Cobalah berbicara dengan ku. Coba menatapku, tersenyum di depanku... dan makan di depanku.. Jika kau ingin tahu apa yang akan terjadi, coba saja. Ketika orang lain menyebut kau wanita jahat maka Aku tidak pernah ikut-ikutan ...” ucap Na Ri dan Yeo Joo buru-buru memutuskan telpnya. 
Na Ri berteriak kesal karena Yeo Joo memutuskan telpnya, saat itu Nan Gil sedari tadi yang merasa kakinya kram tak bisa berbuat apa-apa dan harus mendengar semuanya. Na Ri akhirnya berbicara pada ibunya  berjanji akan hidup lebih baik dari sekarang.
Saat itu ponselnya kembali berdering dan itu dari Dong Jin, tapi Na Ri tak memilih tak mengubrisnya. Nan Gil berusaha untuk pergi tapi malah ketahuan oleh Na Ri yang melihat sesuatu yang merangkak di balik tanaman. Nan Gil menutupi wajahnya dengan topi tapi saat akan bangun ternyata Na Ri sudah ada didepanya. Ia pun berpura-pura baru saja terbangun dari tidur siang yang nyenyak.
kau pasti terhibur... Apakah kau penjaga itu?” ucap Na Ri, Nan Gil binggung
Letakkanlah beberapa tanda-tanda... Aku selalu tersesat.” Kata Na Ri, Nan Gil mengatakan dirinya bukan penjaga di hutan.


Na Ri langsung meminta maaf sambil membungkukan badanya, tiba-tiba Nan Gil berteriak kalau ada ular, Na Ri langsung menjerit ketakutan bertanya dimana ularnya. Nan Gil dengan santai berpesan aagr Na Ri berhati-hati kalau ada ular. Na Ri kesal karena seperti sudah ditipu, Nan Gil pun pamit pergi dengan mengendarai sepedanya.
Mengapa harus aku? Hei... Ada babi hutan! Ada babi hutan!” teriak Na Ri tapi  Nan Gil seperti sudah mengenal daerah itu tak percaya. Na Ri hanya bisa menghela nafas panjang tak bisa membodohi Nan Gil. 

Nan Gil mengendarai sepedanya melewati Seulgi Supermarket lalu menyapa orang-orang dengan ramah, lalu berhenti disebuah rumah yang terlihat ramai dengan pembeli. Seorang pria bernama Kwon Duk Bong menyapa Nan Gil yang sudah lama tak bertemu. Nan Gil membalas dengan dingin
Kau tidak melakukan pengiriman.” Ucap Duk Bong, Nan Gil membenarkan akan masuk ke dalam rumah.
Aku benci menunggu dalam antrian untuk makan.” kata Duk Bong, Nan Gil pun menyuruh Duk Bong pergi saja kalau tak mau.
Salah seorang pekerjanya memanggil Nan Gil dengan panggilan Bos, mengomentari sepeda yang dibawa Nan Gil sangat buruk dan memperbaiki penampilanya.  Nan Gil memberikan kode agar tak banyak komentar. Pekerjanya pun tak bisa berbuat apapun dengan melayani semua pelanggan yang mengantri. 

Semua makan dumpling yang ada direstoran, Nan Gil masuk ke dapur mencoba isi dari dumpling, lalu menyuruh anak buahnya untuk berhenti mengerjakan karena untuk apa membuat pangsit kalau memang masih tercium bau tak sedap. Lalu bertanya siapa yang mencicipinya.
Salah satu perkerja menunjuk ke sampingnya, si pria lain hanya bisa menghela nafas karena kembali disalahkan. Nan Gil memperingatkan agar tak perlu mendesah karena dirinya juga akan mendesah lagi dan menyuruh agar mengulanginya lagi.
Nan Gil pun pergi ke samping rumah, dan melihat pintu depan rumah sambil  berkata “Dia datang jauh-jauh ke sini, namun tidak pulang ke rumah lagi.”  Dengan nada sedih. 

Na Ri membereskan beberapa bawaan penumpang dalam kabin saat itu Yeo Joo berjalan didepanya, mata Yeo Joo malah menantang merasa kalau kenapa harus menghindari seniornya. Na Ri pun membalas silahkan Yeo Joo mencoba saja melakukanya,
Aku menyedihkan dan kehilangan pacarku untuk juniorku, dan kau seorang wanita jahat. Jadi Haruskah aku posting di internet?” ucap Na Ri, Yeo Joo tak bisa berbuat apa-apa langsung pergi meninggalkanya. 

Yeo Joo dan beberapa pramugari lainya sedang makan, lalu Yeo Joo dengan temanya datang. Yeo Joo langsung terbantuk karena tersedak, pramugari lain mengajak agar mereka bisa makan bersama dan salah satunya akan pergi supaya bisa memberikan tempat. Yeo Joo panik langsung memilih untuk pergi agar tak bertemu dengan seniornya.
Ya ampun. Dia membuatku takut... Orang tidak berubah secara drastis. Mengapa anak manja bekerja begitu keras akhir-akhir ini?” keluh teman Na Ri melihat Yeo Joo
Orang tidak berubah. Jangan khawatir. Kami masih menunggu dia untuk memilih.” Kata Na Ri makan dengan tatapan sinis. 

Teman Na Ri membuat perayaan ulang tahun untuk anaknya, sang teman memperlihatkan anaknya uang lembaran 50ribu won agar bisa mengambilnya. Beberapa mainan terlihat diatas nampa agar di pilih oleh si bayi, Na Ri menaruh sebuah miniartur pesawat diatas nampan. 
Na Ri. aku tidak suka pesawat terbang.... Aku tidak menyukainya.” Kata temanya, tapi Na Ri malah dengan sengaja membuat tanganya seperti sedang terbang diangkasa lalu kembali ke tempat duduknya. 

Na Ri meminum soju dan temanya memberikan kimbap, merasa Na Ri telah kehilangan begitu banyak berat badan dan ia sebagai temanya terlalu sibu dan lalai pada temanya yang sedang mengalami krisis besar. Na Ri berpura-pura seolah-olah tak terjadi apapun padanya.
“Hei... Kau orang yang menderita...Kau melakukannya dengan baik. Anak yang baik... Aku akan belajar di tempatmu” kata Na Ri memberikan kimbap juga pada temanya.
Ya, aku bekerja keras dan akan melakukan hal baik. Aku tidak bisa beristirahat, dengan menjalankan toko setelah memiliki bayi. Ini Menyedihkan kan? Lalu maafkan aku untuk kali ini.” kata temanya, Na Ri bertanya untuk apa.
Dong Jin datang.... Aku perlu emas dan kau tahukan dia murah hati. Aku yakin dia tidak akan membawa hanya sebuah cincin kecil.” ucap Temanya, Na Ri terlihat kesal mendengarnya.
Kau berpacaran selama hampir 10 tahun. Mengapa kau putus dengannya melalui telepon?” keluh temanya.
Na Ri beralasan kalau tak menyukainya lagi dan ada hal lain, Temanya  melihat Sebagai sopan santun ... Na Ri terlihat marah temanya membahas tentang "sopan santun" untuk dirinya. Temanya pun menyadari kalau salah mengucapkan  dan sudah kehilangan pikiran.

Dong Jin tiba-tiba datang memberikan sekotak hadiah dan juga memberikan selamat pada Ran Sook. Na Ri melirik sinis, Ran Sook pun menerima hadiahnya dengan mengucapkan terimakasih lalu melirik pada temanya yang terlihat marah.
Akhirnya Na Ri dan Dong Jin minum bersama di warung tenda. Dong Jin meminta maaf tapi Na Ri menolaknya merasa tak perlu dan meminta agar Jangan menyesal.Jangan merasa bersalah, karena merasa Sudah sangat lama. Dong Jin mengaku ingin mengakhirinya dan sangat bersungguh-sungguh.
Namun, kau datang dan berlari dengan jalan ke bandara. Lalu kau kehilangan pikiran mu untuk cinta. Bagaimana bisa? Melihat kau dengan Yeo Joo di bandara ... sudah cukup bagiku untuk kehilangan semua pikiranku. Tapi sebaliknya, aku pikir ... tentang pinjaman yang kita punya untuk apartemen, tentang pemisahan tabungan kita, dan bahwa kau akan lebih baik ... membayar biaya pembatalan untuk pernikahan. Aku benci diriku sendiri untuk itu. kita hanya lebih mengakhirinya.” Kata Na Ri
Jangan katakan itu.. Aku tidak memberitahu keluargaku... Maafkan aku. Aku bersalah. Tapi ... “ kata Dong Jin langsung di sela oleh Na Ri
Sudah cukup... Aku benci mendengar orang minta maaf... , sebut saja itu trauma. Ketika aku masih kecil, ayahku meninggalkan ibuku untuk wanita lain jadi aku tidak bisa dengan pria seperti itu. Kita lebih baik mengakhirinya.” Kata Na Ri
“Pamanmu ... Setelah pemakaman ibumu, dia datang ke kantor ku tiga kali. Setiap kali ia datang, ia meminjam 10 juta won” ucap Dong Jin, Na Ri kaget pamanya bisa meminjam uang pada Dong Jin.
Dia bilang membutuhkannya untuk menyelesaikan urusan ibumu tapi ia tidak bisa meminta darimu... dan meminjam dari ku” cerita Dong Jin
Na Ri ingin mengambil ponsel menelp Pamanya, Dong Jin melarangnya  karena akan membuatnya terlihat seperti pemberi pinjaman. Na Ri mengatakan akan membayar kembali setelah menjual rumah ibunya. Dong Jin mengaku bukan itu maksudnya tapi merasa sudah menganggap mereka itu seperti keluarga.

Begitulah cara orang tuaku menganggapmu juga keluarga. Bahkan pamanmu merasakan hal yang sama. Itu sebabnya dia datang kepadaku, Jadi Siapa lagi yang kau miliki sekarang?” kata Dong Jin penuh harapan.
“Yah... aku lihat, memang aku tidak punya orang lain. Kita keluarga..  Itulah mengapa kau berbohong kepadaku. Tapi mengapa kita keluarga? Apakah kau memiliki dokumen hukum? Apakah kau menjadi keluarga ... jika kau meminjamkan seseorang 30 juta Won? Kami tidak saling berhubungan! Tidak ada.” ucap Na Ri sedikit mabuk berdiri dari tempat duduknya.
Dong Jin hanya diam saja, Na Ri pun berjalan bertanya berapa bayaran semuanya, Dong Jin  mengaku akan membayarnya, Bibi memberitahu semuanya 15ribu won. Dan Na Ri pu memberikan Dong Jin yang membayarnya.
bersambung ke part 2 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar