Jumat, 21 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Detektif Nam bertemu dengan Nyonya Hong direstoran, mulai bertanya Apa pernah mendengar Louie sebelumnya. Nyonya Hong dengan gugup mengatakan tentu saja. Detektif Nam bertanya apakah memang mengenalnya, Nyonya Hong piki sudah tentu kenal karena Louis adala Cucu dari  Ny Choi Il Soon.
Bagaimana kau mengenal Louis?” tanya Detektif Nam, Nyonya Hong terdiam lalu bertanya balik apakah memang Louis masih hidup, Detektif Nam mengangguk. Nyonya Hong benar-benar kaget dan tak bisa berkata-kata.
Orang-orang mulai mencari tahu tentangku.

Louis dan Bok Sil pulang bersama dengan menaiki tangga, Louis tiba-tiba mendekat terlihat binggung dengan yang dilakukanya. Bok Sil berpikir Louis akan menciumnya lagi. Tapi Louis mengatakan kalau lapar jadi meminta agar Bok Sil memberikan makan.
Aku sudah tahu itu dan Ini sudah waktunya kau lapar.” Kata Bok Sil
Ya, aku mau ramyeon. Tiga porsi.” Ucap Louis bersemangat, Bok Sil mengerti
Aku harus pergi ke suatu tempat dulu. Kau duluan saja dan buatkan ramyeon untukku.” Ucap Louis memberikan kantung bajunya.
Bok Sil bertanya mau kemana Louis sekarang, Louis menjawab rahasia lalu melambaikan tangan dengan senyumanya,  dan berpesan agar Jangan terlalu terkejut nanti.
Badai akan segera datang.” 

Louis datang ke toko buku, tapi pintunya terkunci dan berpikir kalau sudah tutup sekarang, denganw ajah kecewa merasa Bok Sil pasti sangat menantikan ini dan akan  kembali lagi besok.
Apa badai yang kuat ini... akan membuat kita menangis?
Bok Sil naik ke atas dan menatap ke arah jalan tak melihat Louis akan kembali ke rumah.
[Episode 9- Can’t Smile Without You] 

Tuan Baek bertemu dengan Pengacara Hwang mengatakan mereka harus bergegas untuk menyelesaikan urusan pembagian saham perusahaan ini Selagi Ny Choi di Seoul, dan harap mereka bisa bergegas  dan menyelesaikannya.
Aku sudah menerima telpon dari Ny Choi. Dia mengatakan padaku untuk mentransfer seluruh sahamnya pada anda.” Kata Pengacara Hwang
Dia juga sudah memberitahumu, kan?” ucap Tuan Baek lega, Pengacara Hwang membenarkan. 

Tiba-tiba Nyonya Hong datang dengan wajah panik, Tuan Baek binggung bertanya ada apa istrinya datang ke kantor. Nyonya Hong melihat ada Pengacara Hwang juga dan menyapanya lebih dulu. Tuan Baek heran istrinya yang tiba-tiba datang seharusnya menghubunginya dulu.
Sayang. Aku sudah menemukan Louie... Aku bilang aku menemukan Louie!!!” ucap Nyonya Hong bangga, Pengacara Hwang kaget begitu juga Tuan Baek
“Pengacara Hwang... Kita bicara lagi nanti. Aku akan menghubungimu nanti dan menjelaskan detailnya.” Kata Tuan Baek panik, Pengacara Hwang pun keluar dari ruangan.
Apa kau harus datang sekarang? Apa yang kau bicarakan tiba-tiba seperti ini?” kata Tuan Baek heran
Seorang detektif datang ke took bukuku tadi. Dia mengatakan dimana Louie berada.” Cerita Nyonya Hong

Tuan Baek kaget mendengar detektif yang mendatangi istrinya,  dan bertanya bagimanan bisa tahu toko bukunya. Nyonya Hong berpikir kalau ia juga tak tahu. Tuan Baek heran istrinya itu malah tidak menanyakan pertanyaan sepenting itu.
Apa kau memberitahunya kalau Louie adalah cucu dari pemilik Gold Group?” tanya Tuan Baek
Tentu saja aku memberitahunya.” Kata Nyonya Hong bangga, kepala Tuan Baek langsung terasa pusing memikirkan semua rencananya akan gagal.
Apa yang harus kulakukan pada Louie sekarang? gumam Tuan Baek bingung. 


Detektif Nam mencari key word “Penerus Gold Group” dan terlihat berita [Kematian penerus Gold Group "19 September, Kang Ji Sung, penerus Gold Group meninggal."]
Lalu mengingat saat Bok Sil membawa Louis ke kantor polisi dan ternyata  Sidik jarinya tidak terdaftar, lalu melihat tangga kapan Bok Sil membawa Louis dan ternyata tanggal 20 September. Bok Sil pun menunjuk kalau yang dipakai Louis adalah  jaket Bok Nam.
Louie menggunakan jaket milik Boknam.” Gumam Detektif Nam memikirkan kejadian lalu.
Akhirnya ia pergi ke tempat tuan Oh untuk meminta  catatan kecelakaan lalu lintas pada tanggal 19 September

Bok Sil memasak tiga bungkus mie dalam panci dan bertanya-tanya kenapa Louis belum pulang juga karena mienya mungkin akan lembek, lalu mencoba menelpnya tapi ternyata ponselnya tertinggal di kantung baju mereka. 

Louis akan pulang ke rumah, jalanya dihadang oleh tiga pengawal diatas tangga. Ketika ingin lewat salah satu menghalanginya, Louis binggung bertanya ada apa. Si pengawal meminta agar mengikutinya, Louis tak bisa melawan karena ditarik oleh dua orang dan mencoba berteriak memanggil nama Bok Sil.
Saat masuk mobil ia sengaja menjatuhkan sepatunya, agar memberikan kode pada Bok Sil. Louis menatap sedih karena tiba-tiba dibawa oleh orang yang tak dikenal lalu meninggalkan rumah Bok Sil. 

Bok Sil sudah duduk di meja dengan mie yang mulai mekar, merasa heran kenapa Louis datang lama sekali, lalu seperti mendengar suara Louis yang memanggilnya. Saat keluar rumah tak melihat Louis hanya sebuah mobil yang meninggalkan tempat tinggalnya.
Akhirnya ia mengetuk pintu rumah In Sung memanggil keduanya. In Sung membuka pintu bertanya ada apa datang malam-malam ke rumahnya. Bok Sil meminta maaf karena mengganggu dan bertanya apakah Louis ada dirumahnya. In Sung pikir sudah pasti tak ada.
Kenapa dia kesini kalau dia bisa berada di atas bersamamu? Apa kalian bertengkar? Apa ini seperti pertengkaran seorang pasangan? Apa Louie meninggalkanmu... karena pertengkaran ini seperti apa yang ayahku lakukan?” ucap In Sung mengodanya.
Berhenti bicara omong kosong.” Ucap Bibi Hwang keluar rumah memukul kepala anaknya. In Sung pun hanya bisa mengusap-ngusap kepalanya yang sakit.
Mungkin dia sedang berbelanja di luar. Jangan khawatir. Dia bukan anak kecil.” kata Bibi Hwang menenangkanya.

Dia bilang akan segera kembali, tapi ini sudah satu jam.” Kata Bok Sil khawatir.
Bibi Hwang bertanya apakah sudah mencoba menghubunginya, Bok Sil  memberitahu kalau Louis meninggalkan ponselnya di rumah. In Sung berpikir kalau Louis tiba-tiba merasa sakit kepala dan pingsan di jalan. Bok Sil kaget mendengarnya. In Sung merasa Bok Sil tak mengetahui hal itu.
Mungkin harusnya aku tidak mengatakan itu. Tapi Louie kadang-kadang pingsan kalau dia merasa sakit kepala.” Kata In Sung menceritakanya. Bok Sil langsung bergegas pergi.
In Sung bertanya mau kemana Bok Sil sekarang, Bibi Hwang menyuruh anaknya agar mengikuti Bok Sil sekarang. In Sung melihat sepatunya dipakai oleh ibunya, Bibi Hwang langsung menukarnya dan berpesan agar mereka berHati-hati.

Bok Sil dan  In Sung berteriak memanggil Louis, sampai akhirnya Bok Sil melihat sepatu yang dipakai Louis terjatuh dijalan. In Sung melihatnya sedikit gugup, lalu berusaha tenang bertanya-tanya dimana Louis meninggalkan sepatunya yang satunya lag dan mengejek kalau Louis itu bukan Cinderella?
Jangan khawatir, Bok Sil.... Ini masih hangat dan bau... Aku yakin dia hanya ingin mengerjaimu.” Kata In Sung menenangkan
Ini bukan pertanda kalau sesuatu terjadi pada Louie, kan? Bagaimana jika dia benar-benar pingsan  dan seseorang membawanya ke rumah sakit?” kata Bok Sil khawatir
Mungkin dia pergi ke rumah Tn Cha. Kenapa kau tidak menghubunginya?” kata In Sung,
Bok Sil menghubungi atasanya, Joong Won kaget mengetahui Louis menghilang dan bertanya bagamana bisa dan dimana dan mengatakan akan datang sekarang.

Bok Sil dengan In Sung sudah datang ke kantor polisi bertemu dengan detektif Nam. Bok Sil kaget mengetahui Louis adalah  Cucu dari pemilik Gold Group. In Sung menyakinkan Gold Grup itu Pusat Perbelanjaan Gold, Goldline dan G Mart dan Louie adalah penerus dari perusahaan itu.
Detektif Nam membenarkan,  Bok Sil tak percaya mendengarnya. Detektif Nam yakin Bok Sil pasti merasakan seperti itu karena dirinya juga tak percaya,  In Sung mengingat kalau mendengar penerus Gold Group baru-baru ini meninggal karena kecelakaan mobil. Detektif Nam sedikit panik dan memberitahu kalau semua  itu kesalahpahaman besar.

Tuan Baek dan istrinya menemui Nyonya Choi dirumahnya, Nyonya Hong terlihat tersenyum bahagia menemui Nyonya Choi, dibelakang Pelayan Heo dan pelayan Kim berdiri berjejer. Tuan Baek meminta pada Nyonya Choi agar  Jangan terlalu terkejut... dengan apa yang akan dikatakan.
Ada apa? Kau terlihat serius.” Tanya Nyonya Choi binggung.
Louie... masih hidup.” Ucap Tuan Baek, semua orang terkejut mendengarnya dan Nyonya Hong tersenyum bahagia karena bisa menemukan louis, sementara Tuan Baek seperti menahan rasa kecewa. 

Bok Sil pun bertanya kenapa Louis memakai jaket Bok Nam. Detektif Nam pikir Louis mengambilnya dari suatu tempat karea sudah memberitahu sebelumnya kalau Jaket itu sangat terkenal dan sampai semua pria memilikinya.
Dia benar. Kau tahu betapa gilanya Louie tentang barang-barang mahal. Dia pasti mengambilnya karena itu terlihat sepeti punya Louis Ssaton.” Kata In Sung, Detektif Nam pun memuji In Sung itu jenius.
Bok Sil... Aku harusnya jadi seorang peramal. Ketika pertama kali aku melihat Louis, aku bilang kalau dia terlihat  seperti orang yang berasal dari keluarga kaya. Kau ingat, kan?” kata In Sung bangga.
Tapi kenapa dia menghilang tiba-tiba? Bok Sil sudah bekerja keras... untuk mendukungnya dan menjaganya. Dasar Anak sialan itu.” keluh In Sung, Joong Wong datang ke kantor polisi bertanya apakah mereka  belum menemukan Louis. 

Nyonya Choi tak percaya kalau Louis masih hidup karena  menurutnya jika masih hidup, apa yang dilakukan sampai sekarang tanpa sekalipun menghubunginya. Tuan Baek memberitahu Louis terluka dibagian kepala jadi  kehilangan ingatannya. Semua pun makin kaget mendengarnya.
Dimana Louie kesayanganku? Kita harus segera membawanya kembali.” Ucap Nyonya Choi
Dia sedang dalam perjalanan kesini dan Aku sudah mengirim seseorang.” Kata Tuan Baek
Nyonya Choi langsung berdiri mengengam tangan Tuan Baek mengucapkan terimakasih karena sudah menemukan Louis. Tuan Baek melihat Nenek Choi menangis meminta tak perlu menangis karena menurutnya  Ini adalah kejadian yang membahagiakan dan cucunya masih hidup.
Kau harusnya menyapanya dengan senyuman.” Kata Tuan Baek, Nyonya Choi membenarkan karena tak mau terlihat sedih saat bertemu cucunya.
Ny Heo... Siapkan makanan kesukaan Louis” perintah Nyonya Choi, lalu meminta  Nyonya Hong memilihkan pakaian yang bagus untuknya dan pelayan Kim mendapat tugas menyiapkan kamar untuk Louis nanti.
Louie akan tidur disana ketika dia sudah kembali.” Kata Nyonya Choi, Tuan Baek terlihat cemberut sambil bergumam tak percaya kalau kejadian akan seperti ini pada hidupnya. 


Ketiganya minum di restoran, In Sung bertanya apakah Joong Won  benar-benar tidak tahu kalau Louie adalah cucu pemilik Gold Group. Joong Won hanya diam karena terlihat masih tak percaya. In Sung binggung karena Joong Won tak tahu kalau  cucu dari pemilik perusahaannya berkerja.
Tidak ada seorangpun yang pernah melihat wajah Louie. Satu-satunya yang kutahu tentangnya... adalah kalau dia tinggal di luar negeri. Pewaris perusahaan meninggal dalam sebuah kecelekaan begitu dia kembali ke Korea. Mereka bahkan menggelar pemakamannya. Jadi Mana mungkin orang mencurigai sesuatu?” jelas Joong Won
Tapi pokoknya, aku senang karena Louie sudah menemukan keluarganya lagi. Yang dia perlukan saat ini adalah ingatannya.” Kata Bok Sil dengan senyuman seperti terpaksa.
Aku tahu kalau kau lebih sederhana  dan berbeda dari orang lain. Kau sampai mengejutkanku. Bok Sil, aku tidak pernah  seterkejut hari ini. Ini sungguh kejutan yang besar.” Ucap In Sung tertawa bahagia.
Dia akan memamerkan banyak hal mulai sekarang. Memikirkannya saja sudah membuatku marah.” Kata Joong Won kesal, In Sung berkomentar kalau Joong Won akan mendapatkan masalah. 

Pelayan Kim membawa selimut dan juga bantal untuk kamar Louis. Lalu mengingat kembali saat Tuan Baek menyampaikan pesan kalau Louis masih hidup dan sedang dalam perjalanan kesini karena sudah mengirim seseorang.
>Ada banyak hal yang aneh tentang Tn Baek, tapi dia yang pertama menemukan Louie. Apa aku salah karena sudah mencurigainya?” gumam Pelayan Kim
Lalu ia menyadari kalau  tidak punya waktu untuk curiga karena Tn Louie akan segera pulang jadi harus bergegas.

Ma Ri sedang mengunakan masker di kamarnya, menerima telp dari ayahnya. Tuan Baek meminta Ma Ri dating ke rumah nenek sekarang. Ma Ri kesal ada apa lagi sekarang karena sudah bersiap-siap tidur. Tuan Baek memberitahu kalau Louis sedang dalam perjalanan ke rumah. Ma Ri kaget melepaskan masker wajahnya.
“Ayah , apa yang kau katakan? Kau bilang akan mengirimnya  dan Bok Sil ke Shanghai.” Ucap Ma Ri tak percaya
Mari kita bicarakan itu nanti dan kau harus kesini sekarang.” Ucap Tuan Baek menutup ponselnya
“kenapa  Tiba-tiba seperti ini? Aku belum siap untuk ini. Ah, bagaimana jika Louis mengenaliku? Apa yang harus kukatakan padanya?” jerit Ma Ri frutasi dan bergegas turun dari tempat tidurnya. 

Bibi Hwang sangat kaget kalau Louis adalah anak dari keluarga kaya raya, In Sung menegaskan Louis Lebih tepatnya, cucu dari pemilik perusahan. Bibi Hwang tak percaya dengan Berita mengejutkan seperti ini. Tapi In Sung melihat  tidak mengejutkan tapi berita bagus.
“Coba Pikirkan baik-baik, Louis tidak akan mengabaikan kita. Kau tahu betapa setianya dia.” Kata In Sung bangga
Dia memang setia seperti seekor anjing dan Dia juga senang menghambur-hamburkan uang. Dia menghabiskan banyak uang untuk dirinya sendiri dan orang lain.” Kata ibunya, In Sung membenarkan.

Ini akan membuat kita marah... jika ternyata dia orang miskin, tapi sekarang karena dia orang kaya” kata Bibi Hwang, In Sung mengatakan kalau permainan sudah selesai sekarang.
Hidup kita dan hidup Bok Sil tidak akan dapat masalah mulai sekarang. Ini Hebat sekali.” Kata In Sung bahagia, Bibi Hwang juga ikut bahagia  mendengarnya.
Apa yang akan kau lakukan ketika kita mendapatkan uang darinya?” tanya In Sung, Bibi Hwang ingin membeli rumah.
In Sung bertanya haruskan mereka membeli mobil juga, Bibi Hwang ingin  In Sung harus mendapatkan pekerjaan dulu. In Sung pikir harus membeli motor juga.  Ibunya menolak karena itu sangat berbahaya.


Pelayan Kim menyambut Louis didepan pintu rumah, Louis turun dengan satu sepatu yang hilang, Pelayan Kim tak percaya melihat Louis ternyata memang masih hidup memeluknya bertanya dariman saja karena  sudah mencarinya ke segala tempat dan sangat merindukannya setiap hari.
Louis yang binggung bertanya siapa orang yang memeluknya, Pelayan Kim tak percaya Louis lupa denganya dan yakin nanti tuanya itu  akan mendapatkan ingatanya kembali lalu mengucapkan Selamat atas kepulangannya sebagai penerus Gold Group.
Oh, my god... Maksudmu... aku adalah penerus Gold Group?” kata Louis tak percaya, Pelayan Kim membenarkan.

Aku memang punya firasat kalau aku asalnya adalah orang kaya. Ah.. Bok Sil, akhirnya aku menemukan keluargaku.” Ucap Louis mencari-cari ponselnya lalu teringat sebelumnya menaruh dalam kantung.
Ahjussi, aku harus ke rumahku sebentar.” Kata Louis, pelayan Kim menahanya tak boleh pergi karena Nyonya Choi sudah menunggu.
“Ini Tidak akan lama... Bok Sil pasti khawatir dan Dia sudah menungguku.” Kata Louis
Ny Choi sudah menunggumu lebih lama. Aku tidak tahu siapa Bok Sil, tapi kau bisa menghubunginya setelah bertemu dengan Ny Choi.” Kata Pelayan Kim menarik Louis untuk masuk, Louis khawatir karena Bok Sil pasti menunggunya. 


Bok Sil akhirnya membuang mie yang sudah lembek dengan wajah sedih harus membuangnya sekarang. Teringat kembali saat terakhir mereka bertemu, Ia bertanya Louis mau kemana, Louis melambaikan tangan meminta tak boleh terkejut nanti.  Bok Sil dengan wajah sedih mengaku sangat terkejut dengan hal ini. 

Pelayan Kim memberitahu kalau Tuan Louis sudah datang, Semua terlihat tegang. Louis masuk dengan wajah seperti orang lingung. Nyonya Choi langsung menyambutnya dengan memeluknya dan memanggil “Kesayanganku Ji Sung.” Louis bingung karena tak mengenal orang-orang didepanya.
Nyonya Hong ingin memeluknya tapi Nyonya Choi melarang tak boleh memegang cucunya karena Louis adalah miliknya, Louis tiba-tiba merasakan kepalanya sakit dan pikiran seperti kembali saat bertemu dengan Tuan Baek di kantor dan terlihat kaget. Lalu matanya seperti berputar-putar melihat orang yang didepanya.

Louis merasakan kesakitan dibagian kepalanya, lalu Ma Ri datang dengan kacamata hitam dan syal agar tak terlihat, Louis menatapnya dengan berbayang sampai akhirnya jatuh pingsan, Semua panik melihat Louis tak sadarkan diri. Tuan Baek menyuruh Pelayan Heo agar memanggil Dokter Jung sekarang.


Nyonya Hong melepaskan kacamata dan juga syal dari kepala anaknya, merasa heran harus mengunakan dimalam hari. Ma Ri panik mengambil kacamata hitam dan tetap memakainya, Nyonya Hong menyalahkan Ma Ri yang mengunakan pakaian yang aneh sampai membuat Louis pingsan. Ma Ri tak ingin membahasnya menegaskan kalau ia punya alasan.
Louis sudah berbaring dikamarnya, Nyonya Choi yang sangat dengan cucunya memeluknya dengan erat dengan memanggilnya “Kesayanganku.” 

Detektif Nam sedang ada dikantor, Joong Won tiba-tiba datang mengataka punya sesuatu yang harus dibicarakan dan bertanya apakah memiliki waktu. Detektif Nam sempat kaget dan mengangguk kalau memiliki waktu. Joong Won langsung duduk didepanya tanpa disuruh.
Sepertinya aku tahu... apa yang mengganggumu. Kenapa Louie tidak ada... di mobil saat kecelakaan. Bagaimana dia bisa melukai kepalanya dan kenapa dia menggunakan jaket Bok Nam. Aku mencari tahu tentang itu dan Tidak ada yang bisa dipastikan untuk saat ini.” jelas Detektif Nam
Lebih baik tidak memberitahu  Bok Sil tentang Bok Nam.” Kata Joong Won
Aku tidak akan memberitahunya.” Kata Detektif Nam karena semuanya belum pasti. 

Bok Sil berbaring di kamarnya seperti merasa hampa karena tak ada Louis dibalik tirainya, teringat kembali sata Louis kembali kerumah dari tempat Joong Won. Ia bertanya kenapa Louis tiba-tiba kembali ke rumah. Louis mengaku khawatir padanya.
Sebelumnya Louis memberitahu kalau Joong Won mengatakan  harus pindah dengannya. Dan meminta Bok Sil mempercayainya karena  akan menemukan Bok Nam untuk Bok Sil dan akan melindunginya.
Bok Sil melihat Ponsel Louis yang tertinggal, teringat kembali saat Louis mengajaknya untuk membeli ponsel  karena Dengan ponsel bisa membeli apapun yang di butuhkan ketika di rumah. Lalu Louis dengan sengaja mengambil foto Bok Sil saat ada baru membeli ponsel. 
Pagi hari
Bok Sil membuka jendela rumahnya, saat menyendok nasi teringat kalau Louis sudah tak tinggal bersamanya. Louis berkata kalau hanya ia yang boleh memakan makanan Bok Sil dan selalu makan sangat lahap dengan daging Ham yang digorengnya.
Setelah itu Bok Sil masuk kamar mandir, teringat saat Louis mengeringkan sepatunya karena basah terkena hujan. Bok Sil tersenyum dengan kenangan dengan Louis dirumahnya. Ketika akan keluar rumah, melihat kursi yang biasa diduduki Louis untuk mengingat. Ia teringat saat memayung Louis yang duduk dikursi.
Bok Sil menuruni tangga, tiba-tiba terdengar suara Louis yang memanggilnya. Ia seperti melihat Louis yang melambaikan tangan padanya. Bok Sil pun membalas dengan lambaikan tangan tapi tersadar kalau Louis sudah tak ada

Bok Sil berjalan ke halte, teringat kembali saat Louis mengikutinya sampai ke halte lalu memakaikan sebuah bros bentuk bunga dari syal yang membuatnya sedikit gugup. Bok Sil kembali tersenyum dengan kenangannya bersama Louis selama beberapa bulan ini. 

Hye Joo dan Mi Young baru masuk kantor merasa masih sangat lelah dan mengantuk, karena minum terlalu banyak tadi malam. Tiba-tiba Tuan baek dan para petinggi berjalan masuk dengan wajah tegang, semua orang pun berhenti memberikan hormat.
Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Hye Joo, Mi Young juga tak tahu karena sudah memeriksa berita di internet tapi Tidak ada satupun yang spesial. Hye Jung yakin ada sesuatu yang terjadi.
Nyonya Choi duduk di depan para dewan direksi termasuk Tuan Baek dan juga Joong Won. Ia meminta agar mereka semua tidak terlalu terkejut, dan memberitahu kalau Ji Sung cucunya akan kembali ke Gold Group secepatnya.
Ny Choi... Bukankah dia sudah meninggal dalam kecelakaan beberapa waktu lalu?” kata seorang petinggi kaget
Ada kesalahpahaman... Ji Sung masih hidup, jadi tolong bekerja sama dengan pelatihan manajemen bisnisnya.” Kata Nyonya Choi, Tuan Baek terlihat cemberut dengan semua rencana gagal. Joong Won melirik seperti memiliki suatu firasat. 

Tuan Baek menemui Nyonya Choi di ruanganya, Nyonya Choi pun menyambutnya untuk duduk bersama dan memberitahu akan memberikan setengah sahamnya pada Ji Sung, dan setengahnya lagi untuk Tuan Baek selain itu meminta tolong agar membantu cucunya.
Hanya kaulah yang bisa kupercaya.”kata Nyonya Choi tulus, Tuan Baek hanya terdiam karena tak bisa memiliki semua saham tapi hanya setengah saja. 

Kyung Kook masih tersenyum bahagia melihat lima bintang yang diberikan Louis padanya, Do Jin mengejek Kyung Kook yang sebegitu senangnya karena itu bukan jimat keberuntungan tapi hanyalah barang yang diberikan pekerja part-time padamu dan seniornya itu harus berhenti agar jangan terus-terusan memandanginya.
Ini adalah pujian yang kudapatkan setelah sekian lama. Di rumah, istriku mengomeliku tentang  aku yang tidak pernah mengurus anak-anakku. Di kantor, aku dimarahi karena  mengerjakan pekerjaanku dengan buruk. Dimarahi ketika usiaku sudah 40 tahun membuatku gemetar dan merasa tidak aman. Kau tidak akan tahu perasaanku.” Kata Kyung Kook
Kadang-kadang, kau merasa tersentuh dan mendapatkan semangat karena sebuah pujian kecil. Pujian kecil seperti inilah... yang membantumu melewati hari.” Ucap Kyung Kook yang membuat Do Jin sedikit menguap.
Tn Lee. Mulai sekarang, aku akan memberimu... banyak pujian.” Kata Do Jin
Lupakan... Kau harus tulus seperti Louie. Pujian yang tidak berarti apa-apa tidak akan sama.” Kata Kyung Kook

Ma Ri masuk kantor dengan wajah cemberut, Kyung Kook mendatanginya memberikan draft proposal dari produk yang sudah kami update hari ini jadi meminta agar membantu memilihnya, Ma Ri pikir akan nanti membantunya dengan wajah kesal.
Kau tahu kadang  aku tidak bisa memutuskan dengan baik. Bisakah kau...” kata Kyung Kook langsung disela oleh Ma Ri
Nanti saja... Nanti. Nanti, nanti, nanti, nanti saja!” ucap Ma Ri sinis
Kyung Kook dan Do Jin binggung melihat sikap Ma Ri yang ketus padahal selama ini dianggap sangat ramah, Kyung Kook pikir Ma Ri memiliki masalah. Do Jin pun tidak tahu kalau Ma Ri bisa marah.

Joong Won memberikan selamat pada Bok Sil karena  tidak harus mencari tentang Louis lagi. Bok Sil mencoba tersenyum karena merasa sangat lega dan Pembuat masalah itu sudah pergi.

Sementara Louis terbangun dari tidurnya dan binggung dengan kamarnya bertanya dimana ia sekarang. Pelayan Kim yang ada didepanya menanyakan keadaann Louis lebih dulu. Louis memanggil pelayan Kim dengan sebutan paman.
Kau tidak seharusnya memanggilku seperti itu. Aku masih belum menikah. Panggil aku Pelayan Kim, Kumohon bersikaplah seperti kau  yang biasanya.” Kata Pelayan Kim, Louis mengerti.
“Tapi Apa aku sudah menikah? Apa aku sudah punya istri atau kekasih?” tanya Louis yang ingin tahu jati dirinya.
Tentu saja... Istri dan tiga anakmu yang tinggal di Prancis sudah mendengar apa yang terjadi padamu. Mereka dalam perjalanan kesini sekarang.” Ucap pelayan Kim mengodanya, Louis panik merasa kasihan dengan Bok Sil

“Apa Aku punya tiga anak? Jadi Berapa usiaku?” tanya Louis, Pelayan Kim menyebut  usianya 40 tahun.
“Jadi Kau bilang aku 40 tahun? Aku 19 tahun lebih tua dari Bok Sil.” Kata Louis menjerit histeris
Pelayan Kim tertawa merasa kalau Louis  ternyata benar-benar hilang ingatan dan mengatakan kalau tadi hanya bercanda. Louis kesal memarahi pelayan Kim agar berhenti bercanda seperti itu. Pelayan Kim melihat sekarang Louis seperti dirinya yang dulu. Louis pun merasa lega dan ingin pergi ke suatu tempat.  Pelayan Kim menghalanginya, Louis berjanji tak akan lama lalu mengerjai Pelayan Kim kalau ada serangga didekatnya dan berhasil kabur. 


Saat membuka pintu Louis kaget melihat pelayan Heo sudah berdiri didepan pintu dengan memegang pemukul baseball. Pelayan Heo menyapa Louis dengan memperkenalkan namanya  Heo Jung Ran, sebagai tangan kanan Ny Choi. Louis ingin keluar tapi pemukul baseball  sudah menghalanginya, Pelayan Heo meminta agar Louis sarapan lebih dulu. Louis pun tak bisa menolak karena takut dengan pemukul base ball. 

Bok Sil bertanya pada Joong Won siapa nama asli Louis, Joong Won menyebut nama Kang Ji Sung. Bok Sil berkomentar kalau itu nama yang indah dengan senyumanya.
Tanyakan padanya semua yang ingin kau tanyakan saat kau bertemu dengannya. Jangan bertanya padaku.” Kata Joong Won sinis, Bok Sil mengerti.
Ma Ri masuk ingin meminum kopi wajahnya langsung cemberut melihat Bok Sil yang sedang bicara dengan Joong Won, sambil bertanya-tanya Kenapa Louie dan Joong Woon terus-terusan berhubungan dengan Bok Sil  membuatnya sangat menyebalkan.

Mi Young datang menyapa Ma Ri bertanya apakah ingin minum kopi juga,  Ma Ri menyankalnya kalau hanya lewat. Mi Young menahan Ma Ri sebelum pergi menanyakan  Apa ada yang terjadi karena melihat orang-orang penting perusahaan di lobby tadi.
Kau akan... sangat terkejut sebentar lagi dan tidak akan pernah membayangkannya.” Kata Ma Ri sinis lalu bergegas pergi
“Dia bilang... Tidak pernah membayangkannya? Siapa sebenarnya Nn Baek? Aku penasaran.” Kata Mi Youn bertanya-tanya.
bersambung ke part 2 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar