Jumat, 21 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Louis mengantar Bok Sil sampai ke depan gedung, Bok Sil melirik pada Joong Won yang ada didepanya, lalu diam-diam membalikan badan melambaikan tangan lebih dulu pada Louis. Louis pun meembalas dengan lambaian tangan dengan senyumannya.  Keduanya saling melambaikan tangan dengan senyuman.
Joong Won seperti tersadar melihat keduanya seperti kecewa lalu bergegas masuk. Bok Sil pun buru-buru mengikuti atasanya. Louis pulang dengan menaiki bus, wajahnya terlihat sedih dengan menyandarkan kepala seperti tak ingin kehilangan Bok Sil. 

In Sung menemani Louis ke pasar loak, mengeluh karena harus pergi belanja pagi-pagi karena sangat melelahkan. Louis mengaku merasa sedikit tertekan. In Sung panik berpikir Tuan Cha itu mengganggu Louis dan membuatnya merasa sulit, tapi menurutnya itu tidak akan melakukannya.
Aku berani bertaruh kalau dia kaget.. melihat dirinya sendiri mengejarkan pekerjaan yang biasanya dia tugaskan pada orang lain. Kau mempunyai bakat membuat orang terkejut.” Kata In Sung
Aku penasaran kapan aku akan mendapatkan ingatanku kembali. Aku penasaran apa pekerjaanku sebelumnya. Tiba-tiba, aku ingin bekerja hari ini.” cerita Louis

“Apa Kau pasti merasa terasing... di dunia yang sibuk ini? Diantara banyaknya perkantoran di gedung-gedung tinggi itu. kau pasti bertanya-tanya kenapa kau tidak bekerja di salah satu tempat itu ‘kan? Kau merasa ingin bergabung apapun alasannya. Kau juga merasakan keinginan besar  untuk ikut dalam rutinitas para karyawan, kan?” kata In Sung
Louis merasa In Sung bisa membaca pikiranya sekarang, In Sung bertanya apakah Louis tahu siapa dirinya, Louis menyebut In Sung adalah  Seorang pencari kerja. In Sung menegaskan Inilah yang dilakukan pencari kerja. Yaitu Mereka bukan hanya belajar,  tapi mereka juga merenung dan Semakin sering  belajar, maka semakin dalam pikirannya.
Kau mulai lebih dewasa. Jalanmu masih panjang untuk bisa sedewasa aku. Sekarang Ayo cepat selesaikan belanjanya Lalu kita cari Bok Nam.” Ucap In Sung, Louis mengangguk mengerti lalu melihat ke arah In Sung yang berjalan didepanya.
Aku ingin menjadi orang yang lebih baik. Setelah itu, aku akan memberitahunya.” Gumam Louis
[EPISODE 8 – Be My Baby] 


In Sung memberitahu Ma Ri kalau Bok Sil pindah bersama Tn Cha. Ma Ri kaget tapi berusaha untuk tetap tenang,  In Sung merasa yakin Tn Cha menyukai Bok Sil karena menurutnya mana mungkin membawa ke rumahnya ketika Bok Sil juga menanggung seseorang.
Ada seorang pria bernama Louis yang di urus oleh Bok Sil. Dia sangat baik, tapi dia... Dia sangat aneh seperti alien dan jadi beban untuk Bok Sil.” Cerita In Sung tanpa ragu, Ma Ri mengangguk-anguk mengerti.
Sayang sekali kau tidak bisa bertemu Bok Sil.” Kata In Sung seperti merasa sedih
Tidak apa-apa. Aku datang sebagai atasannya karena khawatir padanya.” Kata Ma Ri berbohong
Aku tahu  seharusnya tidak boleh mengatakan ini karena kita baru bertemu. Wajahmu, tubuhmu... Maksudku, kau memiliki... hati yang baik.” Komentar In Sung memuji
Ma Ri pun merasa tersanjung mendengarnya, In Sung merasa kalau Ma Ri itu juga terlalu merendahkan diri, Ma Ri seperti jengang sementara In Sung sudah mulai jatuh cinta dengan kecantikan Ma Ri. 


Ma Ri akhirnya berjalan pulang dengan melalui trotoar menelp ayahnya memberitahu kalau Louis tinggal bersama Tn Cha. Tuan Baek kaget mendegarnya. Ma Ri mengumpat kalau ini sangat menyebalkan karena Bok Sil juga tinggal bersamanya.
Aku akan membuatnya keluar dari rumah Tn Cha.” Kata Ma Ri kesal
Ma Ri, tenanglah.... Serahkan ini pada ayah.... kau mengerti kan?” kata Tuan Baek menenangkan anaknya. 

Semua sudah tertidur sampai akhirnya terbangun dengan suara bel rumah, Joong Won berjalan ke depan pintu bertanya-tanya Siapa yang datang jam segini, padahal Ini sudah jam 11 lewat. Louis dan Bok Sil pun akhirnya ikut melihatya. Semua kaget saat melihat interkom yang datang adalah Tuan Baek.
Kenapa Tn Baek disini?” tanya Louis polos, Joong Won menghela nafas memikirkanya.
Sembunyilah di ruang kerja sekarang, Cepat.” Perintah Joong Won, Bok Sil pun mengambil sepatunya dan juga Louis lalu bergegas pergi ke dalam ruang kerja. 

Joong Won membuka pintu langsung menanyakan alasan Tuan Baek datang ke rumahnya larut malam. Tuan Baek mencari-cari sosok Louis di dalam, Bok Sil menutup jendela ruang kerja. Tuan Baek minta maaf karena dating larut malam karena  punya hal mendesak yang harus dikatakan jadi sengaja mampir.
Ia pun langsung menerobos ke dalam rumah untuk bicara, Joong Won menghalanginya, tapi Tuan Baek sudah masuk ke ruang tengah seperti mencari-cari sesuatu. Louis yang tak tahu apapun bertanya Apa posisi Tn Cha di perusahaan lebih tinggi dari Tn Baek sampai-sampai.... Bok Sil langsung menutup mulut Louis agar tak bicara.
Sepatu yang dipegang Louis terjatuh, Tuan Baek mendengar suara  bertanya Apa ada seseorang di dalam. Joong Won menutupinya kalau itu tak mungkin karena ia hidup sendiri. Tuan Baek tak percaya merasa Sepertinya ada seseorang di ruangan kerja dan mencoba mencarinya. 

Saat membuka pintu ruang kerja, Keduanya sudah tak ada dan bersembunyi dalam lemari. Joong Won  terlihat kesal menegaskan kalau Tuan Baek memang atasanya  tapi menurutnya tidak seharusnya berbuat seperti ini. Tuan Baek pun meminta maaf.
Sepertinya aku jadi sensitif setelah mendengar beberapa desas-desus Apa kau tidur di ruang kerjamu?” ucap Tuan Baek melihat ada selimut dan bantal dikursi.
Ya, aku kadang-kadang bekerja dan tidur disini.” Kata Joong Won berdalih, Tuan Baek mengajak mereka bicara saja diruangan kerjanya. Keduanya pun duduk bersama dengan Bok Sil dan Louis bisa mendengarkan dari dalam lemari.

Aku mendengar sesuatu yang aneh tentangmu hari ini. Aku dengar kau hidup bersama pekerja wanita dari departemenmu. Apa itu benar? Di atas semua itu, aku dengar dia adalah pembersih  ruangan yang kau pekerjakan... sebulan lalu.” ucap Tuan Baek, Bok Sil dan Louis saling berpandangan dan nampak  tegang
 “Aku tidak percaya apa yang mereka katakan, jadi aku memeriksanya kesini.” Komentar Joong Won heran
Kau tidak mungkin melakukan sesuatu yang seperti itu dan tidak mungkin melakukannya karena seorang wanita. Selain Kau tidak mungkin mempekerjakan seseorang untuk sebuah motif tersembunyi. Benarkan, Tn Cha?” kata Tuan Baek menyindir
Aku sudah mengatakan ini sebelumnya. Bok Sil akan menjadi seorang pekerja yang hebat. Itulah kenapa aku memberinya kesempatan. Dia mengambil kesempatan itu dan dipekerjakan sebagai pegawai kontrak. Lalu Dia mendapatkannya dengan kerja kerasnya sendiri. Jangan mengkritikku dan mengatakan kalau aku memiliki motif tersembunyi.” Tegas Joong Won

Bok Sil mendengarkanya seperti tak percaya, Tuan Baek terlihat kesal memukul tangan di kursi, merasa tak berpikir seperti itu karena Joong Won menurutnya adalah orang yang paling dapat dipercaya di dunia ini tapi mendengar semua isu-isu  seperti itu tidak akan memberikan keuntungan sama sekali pad Joong Won bahkan  tidak akan baik untuk image yang membanggakan jadi tidak menginginkan itu terjadi. Joong Won mengucapkan terimakasih atas perhatianya.
Bagaimana menurutmu dengan... mengirim Bok Sil ke cabang kita yang ada di Shanghai?” kata Tuan Baek, Joong Won kaget begitu juga Bok Sil dan Louis
Pikirkanlah lagi. Ini akan jadi kesempatan yang bagus untuknya. Maafkan aku karena mengganggumu malam-malam begini dan Kau tidak perlu mengantarku keluar.” Kata Tuan Baek lalu keluar dari rumah. 

Saat diluar rumah, Tuan Baek menatap ke arah rumah Joong Won seperti mengetahui kalau Joong Won menyembunyikan Bok Sil dan juga Louis didalam. Bok Sil akhirnya keluar dari persembunyian meminta maaf merasa sudah berbuat egois karena hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak tahu kalau ini bisa  jadi masalah untuk atasanya itu.
Jika Bok Sil meminta maaf, aku juga akan meminta maaf.” Kata Louis membungkuk, Bok Sil pun menyuruh Louis segera membereskan barang-barangnya. Joong Won langsung menghentikan langkah Louis
Aku tidak tahu siapa yang menyebarkan isu-isu ini, tapi aku baik-baik saja. Aku tidak apa-apa hidup dengan kalian berdua. Aku pemilik rumah ini dan aku bilang tidak masalah. Jangan membuat drama malam-malam begini dan tidurlah.” Tegas Joong Won lalu keluar dari ruangan. 

Bok Sil mengejarnya merasa kalau mereka harus pergi tapi Louis membungkuk mengucapkan terimakasih sudah membiarkan mereka tetap tinggal dirumahnya. Bok Sil menyenggol Louis yang asal bicara, Louis pikir bok Sil harus menerima kebaikan seseorang dengan senang hati dan Itu namanya sopan santun lalu meminta persetujuan pada Joong Won .
Ada apa denganmu? Tumben kau mengatakan sesuatu yang benar.” Komentar Joong Won
Tapi, Tn Cha.... Kau tidak menyukai Bok Sil sebagai seorang wanita, kan?” kata Louis blak-blakan, Bok Sil binggung kenapa Louis malah menanyakan hal yang aneh seperti itu.
Itu yang dikatakan Tn Baek tadi. Itu tidak benar, kan?” kata Louis

Joong Won terdiam mengingat sebelumnya saat Bok Sil terlihat khawatir dengan Louis yang mengambil koin dari atas panggangan daging, lalu Bok Sil tersenyum melihat Koin yang disimpan karena itu pemberian pertamanya. Akhirnya menjawab kalau tidak berpikir seperti itu. Louis mengucap syukur mendengarnya.
Apa kau... benar-benar akan mengirim Bok Sil ke cabang Shanghai?” kata Louis, Joong Won mengatakan tidak mungkin.
Jangan mengkhawatirkan hal yang sia-sia dan tidurlah.” Ucap Joong Won menarik Louis segera kembali ke kamar. Louis pikir haruskan ia menyebarkan juga kalau tinggal dengan Joong Won juga. Bok Sil terlihat sedih dengan keadaanya sekarang 


Tuan Baek duduk di kamar anaknya merasa yakin Jika Bok Sil dikirim ke cabang Shanghai, maka Louis juga akan ikut dengannya. Jadi untuk  Saat ini, yang harus kita lakukan  adalah memastikan Louis tidak muncul sampai saham di perusahaan diselesaikan.
Louie bahkan tidak punya kartu identitas. Bagaimana ayah akan mengirimnya ke China?” kata Ma Ri binggung, Tuan Baek pikir  akan mengurus masalah itu.
Bok Sil juga pasti tidak mau pergi. Dia melakukan semua cara agar bisa menemukan adiknya.”ucap Ma Ri
Kau bilang dia sudah mati. Jadi Kau harus mengatakan pada Bok Sil kalau adiknya sudah mati. Ketika dia mendengar itu, maka dia pasti ingin pergi jauh.” Kata Tuan Baek, Ma Ri seperti tak percaya ayahnya bisa sesantai itu mengatakan
Itu akan jadi motif yang sempurna untuk mengirimnya pergi. Kau harus bergegas.” Perintah Tuan Baek lalu keluar dari kamar anaknya. 

Pelayan Kim dan Heo sampai ke toko bunga dengan memperlihatkan foto Louis, Pelayan Kim memastikan kalau orang yang ada di foto  membeli bunga disini. Si penjual yakin karena Louis itu  sangat pemilih kalau menyangkut bunga.
Jadi, yang mana yang dia pilih?” tanya Pelayan Kim, Si penjual menyebut bunga Mawar oranye. Pelayan Kim terdiam mengingatnya. 

Flash Back
Di sebuah taman dengan banyak bunga mawar orange yang bermekaran, Louis duduk dikursi bersama dengan pelayan setianya. Louis bertanya apakah pelayan Kim tahu tentang bahasa bunga. Pelayan Kim menjawab  Merah berarti keinginan besar, kuning berarti kecemburuan dan merah muda berarti kebahagiaan.
Apa kau tahu artinya oranye?” tanya Louis, Pelayan Kim mengatakan tak tahu. 
Itu artinya cinta pertama. Apa kau pernah jatuh cinta?” tanya Louis

Tn Louie. Kau tidak seharusnya menanyakan pertanyaan seperti itu terang-terangan. Itu bisa disebut tidak sopan.” Kata Pelayan Kim seperti tak bisa membahas cinta pertama.
Tapi kita kan cukup dekat untuk membicarakan hal seperti itu.” kata Louis
Louis bertanya-tanya Apa suatu hari akan jatuh cinta, Pelayan Kim pikir tak ada yang tahu tentang hal itu. Louis mengatakan Jika jatuh cinta dengan seseorang, maka akan memberikannya bunga mawar oranye ini dan Hanya setangkai mawar.


Pelayan Kim masih terdiam tak percaya, Pelayan Heo menyadarkan dari lamunanya. Pelayan Kim yakin itu pasti Tn Louis dan bertanya apakah pria itu mengatakan hal lain lagi. Si penjual ingat Louis mengatakan  akan memberikan bunga itu pada wanita yang tinggal bersamanya. Keduanya langsung kaget mendengarnya.
Sepertinya mereka belum menikah, tapi hanya hidup bersama. Seperti itulah kedengarannya.” Kata penjual
Tidak mungkin dia tinggal dengan seseorang.” Kata Pelayan Heo tak percaya
Aku mengingatnya dengan jelas karena dia membayar menggunakan uang koin.” Cerita si penjual
Itu juga tidak terdengar seperti  Tn Louie. Itu tidak mungkin dia.” Kata Pelayan Heo berusaha menyakinkan. Pelayan Kim pun mengucapkan terimakasih dan bergegas pergi karena sangat yakin itu pasti Louis. 

In Sung dan Louis kembali ke pasar loak, mencari baju-baju yang dijual dalam tumpukan. Louis bisa mendengar suara dari baju yang ingin dibelinya, lalu menarik sebuah sweater, dan bertanya pada In Sung pendapatnya. N Sung langsung memberikan acungan jempol karena Louis memiliki selera yang bagus.
Aku benar-benar penasaran. Apa baju itu bicara padamu lagi?” tanya In Sung, Louis membenarkan In Sung penasaran apa yang dikatakan.
"Louie". Dia memanggil namaku.” Kata Louis dengan senyumanya.
Sepertinya kau benar-benar sakit jiwa.” Ejek In Sung tak percaya
Kau masih sangat jauh untuk bisa sehebat aku.” Komentar Louis

Louis lalu memberikan baju yang ingin dibelinya pada Si paman penjual,  Si penjual melihat Louis yang Datang lagi. Louis pun memberikan uang recehanya untuk membayar bajunya dan meminta kantung plastik juga. 
Keduanya selesai berbelanja, Louis bertanya Apa penjahatnya sudah tertangkap. In Sung mengatakan belum. Louis merasa aneh karena memberi mereka petunjuk besar jadi seharusnya sudah tertangkap sekarang.

In Sung mengaku  sudah menulis surat ke dewan PBB dan Korea Utara dan Korea Selatan akan bersatu lagi jadi tinggal lihat saja. Louis heran dengan yang dikatakanya. In Sung yakin  Itu terdengar tidak masuk akal, karena menurutnya Louis juga tidak masuk akal.

Detektif Nam menerima telp lalu melapor pada atasanya kalau  merea mendapatkan alamat  Jung Gil Do, tersangkanya. Ketua mengajak mereka segera pergi sebelum si pelaku kabur,  dan jadi awasi rumahnya dengan benar. Semua tim pun bergegas pergi untuk segera melakukan penangkapan. 
Bok Sil berjalan keluar dari ruangan, Ma Ri tiba-tiba memanggilnya dari balik pintu bertanya Bisakah mereka bicara selesai bekerja. Bok Sil langsung menyetujuinya tanpa mencurigai apapun tapi wajahnya penasaran apa yang kali ini akan dibicarakan. Ma Ri seperti bisa memberikan senyuman liciknya. 

Joong Won datang bertanya apakah sudah mendapatkan daftar toko-toko untuk Korea Black Friday dan semuanya berjalan lancar. Ma Ri menjawab tentu saja sudah dan  Banyak pengusaha yang ingin menjual produk mereka.
Kau lihat kan? Ini adalah sebagian besar dari sample produknya.” Ucap Ma Ri dengan barang-barang yang ada di ruangan hampir penuh.
Aku tidak ingin melihat ini jadi Bersihkan sekarang.” Perintah Louis
Tn Lee. Apa kau sudah mencari pekerja part-time?” tanya Joong Won pada Kyung Kook
Dia akan mulai bekerja hari ini dan Bok Sil sedang menjemputnya.” Kata Kyung Kook
Bok Sil datang kembali keruangan dengan nafas terengah-engah, Kyung Kook binggung kenapa Bok Sil datang sendirian.  Bok Sil memberitahu si pegawai part time memiliki urusan mendadak dan meminta maaf karena tak bisa datang berkerja. Kyung Kook kaget mendengarnya.
Seperti yang diharapkan, Tn Lee, kau memang benar-benar karyawan yang hebat Bagaimana bisa kau sangat hebat dalam segala hal?” sindir Joong Won, Kyung Kook akan mencari yang lain.
Lupakan.... Aku akan mencari seseorang.” Kata Joong Won dan bergegas pergi, semua karyawan mencoba membereskan semua barang ke gudang. 


Si penjual melihat wajah Louis yang diberikan Pelayan Kim merasa yakin karena Louis pelanggan tetap di tempatnya berjual dan  membayar dengan koin 50 sen jadi Tidak mungkin tidak mengingatnya. Pelayan Kim berpikir Louis itu  seperti gelandangan dengan meminta-minta dan menyimpan uangnya.
Beberapa saat yang lalu dia dating kesini dan membeli sebuah kaos. Itulah kenapa aku meninggalkan komentar di postinganmu.” Ucap si penjual
Beberapa saat lalu? Kapan?” tanya Pelayan Kim panik
Sekitar 20 menit yang lalu.” Ucap si penjual. Pelayan Kim langsung memberikan kartu namanya meminta agar menghubungi kalau bertemu Louis kembali. 

Louis berjalan dengan In Sung sambil makan jajanan, seperti sebuah komputer Pelayan Kim mencoba mencari-cari Louis di dalam pasar yang sangat ramai. Seperti jaraknya sangat amat dekat sampai akhirnya seseorang menabraknya dan terjatuh, Pelayan Heo panik mencoba untuk membangunkan. Saat itu sinyal dari Louis pun hilang karena jarak mereka sudah jauh.
“Hei... Tuan... Kau harusnya lebih hati-hati saat berjalan. Apa yang akan kau lakukan kalau dia sampai terluka? Berikan aku nomor ponselmu.” Teriak Pelayan Heo memarahi pria yang menabrak Pelayan Kim,

Nona Heo.... Aku baik-baik saja, jadi hentikan.” Ucap Pelayan Kim menariknya agar tak adu mulut lagi. Si pria pun akhirnya pergi meninggalkan keduanya.
Tapi aku tidak baik-baik saja. Kau tidak boleh melukai punggungmu.” Teriak Pelayan Heo khawatir
Pupil matanya bergetar dan bibirnya juga gemetar. Dia benar-benar khawatir padaku.” Gumam Pelayan Kim melihat wajah Pelayan Heo dengan matanya seperti komputer dan bertanya-tanya kenapa sikap Pelayan Heo seperti ini padanya. 


Louis dan In Sung berjalan bersama dengan menikmati jajan, ponsel Louis bergetar lalu dengan wajah bahagia mengatakan akan segera kesana. In Sung bertanya ada apa dengan temanya itu. Louis memberitahu  dapat pekerjaan, dengan Bayarannya 50 dolar sehari.
In Sung memujinya itu bagus dan bertanya dimana tempatnya berkerja. Louis memberitahu Goldline dan bergegas pergi. In Sung binggung seperti tak percaya Louis akan dapat 50ribu Won dan arahnya itu berjalan temanya itu salah, Louis mengatakan harus bersiap-siap lebih dulu. In Sung bertanya-tanya apa yang akan dibeli Louis nanti karna bayaran 50ribu Won sangat banyak. 

Louis terlihat sudah mandi lalu masuk ke dalam kamar Joong Won, memilih sebuah jas dan juga kemeja putih, tak lupa syal untuk penganti dasinya. Sepatu hitam tanpa mengunakan kaos kaki, dan akhirnya melihat penampilan dicermin. Ia memuji penampilanya sempurna lalu bergegas pergi.

Louis masuk ke dalam ruangan dengan membuat semua pegawai terpana, lalu bertanya keberadan Joong Won sekarang. Kyung Kook memberitahu Joong Won sedang makan siang diluar. Louis pun bertanya dengan keberadaan Bok Sil sekarang.
“Apa Kau mengenalnya?” tanya Kyung Kook kaget, Louis mengaku sangat dekat dengan Bok Sil.
Apa mereka pergi makan siang bersama?” tanya Louis penasaran, Kyung Kook menjawab tak tahu. Louis mengumpat kalau ini sangat menyebalkan.
Aku ingin segelas Maxim Gold.” Kata Louis lalu masuk ke dalam ruangan Joong Won.
Kyung Kook mengerti berjalan ke pantry, Mi Young bertanya-tanya siapa orang itu. Hye Joo merasa Louis itu terlihat tidak asing. Do Jin melihat Semua pakaiannya, sepatu, dasinya, milik Tn Cha.

Akhirnya Joong Won datang dengan Bok Sil, Mi Young memberitahu atasanya kalau memiliki tamu, Joong Won melotot kaget melihat Louis yang duduk di kursinya dengan santai begitu juga Bok Sil. Louis meliaht Joong Won datang langsung melambaikan tanganya. Joong Won buru-buru masuk ke dalam ruangan.
“Apa Kau sudah tidak waras? Kenapa kau memakai pakaianku? Beraninya kau!!” ucap Joong Won mencengkram baju Louis, Louis memberikan kode kalau ada anak buah Joong Won dibelakang meraka. Akhirnya Joong Won pun melepaskan cengkramanya.  
Dia akan bekerja paruh waktu mulai hari ini untuk membantu acara kita.” Jelas Joong Won menyuruh Louis memberi salam, Louis pun membungkuk memberi salam dan menyebutkan namanya.
Maksudmu Louie dari Louie XIV? Apa Kau tidak memiliki nama belakang?” tanya Hye Joo penasaran
“Em... nama depan ku Wang (Raja) jadi Wang Louis” ucap Louis, Bok Sil yang mendengarnya mencoba menahan tawanya.
Hye Joo mengingat seperti pernah melihatnya, saat di cafe melihat Bok Sil pulang dan bertanya siapa pria itu. Lalu Louis mengatakan kalau ia wali dari Bok Sil.  Hye Joo yakin kalau Louis itu kekasihnya Bok Sil. Bok Sil berusaha menyangkal tapi Louis mengaku dirinya bukan lebih dari sekedar kekasihnya dan ingin mengatakan kalau hidup bersama.
Bok Sil langsung menutup mulut Louis memberitahu mereka sedang  sama-sama mencari seseorang dan Louis membantu mencari adiknya. Do Ji heran melihat Louis yang mengunakan pakaian Tuan Cha. Louis ingin memberitahu tapi Joong Won ikut menutup mulutnya dengan mengatakan mereka bertemu saat sama-sama melakukan diet dan memuji Louis sudah kehilangan banyak  berat badan selama ini.
“Sudah Cepat bekerja sekarang. Ada banyak barang yang menumpuk di depan ruang penyimpanan!” kata Joong Won, Louis mengerti dengan wajah cemberut. 


Kyung Kook datang membawakan segelas kopi, Louis mengucapkan terimakasih dan bertanya siapa namanya, lalu menarik ID Card dengan tulisan Lee Kyung Kook, berjanji akan mengingat nama itu. Bok Sil dan Joong Won hanya bisa melonggo.
Louis keluar ruangan seperti seorang raja dan Kyung Kook pelayanya, Do Jin memberitahu kalau Louis adalah  seorang pekerja paruh waktu. Kyung Kook seperti langsung jatuh lemas tertimpa batu, Mi Young mengejek Kyung Kook yang mau membuatkan kopi pada perkerja paruh waktu.

Hye Joo memberikan list barang-barang sambil bertanya Bagaimana bisa bertemu Bok Sil dan bisa menemukan pekerjaan ini, apakah sebelumnya punya perkerjaan. Do Jin juga ingin tahu dimana tempat fitnes mereka berdua. Joong Won melihat semua karyawan menyuruh tak perlu memperdulikan Louis dan menyuruh untuk kerja kembali. Kyung Kook terlihat masih lemas karena harus melayani seorang pekerja paruh waktu.
Bukan kotaknya dan periksa barang-barangnya. Pisahkan barangnya... sesuai kategori dan berikan  pada masing-masing orang.” Perintah Joong Won, Louis berkomentar kalau itu  tidak terlalu sulit.


Louis duduk didalam tumpukan barang memeriksa semua barang, Ma Ri datang bertanya dimana harus menyimpan barang yang dibawanya, Louis menyuruh menaruh diatas saja ketika membalikan badanya, Ma Ri terkejut dan panik melihat Louis ada dikantornya lalu tak sengaja mendorong semua barang dan akhirnya membuat Louis tertimpa semua kardus barang. 

Ma Ri berteriak masuk ke ruangan ayahnya dengan wajah panik memberitahu merkea memiliki masala, ternyata ada seorang tamu didalam ruangan Tuan Baek. Si pria melihat Ma Ri yang panik bertanya memangnya ada apa. Tuan Baek memotong kalau merkea bisa diskusikan ini nanti. Akhirnya Ma Ri duduk didepan ayahnya setelah si pegawai keluar.
Ayah,  Louie datang ke kantor. Dia ada di bagain penjualan sekarang.” Kata Ma Ri, Tuan Baek pun kaget mengetahuinya.
Kenapa dia bisa ada di bagian penjualan? Apa kau tahu kenapa dia kesini?” ucap Tuan Baek
Aku tidak sempat mencari tahunya dan langsung berlari setelah melihatnya.” Kata Ma Ri masih panik
Lalu berpikir kalau Louis  bekerja sebagai pekerja part-time karena memiliki banyak pekerjaan tambahan karena acara Black Friday. Jadi  mempekerjakan pekerja part-time. Tuan Baek melihat sejak Bok Sil kerja di Goldline maka Louie terus ikut terlibat jadi mereka harus melenyapkannya secepatnya. Ma Ri sempat kaget mendengar ucapan ayahnya dan bertanya apa yang akan dilakuanya. 

Tuan Baek dan Do Jin pergi ke gudang betapa kagetnya melihat Louis ada di tumpukan barang dan berusaha menolongnya. Louis terlihat masih sadar dan berusaha bangun, Mi Young dan Hye Joo pun ikut melihatnya menanyakan kedaaanya, Louis pikir tentu tidak baik-baik saja.
Seorang wanita menyerangku.” Kata Louis, Do Jin berpikir itu Mi Young atau Hye Joo
Dia tidak ada disini. Wanita itu... mendorong semua kotak ini ke arahku setelah dia melihatku.” Ucap Louis, Do Jin tetap berpikir dua wanita yang ada disampingnya itu.
Kyung Kook langsung bisa menebak kalau itu adalah Ma Ri yang melakukanya, tapi menurutnya tidak mungkin dan bertanya siapa sebenarnya wanita itu. Louis juga tak tahu tapi  pernah melihatnya sebelumnya lalu mengingat saat kecelakan terjadi dan wajahnya itu sama dengan yang mendorongnya.
Aku ditabrak oleh mobilnya. Setelah menabrakku, dia memberiku uang dan menelponku.” Ucap Louis yakin
Maksudmu adalah wanita yang mendorong kotak-kotak ini... adalah wanita yang sama dengan wanita yang menabrakmu dengan mobilnya?” kata Kyung Kook, Louis mengangguk 

Dua wanita langsung keluar dengan wajah tak percaya, Hye Joo merasa Louis itu  sangat aneh,terlihat normal, tapi sedikit aneh. Mi Young pun merasa Louis itu sedang  berdelusi. Hye Joo membernakaan tadinya iri pada Bok Sil  karena memiliki kekasih yang tampan tapi melihatnya sekarang jadi sedikit meragukan.
Tapi dia terlihat tidak asing. Wang (Raja) Louie. Apa aku pernah melihatnya di suatu tempat?” ucap Hye Joo mengingat-ingat, Louis mendengar dua wanita membicarakan langsung mendekat
Apa kau pernah melihatku sebelumnya? Kapan? Dimana?” tanya Louis penasaran, Dua wanita kaget melihat Louis tiba-tiba ada ditengah-tengah mereka.

Hye Joo mengingat saat di cafe, Louis mendekati mereka dengan mencium aroma kopi, Min Young mengingat Louis itu si Gelandangan dan Hye Joo juga tahu kalau Louis adalah Orang cabul. Louis terlihat mengingat saat kena tampar akhirnya memilih kembali masuk ke gudang.
Apa Bok Sil bertemu dengannya di lobby ketika dia masih bekerja sebagai tukang bersih-bersih?” kata Mi Young tak percaya
Pertemuan antara tukang bersih-bersih dan seorang gelandangan... oleh takdir. Ini adalah cerita yang tragis.” Ucap Hye Joo merasa kasihan dengan Bok Sil, saat itu Bok Sil membawa barang-barang ke dalam gudang dengan wajah gembira, semua menatap kasihan pada nasib Bok Sil. 


Bok Sil kaget melihat semua barang yang berantakan dan bertanya apa terjadi dalam gudang, Louis merengek memegang pipinya kalau wajahnya dipukul. Bok Sil panik bertanya siapa yang memukulnya, lalu menasehati seharusnya lebih berhati-hati.
Bok Sil. Bukankah ini aneh? Hanya kau satu-satunya yang percaya semua perkataanku. Bahkan Tn Cha juga mengatakan kalau aku seorang pembohong besar.” Kata Louis
Kau hanya perlu satu orang yang akan mempercayai... semua perkataanmu.” Kata Bok Sil
Apa orang itu kau?” tanya Louis, Bok Sil menjawab tentu saja, dan kenapa Louis harus bertanya lagi. Keduanya pun tersenyum bahagia. 

Ma Ri baru kembali bertemu dengan Kyung Kook dan juga Do Jin. Kyung Kook berani bertanya apakah Ma Ri yang menabrak Louis dengan mobilnya. Ma Ri sempat terkejut dan pura-pura tak mengerti, bertanya-tanya siapa Louis.
Apa kau belum bertemu pekerja  part-time yang baru?” tanya Do Jin, Ma Ri mengaku belum pernah bertemu denganya.
Aku tahu ini. Dia pasti gila bahkan Hae Joo bilang dia adalah kekasih Bok Sil. Apa Bok Sil lebih mementingkan penampilan saja ?” kata Do Jin sinis
Dia seperti orang yang dermawan.” Komentar Kyung Kook, Do Jin pun memberitahu mereka  akan rapat sekarang. Ma Ri pun masuk ruangan sempat berpapasan dengan Hye Joo dan Mi Young yang menatap ke arahnya. 

Ma Ri mengendap-ngendap melihat Bok Sil dan Louis ada di gudang mendekat ingin tahu apa yan dibicarakan dengan memasang telinga rubahnya. Joong Won diam-diam mendekat dan langsung bertanya apa yang yang sedang dilakukanya. Ma Ri benar-benar kaget melihat Joong Won sudah ada didekatanya.
Apa kau sedang mencoba menghindari seseorang?” tanya Joong Won curiga, Ma Ri mengelengkan kepala dengan wajah panik dan bergegas pergi. Joong Won melihat Bok Sil yang membantu Louis berkerja di gudang. 

Beberapa tetangga Bok Sil mengetahui Tersangkanya sudah tertangkap jadi mereka harus bergegas kantor polisi. In Sung baru pulang membeli makan menghentikan tetangganya bertanya apakah mereka sudah menangkap tersangkanya. Tetangangnya meberitahu Polisi  berhasil menangkapnya.
In Sung mengingat kata-kata Louis “Ini Aneh sekali. Aku memberikan mereka petunjuk besar. Dia seharusnya sudah tertangkap sekarang.” Dengan senyuman merasa Louis memang  sangat ahli dan membuatnya merinding. Bersama dengan Ibunya, In Sung pun menonton berita penangkapan.
Jung Gil Do, tersangka pembunuhan berantai... di Eunsung-dong berhasil ditangkap. Dia tidak pernah meninggalkan jejak, tapi kemarin dia tidak melihat serbuk tidak dikenal berada di lantai dari rumah tempatnya melakukan kejahatan ketiga.
Kenapa ada serbuk di lantai? Padahal Bok Sil selalu membersihkan rumahnya.” Ucap Bibi Hwang, Polisi mengatakan  Jejak kakinya menjadi... petunjuk besar. In Sung juga penasaran siapa pembunuh itu. 

Flash Back
[HARI KEJADIAN]
Louis memilih bermain pedang-pedangan lalu mengeluh Bok Sil  yang belum juga pulang dan mengkhawatirkan sambil duduk di kursi berpikirnya. Akhirnya Louis masuk ke dalam rumah untuk membuat kopi tapi karena tanganya tak bisa digerakan menjatuhkan serbuk kopi di lantai.
Akhirnya Louis mengambil kembali kopi  lagi menuangkan ke gelasnya, tapi pedang yang dipegangnya malah menyenggol gelas dan jatuh. Serbuk kopi sudah berceceran.
[5 MENIT SEBELUM KEJADIAN]
Louis akhirnya berhasil membuat kopi dan keluar sambil menunggu Bok Sil, sampai akhirnya pergi untuk menjemput Bok Sil di halte.  Saat itu dengan keadaan rumah yang gelap anak buah Tuan Baek masuk, binggung melihat banyak serbuk di lantai.
Si pembunuh akhirnya masuk dan langsung menghajar kepala anak buah Tuan Baek dengan palu. Anak Buah Tuan Baek pun akhirnya tak sadarkan diri, si pelaku tanpa sadar mengijak sebuk kopi dilantai yang memperlihatkan jejak kaki yang mengunakan sepatu khusus. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar