Rabu, 12 Oktober 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 16 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Ibu Ra On yang sedang mengangkat jemuran mengeluh anaknya yang pulang terlambat, saat membalikan badan matanya melotot kaget melihat sosok orang yang dikenalinya. Keduanya saling menatap cukup lama karena sudah 10 tahun lamanya tak bertemu.
Panglima masuk ke dalam ruangan raja, dengan gugup memohon maaf lebih dulu. Kasim Han pun ikut panik meminta agar Panglima segera bicara. Panglima melaporkan kalau Hong Gyeong Nae masih hidup. Raja dan Kasim Han kaget kalau Tuan Hong si pemberontak ternyata masih hidup. 

Ibu Ra On masih terdiam, Tuan Hong menyakinkan istrinya kalau memang ia yang kembali. Ibu Ra On seperti tak percaya yang datang adalah Ayah Ra On. Tuan Hong memegang lengan istrinya mengajak mereka harus pergi dari tempat ini dan menanyakan keberadaan anaknya. Ibu Ra On memberitahu Ra On sedang ada dibukit,
Beberapa Pengawal istana sudah berjalan ke arah rumah Ra On, Tuan Hong pun menarik istrinya untuk ikut pergi denganya. Saat itu juga Pengawal istana masuk ke dalam rumah mencari seseorang. Tuan Hong bersembunyi dalam sebuah ruangan dan melihat beberapa Pengawal akan berjalan ke ruanganya.
Tuan Hong melihat istrinya yang ketakutan, lalu meminta agar jangan bergerak dan tetap ada dalam ruangan. Ibu Ra On menahan tangan suaminya agar tak keluar karena sangat berbahaya, tapi Tuan Hong lebih baik menghadapi dari pada membayakan nyawa istrinya.

“Apa Kalian ... mencariku ?” ucap Tuan Hong keluar dari persembunyian.
Perkelahian pun terjadi, Tuan Hong berusaha melawan semua pengawal istana. Ibu Ra On menahan suara tangisnya agar tak terdengar, lalu mengintip suaminya yang sedang berkelahi. Tuan Hong keluar rumah dan langsung di kepung dengan pedang pada lehernya, ibu Ra On melihat dari kejauhan, Tuan Hong menatap istrinya seperti sudah pasrah untuk ditangkap oleh pihak kerajaan. 


Panglima memberitahu Tuan Hong baru saja ditangkap, dan dikirim ke Biro Investigasi Istana. Raja terlihat marah dan mengumpat merasa kalau Panglima sedang bercanda padanya saat ini. Panglima juga merasa tak percaya tapi memang semuanya itu benar.
Tidak mungkin ... 10 tahun yang lalu dia sudah mati ... mana mungkin ?!” Kata Raja masih tak percaya
Sepertinya Hong Gyeong Nae berhasil selamat dari Benteng Jeongju 10 tahun lalu saat ini Ia sedang menyiapkan pemberontakan baru. “ kata panglima
Kasim Han juga tak kalah kaget mengetahui Tuan Hong yang masih hidup, Raja tiba-tiba tak sadarkan diri karena shock, Ratu panik berteriak meminta agar di panggilkan tabib istana. Kasim Han kebinggung melihat semua kejadian yang tak diduga olehnya. 
Ra On kembali ke rumah dan melihat semua barang-barang sudah berantakan, lalu melihat ibunya yang terlihat menangis duduk di dalam rumah dengan wajah ketakutan. Sementara Pangeran Lee bergegas pergi karena mengetahui ayahnya yang pingsan setelah mengetahui Hong Gyung Nae baru saja tertangkap.

Ra On mendekati ibunya, menanyakan lebih dulu keadaanya.  Ibu Ra On berkata dia tertangkap. Ra On binggung siapa yang dimaksud ditangkap, Ibu Ra On mengatakan kalau Ayah Ra On, Ra On masih tetap tak mengerti dengan maksud ucapan ibunya.
Ayahmu ...  Aku pikir Ia sudah mati ...  Selama ini Aku harap Ia masih hidup ...Ternyata dia memang belum mati ... Aku harap dia tidak mati dan tetap hidup.  Dia hidup ... masih hidup ... Ra On...” ucap Ibu Ra On , Ra On memeluk ibunya tak percaya kalau ternyata ayahnya itu memang masih hidup.

[EPISODE 16 - DUNIA YANG KAU IMPIKAN

Sebuah kereta dengan dibuat seperti kurungan berjalan melewati pasar dan kerumunan orang, Tuan Hong sudah mengunakan pakaian tahanan dan juga tangan di ikat. Semua pengawal menyuruh semua orang minggi dan jangan menghalangi jalan. beberapa orang tak percaya kalau Hong Gyung Nae masih hidup !
Dari lantai dua, Kasim Han melihat sosok Tuan Hong dengan Byung Yun, merasa kalau tak salah lagi kalau ternyatamemang masih hidup. Selama ini ia sudah menunggu begitu lama temanya itu dan merasa sedih karena harus bertemu dengan keadaan seperti ini.
Ia dibawa ke Istana, bukan ke Biro Investigasi sesuai perintah Raja.” Kata Byung Yun
Aku akan pertaruhkan nyawaku agar Ia bisa meloloskan diri. “ kata Kasim Han. 

Kasim Han masuk kembali ke dalam ruangan, melihat Ra On yang sedang duduk merawat ibunya. Ra On menatap Kasim Han terlihat kebingungan, Kasim Han menenangkan kalau tempatnya sekarang ini mereka jaga dengan sangat ketat dan menanyakan kondisi ibunya sekarang.
Ra On pikir ibunya masih Shock setelah melihat ayahnya ternyata masih hidup dan langsung ditangkap jadi belum sadarkan diri. Kasim Han yakin ibunya akan baik-baik saja setelah beristirahat, jadi tak perlu khawatir. Ra On memanggil Kasim Han sebelum pergi karena ada yang ingin ditanyakan. 

Keduanya duduk saling berhadapan diruangan lain, Kasim Han langsung mengatakan tidak boleh, dan mengingatkan kalau saat ini tempat itu sangat berbahaya. Ra On tahu akan hal itu. Kasim Han mengingatkan Tuan Hong adalah seorang  kriminal yang tertangkap setelah 10 tahun
Dirimu dan ayahmu sangat sulit dilindungi saat ini.” ucap Kasim Han
Makanya aku meminta tolong padamu ... Jika terjadi sesuatu ...  Kasim Ha... bagaimana mungkin hanya aku yang tidak kenal ayahku yang dikenal oleh semua orang ?” ucap Ra On
Aku tidak bisa membawamu ke dalam bahaya.” Kata Kasim Han tetap menolaknya.
Untuk yang terakhir kali, dan satu kali saja....Tidak... maksudku ... untuk pertama kalinya, ijinkan aku bertemu ayahku.” Ucap Ra On memohon pada Kasim Hong agar bisa bertemu dengan ayahnya. 

Raja seperti ketakutan mengetahui Tuan Hong masih hidup bahkan datang mencarinya di dalam kamar beberapa hari lalu, menurutnya itu bukan mimpi. Pangeran Lee yang ada didalam bersama para mentri hanya bisa diam saja.
Dihari penting saat Putra Mahkota akan menikah, bagaimana ... bagaimana hal ini bisa terjadi ?!” ucap Raja marah
Yang Mulia, kita bisa mengatur tanggal kembali,  mohon jangan khawatir mengenai pernikahan dan lekaslah sembuh.”kata Mentri Joo menenangkan
Dia kriminal yang sudah mempermainkanku selama 10 tahun ! Jika aku menghukumnya dengan dipenggal, itu masih belum cukup !” ucap Raja penuh amarah.
“Benar... Yang Mulia. .. Hamba juga tidak bisa menahan amarah.  Ia pengkhianat yang melakukan pemberontakan. Silahkan lakukan  Interogasi istana dan segera singkirkan dia. [Interogasi Istana dipimpin langsung oleh Raja]” kata PM Kim
Perdana Mentri,  kau ingin melakukan interogasi istana ?! Apakah kau tahu, kalau Raja saat ini sudah sangat tertekan karena orang itu ditangkap ?!” ucap Pangeran Lee menolaknya.
Ya, melihat kondisi kesehatan Raja, hal ini tidak bisa dilakukan.” Ucap Mentri Joo mendukung Pangeran Lee.
Tidak ! Sesuai kata Perdana Mentri, aku akan menginterogasi secara langsung !” tegas Raja, PM Kim pun terlihat tersenyum licik bisa membuat raja menyetujui rencananya. 

Ra On sudah mengunakan pakaian pengawal kerajaan menatap ke bagian depannya dengan istana yang terbentang luas dari atas. Seseorang datang mendekatinya, Ra On kaget melihat Byung Yun yang ternyata datang menghampirinya. Byung Yun menyuruh Ra On Tetap menunduk dan mengikutinya dari dekat dengan memberikan sebuah pedang.
“ Apa Orang yang akan mengawalku adalah ... kau Kim Byung Yun ?” ucap Ra On tak percaya ternyata orang kepercayaan Pangeran sebagai bagian dari pemberontak.
Tetap tutup mulut sampai kuijinkan bicara.” Tegas Byung Yun lalu berjalan pergi dan Ra On pun mengikutinya dari belakang. 

Kasim Jung mengikuti Pangeran Lee yang berjalan dengan cepat bertanya mau kemana mereka sekarang.  Pangeran Lee mengatakan akan pergi ke penjara. Kasim Jung binggung kenapa harus semalam ini, Pangeran Lee bersikukuh harus menemui orang itu secara langsung.
Sementara Ra On sudah dibawa oleh Byung Yun sampai ke penjara, lalu Byung Yun akan berjaga-jaga didepanya. Ra On menatap punggung ayahnya dengan mata berkaca-kaca seperti tak bisa berkata-kata lagi.S aat itu terdengar suara seseorang yang akan datang, Byung Yun bergegas untuk mengajak Ra On pergi.
Ra On pun melemparkan sapu tangan milik ibunya ke dalam penjara ayahnya. Byung Yun dan Ra On segera meninggalkan penjara, Tuan Hong melirik seperti bisa mengenali kalau anaknya yang datang. 

Ra On dan Byung Yu berjalan ke luar dari penjara dan melihat ada banyak penjaga yang lalu lalang dan melihat didepan mereka ada Ui Gyo dan yang lainya, Byung Yun berpikir cepat untuk menyelamatkan diri sementara Ra On ketakutan karena mungkin sekarang nyawanya dalam bahaya.
Akhirnya Byung Yun berjalan di belakang penjaga yang akan melewati Ui Gyo, saat itu keempatnya pun membungkuk bisa menutup wajah dari topi yang digunakan. Tapi Ui Gyo terlihat curiga dan melihat dua pengawal lain yang berbeda, Ra On dan Byung Yun berjalan berbelok dan Ui Gyo bisa melihat wajah Ra On yang sangat jelas. 

Pangeran Lee datang menemui Tuan Hong dalam penjara langsung bertanya apakah memang benar orang itu sungguh Hong Gyeong Nae. Tuan Hong membenarkanya dan berani bertanya apa yang Putra Mahkota ingin tahu  sehingga datang ke penjara.
“Apa Penangkapanmu ... diketahui keluargamu ?” tanya Pangeran Lee seperti mengkhawatirkan Ra On dan ibunya.
Aku tidak punya keluarga.” Ucap Tuan Hong
Kudengar kau ingin memusnahkan keluarga kerajaan, apakah aku ... salah satu targetmu ?” tanya Pangeran Lee
“Apa Sekarang Investigasi istana sudah dimulai ?” ucap Tuan Hong sinis
Aku ... kehilangan orang yang sangat penting karenamu.” Ucap Pangeran Lee penuh amarah.
Alasan langit menciptakan pemimpin  demi memimpin rakyat, bukan demi satu orang dan kelompoknya.” Tegas Tuan Hong
Pangeran Lee bisa mengertahui itu filosofi Topeng Putih, Tuan Hong mengatakan bukan itu saja tapi ada yang lain,  dan yakin ada kesalahan dalam perkataan ini. Pangeran Lee ingin tahu apa lagi. Tuan Hong mengatakan  Pemimpin yang bekerja untuk rakyat bukan diciptakan oleh Langit [surga].  Pemimpin yang bekerja demi rakyat, diciptakan oleh rakyat sendiri. 


Byung Yun membawa Ra On ke Jahyeondong kembali karena merasa untuk saat ini terlalu bahaya pergi ke penjara, Ra On measa tak enak hati karena dirinya membuat Byung Yun juga jadi kesusahan. Saat itu seseorang datang masuk ke dalam ruangan.
Ra On kaget melihat Pangeran Lee sudah ada didepanya, Pangeran Lee bertanya apakah Byung Yun yang membawa Ra On. Byung Yun membenarkan dan meminta maaf.  

PM Kim membawa selembar gambar Ra On pada selembaran dan bertanya apakah Ui Gyo yakin dengan yang dikatakanya. Ui Gyo menceritakan kalau merasa aneh karena pengawal tadi  menghindari tatapan mata jadi melihat kembali kembali untuk memastikan dan ternyata benar dugaanya.
Dia berani sekali datang kemari.” Komentar Geun Gyo
Pergi dan tangkap dia sebelum interogasi istana dimulai.” Kata PM Kim
Ya. Bahkan dalam situasi sekarang seekor semut akan sulit melarikan diri. “ komentar Ui Gyo
Aku penasaran melihat reaksi Putra Mahkota saat melihat ayah dan anak ini bersama-sama.” Ucap PM Kim dengan senyuman sinisnya. 

Ra On dibawa ke sebuah ruangan dibagian atas dan tersembunyi dari Jahyeondong. Pangeran Lee berkata kalau Ra On dikejar sampai Balai Pertobatan maka ia bisa sembunyi diruangan itu karena Pintunya ... tidak mudah ditemukan dari luar.
“Jadi Di Balai Pertobatan ... ada tempat seperti ini ?” ucap Ra On seperti terkejut melihatnya.
Ibuku ... terkadang memakai tempat ini.” kata Pangeran Lee lalu menanyakan kedaaan Ra On, Ra On mengatakan kalau ia baik-baik saja.
Aku akan mengatur agar kau bisa pergi ke penjara.  Jika kau merindukan seseorang ... maka kau harus menemuinya.” Ucap Pangera Lee, Ra On kaget karena Pangeran Lee membiarkan untuk bertemu dengan ayahnya. 

Selembaran di tempat pada lingkungan istana [HONG RA ON, 18 TAHUN.  PUTRI PEMBERONTAK, HONG GYEONG NAE] Semua pelayan berbaris untuk diperiksa sebelum kembali berkerja diistana.
Yoon Sung kaget melihat selembaran yang tertempel kalau semua sekarang mencari Ra On sebagai anak dari seorang pemberontak, beberapa orang berbisik kalau Ra On menyamar menjadi kasim bernama Hong Sam Nom.  Dua kasim teman Ra On sedang berjalan dan berhenti melangkah ketika melihat selembaran yang tertempel.
“Ini semua Hanya khayalanku yang membuat wajah ini terlihat tidak asing, kan ?” kata Sung Yul
Aku harap begitu, tapi aku merasa seperti kau juga.” Ucap Do Gi
“Apa Kasim Hong ... adalah putra pemberontak ?” kata Sung Yul tak percaya, Do Go membenarkan kalau bukan putra pemberontak, melainkan putri. Keduanya terlihat tak percaya. 

Ha Yeon melihat selembaran yang di tempel seperti tak percaya, lalu bertanya pada pelayan. Pelayan memberitahu orang itu adalah kasim Istana Timur yang disukai Putra Mahkota layaknya perempuan. Ha Yeon makin kaget mendengarnya.
Terlebih lagi, Ia ternyata adalah putri pemberontak Hong Gyeong Nae.” Kata Pelayan, Ha Yeon benar-benar tak percaya Kasim yang ditemui selama ini adalah seoarang wanita dan sekarang menjadi putri seorang pemberontak. 

Kasim Han bertemu dengan Byung Yun memberitahu rencananya Dalam 2 hari, kita harus keluarkan Tuan Hong dari penjara.  Ketika Saat penggantian penjaga, mereka  akan menekan para penjaga untuk membuka ruang selnya.
Jika kau bawa melewati lorong bawah tanah, maka aku akan bawa dia keluar dari istana.” Jelas Kasim Han
Ya. Perlu berapa orang untuk melakukannya ?” kata Byung Yun, Kasim Han pikir termasuk Byung Yun maka mereka semua jumlahnya ada 10 orang, Byung Yun pun mengerti.
Lindungi anak itu agar tidak ditemukan.” Kata Kasim Han, Byung Yun mengerti dan akan mengingat perintahnya.  

Pangeran Lee melihat Ha Yeon ada di kamarnya dan bertanya Kenapa ... datang ke istana timur. Ha Yeon merasa Meskipun upacara pernikahan  tidak jadi dilaksanakan, sepertinya ia sudah menjadi Putri Mahkota, karena pelayan mengijinkan untuk menunggu Putra Mahkota sendirian di Istana Timur meskipun tidak ada dalam ruangan.
Maaf sudah membuatmu menunggu.  Tapi, sekarang sudah larut,  bagaimana kalau datang lagi besok ?” ucap Pangeran Lee acuh lalu duduk membuka bukunya diatas meja.
Ha Yeon membalikan badanya dan melihat gelang yang bisa di pakai Pangeran Lee sudah tak ada dalam pergelangan tanganya. Ia masih ingat saat ada di perpustakan melihat Pangeran Lee mengunakan gelas berwarna biru yang sebelumnya di beli dipasar.
“Apa Gelangnya ... sudah anda lepas ?” tanya Ha Yeon penasaran, Pangeran Lee terdiam lalu mengangkat wajahnya dengan tatapan dingin
Aku bertanya karena itu sepertinya barang berharga bagimu, dan sekarang sudah tidak ada lagi di pergelengan tangan mu” ucap Ha Yeon
Hanya kutinggalkan sebentar ditempat lain.” Kata Pangeran Lee, Ha Yeon terdiam seperti bisa merasakan sesuatu.
Gelang itu berarti meskipun terpisah dari kekasihmu, apa takdir pada akhirnya akan mempertemukan kalian kembali ? Pedagang di pasar belakangan ini semakin pandai membuat cerita.  ucap Ha Yeon
Meskipun bohong ... mereka tahu betul hati orang yang ingin mempercayai hal itu.” kata Pangeran Lee. Ha Yeon pun menatap Pangeran Lee dengan menahan rasa sedihnya. 


Ha Yeon pergi ke taman yang biasa jadi tempat Pangeran Lee membaca buku, teringat kembali saat Ra On membantunya mengambil buku terlihat gelang pasangan yang dinginkan dan salah satu gelang lainya itu di pakai ole Pangeran Lee.
Sebelumnya Pangeran Lee mengaku Ada wanita lain di dalam hatinya. Ha Yeon bertanya wanita seperti apa yang disukainya. Saat itu Kasim Jung datang dengan wajah panik memberitahu tentang Ra On, Pangeran Lee langsung pergi begitu saja tanpa pamit.
Ketika ia datang ke taman, Pangeran Lee dengan nada marah memperingatkan Ha Yeon Jangan datang lagi ketempat ini untuk selamanya. Ha Yeon seperti masih tak percaya ternyata orang yang dicintai pangeran Lee adalah Ra On yang selama ini membantunya 

Tuan Hong ada dalam penjara sambil meremas sapu tangan milik istrinya, Ra On datang kembali menemui ayahnya, Tuan Hong langsung menyembunyikan sapu tangan istrinya agar tak diketahui anaknya. Ra On hanya diam saja menatap ayahnya dalam penjara. Ayahnya bertanya apaka ada yang ingin dikatakan.
Pengawal baru saja pergi dan memintaku mengambil alih.” Ucap Ra On, Tuan Hong bertanya apakah kemarin anaknya datang karena permintaan pengawal itu juga. Ra On hanya terdiam
Ra On... Hong Ra On.. Aku tidak memberimu nama itu agar menderita seperti ini ... Maafkan aku....” kata Tuan Hong merasa menyesal
Pernahkah kau ... berencana muncul di depanku?” tanya Ra On dengan air mata mengalir.
Entahlah ...  Jika kau ... tidak perlu berpakaian sebagai laki-laki seperti sekarang, jika hari itu datang” kata Tuan Hong

Meskipun ... kau tidak bisa mengubah dunia. Dengan Cukup di sisiku,  sebagai seorang ayah ...  bukankah itu sudah memberiku kekuatan ?” kata Ra On
Dunia yang bermasalah ini,  mengabaikan anak sendiri ... Aku mungkin bisa berkata  "Kenapa kau tidak bisa lebih baik dari ini ?!"  Aku tidak ingin memarahimu seperti itu.  Maka, aku ingin mengubahnya Agar kau bisa hidup, di dunia yang sedikit lebih baik.”kata Tuan Hong
Meskipun begitu ... Jika aku tahu kau masih hidup,  alangkah bagusnya seperti itu.  Aku akan merindukan dirimu dan akan memanggil dirimu  "ayah" ...” kata Ra On sambil menangis, Tuan Hong tak bisa berkata-kata lagi, dari kejauhan Pangeran Lee seperti sengaja mengantar Ra On agar bisa bertemu langsung dengan ayahnya. 
bersambung ke part 2 

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar