Sabtu, 29 Oktober 2016

Sinopsis K2 Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Yoo Jin menerima telp dari suaminya yang meminta agar bertemu dirumah sebentara. Yoo Jin dengan senang hati menyanggupinya. Sementara Anna yang sedang ada dirumah terus menatap kaca, sangat gelisah menunggu Je Ha hanya belum pulang.
Mi Ran berteriak mengajak Anna untuk makan bersama, tapi Anna tak bergerak dari depan jendela dengan mata berkaca-kaca. Bibi pelayan menyuruh Mi Ran memberikan saja karena Anna mungkin tidak memiliki nafsu makan sekarang.
Kenapa dia tidak nafsu makan? Orang bahkan makan di masa perang untuk menjaga kekuatan mereka, Aku yakin K2 juga makan nasi dan sup di suatu tempat.”kata Mi Ran mulai makan, Bibi Pelayan yaki K2 tak seperti itu tapi Mi Ran yang seperti itu.
Terserah. Ini salahnya kalau dia tidak makan. Dia bahkan tidak akan memiliki kekuatan untuk melawan.” Kata Mi Ran kesal
Terdengar suara mobil yang masuk ke dalam rumah, Anna dari jendela langsung tersenyum melihat mobil yang datang, Bibi dan Mi Ran juga bisa mendengar kalau Je Ha pasti sudah kembali dari bertugas. Anna langsung berlari menuruni tangga dengan senyuman bahagia, Mi Ran tak percaya kalau Anna terlihat sangat bahagia sekali sambil memeluk Bibi Pelayan seperti iri melihatnya. 

Anna tersenyum saat melihat Je Ha yang turun dari mobil dan langsung memeluknya, Je Ha pun memeluk Anna dengan erat karen bisa kembali dengan selamat.  Mi Ra yang melihta dari jendal merasa sangat mengharukan lalu mengeluh keduanya terlihat seperti sedang syuting film. Bibi Pelayan berkomentar karena keduanya sangat cantik dan tampan.
Selamat datang kembali.” Ucap Anna bahagia, Je Ha pun senang bisa kembali lagi. Anna memuji Je Ha yang berkeja dengan bagus.
Tapi...aku tidak bisa  membawakan ddukbokki yang kau inginkan karena tidak membawa uang. Aku tidak membawa dompet, jadi...” ucap Je ha
Tidak masalah... Aku maafkan kau sekali ini saja.” Kata Anna
Tapi sebagai gantinya... Apa kau ingin makan sesuatu yang lebih baik dari itu?” Ajak Je Ha dan Anna tersenyum bahagia mendengarnya. 

Se Joon pulang kerumah, Yoo Jin menyambutnya dengan senyuman tapi Se Joon langsung memberikan tamparan keras pada istrinya sampai terlempar ke sofa. Semua pengawal dan Sek Kim datang ingin melindunginya, Yoo Jin mengaku kalau ia baik-baik saja jadi menyuruh semuanya agar keluar saja.
Sudah kubilang, jangan sentuh Anna... Dengan begitu kontrak kita  akan batal jika sesuatu terjadi padanya. Kau akan menyesal kalau  aku tidak menjadi presiden, Choi Yoo Jin!” kata Se Joon mengancam, Yoo Jin mengerti sambil memegang pipinya yang terasa sakit.
Aku tidak akan mengganggu Anna. Jadi... Apa kau tidak ingin menjadi Presiden?!!” ucap Yoo Jin menyindir
Kau itu terlalu kekanak-kanakan. Apa  Kau sebut itu ancaman?” balas Se Joon

Jika aku membuat kesepakatan dengan Sung Won... maka aku yakin dia  tidak akan memberikan aku semua JB Grup tapi aku yakin dia akan  memberiku beberapa anak perusahaan JB. Dengan begitu aku tidak perlu khawatir.” Ucap Yoo Jin, Se Joon hanya tertawa.  
Kau tidak akan bisa melakukan itu. Keserakahanmu tidak akan puas hanya dengan itu. Kau juga menyadari itu, kan?” kata Se Joon yakin
“Ahh.. Benarkah? Tapi Itu memang benar. Jadi Haruskah aku  membuat tujuanku lebih besar? Haruskah aku... membuat kesepakatan  dengan Park Kwan Soo? Sama seperti  aku membuat kesepakatan denganmu?” kata Yoo Jin, Se Joon terdiam mendengarnya.
Yoo Jin melihat kalau semua ini tidak ada bedanya baginya karena melihat suaminya dan Park Kwan Soo keduanya manusia keji. Menurutnya ia dapat mengatakan pada Kwan Soo  bahwa akan menawarkan leher Se Joon sebagai gantinya memberikan JB Grup ketika Kwon Soo menjadi presiden.
Apa menurutmu Park Kwan Soo akan menolak tawaran seperti itu?” kata Yoo Jin menyindir, Se Joon pun terdiam. Yoo Jin merasa kalau Se Joon menganggap dirinya itu sedang bercanda.

Apa kau lupa siapa aku? Kau pasti sudah lupa... Kau...kau bukan apa-apa tanpa aku....Jadi berhentilah main-main. Anna akan mati jika dia melakukan  sesuatu yang membuatnya layak untuk mati. Jika kau tidak menyukainya, maka katakan saja. Bahwa kau akan mundur dari pemilihan presiden.” Kata Yoo Jin menantang, Se Joon menatap sedih istrinya.
Kenapa dengan  ekspresi menyedihkanmu itu? Aku yang seharusnya dikasihani!!!” tegas Yoo Jin
Kaulah yang menggodaku ketika aku masih muda...demi delusi politik bodohmu itu. Dan aku jatuh cinta padamu,  meskipun kau tidak pernah mencintaiku. Biarkan aku memberitahumu sesuatu  yang memalukan bagiku untuk kuakui sekarang. Jantungku dulu berdebar  setiap kali kau menyentuhku sampai saat ini. Kau tahu itu juga, kan?” ucap Yoo Jin membuka semua yang dirasakan.
Tentu saja kau tahu . Dan kau menggunakan itu untuk keuntunganmu untuk mengejekku. Tapi sayang sekali... Aku tidak memiliki  perasaan apapun untukmu lagi... Sentuhlah aku kalau kau mau... Kau pandai melakukannya, karena kau playboy.” Kata Yoo Jin membentangkan tanganya dan sengaja berbicara didepan wajah suamianya.

Yoo Jin tertawa mengejek mengakui kalau Se Joon itu cukup keren. masih muda, cerdas dan itulah yang dipercayanya sama seperti para pemilih. Tapi sebenarnya bukan itu, menurutany Se Joon dulu sudah berumur, licik, dan menjijikkan seperti dirinya sekarang, maka Itu sebabnya Se Joon  mampu mengkhianati Ume Hye Rin, yang sangat mencintainya dan meninggalnya  dia untuk mati Dengan menggunakan kemarahan  dan kecemburuanya demi keuntungan Se Joon semata. Yoo Jin melihat Se Joon itu adalah makhluk menjijikkan.
Aku tadinya ingin anak buahku memenggal tangan yang pertama kalinya memukul wajahku...tapi aku memutuskan untuk  tidak melakukannya karena kau akan membutuhkannya untuk berjabat tangan selama kampanye. Jadi Jaga baik-baik tanganmu, Karena aku akan datang kembali untuk mengklaim itu... saat kau tidak memerlukannya lagi.”tegas Yoo Jin sebelum pergi, Se Joon hanya bisa diam saja. 

Yoo Jin sudah memakai pakaian yang serba putih, lalu memakai bedak, maskara dan juga lipstiknya, tak lupa mengunakan seperangkat perhiasan dari kalung dan juga anting. Tatapan terlihat masih dingin, sampai akhirnya memberikan senyuman yang terlihat bahagia.
Ia menaiki mobil dengan wajah terlihat berseri, sopirnya bertanya mau kemana mereka. Yoo Jin hanya diam saja. 

Sementara Tim JSS sedang merayakan kemenangan mereka dengan makan daging panggang, Anna pun ikut dengan Mi Ran bersama dengan tim lainya. Semua mengangkat gelas mereka karena sudah berkerja baik hari ini jadi bisa minum sampai mati. Anna ingin meminum segelas Soju tapi Je Ha melarangnya karena Wajahnya akan memerah lagi.
Tim JSS mengodanya agar membiarkan Anna minum hanya satu gelas. Anna pun meminta agar Je Ha memperbolehkan dan hanya satu gelas saja. Annna pun minum dengan iringan semangat dari tim JSS, Mi Ran memuji Anna yang pandai minum. Mereka pun mulai makan daging panggang, Mi Ran membungkuskan daging untuk Sung Kyu, semua berteriak tak suka.
Sung Kyung mengejek kalau mereka akan kalah kalau cemburu melihana lalu membuka mulutnya lebar-lebar. Ketua Seo yang ada didekatnya langsung memakan daging dari tangan Mi Ran, Sung Kyu berteriak kesal dan Mi Ran seperti tak sudi karena ingin memberikan pada kekasihnya. Semua tertawa bersama seperti terlihat sangat bahagia begitu juga Anna dan Je Ha.
Diam-diam Yoo Jin melihat dari luar restoran, menatap Je Ha yang duduk bersebelahan dengan Anna, lalu bertanya Apa dia selalu dekat dengan anggota Tim Ofensif. Sopirnya mengatakan tidak lalu bertanya apakah ia harus memanggil K2 untuk menemuinya. Yoo Jin pikir tak perlu karena merasa Je Ha sangat lelah jadi lebih baik membiarkannya minum dan beristirahat untuk hari ini dan membawa ke Cloud Nine besok pagi. Sopirnya pun mengerti. 

Semua pun kembali ke rumah dengan keadaan sedikit mabuk,  Kepala Seo berjalan dengan Je Ha dan Anna langsun mengucapkan Terima kasih. Je Ha balik bertanya untuk apa dan melihat tingkahnya aneh dengan memanggilnya "Hyung" Kepala Seo yang mendengarnya langsung berkaca-kaca dan memeluk Je Ha.  
“Hei... Lepaskan....Aku benci bersentuhan dengan sesama laki-laki!” teriak Je Ha mendorong Kepala Seo agar menjauh karena membuatnya merinding. Anna hanya bisa tersenyum bahagia melihat keduanya.
Kita semua bersenang-senang  hari ini berkat kau, Nona Muda!” ucap semua tim pada Anna sambil membungkuk, Anna pun mengaku  juga bersenang-senang.
Mereka pun akan pamit pergi, Je Ha pun menyuruh semuanya pergi karena sangat berisik dirumah yang tadinya sepi. Kepala Seo tersadar bertanya Siapa yang mengemudi dan Apakah mereka semua minum. Anak buahnya mengangguk lalu menyuruh Kepala Seo yang harus menyetir

Semua Tim akhirnya bersandar di ruang tamu denga menaikikan kaki ke meja dan juga mengunakan masker pada wajah mereka, karena tak ada satupun yang bisa menyetir mobil ke markas.  Kepala Seo menolak tak ingin mengunakan masker tapi Mi Ra langsun memukulnya menyuruh agar diam dan memasangkan masker pada wajahnya.
Ini sebabnya semua  supir pengganti lari dari kalian! Laki-laki juga harus  memperhatikan penampilan mereka!” ucap Mi Ran yang memasang semua masker pada tim
Je Ha baru masuk ruangan terlihat kaget, Mi Ran menyuruh duduk agar bisa memakainya. Je Ha menolak karena tak tahan dengan melihat mereka semuanya. Anna datang menepuk punggung Je Ha agar memakainya jauga. Je Ha terlihat kesakitan, Anna panik bertanya apakah ada yang terluka. Je Ha mengaku kalau ia baik-baik saja.
Anna pun menyuruh Je Ha duduk kalau merasa baik-baik saja, Je Ha menolak menurutnya Ini hanya untuk orang-orang jelek seperti mereka dan Pria setampan sepertinya tidak perlu. Semua tim terlihat berdiri dengan wajah marah dengan masker wajah yang masih menempel. Je Ha tetap menolak tapi Anna akhirnya memasangkan masker untuknya, semua tim pun tertawa bahagia. 

Semua akhirnya tertidur di lantai dengan berjejer seperti camp tentara, Sung Kyu bermimpi dengan Mi Ran memeluk Je Ha yang karna mengangapnya Mi Ran. Je Ha melepaskan pelukan dengan kesal kalau ia bukan Mi Ran. Kepala Seo tiba-tiba terbangun dan langsung memukul tangan Je Ha mengaku sangat terkejut, Je Ha tak percaya melihat cara tidur kepala Seo yang mengingau, dan merasa tak nyaman.
Membunuh mereka juga bukan pilihan bagus...” kata Je Ha kesal lalu meninggalkan ruangan tidur.
Mi Ran tidur bersama dengan Anna dilantai, sementara Anna terlihat tak bisa tertidur mengingat saat berciuman dengan Je Ha sebelumnya. Wajahnya tersipu malu sambil menutupi dengan selimut. Lalu teringat saat menepuk pungung Je Ha, seperti merasakan kesakitan. 

Akhirnya Anna diam-diam mengambil ponselnya lalu pergi ke kamar mandi dan melihat ada kotak obat dibawa wastafel. Ia mengirimkan pesan pada Je Ha “Apa Kau sudah tidur?” Je Ha membalasnya “belum” Anna bertana “Dimana kau?”  Je Ha menulis “Di atap.
Anna terlihat terkesima melihat ruangan yang tadinya terlihat gudang sudah tertata rapih dan seperti nyaman untuk duduk disana, bertanya apakah Je Ha yang membersihkan semua ini, Je Ha mengatakan kalau meminta bibi pelyan untuk melakukannya karena Anna sering datang ke tempat itu.
Je Ha bertanya pendapatnya, Anna mengaku sangat menyukainya lalu mendekati Je Ha menyuruh agar membuka baju dengan melepaskan kancingnya. Je Ha panik apa yan akan dilakukan Anna padanya. Anna sudah tak tahan meminta agar Je Ha segera melepaskan bajunya. Je Ha merasa belum siap untuk hal semacam itu sekarang.

Je Ha sudah menelunkupkan badanya dengan pungungnya yang terbuka, terlihat ada tato besar. Anna memberikan obat merasa kalau luka itu pasti sangat menyakitkan, Je Ha mengaku kalau baik-baik saja karena menurutnya  Itu hanya goresan.
Dasar Kau ini.... Apa Kau sebut ini goresan?” ucap Anna kesal sengaja menekan lukanya, Je Ha pun menjerit kesakitan.
“Jadi Kau lebih baik menemui dokter besok. mengerti?!” perintah Anna, Je Ha pun mengerti dan berjanji pergi besok.
Kau milikku, ingat itu!!! Jadi jaga baik-baik tubuhmu!” tegas Anna. Je Ha berjanji akan melakukannya. Anna pun selesai memberikan obat dan Je Ha langsung bangun memakai kemeja merasa jauh lebih baik sekarang. Keduanya duduk diatap, Anna merasa Malam semakin dingin. Je Ha pikir tak ada masalah sekarang, Anna binggung.

Je Ha pun pergi mengambil selimut lalu membalut tubuhnya yang terasa sangat dingin. Anna melirik sinis karena Je Ha bukan menyelimutinya lebih dulu. Je Ha pun bertawa memberikan selimut untuk Anna dengan memeluknya dari belakang.
Tapi... Apa kita hanya memiliki satu selimut?” tanya Anna,  Je Ha mengatak tidak
Lalu kenapa kau melakukan ini?” goda Anna polos, Je Ha terlihat gugup kebinggungan menjawabnya tapi akhirnya keduanya sama-sama tertawa bahagia, Je Ha pun menyandarkan kepalanya di bahu Anna.
“Anna... Nanti... Apa kau mau  tinggal di Spanyol denganku?” ucap Je Ha, Anna terdiam. Je Ha berpikir kalau Anna itu tak mau.
Tempat itu...adalah tempat yang kubenci. Tapi... itu adalah tempat di mana kita berdua pertama kali bertemu. Jadi Tentu saja aku mau, ayo pergi... Aku hanya ingin pergi denganmu.” Ungkap Anna. Je Ha pun terlihat senang.

Tapi berpikir tentang hal itu,  aku tidak tahu banyak tentangmu. Lalu Apa yang kau lakukan di Spanyol?” tanya Anna.
Aku sedang dikejar-kejar.” Kata Je Ha mengakuinya, Anna binggung bertanya kenapa Je Ha sampai dikejar seorang.
Karena mereka menjebakku membunuh orang yang tidak bisa kulindungi.” Ucap Je Ha,
Anna menatap Je Ha bertanya apakah orang itu yang dicintainya, Je Ha menganguk. Anna menyimpulkan itu sebabnya Je Ha  mimpi buruk setiap malam. Je Ha membenarkanya. Anna langsung memeluknya merasa kalau Je Ha selama ini  pasti sangat menderita dan pasti cukup sulit baginya sampai sekarang. Je Ha mengaku kalau ia baik-baik saja.

Anna.... Aku tidak punya apa-apa untuk kulindungi, Jadi aku tidak merasa kehilangan. Tapi sekarang, aku telah  menemukan seseorang yang ingin kulindungi. Maka ...kupikir aku bisa bahagia sekarang.” Ucap Je Ha menatap Anna dan memeluknya kembali dari  belakang.
Kapan... menurutmu kita akan bisa pergi ke Spanyol?” tanya Anna seperti sudah tak sabar menunggu.
Ya... mungkin setelah perang ini berakhir?!” kata Je Ha dan menaruh kepala Anna agar bersandar di pundaknya. Keduanya terlihat menikmati malam bersama diatap.


Je Ha akan pergi ke Cloud nine, semua tim yang melewatinya langsung memberikan jempol dan memujinya. Ketika masuk Cloud Nine, Sek Kim langsung membungkuk mengucapkan selamat datang dan Nyonya Choi sudah menunggu.
Aku tidak bisa membawa  kepala Park Kwan Soo, jadi jangan khawatir.” Ucap Je Ha melihat sikap Sek Kim  yang terlihat ketakutan
Tolong.....maafkan aku atas tindakanku sebelumnya.” Kata Sek Kim, Je Ha seperti tak peduli lalu masuk ruangan menemui Yoo Jin.
Yoo Jin pun dengan senyuman mengucapkan selamat datang pada Je Ha, Lalu Je Ha bertanya ada apa dengan Sek Kim. Yoo Jin pikir itu wajar, karena Je Ha adalah pahlawan yang menyelamatkan JSS. Je Ha heran dianggap pahlawan.

Jangan merasa gelisah dengan perilaku Kepala Kim. Dia mungkin hanya takut akan kehilangan kepalanya.” Kata Yoo Jin
Aku tahu, tapi aku tidak membawa kepala Park Kwan Soo. Jadi tidak ada yang bisa dilakukan tentang itu.” ucap Je Ha.
Apa kau masih ingin aku memberikan itu padamu? Kepala dari Sek Kim, maksudku.” Kata Yoo Jin dengan nada mengejek.
Kadang-kadang,  leluconmu terdengar seperti sungguhan. Aku bertanya-tanya kenapa itu.” ucap Je Ha
Yoo Jin pikir itu karena dirinya pandai berakting lalu bertanya apa yang didapat dari Park Kwan Soo. Je Ha memberitahu kalau Kwan Soo akan segera memintaknya untuk  membawa kepala Yoo Jin  dan memberikanya uang. Yoo Jin menyimpulkan kalau Je Ha sudah berhasil tapi Je Ha bingung dengan tangapan Yoo Jin.

Sung Won datang menemui Anna bertanya apakah tidurnya nyenyak dengan wajah khawatir, Anna mengaku tidur dengan nyenyak. Sung Won un mengucap Syukur, lalu memberitahu tiga orang didepanya kalau sudah menugaskan mereka untuk bekerja langsung di bawahnya sekarang serta sudah menaikkan upahnya,
Ketiganya kaget, Sung Won bertanya apakah mereka tidak keberatan, kan karena membuat  keputusan ini tanpa konsultasi dengan mereka semua jadi meminta agar memberitahu kalau memang setuju, Semua langsun mengucapkan terimakasih dan berjanji akan melakukan yang terbaik.
Baiklah. Jangan pikiran JSS sekarang. Yang harus kalian lakukan  adalah melindungi Anna. Kalian mengerti?” kata Sung Won, keduanya pun mengerti.
Tapi, rumah ini milik JSS, sehingga keamanannya...” kata Sung Kyu binggung
Tidak, itu tidak benar! Sertifikat  rumah ini berada di bawah nama JB Development. Aku hanya meminjamkannya. Jadi matikan semua sistem keamanan,  dan pasang yang baru. Jika kau menghubungi sekretarisku,  maka mereka akan mengganti semua biayanya.” Jelas Sung Won, semua menganguk mengerti.
Oh ya. Kalian semua perlu uang, kan? Kartu ini tidak memiliki batas, jadi gunakan kapanpun kalian membutuhkannya.” Kata Sung Won, Semua hanya diam Sun Won menyuruh agar cepat mengambilnya. Mi Ran pun mengambilnya dengan wajah gugup.
“Dan Juga, aku akan membuat  rumah ini berada di bawah namamu. Jadi kau tinggal di sini, oke?” kata Sung Won pada Anna
Anna bingung apa maksudnya, Sung Won menjelaskan kalau Anna tinggal disini saja. Anna pikir memang berencana melakukan itu. Bibi Pelayan langsung mengucapkan terimakasih  dan merasa Anna tidak mengerti lalu memberitahu kalau Pada saat-saat seperti ini, seharusnya mengucapkan terima kasih. Sung Won dengan besar hati merasa Anna  tidak perlu tahu.

Yoo Jin memikirkan tentang bau darah, bukan bau minyak menurutnya Kwan Soo itu  tidak sengaja mengatakan itu. Je Ha pikir mungkin berarti Kwan Soo mendapat uang itu dengan menjual senjata atau sesuatu, Yoo Jin rasa memang bisa seperti itu.
Aku akan mencari tahu dengan Cermin. Jadi sekarang, saatnya memasang perangkapku.” Kata Yoo Jin, Je Ha binggung apa maksud perangkapnya.
Tidak lama lagi Park Kwan Soo akan mendekatimu. Karena keinginannya untuk membunuhku akan tumbuh lebih kuat dan lebih kuat lagi  Jadi kau harus lebih dekat padanya.” Ucap Yoo Jin, Je Ha hanya bisa terdiam mendengarnya. 

Anna mendekati pamanya lalu memberanikan diri bertanya  apa tahu di mana tempat makam ibunya, Sung Won mengaku tentu saja tahu dan memang sudah menunggu Anna menanyakan hal itu  dan menurutnya itu Waktu yang tepat karena Malam ini ada fashion show dalam rangka penghormatan kepada ibunya jadi bisa datang ke pemakaman sebelum datang ke acara itu. 

Je Ha keluar dari ruangan sempat melirik sinis pada Sek Kim, dan Sek Kim pun masuk ke dalam ruangan. Yoo Jin menegaskan Sudah waktunya Sek Kim melakukan pekerjaannya. Sek Kim mengaku mengerti dan sudah memulainya.
Jangan sampai Je Ha tahu  tentang ini bagaimanapun juga. Kau tahu itu kan?” kata Yoo Jin memperingatinya.
Aku akan pastikan untuk mengingatnya, Nyonya.” Tegas Sek Kim seperti bisa membalas semuanya.
bersambung ke episode 12 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar