Sabtu, 01 Oktober 2016

Sinopsis K2 Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Je Ha berbaring di tempat tidurnya sambil menonton TV, terlihat gambara saat Yoo Jin yang dibawa ambulance ke rumah sakit dengan narator.
Yang anda saksikan adalah cuplikan dari  kejadian tadi malam yang melibatkan Madam Choi Yoo Jin, istri Kandidat Presiden Jang,  yang tiba di rumah sakit dengan ambulans.  Menurutmu apa yang terjadi Tuan Kim?

Seorang pria yang ada didalam ruangan, Tuan Kim berkomentar kalau sudah pasti aksi terror menurutnya Korea, negara yang sangat berkembang dengan baik di antara bangsa-bangsa OECD telah terjadi serangan teroris yang mengerikan dengan helaan nafas penuh kekecewaan, karena benar-benar memalukan.
Tapi, bukankah ini adalah aksi teror politik?” ucap si pembaca acara
Bukankah ini sudah bisa dipastikan? Jadi sekarang Pikirkan saja. Mereka digunakan alat peretas  untuk mencoba agar kecelakaan terjadi dan tindakan teror ini bukanlah kejahatan kecil.” ucap Tuan Kim
Ya, itu benar.... Namun, mereka harus  menyelesaikan menyelidiki mayat tersangka... untuk memastikan ini, bukankah begitu?” kata si Pembaca acara

Oh ya. Itu benar, tentu saja, tapi ada pihak yang mendapatkan  keuntungan dari setiap tindakan kejahatan. dan bukankah orang tersebut menjadi tersangka utama?” ucap Tuan Kim, Si pembaca acara mereka kalau memang seperti itu.
Itu mungkin terjadi,  tapi yang anda katakan sekarang memiliki potensi... sebagai komentar berbahaya, bukankah begitu?” kata si pembaca acara
maksudku adalah...  Aku hanya mengatakan ini adalah suatu kemungkinan.  Aku tidak pernah mengatakan bahwa  kandidat lawan dari Jang Se Joon yang melakukannya.” Ucap Tuan Kim. 

Se Joon yang ikut menonton dalam ruang rumah sakit tertawa terbahak-bahak menurutnya itu sangat lucu karena menuduh Park Kwan Soo  yang ada di balik semua ini. Yoo Jin bertanya pada sek Kim apakah yang meminta melakukanya. Sek Kim memberitahu kalau Tuan Kim melakukanya atas kemauanya sendiri.
Ketika dia sudah selesai,  panggil dan puji dia. Dan katakan padanya aku  akan menemuinya setelah keluar dari rumah sakit.” Ucap Yoo Jin
Anda tidak perlu rapot-repot. Mengingat bagaimana kita biasanya menangani hal-hal seperti ini sudah sewajarnya ia harus melakukan ini tanpa disuruh.” Ucap Sek Kim.
Dokter datang menyapa Se Joon lalu Yoo Jin, bertanya lebih dulu apakah tidur nyenyak. Yoo Jin dengan ramah mengaku semua itu berkat dokter. Dokter Pikir tidak perlu mengatakan itu menurutnya mereka sangat tersanjung  karena Yoo Jin memilih rumah sakit mereka jadi meminta agar menghubunginya kapan saja dan  mereka akan langsung datang!
Oh ya. Bagaimana dengan  orang yang dibawa ke sini bersama denganku?” tanya Yoo Jin, Se Joon melirik, Dokter menanyakan apakah maksudnya pengawalnya itu.
Ibu jari kirinya patah,  kami sudah mengatasinya... dan juga tulang-tulangnya banyak yang patah, tapi CT scan menunjukkan ia akan baik-baik. Dia memiliki tubuh yang kokoh, jadi dia akan baik-baik saja.” Jelas Dokter, Yoo Jin mengucap syukur.
Pengawal itu sangat terlatih. Jika anda cedera seperti dia... maka itu akan sangat mengerikan.” Jelas Dokter
Apa dia akan sadar malam ini?” tanya Sek Kim, Dokter memastikan Je Ha  akan sadar sebentar lagi lalu pamit pergi. 


Tentang pengawalmu itu... semuanya akan jadi rumit jika  dia bangun dan mengatakan hal-hal aneh, bukankah begitu?” kata Se Joon sinis
Aku benar-benar akan menggunakan dia sebagai pengawal.” Ucap Yoo Jin.
“Apa Kau pikir dia akan setuju?” kata Se Joon tak yakin, Yoo Jin pun tak tahu lalu berpikir apakah benar-benar begitu penting. Se Joon hanya diam dengan helaan nafas
Ada baiknya orang-orang  yang paling aku waspadai berpihak padaku.” Ucap Yoo Jin dingin
Se Joon menganguk mengerti lalu bertanya apakah itu sama seperti Anna. Keduanya menatap sinis, Se Joon mendekati Yoo Jin menegaskan kalau  Anna tidak akan ada dipihaknya. 

Anna dikamar sendirian hanya menangis dengan kamar yang gelap seperti benar-benar tak bisa melihat dunia luar akibat traumanya. Kepala Joo datang menyapa Je Ha menanyakan kondisinya, Je Ha kaget melihat Kepala Joo yang datang menemuinya. Kepala Joo pikir Je Ha tak perlu heran begitu lalu membuka ikatan tangan dan kakinya.
Pengawal lain panik siap dengan pistol listriknya takut terjadi sesuatu, Kepala Joo mengatakan kalau tak akan ada apa-apan dan semua ini  tidak ada gunanya lalu menyuruh anak buahnya keluar. Si anak buah sempat teridiam, pengawal tetap menyuruhnya agar segera keluar.

Jadi semua perangkap itu...kau yang ada dibalik semua ini, Letnan.” Ucap Je Ha
Hei, aku meninggalkan tentara sebagai seorang kolonel, kau tahu itu !” kata Kepala Joo
Dan aku dipaksa berhenti sebagai prajurit” balas Je Ha dengan mencoba melepaskan semua ikatan dari tanganya.
Maafkan aku.  Aku tidak memiliki kekuasaan saat itu.” ucap Kepala Joo
Bukan kekuasaan.  Kau memang tidak punya alasan untuk membantuku.” Kata Je Ha. Kepala Joo  menegasan merekaperlu kekuasaan untuk  membuat keinginannya menjadi kenyataan.


Adik Yoo Jin datang, Choi Sung Won masuk menanyakan siapa yang melakukan itu pada kakanya lalu menanyakan keadaanya. Yoo Jin menyindir adiknya untuk Ketuk pintunya sebelum masuk.  Sung Won meminta maaf lalu menyapa kakak iparnya yang ada dalam ruangan juga.
Bagaimana kabarmu Presdir Choi?” tanya Se Joon pada adik iparnya, Sung Won menjawab kalau tentu pasti baik lalu bertanya kembali keadaan kakaknya.
“Jadi Park Kwan Soo yang melakukan ini kan?” ucap Sung Won, Yoo Jin juga tak tahu
Tidak... Ini pasti Kwan Soo, Dia bisa melakukan jauh lebih buruk dari itu. Dasar bajingan!” ucap Sung Won lalu meminta maaf kalau bicara kasar karena tidak sengaja!
Presdir Choi... Jika kau ingin terlihat sopan di depan orang lain... maka kau harus bicara formal padaku, bukankah begitu?” sindir Yoo Jin
Sudah kubilang aku tidak mau noona! Rasanya aneh seperti kita tidak dekat! Tidak, aku tidak bisa melakukan itu.” ucap Sung Won
Tapi kita memang tidak dekat.” Kata Yoo Jin

Pengawal datang memberitahu kalau Sudah waktunya untuk berita dan Semua pers sudah ada di sini. Se Joon mengambil jaketnya  menyuruh agar Nikmati waktu mereka bersama karena tahu mereka sudah lama tak bertemu. Sung Won berpesan agar jangan membuat kesalahan dan memberikan semangat. Se Joon pun tersenyum dengan ingin memberikan semangat.
“Kau.... Kemari sebentar.” Ucap Yoo Jin, Se Joon binggung kenapa Yoo Jin memintanya agar mendekatinya
Kau harus terlihat acak-acakan, setidaknya, untuk memainkan peran... dari suami yang  menjaga istrinya yang sakit sepanjang malam.” Ucap Yoo Jin melepaskan kancing baju dan juga mengacak sendiri rambutnya.
Kau benar-benar seperti  istri dan ibu yang bijaksana....Oh, aku akan menarik bagian  "ibu yang bijaksana" karena kau tidak memiliki anak.” Balas Se Joon sinis lalu keluar dari ruangan. 


Di dalam lift dengan baju yang sedikit berantakan dan rambut yang tertata rapi, Se Joon meminta agar pengawalnya bisa berjaga denganya.  Ketika pintu lift terbuka wartawan langsung menyerbu dengan pertanyaan
Bagaimana keadaan istri anda Pak? Menurut anda siapa yang ada di balik semua ini? Mungkinkah seseorang yang dekat dengan anda?
Se Joon hanya diam dan berjalan begitu saja, Wartawan meminta agar Se Joo mengatakan sesuatu tentang perasaanya. Se Joon akhirnya berhenti menatap wartawan dengan balik bertanya “Menurutmu bagaiaman, ketika aku mengawasi istriku sepanjang malam ketika dia hampir meninggal karena aku?
Yang dia tahu adalah menjaga orang lain. Namun, dia sangat terluka parah... dan harus minum  obat penghilang rasa sakit agar bisa tidur. Dan sementara itu, yang bisa kulakukan hanyalah melihat. Aku memang suami yang mengerikan. Jadi Komentar apa yang kalian inginkan?” ucap Se Joon dengan wajah menyedihkan. 

Sung Won bersama Yoo Jin dan Sek Kim menonton tayangan dari TV. Sung Won tak percaya kalau Se Joon itu sedang berakting di layar kaca lalu mengangkat jempolnya.
Istriku menyerahkan segalanya untukku.  Dia menyerahkan posisinya sebagai pewaris konglomerat dan semua hartanya. Dia dikenal sebagai  istri seorang politikus yang miskin. Aku cukup jahat di masa mudaku. Aku terlibat dalam banyak protes politik dan tidur di lantai yang dingin  dari pusat penahanan di kantor polisi. Aku telah membuat hidupnya sulit sejak saat itu.” ucap Se Joon, beberapa ibu-ibu yang melihatnya ikut sedih mendengarnya  

Aku, yang memiliki banyak kemarahan terhadap dunia dan mulai berjalan di jalan yang salah tidak bisa menjangkau  dan meraih tangannya yang diarahkan kepadaku. Itu karena dia begitu berani sampai aku meragukannya... hanya karena dia berasal dari keluarga kaya. Namun, istriku... adalah seorang wanita pemberani.” Ucap Se Joon dengan mengurai air matanya. 

Dia membuang semua yang ia miliki... dan mencintaiku, yang tidak punya apa-apa. Sung Won yang melihatnya berkomentar kakak ipanyr itu harus  menjadi seorang actor karena terlihat benar-benar seperti  sungguhan.
Karena...itu memang benar. Gumam Yoo Jin mendengar semua pernyatan Se Joon.
Aku, bahkan  tidak bisa melindungi istriku yang baik... Aku kesulitan memperdulikan diriku sendiri... akankan orang  seperti aku bisa mengisi posisi yang... harus mengatasi rasa sakit dari 50 juta warga Korea?” ucap Se Joon, Semua terdiam.
Tidak, sebelum itu... apa bisa aku minta istriku... yang masih terbaring di tempat tidur dan menumpahkan air mata diam-diam... bahwa aku ingin dia terus berjalan bersamaku, di jalan pahit ini? Mulai saat ini, aku akan menghentikan semua kegiatan politikku...terkait pemilihan presiden.” Kata Se Joon 

Semua kaget termasuk Yoo Jin yang ada didalam ruangan, Wartawan bertanya apakah itu artinya  Se Joon akan mundur dari pemilihan presiden. Salah seorang mulai berteriak “Tidak bisa! Anda tidak boleh menyerah sekarang, Pak!” yang lain pun ikut mendukung Se Joon,
Sebagai gantinya, aku ingin memulai pertarungan baru! Mereka yang menentangku dengan taktik teror yang mengerikan! Mereka yang menyerang istri-istri  dan putri kami di tanah yang tidak bersalah ini... serta kekuatan teror yang berusaha untuk menginjak-injak yang lemah. Aku akan menghadapi dan melawan mereka.” Tegas Se Joon
Sebagai politisi, menggunakan semua  kekuatan untuk melawan kekuatan jahat adalah hal yang  lebih penting dari menjadi presiden. Ini adalah sesuatu yang  mungkin dilakukan bahkan jika aku bukan presiden.” Kata Se Joon, Semua langsung mengelu-elukan nama “Jang Se Joon!
Ini adalah sesuatu yang bisa  kulakukan bahkan jika aku bukan politisi! Ini adalah sesuatu yang kita semua bisa melakukan! Aku akan berada di sisi kalian semua! Aku akan berdiri dengan  kalian semua dan memenangkan pertarungan ini!” ucap Se Joon, Semua langsung berteriak memanggil “Presiden Jang Se Joon!” Se Joon pun diangkat dengan semangat seperti mendapatkan dukungan kembali dari orang-orang.
“Dia benar-benar sesuatu. Sepertinya ia masih memiliki perasaan, meskipun ia tidak memiliki moral.” Komentar Yoo Jin dalam kamarnya dengan senyuman liciknya. 

Di dalam studio
Pembaca acara merasa ini pengumuman yang cukup mengejutkan, dan meminta pendapatnya pada Tuan Kim.  Tuan Kim juga berpikir kalau benar-benar mengejutkan, kalau Se Jooon menyerah  atas pemilihan presiden untuk istrinya.
Ini sedikit ambigu, tapi kita bisa menganggap hal ini menjadi... pengumuman resminya bahwa dia mundur, kan?” ucap Si pembaca acara.
Apa maksudmu? Ini adalah deklarasi perang Tuan Jang Se Joon... terhadap kekerasan dan korupsi di masyarakat kita! Jadi... mengapa orang  seperti itu mundur karena kekerasan? Itu berarti bahwa dia kalah dari tekanan kekerasan! Itu yang para teroris...” ucap Tuan Kim terhenti karena tenggorakan yang tiba-tiba kering dan buru-buru minum.
Itu yang para teroris inginkan! Kita tidak bisa kalah karena tekanan dari teroris.” Ucap Tuan Kim,
Pembaca acara bisa mengerti, Tuan Kim pikir ,jika istri  kandidat Jang menonton ini sekarang maka ada sesuatu yang harus disampaikan padanya. Si pembaca acara bertanya apa itu.
Anda harus kuat! Dan tolong, kembalikan Kandidat Jang Se Joon kepada kami, karena dia ayah bangsa kita! Saya meminta anda atas nama seluruh Korea.” Ucap Tuan Kim
Si pembaca acara tanpa binggung lalu memotong dengan mengambil jeda iklan, setelah kamera Off mengeluh pada Tuan Kim yang bicara seperti itu tadi. Tuan Kim mengambil botol air minumnya merasa kalau  setidaknya bisa melakukan ini dan mereka bisa memberitakan pemilu hari ini jadi lebih baik tunggu dan lihatlah. 


Park Kwan Soo duduk dalam ruangan hanya bisa tertawa sinis melihat lawannya yang dielu-elukan dan diangkat saat melakukan wawancara di rumah sakit menurutnya itu Konyol sekali lalu meminta agar disediakan mobil. Sek binggung mau kemana Kwan Soo
Mereka mengatakan bahwa dia sakit, jadi aku harus menjenguknya.” Kata Kwan Soo, Sek binggung. Kwan Soo meminta agar mengambilkan pakaiannya. 

Kepala Joo memberikan sebuah hadiah untuk Je Ha, Je Ha melihat sebuah ID Card dengan nama Kim Je Ha, lalu berpikir Kepala Joo itu berencana  menggunakannya. Kepala Joo berpikir kalau  menganggap Je Ha sebagai warga setia negara Korea dan tak perlu khawatir karena  Kartu Identitas ini asli.
Dia seseorang yang pergi ke luar negeri  dan menghilang jadi  Tidak akan ada masalah. Selain aku sudah mendaftarkan semuanya atas  nama aslimu atas nama ini juga. Sebagai gantinya,  jangan mencoba membuat paspor dengan ID itu. Ada masalah di luar negeri yang belum kita ketahui.” Jelas Kepala Joo 

Sung Won masih ada dalam kamar kakaknya,  berkomentar kalau Se Joon seperti ini maka Yoo Jin akan benar-benar bisa menjadi Ibu Negara dan berpesan agar bisa menjaga dirinya dan pamit pergi.
Oh ya. Apa perusahaan  tidak berjalan baik akhir-akhir ini? Kenapa aku terus mendengar tentang dana perusahaanmu di sana-sini?” kata Yoo Jin dingin
Oh, itu... Yah, orang-orang selalu mengawasiku… Aku tidak bisa menarik banyak uang.  Tunggu saja sebentar lagi. Sahammu berpergian di luar negeri, jadi akan butuh sedikit waktu.” Ucap Sung Won menyakinkan.

Yoo Jin menatap adiknya seperti tak begitu yakin, Sung Won berusaha menyakinkan. Yoo Jin mengaku hanya berpikir itu mungkin  karena Sung Won tidak ingin melepaskan uang itu. Sung Won pikir itu tak mungkin dan akan dibayar kembali sepuluh kali lipat jika Yoo Jin menjadi Ibu Negara. Dan bertanya apakah kakaknya tidak berencana membantunya. Yoo Jin hanya diam, Sung Won pun pamit pergi meninggalkan kakaknya. 


Kwan Soo datang ke rumah sakit melihat banyak polisi dan pengawal bertanya Kenapa kalian semua bersenjata dan mengodanya kalau mereka seperti ingin membawanya. Polisi mengatakan bukan seperti itu tapi Petinggi memerintahkan agar mereka menjaga di sini karena apa yang terjadi kemarin. Kwan Soo pikir itu tak perlu.
Baru saja masuk wartawan kembali menyerbunya “ Pak, apa kau akan baik-baik saja? Lawanmu melihat peluang. “ Kwan Soo meminta agar mereka  Jangan mengarang cerita sembarangan dan sempat bercanda dengan wartawan berpikir kalau kamera itu menyala.
Ada rumor yang mengatakan bahwa  anda yang ada di balik serangan teroris ini.” ucap wartawan
Hei, aku juga ingin  menerima serangan teroris seperti itu. Tingkat persetujuanku akan meroket,  dan aku dapat bersantai di sini selama beberapa hari.” Kata Kwan Soo
Apa itu berarti anda menganggap ini  sebagai permainan Parlemen Jang?” ucap wartawan, Kwan Soo meminta  Berhenti mengarang cerita karena Itu kebiasaan buruk.
Apa yang akan anda bicarakan dengan Parlemen Jang?” tanya wartawan, Kwan Soo mengatakan datang hanya  untuk mengunjungi istrinya yang terluka. Menurutnya benar-benar mengerikan dan seharusnya tidak terjadi.
Akhirnya wartawan tak mengikuti Kwan Soo ke depan lift, Sung Won baru saja keluar dari lift melihat Kwan Soo. Kwan Soo pun menyapa Sung Won berkomentar pasti khawatir dan tak percaya akan terjadi pada kakaknya, setelah itu berjalan pergi. Sung Won pun mempersilahkanya. Keduanya saling menatap seperti menyimpan sesuatu. 


Je Ha berjongkok diluar rumah sakit kaget karena diminta menjadi pengawal. Kepala Joo ingat Je Ha juga dulu melakukannya di Iraq, jadi menurutnyai ini beruntung, ditawari pekerjaan  ketika tingkat pengangguran begitu tinggi.
Kau juga dibayar berdasarkan keterampilan, jadi kau akan mendapatkan banyak uang.” Ucap Kepala Joo
Kau tahu, aku tidak akan berjanji atas kesetiaanku kepada siapapun lagi. Untuk negara manapun atau organisasi apapun.” kata Je Ha
“Kau bilang Kesetiaan? Apa itu? Berikan itu pada anjing, aku tidak peduli. Aku juga tidak loyal kepada siapa pun. Yang perlu kita lakukan adalah mendapatkan uang. “ kata Kepala Yoo
Berapa banyak uang yang kau dapatkan untuk melakukan pekerjaan semacam ini? Kau pasti tahu yang aku lakukan bahwa kau akan dimanfaatkan dan kemudian dibuang.” Ucap Je Ha sinis
Kita hanya perlu memastikan  untuk membuang mereka terlebih dulu.” Kata Kepala Joo
Je Ha berdiri berkomentar  Kepala Joo sedikit berubah.  Kepala Joo mengatakan kalau Dunia yang berubah dan JSS tempatnya ditugaskan  bukanlah perusahaan keamanan biasa.  Menurutnya Jika Je Ha bandingkan itu dengan militer maka mereka adalah pusat data terbesar.
Di balik pagar, kita memiliki akses  rahasia terdalam dan tergelap dari JB Group... dan di luar,  kita mengumpulkan dan memantau jaringan data tentang politik, keuangan, dan media mengenai negara ini. Orang-orang ini bukan main. Mereka pasti akan memenangkan kursi kepresidenan. Dan jika itu terjadi, maka kau bisa dieksekusi.” Jelas Kepala Joo
Letnan... Kau pasti tahu, aku lelah terus berlari seperti ini Dan aku tidak berguna sekarang.” Kata Je Ha berjalan pergi

Kenapa? Apa karena kau tidak bisa membunuh orang lagi?” ucap Kepala Joo. Je Ha berhenti melangkah..
PTSD... Aku mendapat diagnosamu dari Blackstone pagi ini.  Jangan khawatir. Aku menghancurkannya  setelah membaca, dan aku satu-satunya yang melihatnya. Setelah melihat orang-orang yang dikirim untuk mengejarmu masih hidup... Kupikir ada sesuatu yang aneh terjadi.” Jelas Kepala Yoo
Jika kau tahu itu,  mengapa kau ingin aku bekerja untukmu?” ucap Je Ha sinis
Hei, kau.. Apa Kau pikir pengawal adalah  mesin pembunuh berdarah dingin? Kau, merupakan tentara terkuat di  medan perang dan memiliki indra tajam... sekarang adalah pertahanan utama yang bisa menahan pukulan lawan. Selain sekarang, kau tidak lagi mampu menggigit tuanmu. Itu perilaku nomor satu yang dimiliki pengawal.” Tegas Kepala Yoo
Aku suka jika kau bisa mengingat bahwa aku masih memiliki email itu.” balas Je Ha


Kepala Joo mendekati Je Ha mengajak agar mereka bersama pergi ke Blue House,dengan begitu mereka bisa balas dendam  pada bajingan yang melakukan semua ini pada mereka. Je Ha tak percaya begitu saja dengan kepala Joo yang menyebut “Blue House dan "Bajingan". Lalu menegaskan kalau ia janji pada dirinya sendiri  bahwa tidak akan datang ke negara terkutuk ini.
Dan sekarang aku ingat alasan  mengapa aku meludahi Bandara Incheon... dan bersumpah untuk tidak  pernah kembali! Apa Kau tahu itu?  Dan untuk balas dendam pada  orang-orang, itu tak ada gunanya.” Ucap Je Ha penuh amarah
Tetap di JSS sampai pemilu presiden.  Jika kau melakukannya, akan menguntungkan satu sama lain, dan kau tidak akan punya alasan untuk melarikan diri.” Ucap Kepala Yoo

Aku kembali ke sini karena diriku tak berguna.  Sudah cukup lama sejak aku kehilangan minat  pada apa yang terjadi di dunia ini. Jika tidak ada yang menyentuhku, maka tidak ada yang akan terluka. Aku akan menghapus isi email itu setelah pemilihan presiden berakhir.” Kata Je Ha berjalan pergi.
Kepala Yoo memanggilnya, beberapa pengawal juga menghalangi jalan. Tapi akhirnya kepala Yoo memberikan kode agar membiarkan Je Ha pergi. 

Sung Won datang mengunjungi Yoo Jin menanyakan keadaanya. Yoo Jin membalas semua baik-baik saja berkat Sung Won  yang memikirkan. Sung Won melihat ada kiriman bunga  bertuliskan  [Semoga cepat sembuh! Dari Presiden Kim Jung Hoon]
Suatu kehormatan Ketua Perwakilan Rakyat mengunjungiku.” Kata Yoo Jin, Sung Won sedikit kaget dan terlihat kesal karena Kepala Sekretaris akan datang sendiri.
Tidak, aku yakin mereka sedang sibuk dengan urusan negara.” Ucap Yoo Jin
Oh, tentu saja tidak! aku yakin mereka telah makan cheonggukjang buatanmu.  Itu tidak benar.” Kata Sung Won

Seseorang dari kalangan atas tidak akan repot-repot dengan orang-orang seperti kita. Oh yah, ngomong-ngomong. Kau sering makan cheonggukjang di tempat kami, kan? Saat ayahku masih hidup, Kita tidak sering makan  cheonggukjang sesering itu belakangan ini. Karena itu bau..” kata Soo Jin dengan nada menyindir. Sek Kim yang mendengarnya mencoba menahan tawanya.
“Ahh.. lucu sekali, Mendiang ayahmu adalah seorang pria yang sangat detail..kalau dilihat ia mempersiapkan masa depan...dengan memilih  Presdir muda itu untuk menjadi penggantinya.” Balas Sung Won, kali ini Sek Sung Won yang tak bisa menahan tawa, Sek Kim langsung melirik sinis. Akhirnya Sung Won pun pamit pergi dan berharap Yoo Jin bisa lekas sembuh


Sung Won mengumpat kalau Yoo Jin itu wanita tak tahu diri saat keluar dari kamar rawat. Je Ha ingin kembali ke kamarnya dengan menaiki lift, pengawal di depanya terlihat ketakutan kalau Je Ha tak dikat tanganya. Sung Won masuk lift dengan dua pengawal dan seorang polisi.
Je Ha menatap Sung Won seperti mengenalnya, teringat seperti jeritan tangisan di gurun pasir. Matanya melihat pistol yang ada pada polisi, Je Ha langsung memukul dua pengawal Sung Won lalu mengambil pistol dan menembaknya semuanya. Sung Won kaget melihat Je Ha yang ada dibelakangnya, Je Ha mengangkat pistolnya dengan mata penuh dendam ingin menembak Sung Won.
bersambung ke episode 4 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar