Sabtu, 01 Oktober 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 15 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Ji Woon tertidur pulas, Ha Won datang melihatnya menyuruhnya bangun karena baru saja makan dan kenapa harus tidur. Ji Woon dengan malas terbangun kenapa harus membangukannya, Ha Won mengatakan kalau Ji Won tak boleh seperti ini.
Jika kau terus makan sambil tidur maka berat badanmu akan bertambah!” kata Ha Won, Ji Woon menegaskan Berat badannya masih normal
Itu menurutmu... Dokter minta aku untuk menjaga agar berat badanmu tidak naik sebelum hari operasinya!” tegas Ha Won, Ji Woon kesal melihat Ha Won itu benar-benar berlebihan!
Ah, semua ini demi dirimu.. Cepat, bangunlah!” kata Ha Won

Ji Woon menghela nafas lalu mengambil tissue, Ha Won melihat gambar toko tissue dengan wanita berpakaian sexy dan mengeluarkan tissue dari bokongnya dan langsung mengambilnya, mengatakan kalau Ji Woon itu tak boleh mengambilnya. Ji Woon heran karena hidungnya itu meler, Ha Won menyuruh Ji Woon mengunakan tissue toilet saja dan mengaku itu miliknya.
Hei, kenapa kau letakkan disini jika kau mengatakan itu milikmu!” ucap Ji Woon mengejek
Aku tidak meletakkannya disini tapi Ahjumma Beolgyo yang meletakkannya!” kata Ha Won
Ji Woon tak mau kalah begitu saja menarik kotak tissue, karea menurutnya itu miliknya. Ha Won tetap tak memperbolehknya. Ji Woon mengoda kalau Ha Won sekarang bahkan cemburu dengan kotak tisu. Ha Won menyangkalnya, Ji Woon pun meminta agar Ha Won memberikanya, akhirnya Ha Won pun jatuh di atas badan Ji Woon dan keduanya saling menatap. 
Memang ini tujuanmu, kan? Karena Kau ingin menciumku” goda Ji Woon, Ha Won gugup menatap Ji Woon yang sangat dekat dan menyangkalnya dan ingin bangun, Ji Woon menanhanya.  
“Kau Jangan bohong!” ucap Ji Woon sengaja memajukan bibirnya agar Ha Won menciumnya. Ha Won langsung menolak untuk menciumnya, lalu mengambil remote TV untuk menonton TV saja. 


Berita tentang Tuan Kang disiarkan Diungkapkan kalau akan diadakan  rapat pemegang saham khusus Siang ini untuk membicarakan  pemberhentian PresDir Kang Jong Du. Ini sangat menarik perhatian, soal penerus Haneul Group Karena PresDir kang masih koma saat pertemuannya berlangsung.
Beberapa orang percaya mungkin yang akan ditunjuk adalah orang ketiga dalam posisi tertinggi Di Haneul Group, sementara yang lainnya percaya kalau mungkin salah satu dari Kang bersaudara.
Yoon Sung duduk di ruangan Tuan Kang terlihat sedikit frustasi dan kebinggungan, ibunya menelp memberitahu  Rapat pemegang saham khusus baru saja di umumkan.
Kita sudah terlalu jauh untuk mundur sekarang. Kau tahu itu, kan? Yang harus kau lakukan adalah memang yang harus dilakukan.” Ucap Nyonya Ji. Yoon Sung menatap papan nama Presdir Kang Dong Ju diatas meja.

Hyun Min seperti sedang melakukan meditasi untuk memenangkan diri di ponselnnya sudah ada pesan.  [RAPAT PEMEGANG SAHAM KHUSUS, 2016. KAMI HARAP KALIAN BISA HADIR. TANGGAL DAN WAKTUNYA AKAN SEGERA DI UMUMKAN] Seo Woo datang bertanya apakah Hyun Min sudah melihat pesan yang diterimanya. Tak percaya kalau Mereka akan memberhentikan Kakek?
Intinya, mereka akan memaksa kakek untuk berhenti” kata Hyun Min
Tunggu... Apa Kau tahu soal ini? Kalau begitu... apa intinya semua orang sudah mengkhianati Kakek sekarang?” ucap Seo Woo panik, Hyun Min menyuruh agar tak berisik karena ia  perlu berpikir
Mereka tidak akan mendapatkan banyak dukungan untuk memberhentikan Kakek” kata Seo Woo yakin

Tidak… Kita ada di posisi yang kalah sekarang” kata Hyun Min, Seo Woo kaget mendengarnya.
“Di kubu lain sudah mulai mengambil tindakan Dan mereka sedang dalam proses meyakinkan  kubu kita untuk berpaling pada mereka” kata Hyun Min
Seo Woo tak percaya dan bertanya siapa orangnya, Hyun Min menyebut nama Yoon Sung, Seo Woo kaget keduanya kalinya. Hyun Min menjelaskan kalau Yoon Sung yang merencakan semua ini dari balik laya dan meminta Seo Woo agar menemui pemegang saham yang di dunia hiburan dan ia akan temui mereka yang  di bahan kimia dan kontruksi bangunan
Apapun yang terjadi,  kita harus bertahan sampai kakek sadar Mengerti!” tegas Hyun Min, Seo Woo menganguk mengerti walaupun shock tak percaya kalau Yoon Sung ternyata yang mengkhianati mereka. 


Di sudut kota dengan layar besar terlihat berita [SATU HARI SEBELUM RAPAT KHUSUS  PEMEGANG SAHAM HANEUL GROUP] yang lainya menuliskan [HARUSKAH PRESDIR HANEUL GROUP  TURUN JABATAN?]
Nyonya Ji duduk santai dengan menunggu dirumah sakit karena rencana menjatuhkan suaminya sudah ada didepan mata.  Seo Woo turun dari mobil masuk ke dalam agencynya, semua wartawan mendatanginya ingin tahu pendapatnya. Sementara Hyun Min pergi ke kantor Haneul berbciara dengan para petinggi.
Alasan mengapa aku memanggil kalian semua hari ini adalah untuk melindungi Haneul Group. Aku yakin kalian semua akan bingung Bagaimana orang yang tidak tahu apa-apa seperti aku bisa mengatasi situasinya” ucap Hyun Min

Ya, Aku sadar akan hal itu. Namun, aku tidak bodoh untuk bisa menjalankan perusahaan yang sudah kakek lindungi 50 tahun lamanya. Terlebih lagi, aku bukan anak-anak lagi dan bisa bekeja keras itu saja yang bisa aku katakan soal diriku. Kepada kalian yang sudah berjuang  sejak berdirinya perusahaan ini. Aku tahu betapa beratnya beban jabatan ini. Untuk itu, Aku ingin bertanggung jawab  sebagai pewaris Haneul Group.” Ucap Hyun Min berusaha menyakinkan.
Dengan rendah hati Aku mohon pada kalian untuk percaya dengan ketulusanku. Aku ingin melindungi Haneul Group yang sudah menjadi milik kalian semua. Bukan hanya milikku dan kakekku” kata Hyun Min lalu membungkuk memohon pada semuanya. 

Hye Ji melamun dalam toko sambil mengingat ucapan Carry Hong, “Apa aneh, kenapa dia ingin membantu wanita yang dia sukai?” teringat kembali saat Hyun Min mebmberikan surat dari ayahnya yang sedang di penjara karena kasus pengelapan.
Semua ini, Kang Hyun Min lah yang menyimpannya di gudang penyimpanan Dia minta aku memberikannya padamu. Dia... benar-benar mengkhawatirkanmu” ucap Ji Woon memberitahu semua barang-barang yang digudang.
Hye Ji lalu mendengar  berita dari TV Kepemimpinan Haneul Group akan menjadi topik rapatnya. Berdasarkan sumber yang berhubungan dengan ceritanya Salah satu dari mereka akan menggantikannya  Apakah, cucu PresDir Kang, Kang Hyun Min?” Akhirnya Hye Ji meminta izin pada temanya agar bisa keluar sebentar karena benar-benar mendesak

Hyun Min pergi menemui kakeknya yang belum sadarkan diri memberitahu  sudah berusaha keras jadi meminta agar Lebih baik singkirkan neraka ini untuknya dan cepat bangun, tentu saja sang kakek hanya diam saja. 

Ji Woon sudah duduk di depan ruangan mengetahui dari  Seo Woo kalau Hyun Min  sudah sibuk semalaman. Hyun Min merasa Ji Woon sedang ingin membuatnya kesal sekarang. Ji Woon bertanya apakah sudah menemukan solusinya.  Hyun Min menyuruh Ji Woon bertahan saja saat ini  karena hari operasinya besok. Ji Woon memberikan sebuah amplop.
Ini surat kuasaku. Terlepas dari semuanya,  Aku juga pemegang saham Haneul Group.” Ucap Ji Woon membantu saudara sepupunya.
“Apa Kau memanggilku kesini hanya untuk ini?” kata Hyun Min tak percaya, Ji Woon pikir itu karena besok akan dioperasi
Tidak disangka ternyata kau ini berpikir akan membantuku” komentar Hyun Min,
Ini bukan hanya kewajibanmu tapi kewajibanku juga Aku membantu kakek untuk tetap hidup  dengan secuil hatiku Tapi kakek akan shock jika tahu  kalau dia kehilangan jabatannya. Dan Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Pastikan kau melindunginya besok.” Kata Ji Woon

Hyun Min terlihat penuh semangat, lalu mengemudikan mobil ke tempat Hye Ji berkerja, tapi ia malah kesal sendiria karena harus datang ke tempat itu juga dan bergegas pulang. 

Ja Young menarik Seo Woo pergi ke sebuah restoran pizza, Seo Woo menahanya memberitahu kalau ia sekarang benar-benar tak selera makan. Ja Young melihat Seo Woo sekarang semakin kurus saja dan karena hari ini ia gajian jadi mereka bisa makan tiga porsi. Seo Woo melotot kaget dan Ja Young tetap menariknya masuk ke dalam restoran.
“Apa Kau benar-benar tidak ingin makan?” tanya Ja Young sudah mengambil satu slice pizza
Bagaimana aku bisa makan,  saat semuanya sedang menderita? Kakek dan Ji Woon akan dioperasi besok” ucap Se Woo dengan wajah khawatir , Ja Young ikut sedih mendengarnya.

“Memang ada sesuatu dengan perusahaan,  Ji Woon dan Kakek Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan  untuk membantunya, Aku tidak tahu  harus berbuat apa” kata Seo Woo.
Bernyanyi! Apa yang sangat kau butuhkan saat dalam kesulitan? Itu adalaha Seseorang yang menyemangatimu, kan? Jadi kau bisa menyemangati mereka  dengan lagu terbaikmu! Jadi Itu yang paling mereka butuhkan  darimu saat ini. Apa Kau masih belum menyadarinya?” ucap Ja Young
Tapi anehnya... Kenapa kau yang pertama kali ada di pikiranku  saat seperti ini?” ungkap Se Woo.
Ja Young tersenyum bahagia mendengarnya karena tak percaya,  lau merasa kalau mereka memang ditakdirkan untuk bersama. Seo Woo tertawa menndengarnya lalu mengajak mereka mulai makan. Ja Young pun mulai semangat untuk makan. 


Hye Ji sudah menunggu didepan kamar Hyun Min, Hyun Min baru datang melihat Hye Ji bersikap acuh dan ingin masuk kamar. Hye Ji mengajak mereka untuk bicara, Hyun Min meminta agar Hye Ji pergi saja karena benar-benar lelah hari ini
Kau bisa hentikan sekarang, Kau tidak perlu menyesal lagi. Terhadap Oppaku..... atau Aku..” kata Hye Ji
Hyun Min mengingat kembali saat kejadian, mereka sedang main tembak-tembakan dan saat menyebarang jalan kakak Hye Ji tertabrak mobil. Hyun Min hanya diam saja melihat kakak Hye Ji yang tergeletak dan masih sadarkan diri dan akhirnya berlari meninggalkanya. 

Itu bukan salahmu, Hyun Min... Maafkan aku karena aku tidak tahu soal ini sebelumnya” ucap Hye Ji, Hyun Min malah meminta maaf dan memilih untuk pergi masuk ke dalam kamarnya.
Hye Ji duduk sambil menangis, sementara Hyun Min terdiam dalam kamarnya seperti masih belum bisa menerima semuanya tapi akhirnya keluar lagi dari kamarnya.
“Ini sangat sulit bagiku. Sekarang, Aku harus melindungi perusahaan  dan Kakek Tapi aku tidak pernah melindungi  apapun yang menjadi milikku. Aku tidak bisa melindungi  apa yang terpenting bagimu Dan aku merasa, yang aku lakukan  hanya melukaimu dan membuatmu sengsara Itu sebabnya aku menjauhimu dan menutup hatiku untukmu” akui Hyun Min
Tapi aku tidak akan melakukan itu lagiAku sudah salah karena lari darimu Mulai sekarang... Aku akan melindungimu” kata Hyun Min lalu berjalan mendekati Hye Ji dan menciumnya. 

Ji Woon melamun dalam kamarnya teringat kembali dengan kata-kata dokter Dengan kata kasarnya,  kau mungkin tidak akan sadar lagi. Apa kau masih akan melanjutkan operasinya? Ha Won masuk kembali ke kamar, Ji Woon pun memberikan senyumanya agar pacarnya itu tak khawatir.
Bagaimana jika... Terjadi kesalahan saat operasinya  dilakukan besok?” tanya Ji Woon, Ha Won langsung memukulnya, Ji Woon pun mengaduh kesakitan.
Jangan bilang seperti itu! Jika kau seperti itu,  maka Aku akan beri pelajaran untukmu!” kata Ha Won mengancam dengan mata berkaca-kaca
Sepertinya si hebat Eun Ha Won sangat takut rupanya” ejek Ji Woon


Itu tidak akan terjadi, jadi jangan bicara seperti itu” ucap Ha Won menyakinkan, Ji Woon mengaku tidak takut sama sekali karena Ha Won selalu ada di sisinya. Ha Won terlihat tersipu malu mendengarnya.
“Apa Kau ingat hari pertama kita bertemu  di krematorium? Kalau dipikirkan lagi, aku rasa ibuku  membiarkanku bertemu denganmu saat itu. Dan Saat itu hari peringatan kematian ibuku” cerita Ji Woon
“Ahh.. Benarkah? Saat itu juga hari peringatan  kematian ibuku” kata Ha Won tak percaya
Wuaa, itu artinya kita akan ada  di tempat yang sama setiap tahunnya” ucap Ji Woon tapi baru bertemu waktu itu. 

Keduanya saling menatap, Ji Woon memegang tangan Ha Won memberitahu  Malam ini adalah malam terakhir lalu menariknya untuk naik keatas tempat tidurnya. Ha Won menurut dengan berbaring dan saling menatap Ji Woon memegang tanganya.
“Apa Kau tahu... Ada banyak hal yang ingin aku lakukan bersamamu” ucap Ji Woon, Ha Won bertanya apa contohnya.
Aku ingin duduk disampingmu dan  menonton film dan berjalan-jalan di taman bersamamu, lalu aku juga ingin makan ddukbokki di pinggir jalan denganmu” ungkap Ji Woon
“Kenapa kencan yang kau inginkan  sederhana sekali sementara kau ini anak rang kaya?”ejek Ha Won
“Oh Yah.. Kau masih belum mengabulkan keinginanku” kata Ji Woon,  Ha Won binggung Keinginan yang mana. 

Ji Woon mengingatkan saat dibukit berkata “Jika aku yang pertama kali menemukannya, maka kau harus mengabulkan keinginanku!” dan ia yang menemukan kalung milik ibu Ha Won.,
Kabulkan keinginanku” ucap Ji Woon, Ha Won bertanya apa keinginanya.
Kita kencan” kata Ji Woon, Ha Won bertanya kapan waktunya. Ji Won menjawab saat ini juga. 

Ha Won datang ke bagian receptionist, membawa sebuah tas yang berisi minuman lalu membangikan pada perawat yang berjaga, setelah itu dengan sengaja menaruh tasnya dilantai. Ji Woon sambil merangkak mengambil tasnya dan pergi.
Keduanya berada di lift dengan Ji Woon sudah mengunakan pakaian biasa, saat pintu lift terbuka banyak dokter didepan mereka. Keduanya langsung berlari menghindari dari orang-orang yang akan mengejar mereka. Ji Woon memeluk erat Ha Won saat berjalan bersama keluar dari rumah sakit. Keduanya terlihat sangat bahagia menikmati kencan mereka. 


Lalu mereka pergi ke area permainan tak lupa untuk foto bersama, setelah itu menonton fil dengan Ji Woon yang menyuapi Ha Won popcorn. Keduanya tertawa bersama dan Ha Won menatap sedih Ji Woon yang mengenggam tangan dan menciumnya, karena hari ini memang hari terakhir sebelum berpisah dengan Ji Woon.
Keduanya pergi ke akuarium raksasa, Ji Woon mengejek salah satu ikan yang mirip Ha Won lalu ia merasa Ha Won itu tinggal dalam akuarium besar karena Ha Won itu putri duyung hidup di air Keduanya pun kembali foto bersama dalam akuarium. Keduanya kembali selfie bersama, diam-diam Ji Woon memberikan kecupan di pipi Ha Won. Ha Won merengek Ji Woon kembali melakukanya. 


Ha Won makan dengan lahap toppoki di warung tenda dan juga sondae, Ji Woon dengan wajah cemberut bertanya apakah rasanya enak. Ha Won dengan sengaja mengatakan rasanya sangat enak. Ji Won bertanya apaah Ha Won tidak ingin berbagi padanya. Ha Won mengingatkan kalau Ji Woon yang ingin datang ke tempat ini jadi ia memlakukan hanya mengabulkan keinginannnya.
Tapi aku tidak bisa makan!” kata Ji Woon kesal,
Tentu saja tidak boleh! Kau tidak boleh makan karena kau  akan di operasi besok. Jadi benar-benar Tidak boleh!” tegas Ha Won melarangnya.
Kalau begitu, kita harus kembali kesini lagi. Apa kau harus memakannya sendiri hari ini?” ucap Ji Woon, Ha Wo hanya terdiam menatapnya
Kenapa, apa kau tidak ingin kembali  denganku kesini lagi? Kenapa kau tidak menjawabku?”kata Ji Woon, Ha Won mengatakan kalau ia memang harus kembali nanti bersama-sama. 

Ji Woon tersenyum, lalu terdengar suara lampu untuk menyeberang jalan. Ha Won mengajak Ji Woon untuk segera pergi karena lampu hijau sudah menyala, Ji Woon berlari mengikutinya. Sesampai ditengah jalan, Ha Wn teringat dengan ponselnya dan merasa meninggalkannya disana. Ji Woon melihat jaraknya sudah cukup jauh jadi menyuruh agar Ha Won menyebarang saja dan ia yang mengambilkanya.
Ponselmu ada padaku!” ucap Ji Woon memperlihatkan ponselnya diseberang jalan. Ha Won yang melihatnya langsung berteriak memanggilnya.
Jangan terkejut jika aku tidak disana  saat kau terbangun setelah operasi.” Ucap Ha Won dengan suara pelan, Ji Woon melihat Ha Won berbicara bertanya apa yang dikatakan.
Maafkan Aku” ucap Ha Won dengan wajah sedih, Ji Woon berteriak tak bisa mendengarnya.
Aku bilang, aku mencintaimu!” teriak Ha Won, saat itu lampu hijau untuk pejalan kaki kembali menyala.
Ji Woon menyeberang jalan dan langsung memeluk Ha Won, lalu Ha Won bertanya apakah Ji Woon mendengar suaranya. Ji Woon menjawab dengan menciumnya. 

Ha Won berbaring di sofa sudah tertidur pulas, Ji Woon menatapnya dengan menarik selimut Ha Won setelah itu memegang erat tanganya seperti tak ingin berpisah.
jangan khawatir.. Aku pasti akan kembali ke sisimu” ucap Ji Woon yakin 

Pagi hari
Hyun Min sudah siap dengan pakaian rapih dengan jasnya, lalu pesan masuk dari Hye Ji “Pastikan kau melindungi posisi kakekmu. Sama seperti janjimu untuk melindungiku. Kali ini Hyun Min bisa tersenyum melihat pesan dari Hye Ji seperti tak akan menahan lagi perasaanya. 

Nyonya Park dan Yoo Na berjalan bersama dengan memakan es krim, Yoo Na mengeluh mereka harus jauh-jauh ke pasar hanya untuk membeli ikan sprout seharga 2,000 won karena Ada banyak pasar didekat rumah. Nyonya Park memberitahu kalau di pasar tadi harganya yang paling murah
“Ini Menyenangkan, kan? Kita juga bisa berolahraga” ucap Nyonya Park, Yo Na mengeluh kalau ini bukan olahraga tapi kakinya malah kesakitan.
“Dasar kau ini... Coba Lihat dirimu!  Kau bahkan tidak punya pekerjaan!” ucap Nyonya Park kesal
Aku kerja paruh waktu!” ucap Yoo Na membela diri
Oh, maksudmu kerja paruh waktu  yang membuatmu tidur dan akhirnya di pecat?” ejek Nyonya Park
Hei, mereka itu yang aneh sekali! Seharusnya mereka melihat cara tidurku!  Itu saja sudah menjadi sebuah seni!” kata Yoo Na tak mau disalahkan.
Aigoo. Bagaimana kau bisa mengurusnya  saat kau tidak bisa melakukan apa-apa?” keluh Nyonya Park 

Yoo Na merasa Tuan Eun akan mengumpulkan  uang yang banyak. Nyonya Park merasa kalau anaknyaitu tak tahu kesulitan apa yang sedang dihadapi ayahnya sekarang, menurutnya Akan jadi baik jika tidak dipecat, karena sekarang suaminya bekerja keras sendirian dan mengkhawatirkan kesehatannya.  Yoo Na mengejek ibunya seperti memberikan rasa cinta pada Tuan Eun. Nyonya Park lalu melihat ponselnya yang berdering, ketika mengangkatnya matanya langsung melotot kaget. 

Di dalam ruang rapat terlihat suasana tegang, Hyun Min menatap sinis pada Nyonya Ji dan juga Yoon Sung yang duduk didepanya. Ketua rapat pun masuk ruangan.
Sementara di rumah sakit, Ji Woon sudah mulai melakuan persiapan dengan memakain selang oksigen,  Ha Won sedih menatapnya lalu memegang erat tangan Ji Woon dengan senyuman memberikan semangat agar pacarnya itu bisa melewatinya. 

Ketua pun akan memulai Rapat khusus pemegang saham tahun 2016 dengan Topik pembicaraan hari ini adalah  pemberhentian PresDir Kang Jong Du, Jadi mereka akan mulai dengan proses pemungutan suaranya. Semua mulai memasukan kertas dalam kotak.
Wajah Nyonya Ji benar-benar tegang, Yoon Sung pun memasukan pilihanya pada kotak suara. Hyun Min melihat sinis pada Nyonya Ji yang memuji anaknya sudah melakukan yang terbaik karena mereka sekarang sudah hampir selesai.  Yoon Sung menatap Hyun Min yang masih menatap sinis padanya.
Ji Woon dan Tuan Kang sudah siap masuk ke dalam ruang operasi, Ji Woon memandang kakeknya yang akan diselamatkanya tapi berbahaya juga untuknya.

Sementara Di gedung Haneul grup, pemimpin rapat akan mengumumkan hasilnya soal pemberhentian PresDir Kang, Hyun Min mengenggam tanganya erat-erat terlihat benar-benar gelisah. Nyonya Ji dan Yoon Sung
ikut tegang.
Dokter akan memulai operasi hati antara Hyun Min dan juga Tuan Kang. Tiba-tiba terdengar bunyi tanda peringatan dari monitor, Ha Won menunggu didepan ruang operasi dengan menatap fotonya bersama Ji Woon seperti ini adalah kenangan terakhirnya sebelum pergi. 
bersambung ke episode 16

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar