Selasa, 18 Oktober 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 17 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Pangeran Lee duduk didepan Jahyeondong teringat kembali saat duduk bersama Ra On dan juga Byung Yun untuk pertama kalinya.
Flash back
Ra On mengatakan dirinya itu yang memberi lebih banyak daripada orang lain di Joseon yaitu Hong Sam Nom, memberikan cinta dengan memberikan bagian paha ayam gingseng yang besar untuk dirinya. Pangeran Lee saat itu hanya menatapnya dan Ra On belum mengetahui kala dirinya seorang Putra Mahkota.

Apa kau kebetulan tahu apa julukan dari Putra Mahkota?” kata Ra On membahasnya dengan Pangeran Lee dan juga Byung Yun
“Apa maksudmu Putra Mahkota Bunga?” kata Pangeran Lee percaya diri
Paviliun kotoran.” Kata Byung Yun. Pangeran Lee melirik sinis sementara Ra On tertawa bahagia karena mendengar tidak ada satu orang pun yang tak mengetahui julukan itu.
Byung Yun tersedak dengan menahan tawanya, Pangeran Lee terlihat kesal Byung Yun itu bisa tertawa mengejeknya,  Ra On terlihat bahagia melihat Byung Yun ternyata bisa tertawa juga karena merasa sebelumnya Byung Yun Itu punya masalah untuk tersenyum


Pangeran Lee membayangka kedua orang yang disayangi sudah tak ada ditempat itu, lalu merasakan ada orang yang datang dibelakangnya. Saat menengok wajahnya terlihat sedih karena melihat Ha Yeon yang datang bukan Ra On, Ha Yeon pun akhirnya duduk di samping Pangeran Lee.
Apa kau kecewa bahwa itu aku yang datang?” ucap Ha Yeon, Pangeran Lee menyangkalnya. Dan mengaku hanya sedikit terkejut.
Sebenarnya, aku juga merasakan sakit hati baru-baru ini.” ungkap Ha Yeon jujur, Pangeran Lee bertanya apakah karena upacara pernikahan?
Aku sudah tahu siapa yang ada dalam hatimu. Aku sudah menjadi Putri Mahkota karena sebuah kesepakatan... jadi akan menggelikan bagiku untuk mengharapkan sesuatu yang lain. Jadi, aku telah memutuskan untuk berkonsentrasi pada peran utamaku. Meskipun aku tidak bisa menghiburmu seperti wanita itu, Aku akan tetap menjadi pendampingmu agar kau bisa tetap menjadi Putra Mahkota, karena aku yang akan tetap ada di sisimu sampai akhir, Yang Mulia.” Kata Ha Yeon, Pangeran Lee terdiam seperti tak percaya. 

Ratu Kim bertemu kembali dengan Yoon Sung di kamarnya, Yoon Sung bertanya apa tujuan Ratu Kim meminta agar datang.  Ratu Kim membalas apakah Yoon Sung bertanya karena bener-benar tidak tahu, lalu memberitahu kalau Putra Mahkota akan segera diturunkan.
Kapan kau akan berhenti bersikap acuh tak acuh dari persaingan antara kau dan Pangeran untuk siapa yang akan menjadi Putra Mahkota baru?” kata Ratu Kim
Yang Mulia Ratu, ah... bukan, maksudku Bibi.... Alasan kenapa aku tetap tenang meskipun mengetahui kebenarannya dan tidak ingin mengakuinya, adalah karena alasan dari garis keturunan kita yang payah. Meskipun begitu, aku pikir kau ingin melihat dia untuk satu kali saja...” kata Yoon Sung, Ratu Kim menatap Yoon Sung seperti tak percaya
Aku sedang berbicara tentang anakmu, anak Yang Mulia, yang secara menyedihkan kau buang karena keserakahanmu akan kekuasaan.” Kata Yoon Sung menyindir, Ratu Kim berteriak menyuruh Yoon Sung diam,
“Kau harus Akui saja.... Itu adalah kemurahan hatiku yang terakhir yang akan aku berikan kepadamu.” Ucap Yoon Sung, Ratu Kim berkaca-kaca menahan amarahnya, saat itu didepan ruangan PM Kim mendengar pembicaraan keduanya dan langsung berjalan pergi dengan tatapan dingin. 

Kasim Jung terlihat khawatir karena mereka tidak bisa menunda lebih lama lagi jadi mengajaknya agar masuk ke istana. Pangeran Lee meminta agar menunggu sebentar saja. Pengawal memberitahu Duta besar Jung Duk Ho sudah datang, Pangeran Lee pun menyuruh masuk. Tuan Jung bergegas masuk ke dalam ruangan. Pangeran Lee menanyakan hasilnya.
Dia ditangkap di dermaga pada saat akan melarikan diri dari ibukota. Setelah mengkonfirmasinya, ternyatdia memang orang yang mengumpulkan para pembunuh saat itu.” ucap Tuan Jung, Pangeran Lee mengerti dan mengajak mereka semua untuk pergi. 

Ui Gyo melaporakan pada raja, menurutnya Tanpa permintaan maaf atau hukuman dari skandal yang terjadi selama ini dan sekarang Pangeran Lee  bahkan pergi ke Gisaeng dan ke tempat perjudian.
“Tidak memenuhi kewajiban putra mahkota dan menjatuhkan kehormatan keluarga kerajaan, sesuatu harus dilakukan agar perilakunya yang seperti ini segera dihentikan.” Kata Geun Gyo, beberapa mentri mengangguk-angguk setuju.
Pengawal memberitahu Pangeran Lee telah datang, Raja dengan wajah binggung mempersilahkan Pangeran Lee untuk masuk ruang rapat. Pangeran Lee berjalan masuk ke dalam ruang rapat, Raja bertanya apakah anaknya itu meninggalkan istana lagi. Pangeran Lee membenarkan.
“Lalu Kau mau pergi kemana?” tanya Raja penasaran ingin membuktikan.
Seperti yang dikatakan oleh Perdana Menteri, aku pergi ke rumah pelacuran dan pusat-pusat perjudian, Yang Mulia.” Ucap Pangeran Lee, Ui Gyo tersenyum bahagia mendengarnya sementara Raja terlihat kaget.

Mereka mengatakan bahwa kau hanya bisa menjadi penguasa yang baik kalau kau mendengarkan jeritan rakyat. Aku tidak bisa mendengar apa-apa kalauhanya tetap berada di dalam istana. Jadi, aku menghabiskan sepanjang malam bersama rakyat dan mendengarkan berbagai kekhawatiran dan saran.” Jelas Pangeran Lee
Apa rakyat itu adalah pelacur dan penjudi?” sindir Ui Gyo, Pangeran Lee membenarkan dan bertanya apakah itu ada yang salah.
Yang Mulia, ini adalah sesuatu yang tidak bisa dibiarkan.” Kata Ui Gyo dengan mata mengejek
Dari para menteri dan pejabat enam kementerian surat untuk meminta diturunkannya Putra Mahkota dari tahta semakin banyak.” Tegas Geun Gyo.
Yang Mulia, aku dengan bersungguh-sungguh memintamu untuk menurunkan Putra Mahkota dari tahta  dan mengusirnya. Tolong pertimbangkan.” Ucap PM Kim, Semua pun meminta agar Raja bisa mempertimbangkanya.
Aku mengerti semua keinginan kalian. Tapi bahkan jika sudah waktunya bagiku untuk pergi, Aku berpikir untuk menceritakan beberapa cerita menarik yang aku dengar saat pergi ke rumah bordil dan judi. Jadi Maukah kau mendengarkannya satu kali saja?” kata Pangeran Lee dengan nada mengejek. 


Seorang Gisaeng datang memegang tangan Ratu Kim melihat sangat kurus dan berpikir karena ibunya itu tak bisa memasakan makanan saat pemulihan setelah melahirkan. Ratu Kim seperti tak suka ada panggilan ibu, lalu meminta agar menjaga mulutnya. Si wanita pun melepaskan tangan Ratu Kim meminta maaf dengan sopan.
“Jadi Di mana anak itu?” tanya Ratu Kim, Si wanita binggung anak siapa yang dimaksud.
Anak yang dibawa dan sekarang dirawat oleh pelacuritu, di mana dia?” kata Ratu Kim, Si wanita bertanya kenapa Ratu Kim mencari anak itu.
Mungkinkah...” kata Si wanita berpikir kalau anak itu adalah anak kandung Ratu Kim, lalu berharap kalau itu tak mungkin. Ratu Kim bertanya kemana anak itu pergi.
Baru saja, seseorang yang berkata kalau mereka dari istana membawanya.” Kata Si wanita kaget, Ratu Kim juga tak percaya kalau anak itu dibawa ke dalam istana. 

Raja bertanya apa yang ingin dikatakan anaknya itu dengan melempar gambar wajah di ruang rapat, Pangeran Lee meminta sedikit waktu lagi. Raja pun mememberikanya, dan meminta agar mereka semua melihat gambar-gambar ini dengan hati-hati agar bisa mengingat apa wajah-wajah ini tidak asing.
Tapi... kenapa semua matanya tertutup?” tanya Ui Gyo bingung, Pangeran Lee membenarkan dan ingin menanyakan pendapat semuanya.
Itu karena mereka semua mati... Terkadang karena mereka salah bicara, terkadang bahkan sebelum mereka membuka mulut.  Itu mungkin karena orang mati tidak berbicara. Aku juga terkejut ternyata Mereka meninggalkan cukup banyak bukti.” Kata Pangeran Lee, Duo Kim terlihat panik mendengarnya.
Aku menelusuri mayat para pembunuh yang menyerang Istana Timur, dan menemukan bahwa yang pertama kali mengumpulkan mereka, dengan memberi mereka uang, dan memberi mereka perintah.” Kata Pangeran Lee
Bukankah kita sudah mengetahui bahwa itu adalah perbuatan dari Komunitas Awan Putih?” ucap Geun Gyo membela diri, Pangeran Lee pikir mereka akan tahu kalau bertanya kepada mereka lalu meminta seseorang masuk. 

Seorang pria yang sudah mengunakan baju tahana dibawa oleh panglima, Ui Gyo dan Geun Gyo makin tegang. Pengeran Lee bertanya Apa orang yang meminta pria itu  untuk mengumpulkan para pembunuh ada di ruangan ini. Si pria menatap satu persatu dan melihat ke arah Ui Gyo, Ui Gyo melirik sinis seperti memberikan ancaman, tapi si pria langsung membenarka kalau ada orangnya.
Tunjukan yang mana dia.” Ucap Pangeran Lee, si pria tanpa takut menunjuk Ui Gyo dan juga Geun Gyo
“Apa Dia yang sudah memberikan semua lahan pertanian untuk orang-orang ini?” tanya Pangeran Lee
Setelah penyelidikan menyeluruh, mereka adalah  anak buah Menteri. Ini adalah buku rahasia Menteri.” Kata Panglima

PM Kim hanya bisa terdiam, Ui Gyo tertawa menurutnya itu tak masuk akal, Pangeran Lee dengan nada tinggi meminta agar memberitahu  siapa orang yang memintanya untuk menyalahkan pembunuhan pada Komunitas Awan Putih. Si Pria menyebut dia adalah Menteri Personalia dan Menteri Kehakiman dan meminta ampun pada Pangeran Lee atas kesalahanya.
Menteri, apa Putra Mahkota mengatakan yang sebenarnya?!” kata Raja tak percaya
Yang Mulia, bagaimana bisa kau percaya kata-kata Putra Mahkota?! Ini semua... tuduhan yang tidak berdasar!”kata Ui Gyo membela diri
Apa kau masih mencoba untuk membuat alasan?! Petugas Investigasi Kerajaan.... Segera penjarakan mereka berdua di Kantor Investigasi Kerajaan dan selidiki kejahatan mereka secara menyeluruh!”tegas Pangeran Lee
Ui Gyo berteriak marah mengaku kalau ia tak bersalah dengan diseret pengawal keluar ruangan, PM Kim hanya bisa diam saja melihat dua orang yang dipercayainya keluar dari ruangan dan ketakutan melakukan tindakan kejahatan. 

Suasana terasa tegang di dalam ruangan, lalu Pangeran Lee melirik sinis pada PM Kim yang hanya diam saja tanpa mau membela anak buahnya.
Flash back
Pangeran Lee mengulangi kata-kata Yok Yang kalau Setelah ekornya tertangkap, bukan berarti perburuan berakhir dan bertanya apa yang harus dilakukan kalau ingin mencegahnya melarikan diri dengan memotong ekornya sendiri.
Tentu saja tidak mudah untuk menangkap penjahat dengan tubuh besar. Pertama tangan kanan, lalu kiri Sampai akhirnya memotong kepalanya, Kau tidak boleh sampai lengah.” Kata Yok Yang memberikan saran 

Pangeran Lee bertemu dengan PM Kim dilorong mengatakan  Ada satu hal lagi yang ingin ditunjukkan, dengan memperlihatkan gambar seorang wanita. Ia memberitahu kalau itu adalah wajah pelayan istana yang meninggal tanpa suara beberapa waktu lalu.
Dikatakan bahwa dia sudah melahirkan seorang anak tepat sebelum kematiannya. Tapi, anak itu tidak bisa ditemukan. Apa yang mungkin menjadi kisah yang disembunyikan? Apa kau tidak ingin tahu tentang wanita ini?” ucap Pangeran Lee, PM Kim hanya diam saja. 

Ratu turun dari tandu dibantu oleh pelayan, lalu mendengar ada orang yang memuji kalau terlihat sangat cantik. Ia menoleh dan kaget melihat Ha Yeon dengan beberapa dayang sedang mengendong seorang bayi. Akhirnya keduanya bertemu di kamarnya.
Anak itu... diambil oleh seseorang yang diduga dari istana.” Ucap Ha Yeon, Ratu Kim kaget bertanya apakah itu Putra Mahkota yang membawa seorang anak
Iya. Untuk beberapa alasan yang tidak bisa dihindari maka dia harus merawatnya. Dia menyerahkannya kepada dayang di istana timur tapi aku merasa dia sangat menggemaskan setelah melihatnya jadi aku meminta untuk membawanya bersamaku sementara waktu.” Jelas Ha Yeon lalu memperbolehkan Ratu Kim melihatnya.
Ratu Kim menatap si bayi dengan mata berkaca-kaca seperti naluri ibunya terlihat karena hanya bisa menatap anak kandungnya sendiri. 

Byung Yun akhirnya duduk bersama dengan pangeran Lee didepan rumah Yok Yan, Pangeran Lee berpikir kalau pasti masih terasa sakit sekarang. Byung Yun membenarkan, Pangeran Lee bertanya kenapa Byung Yun bisa  tidur begitu lama?
Kurasa aku tidak berani untuk menemuimu, Putra Mahkota.” Ucap Byung Yun
Kau melindungi wanita yang aku cintai dan dirik sendiri, kan? Melebih dari apa pun... Terima kasih sudah datang kembali seperti ini.” kata Pangeran Lee, Byung Yun tak percaya Pangeran Lee bisa mengerti apa yang ada dipikiranya.
Orang itu terkadang datang ke sini dan merawatku.” Kata Byung Yun
Setelah aku menyelesaikan semua persiapannya, maka aku akan membawanya kembali ke sisiku. Aku akan menjadikan agar kaim  bisa tertawa, mengobrol, dan menjadi bahagia seperti di masa lalu, di sisiku. Kita sudah hampir sampai. Saat waktunya tiba. Bagaimana kalau kita bertiga kembali ke Balai Pertobatan... dan minum?” ucap Pangeran Lee, Ra On diam-diam mendengarnya terlihat tersenyum bahagia 

Ratu Kim terlihat kaget, PM Kim bertanya apa alasan Ratu Kim kalau anak itu harus naik tahta menjadi Raja karena menurutnya anak itu tidak memiliki darah keturunan Lee.
Bagaimana kau bisa mengatakan sesuatu yang menyesatkan... Jangan menghina keluarga kerajaan Joseon.” Ucap Ratu Kim melotot marah
Tidak ada yang melebihi sebuah penghinaan daripada mencoba untuk merusak darah keluarga kerajaan.” Balas PM Kim
Anak itu sudah pasti seorang pangeran dari negara ini yang sudah aku lahirkan.” Tegas Ratu Kim
PM Kim tahu semua orang di istana percaya jadi tak ada yang mencurigainya, dan Ratu Kim pun harus berusaha mulai sekarang. Ratu Kim terlihat tak percaya dengan yang dikatakan ayahnya padanya, PM Kim mengatakan  Untuk berjaga-jaga kalau sampai Ratu Kim tidak bisa melakukannya, maka anaknya itu tidak akan bisa menghindari kematian. Ratu Kim langsung menyuruh PM Kim untuk duduk kembali sebelum pergi dari ruangan.
Apa kau pikir kau akan selamat, Perdana Menteri?” ucap Ratu Kim, PM Kim merasa Ratu Kim sekarang sedang mengancamya.
Aku tidak punya pilihan. Orang macam apa kau, Perdana Menteri? Apa kau bukan orang yang kehidupannya terikat kepadaku? Kau adalah orang yang menempatkan wanita vulgar seperti aku pada posisi ini. Tapi karena alasan itu kehidupmu terikat kepadaku, apa kau benar-benar tidak tahu?” tegas Ratu Kim
Kenapa kau bisa... menempatkan seorang anak yang bahkan tidak tahu wajah ayahnya yang dibesarkan oleh gisaeng pada posisi Ratu? Apa ada dosa yang lebih besar dari pengkhianatan dengan menghina keluarga kerajaan Joseon....dari ini?!” teriak Ratu Kim marah
Apa kau tidak akan menutup mulutmu itu?” ucap PM Kim
Berpikirlah terlebih dulu kalau kau akan main-main denganku, Sebaiknya kau bersikap tegas dalam tekadmu.” Tegas Ratu Kim 


Pangeran Lee dan Yoon Sung berdiri sambil menatap bulan, Yoon Sung mengaku saat masih kecil dan naif, sangat iri pada Pangeran Lee.  Karena Tidak peduli seberapa mampu dan kuatnya dirinya tetap selalu menjadi seorang hamba. Pangeran Lee tahu maka diri itu sebabnya,  selalu ingin memiliki teman.
Tidak peduli seberapa dekat kita... tapi bagimu... kau selalu Putra Mahkota dimana kami harus menundukkan kepala.” Kata Yoon Sung
Apa itu sebabnya... kita selalu bisa menjadi seperti kita sekarang? Kau, Byung Yun dan aku. Kenapa kita tidak menghindari saja dari berkelahi satu sama lain?” kata Pangeran Lee
Aku selalu ingin melarikan diri dari kakekku dan posisi anak sah tertua dari keluarga Kim. Meskipun aku tidak yakin apa kau akan percaya kepadaku.” Ungkap Yoon Sung,
Aku percaya kepadamu. Aku juga seringkali ingin membuangnya kalau aku bisa. Aku akan melakukan apa yang harus dilakukan.” Ucap Pangeran Lee, Yoon Sung pun meminta agar Pangeran Lee melakuka yang dianggapnya benar.
Tapi, kalau kau sampai terluka, itu membuatku khawatir.” Ungkap Pangeran Lee sedih
Yoon Jung ujung merasa khawatir karena ia mungkin ingin melindungi keluarganya, keduanya pun akhirnya berbicara saling berhadapan. Yoon Sung pikir  jika sesuatu terjadi maka mereka tidak perlu merasa menyesal sama seperti mereka tidak tahu hal itu bisa terjadi

PM Kim duduk diam dalam ruanganya, sambil mengingat kejadian sebelumnya.
[8 tahun yang lalu]
PM Kim bertanya pada peramal bertanya apakah sudah melihatnya, si peramal  mengatakan baru saja melihat Putra Mahkota dengan sangat dekat. PM Kim pun bertanya tentang pendapatnya. Peramal mengatakan Pangeran Lee  sudah pasti memiliki wajah yang memberikan energi kebangsawanan tapi ada satu hal lagi.
Apa itu? Jangan ragu-ragu dan katakan kepadaku.”ucap PM Kim penasaran
Itu adalah. Dia ditakdirkan untuk menjalani kehidupan yang pendek. Selanjutnya, salah satu temannya memiliki energi yang luar biasa.” Kata Si peramal.

Pangeran Lee dan Yoon Sung sedang bermain melempar panah, PM Kim mendekatinya, Yoon Sung memanggil PM Kim dengan panggilan kakek dengan senyuman bahagia.
PM Kim menatap Yoon Sung dengan mengingat kata peramal “Sebuah kepribadian yang hangat dan kekuatan sebagai jendral besar, dia memiliki wajah dari seorang raja besar. Saat kau melihat pola bordir burung bangau
“Kalau kita ingin mengakhiri pemerintahan Dinasti Lee maka kita perlu menemukan pemilik tahta yang baru.” Gumam PM Kim, saat itu Yoon Sung masuk ruangan kakeknya bertanya apakah memanggilnya. PM Kim pun hanya menatapnya. 


Semua orang yang ada dibagian obat memasak dalam tungku, seseorang tiba-tiba mendekat pada tungku obat diatas bara api. Kasim Sung memberitahu kalau Putri Mahkota datang, Pangeran Lee yang sedang membaca pun mempersilahkanya masuk.
Apa yang membawamu kemari pada waktu selarut ini?” tanya Pangeran Lee melihat Ha Yeon datang dengan pelayan.
Putra Mahkota, aku diberitahu bahwa tabib kerajaan sudah membawakanmu tonik untuk meringankan gejala kelelahanmu, tapi kau selalu menolaknya. Jadi Tolong minum ini.” kata Ha Yeon, Pangeran Lee yang terlihat lelah ingin menolaknya.
Tolong bantu aku untuk memenuhi tugasku sebagai Putri Mahkota, Putra Mahkota” kata Ha Yeon memohon
Akhirnya Pangeran Lee pun bersedia, pelayan menuangakan sedikit untuk mencobanya lebih dulu. Setelah dirasa tak ada yang mencurigakan menuangkan ke dalam sebuah mangkuk. Ha Yeon pun memberikanya agar Pangeran Lee mau meminumnya.
Pangeran Lee pun langsung meminumnya, saat itu Ha Yeon melihat ada sesuatu yang aneh ditanganya dan menarik gelas dari mulut Pangeran Lee agar tak meminumnya saat itu Pangeran Lee seperti merasakan sesuatu, seperti gelas yang ditanganya jatuh berantakan.
Ra On yang jauh tinggal dengan Pangeran Lee seperti merasakan perasaan yang tak enak, Pangeran Lee akhirnya jatuh dengan mulut mengeluarkan darah, Ha Yeon dan Kasim Sung berlari panik mencoba mendekati Pangeran Lee yang tak sadarkan diri akibat racun dalam obatnya. 
bersambung ke episode 18 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar