Sabtu, 15 Oktober 2016

Sinopsis K2 Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Semua orang masuk ke dalam sebuah ballroom dengan pengaman ketat, beberapa orang dengan pakaian hitam masuk dengan topi lalu berjalan ke sebuahl loker dan mengambil perlengkapan yang tersembunyi di langit-langit gedung.
Je Ha baru saja masuk ke dalam gedung melihat sesuatu yang mencurigakan didepanya. Kepala Seo melihat Je Ha datang bertanya alasanya. Je Ha  mengatakan ingin melihat penampilan Parlemen Jang. Kepala Seo tak percaya dan bertanya apa yang direncanakan Je Ha sekarang. Je Ha menegaskan tak ada rencana apapun lalu ingin menunjuk orang-orang didepanya, tapi ternyata sudah menghilang. Akhirnya ia membiarkanya tak melapor pada kepala Seo dan berjalan pergi. Kepala Seo hanya bisa mengumpat melihat tingkah anak buahnya.  

Se Joon sudah ada diatas panggung seperti memberikan perkulihan pada Mahasiswa sebagai calon presdin, Ia tahu Sangat sulit akhir-akhir ini,  menurutnya mereka seperti berdiri di persimpangan jalan sekarang yaitu Orang miskin semakin miskin sementara yang kaya semakin kaya.
Jumlah orang lanjut usia telah meningkat tapi jumlah orang-orang muda yang membayar ke dana pensiun menurun. Namun, generasi muda menangis, dengan mengatakan tidak ada pekerjaan. Orang kaya dan miskin bertentangan dengan satu sama lain... dan orang tua serta orang muda saling bermusuhan.” Ucap Se Joon
Je Ha berjaga di bagian dalam gedung, lalu melihat seserang yang mencurigakan lalu  melapor Ada orang mencurigakan di dekat depan panggung, di tengah. Kepala Seo melihatnya. Sementara Se Joon masih asyik dengan perkulihanya tanpa terganggu.
Populasi mengalami penuaan dengan cepat, tetapi tingkat pernikahan dan kelahiran cukup rendah! Lalu Mengapa demikian? "Ini karena ekonomi, bodoh!" Yah, tentu saja, aku tidak memanggil kalian semua bodoh.” Ucap Se Joon mengebu-gebu
Je Ha memberitahu orang  dari Arah jam 10, jam 11, jam 12, dan jam 2 dari pusat panggung. Kepala Seo melihat beberapa orang yang mengunakan topi.  Je Ha mengatakan Orang-orang yang duduk di B12 dan C16 menyembunyikan sesuatu.
“Aku... Team Leader di sini. Orang-orang itu melewati pemeriksaan keamanan sebelumnya. Jadi Tidak ada masalah.”kata Kepala Seo 

Je Ha keluar dari ruangan dengan wajah frustasi lalu melihat ada sebuah mobil polisi yang terparkir, seperti sudah siaga. Se Joon berbicara kalau dirinya dianggap seperti orang sakit jadi  harus pergi ke rumah sakit tapi menurutnya semua sakit sekarang.
Maaf untuk menanyakan hal ini pada kalian generasi yang sedang sibuk mencari pekerjaan... tapi jujur, generasiku tidak belajar terlalu keras. Pertama, kami sibuk kencan. Tapi orang seperti aku, yang jelek, tidak sering diajak kencan. Aku bisa lulus ujian universitas di tahun pertamaku dengan nilai tertinggi” ucap Se Joon mengakui kaalu dirinya sedang memamerkan diri dan meminta maaf, Semua tertawa mendengar lelucon yang dibawakan oleh Se Joon.
Kedua, kami tidak harus belajar jika terlibat dalam protes politik. Siapa yang peduli tentang nilai, ketika negara dalam kekacauan? Jadi kita tidak perlu khawatir untuk menikah atau mendapatkan pekerjaan.  Mengapa? Karena negara dalam kekacauan! Dan Jujur, itu karena standar hidup kami lebih baik. Ada banyak pekerjaan yang bisa didapat! kami tidak khawatir bahkan jika harga kebutuhan meningkat!” ucap Se Joon 

Je Ha kembali masuk berdiri belakang panggung melihat lebih jelas orang-orang yang mencurigakan, lalu meminta agar menghentikan acaranya karena VIP dalam bahaya. Kepala Seo mengumpat Je Ha itu sudah gila dan bertanya keberadanya. Je Ha memberitahu di belakang panggung.  Se Joon masih tetap berpidato, Salah seorang pengawal ingin bergerak. Kepala Seo memerintahkan Berhenti melakukan hal-hal tidak berguna dan diam saja.
Aku pergi berkencan dengan istriku. Aku adalah seorang pria miskin tanpa satu senpun di sakuku...” ucap Se Joon
Je Ha langsung berlari menghalangi seseorang yang berjalan ke depan panggung, saat itu wajah Se Joon langsung dilempar oleh telur. Je Ha kaget ternyata orang yang dicekiknya adalah K1, teman kerjanya yang menyamar. K1 mnyuruh Je Ha minggi sebelum merusak semuanya.
Kau harus dihancurkan! Jang Se Joon, yang membenci keuangan internasional! Bangun dari delusimu!” teriak orang-orang yang melempar Se Joon dengan telur. Se Joon meminta agar pengawalnya melepaskan semua orang-orang itu.
Jangan menutup mulut orang-orang ini! Orang-orang ini tidak pantas diperlakukan begini, Karena Orang-orang ini memiliki hak untuk melempar telur padaku dan para politisi Korea lain! Ini disebakan karena orang-orang ini telah dikecewakan oleh begitu banyak politisi sejauh ini. Dan aku tidak akan mati hanya karena aku dilempari dengan beberapa telur. Jika orang-orang ini benar-benar ingin menyakitiku maka mereka akan melempariku dengan batu, bukan telur.” Ucap Se Joon
Je Ha melirik tak percaya ternyata ini hanya orang-orang JSS yang dibuat-buat seolah tak menyukai calon presiden. Se Joo mengatakan kalau orang-orang ini memiliki kasih sayang terhadap jadi itu sebebanya melemparkanya telur, maka sebagai seorang politisi, ia harus bangun.
Aku menuntut untuk memulai penyelidikan yang ketat segera pada  Grup Keuangan Internasional yang kubenci seperti yang dikatakan orang-orang ini yang terlalu dicuriga akhir-akhir ini. Selanjutnya aku tidak akan melaksanakan kekebalan yang diberikan padaku sebagai anggota parlemen dan akan menuju ke kantor kejaksaan besok pagi untuk diselidiki.
Selain itu, aku akan tunduk kepada pencarian dan penyitaan di semua lokasi yang terkait denganku, termasuk rumah, kantor, dan kantor pemilihanku, meminta mereka untuk menemukan dan mengekspos tanda-tanda korupsi, jika  memang ada. Dan jika pencarian menghasilkan sesuatu yang mengacu pada kecurigaan... maka Aku akan mundur dari pencalonan presiden.” Tegas Se Joon
Je Ha yang melihat semua buatan hanya bisa mencubit pipi K1 lalu keluar dari ruangan. Se Joon pun berpesan pada orang yang melempar telur kala memang puas dengan hasil penyelidikan jangan melempar telur tapi diberikan istrinya karena istrinya yang suka memasak, dan sangat dicintai. Semua pun mengelu-elukan jama Se Joon kembali. 


Se Joon turun dari panggung mengeluh  badanya jadi bau sekali, lalu bertanya pada Kepala Joo kalau memang sangat amis. Kepala Joo membenarkan. Se Joon mengumpat pada Sek Song karena sebelumnya meminta agar melempar dua saja dan tak lebih,
Kenapa mereka melempar banyak sekali? Apa ada dendam terpendam padaku atau apa?” ucap Se Joon kesal
Tapi tetap saja, aksi ini memiliki efek yang besar.” Kata Sek Song, Se Joon merasa sekertarisnya itu mmemiliki dendam padanya. Sek Song megatakan bukan dendam tapi rasa cinta. 

Se Joon mengatakan harus mandi jadi mungkin butuh waktu lama dan akan memanggil mereka kalau sudah selesai. Kepala Joo dan Sek Song mengerti. Si wanita perias masih ada di ruanganya, Se Joon mengodanya karena pasti lama menunggu. Si wanita terlihat gugup melihat Se Joon mulai membuka bajunya yang kotor terkena telur.
“Apa Kau sudah makan?” tanya Se Joon, Si wanita mengangguk.
Aku akan masuk duluan, jadi cepat masuk, kau mengerti ‘kan?” kata Se Joon sudah setengah telanjang mengoda si wanita, lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Sek Song pikir mereka minum kopi saja dulu karena tak akan tahu sampai kapan harus menungu Se Joon kelua dari kamar rias. Kepala Joo pun menyuruh salah satu pengawal  agar tetap berjaga didepan pintu. 

Se Joon sudah mencuci rambutnya, lalu memanggil si wanita agar segera masuk. Si Wanita berteriak akan segera datang, lalu mengetuk dua kali di bagian pintu depan. Si pengawal melihat sekeliling ketika sudah aman, mengeluk kembali pintu terbuka dan ia memberikan sebuah suntikan seperti obat tidur.
Je Ha melihat dari balik dinding saat si pria memberikan jarum suntik pada wanita didalam kamar.  Se Joon masih berkeramas, lalu Je Ha tiba-tibaa masuk membuka pintu menyuruh Se Joon agar segera memakai baju dan keluar dari tempat ini. 

Saat itu juga orang-orang yang menunggu di dalam mobil polisi berusaha masuk ke dalam, beberapa pengawal mencoba menghentikanya. Se Joon memakain bajunya lalu bertanya siapa pria yang sudah tertegelak dengan wanita di lantai dan juga sebuah suntika.
Dia ada dipihak wanita itu Dan polisi akan memaksa masuk kesini sebentar lagi. Karena polisi berada di pihak mereka juga.” Ucap Je Ha, Se Joon terlihat kaget.
Keduanya akhirnya keluar dari ruangan, Je Ha berusaha menyelamatkan Se Joon sebelum ditangkap. Se Joon sempat menoleh ke belakang. Je Ha memperingatakan agar tak menoleh, tapi si polisi bisa melihat dan akhirnay mengejar keduanya. Je Ha langsung berlari menarik Se Joon pergi.
Saat itu Kepala Joo dan yang lainya baru saja selesai minum kopi, bertanya Apa yang sedang terjadi. Je Ha memberitahu kalau Polisi membuat perangkap dan menyerahkan pada mereka semua, lalu membawa pergi Se Joon sebelum tertangkap. Se Joon bertanya siapa sebenarnya orang-orang itu, Je Ha memberitahu  Mereka orang suruhan Park Kwan Soo.

Kepala Joo bingung karena Je Ha mengatakan Jebakan, saat itu polisi gadungan pun sudah ada didepanya. Keduanya langsung sama-sama mengangkat pistol untuk saling menyerang, Si polisi mengingatkan obstruksi keadilan, Kepala Joo menantang untuk menangkapnya saja. Si pria memberitahu Tersangka melarikan diri dari TKP jadi Blokir pintu masuk. Kepala Joo meminta agar mengamankan rekaman CCTV.
tunjukkan surat perintah penangkapanmu. Meskipun kau mungkin tidak punya tapi kau merencanakan ini dan menunggu di luar.” Ucap Kepala Seo
“Kau bilang Surat perintah? Aku tidak perlu. Tapi Korban memanggil kami dan melaporkan dia karena pelecehan seksual.”kata si Pria
Sek Song datang memperlihatkan foto di ponselnya dengan seorang wanita dan pengawal yang tak sadarkan diri, ternyata berdua bekerja sama. Kepala Seo meminta agar menghubungi Kantor Pusat dan laporkan polisi bersekongkol untuk membunuh seorang politisi serta mengirimkan juga bukti foto


Je Ha sudah membawa Se Joon keluar dari gedung dengan melewati jalan pintas, saat itu Si pria mendapatkan kabar kalau kehilangan Se Joon. Kepala Joo menurunkan pistolnya merasa Sepertinya pertunjukkan sudah berakhir sekarang. Si  pria pun mengucapkan selama tinggal dan akan berjumpa lain kali. 

Di dalam mobil, Se Joon tertawa bahagia karena  hampir saja terjebak dan mengucapkan terimakasih. Je Ha pikir tak perlu, Se Joon merasa harus benar-benar berterimakasih karena Jika bukan karena Je Ha pasti sudah dalam masalah besar.
Tapi,  mau kemana kita?” tanya Se Joon, Je Ha mengatakan akan bertemu dengan putrinya. Se Joon langsung berteriak marah agar menghentikan mobilnya.
Jika kau tidak ingin menemuinya... Jika kau tidak ingin melihat dia, katakan padanya sendiri. Jangan memberikan harapan palsu!!!” teriak Je Ha ikut marah
Siapa yang memerintahkan kau untuk melakukan sesuatu seperti ini?!!” balas Se Joon
Aku bukan tipe orang untuk melakukan sesuatu seperti ini karena disuruh seseorang” tegas Je Ha, Se Joon mengumpat kesal.
Apa kau pikir akan baik-baik saja setelah melakukan sesuatu seperti ini?” ucap Se Joon Sinis
“Apa kau tahu  anjing... bahkan memiliki rasa tanggung jawab untuk melindungi anaknya. Dan di sini, kau memiliki anak. Bukankah kau seharusnya mengawasi dia, jika dia tidak nyaman?” ucap Je Ha membela.
Se Joon mengumpat Je Ha yang berani bicara seperti itu padanya,  Je Ha bertanya apakah Se Joontahu di mana ia menemukan Anna hari ini, lalu memberitahu kalau itu di Dream Land. Se Joon terdiam, Je Ha bertanya apakah Se Joon bisa mengingatnya sekarang.
Apa kau tahu apa yang dia katakan padaku saat aku menemukannya?” ucap Je Ha
Anna bertanya apakah ayahnya tidak marah karena ia tiba-tiba muncul entah dari mana. Je Ha memberitahu kalau Anna sangat mengkhawatirkan Se Joon. Anna berkata kalau sekarang tahu yang sebenarnya Bahwa orang jahat yang mengganggu ayahnya adalah ia selama ini dan akhirnya tak sadarkan diri.
Se Joo kaget Anna itu makan es krim strawberry dan tahu anaknya memiliki alergi parah, jika memakannya. Je Ha berteriak sudah mengetahuinya, kalau Anna bisa mati. Se Joon terlihat frustasi mengacak-acak rambutnya.

Je Ha mengatakan Anna tidak mencoba bunuh diri karena Se Joon  membencinya tapi itu karena  menyadari bahwa ia beban dalam hidup untuk ayahnya maka  mencoba menghilang diam-diam jadi itu alasan memakan es krim itu. Se Joon yang tak bisa berbuat apapun hanya melampiskan amarahnya dengan memukul jendela mobil. Akhirnya mobil pun sampai didepan gedung JSS
Jika kau benar-benar melakukan semua ini hanya demi Anna maka berjanjilah padaku. Bahwa kau akan melindunginya sampai akhir. Jika kau setuju, maka aku akan bertemu dengannya.” Ucap Se Joon, Je Ha berjanji  akan melakukanya.

Ponsel Je Ha berdering, baru saja mengangkatnya Kepala Soo sudah berteriak marah Hei! Kenapa kau tidak mengangkat ponselmu? Dimana kau sekarang?” Je Ha terdiam lalu akhirnya Se Joon mengambil ponsel dari tangan Je Ha.
Aku bertanya dimana kau sekarang!!” teriak Kepala Joo, Se Joon pun mulai bicara sambil mengeluh suaranya itu bisa memecahkan gendang telinganya. Kepala Joo pun meminta maaf.
Aku ada di Kantor JSS sekarang jadi kau Cepat kesini.” Kata Se Joon. Kepala Joo pun mengerti dan Se Joon pun menutup ponselnya. 
Alasan mengapa aku tidak bertemu dengan Anna selama ini... karena Jika aku bertemu dengannya membuat dirinya dalam bahaya. Aku sudah menjual jiwaku demi keserakahanku sendiri. Dan karena itu, aku kehilangan moralku dan orang yang kucintai.” Akui Se Joon,

Je Ha hanya bisa terdiam, Se Joon mengatakan kalau hal seperti ini  disebut keserakahan tidak datang dengan rem dan perlu mempercepat untuk melarikan diri dari cengkeraman Choi Yoo Jin, karena Anna adalah sandera. Ia hanya bisa menyelamatkannya jika mendapatkan kekuasaan yang besar.
Jika aku mundur sekarang, Choi Yoo Jin akan menganggap Anna tidak berguna sebagai sandera. Dan jika itu terjadi, Anna akan berada dalam bahaya. Jika aku bertemu dengan Anna dan mengatakan satu hal yang salah maka Choi Yoo Jin akan menyadarinya lalu akan menyembunyikan Anna ditempat aku tidak akan pernah bisa menemukannya.” Jelas Se Joon
Ia juga merasa saat mengetahui Anna ada di Korea terasa seperti hukuman mati baginya dan seharusnya Je Ha tidak membawanya ke tempat ini. Tapi menurutnya sudah tak ada gunanya lagi menghinar jadi meminta agar Je Ha memenuhi janjinya dan sekarang aman membuat putrinya yang malang jadi lebih bersedih lagi lalu turun dari mobil.
Je Ha seperti merasa sedikit menyesal karena mencoba melakukan sesuatu malah membuat Anna mungkin dalam bahaya. Direktur datang menyambutnya, Se Joon membahas tentang Anna yang dirawat di JSS. Direktur kaget lalu membenarkan. Je Ha hanya menatap Se Joon pergi dan tak menahanya.
Yoo Jin sedang ada di Cloud Nine denagn Sek Kim kaget mengetahui suaminya pergi ke ruang medis, lalu meminta cermin pintarnya agar menunjukkan CCTV dari ruangan Anna.
Se Joon masuk melihat anaknya yang sedang berbaring, sempat melirik CCTV yang pasti merekam semua didalam ruangan lalu memanggil Anna memberitahu kalau ayahnya sudah datang, tapi Anna hanya diam saja. Se Joon bertanya pada dokter apakah Anna tertidur. Dokter mengelengkan kepala. Se Joon piki anaknya itu sedang marah padanya, lalu meminta maaf karena terlalu sibuk dengan perkerjaanya  sampai sekarang.
“Jadi Sakit apa dia? Kenapa dia masih di sini?” tanya Se Joon pura-pura tak mengerti,
Ya, dia makan es krim stroberi dan...” ucap Dokter, Se Joon binggung memangnya ada apa dengan makanan itu.
Nona muda memiliki alergi stroberi, jadi...” kata Dokter, Se Joon mengaku baru tahu kalau anaknya itu alergi stroberi lalu memarahi semuanya kalau  harus lebih berhati-hati.
Dia ayahnya, tapi bahkan tidak tahu tentang alerginya?!!” ucap Yoo Jin sinis melihat dari rekaman CCTV. 

Se Joon meminta semua agar keluar dari ruangan agar bisa bicara dengan Anna berdua saja. Akhirnya Se Joon membalikan tubuhnya anaknya memberitahu kalau Tak ada seorang pun di sini sekarang. Anna yang pura-pura memejamkan matanya lalu membuka matanya, melihat ayahnya yang ada didepanya langsung memeluknya erat. Se Joon bergumam meminta maaf pada anaknya.
Aku sangat merindukanmu, Ayah!” ucap Anna sambil menangis, Se Joon pun ikut menangis mengaku kalau sangat merindukan Anna juga.

“Wah... Putriku sudah dewasa sekarang. Kau mungkin bisa menikah sekarang. Kau harus Tunggu sedikit lebih lama. Saat aku menjadi presiden, maka Aku akan memilih seorang pria baik untukmu. Kau akan bisa pergi kencan dan bertemu dengan teman-teman. Selain itu Kau akan memiliki kehidupan yang menyenangkan. Dan ketika saatnya tiba, aku akan membiarkanmu menikah. Jadi kau tidak perlu khawatir tentang apa-apa lagi.” Kata Se Joon pada anaknya.
Ayah, tolong dengarkan aku..... Ibu tidak bunuh diri. Aku ingat semuanya yang terjadi malam itu.” kata Anna,
Di Cloud Nine, Yoo Jin dengan wajah tegang mendengar apa yang akan dikatakan Anna pada ayahnya Ketika aku pergi ke kamar Ibu, dia sudah tidak sadarkan diri.  Dan seseorang menutup mataku jadi aku tidak bisa melihat siapa mereka... dan mulutku juga.
Se Joon panik karena semua pasti akan didengar oleh Yoo Jin, lalu menenangkan Anna kalau Semuanya sudah berlalu sekarang jadi harus melupakan itu sekarang. Anna menyakinkan ayahnya kalau  wanita itu dating dan yakin Choi Yoo Jin pasti membunuh Ibu. Se Joon berteriak memperingatkan anaknya agar tak bicara sembarangan. Anna kaget ayahnya bisa berteriak padanya.
Jangan katakan hal seperti itu lagi. Jika ada orang yang mendengar kau mengatakan itu,maka itu hanya akan membuatku sulit dan kau juga. Kau hanya membayangkan semua itu karena mengalami sesuatu yang buruk di usia yang masih kecil” kata Se Joon menyakinkan anaknya.
Tidak, ayah... Ibu menangis hari itu, jadi aku memberinya obat itu, tapi...” ucap Anna dan langsung dihentikan oleh Se Joon.
Se Joon tak percaya anaknya akan melakukan hal ini, lalu bertanya apakah sengaja melakukan hal ini karena ingin melihat ayahnya gagal. Anna binggung melihat ayahnya seperti tak mempercayainya. Se Joon mengancam kalau Anna bicar seperti itu maka tak akan bertemu denganya lagi.
“Apa Kau tidak mau bertemu lagi dengan ayah?” ucap Se Joon, Anna benar-benar tak percaya kalau ayahnya seperti memihak pada Soo Jin.

Kau gadis yang baik dan seharusnya begitu.”kata Se Joon memuji anaknya, sambil bergumama meminta maaf pada anaknya harus bersikap kasar dan memohon agar bisa menunggu sebentar lagi.
Ada sesuatu yang ingin kutanyakan, ayah. Apa kau mencintai ibu?” tanya Anna, didalam ruangan Yoo Jin nampak tegang. Se Joon pun sempat gugup dan mengaku mencintai ibu Anna karena itu Anna terlahir di dunia.
Dan apakah Ibu benar-benar menggunakan aku untuk memerasmu?” ucap Anna, Se Joon kaget lalu mengumpat dalam hati kalau Yoo Jin itu memang  iblis.
Apa itu sebabnya kau membuangku dan Ibu?” tanya Anna. 
Se  Joon mengatakan kalau semua itu urusan orang dewasa, Anna menegaskan dirinya sekarang sudah dewasa dan ingin mengetahuinya. Se Joon memberitahu kalau semua itu tak penting, Anna menanyakan alasanya kenapa tak penting padahal sebelumnya Se Joon mengaku kalau mencintai ibunya.

“Ibu sudah meninggal! Dan aku dipaksa untuk pergi ke luar negeri, tapi kau bahkan tidak datang mencariku! Jadi kenapa itu tidak penting?!” teriak Anna marah
Anna... Ayahmu adalah seseorang yang melakukan hal penting untuk negara ini. Dan ketika kau melakukan hal penting seperti yang aku lakukan maka kau hanya melakukan sesuatu yang penting untuk dirimu saja” ucap Se Joon
Anna pikir semua benar dengan mengulang ucapan Yoo Jin kalau selama i Anna berpikir Se Joon memiliki Anna seorang, padahal dirinya tidak berarti bahkan hanya beban masa lalunya. Ia merasa yang dikata Yoo Jin itu memang benar adanya dan semua ini hanyalah vana illusion (Mimpi sia-sia) lalu kembali tertidur sambil menangis.
Se Joon tak ingin membahasnya lagi  meminta Anna istirahat saja karena pasti sangat lelah,  dan berpesan agarjangan berpikir tentang hal yang tidak perlu lagi serta menjaga diri baik-baik dan berjanji sering datang dari sekarang.

Je Ha sedari tadi melihat dari depan pintu hanya bisa terdiam, Se Joon pun keluar tanpa banyak berkata-kata seperti memberikan kode agar Je Ha menjaga anaknya dengan baik-baik. 

Didalam ruangan, Yoo Jin bergumam kalau dirinya berpikir mempertaruhkan nasibnya pada sampah seperti Se Joon, dengan air mata mengalir langsung tertawa seperti orang gila. Sek Kim yang ada didekatnya hanya diam. Sementara Je Ha menatap sedih melihat Anna yang akhirnya menangis setelah bertemu dengan anaknya. 
bersambung ke episode 8 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar