Minggu, 02 Oktober 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Ji Woon datang menemui kakekny yang ada di ruanganya bertanya apa yang dikatakan Tuan Kang pada Ha Won, apakah menyuruh untuk meninggalkanya demi kebaikananya. Tuan Kang dengan santai mengatakan kalau Inilah keputusan terbaik, demi masa depannya.
Kakek melakukan hal yang sama pada Ha Won dan ibuku, kan? Kakek pasti berkata padanya bahwa sudah jelas bagaimana akhirnya nanti... dan tidak ingin aku mengalaminya. Semua pasti sudah berbeda.... kalau Kakek tidak menentang hubungan orang tuaku!” ucap Ji Woon marah
Kalau begitu, apa kau pikir kalian berdua akhir yang berbeda dari orangtuamu?”  kata Tuan Kang sinis
Tidak... Aku tidak peduli jika hubungan kami bahagia... atau aku harus menderita sama seperti orang tuaku. Aku ingin bersama Ha Won, meski aku terluka nantinya!” tegas Ji Woon, Tuan Kang hanya diam saja.
Kakek... Jika aku merelakan Ha Won seperti ini, maka aku akan menyesal seumur hidupku. Sama seperti Kakek selalu menyesal membuat ayahku pergi seperti itu. Apa Kakek ingin merasa terbebani lagi jika kau akan kehilanganku? Jika Kakek telah mengakuiku, maka akuilah Ha Won juga!” ucap Ji Woon
Itu berbeda sama sekali!” tegas Tuan Kang dengan nada tinggi, Ji Woon tiba-tiba berlutut didepan kakeknya.
Kumohon padamu, Kakek! Aku tidak bisa bernapas tanpa dia ada di sisiku. Tolong, restui kami.”ucap Ji Woon memohon. 


Tuan Kang terdiam dalam ruangannya, teringat kembali saat Ha Won menjaga Ji Woon dengan sangat perhatian, lalu menangis dikamar mandi karena tak ingin Ji Woon yang tak sadarkan diri bisa mendengarnya. Ha Won mengaku kalau ingin berada di sisi Ji Woon. Tuan Kang tetap diam memikirkan nasib cucunya dengan Ha Won. 

Ha Won dan sekeluarga makan bersama di sebuah restoran dengan semua menu tahu.  Nyoanya Park mengatakan sengaja datang jauh-jauh ke restoran ini hanya untuknya, karena banyak yang bilang apabila  sehabis keluar dari penjara, harus makan tahu.
Aku tidak bisa menjagamu kemarin karena banyak urusan.” Kata Nyonya Park merasa bersalah, Tuan Eun pikir tak selama itu ada penjara.
Tapi waktu singkat itu juga bagaikan neraka bagiku! Aku tidak bisa hidup tanpamu, Sayang.” Ungkap Nyonya Park malu-malu, Tuan Eun hanya tertawa melihat sikap istrinya lalu mengajak semua mulai makan.
Ha Wo melihat lauk diatas meja dan menatap ibu tirinya serta Yoo Na, Ibu tirinya menyodorkan piringnya agar Ha Won bisa makan. Ha Won melirik pada Yoo Na, Yoo Na mendorong piring lalu mengatakan tak ingin makan. Akhirnya Ha Won menaruh lauk diatas nasi Yoo Na, mereka pun makan bersama dengan bahagia. Saat itu Ha Won menerima telp dari ketua Kang. 

Ha Won menemui Tuan Kang diruangan dengan senyumanya merasa senang melihat keadanya sehat-sehat saja. Tuan Kang mengatakan kaalu Semua orang khawatir pada Ha Won karena pergi dari rumah tanpa bilang-bilang. Ha Won tertunduk meminta maaf.
Kau tidak perlu minta maaf padaku. Lagipula, akulah orang yang menyuruhmu pergi. Tapi Bagaimana rasanya tinggal di Kediaman Haneul? Tidak ada yang mengganggumu, 'kan?” ucap Tuan Kang, Ha Won mengatakan tak ada
Menurutmu Hyun Min bagaimana, saat kau tinggal di sana?” tanya Tuan Kang

Hyun Min... dia tipe orang yang sepertinya tidak pernah serius mengerjakan apa pun... tapi dia cukup bijaksana dan dan polos, dalam beberapa hal. Selain itu dia juga membuatku banyak tertawa ketika aku sedang dapat masalah. Dia bukan playboy sama sekali tapi memang polos dalam artian itu!” cerita Ha Won, Tuan Kang tersenyum lalu menanyakan pendapatnya dengan Seo Woo.
“Hmmm.... dia baik kepada orang lain, dan ramah. Karena itulah, aku merasa sangat nyaman bersamanya. Dia teman paling baik di antara tiga sepupu itu. Dia mungkin tidak ada gunanya, tapi dia punya filosofi sendiri tentang kehidupan... dan dia anak cucu orang kaya yang sadar bahwa hidup ini tidak mudah.” Cerita Ha Won penuh semangat
Tuan Kang terlihat senang mendengarnya, lalu menanyakan tentang Ji Woon. Ha Won terdiam mendengar nama Ji Woon.  Tuan Kang mengatakan kalau menyerahkan semuanya pada mereka berdua kareana sekarnag sudah merestui hubungan mereka berdua. Ia pikir Ji Woon itu sangat merindukan Ha Won.

Apa yang Ketua bilang itu benar. Saat aku sangat membutuhkan uang... maka aku tidak bisa memilih Ji Woon dibandingkan uang. Jadi Akulah orang yang lari dari Ji Woon. Ini bukan kesalahan orang lain, melainkan kesalahanku sendiri, karena memilih seperti ini.” ucap Ha Won
Tapi, aku senang saat tinggal di Kediaman Haneul. Aku mungkin tidak perlu menyelesaikan misi lagi... tapi anak-anak itu sudah jadi pribadi yang lebih baik sekarang, 'kan?” ucap Ha Won
“ini Belum lewat tiga bulan, dan itulah apa yang kau janjikan padaku. Jangan sungkan kembali ke Kediaman Haneul kapan saja.” Ucap Tuan Kang seperti sudah bisa berdamai dengan prinsipnya. 


Seo Woo baru keluar dengan gitar dan peralatan lainya, tiba-tiba managernya ikut keluar. Seo Woo binggung, Managernya mengingatkan kalau Seo Woo yang ingin mengamen lagi, walaupun ingin ingin kembali ke jalanan tapi wajahnya itu pasti tidak cocok. Seo Woo bingung.
Semua orang pasti menggila kalau mereka tahu kau ada di jalanan! Aku harus melindungi artisku!” kata Manager dan melihat tas yang dibawa Seo Woo itu sepertinya agak berat jadi membelikan Porter lalu memanggilnya, Seo Woo kaget melihat si Gadis Berseragam yang datang.
Halo! Aku Hong Ja Young, yang akan menjadi manajermu mulai hari ini.” ucap Ja Young menyapanya.
Tidak, kau bukan manajernya! Kau sedang magang! Aku hanya memberikan pekerjaan ini padamu karena kau memintanya... tapi aku akan memecatmu kalau kau tak becus bekerja! Paham?” kata Managernya, Ja Young mengerti dan berjanji akan bekerja keras lalu mengambil barang-barang Seo Woo untuk membawakanya. Seo Woo tersenyum melihat keduanya. 

Tuan Kang memberikan sebuah kotak memberitahu Ji Woon kalau itu adalah kenang-kenangan ayah Ji Woon. Ia menceritakan orang tua Ji Woon bertukar cincin pasangan dan yang disimpan olehnya adalah milik ayahnya, jadi meminta agar diberikan pada wanita yang dicintai juga. Ji Woon tak percaya kakeknya bisa memberikan itu padanya.
Aku yang memisahkan ibu dan ayahmu, jadi hanya punya cincin ayahmu. Ibumu pasti punya cincin yang sama. Apa Kau belum pernah melihatnya?” kata Tuan Kang
Tidak. Ibuku tidak pernah memakai cincin.” Ucap Ji Woon lalu membuka kotak cincin, matanya langsun melotot kaget melihat cincin yang tak asing 

Saat di bukit, Ha Won memberitahu kalau cincin itu kenang-kenangan ibunya dan bukan cincin pernikahan, karena ayahnyatidak punya cincin ini Tapi sepertinya sangat penting baginya, karena ibunya mencengkeram cincin itu di tangannya saat meninggal.
Lalu ketika dirumah sakit, Ha Won mengatakan kalau hari itu adalah hari peringatan kematian ibunya. Ji Woon kaget karena dihari itu juga sebagai hari  peringatan kematian ibunya. 

Ha Won melihat foto bersama Ji Woon dengan tatapan sedih, saat itu Hyun Min datang dengan koper besar dan duduk disampinganya, dengan kesal merasa Ha Won itu tidak berbuat dosa dengan kamar yang kosong sekarang memintanya  untuk membawakan sisa-sisa barangmu.
Apa kau marah karena aku minta bantuanmu? Sepertinya aku bukan tunanganmu lagi, karena kau sedang pacaran dengan Hye Ji.” Ejek Ha Won
Apa kau menyesal tidak berhasil menaklukanku?” goda Hyun Min
Kalian berdua memang serasi.” Komentar Ha Won bahagia, Hyun Min balik bertanya tentang hubungan keduanya. Ha Won hanya diam dengan wajah sedih.
Ini karena Kang Ji Woon, 'kan? Kau sangat peduli padanya, tapi kenapa melarikan diri waktu dia siuman?” ucap Hyun Min kesal lalu memberikan sebuah kotak, Ha Won bertanya apa itu
Waktu kau pulang dari pernikahan Kakek, sepatumu ketinggalan. Aku cuma [punya sebelahnya, yang sebelah ada pada Yoon Sung. Apa Kau pikir kau itu siapa, Cinderella?? Dengan Meninggalkan sepatumu seperti itu” kata Hyun Min.
Ini bukan punyaku... Seperti yang kau bilang tadi. Aku bukan Cinderella Dan ini tidak cocok untukku.” Ucap Ha Won
Hyun Min menyakinkan kalau memang itu cocok,  menurutnya saat itu memakai sepatu ini bukan karena keinginannya, tapi ia yang memasangkan sepatu itu pada Ha Won.  Dengan bangga mengatakan kalau Suatu kehormatan bagi Ha Won  karena orang keren seperti dirinya memasang sepatu pada kakinya.
Saat kau ingin memakainya, dan saat kau ingin menemui orang yang kau sukai... maka pakailah sepatu ini dan temui dia. Aku sudah pernah sengsara sendirian karena patah hati... tapi semua orang sudah tahu itu, meski kau berusaha menyembunyikan kesengsaraanmu. Jadi jangan disembunyikan, lebih baik keluarkan saja perasaanmu yang sebenarnya. Jangan melarikan diri juga. Kau menyukai Kang Ji Woon, 'kan? Pikirkan saja perasaanmu padanya. Itulah yang perlu kau lakukan. Paham?” kata Ji Woon. 


Ji Woon melihat cincin milik ayahnya, lalu menelp bagian  ketua Asosiasi Pembela Hak Orang yang Sudah Meninggal lalu memberitahu namnaya Han Ji Woon, yang dulu tinggal di Apartemen Yeongak, nomor 307 dan meminta agar bisa melihat daftar orang yang meninggal. Wajahnya terlihat kaget karena orang yang mencarinya.
Disebuah cafe, Ji Woon sudah menunggu kaget melihat Tuan Eun yang datang  dan Tuan Eun juga tak kalah kaget mengingat pria itu yang pernah menunggu anaknya didepan halte. Keduanya duduk bersama, Tuan Eun menceritakan  Ibunya Ha Won meninggal dalam kecelakaan itu. Ji Woon mengatakan kalau ibunya juga meninggal.
Jadi kau tinggal di kamar no. 307 saat itu?” kata Tuan Eun kaget, Ji Woon membenarkan.
Apa kau bisa periksa barang ini, siapa tahu ini punya ibumu?” kata Tuan Eun memberikan kalung yang biasa dipakai anaknya. Ji Woon bisa tahu kalau itu kalung yang selalu dipakai Ha Won.

Dia kira cincin ini kenang-kenangan dari ibunya, makanya dia memakainya. Tapi ternyata ibunya berusaha.. menyelamatkan tetangga wanita dan akhirnya meninggal karena hal itu. Sementara wanita itu memberikan cincin itu pada istriku dan memintanya memberikan cincin itu pada anaknya... tapi kami kira itu punya ibunya Ha Won, karena cincin itu ada di tangannya.” Cerita Tuan Eun
Alangkah lebih baik kalau seandainya ibunya Ha Won bisa menyelamatkan ibumu... tapi kurasa memang saat itu mereka sudah waktunya meninggalkan dunia ini. Tapi aku penasaran apa arti cincin itu... sampai dia memintanya untuk memberikannya padamu?” kata Tuan Eun
Ini cincin ayahku... Sepertinya dia berusaha membantuku menemukan keluargaku.” Ucap Ji Woon yakin

Sepertinya ibu Ha Won melakukan perbuatan baik sebelum meninggal. Cincin itu rasanya seperti keinginan terakhir ibunya Ha Won jadi aku ingin mengembalikannya ke pemilik aslinya, apapun yang terjadi.” Kata Tuan Eun
Ji Woon pun mengucapkan terimakasih, Tuan Eun pikir kalau memang Ji Woon kehilangan ibunya  saat kebakaran itu maka itu saat yang sama Ha Won kehilangan ibunya. Ia yakin mereka berada ke rumah duka yang sama dan sepertinya hubungan keduanya sudah cukup dekat. Ji Woon kaget mengetahui mereka berada di Rumah duka yang sama. Tuan Eun merasa Ji Woon tak ingin kalau mereka berdua itu  ada di rumah sakit yang sama.


Ji Woon mengendarai mobilnya, lalu teringat kembali dengan kenangan saat pertama kali melihat Ha Won dengan bunga mawar putih mengunjungi ibunya dikrematorium, lalu ia sendiri yang mengambil bunga yang sudah kering saat jatuh ke sungai.
Flash Back
Ji Woon memberikan setangkai bunga mawar putih pada Ha Won yang menangis sendirian.  Ha Won menerimanya, lalu Ji Woon menghapus air mata Ha Won yang terus mengalir. Keduanya pun duduk bersama, lalu Ji Woon membuat jarinya menjadi bentuk kotak seperti orang yang ingin mengambil angle foto.
Jika kau melakukannya, maka kau bisa melihat ibumu, yang ada di surga.” Ucap Ji Woon. Ha Won pun mengikutinya.
Ji Woon memberikan tanda sebagai keluarga yang sedang berdua di lengannya, mengatakan kalau Ha Won memegang itu maka akan mengenalinya. Ha Won memberikan jepitan rambutnya meminta agar Ji Woon untuk mengambalikan padanya, keduanya terlihat tersenyum bahagia


Ha Won menatap sepatu merah yang pernah dipakainya, lalu teringat kata-kata Hyun Min Jadi jangan bersembunyi atau lari, keluarkan saja perasaanmu sebenarnya. Kau menyukai Kang Ji Woon, 'kan? Pikirkan saja perasaanmu untuknya karena Itulah yang perlu kau lakukan Kalau kau mau memakainya, dan di saat kau mau menemui orang yang kausukai.. pakailah sepatu ini dan temui dia.

Tuan Eun menelp anaknya, memberitahu kalau sudah menemukan pemilik cincinnya, dan mengembalikan cincinnya. Ha Won dengan bahagi kalau itu bagus. Tuan Eun bertanya apakah Ha Won tahu siapa pemiliknya. Ha Won langsung kaget mendengarnya.
Pria dari Haneul Grup yang datang menemuimu terakhir kalinya.” Ucap Tuan Eun, Ha Won menyebut nama Ji Woon. Tuan Eun membenarkan.
Apa kau... menyukai dia?” kataTuan Eun. Ha Won hanya terdiam


Ha Won pergi dengan sepatu merahnya, Ji Woon tersenyum  melihat Ha Won datang dan ada diujung tangga bagian atas. Keduanya saling berjalan bertemu ditengah-tengah tangga. Ha Won tersenyum dengan bahagia mengingat ucapan ayahnya.
Aku tak tahu apa itu nasib baik atau buruk... tapi ibumu memegang cincin itu di tangannya saat dia meninggal. Dan kau terus memakainya selama sepuluh tahun setelah itu. Selain itu kita juga mengadakan peringatan kematian Ibu di tempat yang sama juga. Jadi Kupikir ini bukan sekadar kebetulan saja.
Ji Woon memberikan penjepit rambutnya merasa kalau agak terlambat mengembalikan dan Ha Won memperlihatkan tanda keluarga yang berduka ditanganya, lalu mengucapkan Terima kasih sudah mengembalikannya padanya. Ji Woon memasangkan cincin ditangan Ha Won,
Saat kau melihat cincin ini sekarang...jangan pikirkan ibumu, tapi pikirkan saja aku.” Kata Ji Woon, Ha Won juga ingin Ji Woon melakukan yang sama dengan memasangkan cincinya. Ji Woon menarik Ha Won lalu menciumnya dengan segenap cintanya. 

Seo Woo berhasil kembali mengamen dengan banyak anak sekolah yang menonton serta Ja Young berdiri disampinganya sebagai manager dan juga menari dengan wajah bahagia.
Yoon Sung kembali menjadi pengajar taekwondo. Hyun Min datang bertanya apakah Yoon Sung sungguh tidak akan kembali. Yoon Sung meraa tidak berhak kembali. Hyun Min mengaku sangat menyesal karena tidak bisa percaya pada Yoon Sung sebelumnya.
Aku sangat ingin melindungimu seperti kau ingin melindungi Haneul Group. Ayolah, kita pulang saja! Kakek sudah menunggumu.” Kata Hyun Min . 

Nyonya Ji berjualan asuransi dengan menawarkan pada orang direstoran, tapi yang terjadi malah ditinggal begitu saja. Tiba-tiba seorang datang langsung berlutut didepanya. Tuan Kang datang dengan sebuket bunga mawar berlutut mengaku tidak mau menyesal. Nyonya Ji berkaca-kaca menerima bunga dari Tuan Kang.
Aku sudah buat kesalahan besar pada anakku karena mengira aku tahu apa yang terbaik baginya...tapi aku hampir membuat kesalahan besar dengan cucuku juga kali ini. Ji Woon bertanya apa aku akan hidup dengan penyesalan seumur hidupku dan Ha Won juga mengerti, jadi... dia menyuruhku kembali padamu, dan menghargai cinta kita.” Kata Tuan Kang
Nyonya Ji tak bisa menahan tangis bahagianya, Tuan Kang binggung melihat Nyonya Ji malah menangis.  Nyonya Ji mengaku kalau menyesal dan bersyukur. Keduanya terlihat bisa bahagia pada usia tua mereka. 

Hyun Min dan Hye Ji berjalan bergandengan ke sebuah tempat lalu berdiri didepan pohon, terlihat papan yang bertuliskan  [Park Jung Hyun Berbaring Disini. Kami tidak akan pernah melupakanmu] setelah itu Hyun Min menaruh sebuket bunga.
Oppa, kau baik-baik saja disana 'kan?” sapa Hye Ji pada kakaknya.
Park Jung Hyun... Lama tak berjumpa. Aku sudah memikirkanmu selama sepuluh tahun terakhir sejak kau meninggal. Tapi aku hanya akan memikirkan Hye Ji sekarang. Jadi Kau jangan merasa dendam padaku,  Jung Hyun,   Aku akan sangat menyukai Hye Ji atas namamu.” Kata Hyun Min pada teman sekaligus kakak iparnya. 

Keduanya kembali berjalan bergandegan, Hye Ji merasa  Tempat ini tidak berubah sama sekali terlihat sangat Indahnya. Hyun Min berjalan mundur kembali membanggakan dirinya kalau ia itu luar biasa. Hye Ji binggung,   Hyun Min mengaku ingin melihat Hye Ji, meski ada tepat di sampingnya, tapi ia  sudah menunggu selama sepuluh tahun penuh. Hye Ji pikir tak ada yang menyuruh Hyun Min melakukannya
Hyun Mi menatap wajah Hye Ji lalu mengecup keningnya, ia melihat Mata Hye Ji juga indah lalu mengecupnya. Hyun Min juga merasa hidungnya juga menarik, dan kembali menciumnya dan pindah ke pipi Hye Ji. Hye Ji mengatakan kalau bibirnya juga lalu memberikan kecupanya pada Hyun Min. Hyun Min akhirnya mencium Hye Ji seperti melampiaskan semua perasanya yang ditahan selama 10 tahun. 

Ji Woon sibuk mengambil foto dengan camera milik ayahnya, Ha Won datang langsung memberikan senyuman didepan camera lalu bertanya apa yang sedang dilakukanya. Ji Woon mengatakan sedang mengambil gambar karena melihat hari ini sangat indah lalu memuji Ha Won yang cantik sekali hari ini.
Ha Won tersipu malu lalu meminta kameranya agar Ji Woon yang difoto. Ji Woon pun mengaku malu tapi Ha Won mendorongnya supaya bisa bergaya, Ji Woon tiba-tiba menghentikanya saat Ha Won akan mengambil gambarnya lalu bertanya dimana cincinnya. Ha Won pura-pura bodoh bertanya apa maksudnya.
Cincin ini... Dimana sekarang?” tanya Ji Woon menunjuk paa jari manisnya.
Oh, aku tadi melepasnya saat membantu Bibi Beolgyo.” Kata Ha Won mengeluarkan cincin pada saku bajunya.

“Kau bilang Kau melepasnya?! Dan Cuma sebentar?! Hei, Apa kau tahu jenis cincin apa ini? Aku saja tidak melepasnya selama satu bulan, walapun mandi sekalipun! Tapi, kau melepasnya dan mengatakan kalau "Cuma sebentar?"” kata Ji Woon marah
Sudahlah! Aku takkan pernah melepasnya lagi!” kata Ha Won memasangnya kembali, Ji Woon yang masih marah tak peduli dan berjalan pergi tapi kembali membalikan badanya.
Aku akan melepasnya, menyembunyikannya, dan membuangnya di suatu tempat! Selain itu Juga, tidak boleh ada kontak fisik untukmu, selama sebulan! Jangan dekat-dekat aku.” Kata Ji Woo memberikan hukuman.
Ha Won tak percaya Ji Woon itu kembali marah-marah lagi, menurutnya kenapa bisa hal sepele seperti ini selalu membuatnya marah. Ia merasa seperti berkencan dengan anak kecil saja. Lalu membahas tentang tidak boleh ada kontak fisik, dengan mendekat pada Ji Woon menantang kalau siapa nanti yang akan menderita dan berjalan pergi.
Ji Woon melonggo lalu berlari memeluk Ha Won dari belakang, Ha Won menyindir kalau mereka tidak boleh ada kontak fisik mulai sekarang. Ji Woon merasa kalau cincin ini ternyata sudah lama menghubungkan mereka jadi hanya ingin Ha Won menjaga cincinnya sebagai benda berharga. Ha Won menegaskan sudah tahu hal itu. Ji Woon memasangkan kembali cincin di jari Ha Won.
Aku mencintaimu, Eun Ha Won.” Bisik Ji Woon, Ha Won tersenyum membalas kalau juga mencintai Ji Woon.
Kau masih suka berkencan denganku, meskipun aku kekanak-kanakan, 'kan?”kata Ji Woon, Ha Won langsung menlepaskan pelukanya dengan mengumpat Ji Woon itu tukang marah dan berjalan pergi.
Ji Woon mengejarnya,  mengeluh Ha Won kalau keras kepala sekali. Ha Won tak peduli, Ji Woon mengandeng tanganya berjanji  akan menjadi orang yang lebih baik padanya, Ha Won menarik tanganya karena sebelumnya mengatakan tak boleh ada kontak fisik. Ji Woon tetap memaksa meminta agar Ha Won tak melakukan itu padanya. Keduanya pun berjalan bersama di luar sky house. 


Di taman
Seo Woo memainkan gitarnya dengan Ja Young yang setia ada disampingnya, Yoon Sung juga ikut bergabung. Hyun Min dan Hye Ji terlihat mesra dengan saling menyuapi makanan. Ji Woon dan Ha Won datang dengan keranjang makannya, lalu keduanya memperlihatkan cincin yang melingkar dijari mereka.
Semua tak percaya melihatnya, Ji Woon yang selalu sinis pada Hyun Min menyukai sepupunya, ketika ingin memberikan pada Seo Woo memilih untuk memberikan makananya pada Ha Won. Semua terlihat tertawa bahagia dengan pilihan hidup masing-masing.
The End 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

7 komentar:

  1. Sweet..sweet...ceritanya ringan tp menarik... Joo ii woo.😄😄

    BalasHapus
  2. Happy ending 🙆 thingkyu sinop.a unnie 😚

    BalasHapus
  3. Happy ending 🙆 thingkyu sinop.a unnie 😚

    BalasHapus
  4. Ud habis ya.... kurang aaaah lhtin jung il wo. Cukup menghibur skli ne drakor satu ini... bak dyah tq,, see u the next time...

    BalasHapus
  5. Lagu yang di nyanyiin seo woo waktu mengamen itu judulnya apa ya?

    BalasHapus
  6. Entah kenapa aku lebih suka Ha Won dipasangin sama Hyun Min :'v

    BalasHapus