Kamis, 13 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 6 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC
Louis yang hilang ingatan dirawat oleh Bok Sil agar bisa menemukan adiknya. Bok Sil yang selama ini yang polos tinggal bersama Louis yang tak mengerti dua luar. Keduanya menjalani hidup bersama, dari tak memiliki uang sampai memiliki banyak uang dan kembali harus hidup sederhana.
Bok Sil.... Aku.... Sepertinya belum pernah makan roti bakar di pinggir jalan sebelumnya. Sepertinya aku juga tidak pernah lari-lari di jalan saat hujan, membawa tas yang berat saat jalanan menanjak.. ataupun mencuci piring sebelumnya.” Gumam Louis
Louis seperti melakukan hal yang belum pernah dilakukan dengan Bok Sil, dengan duduk di atas sofanya untuk mengingat-ingat tentang dirinya.
Apalagi, sepertinya aku tidak pernah mengembalikan barang ke toko sebelumnya.. Bok Sil. Darimana sebenarnya aku berasal?” 

[EPISODE 6- I want Born To Love You]

Beberapa pegawai pamit untuk pulang lebih dulu. Bok Sil bertanya pada Do Jin bagaimana caranya pergi ke bioskop CCT dari kantor. Do Jin pun memberitahu arahnya dengan mengunakan ponsel, saat itu juga Ma Ri yang sedang bersama Kyung Kook diam-diam mendengarnya.
“ Dia ingin pergi Bioskop? Dengan siapa?” gumam Ma Ri lalu melihat ruangan Joong Won yang kosong.
Akhirnya ia pergi mengendarai mobilnya sambl mengumpat kalau Bok Sil itu sangat mengangunya, suara GPS terdengar kalau ia akan sampai Bioskop CCTV. Saat itu juga matanya dikejutkan dengan Louis yang berjalan didepanya, Louis pun terpelanting karena merasa kaget juga. 

Ma Ri berusaha bersembunyi dibelakang kemudinya, beberapa orang langsung mengerubungi Louis yang tak sadarkan diri. Seorang paman mengendor jendela mobil Ma Ri, menyuruhnya untuk keluar karena sudah menabrak seseorang. Ma Ri keluar dari mobil dengan wajah ketakutan melihat dari dekat wajah Louis.
“Apakah bener dia Ji Sung?” ucap Ma Ri, Louis masih belum sadarkan diri. Ma Ri mencoba menyebut nama Kang Ji Sung.
Tiba-tiba Louis membuka matanya dan langsung bangun, semua yang melihatnya mengucap syukur ternyata Louis masih hidup. Louis memarahi Ma Ri agar menyetir dengan benar, lalu melihat bunga yang baru dibelinya rusak dan hanya bisa mengambil helaian kelopaknya saja.
Berikan aku tiga ribu won untuk ganti rugi ini.” kata Louis memperlihatkan bunganya yang sudah rusak.
“Apa Kau tidak mengenalku?” tanya Ma Ri binggung.
“Dasar Kau! Tentu saja aku tahu! Kau yang mengejutkanku dan menghancurkan bungaku. Sekarang Berikan aku tiga ribu Won . Apa kau tak tahu sulitnya aku mendapatkan uang itu? Aku mencuci piring...Sebanyak enam kali untuk mendapatkan uang itu.” kata Louis kesal. 

Ma Ri mengambil dompet dan memberikan 3ribu won.  Louis mengeluh sedih karena seharusnya memberikan bunga itu  pada Bok Sil. Bibi Hwang tiba-tiba datang mengambil uang dari tangan Ma Ri, Louis kaget melihat Bibi Hwang yang datang di tempat kejadian.
Aku belum pernah melihat orang murahan yang... menabrak orang dan setelah itu hanya memberikan uang tiga ribu won saja” sindir Bibi Wang, Ma Ri kaget dianggap wanita murahan, Bibi Wang menyuruh Louis kembali tidur seperti tadi karena mereka harus menandainya dengan kapur.
Kau menggunakan baju desainer terkenal dan mengemudikan mobil impor. Bagaimana bisa kau hanya memberikan  tigaribu Won pada orang yang kau tabrak. Kau bahkan tidak bisa melakukan  x-ray dengan uang itu. Dia tidak punya asuransi jadi Biaya rumah sakitnya akan membengkak. Apa Kau pikir bisa lolos hanya dengan uang segini?” ucap Bibi Hwang membela Louis

Ahjumma. Aku memberikan dia tiga ribu Won karena dia yang memintanya. Dan Beraninya kau menyebutku murahan?!!!” ucap Ma Ri tak terima
Dia Otaknya agak lamban... Bagaimana bisa kau mendengarkan perkataan orang yang otaknya lamban sepertinya? Kenapa kau tidak mengerti?” kata Bibi Hwang
Louis menyangkal kalau otaknya itu tak lemot, Ma Ri kaget mengetahui Louis memiliki otak yang lamban, Bibi Hwang menyuruh Louis dia dan tetap berbaring dijalan lalu mengatakan Orang yang lamban tidak sadar kalau dirinya itu lamban. Ma Ri pun bertanya berapa banyak uang yang dinginkanya. 

Bibi Hwang mengambil 1 juta won dan memberikan sisanya pada Louis sebanyak 1 juta won dan juga 3ribu won. Louis terlihat bahagia karena memiliki banyak uang sekarang. Bibi Hwang mengatakan kalau ia hanya  akan menyimpan komisinya.
Aku sedang dalam perjalanan pulang setelah membersihkan bioskop. Kau beruntung karena aku melihatmu.” Kata Bibi Hwang, Louis pun mengucapkan terimakasih.
Tapi kenapa dia hanya membawa 2 juta won di dompetnya? Padahal dia terlihat seperti orang kaya.” Keluh bibi Hwang
Sepertinya dulu... aku juga hanya membawa 2juta Won di dompetku. Aku Rasanya seperti itu” kata Louis
Aigoo. Siapa yang akan percaya itu?!! Apa Kau yakin tidak harus ke rumah sakit?” tanya Bibi Hwang khawatir
Ya. Mobilnya tidak menabrakku tapi Aku jatuh karena terkejut.” Ucap Louis.

Bibi Hwang kaget dan terlihat kebingungan, Louis bertanya kenapa. Bibi Hwang mengaku tak ada apa-apa, karena takut dituntur karena meminta uang padahal tak menabrak tapi menurutnya wanita tadi memang menjalankan mobilnya saat lampu merah. Louis pikir Ma Ri pasti tak akan menelpnya. Bibi Hwang panik bertanya apakah Louis tadi memberikan nomor ponselnya. 
Ma Ri suda menyimpan nomor Louis dengan nama  (KORBAN KECELAKAAN) merasa yakin kalau yang dilihat tadi memang benar-benar Louis yang dikenalanya. Ia mengingat kembali saat pertama kali melihatnya dalam lift, pegawai lainya berkomentar Louis adalah gelandangan yang ada di lobby waktu itu. Ma Ri melonggo tak percaya kalau yang dilihatnya memang benar-benar louis. 


Louis datang ke bioskop mencari-cari Bok Sil lalu memanggilnya. Bok Sil kesal melihat Louis yang baru datang karena mereka melewatkan filmnya. Louis meminta maaf lalu memberikan kelopak bunga ditanganya, memberitahu kalau sebelumnya kecelakaan jadi bunganya sudah hancur.
Bok Sil pun panik bertanya apakah Louis terluka, Louis menenangkan kalau ia baik-baik saja lalu memberikan kejutan kalau ia mendapatkan banyak uang. Bok Sil menegaskan kalau ini tak lucu dan mengajaknya agar segera  ke rumah sakit. Louis merasa dirinya baik-baik saja dan tidak terluka. Bok Sil tetap mengajak mereka untuk ke rumah sakit.

Bok Sil sudah menarik Louis ke bagian UGD ruma sakit, Louis mengeluh kalau Bok Sil itu memang Tupai Terban karena cepat sekali membawanya, di depan meja receptionist Bok Sil meminta uang pada Louis yang didapatkan tadi, Louis tak mau memberikanya. Salah satu perawat melihat keduanya seperti pasangan yang baru menikah.
Berikan padaku sekarang atau  aku akan meninggalkanmu disini.” Ancam Bok Sil, Akhirnya Louis memberikan uangnya pada Bok Sil.

Louis sudah selesai diperiksa oleh Dokter, Bok Sil pun mendengar penjelasan dari Dokter. Dokter memberitahu  Kecelakaannya tidak menyebabkan luka apapun dan Hasil scan pada otaknya dan MRI-nya tidak ada masalah. Bok Sil terlihat bisa bernafas lega.
Berdasarkan penjelasanmu, sepertinya dia terkena retrogade amnesia. Seiring berjalannya waktu, ingatannya mungkin bisa kembali dalam waktu yang lama.” Kata Dokter
Apa ada kemungkinan kalau ingatannya tidak akan kembali juga?” tanya Bok Sil, Dokter membenarkan. Bok Sil menatap Louis dengan wajah sedih, Louis yang sedang ada diatas tempat tidurnya melambaikan tanganya. 


Louis kembali pulang duduk di sofanya dengan wajah cemberut,  Bok Sil heran melihat Louis yang marah. Louis kesal karena mereka sudah menghabiskan banyak uang tapi tidak ada yang berubah bahan hasilnya kalau Ingatannya tidak kembali dan dokter bahkan tidak bisa membantu.
Kenapa kita melakukan pemeriksaan itu?” ucap Louis kesal
Dokter bilang kau memang harus diperiksa.” Kata Bok Sil,
Louis merasa ada sesuatu yang aneh, seperti dan rasanya seperti dirinya itu saat sebelumnya pernah di tipu. Bok Sil menyuruh Louis untuk bersikap dewasa sekarang. 

Tiba-tiba ponsel Louis berdering, Ma Ri menelp mengaku sebagai orang yang menabraknya dengan mobil menanyakan keadaan Louis dan apakah sudah pergi kerumah sakit dan tidak bisa tidur karena khawatir. Bok Sil terdiam mendengar Louis yang berbicara di telp.
Aku minta maaf, tapi bisakah kita bertemu besok?” ucap Ma Ri, Louis heran tiba-tiba Ma Ri mengajakanya bertemu dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang dinginkanya.
“Hei... Apa Kau menyukaiku? Apa Kau sebegitunya merindukanku? Kau bisa menyukaiku sesukamu, tapi aku tidak menyukaimu. Suasana hatiku sedang buruk. Jangan menelponku.” Ucap Louis lalu menutup telpnya. 

Ma Ri terdiam mendengar ucapan Louis karena sebelumnya pernah mendengarya, sebelum Louis pulang ke Seoul ia sempat menelpnya dan Louis mengatakan hal yang sama ketika menelpnya.
Baek Ma Ri. Apa kau menyukaiku? Apa kau sangat merindukanku? Kau bisa menyukaiku sesukamu, tapi aku tidak menyukaimu.” Ucap Louis
Ma Ri melonggo dan merasa yakin kalau yang ditemuinya itu benar-benar Louis dan calon tunanganya itu masih hidup. 

Ma Ri bertemu dengan ayahnya dan tak percaya kalau ayahnya itu sudah mengetahuinya dan bertanya sejak kapan mengetahuinya,  Tuan Bak mengatakan kalau baru-baru ini mengetahuinya dan berpikir kalau anaknya tidak harus tahu.
Apa kau hanya akan membiarkannya? Kau harus membawanya kembali dan Ingatannya mungkin bisa kembali ketika kau kembawanya.” Ucap Ma Ri khawatir
Lebih baik kita pikirkan ini lain kali dan Ma Ri, ini bisa jadi... sebuah kesempatan untukku. Aku bekerja sangat keras untuk mengembangkan Gold Group sampai perusahaan bisa sebesar ini. Selain itu Pada dasarnya ini adalah perusahaanku.” Ucap Tuan Baek tak ingin melepaskan Perusahaan untuk Louis
Tapi bagaimana dengan Louis?” kata Ma Ri benar-benar khawatir
Jika Gold Group jatuh di tanganku, maka kau yang akan mewarisinya. Jadi, kita tidak boleh memberitahu siapapun tentang Louis. Apa Kau mengerti?” tegas ayahnya, Ma Ri pun hanya terdiam karena memang tujuanya agar bisa mendapatkan perusahaan Gold Group. 

Pelayan Kim memberikan tabnya pada Nenek Choi yang duduk sendirian, Nenek Choi binggung bertanya apa maksudnya kalau Shopping King itu adalah Louis cucunya. Diam-diam pelayan Heo mendengarnya pembicaraan keduanya dari balik jendela, seperti tak ingin kesempatan mengambil hati Nyonya Choi hilang dari tanganya.
“Dia menuliskan dengan tulisan Pengejaannya buruk.” Kata Nenek Choi tak percaya
Sebenarnya, itu salah satu alasan kenapa aku mengira kalau ini Tn Louis.” Kata pelayan Kim
Apa kau mengatakan kalau Louis sebodoh ini? Itu tidak masuk akal. Louis bisa bicara 10 bahasa.” Ucap Nenek Choi membela cucunya.
Dia memang bisa, tapi dia tidak bisa mengejanya dengan baik. Aku tidak memberitahukan ini padamu karena takut kau akan khawatir.” Jelas Pelayan Km
Jika kau berpikir seperti itu, maka kita harus mencari tahu tentang ini. Ini seperti mencari jarum di tumpukan jerami, tapi jika masih ada kemungkinan cucuku Ji Sung masih hidup, maka kita harus mencari tahunya.” Tegas nenek Choi 

Pelayan Heo bergegas saat Pelayan Kim akan keluar, tapi tak sengaja mereka bertabrakan saat akan masuk pintu. Pelayan Kim dengan cepat menarik badan Pelayan Heo sebelum terjatuh, posisi mereka  seperti saat sedang menari, wajah pelayan Kim terlihat memerah begitu juga pelayan Heo yang terlihat gugup bisa saling menatap.
Menurutmu apa yang sedang kau lakukan? Jauhkan tanganmu dariku.”ucap Pelayan Heo ketus dan Pelayan Kim pun menurunkan tanganya lalu terlihat ketakutan dengan menutup wajahnya.
Aku bilang aku sudah tidak memukul orang lagi.” Kata Pelayan Heo yang melihat pelayan Kim takut dipukul dan masuk ke tempat Nenek Choi dengan badan dimiringkan. 

Anak Buah Tuan Baek melaporkan Ruangan yang ditempati Louis terlihat agak menyeramkan karena Tiga orang terbunuh di ruangan itu beberapa bulan lalu. Dan kejadian serupa juga terjadi enam bulan lalu di sekitar situ, jadi polisi berasumsi kalau itu bisa jadi pembunuhan berantai.
Sepertinya kita bisa menanganinya tanpa menimbulkan kecurigaan.” Kata Anak buahnya, Tuan Baek tersenyum licik seperti sudah menemukan sebuah rencana jahatnya. 

Louis menatap mie ramyun yang masih hangat diatas meja, air liurnya sudah tak tertahanya lagi sambil mengeluh Bok Sil yang belum datang juga Bok Sil akhirnya datang dengan sekotak kimchi, measa tak enak hati karena menggunakan kulkas Bibi Hwang.
Aku ingin membeli kulkas saat aku masih tinggal di desa. Tapi hidup di Seoul juga tidak mudah. Keinginanku akan jadi kenyataankan suatu hari nanti?” ucap Bok Sil, Louis menganguk lalu menuangkan mie ke dalam mangkuk dan mengajak mereka segera makan bersama.
Bok Sil baru saja makan satu suap dan melihat jamnya kalau sudah terlambat dan harus pergi. Louis menahanya karena Bok Sil harus makan lebih dulu. Bok Sil memberitahu kalau Joong Won pasti akan memarahinya kalau terlambat dan tak lupa memberikan upah pada Louis karena sudah mencuci piring. Louis mengumpat kalau Joong Won itu orang jahat akhirnya mengambil mangkuk mie Bok Sil untuk memakanya sendiri. 

Detektif melihat catatan yang dituliskan Louis (KOTAK MUSIK HARI JADI GOLD GRUP KE-30) sebelumnya Louis memberikan catatan itu pada Detektif agar meminta mencari tahu tentang kaca kunci yang sudah dituliskan pada Note.
Teman Detektif melihatnya bertanya apa yang sedang dilihatnya, Detektif memberitahu Seseorang meminta agar mencaritahunya. Temanya pikir itu seperti  "The Da Vinci Code" Detektif merasa kalau Yang ini namanya Louis Code. Temanya pun melihat catatan milik Louis “Hari jadi Gold Group ke-30” merasa seperti pernah melihat ini sebelumnya.

Di tempat Nyonya Baek,  terlihat sebuah kotak musik yang sama dengan milik Louis. Nyonya Cha melihat tempat milik ibu Ma Ri sangat bagus dan bertanya apakah tempat ini miliknya. Ibu Ma Ri memberitahu kalau  hanya menyewanya dengan membayar 30 juta Won untuk uang mukanya, dan 2 juta Won untuk biaya sewanya.
“Apa Kau bisa mendapatkan 2 juta Won dalam sebulan hanya dengan menjual buku-buku ini? Aku sudah berada disini selama satu jam, tapi belum melihat satupun pelanggan.” kata Ibu Joong Won tak percaya
“Pasti Selalu ada jalan. Ini adalah rahasia bisnis.” Kata Ibu Ma Ri
Apa kau bisa jadi pelanggan VIP di Pusat Perbelanjaan Gold... dengan uang yang kau dapatkan dari sini?” tanya Ibu Joong Won penasaran, Ibu Ma Ri mengaku kalau pasti ada jalan untuk mendapatkan dan bertanya apakah Ibu Joong Won ingin mengetahuinya, Ibu Joong Won mengangguk. Ibu Ma Ri meminta agar Ibu Joong Won agar bisa membeli banyak dari tokonya ini. 

Louis sibuk dengan ponselnya dengan nama Shopping King Louis, dengan menuliskan komentar “Belilah yang warna pink.” Lalu menyuruh agar memilih  SUV lebih hemat bensin, bahkan menyarankan agar mencobanya dulu sebelum membelinya.
Ia pun menuliskan komentar lain pada barang-barang yang dijual “Ini adalah Balenciaga palsu... MBD Lego adalah edisi terbatas.... Monorobot Vacuum memang bagus tapi dia tidak bisa membersihkan sudut-sudut ruangan.
Seseorang mulai bertanya “Raja Belanja, Louis. Dimana aku bisa membeli buku Prancis yang langka?” Louis pun menyarankan agar beli di www.hongfrance.com. Seorang juga bertanya membeli  Pororo Sports G7 atau Near Car, Louis menyarankan Jika  sudah berkeluarga, belilah Pororo dan apabila mau mobil sport, belilah Near Car.
Raja Belanja, Louis.... Klub golf yang mana yang harus aku ikuti?” tulis Tuan Cha.
Jika kau masih amatir, cobalah Mirano.” Balas Louis
Ibu Joong Won juga ikut bertanya, LouiS menyuruh agar  membeli yang memiliki nutrisi paling banyak di bahan bakunya, semua bertanya pada Louis tentang belanjaan mereka dan Louis membalasanya Merk Italia yang baru, Giovanni bukan yang terbaik, Hanya harganya saja yang mahal. Goldline adalah penipu.


Hye Joo panik membawa tabnya memberitahu Joong Won kalau mereka  mendapat masalah kalau Raja Belanja, Louis menimbulkan masalah. Joong Won melihat komentar Louis tentang Giovanni. Do Jin mengatakan Belum lama sejak mereka membuka tokonya dan pasti Ini akan menyebabkan kerugian.
Semua orang melakukan apa yang disarankan oleh Raja Belanja, Louis. Apa yang harus kita lakukan?” kata Min Young panik, Bok Sil melihat namanya Louis seperti sangat mengenalnya.
Tn Lee, katakan pada bagian pelayanan untuk mencaritahu siapa itu Raja Belanja, Louis” perintah Joong Won pada Kyung Kook, 

Pelayan Kim juga mencari tahu tentang Shopping King Louis betapa kagetnya mengetahui kalau seorang wanita yang bernamanya Go Bok Sil. Pelayan Kim masih tak percaya kalau menanyakan pada Shopping King Louis.
Apa kopi kesukaanmu?” tanya pelayan Kim, Louis pun membalas Maxim Gold. Pelayan Kim merasa kalau itu bukan Louis yang dikenalnya karena sangat tahu kopi yang disukai oleh Tuanya. 

Kyung Kook menemui Joong Won dalam ruangannya memberitahu  Nama ID Raja Belanja, Louimilik seseorang bernama Go Bok Sil. Joong Won kaget mendengarnya, Tapi Kyung Kook merasa ada yang aneh karena Berdasarkan waktu saat review-nya diposting, rasanya sulit percaya kalau ini Bok Sil.
“Aku lihat Pengejaan Bok Sil selalu benar. Mungkin... seseorang mencuri ID-nya.” Kata Kyung Kook
“Ini memang  Masuk akal.” Kata Joong Won sudah bisa menebaknya, Kyung Kook tersenyum karena mendapatkan pujian dari pekerjaanya.
Rahasiakan ini dari yang lainnya, karena Aku akan mengurus ini.” Kata Joong Won dan menyuruh Kyung Kook untuk pergi. Kyung Kook pun tersenyum bahagia keluar dari ruangan Joong Won. 

Louis sedang duduk di kursinya, Joong Won datang bertanya apakah Louis itu si Shopping King Louis. Louis kaget karena Joong Won bisa mengetahuinya. Joong Won berkomentar kalau Louis kehilangan ingatanmu, tapi tahu banyak tentang belanja dan bertanya-tanya siapa sebenarnya Louis itu dengan suara nyaring.  
“Hei.. Tolong pelankan suaramu.” Ucap Louis panik, Joong Won ingin tahu kenapa namanya Raja Belanja, Louis
Raja Belanja... adalah nama yang diberikan tetanggaku karena aku ahli dalam hal belanja selain itu Nama Louis tertulis di pakaian dalam yang kugunakan. Kenapa memangnya?” tanya Louis
Aku kenal seseorang yang menggunakan ID yang sama.” Kata Joong Won,
“Apa Kau mau aku berhenti menggunakan ID itu?” tanya Louis bingung, Joong Won membenarkanya.
Review dan balasan yang kau posting... akan membuat Bok Sil terkena masalah, jadi berhenti melakukannya sekarang. Apa kau merasa seperti seorang pahlawan di internet? Apa rasanya senang karena orang-orang memujimu? Kau harus Ingat, beberapa pedagang mungkin mendapatkan banyak kerugian karenamu.” Tegas Joong Won.
Louis terlihat kebinggungan, Joong Won memberitahu kalau  Review dan balasannya bisa membuat pedagang sukses ataupun bangkrut dan Orang jujur seperti Louis memang dibutuhkan, tapi harusnya melakukannya  atas namanya sendiri, bukan Bok Sil. Louis khawatir bertanya apakah terjadi sesuatu pada Bok Sil. Joong Won memberitahu kalau Bok Sil bisa dipecat karena Louis. Louis binggung kenapa harus dipecat karena dirinya. 


Semua pegawai berkumpul, Hye Joo merengek pada Kyung Kook ingin diberitahu siapa itu Raja Belanja, Louis. Kyung Kook mengatakan Joong Won akan menemuinya secara pribadi dan memecahkan masalahnya. Do Jin juga ingin tahu dan sangat penasaran.
Bok Sil terlihat termenung merasa kalau itu Louis yang melakukanya, Kyung Kook tetap tak memberitahu pada pegawai karena  Informasi pelanggan harus tetap dirahasiakan. Semua merasa itu tak adil, Bok Sil menyakinkan diri kalau bukan Louis pelakunya. Ma Ri pun merasa yakin itu pasti Louis yang melakukanya.

Joong Won sudah duduk di kursi kebanggan milik Louis seperti raja. Louis bertanya apa yang harus dilakukan agar Bok Sil tetap bisa bekerja. Joong Won tersenyum memberikan syarat kalau Louis pindah ke tempatnya maka akan melindunginya.
“Apa Kau ingin aku hidup jauh dari Bok Sil?” ucap Louis kesal
Ini demi Bok Sil, jadi Apa lagi yang harus diragukan?” kata Joong Won
Oke, tapi... belikan dia kulkas terbaru dan mesin cuci.” Ucap Louis juga memberikan permintaanya.
Joong Won kaget  karena harganya cukup mahal, Louis pikir Joong Won tak mau melakukanya jadi tidak akan pindah.

Akhirnya Louis menuliskan pada selembar kertas “ Aku tidak akan menggunakan username, Raja Belanja, Louis lagi di website Goldline. Sebagai gantinya, Cha Joong On akan Membelikan kulkas terbaru dan mesin cuci untuk Bok Sil
Joong Won menyuruh Louis memberikan tanda tangan, Louis pun menuliskan namanya, Joong Won melihat surat perjanjian dan melihat namanya yang salah tulis dan  menyuruhnya agar belajar lagi cara menulis yang benar. 

Louis membawa sebuah tas dan menaruhnya dibagasi, Joong Won menyuruh Louis segera masuk mobil. Louis membuka pintu belakang. Tiba-tiba Joong Won menyuru Louis untuk tak bergerak.
Aku bukan supirmu. Jadi duduk di depan. Dan satu lagi Jangan memanggilku Ahjussi. Panggil aku Tn Cha mulai sekarang. Apa Kau mengerti?” ucap Joong Won, Louis pun terpaksa mengerti.
Diam-diam dari mobil anak buah Tuan Baek melihat Joong Won yang membawa Louis pergi dan berpikir Joong Won  berencana menyembunyikan Louis. 

Louis melihat rumah Joong Won dan langsung melihat sekeliling ruang tengah, lalu membanting dirinya di sofa. Joong Won melonggo melihat Louis seperti biasa mengunakan remote dengan menyalakan semua barang-barang elektroniknya. Louis berjalan ke dapur menyuruh Joong Won duduk saja bukan hanya berdiri.
Joong Won melihat Louis bisa mengunakan coffee maker di dapurnya dan kembali duduk disofa sambil menonton TV. Louis meliha suasana rumah Joong Won tidak asing dan meminta agar menyiapkan air untuknya karena ingin mandi dengan air sabun.
“Hei... Ini rumahku. Jangan bertingkah seperti kau pemiliknya. Kau hanyalah menumpang.” Ucap Joong Won menahan amarahnya, Louis tak mengerti arti “menumpang
Itu artinya seseorang yang selalu merepotkan sepertimu. Kau juga menumpang bersama Bok Sil.” Kata Joong Won
Kau salah... Bagi Bok Sil, aku adalah orang yang selalu berada di sisinya. Itulah yang dia katakan.” Balas Louis
Berhenti bicara omong kosong.” Keluh Joong Won
Louis lalu menanyakan dimana kamarnya, Joong Won menunjuk  satu kamar dan Louis bisa mengunakan kamar mandi di dalamnya. Ia juga memberitahu kalau ia Sarapan jam 7 tepat dan mengurus makan siang dan makan malamnya sendiri. Louis memberitahu Bok Sil membuatkannya sarapan sebelum berangkat kerja.

Aku tidak suka kalau rumah berantakan Pastikan kau membersihkan, mencuci, dan mencuci piringnya. Apa Kau mengerti?” kata Joong Won
Bagaimana dengan uang? Bok Sil memberiku 50 won setiap aku mencuci piring.” Ucap Louis
Aku memberimu makan dan membiarkanmu tinggal disini. Jangan meminta uang.” Kata Joong Won terlihat wajahnya memerah karena menahan amarah.
Bok Sil tidak pernah berkata seperti itu.” balas Louis
Berhenti menjawab perkataanku.” Teriak Joong Won tak bisa lagi menahan amarahnya.
Wah. Dia yang memohon padaku agar aku tinggal disini, tapi sekarang dia sangat perhitungan.” Keluh Louis.
Joong Won menyuruh Louis diam saja dan mengancam anak menutup mulutnya dengan plester kalau terus berbicara. Louis akhirnya menguap lebar-lebar dengan wajah kesal. Joong Won pun menahan amarahnya karena harus berhubungan dengan Louis yang menyebalkan. 


Detektif berjalan pada sebuah toko Hong France, sambil mengingat cerita dari temanya Sekitar dua tahun lalu. Aku pergi ke sebuah toko buku untuk menginvestigasi sebuah kasus. Aku masih mengingatnya karena disana penuh dengan buku bahasa Prancis dan melihat kotak musik disana.
Akhirnya Detektif mencoba masuk dengan melihat ada sebuah sofa besar didalamnya, dan tapi pintunya terkunci dan papan didepanya tertulis “close”. Ia pikir tokonya itu sudah tutup, lalu melihat ada sebuah pipa pemadam kebakaran didekatnya.
Ia pun melihat kembali catatan yang dituliskan oleh Louis  [ANAK MENAKUTKAN, KOTAK MUSIK, ALAT PEMADAM KEBAKARAN] dan melihat ke dalam toko buku yang sudah tutup. 

Louis mengirimkan pesan pada Bok Sil “Aku di depan perusahaanmu. Ayo pergi nonton. Kita melewatkannya waktu itu.” Bok Sil membalas “Tunggu aku. Jadi Film apa yang akan kita tonton?

Keduanya menonton film horor yang menakutkan, Louis ingin memegang tangan Bok Sil, tapi Bok Sil yang ketakutan malah kaget. Akhirnya Bok Sil mengajak mereka keluar saja sekarang karena filmnya terlalu menyeramkan, akhirnya Louis pun membawa Bok Sil keluar dari bioskop.
Itu sangat menakutkan... Padahal ini film pertama yang aku tonton.” Ucap Bok Sil kesal
Aku memilihnya karena film ini gratis. Ayo menonton film yang tidak menyeramkan lain kali.” Kata Louis, Bok Sil pun setuju. 


Keduanya pergi ke warung tenda, Bok Sil bertanya apakah yang ingin dimakan Louis. Louis ingin 10 tusuk kue ikan. Bok Sil bingung apakah hanya itu saja. Louis membenarkan karena menurutanya Tteokbokki terlalu pedas, dan tidak suka warna sundae-nya.
Aku tidak mau makan tempura karena minyaknya terlalu hitam.” Komentar Louis. Si bibi yang mendengarnya langsung cemberut.
Kami pesan 10 kue ikan dan tteokbokki.” Ucap Bok Sil agar si bibi tak marah.
Louis mulai makan kue ikanya, Bok Sil bertanya untuk memastikan kalau Raja Shopping itu bukan Louis karena Semua orang di perusahaan sedang membicarakannya. Louis meminta Bok Sil tak perlu mengkhawatirkan hal itu karena ia dengar orang itu sudah mati hari ini. Bok Sil kaget dan langsung bergegas menjauh. 

Bok Sil menelp Tuan Cha mengatakan punya informasi baru karena Raja Belanja, Louie, sudah mati hari ini. Joong Won tahu pasti Bok Sil sedang bersama Louis sekarang. Bok Sil kaget karena Joong Won bisa mengetahuinya.  Joong Won menyuruh mereka segera Pulanglah sekarang.
Ah.... Tn Cha ternyata tahu segalanya.”ucap Bok Sil setelah buru-buru menutup telpnya.
Kemana mereka pergi? Ini sangat menyebalkan.” Kata Joong Won penasaran. 

Keduanya pergi ke penjual aksesoris, Louis melihat sebuah cincin  dan melihat kalau itu cincin berlian Bulgari dua warna dengan emas putih dan jelas-jelas palsu. Si Bibi pun terlihat kesal bertanya apakah Louis bisa membelinya.
Louis bertanya berapa harganya, Si Bibi memberitahu harganya 30ribu Won, Louis memberitahu Yang asli harganya 6,500 dolar. Si bibi kesal bertanya Louis ingin membeli barangnya atau tidak. 

Louis dan Bok Sil duduk di pinggir sungai Han. Louis mengatakan  tidak bisa membiarkan Bok Sil  memiliki cincin palsu. Bok Sil pikir mereka itu bukan pasangan menikah jadi Louis tidak harus membelikannya cincin. Louis Piki Bok Sil harus tetap menggunakan cincin menurutnya Bok Sil itu tak tahu apapun jadi meminta agar menonton TVsesekali-sekali.
Aku tidak punya waktu untuk menonton TV.” Kata Bok Sil yang sudah disibukan dengan semua pekerjaan kantornya.
Aku tahu sulit menyiapkan makanan untukku. Hari ini, aku... akan meninggalkan rumah.” Kata Louis, Bok Sil kaget mengetahuinya.
Aku sudah memberitahumu waktu itu. Tn Cha menyuruhku untuk tinggal bersamanya, Dia terus keras kepala. Jadi aku memutuskan untuk tinggal dengannya.” Cerita Louis
Kau tidak mengatakan apapun padaku.” Kata Bok Sil kesal dan sedih

Apa kau khawatir akan merindukanku?” goda Louis, Bok Sil menyangkalnya karena tidak akan merindukan bahkan merasa lebih baik.
Tapi tetap, kau harus tetap berhubungan denganku sampai aku menemukan Bok Nam.” Ucap Bok Sil
Louis pikir itu sudah pasti dan akan menghubungi Bok Sil setiap hari, lalu melihat ada kapal yang sedang berjalan didepanhya bertanya apakah Bok Sil pernah naik kapal ferry. Bok Sil mengatakan belum pernah. Louis pun mengajak Bok Sil naik kapal itu di kencan mereka berikutnya.
Bok Sil binggung Louis menyebut kencan. Louis memberitahu kalau yang mereka lakukan hari ini adalah berkencan lalu berpesan saat dirinya tak ada dirumah maka Bok Sil harus menonton TV agar bisa mengetahuinya. 

Bok Sil pulang ke rumah dengan wajah cemberut melihat kursi Louis yang sudah tak ada penghuninya, dengan kesal seharusnya Louis membawa kursi bodohnya juga. Akhirnya ia masuk rumah dan terkejut dengan kulkas ukuran besar dan juga mesin cuci berjejer dirumahnya. In Sung pun datang berkunjung ke rumah Bok Sil.
Siapa yang membawa ini kesini?” tanya Bok Sil binggung,
“Apa Kau tahu Chunhyang, yang menjual 300 karung beras?” kata In Sung, Bok Sil bingung berpikir yang dimaksud itu  Shimcheong
Ya maksudku itu... Louie melakukan hal yang sama. Dia mendapatkan  ini semua, sebagai gantinya dia tinggal bersama Tn Cha.” Ucap In Sung, Bok Sil kaget mendengarnya. 

Louis sibuk dengan menonton Home Shopping. Joong Won memoton buah dan memberikan pada Louis. Louis melihatnya dan berkata tidak makan bijinya jadi menyuruh agar menyingkirkan bijinya.  Joong Won terpaksa membersihkan bijinya sambil memberitahu kalau ia tidak suka suasana berisik dan Louis boleh menonton TV saat ia tidak ada dirumah.
Ketika Joong Won ingin mematikan TV, Louis mengambil remote dan sibuk dengan ponselnya. Joong Won bertanya apakah barang itu untuknya. Louis mengatakan itu untuk Bok Sil karea tidak pernah membeli apapun untuk dirinya sendiri jadi ia yang harus membelikannya.
Joong Won menghela nafas dan bertanya dengan uang siapa membelinya. Louis mengatakan sudah tentu itu pasti uang Bok Sil.  Joong Won bertanya-tanya apakah Louis itu benar-benar tidak mengingat apapun. Louis menceritakan hanya mengingat beberapa hal, tapi masih berupa potongan-potongan dan membuatnya binggung.
Oh iya. Bantalnya terlalu tinggi. Bisakah aku mendapatkan yang lain?” ucap Louis, Joong Won pun memberikan bantal yang lain.
Ini terlalu rendah.” Kata Louis setelah mencobanya, Joong Won mengambil bantal yang lain. Akhirnya Louis pun mengunakan bantal yang terakhir.
“Ohh Yah... Kau kehabisan tisu toilet.. Dan  Kau akan memasangkan gorden di kamarku, kan? Jika kau tidak suka aku menonton TV disini, maka kau bisa membelikanku TV kecil untuk kamarku. Selain itu, kau kehabisan kopi. Aku suka Maxim Gold. Jadi tolong belikan.” Ucap Louis menyuruh Joong Won seperti pelayanya. Joong Won kembali berteriak menyuruh Louis diam saja dengan mengumpat. 

Joong Won menghela nafas duduk dikamarnya, merasa tidak percaya harus melayani orang yang menumpang dirumahnya. Pesan masuk ke ponselnya dari Bok Sil.
Terima kasih banyak untuk kulkas dan mesin cucinya. Itu pasti mahal Aku akan membayarmu nanti.” Joong Won membalas tak perlu dengan wajah kesal
Tolong jaga Louis Dia bisa menyebalkan kadang-kadang, tapi tolong maklumi dia.” Tulis Bok Sil
Sudahlah. Khawatirkan dirimu sendiri.” Balas Joong Won
Selamat malam.” Tulis Bok Sil, Wajah Joong Won langsung bersemu merah melihat Bok Sil yang mengucapkan selamat malam padanya, seperti tingkah Louis yang menyebalkan seperti hilang dalam ingatanya.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. Lanjut donk Mba...makasi synopsis NY ...fighting­čśŐ

    BalasHapus
  2. dilanjutnya ya kak sinopsisnya,

    BalasHapus
  3. seru jg stlh bc sinop'y, lanjut mb dee

    BalasHapus
  4. Semangat lanjut sinopnya Kk.. fighting..

    BalasHapus