Sabtu, 29 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Bok Sil pergi ke goldline, saat berada di lobby buru-buru bersembunyi karena melihat Louie yang berjalan dengan para direksi, mata Bok Sil terlihat sedih melihat Louie yang sangat dekat tapi tak bisa menyapanya. Bibi Hwang datang memanggilnya, merasa heran  melihat Bok Sil yang sembunyi seperti penjahat
Tidak apa-apa. Aku hanya lebih nyaman disini, Aku bawakan kini untukmu. Jadi Makanlah ini dengan teman-temanmu. Ini adalah kesemek kering dari Gunung Jiri. Aku ingin memberikannya padamu.” Ucap Bok Sil
“wah kau bilang ini  Kesemek kering dari Gunung Jiri? Mereka akan menyukainya. Terima kasih.” Kata Bibi Hwang senang.
Sekarang In Sung Oppa sudah bekerja. Kau seharusnya istirahat saja di rumah. Bukankah bekerja seperti ini terlalu berat untukmu?” kata Bok Sil khawatir
Aku memiliki tubuh yang sehat dan harus bekerja. Jika aku tiba-tiba berhenti, maka aku akan jadi lebih sakit.” Ucap Bibi Hwang, Bok Sil merasa Bibi Hwang memang  sangat keras kepala.
Haruskah kita makan diluar hari ini? Sudah lama kita tidak makan di luar.” Ajak Bibi Hwang, Bok Sil meminta maaf karena sudah memiliki janji makan malam dengan orang lain.

Ma Ri masuk ke dalam ruangan melihat ada setangkai bunga mawar orange diatas meja, lalu menduga-duga yang pertama adalah Do Jin, dengan membayangkan Do Jin memberikan bunga dengan mengaku sangat menyukainya.
Do Jin terlihat seperti imitasi dari Tn Cha.. Apa ini dar Tn Lee, yang memiliki empat anak?” gumam Ma Ri melihat ke arah Tuan Lee
Kyung Kook mengedipkan matanya meminta agar Ma Ri bisa menerima cintanya, Ma Ri bergumam hanya memikirkannya saja sudah menyeramkan, lalu berpikir kalau itu dari Louie yang sebelumnya pernah ditabrak dengan membawa setangkai bunga mawar yang sama.
Sekarang karena dia dan Bok Sil sudah putus, Apa  dia menyukaiku? Apa dia sengaja memilih kursi itu... untuk mengawasiku?” gumam Ma Ri bahagia. Sementara dibalik dinding, In Sung melihat dengan bahagia karena Ma Ri menerima bunga pemberian darinya. 

Ma Ri terlihat malu-malu saat satu lift dengan In Sung, lalu   bertanya apakah mau makan malam denganku karena tahu restoran steak yang enak didekat kantor. Louie menolak mungkin lain kali, Ma Ri binggung melihat sikap Louie malah menolaknya.
Aku ada les pribadi hari ini.” kata Louie, Ma Ri semakin binggung,
“Apa Kau tidak tahu apa itu les pribadi?” ejek Louie lalu keluar dari lift.
Bukankah dia sudah terlalu tua untuk ikut les pribadi? Hei.. Louie. Pelajaran apa yang sedang kau pelajari?” ucap Ma Ri bertanya-tanya. 

Pelayan Kim menyebutkan kalimat  "Tidak ada pilihan lain" dan Louie pun harus menuliskan dengan benar pengejaanya. Pelayan Kim kembali menyebut kalimat "Aku menabrak ayam." Tapi Louie terlihat kesal sendiri karena kesusahan menulis ejaan hanggul lalu menyerah dengan melepaskan ikatan kepalanya.
Pengejaanmu akan jadi sempurna sebentar lagi Seorang pria yang bisa bicara 10 bahasa  dengan pengejaan yang sempurna. Bukankah itu hebat?” kata Pelayan Kim menenangkanya.
Aku harus menulis surat untuk Bok Sil begitu aku bisa melakukannya.” Kata Louie lalu menatap boneka anjingnya kalau tak akan menyerah pada Bok Sil. 

Bok Sil makan malam dengan orang tua Joong Won, Nyonya Shin pun memberikan masakan buatannya agar Bok Sil bisa mencobanya, karena menyiapkan makanan yang enak yang bisa dibuatnya. Bok Sil pun mengucapkan terimakasih lalu mulai mencoba kuah sup.
Ini adalah air rebusan dengan betonit.” Kata Bok Sil, Nyonya Shin kaget bertanya apakah Bok Sil tahu apa itu bentonit
Tentu saja... Itu bagus untuk mencegah demensia. Kau harus berhati-hati merebusnya supaya nutrisinya tidak hilang. Aku akan merebusnya untukmu lain kali.” Kata Bok Sil lalu mencoba masakan lainya.
Kau menggunakan plum yang diawetkan sebagai ganti gula, kan?” ucap Bok Sil, Semua langsung kaget karena Bok Sil bisa mengetahui masakan Nyonya Shin dengan rasa yang aneh.
Bagaimana kau tahu kalau aku menambahkan... plum yang diawetkan?” kata Nyonya Shin binggung.
Oh... aku hanya... pernah merasakannya waktu itu. Itulah kenapa aku piker kau menggunakan plum yang diawetkan. Jika kau bertanya kenapa aku berpikir seperti itu, aku tidak tahu harus mengatakan apa.” Ucap Bok Sil yang terlihat memiliki sinar. Wajah Nyonya Shin yang tadinya sinis lalu berubah karena tanda cintanya sampai puncak dan melihat Bok Sil seperti Go Jang Geum


Bok Sil pun selesai makan dan akan pulang, Joong Won ingin mengantarnya tapi seperti tak mendengar perkataanya.  Bok Sil mengaku lebih nyaman naik bis dan Terima kasih untuk makan malamnya, lalu pamit pada orang tuan Joong Won.  Joong Won pun meminta agar memberitahu kalau memang sudah sampai rumah. Bok Sil  mengerti lalu berjalan keluar, Joong Won pun mengantar sampai ke luar rumah. 

Sementara Nyonya Shin terlihat bangga dengan Bok Sil mengatakan akan mengubah gadis itu menjadi Jang Geum. Tuan Cha binggung, Nyonya Shin berkata akan membuat Bok Sil  jadi dokter dan membiarkan Joong Won menikah dengannya.
Aku bisa dengan mudah membuatnya jadi dokter. Calon menantuku adalah Jang Geum!” ucap Nyonya Shin terlihat sudah mulai membayangkan yang berlebihan. 

Detektif Nam menerima telp dengan wajah serius mengatakan akan segera kesana. Ternyata Nyonya Hong yang meminta bantuan, Detektif Nam terlihat memiliki badan yang kekar mengangakat tumpukan buku ke sudut ruangan,  Nyonya Hong seperti sangat menganggumi pria muda yang ada didepanya. Detektif Nam pun menyelesaikan tugasnya
Nyonya Hong yang terkesima mengucapkan terimakasih, Detektif Na pikir itu adalah keahlian dan akan pamit pergi kalau memang sudah selesai. Nyonya Hong seperti masih ingin melihat Detektif Nam meminta agar memindahkan sofa lalu meja dan meminta agar kursinya berhadapaan.
Detektif Nam dengan sigap memindahkan barang-barang sesuai yang diminta, Sampai akhirnya Nyonya Hong meminta agar memindahkan  tangga, Detektif Nam tak sengaja menyentuh bagian cap lampu yang ukuran rendah, Nyonya Hong sempat panik tapi Detektif Nam mengaku kalau ia baik-baik saja.

Tunggu, tapi... Apakah menurut anda susunannya tidak sedikit aneh?” kata Detektif Nam melihat semua barang jadi ada disudut ruangan.
“Yah... Kau benar.... Ini terlihat sangat aneh.” Kata Nyonya Hong yang hanya sengaja menyuruh Detektif Nam agar bisa di tetap di toko bukunya.
Perasaanku terasa... sangat aneh saat ini, Joon Hyuk.” Gumam Nyonya Hong benar-benar jatuh cinta dengan Detektif Nam
Detektif Nam pikir  harus memindahkan semuanya ke tempat semula. Nyonya Hong menolak karena lebih baik membiarkan saja di tempatnya. Tiba-tiba turun hujan sangat deras di luar, Detektif Nam pikir kalau tidak akan turun hujan hari ini lalu berpikir kalau Nyonya Hong pasti tak punya payung. Nyonya Hong mengangguk.
Kalau begitu aku akan mengantarmu. Ini sangat dingin. Kau bisa terkena flu jika terkena hujan.” Ucap Detektif Nam dengan nada khawatir, Nyonya Hng tiba-tiba menangis, Detektif Nam binggung kenapa Nyonya Hong malah menangis.
Apa... Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Detektif Nam binggung.
Aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali aku mendengar... kalimat yang penuh perhatian seperti itu. Terima kasih banyak... karena sudah berbuat baik padaku.” Ucap Nyonya Hong menangis haru. 

Hujan turun dengan deras disertai petir yang menyambar, Louis sedanbg ada dikamarnya panik memikirkan Bok Sil dan melihat ke arah jendela  terlihat kilat yang saling menyambar. Sementara Bok Sil terlihat kesakitan dengan suara petir dan penuh keringat di wajahnya.
Joong Won menatap ponselnya karena Bok Sil belum menghubungi kalau sudah sampai di rumah, karena Hujan badai membuatnya khawatir. Akhirnya Ia menelp Bok Sil kembali mengomel karena tak menghubunginya dan membuatnya khawatir, Bok Sil dengan sedikit kekuatan meminta maaf dan dan akhirnya jatuh pingsan. Joong Won panik berteriak memanggil Bok Sil.

Louie kebinggungan teringat kembali cerita Bok Sil kalau Hal yang paling membuatnya takut adalah kilat dan petir dan saat itu Louie juga mengompres Bok Sil akan tak demam. Ia yakin Bok Sil pasti sangat ketakutan sekarang.
Ketika ada petir dan kilat, aku sangat ketakutan sampai aku tidak bisa tidur.  Dan aku akan sakit tanpa alasan.
Louie sudah tak bisa menahan kekhawatiranya berlari menaiki tangga dan membawa obat, tapi langkahnya mundur dan terkejut melihat Joong Won yang lebih dulu datang dan pergi menemani Bok Sil. Dibawah hujan yang turun dengan deras Louis hanya bisa menangis kencang.
Bok Sil....Hatiku terasa sangat sakit. Rasa sakitnya sangat hebat sampai rasanya bisa membunuhku. Kita, manusia, bisa...menyiksa satu sama lain dan menghancurkan hati satu sama lain seburuk ini. Untuk beberapa alasan, sepertinya aku tahu ini akan terjadi.” 

Louie duduk dikamarnya sendirian, mengingat perkataanya pada Bok Sil walaupun Joong Won menyukainya tetap saja  Bok Sil tidak bisa menyukainya. Bok Sil yang polos menanyakan alasan tidak boleh menyukainya.  Louie mengatakan kalau akan sedih kalau itu terjadi.
Aku sudah memiliki firasat saat itu.” gumam Louie 

Pagi hari
Louie memberitahu neneknya  ingin kembali ke Kastil Bron Berlen. Nyonya Choi kaget dan tak mengizinkan Louie pergi karena tidak akan membiarkan cucuny jauh darinya lagi.
Aku membiarkan kebodohanku yang berdasarkan kekhawatiranku... dan mengirimu ke tempat jauh. Aku menderita bertahun-tahun selama kau tidak ada disisiku. Itu benar-benar tidak masuk akal. Jadi kumohon.... tinggallah disisi nenek, Louie. Kau mau, kan?” ucap Nenek Choi memohon, Dua pelayan yang ada dibelakangnya terlihat terkejut.
Hanya sebentar. Aku janji aku akan segera kembali. Aku hanya membutuhkan waktu sendirian.” Kata Louie memohon, Dua pelayan saling berpandangan karena sekarang harus saling terpisah. 

Louie duduk diteras rumah atap, Bibi Hwang membawakan secangkir Maxim Gold dengan dua sachet. Louie mengucapkan terimakasih dan merasa untuk beberapa alasan, kopi itu rasanya selalu lebih baik diruma atapnya. Bibi Hwang pun menyuruh Louie meminum semaunya sekarang.
Apa kau benar-benar... harus pergi sejauh itu?” tanya Bibi Hwang khawatir
Aku akan kembali setelah bisa menerima semuanya.” Ucap Louie lalu bertanya keberadaan In Sung sekarang. In Sung sedang duduk sambil mengigit bantal dengan wajah cemberit.
Si bodoh itu....Bagaimana bisa dia meninggalkanku? Dasar Anak brengsek.Aku harap kau sakit jadi kau tidak akan bisa pergi.” ungkap In Sung menangis sendirian dalam kamarnya. 

Bibi Hwang mengaku tak tahu dengan anaknya karena sampai sekarang  belum keluar dari kamar jadi menyuruh Louie mampir dan mengucapkan salam. Louie mengerti.
Tolong...berjanjilah padaku kalau kau akan menjaga Bok Sil. Dia tidak memiliki keluarga, jadi  tolong perlakukan dia seperti anakmu sendiri.” Kata Louie memohon
Jangan khawatir....Kau tidak harus memintaku melakukan itu. Aku sudah menganggapnya sebagai putriku sendiri, Rasanya kau jadi lebih cerewet.” Kata Bibi Hwang, Louie mengaku kalau mempelajarinya dari Bibi Hwang.
Akhirnya Louie duduk sendirian diteras atap rumah, lalu mengucapkan selamat tinggal dan sampai bertemu lagi di lingkungannya yang terasa indah.

Tuan Baek menyembut link Singsingline.com. dan mengetahui Cha Joong Won sekarang berada di sebuah perusahaan kecil yang hanya memiliki dua karyawan. Tuan Choi membenarkan dan  memberitahu Pemiliknya adalah wanita yang pernah bekerja di bagian penjualan mereka yang bernama Ko Bok Sil.
Dia pasti sudah tidak waras.” Ucap Tuan Baek tertawa bahagia karena Joong Won malah pindah ke perusahaan yang kecil
Sepertinya. Dalam 60 tahun hidupku, aku tidak pernah melihat perpindahan  karir yang tidak masuk akal seperti ini.” ungkap Tuan Choi tak kalah geli mendengarnya.
Tuan Choi. Aku harus bilang, bahwa Aku sangat menyukai gadis Go Bok Sil itu. Aku benar-benar sangat menyukainya.” Kata Tuan Baek tak bisa menahan tawa bahagianya.


Bok Sil membuka web Singsingline, membaca komentar-komentar (Aku menunggu produk selanjutnya...Aku sangat puas dengan pelayanannya.) lalu terlihat dibagian bawah tertulis
“Good Bye-Kang Ji Sung” lalu tertulis “Bok Sil, aku akan kembali ke kastilku. Jaga dirimu, oke? -Louie-mu.-“ Bok Sil sedih membacanya karena mengetahui Louie akan pergi.
“Louie... Aku berharap kau tidak akan pergi sejauh itu. Aku berharap kau tetap tinggal di Korea...di bawah langit yang sama denganku.” Gumam Bok Sil sedih. 

Seorang kurir datang membawakan paket, Bok Sil melihat isinya adalah buku yang selalu dibawa Louie saat berusaha mengembalikan ingatanya. Bok Sil membuka salah satu buku dan bertuliskan dilembaran pertama yaitu Bok Sil lalu Roti panggang. Louie pertama kali makan roti panggang dari Bok  Sil dengan mulut yang belepotan.
Maxim Gold. Di dalam sauna, Louie menemukan kopi yang termurah dan enak dengan meminumnya bergelas-gelas Busan. Dipinggir pantai Bok Sil memberikan pelukan pada Louie. 50 sen. Bok Sil memberikan upah 50 sen untuk Louie setiap berhasil mencuci piring.  Mawar Louie mempersiapkan bunga mawar yang akan diberikan saat akan menonton film pertama kali

Ramen cup. Keduanya sering makan ramen bersama-sama di minimarket. Mesin cuci piring. Louie pertama kali diajarkan mencuci piring oleh Bok Sil Halte bus. Louie membuat sebuah bros untuk Bok Sil agar bajunya terlihat stylist dan Bok Sil saat itu terlihat gugup.
Kilat dan petir. Louie menjaga Bok Sil yang demam saat ada bunyi kilat dan juga petir. Payung. Louie menjemput Bok Sil di halte dengan membawa payung dan juga memeluknya. Sepatu olahraga. Louie mengeringkan sepatu Bok Sil dengan mengunakan Hair dryer. “Rambut keriting” Keduanya melakukan perayaan karena Bok Sil menjadi pegawai tetap. Bok Sil menahan tangisnya setiap membaca lembaran kenangan yang ditulis oleh Louie dengannya. 

Bok Sil membuka kembali buku lainya, bertuliskan tiap lembaran yang sudah ditulis oleh louie.
(Hai.. Bok Sil) (Apa yang kau lakukan sekarang?) (Apa kau baik-baik saja?) (Aku merindukanmu.) (Aku merindukanmu.) (Aku ingin makan ramyeon bersamamu.) (Ayo kita makan.) (Maafkan aku.)
Aku benar-benar minta maaf... Dan terima kasih banyak. Aku sangat menyukaimu. Aku sangat merindukanmu... Bok Sil... Ini saatnya kita berpisah.” Tulis Louie pada lembaran akhir. Bok Sil langsung menangis membaca semua yang ditulis Louie dan Joong Won yang ada didepan pintu memilih untuk membiarkan Bok Sil untuk menangis sendirian, walaupun terlihat hatinya juga merasa sedih. 

Pelayan Kim sudah ada dibandara, berteriak memanggil Louie dengan wajah kebingungan. Pelayan Heo binggung melihat Pelayan Kim seharusnya ada di pesawat dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
Apa kau disini untuk menjemputku?” kata Pelayan Heo menduga-duga.
Jung Ran, kita punya masalah besar.... Tn Louie menghilang.” Kata pelayan Kim, pelayan Heo kaget mendengarnya. 

Louie sudah ada di busan menaiki bus Busan City Tour dan duduk dibagian atap, teringat kembali saat Bok Sil memeluk erat di pinggir pantai. Ciuman pertamanya di pasar buku loak.  Louie tiba-tiba melihat sosok pria yang sedan makan ramen di pingir jalan, dan mengingat saat mengambil foto selembaran orang hilang untuk Bok Nam.
Kenapa Bok Nam ada disini?” ucap Louie binggung lalu meminta sopir menunggu sebentar karena ia akan turun dari bus.

Louie langsung berlari ke tempat Bok Nam, dan menyakinkan wajahnya kalau itu memang itu adiknya Bok Sil. Bok Nam yang tak mengenal Louie binggung, Louie langsung memeluk erat Bok Nam mengucap syukur karena masih hidup karena selama ini mencari-carinya.
Bok Nam melihat wajah Louie teringat saat di mobil meminta jam tanganya, Louie menolak karena itu pemberian dari neneknya. Bok Nam langsung mendorong Louie dan berlari ketakutan. Louie berteriak meminta agar Bok Nam tak kabur dan menunggungya, tapi Bok Nam yang ketakutan terus berlari dan bersembunyi. 
Louie bisa melihat kepala Bok Nam dibalik semak-semak lalu perlahan mencoba mendekatinya, Bok Nam bisa kabur dan akhirnya jatuh diatas rumput. Louie pikir bisa menemukan Bok Nam tapi ternyata Bok Nam sudah berhasil kabur padahal tadi melihatnya.
Flash Back
Louie membahas kalau julukan Bok Sil adalah Tupai Terbang dan bertanya  apa julukan Bok Nam. Bok Sil mengatakan “Katak Lamban.” Louie binggung itu semacam kodok.  Bok Sil menyuruh Louie mencari sendiri. Louir pun mengetik pada Ponselnya untuk mencari artinya.
Nenekku memanggilanya begitu karena dia lamban.” Kata Bok Sil 

Louie pun menyakikan diri kalau bisa  menangkap Katak Lamban itu lalu berteriak memanggil Bok Nam berjanji akan bersikap baik padanya. Sementara Bok Nam sudah bersembunyi diatas pohon binggung karena Louie bisa tahu namanya.
Jangan kabur... Aku mohon.” Kata Louie
Bagaimana jika dia membawaku ke kantor polisi?” ucap Bok Nam ketakutan akhirnya turun dari pohon dan kabur
Louie kembali mengejarnya sambil berteriak memanggil Bok Nam, Bok Nam berteriak minta maaf untuk yang waktu itu sambil berlari. Louie mengejarnya merasa Bok Nam  tidak perlu minta maaf. Bok Nam terus berlari menghindari. Louie dengan nafas terengah-engah memberitahu kalau bukan itu yang ingin dikatakanya.
Tiba-tiba seseorang mengemudikan sepedanya dan langsung berbelok, Louie yang sedang berlari karena kaget akhirnya terjatuh dan kepalanya terbentur, sambil memegang kepalanya yang sakit melihat ada Alat Pemadam kebakaran didepanya. Ingatan seperti datang dan saat motor yang menyengolnya lalu kepalanya membentur Alat Pemadam kebakaran.  Kepala Louie semakin sakit dan matanya berbayang melihat pohon-pohon dimusim gugur, lalu akhirnya tak sadarkan diri. 


Bok Sil dan Joong Won masih siang bersama, Joong Won bertanya apakah mereka akan memilih mustar laut dari Tn Kim Gi Jang. Bok Sil membenarkan akan menjualnya dengan rumput laut darinya.
Kim Gi Jang. Pemiliknya memiliki nama yang  tidak biasa.” Komentar Joong Won
Dia lahir disini, di Gijang, jadi kakeknya menamainya seperti nama kota.” Jelas Bok Sil. Bibi Pelayan membawakan pesanan makanan keduanya. 
Ketika aku melihatmu dan Louie bersama untuk pertama kalinya di rumahmu, kau membersihkan tumpahan bubur yang ada di bajunya, kan?” kata Joong Won, Bok Sil membenarkan.
Louie kembali ke Prancis. Apa kau tahu?” ucap Joong Won, Bok Sil sempat terdiam dan mengakui kalau sudah mengetahuinya.
Dia mengirimiku surat perpisahan.” Kata Bok Sil dengan tatapan sedih.
Dia akan baik-baik saja. Dia mungkin bisa bertahan hidup dimanapun sekarang Dia tidak punya masalah tidur di toilet, apa kau tahu?” Kata Joong Won berusaha agar Bok Sil tak khawatir. Bok Sil juga tahu Louie bahkan bisa tidur di tangga ataupun bangku
Louie bilang... kalau dia dibesarkan seperti bunga di rumah kaca. Mungkinkah dia berbohong?” ucap Joong Won, Bok Sil pun tertawa mendengarnya.

Joong Won memberitahu  harus pergi duluan ke Seoul jadi Bok Sil harus mengurus segala sesuatunya disini. Bok Sil  mengerti. Joong Won menyuruh Bok Sil agar  Naiklah Kereta rute Pohang Donghae Nambu dari Stasiun Haeundae. Bok Sil mengatakan  akan mencari tahu tentang bayam yang dikeringkan dari Gokgang-ri. Joong Won pun pergi meninggalkanya dan Bok Sil melihat tiket kereta dengan Keberangkatan: Haeundae, Tujuan: Pohang
Bok Sil pergi akan menaiki kereta lalu melihat beberapa pengemis di pingir jalan, dan melihat sosok Louie duduk dengan mengunakan wajah kotor dan mengunakan jaket Bok Nam. Bok Sil tak percaya mendekati Louie lalu menatapnya dan memanggil namanya.
Apa yang terjadi padamu? Aku pikir kau ada di Prancis. Apa yang kau lakukan disini?” ucap Bok Sil binggung
Apa namaku Louie?” ucap Louie yang kehilangan ingatanya kembali. Bok Sil bingung melihat Louie yang benar-benar kehilangan ingatanya.
bersambung ke episode 12 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

8 komentar:

  1. aaaaah... masa hilang ingatan lagii siiih... :(

    BalasHapus
  2. Waaaahh.. Gak nyangka bangt kalau louisnya bakal hilang ingatan lagi???
    Apa cinta Louie buat bok sil juga akan hilang & terlupakan ???
    Ga sabar untuk episode slanjutnya

    BalasHapus
  3. huahahaha😁😁😁 bner2 dh msa louie amnesia lgi???

    BalasHapus
  4. episode 12 nya kok blum ada yaa??
    di tnggu ya ka,,,,

    BalasHapus