Jumat, 07 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 5 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Louis pergi ke minimarket membeli obat dengan hujan yang deras dan hanya mengunakan sandal ketika hujan turun dengan deras, lalu memberikan obat dan mengompres Bok Sil. Ia meminta agar Bok Sil jangan sakit dengan wajah sangat khawatir.
Bok Sil terbangun membuka matanya, melihat Louis yang sedang pergi ke kamar mandi untuk menganti air kompresan. Sepertinya Bok Sil merasa tenang karena ada Louis yang merawatnya ketika sedang sakit. 

Flash Back
Hujan deras dan bunyi petir yang mengelegar, Bok Sil sedang tidur dengan neneknya merasa sangat ketakutan.  Neneknya menenangka cucunya kalau itu hanya bunyi petir saja. Saat itu seseorang berteriak memanggil nenek Bok Sil.
Nenek Bok Sil menangis di bawah longsoran tanah melihat anaknya yang sudah tak bernyawa dibawa ke dalam ambulance, Bok Sil melihatnya dan langsung menutup mata adiknya agar tak melihat sosok ayah mereka. Sepertinya saat itu juga Bok Sil merasa trauma dengan Hujan dan petir karena orang tuanya meninggal. 

Bok Sil terbangun lagi dari tidurnya melihat Louis yang tertidur sambil duduk, dan akhirnya Bok Sil pun kembali tidur dengan wajah bahagia. Pagi hari Bok Sil terbangun lebih dulu melihat Louis sudah berbaring disampingnya, ia pun memakaikan selimut untuk Louis yang semalaman sudah merawatnya.
Aku ketakutan sepanjang malam, tapi Louis menjagaku.” Gumam Bok Sil merasa bahagia 

[Episode 5- Starry Starry Night]

Bok Sil terlihat pucat dengan sedikit terlihat masih flu, dari kejauhan Joong Won melihatnya Bok Sil sedang memijat kepalanya, Akhirnya Ia mendekat bertanya apakah Bok Sil sedang sakit. Bok Sil terdiam, Joong Won memperingatakan Bok Sil Jangan membuatnya sulit dengan pingsan lagi seperti kemarin.
Pulanglah dan istirahat jika kau memang sakit.” Ucap Joong Won yang khawatir dengan Bok Sil
Aku sudah minum obat, jadi tidak apa-apa.” Kata Bok Sil menenangkanya.
“Jadi kau benar-benar sakit? Kalau begitu pulang saja dan jangan membuat masalah. Sekarang!” teriak Joong Won terkesan tak ingin ada orang disekitarnya ikut tertular, Bok Sil pun tak bisa melawan dengan menuruti perintah atasanya. Ma Ri binggung melihat Joong Won tak seperti biasanya perhatian pada pegawainya. 

Tuan Baek baru saja keluar dari lift mendapatkan kabar kalau  Orang yang mati karena kecelakaan itu bukan Louis, wajahnya langsung kaget. Saat itu juga Louis baru saja masuk ke dalam gedung, Tuan Baek makin melotot kaget melihat Louis ternyata masih hidup dan ada didepanya. Louis tersenyum lalu mendekati Tuan Baek, Tapi Tuan Baek masih tetap melonggo menatap Louis.
“Hallo.... Apa kau pemilik perusahaan ini?” ucap Louis, Tuan Baek masih melonggo tak percaya
Saat itu Bok Sil baru saja keluar dari lift melihat Louis dan Louis pun menghampirnya dengan memarahi Bok Sil karena  pergi kerja padahal sedang sakit. Tuan Baek mengingat wajah Bok Sil itu bicara dengan Joong Won sebelumnya.
Ma Ri yang ada disamping ayahnya juga melihat dari  dalam mobil, bertanya siapa wanita itu. Tuan Baek ingat dengan cerita Joong Won kalau  Bok Sil itu anak dari desa yaitu seorang Pembersih ruangan yang dipekerjakan Tn Cha untuk bagian penjualan

Louis menarik tangan Bok Sil ingin memperkenalkan pada seseorang, lalu didepan Tuan Baek Louis meminta agar Tolong jaga Bok Sil. Bok Sil panik meminta maaf karena Louis tak tahu apapun, lalu memarahinya memberitahu kalau Tuan Baek itu  pemegang jabatan tertinggi dikantornya.
Aku juga tahu itu, karena sudah lihat di TV kalau dia akan jadi direktur.” Ucap Louis santai. Tuan Baek masih melonggo ternyata Louis tak mengenalinya.
Maafkan aku... aku pamit lebih dulu” ucap Bok Sil buru-buru pergi menarik Louis , Louis memberikan lambaian tanganya pada Tuan Baek dan benar-benar tak mengenalinya.
Tuan Baek benar-benar panik langsung menelp kembali anak buahnya agar mereka bisa bertemu sekarang juga. 

Keduanya berjalan keluar dari gedung, Bok Sil bertanya kenapa Louis datang ke kantornya. Louis mengatakan ingin membawakan bubur lalu mengeluh karena Bok Sil sudah pergi kerja pagi-pagi sekali dan sekarang sudah pulang.
Tuan Cha menyuruhku pulang, Dia tidak mau ada orang sakit disekitarnya.” Cerita Bok Sil sedih
Wow, dia sangat jahat.” Komentar Louis lalu mengenggam tangan Bok Sil untuk mengajaknya pulang. Bok Sil melonggo seperti tak biasanya Louis mengenggam tanganya untuk berjalan pulang.
Saat itu juga mereka melewati kedai coffee, Hye Joo sedang duduk di cafe melihat keduanya yang berjalan sambil bergendangan tangan lalu memanggilnya Bok Sil ingin melepaskan tapi Louis tetap ingin mengendang tanganya.
Hye Joo bertanya siapa pria itu, Bok Sil kebinggungan untuk menjawab tapi Louis dengan mudah kalau ia sebagai wali dan juga penjaganya dari Bok Sil, lalu mengajaknya untuk segera pergi. Hye Joo melonggo tak percaya melihat pria tampan yang mengandeng tangan Bok Sil. 

Hye Joo berlari masuk ke dalam ruangan  sambil menjerit kalau ada berita besar, semua yang sedang rapat ingin tahu. Hye Joo menyebut nama Bok Sil, lalu tersadar kalau ada Joong Won didepanya, akhirnya ia pun duduk disamping Min Young untuk memberitahunya.
Sepertinya Bok Sil... Sedang berkencan dengan seseorang. Aku melihatnya keluar dari cafe, bergandengan tangan dengan seorang pria, Pria itu sangat tampan.” Ucap Hye Joo tak percaya, Joong Won dan Ma Ri diam-diam ikut mendengarnya.
Aku kan sudah memberitahumu. Kalau Kau akan selalu punya waktu untuk berkencan tidak peduli seberapa sibuknya dirimu.” Ucap Min Young
Bok Sil lebih kompeten dari yang kuduga.” Komentar Do Jin
Hye Joo bingung sebenarnya kemana Bok Sil pergi pada jam kerjanya, Ma Ri memberitahu kalau Bok Sil sakit jadi  pulang lebih cepat. Min Young merasa Bok Sil masih punya tenaga yang tersisa untuk berkencan. Kyung Kook pikir pria itu pasti datang untuk menjemputnya lalu menduga kalau mereka hidup bersama. Joong Won terlihat marah dan langsung membanting berkas dan kembali ke dalam ruanganya. 

Tuan Baek bertemu dengan anak buahnya, menceritakan kalau  Louis muncul di depannya. Si anak buah juga ikut kaget mendengarnya,tapi Tua Baek merasa ada yang aneh karena Louis sama sekali tidak mengenalinya. Sia anak buah terlihat binggung.
Ini berkas gadis yang sepertinya dekat dengan Louis, Kau harus awasi dia. Setelah pemakaman Louis, Joong Won mempekerjakannya di bagian penjualan. Dia pekerja kontrak selama satu bulan. jDai Sepertinya dia punya alasan mempekerjakan seseorang yang. jelas-jelas tidak memiliki pengalaman. Cari tahu bagaimana mereka saling mengenal awalnya.” Jelas Tuan Baek khawatir, Si anak buah pun mengerti dengan perintahnya. 

Keduanya berjalan menaiki tangga rumah, Louis bertanya apakah Bok Sil merasa lelah. Bok Sil yang sudah terlihat pucat mengaku kalau ia baik-baik saja. Louis melihat wajah Bok Sil yang kelelahan langsung berjongkok didepanya,  menyuruh agar naik ke punggungnya, Bok Sil malah panik menyuruh Louis segera berdiri tapi Louis memaksa agar Bok Sil naik ke punggungnya.
Bok Sil pun akhirnya digendong Louis untuk berjalan menaiki tangga rumah, lalu bertanya apakah tubuhnhya berat. Louis dengan jujur menjawab kalau Bok Sil sangat berat, Bok Sil cemberut menyuruh Louis segera menurunkanya. Louis menolaknya.
Tapi rasanya menyenangkan. Aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya.” Ucap Louis dengan senyuman, Bok Sil binggung maksud dari ucapanya.
Tubuhku terasa berat dan lelah, tapi hatiku rasanya hangat.” Kata Louis, Bok Sil tersenyum lalu bersadar di pungung Louis dengan wajah bahagia, begitu juga Louis. 

Sesampai didalam rumah, Bok Sil melihat keadaan rumah yang kacau balau. Louis hanya bisa tertunduk karena melakukan kesalahan lagi. Bok Sil mengomel melihat kekacauan dirumahnya. Louis mengaku kalau terburu-buru pergi ke kantornya jadi membereskan rumah.
Bok Sil mengambil beberapa barang untuk dibereskan, tapi Louis menyuruh untuk makan saja dulu, Bok Sil tetap ingin membersihkan rumah dulu. Keduanya kembali beradu mulut dan akhirnya duduk bersama di depan meja.
“Kau bisa membereskannya setelah makan.” ucap Louis ingin membuka tempat buburnya.
“Lebih baik Bersihkan saja dulu sebelum makan.” kata Bok Sil tetap pada pendiriannya.
Seseorang berjalan masuk ke arah rumah Bok Sil, sementara keduanya masih tetap beradu mulut mana yang harus lebih dulu dilakukanya. Tapi akhirnya Bok Sil yang mendorong tempat bubur membuat buburnya tumpah, dan mengenai baju Louis.
Loius menjerit kesakitan karena bubur yang tumpah masih panah, Bok Sil pun ikut panik semua pakaian Louis yang kena bubur. Saat itu seseorang masuk ke dalam rumah Bok Sil yang tak terkunci, Bok Sil dan Louis kaget melihat Joong Won datang dan Joong Won juga kaget melihat Louis hanya mengunakan pakaian dalam dengan Bok Sil didalam rumah. 


Louis akhirnya datang ke rumah In Sung sambil mengeluh Bok Sil itu sangat menyebalkan karena sduah mengusirnya. In Sung bertanya apakah seseorang datang ke rumah mereka. In Sung menceritakan kalau pria  menyeramkan itu yaitu Atasannya. In Sung mengatakan bertanya apakah yang di maksud itu Penyelamat ginsengnya Bok Sil
Apa kau mengenalnya, Ibu?” tanya In Sung pada ibunya
Dia membayar biaya rumah sakit Bok Sil waktu itu dia pingsan.” Ucap Nyonya Hwang, Louis kaget mengetahui kalau Bok Sil pernah  pingsan
“Apa Kau tidak tahu? Kau terlalu sibuk dengan dirimu sendiri sampai tidak sadar kalau dia sakit. Tapi Apa yang membawanya kesini?” ucap Bibi Hwang binggung.
Oh, jangan-jangan. Apa Dia datang kesini karena Bok Sil sedang sakit?” kata Bibi Hwang, In Sung terlihat tak percaya mendengarnya. 


Anak Buah Tuan Baek melapor kalau Joong Won baru saja masuk ke rumah tempat Bok Sil dan Louis tinggal menurutnya mereka bertiga saling berhubungan. Tuan Baek menutup telpnya dengan wajah panik bertanya-tanya  Apa yang sebenarnya Joong Won rencanakan.
Sementara di rumah, Bok Sil pun menyuruh Joong Won untuk duduk dan mengaku belum  membereskan rumahnya karena sakit. Joong Won menarih salah satu kardus dan duduk diatasnya. Bok Sil pun bertanya apa yang membuat Joong Won datang kerumahnya tiba-tiba .
Siapa lelaki tadi? Aku bicara tentang pria yang  tadi hanya menggunakan dalaman. Jadi Siapa dia? Apa Kau tinggal bersamanya?” ucap Joong Won penasaran, Bok Sil membenarkan. Joong Won kaget mendengarnya

Di rumah In Sung
Bibi Hwang merasa Mungkin Tuan Cha menyukai Bok Sil karena sebelumnya  mau membiayai biaya rumah sakti In Sung juga tahu Joong Won yang membayar ginseng. Sekarang Bibi Hwang melihat Joong Won mengunjunginya saat sedang sakit jadi Pasti ada sesuatu diantara mereka.
Tidak! Tidak ada apa-apa diantara mereka. Bahkan Dia hanya memarahinya setiap hari.” Kata Louis tak percaya
Dia masih memberikan Bok Sil uang dan menjaganya dan Dia lebih baik darimu.” Ucap Bibi Hwang, In Sung pun setuju.
Ini mungkin bisa mengubah seluruh hidup Bok Sil.” Kata Bibi Hwang bahagia. Louis yang kesal mengacak kembali baju yang sudah dilipat oleh bibi Hwang lalu menjepretkan sarung tangan karet yang dipakai In Sung. Bibi Hwang pun marah dengan memukulnya. 

Joong Won akhirnya mendengar cerita Bok Sil kalau Louis adalah  seorang gelandangan yang kehilangan ingatannya, lalu membawanya karena dia menggunakan jaket milik adiknya. Bok Sil membenarkan. Joong Won merasa kalau Bok Sil itu  sudah gila
“Coba kau Lihat tempat ini. Kau tidak berada di posisi yang bisa menjaga orang seperti itu.” kata Joong Won
“Lalu Haruskah aku mengabaikannya ketika dia tidak punya tempat lagi?” ucap Bok Sil merasa kalau tidak ada yang salah dengan tindakanya.
Kau tidak seharusnya melakukan itu. Jadi Berapa lama kau mau tinggal bersamanya?” kata Joong Won
Sampai aku menemukan Bok Nam.” Kata Bok Sil, Joong Won bertaanya bagaiman kalau Bok Sil tidak bisa menemukannya?

Kenapa kau bicara seperti itu?!!” teriak Bok Sil marah
Joong Won mengatakan kalau maksudnya, Bok Sil tidak tahu kapan akan menemukannya jadi  menurutnya Tidak masuk akal seorang pria dewasa dan seorang wanita bersama tinggal bersama. Bok Sil heran kenapa  tidak masuk akal menurutnya Dengan gorden ini, ini jadi dua ruangan yang terpisah. Joong Won malah makin panik kalau hanya di batasi tirai saja.
Dia bukan pria jahat dan anak yang baik. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, tapi aku merasa kasihan padanya.” Tegas Bok Sil
“Jadi Kau merasa kasihan? Sebenarnya Apa kau ini? Apa Buddha?” ucap Joong Won tak habis pikir dengan sikap Bok Sil. 


Louis meminum beberapa gelas Es americano dan merasa sangat menikmatinya lalu meminta agar Joong Won membelikan satu gelas lagi,  Jooong Won berjanji akan membelikan satu lagi setelah mereka selesai bicara. Louis pun siap mendengarkanya.
Kau.... Tinggallah bersamaku.” Ucap Joong Won, Louis kaget mendengar tiba-tiba Joong Won meminta agar tinggal bersama.
Pindahlah bersamaku sekarang.” Kata Joong Won memerintahkanya.
Tidak... Aku tinggal bersama Bok Sil.” Ucap Louis langsung menolaknya.
Joong Won menahan amarahnya, Louis bertanya apakah Joong Won itu menyukainya, lalu mengatakan kalau atasan Bok Sil itu bukan tipenya. Joong Won berusaha menjelaskan kalau bukan itu maksudnya,  Louis ingin pamit pergi merasa sangat lelah karena belum tidur.

Apa yang dia lakukan sepanjang malam? gumam Joong Won mulai berpikiran yang aneh lagi. Louis pun akan pamit pergi tapi Joong Won kembali memanggilnya.
Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi tempatku memiliki luas 190m² dan punya 3 kama Aku akan memberikanmu kamar yang memiliki kamar mandi. Semua yang ada di kulkas gratis.” Ucap Joong Won, Louis terlihat terkesima mendengarnya
Apa kau sedang memamerkan rumahmu? Dasar Kau yang terburuk.” Ucap Louis langsung beranjak pergi.
Joong Won duduk di dalam mobil terlihat kepalanya banyak pikiran yang membuat hatinya kesal, lalu memikirkan kalau Louis itu  terlihat tidak asing dan bertanya-tanya dimana pernah melihatnya  selain di perusahaan


Nyonya Choi sedang melihat wajah Louis dalam bingkai foto memanggilnya “My precious” dengan bertanya apakah semalam tidurnya nyenyak. Dua pelayanya Nyonya Heo dan Tuan Kim berada disampingnya. Nyonya Choi pikir harus mengganti bingkainya dengan yang warna emas.
Ini tidak cocok dengan wajah tampan Louis, Bagaimana menurutmu?” kata Nyonya Choi
Aku akan mendapatkan bingkai emas yang paling baik yang pernah ada.” Kata Pelayan Heo
“Tapi Tidakkah itu terlalu kuno? Bingkai platinum dengan berlian akan lebih baik untuk Tn Louis.” Ucap pelayan Kim
Kau benar. Berlian sangat cocok untuk anak seperti Louis” ucap Nyonya Choi, wajah Nyonya Heo cemberut mendengarnya.
Ia mengajak pelayan Kim untuk  berjalan-jalan di sekitar pantai, Pelayan Kim pikir merasa tak perlu, Nyonya Heo memperlihatkan wajah sinisnya, Pelayan Kim seperti tak bisa menolaknya. 

Di pinggir pantai, Pelayan Heo membuat garis dengan kayu yang sudah bawanya, seperti memperingatkan Pelayan Kim tak boleh melewatinya.  Peleyan Kim terlihat sudah ketakutan, pelayan Heo sudah mengatakan sebelumnya kalau Pelayan Kim itu jangan bertingkah berlebihan. Pelayan Kim membela diri kalau itu semua untuk Nyonya Choi...
“Wah... Kau membuatku gila. Sekarng Bisakah kau mengerti dengan cepat? Kau sangat lamban.” Ucap Pelayan Heo mengejek
Aku lulus dari Universitas Negeri Seoul.” Kata Pelayan Kim membela diri
Apa kau merendahkanku karena aku tidak berpendidikan?!!” ucap Pelayan Heo makin marah
Tidak.... Aku tidak pernah berpikir seperti itu” ucap Pelayan Kim ketakutan
Kalau begitu apa yang kau lakukan tadi? Apa kau memamerkan kalau berasal dari universitas yang bagus?” kata Pelayan Heo dengan menaruh kayu diatas pundaknya
Pelayan Kim makin ketakutan merasa bukan itu maksudnya, tapi akhirnya menyuruh pelayan Heo memukulnya saja menurutnya Apapun yang  katakan, pasti Pelayan Heo akan tetap memukul akhirnya. Pelayan Heo pun akhirnya bersiap-siap dengan pemukul kayunya, Pelayan Kim langsung berlari menghindarinya. 


In Sung kaget mengetahui kalau Joong Won benar-benar meminta Louis untuk pindah. Louis membenarkan dan merasa Joong Won itu  pasti sangat menyukainya. In Sung merasa Louis itu sudah gila dan berpikir senaif itu dan meminta agar membaca situasinya sekarang.
Kenapa kau berpikir semuanya hanya tentang dirimu? Haruskah aku menjelaskan apa maksudnya sebenarnya?” ucap In Sung benar-benar tak percaya Louis itu seperti orang bodoh.
Dia menyuruhmu untuk pindah dari rumah Bok Sil. Tuan Cha pasti memiliki perasaan pada Bok Sil.” Kata In Sung, Louis masih tak percaya.

Siapa yang akan tinggal diam jika gadis yang kau sukai tinggal bersama dengan seorang pria. Dia lebih baik mengajakmu tinggal bersamanya jika itu bisa membuatmu berpisah dengannya.” Ucap In Sung
Aku tidak akan meninggalkan Bok Sil.” Tegas Louis
“Wah... Apa kesalahan yang dilakukan Bok Sil di kehidupan sebelumnya? Takdirnya jadi seperti ini.” keluh In Sung melihat Louis seperti tak punya masa depan dan langsung pergi meninggalkanya. Louis pun hanya diam saja seperti sangat polos. 


Louis pergi ke sebuah mall, menatap sebuah tas dari etalase lalu mengajak bicara kalau akan menjemputnya nanti jadi meminta agar menunggu sebentar saja. Si tas pun membalas kalau Louis hasu cepat kalau ia semakin cepat tua kalau terus ada didepan etalase. Louis menegaskan kalautas itu harus ikut bersamanya.
Apa benda itu bicara padamu lagi?” tanya In Sung mendekatinya, Louis membenarkan, lalu merasa tas itu terlihat sangat cantik.
Tentu saja. Bisakah kau mengenalkannya padaku?” ucap In Sung, Louis mengejek In Sung itu sudah gila lalu berjalan pergi. In Sung mengikuti gaya Louis mengucapkan selamat tinggal pada tas didepan etalase. 

Bibi Hwang membuang sampah sambil mengomel melihat banyak puntung rokok depan rumahnya dan mengumpat kalau berhasil menemukannya, maka akan memukulnya dengan keras. Anak buah Tuan Baek datang menghampirinya menawarkan bibi Hwang untuk membaca koran, Bibi Hwang langsung menolaknya.
“Tentang Penyewa baru di lantai atas. Bisakah kau mengenalkannya padaku? Aku akan memberikan ini gratis padamu.” Ucap anak buah Tuan Baek
Aku tidak suka baca koran.” Kata Bibi Hwang kesal, Si pria tetap makas agar bisa mengenalkanya.
Saat itu sebuah amplop terjatuh, Bibi Hwang melihat isinya lebarang uang 10ribu won dengan jumlah banyak. Anak buah Tuan Baek memberikan kode agar bisa mengetahuinya informasi tentang Louis. 

Keduanya akhirnya bertemu kembali, Tuan Baek kaget mengetahui kalau Louis itu Hilang ingatan. Anak buahnya menceritakan Saat hari pemakaman, Bok Sil membawa Louis ke rumahnya dan Joong Won mempekerjakan gadis itu di bagian penjualan, bahkan mendatangi tempat mereka juga.
Lalu badan siapa yang kita temukan di lokasi kecelakaan?” ucap Tuan Baek bingung
Haruskah aku mencari tahu tentang itu?” kata anak buahnya.
Tidak, lupakan saja. Jangan membuatnya tambah rumit.” Ucap Tuan Baek, Anak buahnya bertanya apa yang harus dilakukanya terhadap Louis.
Ingatannya mungkin saja kembali, atau Tn Cha mungkin akan melakukan sesuatu.” Kata Tuan Baek khawatir.

Ma Ri sedang mencoba beberapa pakaian di kamarnya, lalu meminta pendapat ibunya. Nyonya Baek mengaku kalau itu bagus, Ma Ri  mengeluh meminta ibunya Jangan bilang semuanya bagus tapi meminta agar memilih satu untuknya.
Haruskah aku bertanya pada Fancy Styling Talk?” kata Ibu Ma Ri, Ma Ri binggung apa yang dimaksud ibunya.
Itu blog terkenal... yang sedang populer di kalangan wanita.” Jelas Ibu Ma Ri
Tidak terima kasih. Aku tidak mau hasilnya jadi seperti wanita tua.” Ejek Ma Ri
Jangan merendahkan seperti itu, bahkan Penata gaya ternama baru-baru ini bergabung dengan blognya.” Kata Ibu Ma Ri
Ma Ri tak peduli memilih salah satu dress yang menurutnya cocok,  Ibunya bertanya anaknha itu sebenarnya mau perjalanan bisnis ke Busan atau mau fashion show. Ma Ri mengatakan kalau akan pergi dengan Tuan Cha. Ibu Ma Ri bertanya apakah hanya mereka berdua saja,  Ma Ri membenarkan lalu berharap Joong Won bisa jatuh cinta padanya. 

Bok Sil dan Louis berbaring bersama dengan pembatas tirai, Louis memberitahu Bok Sil kalau Joong Won mengajaknya untuk tinggal bersama. Bok Sil terbangun langsung membuka tirai, Louis pun ikut bangun menceritakan yang dikatakan In Sung kalau semau karena Tn Cha menyukainya.
Apa menurutmu begitu?” tanya Louis, Bok Sil hanya terdiam saja. Louis ingin tahu apa pendapat Bok Sil tapi Bok Sil tak bisa berkata-kata.
Walaupun dia menyukaimu, kau tidak boleh menyukainya juga.” Tegas Louis, Bok Sil bertanya memangnya kenapa tidak boleh.
Aku akan merasa sedih.” Ucap Louis, Bok Sil tersenyum mendengarnya.
Aku tidak bisa membuat orang yang menjagaku merasa sedih. Kau menjagaku tadi malam. Sambaran Kilat dan petir sangat membuatku takut. Pada sebuah malam... di saat hujan badai, orang tuaku meninggal karena longsor dari gunun dan tepat di depan mataku.” Cerita Bok Sil
Bok Sil masih mengingat saat neneknya histeris melihat tubuh ayahnya yang sudah tak bernyawa,  lalu sengaja menutup mata adiknya. Ia merasa kalau sejak saat itu ketika ada bunyi petir dan sambaran kilat  membuatku sangat takut sampai tidak bisa tidur.
Aku merasa sakit tanpa alasan yang jelas.” Ucap Bok Sil, Louis memegang tangan Bok Sil
“Kau... Jangan sampai sakit, Bok Sil.” Kata Louis sedih tak ingin Bok Sil sakit,
Aku sudah lebih baik sekarang, jangan khawatir. Bok Nam adalah satu-satunya keluarga yang aku punya, dan kau adalah petunjuk terakhir untuk menemukannya.” Kata Bok Sil
“Yah... Kau benar. Aku akan menemukan Bok Nam untukmu. Percayalah padaku.”ucap Louis
Kita harus ke dokter saat sudah punya cukup banyak uang, lalu membeli obat untuk ingatanmu juga. Jadi Tidurlah sekarang.” Kata Bok Sil menutup kembal tirai lalu berbaring, Louis sedikit membukanya melihat wajah Bok Sil yang sedang tertidur membuatnya sangat bahagia. Keduanya pun tidur sangat nyenyak. 


Esok paginya, Joong Won seperti tak tidur semalam sampia ada lingkaran hitam dimatanya, ia masih tak habis pikir kalau pria dewasa dan wanita tinggal di ruangan yang sama. Ia membayangkan Louis dan Bok Sil tidur bersama dengan berpelukan merasa itu tak boleh terjadi dan memikirkan apa yang harus dilakukanya.
Hye Won datang ke kantor dengan wajah bahagia karena akan pergi ke busan dengan Joong Won. Bok Sil pun datang menyapa semua seniornya, Joong Won mendengar suara Bok Sil yang baru datang. Hye Joo langsung menghampiri Bok Sil bertanya siapa pria kemarin yang menjemputnya menurutnya Pria itu sangat tampan berpikir kalau itu pasti pacarnya. Bok Sil menyangkalnya kalau itu bukan pacarnya,  Hye Won tak percaya  kalau keduanya berdua bergandengan tangan.

Bok Sil terlihat kebingguan dan saat Joong Won memanggilnya. Joong Won mengatakan kalau Bok Sil akan ikut perjalanan bisnis ke Busan hari ini. Bok Sil kaget begitu juga Ma Ri karena harus pergi bertiga bukan berdua.
Ketiganya akhirnya ada didalam mobil, Bok Sil pun terlihat cemberut karena harus pergi ke busan. Ma Ri juga tak kalah kesal harus pergi bertiga. 


Louis sedang bersantai di bangkunya, Pesan dari Bok Sil masuk “Aku akan pergi ke Busan untuk perjalanan bisnis. Jadi Aku tidak akan pulang ke rumah hari ini, Kau makanlah kimbab untuk makan malam.” Louis bertanya dengan siapa Bok Sil pergi. Bok Sil membalas pergi dengan Tuan Cha dan Nona Baek
Hyung.... Bok Sil akan pergi ke Busan untuk perjalanan bisnis bersama Tn Cha. Dia tidak akan pulang malam ini.” cerita Louis
Bukankah itu sebuah kencan dengan Berpura-pura pergi perjalanan bisnis?” kata In Sung yang sedang ada didalam tenda.
Louis kaget lalu mengajak mereka untuk pergi ke Busan, In Sung binggung kalau itu sangat jauh. Louis tak peduli dan bergegas pergi, saat menuruni tangga In Sung bertanya apakah Louis  sudah membeli tiketnya. Louis mengatakan belum, In Sung memberitahu kalau Louis harus membeli tiket lebih dulu. Louis tak peduli karena menurutnya sekarang mereka harus pergi ke Busan. 

Anak buah Tuan Baek pun bisa mendengarnya, lalu melaporkan pada bosanya. Tuan Baek kaget kalau Louis akan pergi ke Busan, lalu teringat kembali dengan percakapan istrinya sebelumnya.  Nyonya Baek memberitahu Ma Ri akan pergi ke Busan untuk perjalanan bisnis besok dengan Tn Cha.
Apa dia pergi kesana... untuk bertemu Ny Choi?” ucap Tuan Baek panik dan bergegas pergi dari kantornya. 

Bok Sil yang tak pernah melihat pantai langsung terpana melihat air laut didepan matanya, menurutnya  sangat indah. Ma Ri heran melihat tingkah Bok Sil bertanya apakah ia belum pernah  melihat laut. Bok Sil mengatakan kalau memang belum pernah.
Nikmatilah kalau begitu.” Kata Ma Ri sinis, sementara Joong Won terlihat bahagia bisa mengajak Bok Sil pergi dengan melihat senyuman dari kaca spion. 

Sampai di hotel, Bok Sil juga melonggo melihat suasana Hotel yang cukup mewah. Joong Won menyuruh Bok Sil  untuk melihat pantai yang ada di depan dan menunggunya. Ma Ri heran kenapa Joong Won harus membawa Bok Sil  kalau tidak bisa masuk, Bok Sil pikir tak masalah dengan senyuman Joong Won pun bergegas masuk hotel dengan Ma Ri. 

Pelayan Kim memakai kacamata hitamnya, dengan laptopnya merasa harus membeli lensa yang lebih besar. Pelayan Heo datang dengan membawa sebutir telur, terlihat dari wajah Pelayan Kim yang memar dibagian pipinya.
Kenapa kau jatuh sendiri?” ucap Pelayan Heo
Flash Back
Pelayan Kim yang ketakutan berlari dan akhirnya tersandung, saat itu Pelayan Heo mendekat dan melihat di bawah wajah Pelayan Kim ada batu besar yang membuatnya memar.
Akhirnya Pelayan Kim berterimakasih sudah dibawahkan telur, Pelayan Heo memberitahu kalau sekarang sudah tidak memukul orang lagi menurutnya Pelayan Kim itu terlalu berlebihan  dan membuatnya malu lalu memberitahu akan berjalan-jalan dengan Ny Choi.

Bok Sil terlihat bahagia sedang menatap laut didepan hotel, Louis dan In Sung akhirnya sampai Busan langsung menelp Bok Sil untuk menanyakan keberadaanya. Bok Sil memberitahu sedang ada di depan laut.  Louis binggung dengan kesal kalau laut itu sangat luas jadi ingin tahu tepatnya ada dimana.
Lalu Bok Sil melihat Nyonya Choi yang sedang duduk dikursi roda dengan Pelayan Heo, ia pun bertanya  tempat mereka berada sekarang.  Nyonya Choi memberitahu mereka ada di Pulau Dongbaek. Bok Sil pun memberitahu keberadaan pada Louis, akhirnya Loius menyuruh Bok Sil menunggu karena akan segera datang. 

Bok Sil binggung kenapa Louis menanyakan keberadanya dan bertanya-tanya Apa dia datang ke Busan?. Nyonya Choi pikir kalau teman Bok Sil itu ada diBusan. Bok Sil pikir seperti itu lalu menceritakan temanya itu hanya tahu caranya menghabiskan uang.
Dia pasti sangat senang berbelanja.” Ucap Nynya Choi
Aku menyuruhnya mengupas bawang, tapi dia malah membeli kacamata, dan alat pijat. Aku tidak tahu harus bagaimana dengannya.”kata Bok Sil kesal
Tapi dia tidak lari darimu dan tetap melakukan apa yang kau suruh untuknya. Belanja adalah teman cucuku satu-satunya. Ohh... Aku merindukanmu, kesayanganku.” Ungkap Nyonya Choi sedih
Apa cucumu pergi ke suatu tempat?” tanya Bok Sil binggung
Aku mengirimnya ke tempat yang sangat jauh, supaya dia bisa hidup dengan lama, tapi dia malah pergi lebih jauh lagi.” Cerita Nyonya Choi, Bok Sil hanya bisa diam saja 

Pelayan Kim sibuk dengan laptopnya dan melihat sebuah kacamata dengan warna yang sama menurutnya Louis pasti akan sangat menyukainya. Lalu membaca sebuah komentar Aku menyukainya. Aku ingin membelinya jutaan kali, tapi aku tidak akan melakukannya.- shopping king Louis-“ Pelayan Kim yang membaca kaget.
Lalu teringat sebelumnya kalau Louis selalu berkata “Aku sudah memberitahumu jutaan kali.” Beberapa kali dengan wajah yakin merasa kalau itu mungkin Louis. 

Ponselnya berdering, terlihat nama Tuan Baek. Tuan Baek ada didalam mobil bertanya apakah Nyonya Choi pergi ke suatu tempat karena tidak menjawab ponselnya. Pelayan Kim memberitahu Nyonya Choi sedang berjalan-jalan di sekitar Eastern Hotel dengan Pelayan Heo.
Tuan Baek mengerti lalu menutup telpnya teringat kembali dengan Istrinya kalau Ma Ri  akan pergi ke Busan besok dengan Tn Cha. Tuan baek bertanya dimana tempat hotelnya. Istrinya memberitahu  akan tinggal di Eastern Hotel. Tuan Baek langsung meminta sopir agar segera  Pergi ke Eastern Hotel.

Pelayan Kim merasa Tuan Baek itu terdengar berbeda dari biasanya lalu melihat kembali nama “Shopping King, Louis” seperti yakin kalau itu pasti Tuan Louis yang selama ini dilayaninya. 
In Sung dan Louis berjalan untuk menemui Bok Sil, Louis merasa kalau  Tempat ini tidak asing. In Sung terlihat bersemangat berpikir mereka  bisa membawa kursi jiwa itu dan bertanya apakah Louis  mengingat sesuatu lagi. Louis memijat kepalanya seperti merasakan ada yang aneh malah bertanya apakah meraka sudah sampai, In Sung dengan wajah kesal memberitahu mereka harus menaiki tangga lagi sampai atas sambil mengeluh seharusnya tidak pergi bersamanya.

Tuan Baek datang terburu-buru menemui Nyonya Choi, Bok Sil melihat Tuan Baek yang datang seperti bisa mengenalinya. Nyonya Choi heran kenapa Tuan Baek datang ke Busan. Tuan Baek berdalih sengaja datang untuk menemuinya. Bok Sil menyapanya Tuan Baek lebih dulu.
Apa kau mengenalnya?” tanya Nyonya Choi, Tuan Baek memilih untuk tak menjawabnya.
Terima kasih karena obrolan yang menyenangkan tadi. Bersenang-senanglah dengan temanmu... yang suka belanja.” Kata Nyonya Baek
Tuan Baek buru-buru membawa pergi Nyonya Choi sebelum bertemu dengan Louis, saat itu Louis dan In Sung akhirnya sampai memanggil Bok Sil. Nyonya Choi merasa mengenal suara Louis, Tuan Baek langsung menutupinya merasa Nyonya Choi sedang merindukannya lagi. Nyonya Choi ingin melihat tapi Tuan Baek memberitahu kalau tahu Ma Ri dan Tn Cha ada Busan dan mengajak untuk  makan siang bersama. Nyonya Choi langsung setuju. 

Bok Sil tak percaya melihat In Sung dan Louis datang karena jaraknya sangat jauh, dan berpikir kalau keduanya datang hanya demi makanan. Louis mengatakan kalau sengaja datang  karena khawatir padanya. Bok Sil pikir Louis lebih baik  Khawatirkan saja diri sendiri.
Darimana kau mendapat uang untuk kesini?” tanya Bok Sil
Aku meminjamkan uang padanya” ucap In Sung, Bok Sil pun makin kesal
Kau bersama Tn Cha. Jadi aku harus dating dan Kau tidak boleh memasak untuk orang lain selain aku.” Kata Louis, Bok Sil binggung mendengarnya.
“Hei... Itu pernyataan cinta atau kau sedang memanfaatkannya?” kata In Sung.
Louis tak menjawabnya kembali merengek lapar dan meminta Bok Sil membelikan makanan. In Sung merasa Louis itu anak aneh. Louis hanya bisa tersenyum karena bertemu dengan Bok Sil, sementara Bok Sil terlihat kesal dengan tingkah dua laki-laki didepanya datang ke Busan untuk meminta makan.
bersambung ke episode 6 
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

3 komentar:

  1. Louie mnt mkn ma unnie tatie aj tar unnie masakin balado jengkol ok

    BalasHapus
  2. Louie mnt mkn ma unnie tatie aj tar unnie masakin balado jengkol ok

    BalasHapus
  3. Ih,, seru juga lama2.. Haha.. LOL Louise. Bok sil cantik. Facenya asia banget kayaknya :-D;-). Semangat lanjut sinopnya. Tambahin BTS/linknya dong. Makasih :-D

    BalasHapus