Jumat, 28 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 10 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Bok Sil baru saja pulang dari hutan kaget melihat Joong Won sudah duduk didepan teras sambil menghisap madu dari bunga. Lalu bertanya apa tujuanya datang ke rumahnya. Joong Won dengan ketus mengatakan datang untuk membeli ginseng liar.
Berapa harga semua ginseng yang ada di tasmu?” tanya Joong Won
Kau tidak harus sampai datang kesini hanya untuk membeli ginseng liar.” Kata Bok Sil heran
Aku adalah penyelamat ginsengmu. Apa kau lupa? Sekarang Berikan aku makanan. Aku belum makan siang dan lapar. Jadi Cepatlah!” perintah Joong Won, Bok Sil yang masih binggung masuk ke dalam rumah. 

Bok Sil membawakan rebusan kentang, sup dan daun selada meminta maaf  karena tidak ada banyak makanan. Joong Won melihat hanya ada satu mangkuk nasi bertanya dengan Bok Sil yang tak makan. Bok Sil mengatakan tak masalah jadi meminta Joong Won makan saja lebih dulu.
Aku hanya akan makan kalau kau juga makan.” tegas Joong Won lalu menyuruh Bok Sil mengambil nasinya karena sudah lapar dengan begitu ia bisa makan. Akhirnya Bok Sil pun mengambil mangkuk nasinya.
Apa alasan sebenarnya kau datang kesini?” tanya Bok Sil penasaran,
Aku ingin melihatmu makan dan ingin memastikan kalau kau tidak melewatkan makan. Aku mendengar semuanya dari Detektif Nam. Kau harus makan sesedih apapun dan seterpuruk apapun.” tegas Joong Won,
Bok Sil sempat terdiam menahan tangisnya lalu mulai makan, Joong Won memujinya sangat senang karena bisa melihat Bok Sil makan dan ememinta agar ceria kembali. Bok Sil mengucapkan terimakasih dan Joong Won pun merasa mendapatkan selera makannya lagi sekarang dan memuji sup buatan Bok Sil sangat enak. 

Joong Won membawa baskom untuk mencuci piring, Bok Sil mengikutinya karena akan mencucinya jadi lebih baik Joong Won Duduk dan istirahat saja. Joong Won menolak karena kan melakukanya jadi lebih baik Bok Sil  saja yang istirahat.
Keduanya kembali saling tarik menarik ingin mencuci piring, sampai akhirnya Bok Sil menyerah membiarkan Joong Won yang mencuci piring. Joong Won berjongkok tapi karena celana yang ketat membuat bagian bokongnya robek, terlihat celana dalam dengan corak macan.
Bok Sil langsung menutup matanya, sambil mengatakan akan melihat apakah ada baju yang bisa digunakan. Joong Won meminta agar memberikan baju yang muat dan juga bagus, karena dirinya itu ingin yang berkelas

Bok Sil menahan tawa saat melihat Joong Won dengan mengunaka pakaian seperti ahjuma dengan celana bunga-buang dan juga jaket tanpa lengan, Lalu memuji kalau atasanya itu masih terlihat gaya. Joong Won merasa kalau Bok Sil mengodanya.
Bok Sil ingin memompa air, Joong Won melarangnya karena ingin melakukanya tapi malah membuat gagang pompa lepas. Bok Sil pun sedih, Joong Won beralasan pompa itu sudah rusak dan  bertanya apakah hanya pompa ini sumber airnya dan menyuruh agar mengambil air dari dapur. Bok Sil memberitahu harus pergi ke pemandian terdekat untuk mendapatkan air.

Joong Won mengambil air dari sungai dengan baskom, sambil mengeluh kalau ini bukan pemandian tapi sungai. Bok Sil melihat dari kejauhan, Joong Won sempat terjatuh saat membawakan air diatas kepala karena tak terbiasa.
Akhirnya Joong Won membawa air sambil kerumah sambil mengeluh dalam hati kalau ini sangat berat dan dirinya seperti pelayan sekarang. Bok Sil pun melihat air yang dimasukan ke dalam tempat penampungan, lau berkomentar Joong Won itu hanya membuang airnya ke tanah.
Joong Won mencob membela kayu bakar tapi tak bisa melakukan, dan menyalahkan Kapak ini tidak bekerja dengan baik. Bok Sil datang dengan cepat bisa membela kayu dengan sekali ayunan. Joong Won melonggo melihatnya, Bok Sil memberitahu Joong Won tidak bisa hanya menggunakan kekuatannya saja tapi harus tahu cara menggunakannya. Jong Won tak peduli lalu merasa kalau Bok Sil mencoba menceramahinya. 

Joong Won membantu Bok Sil membersihkan Ginseng tapi malah menghancurkanya. Bok Sl kesal memarahi Joong Won  dengan bertanya apakah ada hal yang  bisa di lakukan dengan benar. Joong Won pun ikut kesal karena Bok Sil sekarang malah memarahinya.
Tidak, tapi.... Hanya saja kau... sangat buruk dalam melakukan ini. “ ucap Bok Sil
“Hei.. Aku ahli dalam hal belajar. Aku pintar! Sepertinya kau lupa dengan siapa kau bicara, Sekrang Biarkan aku mengingatkanmu lagi. Aku adalah merchandiser terbaik di Korea. Aku adalah orang di balik 100  produk terlaris. Aku terkenal memiliki sentuhan Midas!” kata Joong Won bangga

Bukankah mamerkan dirimu seperti itu membuatmu merasa malu?” sindir Bok Sil, Joong Won mengaku  tidak sama sekali!
Aku harus bilang kalau kau dan Louie memiliki banyak kemiripan.” Komentar Bok Sil
Joong Won kaget dibandingkan nama Louis, lalu Bok Sil tersadar baru saja menyebut nama Louis seperti mengingatkan kembali dan terlihat sedih. Joong Won akhirnya mengalihkan dengan bertanya apa yang harus dilakukanya lagi sekarang. Bok Sil meminta agar Joong Won mengupas sisanya. 


Min Young dengan mengeluh bertanya-tanya Kenapa Bok Sil tiba-tiba mengundurkan diri seperti itu. Kyung Kook juga bertanya kenapa Tn Cha mengambil cuti hari ini. Ma Ri melirik ke ruangan Joong Won yang ternyata kosong.
Kau tahu kalau dia bertanggung jawab terhadap bagian brand mewah, kan? Kita mendapat banyak complain tentang perubahan diskon untuk barang Ferrigato Coz.” Ucap Hye Joo, Kyung Kook melirik pada Ma Ri
Apa menurutmu dia keluar karena itu? Untuk menghindari tanggung jawab?” kata Mi Young sinis
Nn Baek, dia sama saja dengan melarikan diri. Apa kau setuju?” kata Hye Joo, Ma Ri pikir seperti itu tak mau mengaku kalau ia yang menyuruhnya.

Sepertinya Bok Sil bukan tipe orang seperti itu.” kata Kyung Kook yang tahu kalau dalang semuanya adalah Ma Ri.
Ngomong-ngomong, kita harus membereskan kekacauan sekarang. Tn Cha bahkan tidak ada.” Keluh Do Jin
Seharusnya aku tidak mempercayakannya pada Bok Sil. Brand dan perusahaan kita... akan membagi kerusakannya dan memberikan kompensasi untuk pelanggan. Hubungi brand-nya dan dapatkan daftar jumlah pelanggan seluruhnya.” Kata Ma Ri lalu bergegas duduk dimejanya
Ketika duduk menyentuh sesuatu di kolong meja sekantung plastik besar, teringat sebelumnya saat membuang bungkusan milik Bok Sil mengambilnya kembali dari tempat sampah.
Ah, Go Bok Sil... Kenapa dia membuatku merasa tidak nyaman?.. Benar-benar menyebalkan.” Gumam Ma Ri kesal. 


Ma Ri menaiki tangga seperti tak yakin dengan rumah Bok Sil, In Sung datang menyapanya bertanya apa tujuanya datang, apakah mencari Bok Sil juga.  Ma Ri binggung bertanya  Apa ada orang lain yang datang ke tempat itu juga.  Sebelumnya Joong Won langsung masuk rumah dan bertanya keberadaan Bok Sil, lalu Louis juga meminta agar memberitahukan keberadaan Bok Sil sekarang.
Dia menyuruhku untuk tidak memberitahu siapapun. Aku tidak ingin kau berpikir kalau aku bermulut besar.” Ucap In Sung
Aku punya sesuatu untuk diberikan padanya. Coba kau Lihat!!” kata Ma Ri meyakikan memperlihatkan kantung plastiknya.
Kalau begitu haruskah kita pergi bersama? Aku juga ingin tahu apa yang dia lakukan.” Kata In Sung, Ma Ri tak mau dianggap mencurigakan pun setuju. 


In Sung membuka pintu mobil dan mempersilahkan masuk pada Ma Ri untuk duduk dibelakang kemudi, Ma Ri binggung kenapa In Sung membuka pintu dibelakang kemudi. In Sung mengatakan tidak memiliki SIM.Akhirnya M Ri pun masuk ke dalam mobil dengan In Sung memberikan kunci mobilnya.  Dengan bahagia In Sung duduk disamping Ma Ri mengajak mereka segera berangkat. 

Joong Won mencoba mengipas-ngipas bagian bawah tungku untuk pemanas ruangan, beberapa kali meniupnya tapi yang ada terbatuk karena terkena asap. Lalu kembali mengeluh caranya membuat api dibawah tungku. Bok Sil akhirnya datang, dengan mematahkan ranting kecil-kecil lalu meniupnya dan mengipasnya dengan cepat. Joong Won melonggo melihatnya.
Bok Sil melihat Joong Won hanya diam saja dan meminta agar membantunya. Joong Won pun bersama-sama meniupnya, sampai akhirnya api pun terlihat membakar kayu. Joong Won mengelus kepala Bok Sil dengan memujinya sangat pintar. 

Louis datang melihat keduanya langsung berteriak menyuruh berhenti, Keduanya menengok dan kaget melihat Louis yang bisa datang ke tempat Bok Sil. Louis mendekati Joong Won dan langsung memberikan pukulanya. Tapi setelah itu malah merasa bersalah bertanya kedaaanya. Joong Won binggung kenapa Louis tiba-tiba memukulnya.
Maafkan aku. Aku hanya sedang marah.” Kata Louis merasa menyesal
Kau seharusnya tidak memukulku jika kau akan minta maaf.” Balas Joong Won kesal
Maafkan aku... Aku masih marah dan tidak bisa mengendalikan...” kata Louis menatap tanganya seperti merasa bersalah. 

Louis duduk berselebahan dengan Bok Sil, mengetahui kalau Bok Sil sedang pergi jalan-jalan tapi malah keluar dari  pekerjaan dan datang ke daerah pedesaan bahkan tidak memberitahunya. Bok Sil hanya meminta maaf tanpa bisa menatapnya.
Aku sangat merindukanmu.” Kata Louis, Bok Sil hanya diam saja karena mengingat tentang adiknya.
Aku benar-benar merindukanmu sampai tidak bisa tidur.” Ungkap Louis. Joong Won melihat dari kejauhan seperti mengerti dengan perasaan Bok Sil.
Joong Won pun mendekati keduanya, bertanya apakah Louis lapar. Louis mengaku sedikit lapar. Joong Won pun mengajak agar mereka bisa masak bersama dan menariknya ke dapur. Louis berteriak dari pintu meminta agar Bok Sil harus memberitahu alasanya nanti. Bok Sil hanya bisa menatap sedih. 

Keduanya berjongkok di depan tungkuk, Joong Won mengipas bagian kayu bakar agar apinya tak menyala. Louis binggung Bagaimana Bok Sil bisa tinggal di tempat seperti ini, karena hanya  memasak nasi pun jadi lama. Joong Won menyuruh Louis untuk menginap semalam  dan kembali ke Seoul besok.
Aku tidak mau, Aku akan membawa Bok Sil bersamaku.” Ucap Louis
Jika kau tinggal di sisinya, maka  itu hanya akan membuatnya terluka.” Jelas Joong Won
Apa kau khawatir aku akan menyuruhnya melakukan semuanya untukku? Aku tidak akan mengganggunya, jadi jangan khawatir.” Tegas Louis, Joong Won seperti tak bisa berbuat apa-apa lagi memilih untuk mengipas bagian kayu bakar saja. 

In Sung dan Ma Ri melalui perjalanan menuju rumah Bok Sil, tiba-tiba perut In Sung mengeluarkan suara, dan mengaku lapar jadi  meminta berhenti dulu untuk makan. Ma Ri setuju karena memang In Sung yang membantunya menemukan Bok Sil. Saat akan mengambil ke bagian kanan jalan, In Sung memberikan petunjuk agar memberikan lampu sen lebih dulu dan memuji Ma Ri adalah pengemudi yang baik.
Sementara Ma Ri hanya mengernyitkan dahi melihat In Sung seperti sok tahu. Di restoran yang  biasa, In Sung makan dengan lahap sementara Ma Ri seperti tak bisa makan di restoran dengan skala kecil tapi akhirnya mencobanya dan mengakui kalau rasanya enak, In Sung pun mengusulkan mereka memesan dua mangkuk lagi.
Beberapa saat kemudian Ma Ri melonggo melihat bekas makan In Sung yang habis 3 mangkok,  In Sung pun mengaku kaalu makan siang yang enak dan sangat kenyang, lalu mengajak pergi. Ma Ri pun setuju, In Sung memberikan kertas bill pada Ma Ri. Ma Ri binggung kenapa harus ia yang membayar, In Sung mengaku tidak punya uang. Ma Ri menahan amarah karena In Sung seperti memanfaatkanya. 
Nyonya Choi memanggil pelayan Heo,  karena mengetahui Louis dan Tn Kim tidak ada di rumah. Pelayan Heo tahu mereka berdua pergi dan bilang kalau mau ke perusahaan. Nyonya Choi tahu kalau tidak punya acara di perusahaan. Pelayan Heo kaget. Nyonya Choi menduga-duga sesuatu, lalu menyuruh pelayan Heo agar segera mencari Louis. Pelayan Heo mengerti sambil mengumpat Pelayan Kim yang membuat masalah. 

Mobil Ma Ri kembali melanjutkan perjalanan, In Sung memegang perutnya sambil bergumam kalau semua karena terlalu banyak makan jadi memberikan sinyal ingin buang air besar. Lalu ia meminta agar Ma Ri memutar balik mobilnya.
Aku harus melakukan sesuatu yang mendesak.” Kata In Sung, Ma Ri binggung, In Sung mengaku harus ke toilet.
“Ini sulit memutar balik di tempat ini, Kau lihat itu, kan?” ucap Ma Ri terlihat tak ada jalan memutar.
Kalau begitu, tolong keluar di persimpangan selanjutnya jadi kita bisa keluar dari sini. Aku benar-benar harus segera pergi.” kata In Sung mencoba menahanya
Ma Ri pun berusaha mengambil jalur kanan tapi malah membuatnya di klakson beberapa mobil yang lewat, wajahnya panik karena pertama kalinya menyetir di jalan itu.  In Sung mengaku tidak tahu berapa lama lagi bisa menahannya dan melihat ada jalan keluar dari tol.
Ma Ri mencoba kembali tapi mobil dibelakang kembali memberikan klakson dan pintu keluar pun lewat begitu saja. Sampai akhirnya In Sung tak bisa tahan dan mengeluarkan, Ma Ri binggung seperti merasakan sesuatu dan  lalu seperti terlihat seperti lalat mulai datang mengerubungi mobilnya. In Sung terlihat sangat malu bersikap seperti itu didepan gadis yang disukainya. 

Bok Sil mengambil selimut, Louis datang langsung berbaring diatas batal seperti seorang anak yang merengek kalau akan tidur dikamar itu juga berada disebelah Bok Sil. Bok Sil menatap Louis menyuruh untuk tidur di kamar lain dan akan memberikan selimut juga.
Aku tidak mau! Aku akan tidur disini.” Rengek Louis, Bok Sil seperti serba salah. Joong Won melihat dari depan pintu menyuruh Louis untuk ikut denganya. Louis melirik sinis kenapa harus tidur dengan Joong Won. 

Joong Won sudah menelungkupkan badanya dan Louis membuka plester pereda sakit, lalu menekan bagian punggung Joong Won. Joong Won mengaku yang sakit ada sedikit diatas. Louis mencoba menekanya, dan akhirnya Joong Won membenarkan, dengan satu tangan seperti memukul langsung menempelkan plester pereda sakit.
Aku bekerja sangat keras hari ini dan Seluruh tubuhku rasanya sakit.” Keluh Joong Won yang selama ini tak pernah berkerja begitu keras.
Kau mengomeliku ketika aku mengatakan hal yang sama, tapi ternyata kau sama sepertiku.” Ejek Louis karena selama ini juga tak pernah berkerja.
“Hei... Beraninya kau membandingkanku denganmu!” teriak Joong Won marah, Louis tiba-tiba menjerit ketakutan melihat laba-laba ada disudut langit-langit, Joong Won pun ikut ketakutan, keduanya saling mendekat dengan wajah ketakutan. 

Pelayan Heo datang ke sebuah tempat dan memarkir mobil di pinggir jalan dan langsung berlari. Pelayan Kim melihat Pelayan Heo langsung memanggilnya. Pelayan Heo terlihat marah ternyata Pelayan Kim ada di tempat Bok Sil.
Kenapa kau tidak menjawab panggilanku seharian ini?” teriak Pelayan Heo mencengkram tubuh pelayan Kim. Pelayan Kim meminta maaf.
Apa kau tahu betapa khawatirnya aku? Dimana cucu kesayangannya Ny Choi? Dimana Tn Louie? Apa dia ada disana?” ucap pelayan Heo, Pelayan Kim langsung menghalanginya.
Pelayan Heo semakin yakin Louis ada dirumah Bok Sil, sampai akhirnya mendorong pelayan Kim sampai terjatuh. Pelayan Heo segera bergegas akan membawa pulang Louis, akhirnya Pelayan Kim memeluk Pelayan Heo dari belakang. Pelayan Heo yang tak pernah menerima sentuhan dari pria terlihat kaget.

Kita harus membiarkan Tn Louis melakukan apapun yang dia inginkan hari ini. Dia sangat merindukan Bok Sil. Biarkan dia menghabiskan waktu dengannya.” Ucap pelayan Kim memeluk Pelayan Heo lebih erat
Tolong.... lepaskan aku dulu.” Kata Pelayan Kim
Aku tidak mau. Buat apa artinya hidup? Aku juga ingin bersamamu seperti ini.” kata Pelayan Kim makin mengeratkan pelukan dan menyandarkan kepalanya.
Pelayan Heo mencoba melepaskanya, lalu menatap Pelayan Kim meminta agar lebih mendekat. Keduanya terlihat gugup sampai akhirnya mendekat dan berciuman didepan jalan buntu dan kembang api yang meletus di langit.


Joong Won dan Louis akhirnya berbaring bersebelahan, dengan memandangi langit-langit.  Joong Won memberitahu Louis bahwa Setiap orang ingin datang ke sebuah gua sendirian dari waktu ke waktu untuk menghilangkan stress di dunia.
Aku tahu kalau kau kehilangan ingatanmu,  tapi aku yakin kau mengerti perkataanku.” Kata Joong Won, Louis pikir memang pasti mengerti.
Perasaan itu... aku sudah tidak asing dengannya.” Kata Louis
Bok Sil... sedang melewati hal sulit  semacam itu saat ini. Jadi... berikan dia sedikit waktu.” Jelas Joong Won
Apakah... ini karena aku adalah pewaris Gold Group?” kata Louis, Joong Won mengatakan itu tak mungkin.

Setelah Bok Sil... menghabiskan waktu sendiri, dia akan kembali padaku, kan?” kata Louis.
Joong Won hanya diam saja Louis kesal Joong Won tak menjawab pertanyaannya. Joong Won menyuruh Louis tidur saja dengan memiringkan badanya. Louis menyuruh Joong Won saja yang tidur lebih dulu, Joong Won mengaku hanya bisa tidur di tempat tidurku dan mungkin tidak akan bisa tidur sekejap pun malam ini.
Louis mengejek Joong Won  sangat sensitive, tapi terdengar suara dengkuran dari Joong Won yang langsung tertidur lelap. Louis berpikir kalau nanti laba-laba yang mereka lihat kembali datang, lalu menjerit ketakutan karena ternyata laba-laba itu kembali datang. Joong Won seperti tersadar dengan membalikan badanya dan masih menutup matanya seperti masih merasa ketakutan. 


Ma Ri menangis dikamarnya dengan semua riasan mata yang akhirnya berantakan, Ibunya datang bertanya apa yang terjadi pada ankanya. Ma Ri langsung memeluk ibunya, sambil menceritakan tidak pernah bertemu pria seperti itu dalam seumur hidupnya. Nyonya Hong bertanya siapa yang dimaksudh apakah Joong Won. Ma Ri mengaku bukan dia orangnya. Nyonya Hong binggung lalu siapa yang dimaksud.
Pria itu... masuk ke mobilku dan... Mobilku...” ucap Ma Ri menangis tak bisa berkata-kata.
Ada apa dengan mobilmu? Apa yang dia lakukan?” kata Nyonya Hong Binggung, Ma Ri terus saja menangis. 

In Sung terlihat frustasi hanya duduk dengan menelungkupkan kepalanya, Bibi Hwang melihat anaknya duduk diam menyuruhnya untuk segera tidur. In Sung berbaring dengan menahan suara tangisan, mengigit kepala tanganya lalu memanggil ibunya. Bibi Hwang menyahut, tapi In Sung memilih untuk menyembunyikan perasaanya.
Apa kau mengkhawatirkan sesuatu?” tanya Bibi Hwang, In Sung mengaku tak ada dengan menahan suara tangisnya.
Ibu, aku... Aku baru sadar kalau aku... sangat menjijikan.” Ungkap In Sung merasa sangat sedih.
“Hei.. Apa Kau baru sadar sekarang? Berhenti bicara omong kosong dan tidurlah.” Ucap Bibi Hwang seperti tak menyadari anaknya sedang menangis.
In Sung pun kembali mengigit kepalan tangan agar tak terdengar suara tangisanya,  Bibi Hwang lalu bertanya pada anaknya kalau ada sesuatu yang berbau menempel di rumah mereka. In Sung mengaku kalau  tidak mencium apapun dan menahan kembali suara tangisnya. 

Bok Sil mencoba untuk tertidur tapi terlihat gelisah membalikan badanya kesana kemari, teringat kembali kata-kata Nenek Choi saat datang ke rumahnya di Seoul.
Jika kau terus bertemu Louie, maka itu bisa menyakitkan... bagimu maupun Louie.Ini akan sangat mengerikan bagi dua orang yang saling menyakiti menghabiskan waktu bersama.” 

Bok Sil menyapu halaman rumah pagi-pagi sekali, Louis sudah bangun menyapa Bok Sil bertanya apakah tidurnya nyenyak semalam. Bok Sil mengaku tidak nyenyak.  Louis bertanya kenapa tidak nyenyak, apakah  ia  terlalu berisik tadi mala. Bok Sil mengaku kalau punya banyak pikiran. Louis pun hanya bisa terdiam.
Louie... Menghilanglah dari hidupku, kumohon.” Ucap Bok Sil menatap Louis, Louis kaget Bok Sil mengatakan seperti itu.
Aku.... membencimu. Aku benci melihat wajahmu dan juga mendengar suaramu. Aku benci kau ada di sekitarku.” Ungkap Bok Sil
Bok Sil.... Kenapa kau melakukan ini padaku?” kata Louis tak percaya
Jangan pernah datang kesini lagi.” Tegas Bok Sil lalu berjalan dengan tas ranselnya.
Louis tiba-tiba berteriak tak bisa menerima perkataan Bok Sil mengatakan kalau sangat menyukai Bok Sil dan ingin melihat serta mendengar suaranya setiap hari, jadi ingin bersamamu setiap hari.  Bok Sil mencoba menahan air matanya mendengar semua ucapan Louis lalu membalikan badanya.
Aku tidak peduli dengan perasaanmu karena aku sudah selesai denganmu. Saat-saat kita menghabiskan waktu bersama... sudah tehapuskan dari ingatanku.” Tegas Bok Sil, Louis hanya bisa terdiam dan Bok Sil pun berjalan pergi meninggalkan rumah. 


Louis sudah perjalanan pulang ke Seoul, melamun seperti tak percaya dengan Bok Sil yang ingin menjauh darinya. Bok Sil terus berjalan ke arah area pasar lalu melihat sebuah toko elektronik yang memperlihatkan berita tentang Louis.
Pewaris Gold Group yang juga merupakan cucu dari Choi Il Soon,< Kang Ji Sung, tiba-tiba dikabarkan  tewas pada bulan September. Tapi, dia ditemukan masih hidup,< dan semua orang menaruh perhatian besar dan ingin tahu apa yang terjadi. Dilaporkan... kalau dia tewas dalam kecelakaan lalu lintas pada 19 September, saat dia baru kembali dari Paris, Prancis. Tapi sebenarnya dia berhasil menghindari kecelakaan itu dan selamat...
Bok Sil terdiam teringat saat membawa Louis dan bertanya siapa namanya, Louis tertawa mendengar nama Bok Sil, Tapi setelah mereka bersama dalam setiap kesempatan Louis terlihat bahagia memanggil nama Bok Sil. Ketika semua uang Bok Sil diambil, Louis meminta jangan menangis dan tersenyum.

Bok Sil menatap ke arah layar TV seperti melihat gambar Louis yang mengungkapkan perasaanya kalau sangat menyukainya.
Suatu hari, Louie bertanya padaku. Seberapa besar rasa sukamu padaku?... Louie.... Kalaupun kau tidak memiliki apapun, Kalaupun kau tidak memiliki nama, maka aku tetap menyukaimu.
Bok Sil terlihat sedih didepan toko tepat service eletronik. 


Louie ternyata pulang dengan Joong Won lalu menanyakan pendapatanya alasan Bok Sil meninggalkannya, apakah memang membencinya sejak awal atau  karena Bok Sil  tidak lagi membutuhkannya adiknya disebakan ingatanya belum juga kembali sampai sekarang.
“Apa Kau ingin tahu kebenarannya?” tanya Joong Won, Louie ingin tahu apa memang keberananya
Orang yang meninggal pada hari... kau tiba di Korea adalah...” ucap Joong Won lalu dikagetkan dengan Mobil yang menyalipnya. Mobilnya pun sedikit oleng dan membuat Louie membenturkan kepala dibagian jendela mobil. 

Kepala Louie terlihat langsung mengeluarkan darah, ingataya seperti kembali datang saat memasang gambar Bok Nam pada SNS, lalu Bok Nam yang duduk disampingnya meminta dompet dan menukar baju mereka lalu meninggalkan di tepi jalan lalu, menerima pukulan dari preman. Louis seperti  bisa mengingat kalau yang dilihat itu adalah Bok Nam.
Joong Won meminggirkan mobilnya, lalu melihat keadaan Louie lebih dulu.  Louie menatap Joong Won mengatakan Bok Nam sudah meninggal dan adik Bok Sil itu meninggal mengantikanya. Joong Won pun membenarkan karena itulah memang yang terjadi. Louie terlihat shock memanggil nama Bok Sil lalu keluar dari mobil dan langsung menangis histeris di trotoar jalan
bersambung ke episode 11
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar: