Selasa, 11 Oktober 2016

Sinopsis Scarlet Heart Ryeo Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Baek Ah datang menemui Hae Soo di ruanganya, lalu menanyakan kabarnya sekarang. Hae Soo dengan senyuman mengatakan kalau baik-baik saja seperti biasanya. Baek Ah megeluarkan sebuah amplop, memberitahu aklau itu surat dari Wang So yang dititipka padanya.
Dia bilang kau bisa menganggap ini sebagai alasannya.” Kata Baek Ah
Saat danau mulai kekeringan..., Tunggulah di tepi danau, dan awan mulai mendung.” Ucap Hae Soo membaca langsung surat yang ditulisk wang So
Itu puisi Wang Wei "Pengasingan Diri di Gunung Zhongnan".” Ucap Baek Ah
Tak kusangka dia bisa menulis seindah ini. Aku ternyata tak tahu banyak tentang dia. Ternyata aku salah mengira kalau tahu semua tentangnya, ah...  Bodohnya aku.” Kata Hae Soo
Dia serius saat bilang ingin meninggalkan Istana bersamamu. Itulah yang kutahu pasti.” Ucap Baek Ah. 

Wang So dan anak dari Wang Moo menghadap, sepertinya Raja merasa tak khawatir lagi dengan posisinya karena sudah ada Wang So yang akan mengantikanya.
Hae Soo di dalam ruangan terus mengulang puisi yang ditulis oleh Wang So, lalu teringat kembali dengan perkataan sebelumnya Sulit sekali bagiku menjadi utusan..., tapi aku diberi banyak kebebasan. Di saat aku bertugas, selalu memikirkanmu. Aku ingin hidup bahagia bersamamu, dan tak ada yang mengganggu kita. Jika aku tak bisa mewujudkan hal itu menjadi raja atau apapun itu tak ada artinya bagiku.
Wang So melihat kakaknya yang sudah bisa tidur dengan tenang tanpa rasa gelisah, sementara Hae Soo sengaja menuliskan berlembar-lembar kertas dengan tulisan yang sama ditulis oleh Wang So padanya. 

Wang Jung ingin menemui ibunya bertanya apakah ibunya ada didalam. Pelayan menghalanginya karena Ratu Yoo berpsan tak boleh ada yang masuk saat sedang berdoa. Wang Jung pikir tak masalah dan merasa khawatir karena sudah pergi terlalu lama. Pelayan tetap tak memperbolehkan masuk.
Saat itu mata Wang Jung melihat ada dua pasang sepatu dan bergegas masuk, matanya langsung melotot kaget saat melihat Wang Yo ada didepanya, padahal dua tahu yang lalu mengetahui kalau jatuh dari tebing karena terdorong oleh Wang So.
Katamu kau jadi panglima sekarang Tapi kau masih saja penakut.” Ejek Wang Yo, Wang Jung binggung apa sebenarnya yang dilakukan ibunya dan juga kakaknya.
Ibu tadinya berniat memberitahumu. Jangan kaget begitu. Ini kehendak Langit kakakmu masih hidup. Langit berpihak pada ibumu, Wang Jung.” Ucap Ratu Yoo dengan wajah berbinar-binar.
Lalu, kenapa kau pura-pura mati selama ini? Kenapa?!!” teriak Wang Jung marah, Ratu Yoo kaget mendengar anaknya yang berteriak

Aku sudah dilabeli sebagai pengkhianat jadi tak bisa muncul begitu saja. Aku saja hampir tak bisa selamat. Tanpa bantuan Paman Wang Sik Ryeom, maka aku pasti sudah mati.” Cerita Wang Yo
Aku akan memohon pada Raja untuk memaafkan dan menerimamu lagi di posisimu sebelumnya. Aku sudah bekerja keras untuknya, dan Raja adalah orang yang baik hati. Dia pasti akan mengabulkan permohonanku.” Jelas Wang Jung yang mendukung raja.
“Kau bilang Mengembalikan posisiku? Akulah orang yang ingin merebut takhta. Maka Dia akan langsung membunuhku kalau dia tahu aku masih hidup. Dan Juga, apa kau belum tahu... Wang So akan menikahi sang putri?” Tegas Wang Yo yang masih berambisi jadi Raja.
Sepertinya Raja ingin menyerahkan takhtanya pada Wang So.” Kata Ratu Yoo khawatir
Aku juga menentang kalau So Hyungnim menjadi raja. Tapi, aku tak bisa berpihak padamu kalau kau berencana memberontak melawan Raja. Satu pemberontakan saja sudah cukup.” Ucap Wang Jung
Wang Yo merasa adiknya itu bodoh sekali,  karena Pemberontakan yang berhasil bukan pemberontakan lagi namanya da ia akan duduk di tahta itu jadi boleh saja pernah kalah sekali Tapi jangan sampai dua kali. Wang Jung menegaskan kalau  mengabdi kepada Raja dan mereka boleh saja bersaudara tapi dirinya takkan diam saja.
Raja itu sudah gila. Kabarnya dia membunuh penjahat di kamarnya dengan satu serangan..., tapi ternyata dia berhalusinasi dan akhirnya membunuh dayang. Raja seperti itu atau seseorang yang akan dia pilih sebagai penggantinya pasti tak baik, apa kau ingin menyerahkan nasib Goryeo ke tangan mereka? Apa begitu keinginanmu?” kata wang Yo, Wang Jung hanya bisa terdiam


Wang So berjaga-jaga didalam istana karena Raja melarang setiap orang keluar masuk istana malam hari, Tak peduli siapa orangnya. Serta Tangkap siapa saja yang melanggar perintah ini. Saat itu Wang Jung sengaja keluar dari istana lalu bersembunyi, Wang So dan Prajuit pun mengikutinya.
Aku yakin dia masuk ke Damiwon dan ia tidak mungkin ke ruangan lain, kecuali ruangan ini. Apa kami harus mendobrak pintunya?” ucap Panglima, saat itu Hae Soo keluar dari kamar bertanya ada apa berdiri dikamarnya
Damiwon bukanlah sembarang tempat yang bisa kalian masuki begitu saja. Tolong pergilah.” Ucap Hae Soo
Seorang pria memanjat tembok Istana dan menyelinap ke sini. Kami harus menggeledah kamarmu.” Kata Wang So
Aku tadi sedang membaca dan tak lihat siapa pun Geledah saja tempat lain..” Kata Hae Soo, Wang So tak peduli menyuruh pengawal mengeledahnya, Hae Soo langsung menghalanginya  karena mereka tak boleh masuk.

Aku dayang tingkat tinggi di Damiwon. Aku sendiri mengabdi kepada Raja. Jadi Aku tak bisa membiarkan sembarang pria masuk ke kamarku.” Kata Hae Soo
Minggir.... Aku sendiri yang akan memeriksanya.” Tegas Wang So, Hae Soo mengeluarkan penjepit rambutnya dan menaruhnya dileher.
“Kau tak boleh masuk, karena ini kamar dari perempuan yang belum menikah. Aku lebih baik mati daripada menanggung hinaan semacam ini. Jika kau harus masuk, mintalah dulu persetujuan Raja, barulah kembali kesini. Tak ada pengecualian.” Tegas Hae Soo dengan memberikan sedikit goresan dilehernya.
Apa kau yakin....tak ada siapa pun di kamarmu?” ucap Wang So curiga, Hae Soo menegaskan kalau tak ada orang. Wang So pun menyuruh pengawal agar Geledah tempat lain.

Wang Jung sedikit menjerit saat Hae Soo kembali ke kamar, Hae Soo duduk lemas meminta Wang Jung memelankan suaranya karena mungkin para pengawal masih di luar. Wang Jun melihat luka yang ada pada leher Hae Soo, merasa tak percaya kalau Hae Soo akan menikam lehernya dengan penjepit rambut
Kalau mereka memaksa ingin masuk, maka aku harus melakukannya.” Ucap Hae Soo merasa tak masalah.
Kenapa kau bertindak sejauh itu? Kau harusnya biarkan saja aku tertangkap.” Ucap Wang Jung merasa tak enak hati.
Kenapa kau bicara begitu? Hubunganmu dengan Pangeran ke-4 sudah tidak baik..., jadi sebaiknya kau harus menghindari konflik lebih lanjut.” Ucap Hae Soo

Kau akan melakukan hal seperti ini jika itu bukan karena aku, 'kan?” kata Wang Jung memastikan, Hae Soo terlihat gugup,
Jika ini dialami salah satu saudaraku...,kau juga pasti akan melakukan hal yang sama, 'kan?” kata Wang Jung, Hae Soo mengatakan sudah pasti melakukan hal yang sama lalu duduk bersandar di tempat tidurnya.
Bagaimana kalau... jika kami saling bertengkar dan berseteru? Lalu Kau akan berpihak pada siapa? Tanya Wang Jung
Hae Soo pikir kenapa ia harus berpihak,  menurutna mungkin akan menjadi wasit saat mereka bertengkar. Wang Jung pikir Jangan berharap mereka semua akan kembali ke masa-masa ketika bisa berkumpul bersama di Kediaman Pangeran ke-8 menurutna Itu takkan terjadi, karena mereka semua itu telah berubah dan Hae Soo juga harus berpihak.
“Ini Sudah malam... Tidurlah... dan pergilah saat keadaan di luar sudah aman. Tapi Meskipun begitu..., sepertinya aku takkan bisa berpihak pada siapa pun. Aku tak ingin siapa pun terluka.” Kata Hae Soo
Wang Jung hanya bisa terdiam, saat itu di luar kamar terlihat Wang So yang mendengar pembicaraan keduanya dan terlihat marah.Wang Jung masih ada didalam kamar, melihat Hae Soo masih tertidur dengan posisi duduk akhirnya menarik selimut agar tak kedinginan. 

Hae Soo sedang berkerja seperti biasa di Damiwon, tiba-tiba Wang So datang dan langsung menariknya keluar dari Damiwon. Ia ingin memastikan kalau Sebenarnya Wang Jung yang ada di kamar Hae Soo semalam, Hae Soo berbohong dengan mengatakan tidak ada.
Apa kau tahu aku sangat ingin menerobos masuk ke kamarmu? Katakan sejujurnyaKalau itu Wang Jung 'kan. Sekarang Jelaskan padaku, Kenapa kau menyembunyikan Wang Jung?” ucap Wang So marah
Kenapa tidak kau menjelaskan alasanmu lebih dulu padaku, Yang Mulia? Bukan dengan puisi, Melainkan dengan penjelasan yang bisa kupahami. Kenapa kau mendadak akan menikah? Apa benar... seperti apa yang orang bilang karena kau tamak akan tahta?” kata Hae Soo mengeluarkan semua amarahnya.
Anak itu..., Jika aku tidak melakukannya maka dia akan dikirim ke Khitan sebagai tawanan. Hanya pernikahan satu-satunya jalan keluar.” Jelas Wang So
Kau seharusnya memberitahuku lebih dulu, Maka aku takkan terlalu marah seperti ini.” ucap Hae Soo merasa bersalah. 

Wang Soo pikir kalau memberitahunya maka harus meminta agar menunggunya kembali, dan tahu kalau Hae Soo tak suka kalau memiliki banyak istri dan sudah berusaha menghindari pernikahan tapi tak ada cara lain jadi mana mungkin bisa memberitahukanya. Hae Soo akhirnya mengakui kalau Wang Jung memang ada dikamarnya semalam.
Dia sedang latihan bela diri dan sepertinya dia lupa aturan jam malam itu. Tak ada yang terjadi, selain itu.” jelas Hae Soo
Mulai sekarang, jangan berbohong padaku. Tak peduli seburuk atau separah apapun itu..., kita berdua harus saling jujur.” Kata Wang So
Bagaimana jika ada hal yang tak ingin kita katakan? Lalu apa yang harus kita lakukan?” ucap Hae Soo
Katakan saja walaupun kau tak mau menjelaskannya. Aku benci orang yang suka bohong.” Kata Wang So
Hae Soo juga setuju dengan hal itu, dan berjanji takkan berbohong. Wang Soo bertanya apakah itu artinya Hae Soo tak marah lagi padanya. Hae Soo bertanya apakah Wang Soo merasa menyesal akan menikah. Wang So mengelengkan kepalanya karena ia harus melindungi Raja jadi tak ada pilihan lain  dan Sang putri sudah dibawa ke kuil Gaetasa karena Itulah kesepakatan mereka sebelum menikah.
Dulu... kau pernah bilang mencintai orang lain. Apa orang itu... Wang Jung?” tanya Wang So, Hae So tersenyum mendengar pertanyaan lalu mengatakan bukan dia orangnya.
Waktu kita naik perahu itu..., kau bilang ada hal penting yang ingin kaukatakan padaku. Kau sebenarnya tidak lupa apa itu, 'kan?” kata Hae Soo, Wang So mengangguk, Hae Soo ingin tahu apa yang ingin dikatakanya.
Aku... ...mencintaimu.” kata Wang Soo mengutarakan perasaanya dengan menatap Hae Soo lebih dekat.
Hae Soo tersenyum mendengarnya lalu mendekat memberikan ciumanya, dan berpesan Mulai sekarang, jangan pernah lupakan itu. Wang Soo ikut tersenyum, lalu menarik tubuh Hae Soo lebih dekat dan meraba wajahya dan menciumnya. Kali ini Hae Soo tak menolaknya, Keduanya berciuman seperti meredakan semua kesalah pahaman yang terjadi antara keduanya. 

Baek Ah pergi ke hutan dengan memejamkan matanya seperti masih bisa merasakan saat Woo Hee berlatih pedang, lalu saat membuka matanya melihat sosok Woo Hee ada dibelakangnya, lalu bertanya-tanya apakah ini semua bukan mimpi bisa melihat Woo Hee datang.
Selama ini...Aku selalu memikirkanmu. Kuharap luka yang menimpamu yang Aku sebabkan itu belum sembuh. Dengan begitu... kau akan selalu mengingatku.” Ucap Woo Hee, Baek Ah langsung memeluknya, Woo Hee pun menangis di pelukanya.
Aku tak bisa mengunjungimu karena takut membuatmu sedih.” Kata Baek Ah, keduanya melepaskan rasa rindu dengan terus berpelukan. 

Wang Wook duduk terdiam dengan wajah dinginya, seperti memikirkan rencana. Wang Won datang mengunjungi kakaknya mengatakan membawa tamu yang ingin menemuinya. Wang Wook memikirkan tamu siapa yang ingin menemuinya. Saat itu Wang Yo datang menyapa adiknya yang sudah lama tak bertemu. Wang Wook kaget melihat kakaknya yang selama ini dianggap sudah mati ternyata masih hidup.
“Aku dengar Kabarnya kau menyuruh Won memasukkan merkuri ke dalam pemandian Damiwon. Ternyata memang orang yang paling pintar adalah orang yang paling menakutkan.” Sindir Wang Yo

Kau tahulah, aku ini orang setia. Aku hanya tak bisa mengkhianati saudara ketigaku.” Kata Wang Won pada kakaknya
Sepertinya..., ada banyak hal yang ingin kau katakan padaku.” Ucap Wang Wook terlihat tenang.
Tentu saja... Kita bicara saja semalaman mungkin takkan cukup waktunya. Sebanyak itulah yang ingin kukatakan.” Ucap Wang Yo

Wang Yo datang ke istana raja dengan menyerang para pengawal dengan dengan mengunakan panahnya, memerintahkan semua pasukan mulai menyerang istana. Akhirnya semua masuk Damiwon dan semua pelayan menjerit ketakutan, Wang Yo menyuruh semua prajurit agar mencari Raja sekarang.
Sementara di istana lainya, Ratu Yoo menghalangi anaknya agar membunuhnya saja kalau memang ingin pergi. Wang Jung meminta ibunya minggir karena harus melindungi Raja. Ratu Yo mengatakan tidak mau melihat anaknya saling bertarung bahkan tak sanggup melihat anak bungsunya itu mati didepan matanya.
“Wang Jung, kakakmu harus menjadi raja... supaya semuanya kembali dalam keadaan semula. Karena dengan begitu, Goryeo akan kokoh dan damai. Apa Kau mau melihat ibumu mati?” ucap Ratu Yoo, Wang Jung seperti tak bisa berkata apa-apa lagi. 

Raja seperti baru saja selesai berendam dengan wajah pucat, terdengar suara keribuatan yang membuat Hae Soo dan Chae Ryung kebinggungan. Tiba-tiba Raja terbantuk-batuk dan jatuh lemas, Hae Soo panik melihat Raja yang terlihat sudah muntah darah, Char Ryung ketakutan langsung melarikan diri.
Tiba-tiba prajurit datang langsung menarik Hae Soo untuk menjauh dari Raja, Hae Soo bertanya siapa yang mengutus mereka dan berteriak agar melepaskanya. Wang Yo akhirnya datang, Hae Soo kaget melihat Pangeran ke 3 ternyata masih hidup. Wang Mo melihat adiknya berjalan mendekat meminta agar bisa menyelamatkanya.
Wang Yo melepaskan tangan kakaknya lalu berjongkok dan akhirnya mendorongnya masuk ke dalam kolam pemandian, Hae Soo berusaha menolak tapi tanganya tak bisa bergerak. Chae Ryung ternyata bersembunyi melihat Raja yang jatuh di dorong tak ada yan menyelamatkanya.

Hae Soo meminta agar Wang Yo menarik Raja ke atas karena mungkin bisa mati, tapi Wang Yo malah membiarkanya. Akhirnya Wang Mo sudah tak sanggup lagi dan akhirnya badanya mengapung di air.
Hyungnim, kau memang ditakdirkan hidup menderita dan menggelepar seperti itu. Seandainya mendiang ayah kita tahu hidupmu seperti ini maka dia pasti takkan memilihmu menjadi raja. Gumam Wang Yo
Hae Soo jatuh lemas melihatnya, Wang Yo pikir sekarang kakanya itu sudah mati lalu berkata  ia boleh saja pernah kalah sekali Tapi takkan kalah dua kali. Wang So datang langsung membunuh semua pengawal yang mengalangi jalanya, matanya melotot kaget melihat Wang Yo ternyata masih hidup dan kembali melawan semua orang yang ada didalam damiwon penuh amarah. Wang Yo berteriak menyuruh adiknya untuk Berhenti.

Ji Mong datang masuk ke dalam kolam membalikan badanya, sambil menangis meminta agar Wang Mo bukalah matanya, tapi Wang Mo sudah tak bernyawa lagi. Chae Ryung yang melihatnya memilih untuk kabur, Hae Soo hanya bisa menangis ternyata Raja mati tepat didepan matanya.
“Aku tidak membunuhnya. Dia memang sudah terpapar racun dan menderita sakit selama ini” kata Wang Yo, Wang So seperti tak percaya
Hae Soo, perempuan itu.. memasukkan merkuri ke air mandi Raja.” Ucap Wang Yo
Yang Mulia Raja...hanya mengizinkanmu menyiapkan pemandiannya. Kami menemukan merkuri di air mandinya. Kenapa itu bisa terjadi?” kata Wang Won menuduh Hae Soo
Hae Soo binggung, mengatakan  tak tahu apa-apa soal ini. Wang Yo mengatakan kalau Wang So punya dua pilihan  Tetap setia kepada kakak mereka yang sudah meninggal dan akhirnya mati bersama gadis ini, atau berlutut di hadapanku dan menyelamatkan perempuan ini.
Tentu saja...., kejahatan Hae Soo yang meracuni Raja, tetap saja akan ditindaklanjuti. Kapanpun itu aku bisa membunuhnya atas pembunuhan Raja.”kata Wang Yo
Lepaskan Hae Soo...Sekarang!” tegas Wang Yo mengangkat pedangnya untuk melawan sang kakak, Wang Yo pun bisa menahan dengan pedangnya.
Memang betul serigala jantan... tetap setia kepada pasangannya sampai dia mati. Kau juga memang binatang. Jadi Pilihlah... Hae Soo atau... Raja yang sudah mati ini?” ucap Wang Yo menantang adiknya. Hae Soo terdiam karena harus kembali ke dalam kedaaan yang menyedihkan bagi hatinya 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar