Sabtu, 15 Oktober 2016

Sinopsis K2 Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Je Ha terus memberikan bantuan pernafasan dari mulut Anna memintanya agar bisa membuka matanya. Anna tetap saja terdiam, Je Ha bergumam memohon agar Anna tidak mati. Anna sedikit membuka mata tapi setelah itu menutupnya kembali, Je Ha terus berusaha memberikan nafas buatan.
Direktur JSS kaget kalau mereka memanggil 911 untuk mengirim ambulance, mengumpat Kepala Joo sudah gila karena  tidak bisa memanggil 911. Kepala Joo mengatakan  ambulans JSS akan memakan waktu terlalu lama dan mereka tidak punya waktu!
Tidak bisa! Aku akan membatalkan panggilan ke 911 dan mengirimkan salah satu ambulans kita.” Ucap Direktur lalu menutup telp.
Kepala Joo kesal sendiri karena nyawa Anna harus di tolong tapi ambulance tak bisa datang, Kepala Seo melaporkan pada kepala Joo kalau Situasinya cukup buruk. Kepala Joo meminta agar anak buahnya menunggunya lalu melihat papan peringatan kalau mobil tak boleh masuk, tapi ia menyuruh anak buahnya agar menerobosnya, Anak buahnya binggung, Kepala Joo berteriak agar segera menerobosnya. Mobil pun jalan dengan kencang menuju tempat Anna.

Je Ha mencoba untuk menyadarkan Anna, tapi belum ada perubahan apapun, Akhirnya ia kesal sendiri dan marah pada semua pengawal karena ambulansnya belum datang, Saat itu mobil Kepala Joo akhirnya datang. Je Ha langsun mengendong Anna untuk masuk ke dalam mobil, setelah itu menarik pria dibelakang kemudi karena ia yang akan menyetir. 
Je Ha mengemudikan mobilnya melaporkan K2 akan Menuju rumah sakit terdekat. Kepala Joo mengatakan mereka tidak bisa pergi ke rumah sakit jadi harus Pergi ke Kantor JSS. Je Ha kaget karena jaraknya cukup jauh. Kepala Joo menegaskan mereka tak bisa melakukanya.
Jika kita pergi ke rumah sakit, kita semua mati!” ucap Kepala Joo, Je Ha mengumpat marah tak bisa membawa ke rumah sakit.
Akhirnya Je Ha demi menyelamatkan Anna menyetir mobil melewati jalana yang sempit dan juga memacu mobil dengan kecepatan tinggi, terus menekan klakson agar bisa memberikan jalan dan juga sempat membuat lalu lintas kacau karena mobilnya langsung memotong perempatan jalan. 

Beberapa orang sudah menunggu di depan JSS, Je Ha langsung membawa Anna ke meja dorong dan langsung dibawa ke bagian rumah sakit. Guru Song yang melihat semua orang belari bertanya-tanya Kenapa mereka semua terburu-buru

Dua orang wanita yang selfie ditaman mengagumi foto yang terlihat cantik dan yakin itu pasti berkat Photoshop, temanya menyangkal. Lalu Ia melihat  gambar Anna yang terlihat sangat cantik dan bertanya-tanya apakah Iapernah melihatnya sebelumnya. Temanya merasa kalau ia sudah bisa melihat yang duduk didepanya.
Tidak, bukan kau. Wanita yang duduk di belakangmu. Aku yakin tidak asing dengan wajah itu.” ucap Si wanita mengingat-ingat
“Ahhh.... Kau tahu, "malaikat"! Si "Malaikat" yang dicari Jean-Paul Lafelt!” ucap Si wanita yakin.
Tidak mungkin. Kurasa bukan dia.. Kenapa dia ada di Korea? Bukankah dia ada di Spanyol? Sepertinya bukan, Dia cuma mirip.” Ucap Si wanita satunya.
Akhirnya si wanita baju putih memotong gambar Anna dan mengunggah pada SNS  dengan Caption [Bukankah wanita ini Malaikat Barcelona? #lol] 

Je Ha panik melihat Anna yang sudah diberi alat bantu oksigen belum sadar juga, Dokter menyuruh Je Ha untuk keluar dari ruangan segera dengan sibuk membantu Anna agar berada dalam keadaan stabil,  Je Ha ingin pergi tapi seperti tak bisa, Dokter berteriak menyuruh Je Ha pergi karena hanya akan mempersulit situasi jika ada disini. Akhirnya Je Ha keluar dari ruangan.
Je Ha menunggu di depan ruangan seperti ada rasa peyesalan dengan yang dilakukanya, Ia Menyuruh Anna mengambil es krim akan mencair. Lalu mengaku kalau ayahnya yang mengatakan untuk membelikanya.
Apa Ayah benar-benar menyuruhmu untuk memberikan ini padaku?” ucap Anna tak percaya, Je Ha menyakinkan.
“Baiklah... Jika itu dari Ayah, maka aku harus memakannya.” Kata Anna sambil menikmati es krim yang menurutnya sangat enak 

Anna kembali membayangkan dirinya yang memberikan obat pada ibunya, lalu saat membuka pintu melihat ibunya yang sudah berbaring dilantai dengan tubuh tak bernyawa dan obat-obat berserakan. Akhirnya Anna terbangun dengan mata melotot seperti baru merasakan mimpi buruk dalam dirinya. 

Dokter melihat Anna yang berusaha bangun dari tempat tidurnya, lalu menanyakan keadaanya. Je Ha langsung melihat Anna dari jendela pintu dan bisa sedikit lega karena Anna sudah tersadar. Anna terlihat terengah-engah dengan wajah gelisah, Dokter duduk disampingnya meminta agar Anna bisa tenang.
Apa kau merasakan sakit?” tanya Dokter, Anna melihat sekeliling ruangan dengan mata ketakutan dan bertanya keberadanya sekarang.
Ini adalah ruang medis di Kantor JSS. Je Ha membawamu kesini dari taman. Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau kau terlambat datang.” Jelas Dokter, Anna melihat Je Ha yang berdiri didepan pintu terlihat panik, seperti tak menyangka ada yang mau menyelamatkan hidupnya. 

Dokter akhirnya keluar ruangan, Mi Ran dan pelayan datang langsung menanyakan keadaaan Anna sekarang.  Dokter mengatakan sudah berhasil meredakan reaksi alerginya sedikit. Je Ha pikir seharusnya mereka memindahkannya ke rumah sakit sekarang. Dokter mengingatkan pada Je Ha kalau ia adalah Dokter di JSS.
Dan peralatan medis kita lebih bagus dibanding RS manapun. Tubuhnya akan baik-baik saja dengan minum obat, tapi masalahnya adalah kondisi mentalnya. Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan lagi dalam kondisi mentalnya saat ini. Jadi Dia harus bertemu psikolog dan Kau harus terus mengawasinya.” Jelas Dokter, Je Ha akhirnya dengan wajah marah berjalan pergi.

Mi Ran bertanya apakah Anna mengatakan sesuatu tentang dirinya, seperti berusaha menyakitnya atau apapun itu. Bibi pelayan mengeluh dengan yang dikatan Mi Ran tak masuk akal
“Apa Kau pikir kondisi mentalnya separah itu?” ucap Dokter juga merasa Mi Ran berlebihan lalu memilih untuk pergi. Bibi pelaya pun bisa sedikit bernafas lega kalau Anna baik-baik saja, tapi Mi Ran terlihat cukup tegang seperti pernah melakukan kesalahan pada Anna. 


Je Ha masuk ruangan Kepala Joo berteriak marah “Kenapa kau membatalkan ambulansnya?” Kepala Joo sedang bersantai dengan menaikan kakinya kemeja, berencana untuk tidur karena harus bekerja nanti tapi diganggu oleh anak buahnya.
“Yah.... Begitulah nasib Anna. Lebih baik meninggalkan dia mati daripada memberitahu keberadaannya ke publik. Apa Kau paham?” ucap Kepala Joo menyadarkan Anak buahnya.
“Pilihan apa yang ada hari ini ketika kau memberinya stroberi dan dia mau memakannya, lalu mengetahui dia akan mati? Bahkan Parlemen Jang tidak bisa mengatakan apa-apa tentang ini.” kata Kepala Joo merasa semua diawali dari Je Ha
Siapa orang yang membatalkan ambulansnya?” tanya Je Ha tak bisa menahan amarahnya.
Apa yang akan kau lakukan?!! Tidak peduli apa yang kau lakukan, keadaan Anna tidak akan berubah. Satu-satunya hal yang dapat kau lakukan adalah melindunginya!” tegas Kepala Joo berbicara didepan wajah Je Ha.
Jika kau membawa Anna ke rumah sakit tadi maka kita semua pasti sudah mati. Mi Ran, pengurus rumah tangga, dan dokter di UGD juga! Dengan kata lain, semua orang yang tahu tentang Anna. Dan Kau mungkin pengecualian karena kau anggota dari Cloud Nine.” Jelas Kepala Joo
Je Ha hanya bisa diam, Kepala Jo mengingatkan alasan  orang tua di kebun itu hampir mati, jadi meminta agar jangan pura-pura tak mengetahuinya, menurutnya kalau orang-orang tahu tingkah Je Ha maka akan lebih sulit bagi untuk melindungi Anna, Dan kalau memang  Je Ha benar-benar ingin melindunginya, maka lindungi saja Anna lalu menyuruhnya segera pergi. Je Ha mengumpat kesal. 

Je Ha duduk ditaman dengan Guru Song yang duduk disebelahanya, Guru Song meminta agar Je Ha tetap melindungi Anna. Je Ha bertanya apakah Guru Song mengetahui tentang Anna. Guru Sng mengatakan tidak juga karena yang ia tahu Anna dipaksa pergi ke luar negeri karena memiliki orang tua yang buruk.
Ya, kau bisa mengatakan itu, Dia memiliki orang tua yang mengerikan da yang lebih sialnya adalah ayahnya adalah calon presiden.”Kata Je Ha memukul  pinggir kursi.
“Memang Siapa ayahnya?.. Nama Depanya gadis itu Go.... Namanya Go Anna. Dia bukan anak Jang Se Joon secara hukum.” Ucap Guru Song, Je Ha kaget mengetahui nama depan Anna adalah “Go” bukan Jang,
“Apa Kau tidak tahu? Nama depan sudah pasti "Go." Ada wasit dengan nama Go Am Wook dan dia Orang Amerika Ibunya, Um Hye Rin, menikah dengan orang itu!” cerita Guru Song
Tunggu sebentar... Jadi Jang Se Joon merayu wanita yang sudah menikah dan...” kata Je Ha dalam pikiranya.
Tidak, bukan itu! Ini rumit.... wow, ternyata aku sudah hidup lama sepertinya.” Ucap Guru Son seperti baru menyadarinya.
Jadi yang terjadi adalah... dia menikah dengan orang Amerika, tapi sudah hamil pada saat itu! Dengan anaknya Jang Se Joon! Apa Kau mengerti?!! Aku juga tidak tahu kalau dia hamil saat itu!” cerita Guru Song

“Lalu aku tidak tahu apa yang terjadi, mungkin dia disiksa oleh suaminya. Kemudian Um Hye Rin, yang pergi ke Amerika, muncul dengan Anna dalam pelukanny di depan Jang Se Joon, yang telah bahagia menikah dengan Choi Yoo Jin!” jelas Guru Song
Dia bertindak seperti sebuah keluarga dengan mereka di belakang Choi Yoo Jin. Tapi gadis muda itu memiliki nasib buruk. Ibunya berakhir mati karena kekerasan! Dan Anna diseret ke luar negeri tak lama setelah itu. Itu sebabnya aku kasihan padanya.” Jelas Guru Song
Je Ha kaget mengetahui Ibu Anna yang mengalami Kekerasan, Guru Song pikir Bunuh diri memang mengerikan, lalu bertanya-tanya apakaha  Choi Yoo Jin akan terus membiarkan Anna tetap hidup jika terus bertingkah seperti ini. Je Ha hanya terdiam memikirkan nasib Anna yang sangat buruk. 

Yoo Jin kembali bertemu disebuah restoran, si pria merasa mereka tak perlu buru-buru dan mengajaknya makan lebih dulu karena Makanan direstoan cukup lezat. Yoo Jin merasa si pria  tidak punya banyak waktu. Karena sudah lama sejak "itu" dimulai.
Tampaknya presiden masih belum bisa memaafkanmu dan Parlemen Jang. Dia tidak ingin kalian berduamengkhianatinya, mantan presiden, setelah ia membantu kalian...” ucap si pria
Apa kau yakin tidak mengincar posisi itu?” kata Yo Jin, Si pria terdiam.
Yoo Jin mengeluarkan sebuah amplop dengan judul [Laporan Kejadian Sekitar Presiden - 2016] Si pria terlihat kaget, Yoo Jin menjelaskan kalau itu adalah hal yang di perhatikan terjadi di sekitar presiden dan tidak termasuk segala sesuatu yang sudah terjadi.
Si pria merasa Yoo Jin memberikan itu sebagai ancaman, Yoo Jin memberikan amplop yang lain. Si pria melihat berkas [Informasi Tentang Yayasan Pyeongchang - Sangat Rahasia] Yoo Jin menjelaskan itu adalah dokumen rahasia mengenai Yayasan dan JB Group dan pria itu bisa menghancurkan dirinya dengan mudah dengan informasi yan diberikan.
Jadi kau berbagi kelemahan kita?” ucap Si pria, Yoo Jin membenarkan.
Apa itu cukup bagimu untuk membuat kesepakatan denganku?” kata Yoo Jin

Dua penjaga berada didepan restoran, dua orang pengunjung ingin masuk tapi penjaga memberitahu kalau restoran sudah tutup. Si pria tak percaya karena melihat masih ada orang di dalam dan Lampunya juga menyala. Si penjaga memberitahu kalau mereka adalah pelanggan terakhir.
Ayolah. Aku cuma mau minum makgeoli.” Ucap si pria, saat itu juga penjaga menahan tangan si pria yang terlihat ada luka bakar.
Sepertinya tempat ini terkenal. Mereka bahkan pilih-pilih pelanggan.” Kata si pria lalu pergi, tak jauh dari restoran ia pu melaporkan pada atasanya. 

Yoo Jin menikmati minum makgeoli, Si pria berkomentar sekarang mengerti mengapa Ketua Choi, adik Yoo Jin itu takut padanya. Yoo Jin berpikir itu sebuah pujian untuknya. S pria mengatakan tentu saja seperti itu.
Bagaimana bisa aku menghina orang yang akan menjadi orang nomor satu di negeri ini? Itu pujian.” Kata si pria
Itu tidak benar. Suamiku yang akan menjadi orang nomor satu” kata Yoo Jin, Si pria terlihat gugup akhirnya membenarkan.
Baiklah kalau begitu. Kapan kau ingin bergabung dengan partai kami?” ucap Si pria
“Jadi Kita tidak bisa melakukannya diam-diam kan? Aku mempersiapkan pertunjukan yang bagus, tapi aku ingin kau membersihkan jalan dulu.” Kata Yoo Jin, si pria pun mengerti maksudnya. 

Kwan Soo menerima kabar dari anak buahnya dari telp terlihat tegang, Si pria pun keluar dari restoran masuk ke dalam mobil begitu juga Yoo Jin segera masuk ke dalam mobil. Sek Kim bertanya Apa pertemuannya... Berjalan lancar, Yoo Jin malah tersenyum bertanya balik apakah memang terlihat seperti itu. Sek Kim pun memberikan selamat pada atasanya.
Yoo Jin pun mengucapkan terimakasih dengan senyuman lalu membuka jendela mobil dan mengeluarkan tanganya sambil berteriak Malam yang indah. Sek Kim yang melihatnya hanya diam saja, Yoo Jin bertanya pada Sek Kim apakah ia tak percaya padanya.
Sek Kim binggung tiba-tiba Yoo Jin mengataan hal itu, lalu tertawa keduanya pun tertawa bahagia begitu juga dua orang pengawal yang duduk di depan. 


Kwan Soo terlihat tegang dalam ruanganya, Sekertarisnya bertanya pada sekertarisnya Apa mereka akan bisa masuk partai itu. Kwan Soo pikir itu mungkin karena setiap Negara memiliki orang-orang korup dan pebisnis kotor dalam pemerintahan mereka.
Aku tidak pernah menduga. Jadi dia akhirnya bekerja sama dengan Choi Yoo Jin. “ kata Kwan Soo
Kalau begitu urus organisasi internal dan persiapkan voting dalam partai.” Ucap Sekertarisnya.
Apa kau bisa melakukan itu? Orang yang mengekspos dan mengusir pihak yang kotor dan busuk akan menjadi pahlawan.” Kata Kwan Soo lalu menanyakan keberadan Jang Se Joon

Se Joon sedang ada diruang make up dengan sedikit mengoda periasnya, Sek Song memberitahu Pertemuan Nyonya Choi baru saja selesai. Se Joon merasa  dengan menilai dari ekspresi dari sekertarisnya  berasumsi bahwa itu berjalan lancar. Sek Song membenarkan.
Kalau begitu kita juga harus mengubah isinya untuk hari ini, bukankah begitu? Kita tidak bisa menghadapi orang di Blue House.”ucap Se Joon
Betul. Kau harus sedikit lebih lembut hari ini. Aku juga akan mengubah pertanyaannya.”kata Sek Song lalu keluar ruangan, Setelah itu Se Joon mengoda si wanita dengan meraba bagian pada si wanita. 

Yoo Jin masuk ke kantor JSS disambut dengan Direktur, Direktur mengucapkan selamat. Yoo Jin pikir Tidak perlu dan langsun menanyakan Bagaimana dengan anak itu. Direktur memberitahu kalau Anna ada  di ruang medis,
Benarkah? Jadi dia selamat dalam perjalanan kesini.” Kata Yoo Jin dingin, Direktur hanya bisa meminta maaf.
Kenapa kau minta maaf? Itu hanya nasib baiknya saja . jadi Dimana ruang medisnya?” ucap Yoo Jin
Sek Kim kaget Yoo Jin ingin menemuinya. Yoo Jin membenarkan dan meminta agar Sek Kim pergi duluan saja ke Cloud Nine, lalu diantar oleh Direktur menuju ruang medis tempat Anna dirawat. 

Didepan ruang medis beberapa pengawal sudah ada bersiaga, Mi Ran dan pelayan hanya bisa tertunduk saat Yoo Jin datang dengan wajah dinginya. Yoo Jin bertanya pada Dokter bagaimana kondisi Anna apakah bisa bicara.
Tubuhnya jauh lebih baik sekarang tapi kami harus mendapatkan ahli psikolog untuk membantunya karena percobaan bunuh diri...” ucap Dokter
“Kau bilang dia harus dibawa ke  Rumah Sakit? Tidak perlu. Kau harus Terus awasi saja dia agar tidak melakukan sesuatu yang bodoh.” Tegas Yoo Jin, saat itu Je Ha melihat dari kejauhan ternyata Yoo Jin memang tak menginginkan Anna dibawa ke rumah sakit.
Yoo Jin masuk ke dalam ruangan, Anna melihat kedatangan Yoo Jin langsung melirik sinis. Yoo Jin pun menyuruh mereka semua keluar dari ruangan. Direktur mengumpat kesal pada Dokter karena menyarankan membawa Anna pergi ke rumah sakit. 

Je Ha berdiri di depan pintu, Pengawal Yoo Jin ingin mengusirnya tapi Je Ha lebih galak lagi untuk melawanya. Akhirnya Pengawal Yoo Jin membiarkan Je Ha di depan pintu.  Yoo Jin berkomentar kalau  Pakaian biarawati cocok untuk Anna dan Dan suaranya juga cukup menyentuh.
Apa kau mempelajarinya di biara?”ejek Yoo Jin lalu duduk didepanya, Anna tetap melirik sinis dengan penuh rasa dendam.
Tapi Apa kau tahu... yang kau harapkan ketika muncul disana? Apa kau berpikir aku menghalangi agar ayahmu tidak bisa melihatmu? Kau juga melihatnya di gereja kan?” ucap Yoo Jin
Anna mengingat saat sedang berdiri menyanyikan lagu pujian menatap ayahnya seperti berharap mau melihatnya, tapi Se Joon malah tertunduk bahkan berbisik pada Yoo Jin seperti tak ingin bertemu denganya.
Kenapa...Anna... Ayahmu tidak mau bertemu dengan kau. Bahkan Ayahmu tidak akan muncul di sini. Sama seperti ia tidak muncul ketika ibumu Um Hye Rin meninggal atau ketika kau berangkat ke Spanyol.” Ucap Yoo Jin, Anna terdiam dengan menahan rasa sedihnya.
Aku tahu itu menyakitkan Dan aku yakin kau ingin menyangkal ini semuanya. Tapi ini kenyataan dan Semua Ayah seperti itu. Aku tahu ini karena aku juga anak perempuan tetapi semua anak perempuan memiliki perasaan spesial terhadap ayah mereka. Sayangnya...semua ayah seperti itu. Mereka tidak tahu perasaan kita.” Ucap Yoo Jin. 

Je Ha duduk diluar mendengarkan pembicaraan Yoo Jin didalam ruangan dengan Anna dengan wajah tegang.
Aku yakin kau berpikir bahwa hanya kau yang dimiliki ayahmu... tetapi kau itu tidak berarti apa-apa baginya. Kau hanya beban dari masa lalunya.” Ucap Yoo Jin penuh amarah
Kalau begitu biarkan aku bertemu Ayah. Aku akan bertanya padanya sendiri...” kata Anna
Bagaimana mungkin? Apa Kau ingin aku memaksanya kesini? Bahkan pasangan suami istri yang saling mencintai tidak boleh bersikap seperti itu.  Kalau Ayahmu tidak ingin menemuimu, jadi kau ingin aku melakukan apa?” ucap Yoo Jin sinis
Ayah...tidak mencintaimu.” Ucap Anna melawanya, Yoo Jin sedikit terdiam seperti kaget.
Apa itu yang dikatakan ibumu?” kata Yoo Jin, Anna hanya diam. Yoo Ji mengerti karena  tahu perasaan ibu Anna dan pasti membencinya.
Tapi, Anna.... Ada sesuatu yang tidak kau ketahui tentang ibumu, karena kau terlalu kecil.  Sulit bagi orang-orang seperti kita untuk memahami. Tapi apa kau tahu tujuan hidup untuk semua Parlemen?” kata Yoo Jin
Je Ha terus melihat Anna dari depan pintu kamar, Yoo Jin menegaksan kalau Tujuan Ayah Anna sebagai seorang parleman adlah untuk bisa dipilih kembali selama siklus pemilu berikutnya. Lalu memberitahu apa yang dikatakan Ibu Anna pada Se Joon.
Ibumu menggunakanmu untuk memeras ayahmu, Yaitu Dengan pemilu juga. Dia mungkin baik padamu, tapi... kau bisa bayangkan sendiri. Aku yakin cukup sulit bagimu, karena ibumu seorang pecandu alkohol. Apalagi yang bisa kau berikan padanya selain pil tidur?” ucap Yoo Jin seperti sengaja membuat pikiran Anna jadi tertekan.
Itu tidak benar. Ibuku tidak mati karena pil tidur yang kuberikan padanya... Ada seseorang di rumahku Dan mereka juga mencoba membunuhku.” Kata Anna yakin
Jadi maksudmu, Apa itu aku? Anna.... Ingatanmu berbohong pada dirimu sendiri.  Kadang-kadang, kebenaran tidak bisa dipercaya. Tapi...ini adalah kebenaran. Ibumu meninggal karena pil yang kau berikan.” Ucap Yoo Jin
Anna tahu kalau itu bohong karena  mendengar semuanya dari pengurus rumah lama mereka. Yoo Jin mengerti kalau yang dimaksud adalah  wanita yang di temui sebelumnya, lalu memberitahu kalau memang ia yang membunuh ibunya, wanita itu tahu tentang itu maka apakah mungkin masih membiarkan palaya itu hidup sampai sekarang. 

Je Ha akhirnya masuk ruangan meminta Yoo Jin agar menghentikanya, Yoo Jin melirik sinis melihat Je Ha yang berani masuk.  Je Ha memberitahu kalau Anna sekarang sedang sakit. Yoo Jin mengumpat lalu  berkomentar sinis kalau sudah mengatakan terlalu banyak hal yang tidak penting. pada orang yang sakit juga.
Baiklah, Anna.... Kau pasti lelah, karena sudah berlarian sejak dini hari tadi. Jadi Istirahatlah Dan jaga diri.” Kata Yoo Jin lalu memerintahkan Je Ha agar datang ke Cloud Nine dan keluar dari ruangan. Anna akhirnya hanya bisa menangis.
Jangan menangis Dan tunggu saja Aku akan membawa ayahmu padamu.” Tegas Je Ha lalu keluar dari kamar. Anna menahan tangisnya melihat Je Ha yang membantunya kembali.
bersambung ke episode 8
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar