Kamis, 06 Oktober 2016

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 13 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS

Hwa Shin dan Jung Won masih beryanyi-nyanyi karena mabuk dan duduk diluar rumah. Sementara Na Ri mengajak adiknya agar segerea kelur tapi Pyo Bum malah masuk ke dalam rumah Hwa Shin karena pintunya terbuka, Na Ri mengejarnya dan kaget melihat gambar yang tertempel di kamar Hwa Shin.
Flash Back
Hwa Shin melihat gambar Pyo Bum yang belum selesai lalu sengaja menuliskan dengan menggunakan warna merah untuk kata “Cinta” dan menuliskan nama “Pyo Na Ri”
Na Ri tak percaya dengan yang dilihatnya merasa Hwa Shin itu tak mungkin melakukanya, dengan melihat tulisan [AKU MENCINTAIMU, PYO NA RI.] Hwa Shin yang menuliskan sendiri tulisan seperti sudah merasa mengungkapkan perasaanya.
Hwa Shin melihat ke arah rumah melihat lampunya menyala dan berpikir sudah  lupa mematikan lampu. Jung Won binggung kemana Na Ri karena tak melihatnya, Hwa Shin pamit pulang karena ingin ganti pakaian. Na Ri masih ada didalam rumah dengan mata berkaca-kaca tak percaya kalau Hwa Shin menyimpan perasaan padanya.

Jung Won terlihat mulai sadar sedikit gugup saat melihat pakain dalam Na Ri yang dijemur akhirnya berdiri didepan pagar pembatas. Jung Won kembali ke rumahnya, terlihat bingung dari luar lampu rumahnya itu mati sendiri. Tanpa curiga akhirnya ia menganti bajunya.
Na Ri sudah kembali ke Pyo Bum, lalu melihat Jung Won sudah berdiri dilantai atas. Ia langsung memanggil adiknya, meminta agar jangan katakan pada siapa pun tentang kejadian hari ini dan harus tutup mulut, Pyo Bum mengangguk mengerti. Na Ri memastikan Pyo Bum kalau mereka sebelumnya itu tidak melihat apa-apa dan  Ada seseorang yang tidak boleh sampai mengetahuinya.
Pyo Bum mengerti, Na Ri meminta agar adiknya itu tak bicara apapun lalu mengajaknya untuk pulang. Jung Won akhirnya melihat Na Ri dari lantai atas langsung bertanya darimana pacarnya itu. Na Ri mengaku kalau dari luar dengan sedikit gugup. 

Nyonya Kim bertemu dengan Soo Jung memberitahu kalau Besok Jung Won berulang tahun dan sengaja memberikan informasi untuk calon menantunya karena mereka bisa merayakan ulang tahun bersama. Soo Jung mengucapkan terimakasih.
Dia hanya berteman dengan penyiar cuaca itu. Jangan mencemaskan hal itu.” kata Nyonya Kim, Soo Jung binggung, lalu bisa mengerti apakah itu yang dimaksud Pyo Na Ri.
Sebagai Ketua Organisasi Pembaca Berita SBC, aku akan ikut menjadi juri audisinya.” Kata Nyonya Kim ingin mengunakan kekuasaanya.
Pyo Na Ri seorang profesional, Dia memiliki banyak pengalaman di lokasi syuting. Selain itu Dia pintar dan berbakat jadi Dia akan lulus kali ini. Tolong beri dia nilai yang bagus.” Ucap Soo Jung membela Na Ri,
“Ah... Benarkah? Kemampuan bukanlah yang terpenting.” Kata Nyonya Kim. 

Ja Young sedang mempersiapkan ruangan untuk test, dengan salah satu anak buahnya. Lalu melihat nama di calon pelamar ada nama Pyo Na Ri. Setelah Soo Jung pulang, Nyonya Kim memanggil Sek Cha bertanya kapan  segmen penyiar cuaca itu. Sek Cha memberitahu Pyo Na Ri ada di Segmen akhir berita pagi,  sekitar pukul 8.

Nyonya Kim menelp Ja Young, bertanya  Kapan waktu tes kamera untuk audisi pembaca berita. Ja Young memanggil Nyonya Kim sebagai seniornya, memebritahu dimulai pukul 9 pagi dan selesai pukul 7 malam. Nyonya Kim mengaku kalau ia harus ke luar negeri pada hari itu, jadi meminta agar mereka bisa memulai satu jam lebih awal yaitu pukul 8 pagi. Ja Young kaget mendengarnya.
Perusahaanku berencana memasang iklan di SBC. Selian Acara radio mu juga menyenangkan. Bagaimana kalau aku juga memasang iklan di acara itu?” ucap Nyonya Kim mengunakan uangnya.
Tentu saja, aku sangat bersyukur kalau Senior melakukannya. Aku belum memberitahu para pelamar, jadi kita bisa mengubahnya.” Ucap Ja Young yang ikut tergiur. 


Na Ri melihat Hwa Shin seperti masih tak percaya yang dilihat sebelumnya, kue ulang tahun ditaruh diatas meja. Jung Won merasa Dalam situasi ini, Hwa Shin  mungkin saja akan menceritakan tentang semua mantan pacarnya pada Na Ri. Hwa Shin pikir itu sudah pasti. Jung Won pun tak peduli menyuruh agar temanya itu menceritakan semuanya saja.
“Heii... Kita harus menyanyikan "Selamat Ulang Tahun" dulu.” Ucap Na Ri memotongnya, Jung Won menolak tapi akhirnya bersama dengan Hwa Shin  menyanyikan lagi selamat ulang tahun.

Na Ri dengan sengaja memberikan tanda bentuk cinta beberapa kali untuk Jung Won, dengan dua jari telunjuk dan jempolnya, lalu membentuk hati ditangan, dikepala. Hwa Shin yang melihatnya seperti mencoba menahan perasaanya. Jung Won melihatnya merasa Na Ri sudah cukup melakukanya, lalu meniup lilin diatas kuenya. Na Ri pun mengajak mereka mulai makan.
Jung Won melihat semua makanan diatas meja bertanya apakah Na Ri sendiri yang membuatnya. Na Ri mengangguk dengan bangga mengatakan kalau ia itu pintar memasak dan juga membuatkan sup rumput laut dengan abalone. Hwa Shin melihatnya tak percaya ternyata ada abalone juga dalam sup rumput lautnya.
Na Ri memberikan semangkuk untuk Jung Won, saat memberikan untuk Hwa Shin seperti dengan sengaja menaruh di pinggir meja, untungnya Hwa Shin bisa memegangnya lebih dulu sebelum terjatuh. Jung Won mulai mencobanya, Na Ri menanyakan rasanya. Hwa Shin langsung berkomentar kalau rasanya asin.

Reporter Lee, kurasa indera perasamu sedang bermasalah hari ini. Kau orang yang aneh.” Ucap Na Ri kesal
“Ini memang asin.” Kata Jung Won jujur, Na Ri buru-buru menuangkan air agar rasa supnya tak terasa asin.
“Tapi Cobalah capjae-nya, aku rasa capjae-nya baik-baik saja.” Ucap Na Ri, Hwa Shin mencobanya berkomentar rasanya lebih asin lagi. Jung Won akhirnya mencobanya dan Na Ri ingin tahu pendapatnya.
“Apa Kau ingin tahu kebenarannya atau  lebih baik kukatakan hal yang manis saja?” kata Jung Won, Na Ri meminta untuk mengatakan kalimat yang manis saja.
Ini juga asin.” Ucap Jung Won jujur, Na Ri sedih mendengarnya.

Kau tidak tahu bagaimana melakukan segala sesuatu dengan benar.” Ejek Hwa Shin
Aku hanya sedang terburu-buru dan Segala sesuatunya sangat kacau hari ini.” kata Na Ri membela diri
Hwa Shin pikir tidak mau makan apa pun lagi yang tersaji. Jung Won rasa  Ini pertama kalinya Na Ri memasa. Na Ri menyangkalnya mengaku kalau sering memasak dan berjanji Lain kali tidak akan keasinan dan meyakinkan kalau hari ini segalnya merasa kacau untuknya dengan melirik ke arah Hwa Shin. Jung Won mengajak minum kopi bersama, Hwa Shin pikir lebih baik pergi karena besok harus meliput berita. 


Hwa Shin kembali ke kamarnya, melihat gambar-gambar Pyo Bum dengan semua rasa cintanya pada Na Ri yang hanya bisa dituliskan pada kertas. Lalu teringat kembali saat Na Ri yang memberikan banyak bentuk hati dan perasaan cintanya pada Jung Won, Akhirnya ia melepaskan semua gambar-gambar dari dinding kamarnya seperti ingin menghentikan perasaanya untuk Na Ri. 

Jung Won tersenyum sendiri dalam mobilnya, Sek Cha melirik dari spion seperti ingin bicara. Jung Won melihatnya bertanya ada apa. Sek Cha mengaku tak ada apa-apa. Jung Won mengancamnya. Kalau begitu, mulai besok, berhentilah menjadi sekretarisnya.
Ibu Presdir mengetahui soal audisi pembaca berita Pyo Na Ri. Lalu Dia berusaha menghalangi Pyo Na Ri mengikuti tes kamera dengan mengubah waktu tes menjadi pukul 8 pagi.” Ucap Sek Cha, Jung Won kemudian bertanya apa lagi selanjutnya.
“Na Ri harus siaran cuaca di studio B empat kali,  mulai pukul 6-8 pagi. Siaran ke empat selesai sekitar pukul 7.45 pagi. Mustahil bisa sampai ke Studio A dalam waktu lima belas menit dari tempatnya berada. Bahkan sebelum dia sempat mengikuti tes kamera... maka dia akan didiskualifikasi.” Jelas Sek Cha
Ibu memang keterlaluan. Hari ini ulang tahunku. Kenapa tidak membuatkanku sup rumput laut saja? Tapi Aku akan tetap bahagia meski rasanya keasinan.” Kata Jung Won bahagia menerima semangkuk sup rumput laut dari Na Ri. 

Na Ri mencuci piring didapur, tapi malah membuat mangkuknya jatuh dan pecah. Adiknya datang memarahi karena  Na Ri selalu menjatuhkan segalanya saat mencuci piring. Na Ri melihat adiknya yang sudah pulang menyuruhnya agar belajar saja. Chi Yeol menyuruh kakaknya keluar saja karena nanti ia yang akan membereskanya. Na Ri menolak tapi Chi Yeol menarik kakaknya keluar dari dapur.
Chi Yeol membawa Na Ri ke depan rumah dan meminta agar mengulurkan tanganya, Na Ri pasrah memberikan sarung tanganya.  Chi Yeol menyuruh kakaknya duduk saja dan Istirahat lalu masuk ke dalam rumah. Na Ri yang sedang kebinggungan melihat ke arah Hwa Shin yang ada disampingnya. 

Hwa Shin keluar dari kamar seperti ingin membuang gambar Pyo Bum, tapi karena melihat Na Ri langsung menaruh didepan pintu dan bertanya apakah Jung Wo sudah pulang. Na Ri mengangguk lalu menatapnya dalam-dalam dan mengkhayal sesuatu.
Na Ri masuk kedalam kamar Hwa Shin mengambil salah satu gambar dan bertanya apakah Hwa Shin mencintainya, Hwa Shin menyangkalnya. Na Ri pun bertanya apa maksud semua gambar yang ditempel pada dinding kamarnya. Hwa Shin mengatakan kalau Pyo Bum yang menggambar semuanya.
“Apa Beom menggambarnya,  lalu menempelkan di sini? Jadi Kau tidak tahu apa-apa meski ini kamarmu?” ucap Na Ri tak percaya
Ada noda di dinding, jadi aku menempelnya di sana sebagai pengganti wallpaper.” Kata Hwa Shin berdalih
Lalu, apa yang tertulis di sini? Bukankah ini tulisanmu?” kata Na Ri, Hwa Shin binggung menjawabnya lalu mengakui kalau itu memang tulisanya.
Jadi, apa kau menyukaiku?” tanya Na Ri, Akhirnya Hwa Shin mengakuinya dengan wajah tertunduk. 

Na Ri menatap Hwa Shin lalu memanggilnya dan Hwa Shin pun menyahut tapi Na Ri kembali mengkhayal yang akan terjadi nanti.
Hwa Shin duduk diatas tempat tidurnya dengan wajah tertunduk, Na Ri sudah memegang gambar ditangnya lalu bertanya apakah Hwa Shin menyukainya. Hwa Shin mengakuinya. Na Ri pikir Hwa Shins udah gila karena sekarang ia sudah berkencan dengan temannya.
Aku tahu itu. Itu sebabnya aku tidak bisa mengatakannya padamu,  dan menempelkannya saja di dinding. Lalu Kenapa kau kemari? Kenapa kau datang dan melihatnya dan menanyakan dengan keras begini? Sekarang, kau sudah mengetahui perasaanku, jadi apa yang akan kau lakukan?” ucap Hwa Shin, Na Ri binggung.
“Apa Kau tidak merasa betapa buruknya keadaanku sampai menempel semua ini di dinding?  Maafkan aku, apa kau mengerti? Maaf karena aku menyukai dirimu sekarang!” kata Hwa Shin mengebu-gebu. 

Na Ri kembali memanggil Hwa Shin setelah sadar dari khayalanya, tapi Na Ri kembali mengkhayal apa yang akan terjadi nantinya. Na Ri kesal karena Hwa Shin itu menempelkan semua gambar dan khawatir nanti kalau Jun Won sampai melihatnya. Hwa Shin mengaku sangat frustasi jadi  sengaja menempelkannya. Na Ri binggung.
Aku ingin perasaanku padamu terekspos seperti ini, apa kau mengerti?” teriak Hwa Shin
Aku tidak melihatnya! Aku tidak melihat apa pun sekarang... Aku tidak melihat apa-apa!” ucap Na Ri mencoba melupakanya. Hwa Shin langsung berlutut memeluk kaki Na Ri
Maafkan aku. Aku bersalah.” Kata Hwa Shin, Na Ri binggun kenapa Hwa Shin seperti ini padanya menurutnya sikap seperti itu bukan seperti senior yang dikenalnya.
Tolong maafkan aku. Aku bersalah padamu selama tiga tahun lamanya, dan sekarang aku mendapatkan hukuman.” Ucap Hwa Shin. Na Ri meminta agar Hwa Shin menghentikanya, lalu duduk sambil merengek karena Hwa Shin harus melakukan ini padanya. 

Na Ri menatap Hwa Shin merasa kalau tak perlu mengatakan saja lalu berjalan pergi. Hwa Shin menyuruh untuk mengatakan apa yang harus dikatakanya.
Akhirnya Na Ri datang ke kamar Hwa Shin bertanya  alasanya menempelkan semua ini. Hwa Shin terlihat santai Na Ri yang  sudah melihatnya, menurutnya jika sedikit saja merayunya mungkin Na Ri akan datang dan goyah hatinya.
Bagaimana rasanya melihat semua itu? Jadi Kau merasakannya juga, kan? Saat kau meraba dadaku,  maka saat itu juga aku jatuh cinta padamu. Hatiku hanya untukmu. Selain itu Kau dengan lancang merasakan dadaku Jadi Bertanggungjawablah. Dan Bukankah kau bilang bahwa kau adalah  wanita gampangan?” kata Hwa Shin dengan gaya sombongnya. 

Na Ri ternyata kembali mengkhayal, Hwa Shin memangilnya merasa kalau meninggalkan pemantik api saat menyalakan lilin jadi meminta agar Na Ri memlemparkanya.  Na Ri hanya terdiam menatapnya , Hwa Shin melihat wajah Na Ri seperti menyimpan sesuatu dan menyuruh untuk cepat mengatakan saja kalau memang ada yang ingin disampaikan.
Reporter Lee, aku...” ucap Na Ri terdiam. Hwa Shin tak sabar menyuruh Na Ri mengambikan saja koreknya, Na Ri berjalan mengambilkanya dan melemaparnya. Hwa Shin kembali bertanya apa yang ingin dikatakan oleh Na Ri.
Berhentilah merokok.” Ucap Na Ri melihat Hwa Shin menyalakan rokoknya. Hwa Shin  bertanya apakah hanya itu saja. Na Ri membenarkan.
“Aku Tidak mau” kata Hwa Shin menolaknya, Na Ri meminta agar Hwa Shin  Jangan merokok. Hwa Shin pun tetap tak mau

Kalau begitu, teruslah merokok.” Kata Na Ri kesal, Hwa Shin tetap menjawab tak mau. Na Ri pun menyuruh Hwa Shin melakukan yang dinginkan saja. Hwa Shin kembali menjawab tak mau.
Jadi, apa sebenarnya yang kau inginkan? Apa Kau ingin hidup semaumu? Apa Kau sudah gila?” ucap Na Ri kesal
Kenapa aku harus menuruti kata-katamu? Aku akan menjawab "tidak mau" pada apa pun yang kau inginkan untuk melakukanya.” Tegas Hwa Shin, Na Ri binggung dan saat itu salah satu lembaran gambar milik Hwa Shin terbang terbawa oleh angin. 

Hwa Shin membakar satu persatu gambar yang sudah dibeli dari Pyo Bum. Sementara Na Ri yang tak bisa tidur mengingat kembali saat Hwa Shin datang ke kamarnya ketika mabuk.
“Apa Kau mau berkencan denganku? Aku akan melakukan segalanya untukmu, jadi ayo berkencan.”ucap Hwa Shin
Aku berkencan dengan Go Jung Won dan Aku ingin hubungan kami berjalan lancar.” Kata Na Ri
Hwa Shin membakar semua gambarnya, seperti tak percaya kalau cinta sepihak berubah, Na Ri seperti tak bisa tidur memikirkan yang dialami sebelumnya. Sementara Jung Won yang ada di rumang melamun mengingat kata-kata Sek Cha kalau sebelum Na Ri  mengikuti tes kamera... maka akan didiskualifikasi.

Na Ri baru keluar dari rumah dan melihat Hwa Shin akan pergi  ke kantor dengan mobilnya, Hwa Shin sempat berhenti dan memberikan semangat supaya Na Ri melakukan yang terbaik hari ini. Na Ri pun hanya diam dan membiarkan mobil Hwa Shin pergi begitu saja. Tapi akhirnya Na Ri tak ingin lebih penasaran lagi mengejar mobil Hwa Shin sampai ke ujung jalan.
Hwa Shin pun menghentikan mobilnya, Na Ri mengetuk jendea mengatakan Ada yang perlu dibicarakan dengannya lalu masuk ke dalam mobil. Hwa Shin bertanya mengenai apa, saat itu sebuah mobil datang dan ternyata mobil Jung Won. Na Ri langsung membungkukan badanya agar tak terlihat oleh Jung Won. 

Jung Won menyapa Hwan Shin lebih dulu dan bertanya apakah ia akan pergi meliput. Hwa Shin menganggukan kepalanya dengan melirik Na Ri malah bersembunyi di mobilnya. Jung Won pun memberikan semangat agar temanya itu bisa melakuan yang terbaik. Hwa Shin mengerti dan mengemudikan mobilnya. Saat itu gambar yang terlindas oleh mobil terbawa kembali oleh angin. 

Di perjalanan
Akhirnya Na Ri menaiki mobil Hwa Shin dengan wajah cemberut. Hwa Shin bertanya kenapa Na Ri bersembunyi dari Jung Won dan memilih tetap di mobilnya daripada bersama Jung Won. Lalu ingin tahu apa yang ingin dibicarakan Na Ri padanya.
Jung Won sudah ada didepan rumah menelp Na Ri karena tahu pasti akan berangkat kerja dan membeirtahu kalau sudah ada didepan rumah untuk menjemputya. Na Ri berbohong kalau mendadak mendapat telepon, jadi sudah berangkat lebih awal dan meminta maaf.
Hwa Shin menyindir Na Ri itu berbohong dengan sangat baik. Na Ri melirik sini, Jung Won bisa mengerti dan meminta agar mereka bisa bertemu nanti di stasiun tv lalu menutup telpnya. Saat akan kembali mobil melihat gambar yang jatuh didepan mobilnya, wajahnya tersenyum karena melihat tulisan “aku mencintaimu, Pyo Na Ri” dan seperti langsung menyimpanya. 

Hwa Shin berkomentar Na Ri itu jadi aneh sekarang, Na Ri membalas kalau Hwa Shin yang lebih aneh. Keduanya langsung beradu mulut siapa yang paling aneh diantara keduanya.
Apa kau sedang jual mahal pada Jung Won?” ucap Hwa Shin, Na Ri dengan ketus mengatakan kalau itu bukan urusan Hwa Shin dan tak hubunganya dengan seniornya itu.
Kau semestinya memiliki cinta sepihak saja. Sekarang, karena mendapatkan banyak cinta,  lalu kau jadi melupakan masa lalu. Oh... Astaga, darimana kau mempelajari perilaku jahat begitu?” ejek Hwa Shin


Na Ri terlihat kesal sambil mendorong tubuh Hwa Shin mengatakan kalau ini bukan urusannya, mobil pun mulai oleng karena tarikan tangan Na Ri. Akhirnya Hwa Shin menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu menegaska kalau ia itu bukan orang yang tak dikenal Na Ri
Kau tidak menyukaiku, kan? Apa kau menyukaiku, Reporter Lee?” ucap Na Ri ingin mengetahuinya. Hwa Shin terlihat binggung tiba-tiba Na Ri mengatakan hal itu.
Apa kau menyukaiku?” tanya Na Ri kembali, Hwa Shin menyangkalnya
Kau sudah bilang tidak, Apa kau Sungguh? Kau tidak menyukaiku, kan?” kata Na Ri, Hwa Shin membenarkan. Akhirnya Na Ri terlihat sudah merasa puas mengajak mereka segera pergi saja ke kantor. 

Sung Sook masuk ke restoran kaget melihat Ja Young juga sudah ada di restoran, Kim Rak melihat Sung Sook datang menyuruh untuk duduk, Ja Young melirik sinis melihat Sung Sook yang berani lagi datang ke restoran. Kim Rak dengan membawa sepiring makanan memberitahu kalau ia yang yang memintanya datang.
Kau bilang ada yang harus dikatakan?” ucap Sung Sook mulai sarapan karena harus segera berangkat kerja.
Aku sangat tertarik untuk mendengarkan yang ingin kau katakan.” Kata Ja Young, Sung Sook pun mengaku kalau sama melakukanya.
“Apa kau mau berkencan denganku?” ucap Kim Rak, Ja Young terlihat malu-malu mendengarnya,
Kenapa kau mengatakan hal seperti itu saat ada orang lain? Ucap Ja Young Sung Sook langsung mengatakan kalau ia setuju.

Ada sesuatu yang harus aku diskusikan dengan kalian berdua. Itu sebabnya, aku meminta bertemu kalian. Setelah itu, terserah kalian mau berkencan denganku atau tidak.” Kata Kim Rak, Sung Sook bertanya apa yang dingin dikatakanya.
Aku tidak menggenggam tangan, mencium,  atau tidur dengan seseorang yang ku kencani. Aku tidak ingin melakukannya. Tapi Bukan itu masalah yang terpenting. Aku adalah seorang aseksual. (berarti tidak memiliki ketertarikan seksual pada jenis kelamin apa pun, baik sejenis, maupun lawan jenis)” ucap Kim Rak
Keduanya wanita didepanya langsung kaget mendengarnya, Kim Rak menceritakan Wanita lain tidak akan bisa memahami kondisinya, tapi ia merasa kedua wanita didepanya itu  akan bisa memahaminya dan itu membuat hatinya jadi  berdebar. Ia keduanya berbeda dari wanita lain. Menurutnya mereka berdua bekerja di bidang penyiaran, jadi memiliki sudut pandang berbeda.

Mungkin itu sebabnya, aku kembali berdebar oleh wanita setelah bertahun-tahun berlalu.” Kata Kim Rak
Jadi, Apa kau berdebar-debar ketika berkencan Tapi, kau tidak menginginkan sentuhan apa pun hanya mengobrol?” Kata Sung Sook binggung
“Lalu Apa  tidak ada yang namanya "seks pra nikah" atau semacamnya? Dan?”kata Ja Young, Sook Sook tak percaya berpikir kalau mereka itu Memangnya masih remaja kesa, Keduanya sama-sama mengambil gelas air.
Tidak akan ada yang berubah meskipun setelah pernikahan.” Kata Kim Rak, Keduanya langsung memuncratkan minuman saking kagetnya . 


Na Ri dan Hwa Shin berada  didalam lift bersama, Hwa Shin bertanya apakah Na Ri ingin mengikuti audisi sebagai pembaca berita dalam stasiun tv yang sama, Menurutnya Na Ri itu harus mengundurkan diri jika ingin mengikuti audisi jadi lebih baik memilihnya dari sekarang dan itu Kelihatannya tidak baik.
Aku tidak meminta bantuan apa pun darimu, jadi jangan menasehatiku.” Kata Na Ri dingin
“Semua akan tampak buruk jika kau gagal  lalu tetap menjadi penyiar cuaca.”ucap Hwa Shin
“Kau bilang gagal ? Apa kau berasumsi aku akan gagal?” kata Na Ri kesal menatapnya, Hwa Shin keluar dari lift dengan santai mengatakan kalau Na Ri mungkin akan lulus. Na Ri hanya bisa menghela nafas melihat tingkah seniornya. 

Kim Rak pikir mereka tidak perlu naik ke ranjang  hanya untuk dicintai atau dinikahi, tapi bisa menawarkan lebih dari sekedar kontak fisik. Ia pikir  Cinta itu soal hati, bukan dari tubuh. Sung Sook bertanya apakah  satu-satunya yang bisa dilakukan Kim Rak hanya mengedipkan mata.
“Semua itu efek samping obat ini” kata Kim Rak mengeluarkan obat yang diberikan kakaknya, Keduanya melonggo tak percaya.
Secara fisik, tidak ada yang salah dengan diriku. Aku ini normal tapi hanya tidak ingin menyentuh wanita.” Jelas Kim Rak
Lalu, apa yang kau inginkan selama berkencan? Apa yang hendak kau lakukan dengan tubuh bagusmu itu?” kata Ja Young heran
Kita sudah cukup berada diusia yang sudah matang.  Cinta yang platonik dapat membuatmu lebih berdebar-debar dan bahagia dibanding cinta yang erotis. Kalian pasti akan mengerti. Jadi Kalian berdua tidak perlu bertengkar memperebutkanku  seperti memperebutkan Ppal Gang. Tolong pikirkan ini baik-baik dan buatlah keputusan. Aku akan menunggu jawaban kalian.” Kata Kim Rak lalu pamit pergi.

Keduanya keluar dari restoran dengan wajah masih shock, Sung Sook akhirnya menyuruh Ja Young untuk memiliki Kim Rak saja. Ja Young membalas kalau Sung Sook saja dengan Kim Rak. Sung Sook tak mau dan mulai seakrang.akan membiarkan Ja Young menang. Ja Young mendekati Sung Sook berpikir sekarang bisa memiliki Kim Rak seutuhnya.
Aku tidak habis pikir. Dia mungkin memiliki masalah psikis.” Kata Sung Sook tak percaya
Bagaimana mungkin tidak menggenggam tangan atau memeluk dan hanya bicara sepanjang waktu? Apa dia itu benar-benar pria? Mungkin dia bukan pria. Bahkan setelah pernikahan!... Ahh... Aku tidak bisa melakukannya.” Kata Ja Young benar-benar tak menyangka.

“Ini Tidak menarik sama sekali. Jadi Reporter Kye, kau bisa memilikinya.” Kata Ja Young pasrah
Ada apa denganmu? Aku wanita yang memiliki kebutuhan batin. Aku tidak munafik kalau menyukai kontak fisik. Kenapa juga aku mengencani pria yang bahkan  tidak akan menggenggam tanganku? Mana mungkin aku hidup bersama hanya untuk kedipan mata saja? Dan Apa bagusnya meski dia mengedipkan mata ke seluruh tubuhku? Itu bukan sentuhan.” Kata Sung Sook
Keduanya membenerkan lalu ingin kembali ke rumah, Sung Sook teringat kalau mereka itu harus pergi bekerja. Ja Young pun sadar lalu dengan memeluk Sung Sook berjalan bersama mengaku sangat kecewa, merasa tak percaya bagimana bisa Kim Rak tak bisa melakukan sentuhan seperti itu. 


Direktur Oh menemui Hwa Shin bertanya apakah sudah melihatnya, Hwa Shin bertanya apakah Direktur tahu tankernya tenggelam. Direktur Oh mengatakan sudah mengetahuinya. Hwa Shin merasa masih ada minyak di dalam air,  jadi karena itu seekor lumba-lumba ditemukan mati.
“Ini mungkin baru awalnya saja dan Akan ada ribuan yang mati seiring waktu berlalu.” Kata Direktur Oh
Aku akan pergi ke Busan dan merekamnya.” Ucap Hwa Shin
Kalau begitu, bawa helicopter dan tunjukkan seberapa buruk keadaannya.” Kata Direktur Oh, Hwa Shin mengerti lalu Direktur Oh bertanya kapan Hwa Shin akan pergi. Hwa Shin memilih akan pulang lebih dulu setelah itu baru pergi.  
Aku akan meminta ijin untuk penggunaan helicopter dan menghubungimu dan akan mengurus semuanya lalu memberitahumu.” Kata Direktur Oh, Hwa Shi mengerti. 

Saat itu mata Sung Sook melihat kearah Hwa Shin yang pergi lalu Ia mengingat saat Hwa Shin yang mabuk menciumnya dengan mengodaka untuk memberikan makanan maka temanya akan memberikan ciuman juga.
Aku bahkan tidak marah saat si gila Lee Hwa Shin menciumku.” Ucap Sung Sook binggung, Direktur Oh memberitahu kalau saatnya rapat dan memanggil Sung Sook untuk masuk ruanganya.
Aku tidak bisa mengatasinya.” Kata Sung Sook dengan tatapan kosong, Direktur Oh tak melihat Sung Sook menanggapinya kembali memanggilnya.
Aku hampir saja mendapat masalah.” Kata Sung Sook panik

Akhirnya Direktur Oh tak bisa menanahan amaranya lagi dan langsung berteriak memanggil Sung Sook, tapi Sung Sook ikut berteriak juga menyahutinya. Direktur Oh memberitahu kalau mereka harus rapat.
Tadi, aku sedang memikirkan masalah penting menyangkut hidupku. Aku mendengar dan mendengarnya. Kau bilang "Reporter Kye, rapat. Kemari." Aku mendengarnya tapi Aku hanya mengabaikanmu saja dan tidak menjawab. Jangan meneriakiku, kepalaku rasanya akan pecah.” Teriak Sung Sook, Direktur Oh sempat melonggo lalu menyuruh mereka segera rapat saja.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

4 komentar:

  1. Kamsaeyo bak diyah!
    Mungkin mamanya jung won dulu mantan anchor yah.makanya sung sook sama ja young mggil sunbae....
    Kebetulan menikah dg keluarga kaya....

    BalasHapus
  2. Hore.... Akhirnya muncul juga sinopsisnya, makasih mba dee...

    BalasHapus
  3. Yeey gomawo unnie lanjut terus y

    BalasHapus
  4. Yeey gomawo unnie lanjut terus y

    BalasHapus