Jumat, 14 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Joong Won sudah ada didalam mobil dengan mengingat surat yang ditulis Louis kalau tidak menepati perjanjian mereka. Lalu mengumpat Louis itu Bocah licik ini dan akan menangkapnya nanti. Sementara Louis sedang berlari tanpa baju pergi ke tempat Bok Sil dan langsung memeluknya saat melihat Bok Sil masih baik-baik saja.
Saat itu Joong Won baru datang melihat Louis yang memeluk erat Bok Sil, lalu binggung merasakan tidak nyaman, teringat kembali saat pertama kali pertemuan mereka di Stasiun dan juga pertemuan kedua di kantor saat itu Bok Sil menjadi cleaning service.
 Aku ingin tahu... apa yang aku rasakan ini?” gumam Joong Won seperti selama ini tak pernah merasa cinta. 

[Episode 7- Perhaps Love]

Bok Sil pergi ke Royal Billiard karena menurut Genk wanita untuk ke sana setelah jam 10 malam dan Bok Nam biasanya bermain billiard lalu tidur disana 3 sampai 4 kali seminggu.
Sesorang tidur dengan jaket milik Bok Nam tapi ketika Bok Sil membukanya ternyata orang lain. Bok Sil terus mencari adiknya pada orang-orang yang sedang bermain. Sampai akhirnya seseorang menghampirinya.
“Apa Kau mencari seseorang?” ucap Si pria
Apa kau kenal Bok Nam? Aku adalah kakaknya.” Ucap Bok Sil, Si pria mengatakan belum melihatnya lebih dari sebulan. Sementara di rumah Bok Sil seseorang memukul kepala seseorang dalam rumah.
Bok Sil berjalan dengan wajah sedih, sebelumnya bertanya pada pria itu keberadaan adiknya sekarang. Tapi Si pria pikir tak mungkin mengetahuinya, karena Bok Nam sudah tidak datang Jadi meminta  Bok Sil  berhenti mengganggu dan keluarlah.
Tiga wanita sedang menikmati banyak makan di pinggir Sungai Han, lalu ponselnya berdering ternyata Bok Sil menelpnya kembali.  Si ketua tak percaya Bok Sil itu sangat gigih. Salah seorang menyuruh memblock saja nomornya dan yang lainya bertanya-tanya dimana keberadan Bok Nam sebenarnya sekarang karea Kakaknya mencarinya. 
Bok Sil pulang ke rumah binggung melihat sudah banyak polisi dan juga ambulance, dan beberapa tetangga langsung berbisik   Ada orang yang mati lagi di kamar atas itu dan berpikir kalau pria tampan. Bok Sil panik melihat korban yang dibawah ke ambulance.
Petugas bertanya siapa Bok Sil, dengan cepat Bok Sil mengatakan walinya akhirnya Petugas menyuruh Bok Sil naik ke mobil segera. Di jalan Bok Sil sudah terlihat sedih memanggil Louis agar bangun, tapi ketika melihat wajahnya bukan Louis tapi orang lain. 

Louis baru saja kembali melihat beberapa tetangga sedang melihat Polisi sedang menyelidiki, mereka bertanya-tanya Kenapa hal ini terus terjadi di sekitar rumah mereka. Louis tak tahu apa-apa bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
Aigoo. Di kamar atas itu, ada seseorang yang dibunuh.” Ucap Si tetangga, Louis kaget berpikir Bok Sil lalu berlari ke rumahnya.
Polisi menahan Louis tak boleh masuk TKP,  Louis binggung karena ia yang tinggal ditempat itu. In Sung datang melihat Louis bertanya dari mana saja, Loius bertanya apa sebenarnya yang terjadi. In Sung juga tak mengerti karena Ada orang asing yang terbunuh di rumahnya. Louis menyakinkan bukan Bok Sil maksudnya.
In Sung mengumpat Louis yan berpikiran aneh, Louis mendengar ponselnya berdering di dalam rumah.  Polisi tetap tak memperbolehkan masuk. Louis meminta agar mengambilkan ponselnya, Polisi memberitahu  tidak bisa menyentuh TKP.

Bok Sil yang ada di Ambulance panik karena Louis tak mengangkat telpnya. Ponsel In Sung berdering, In Sung langsung mengangkat memberitahu Louis sedang bersamanya. Louis mengambil ponsel dari tangan In Sung langsung bertanya keberadan Bok Sil,  Bok Sil pikir seharusnya ia yang bertanya lebih dulu.
Aku pergi keluar untuk menjemputmu.” Ucap Louis. Bok Sil menanyakan keadaan Louis lebih dulu apakah baik-baik saja.
Tentu saja. Jadi sekarang kau dimana?” tanya Louis, Bok Sil mengatakn sedang diambulance. Louis panik bertanya apakah Bok Sil terluka parah, dibagian mana.
Aku tidak apa-apa, jadi berhentilah berteriak. Jangan pergi kemanapun. Diamlah di tempat In Sung Oppa.” Kata Bok Sil, Louis mengerti. 

In Sung bertanya apa yang dikatakan Bok Sil,  Louis memberitahu kalau Bok Sil menyuruh untuk tinggal di rumah In Sung sementara. In Sung mengerti, ketika mereka akan berjalan Seorang detektif menghampirinya dengan tatapan curiga bertanya apakah Louis tinggal ditempat itu. Louis membenarkan.
“Jadi Kau darimana saja?” tanya Polisi, Louis menjawab  pergi ke halte bus.
Siapa namamu?” tanya Polisi, Louis menyebutkan namanya. Polisi meminta agar menyebutkan nama lengkapnya. Louis menjawab kalau tak tahu.
Kenapa kau bisa tidak tahu namamu?” ucap Polisi terlihat curiga.
“Pak Polisi... Belum lama ini dia hilang ingatan. Dia tidak tahu siapa namanya, tidak tahu berasal dimana ataupun siapa dia sebelumnya. Polisi bilang sidik jarinya tidak terdaftar.” Kata In Sung lalu meminta Louis meminta maaf saja. 

Louis yang binggung akhirnya menurut saja meminta maaf pada polisi,  akhirnya Polisi pun akan mengambil sidik jari Louis sekarang. Detektif datang melihat alamat (93-5, Eunsung-ro) lalu melihat dalam ponselnya itu alamat rumah Bok Sil, wajahnya terlihat panik langsung menaiki tangga.
Akhirnya Louis sudah selesai diambil sidik jarinya, In Sung khawatir menanyakan keadaanya. Louis merasa tidak terlalu baik. In Sung pun bisa mengerti, Detektif datang melihat Louis menanyakan kedaaan dan juga keberadaan Bok Sil sekarang.  Louis memberitahu Bok Sil sedang dalam perjalanan pulang.
Ah. Kalau saja aku tahu, maka aku pasti sudah melakukan sesuatu. Kenapa kau tidak memberitahuku tentang tempat ini?” ucap Detektif, Louis mengaku tak tahu begitu juga In Sung. Detektif pun bertanya siapa orang yang ada dibelakang Louis.
Aku Jo In Sung, tetangga yang tinggal di bawah.” kata In Sung, Louis mengenalkan In Sung sebagai seorang pencari kerja. In Sung mengeluh Louis malah memberitahu orang lain kalau ia pengganguran.
Menurutku pencari kerja itu keren.” Ucap Louis bangga. 

Tuan Baek minum wine untuk menenangkan pikiran sambil mengingat ucapan anaknya yang mengetahui siapa yang meninggal dengan menggantikan Louis saat itu.
Flash Back
Ma Ri mengatakan kalau orang itu adalah  adiknya Go Bok Sil yaitu pegawai yang dipekerjaan Joong Won pada departementnya sekarang.  Ia menceritaka kalau Louis menggunakan jaket milik adik Bok Sil.
“Ayah... Jangan terkejut... Louis sekarang tinggal bersama Bok Sil sekarang. Dia menjaga Louie supaya bisa menemukan adiknya.” Cerita Ma Ri
Bukankah Joong Won terlibat dalam hal itu?” kata Tuan Baek masih curiga. Ma Ri pikir kenapa Joong Won harus terlibat. 

Tuan Baek masih tak percaya dan bertanya-tanya enapa Joong Won harus datang ke tempat Bok Sil bahkan dengan Louis dan juga Bok Sil. Akhirnya ia menelp anak buahnya untuk memastikan. Seorang perawat mengangkatnya bertanya Apakah kenal dengan pemilik ponsel ini, karena Pria itu sekarang sedang menjalani operasi darurat.
Dia tidak memiliki tanda pengenal, jadi kami tidak tahu nama dan alamatnya.” Kata si perawat, Tuan Baek melotot kaget anak buahnya malah harus dioperasi sekarang.
Di bagian mana dia terluka dan Seberapa parah lukanya?” tanya Tuan Baek
Dia memiliki luka yang cukup parah di kepalanya.” Jelas perawat, Tuan Baek binggung sebenarnya apa yang terjadi sekarang ini padanya. 

[Kantor Polisi Seoul Mapo]
Detektif baru saja menerima telp dari seseorang lalu melaporakan pada ketua Tim tidak bisa mencaritahu identitas korban yang sekarang sedang di operasi dan mungkin seorang imigran gelap. Ketua menyuruh agar memeriksa Ponselnya.
Sepertinya itu ponsel dengan identitas palsu.” Ucap Detektif
Periksa riwayat panggilannya dan cari tahu ponsel milik siapa itu.” perintah Ketua
Aku akan ke rumah sakit untuk mencari apakah ponselnya ada disana. Mungkin ada di dalam bajunya dan akan segera kembali.” Kata detektif lalu meninggalkan kantor
Ketua memanggil Detektif lainnya bertanya tentangsenjata yang mereka temukan. Detektif memberitahu tim forensik sedang memeriksa sidik jarinya.

Bibi Hwang akhirnya menyuruh Louis dan Bok Sil masuk rumah dengan wajah gugup. Louis mengeluh pada bibi karena seharusnya tidak bisa melakukan ini pada mereka dan mendengar memang Bibi Hwang menyembunyika kejadian sebelumnya.
Jika aku ada di rumah, maka aku pasti ada di rumah sakit sekarang.” Kata Louis kesal, Bibi Hwang hanya bisa meminta maaf.
“Ini semua Menyeramkan rasanya berpikir kalau aku bisa saja mati hari ini.” kata Louis ketakutan
Aku bilang aku minta maaf. Itulah kenapa aku membiarkan  kalian berdua tinggal disini.” Kata Bibi Hwang lalu meminta anaknya agar membawakan selimut untuk mereka berdua. 

Keempatnya tidur berjejer dengan ruangan yang sempit. Bibi Hwang merasa menyesal seharusnya memberitahu Bok Sil karena  pikir hal yang sama tidak mungkin terjadi lagi. Ia merasa  semuanya akan baik-baik saja dan Bok Sil akan ketakutan kalau memberitahu sebelumnya. In Sung membenarkan perkataan ibunya.
Kau pasti sudah meninggalkan tempat itu jika ibu memberitahumu.” Kata In Sung, Louis menendang In Sung kalau ia  tidak akan melakukan itu.
Ah, anak ini. Kau lebih setia dari yang kubayangkan. Kau pasti mengkhawatirkan Bok Sil.” Kata In Sung sambil meringis kesakitan. Bok Sil pun pikir tak perlu dibahas karena semua sekarang baik-baik saja.
Ngomong-ngomong, kau darimana, Bok Sil? Kami semua mencarimu.” Tanya Louis
Aku pergi karena... beberapa orang gadis mengatakan mereka akan  Memberitahu keberadaan Bok Nam jika aku membayar mereka.” Cerita Bok Sil
JadiApa kau sudah bertemu Bok Nam?” tanya Louis akhirnya duduk diatas alas tidurnya Bok Sil mengatakan adiknya tidak ada disana
.
Berapa kau membayar mereka?” tanya In Sung, Louis menjawab 1 juta dolar. Anak dan ibu langsung berteriak tak percaya.
Apa kau hidup untuk selalu ditipu?” kata Bibi Hwang geram dengan Bok Sil
Kenapa kalian berdua sangat bodoh? Bok Sil. Kau harusnya memberitahuku tentang hal ini. Apa kau tak tahu, Aku sangat pintar” ucap In Sung
Bibi Hwang mengumpat anaknya itu saja saja bodohnya lalu membayangkan harus menjagg mereka semua membuatnya sangat putus asa. Louis akhirnya berjanji pada Bok Sil akan mendapatkan kembali uang itu untuknya dan percayakan padanya. Bok Sil tersenyum percaya pada Louis. Bibi Hwang kesal mendengarnya karena Bok Sil itu percaya pada Louis yang berkata seperti itu.
Kenapa kau mempercayai hal yang dikatakan orang bodoh sepertinya?” ucap Bibi Hwang kesal
Biarkan saja mereka... menurutku Mereka memiliki semacam... sistem kepercayaan yang tidak akan bisa ibu mengerti. Sudah tidur saja.” Kata In Sung, Bibi Hwang mengeluh bisa sakit jika terus melihat keduanya.

Ngomong-ngomong, apa pria yang di ambulan itu adalah seorang perampok?” kata Bok Sil pinggung
Kenapa orang mau merampok orang miskin seperti kalian?” kata Bibi Hwang
Louis pun bertanya Siapa orang yang menyerang perampok itu. In Sung tiba-tiba terbangun kembali memikirkan kalau pria itu bukan penjahat yang belum tertangkap itu, jadi  Mungkin pembunuh berantai memang  tinggal di sekitar mereka dan adalah kejadian ketiga. Ia merasakan tubuhnya merinding.
Oh, Yah... Kenapa polisi... bertanya banyak hal padaku?” ucap Louis binggung. In Sung juga merasa tidak nyaman.
Hei. Bagaimana jika... mereka mencurigaimu?” ucap In Sung, dua pria bodoh langsung ketakutan.
“Sudalah....Tidurlah!” teriak Bibi Hwang tak ingin mendengarnya, Keduanya langsung tidur berjejer rapi seperti ikan sarden dalam kaleng. 


Esok harinya sudah banyak reporter TV yang melaporkan berita  dari Eunsung-dong. Bok Sil membantu Bibi Hwang menyiapkan sarapan. In Sung masuk rumah merasa tidak pernah melihat tempat mereka sekacau ini karena sekarang didepan rumah penuh dengan wartawan dan kamera Padahal jalannya sudah sangat sempit.
“Selain itu Fakta kalau aku saksi kunci dalam kejadian... yang dibicarakan semua orang membuat ku deg-degan Ini Rasanya sangat luar biasa.” Kata  In Sung Bangga pada ibunya.
Kenapa kau harus senang karena itu?” keluh bibi Hwang
Bok Sil, aku mau ham.”kata Louis, Bok Sil dengan wajah melas bertanya pada Bibi Hwang apakah memiliki ham
Tapi sebelumnya aku ingin kopi Maxim Gold.” Kata Louis, Bok Sil bertanya dimana bibi Hwang menaruh kopinya. Bibi Hwang kesal melihat tingkah Louis itu seperti raja yang ingin dilayani dan pemilih 

Semua makan sarapan bersama, Louis makan semua ham dengan lahap. Bibi Hwang yang kesal memberitahu kalau bukan hanya Louis yang ingin makan.  Louis meminta Bok Sil ingin minum, Bok Sil mengambilnya. Louis lalu memintaa agar digorengkan ham lagi.
Bok Sil pun pergi ke dapur untuk mengorengkanya, Louis bertanya apakah mereka tak punya air dingin. In Sung mengambilkan air dingin untuk Louis.  Louis berkata pada Bibi Hwang kalau ingin ikan untuk makan malam. Bibi Hwang yang sedari tadi hanya melihat tingkah Louis akhirnya berteriak.

Louis yan kaget menjatuhkan sayuran di kotak makanan, akhirnya ketika seperti pelayan nomor 1, 2, 3. Bok Sil mengoreng ham, In Sung mengambhil minum dan bibi membersihkan lantai. Sementara Louis dengan mahkotanya sebagai raja yang kerjaanya menyuruh. 


Keluarga Baek menonton berita bersama, Ma Ri terlihat serius menontonnya. 
Terkait dengan penyerangan di Eunsung-dong, polisi berpendapat bahwa ini bisa jadi sebuah pembunuhan berantai karena dua kejadian serupa pernah terjadi di daerah itu 3 dan 6 bulan yang lalu dan masih diselidiki. Tapi, ditemukan fakta kalau korban yang terluka dan menjalani operasi kemarin bukanlah penduduk sekitar TKP. Ini membuat para polisi kebingungan dalam investigasinya.

Ma Ri merasa kalau tempat yang tak asing baginya, Nyonya Hong menyuruh anaknya tak mengatakan hal itu karena sangat menakutkan jadi meminta anaknya agar berhati-hati.  Tuan Baek menganti-ganti Channel dengan Angel reporter yang berbeda, lalu panik saat melihat kamera yang merekam Louis sedang duduk ditangga.
Wajah Tuan Baek langsung panik, Ma Ri yang melihat menanyakan ayahnya yang mungkin sakit karena terlihat pucat.Tuan Baek menyuruh istrinya agar pergi  ke Busan untuk beberapa hari ini. Nyonya Hon binggung apakah harus pergi ke tempat Nyonya Choi. 

Nyonya Hong sudah duduk di dalam mobil dengan wajah cemberut karena harus pergi ke Busan.
Flash Back
Suaminya meminta agar Nyonya Choi tidak menonton berita, kalau Nyonya Choi ingin menonton berita maka ia harus memindahkan channelnya. Nyonya Hong binggung kenapa Nyonya Choi tidak boleh menonton berita. Tuan Choi menegaskan kalau istrinay melakukan saja yang diperintahkan tanpa banyak tanya.
Nyonya Choi bertanya-tanya apa masalahnya sekarang, lalu melepaskan kejenuhan dengan mengambil gambar selfie menuliskan caption Di jalan menuju Busan.. Ini perjalanan yang sepi.

Nyonya Shin melihat foto updatenya Nyonya Hong melihat kalau ia pergi sendirian lalu memanggil suaminya agar melihat foto temanya.  Tuan Cha melihatanya dengan sibuk memasak didapur. Nyonya Shin bertanya Apa foto ini diambil di dalam mobil. Tuan Cha membenarkan.
Apa supir yang mengemudikannya? Tempat duduknya juga terlihat berkelas. Coba kau lihat.... Itu mobil yang bagus. Dia adalah VVIP di pusat perbelanjaan. Dia pasti sangat kaya. Tapi Kira-kira apa pekerjaan suaminya?” ucap Nyonya Shin bertanya-tanya.
Aku akan mencaritahunya kalau kami bertemu lagi.” Kata Nyonya Shin lalu bertanya pada suaminya yang sibuk memasak apakan butuh bantuan.  Tuan Cha pikir tak perlu karena ia baik-baik saja dan meminta istrinya agar fokus saja pada Ponselnya. 

Detektif memberitahu Ketua kalau Semua nomor telpon yang ada di riwayat  panggilan korban terdaftar atas nama orang lain dan berpikir jika  orang yang berada di rumah sakit itu adalah pembunuh bayaran. Ketua bertanya apakah korban sudah sadar, Detektif mengatakan korban belum sadar.
“Pak... Kami menerima hasil sidik jari dari Badan Forensik Nasional. Sidik jarinya milik satu orang.” Ucap Detektif lain, Kepala tim bertanya siapa orangnya.
Louis, penyewa ruangan itu. Dia menderita amnesia.” Kata detektif. Ketua binggung pelaku adalah amnesia, sementara Detektif teman Bok Sil kaget seperti tak percaya Louis sebagai pelakunya.
Dia ada di TKP kemarin. Aku mendapatkan sidik jarinya karena tidak bisa memeriksa identitasnya. Dan Ini hasilnya.” Ucap Detektif
Kepala bertanya sejak kapan Louis tinggal disana, Detektif langsung meyambar kalau Louis belum lama tinggal disana. Ketua bingung karena detektif mengetahui Louis. Detektif mengakus sudah mengenalnya da yakin Louis bukan pelakunya karena tidak akan berani melakukan hal seperti itu. Kepala polisi tak peduli menyuruh Detektif membasa Louis segera ke kantor polisi. 

Detektif pun mulai melakukan penyelidikan pada Louis dengan menuliskan laporan Louis tidak tahu nama, usia dan tak memiliki pekerjaan, lalu alamatnya berada di TKP. Bok Sil menemaninya terlihat sedih.
Saat kejadian berlangsung, kau pergi ke halte bus, tapi kau tidak memiliki alibi. Dan Kau meninggalkan ponselmu di rumah, kan?” ucap Detektif dengan nada curiga.
Aku bersumpah tidak melakukannya.” Ucap Louis
Palunya ditemukan dengan sidik jarimu. Bagaimana kau akan menjelaskan itu?” kata Detektif
Aku menggunakannya untuk mengupas bawang.” Akui Louis yang sebelumnya diminta agar berkerja mengupas bawang untuk mendapatkan uang.
Bagaimana kau mengupas bawang menggunakan palu?” tanya Polisi binggung
Aku pikir akan berhasil, karena itu pertama kalinya aku mengupas bawang. Aku bukan orang jahat.” Kata Louis dengan wajah melas.  Bok Sil meyakinkan polisi kalau Louis  bahkan tidak bisa membunuh serangga.

Nyonya Shin senang anaknya datang ke rumah, tapi seharusnya  istirahat di rumah saat libur tapi malah pergi berolahraga. Joong Won seperti sengaja olahraga untuk melepaskan semua kegundahan hatinya. Nyonya Shin pun sudah menyiapkan khusus mie dingin untuk anaknya. Joong Won pun mengucapkan terimakasih lalu mulai memakainya.
“Wah.... Pasti ayah yang membuatnya.” Ucap Joong Won, Tuan Cha bangga merasa yakin kalau rasanya pasti enak. Joong Won membenarkan.
“Apa Kau tidak menambahkan ekstrak plum?” tanya Nyonya Shin, Tuan Cha panik mengaku kalau lupa memberikanya.
Kenapa kau bisa sampai lupa?” ucap Nyonya Shin kesal langsung pergi dari dapur. 

Tuan Cha dan Joong Won langsung buru-buru menghabiskan semua makanan dalam mangkuk dan hanya dalam hitungan detik sudah selesai. Nyonya Shin datang membawakan setoples plum untuk dicampurkan, akhirnya tak bisa melakukan apapun karena makanan keduanya sudah habis
Joong Won...  Diantara kau dan pria yang telanjang waktu itu... Tidak ada hubungan apapun, kan?” ucap Nyonya Shin menyakinkan.
Aku sudah memberitahumu berkali-kali. Aku mengajaknya tinggal dirumah karena kasihan. Dia sudah pindah, jadi aku tidak hidup bersamanya lagi.” Kata Joong Won
Young Ae, berhenti mengganggunya dan menonton TV saja.” Kata Tuan Cha, Joong Won setuju lalu keduanya pun pergi ke ruang tengah. 

Tuan Cha merasa penasaran apakah pelakunya sudah tertangkap karena kasus ini jadi pembicaraan dimana-mana. Sebuah berita pun ditayangkan dengan mengambil gambar rumah Bok Sil
Seperti yang anda lihat, tempat kejadian perkara... sekarang dipenuhi oleh polisi dan wartawan.Kejahatan yang terjadi di kamar atas ini... adalah tempat yang sama...dengan tempat kejadian pembunuhan 3 dan 6 bulan yang lalu.
Joong Won yakin itu  rumah Bok Sil lalu dengan wajah panik menelp Bok Sil untuk mengetahui keberadaanya. Akhirnya Joong Won pun pergi dengan baju dan sepedanya. 

Beberapa gangster langganan polisi kembali ditangkap, Bok Sil dan Louis masih ada di kantor polisi menunggu karena detektif yang menginterogasi mereka sedang pergi. Louis bertanya berapa usia sebenarnya, Bok Sil mengataka kalau usianya sekarang 21 jadi mungkin Louis umur 20 tahun.
Apa aku lebih muda darimu?” tanya Louis tak percaya
Kau bertingkah seperti anak kecil, tapi karena wajahmu, sepertinya kau 20 tahun.” Ucap Bok Sil
Bok Sil... Dengan Tidak tahu diriku sendiri adalah hal yang menyeramkan. Mungkin, Aku seorang penjahat.” Ucap Louis sedih
Kau mungkin seorang biksu yang tidak tahu apapun tentang dunia ini.” kata Bok Sil melihat Louis yang tak tahu apapun tentang dunia luar.
Bagaimana jika aku sedang  dikejar-kejar oleh rentenir?” kata Louis

Menurutku kau adalah orang kaya yang suka menghabiskan banyak uang.” Ucap Bok Sil
Louis merasa dirinya itu Mungkin yatim piatu. Bok Sil pikir mungkin  sebuah keluarga yang baik menjaganya. Louis pikir bisa saja sebenarnya ia sudah menikah,  Bok Sil terlihat panik dan berharap bukan seperti itu. Louis merasa dirinya itu Seseorang dengan segala kemungkinan  dan ketidak mungkinan.
Louis..  Kau orang yang baik dan menyenangkan.” Ucap Bok Sil menenangkanya, Louis tahu akan hal itu.
Semua orang menunjukkan sifat sebelumnya di masa kini.” Kata Bok Sil
Louis langsung memeluk Bok Sil, Bok Sil makin panik karena mereka ada dikantor polisi, Louis mengucapkan teriamk kasih, Para Gangster yang melihat keduanya berpelukan berkomenta kalau menyenangkan menjadi anak muda. Louis terus memeluk Bok Sil dan tak mau melepaskanya. 


Joong Won datang melihat keduanya berpelukan langsung berteriak agar keduanya menjauh. Bok Sil kaget melihat Joong Won yang datang ke kantor polisi.
Sidik jarinya ditemukan di senjata pembunuhan, dan dia tidak bisa membuktikan alibinya.” Ucap kepala tim yang tak bisa melepaskan Louis
Apa kau tidak bisa memeriksa lokasi dari ponselnya?” tanya Joong Won

Dia meninggalkan ponselnya di rumah. Kami pikir mungkin ini bisa jadi bentuk pembelaan diri yang berlebihan. tapi ciri kejadiannya sama dengan dua kejadian terakhir. Yang lebih penting, kami tidak bisa memastikan masa lalunya. Apa kau tahu kalau dia hilang ingatan?” ucap Polis
Tentu saja, aku tahu.  Aku akan jadi jaminannya.” Kata Tuan Cha, Detektif teman Bok Sil datang akan menjadi penjamin buat Louis.
Aku kan sudah memberitahumu kalau Bukan mereka pelakunya.” Kata Detektif menyakinkan, Bok Sil tak menyangkan detektif membela mereka.
Bok Sil... Kau akan baik-baik saja. Jangan khawatir dan kau juga Louis.” Ucap detektif memberikan berkas kalau  tidak bisa menemukan sidik jari pelakunya di database. Kepala tim bertanya-tanya sepatu apa yang dipakai oleh pelaku. Louis melihatnya seperti bisa langsung mengetahuinya.

Itu adalah sepatu khusus anti-panas Bont Riot. Sepatua itu adalah sepatu untuk bersepeda. Mereka melindungi sepatunya dengan bahan karbon yang sesuai dengan kaki penggunanya. Kau tidak akan menemukan pola yang sama dimanapun, Karena itu dipesan secara khusus.” Ucap Louis nyerosos
Semua melonggo Louis yang amnesia bisa langsung mengetahuinya, Louis lalu menujuk ke arah kaki Joong Won, karena bentuk sepatunya seperti yang digunaka Joong Won.  Menurut Louis Tidak semua tempat menjual sepatu seperti itujadi mereka bisa memulainya dari sana, ia rasa  Mungkin pelakunya adalah seseorang yang ahli bersepeda. Joong Won mengangguk menyakinkan polisi. 

Di depan kantor polisi
Bok Sil binggung bagaimana Louis  bisa tahu semua itu. Louis pikir sebelumnya mungkin seorang pembalap sepeda. Bok Sil meminta izin pada Joong Won untuk meminjamkan sepedanya. Joong Won pun mempersilahkan.  Louis mencoba tapi ternyata tidak bisa melakukan ini.
Kau bahkan tidak bisa naik sepeda. Bagaimana kau bisa tahu tentang sepatunya? Apa kau sangat menyukai sepatu?” ucap Joong Won, Louis juga tak tahu.
Kalian berdua akan tinggal di rumahku sementara. Ini mungkin sangat menyebalkan dan bisa menimbulkan masalah, tapi aku sungguh-sungguh. Jadi Ikutlah denganku.” Kata Joong Won berjalan lebih dulu.
Ada sesuatu yang salah dengan kepribadiannya.” Ucap Louis heran, Joong Won membalikan badanya bertanya apa yang dikatakanya. Bok Sil seperti ketakutan karena Joong Won menatap mereka lalu buru-buru mengikuti Joong Won pergi. 

Louis membawa dua pot tanaman sementara Bok Sil membawa semua barang dengan dua tanganya yang penuh menuruni tangan. Louis pikir seharusnyam membawa semuanya tapi badanya masih sakit jadi meminta maaf pada Bok Sil karena tak bisa membantunya.
Kau masih menggunakan plester pereda sakit di badanmu jadi Aku baik-baik saja.” Ucap Bok Sil, Joong Won melihat Louis yang tak bisa membantu mengumpat kesal.
Akhirnya Bok Sil dan Louis jalan dengan memegang masing-masing pot bunga, sementara dibelakang Joong Won kesusahan menjaga keseimbangan sepeda karena terlalu banyak membawa barang. Louis menceritakan rumah Joong Won itu Tempatnya sangat nyaman dengan memiliki kulkas yang besar dan tempat yang besar, sert punya banyak perabotan.
Dia dan aku pastilah bermusuhan di kehidupan sebelumnya.” Ucap Joong Won kesal melihat Louis yang benar-benar tak membantu, 

Nyonya Hong datang ke tempat Nyonya Choi memberikan jam tangan milik Louis karena sudah diperbaiki, Nyonya Choi mengucapkan terimakasih karena seperti bisa mengingat tentang cucunya. Nyonya Hong juga memberikan sebuah topi berwarna Pink untuk Nyonya Choi sebagai hadiah.
Aku menyukainya.” Ucap Nyonya Choi, Nyonya Hong memuji Nenek Choi itu memang  terlihat cantik.
Maaf karena mengganggu, Ny Hong... Bisakah aku bertanya sesuatu padamu?” kata Pelayan Kim, Nyonya Hong binggung. Pelayan Kim mengatakan kalau ini tak akan memakan waktu yang lama. 

Di tempat lainnya
Pelayan Kim langsung bertanya Kenapa Nyonya Hong  menyentuh kotak  tempat menyimpan gigi Tn Louis. Nyonya Hong kaget Pelayan Kim bisa mengetahuinya. Pelayan Kim yang matanya seperti komputer bisa tahu benda-benda yang berubah walaupun hanya bergeser sedikit.
Itu sangat jelas. Kau bilang kau akan membetulkan jamnya. Tapi kenapa kau membawa giginya? Salah satu gigi atasnya hilang.” Ucap Pelayan Kim, Nyonya Hong kebinggungan menjelaskan, diam-diam dari jauh Pelayan Heo penasaran apa yang dibicarakan keduanya.
Itu... suamiku yang meminta melakukannya. Aku juga penasaran, tapi dia tidak mau memberitahuku. Mungkin dia ingin menjaganya sebagai jimat untuknya. Dia bilang ini bukan sesuatu yang penting.” Ucap Nyonya Hong, Pelayan Heo binggung apa sebenarnya dilakukan Tuan Baek pada istrinya. 

Tuan Baek tiba-tiba terkejut di ruanganya sambil menelp, Ma Ri pun sampai kaget melihat ayahnya yang berteriak saat baru masuk ruangan. Pelayan Heon menceritakan kalau mendengar Tuan Baek meminta istrinya untuk membawa jam tangan Tn Louie dan giginya dan istrinya yang memberitahu Pelayan Kim tentang itu. Tuan Baek terlihat shock.
Ayah....  Apa semuanya baik-baik saja?” ucap Ma Ri khawatir, Tuan Baek menyuruh Ma Ri agar menelp ibunya sekarang. Ma Ri segera menelp ibunya tapi tak diangkat.
Pelayan Heo kembali bertanya apakah Tuan Baek mendengar ceritanya, Tuan Baek menutupi kalau bukan apa-apa dan segera menutup telpnya. 

Nyonya Hong ternyata sedang tertawa bersama dengan Nyonya Choi yang ternyata memiliki selera humor yang bagus tak melihat kalau ponselnya terus bergetar. Nyonya Choi pikir Nyonya Hong itu tertawa pada semua hal
“Pelayan Kim. Nyalakan TVnya... Aku harus menonton berita.” Kata Nyonya Choi, Nyonya Hong panik karena sebelumnya diminta suaminya aga mencegah Nyonya Choi menonton berita. 

Louis masuk rumah lebih dulu meras seperti sudah lama tak datang, Joong Won membawa semua barang dengan wajah kelelahan. Louis mengejek kalau seorang pria itu tak boleh kelelahan. Bok Sil tak enak hati Louis mengatakan itu pada atasanya yang sudah memberikan tumpangan.
Bok Sil. Bisakah kau menyiapkan air untukku? Kamar mandinya disana.” Ucap Louis mengambil minum didapur.
Kau yang harus melakukannya. Aku mau mandi.” Kata Joong Won, Louis pun tak bisa melawan
Apa kau mau air dingin?” tanya Louis, Joong Won meminta air dengan suhu 36,5 derajat. Louis mengerti lalu berjalan ke kamar mandi dengan memperlihatkan wajah mengejek dibelakang Joong Won, Bok Sil memberikan lirikan agar Loui tak melakukanya. Louis pun langsung pergi ke kamar mandi. 

Bok Sil langsung meminta maaf pada Joong Won karena tahu pasti tentang Louis yang  agak sedikit lamban. Joong Won kesal kenapa Bok Sil harus meminta maaf dan menyuruhnya Berhenti mengatakan maaf. Bok Sil mengerti.
Tuan Cha... Terima kasih banyak karena membawa kami kesini.” Ucap Bok Sil
Berhenti berterima kasih. Jika kau ingin berterima kasih padaku, biarkan Louie yang mengatakannya. Dan Kau bisa menggunakan kamar itu, Louie bisa menggunakan kamarnya yang dulu. Aku benci ketika orang-orang menghalangiku, jadi jangan coba-coba melakukannya. Apa Kau mengerti?” ucap Joong Won dengan nada tinggi, Bok Sil menganguk mengerti. 

Bok Sil pergi ke kamar kerja Joong Won dan melihat ada sebuah foto keluarga, Joong Won langsung ada didepan pintu memperingatkan  BokSil agar Jangan menyentuh barang-barangnya, Bok Sil mengerti.
Setelah selesai membereskan barang-barangnya, Bok Sil pergi membuka kulkas dan terkejut melihat isi yang lengkap. Joong Won sudah ada di dapur memberitahu bisa makan apapun yang ada di kulkas.

Bok Sil sedang ada didepan jendela, Joong Won berteriak dari luar agar Bok Sil membersihkanya  dan memisahkan sampah bisa didaur ulang dan simpan dengan rapi di sudut ruangan. Bok Sil tak bisa mendengar karena jendelanya kedap suara bertanya apa yang dikatakanya.
Buang sampah itu, dan pisahkan sampah yang bisa didaur ulang.” Teriak Joong Won,  Bok Sil seperti mengangguk-angguk mengerti saja agar Joong Won tak marah.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

4 komentar:

  1. Begadang bwt nunggu part 2 nya yđŸ˜‰semangat bak dyah...

    BalasHapus
  2. ayoo mbk semngat ditunggu part 2 nya.. crta nya semakin asyyik... :-D:-D

    BalasHapus
  3. Hahaha...selalu bikin ketawa
    Suka bgt sama ini drama

    BalasHapus