Selasa, 04 Oktober 2016

Sinopsis Scarlet Heart Ryeo Episode 12 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Wang So akhirnya kembali setelah diutus oleh ayahnya bersama dengan Panglima Park. Raja bertanya tentang keadaan di Dinasti Jin. Wang So masih dengan topengnya memberitahu kalau Gaozu meninggal, dan keponakannya yang bernama Chundi menggantikan kedudukannya.
Sepertinya mereka akan melawan Kitan untuk perebutan wilayah..., tapi keabsahannya akan kedudukannya sekarang dipertanyakan.” Kata Wang So
“Aku pikir Sepertinya Dinasti Jin takkan berhasil. Berarti Kitan semakin berkuasa sekarang. Jadi Pergilah dan mata-matai Khitan.” Ucap Raja, Wang So langsung menolaknya, semua yang ada dalam ruangan terlihat kaget.

Yang Mulia mengingkari janjimu saat aku pergi menuruti perintahmu. Maka aku juga tak bisa menuruti perintah raja lagi” kata Wang So dengan nada marah
Apa kau masih saja menyukai perempuan itu? Seorang raja harus mampu... meninggalkan siapa pun demi negerinya! Kau harusnya bersyukur aku telah mengusir perempuan itu!” kata Raja marah
Aku bukan raja dan tak akan menjadi raja. Jika Putra Mahkota membutuhkanku sebagai sekutunya maka biarkan aku bebas. Aku juga ingin hidup selayaknya manusia.” Tegas Wang So 

Raja terlihat kaget mendengarnya dan Wang So pun pergi meningalkan ruangan raja. Panglima Park menenangkan Raja kalau Anak-anak memang suka membangkang dan mengira tahu apa yang terbaik jadi Jangan terlalu khawatir dan Raja harus jaga kesehatannya saja.
Dia harusnya bersikap seperti itu dari awal.” Kata Raja tersenyum mendengarnya, Panglima Park dan Ji Mong binggung melihat reaksi raja.
Sekarang dia bisa melawan dan mengalahkan siapa pun. Dia harus seperti itu supaya aku bisa mati dengan tenang.” Kata Raja Wang
“Aku melihat Bintang Yang Mulia masih bersinar terang. Kenapa Yang Mulia berkata begitu?” ucap Ji Mong
Terkadang, seorang pria akan menyadari apa yang jadi takdirnya... sebelum takdir itu berkata duluan. Jadi Persiapkanlah diri kalian semua.” Kata Raja terlihat bisa tenang kalau Putra Mahkota tak akan digeser posisinya. 

Hae Soo sedang menjemur seprai di luar, matanya melihat ada sosok Wang So duduk dibalik seprai yang melambai karena tertiup angin, tapi saat memperjelas lagi ternyata tak ada Wang So duduk dibalik sana. Hae Soo pun berpikir kalau itu hanya bayang lalu kembali menjemur, tiba-tiba badanya seperti kaku dan melihat Wang Soo sudah ada disampingnya.
Kau tak pernah menuruti apa kata orang, yah? Aku sudah menyuruhmu,  tetaplah tinggal di Damiwon. Tapi, kau memang paling cocok bekerja fisik daripada jadi dayang istana.” Ucap Wang Soo, Hae Soo hanya diam tak mau menatapnya.
Aku merindukanmu.... Kau seharusnya tak boleh ada disini.” Kata Wang Soo memeluk Hae Soo dari belakang.
“Kau lebih baik Pura-pura saja tak melihatku.” Ucap Hae Soo melepaskan pelukan Wang Soo
Kau masih saja sama bagiku... Kau cantik...” goda Wang So, Hae Soo melihat Wang So yang mengunakan topeng wajahnya terlihat panik.
Kenapa... ...kau pakai topeng lagi? Apa kau lupa cara pakai riasan wajahnya? Apa bekas lukanya makin parah? Padahal kau benci pakai topeng itu, lalu kenapa...” ucap Hae Soo panik, Wang So tersenyum seperti senang Hae Soo mengkhawatirkanya.
Aku memakai topeng ini agar takkan melupakanmu. Aku ingin kembali dan melihatmu lagi.” Kata Wang Soo melepaskan topengnya dan wajahnya tak terlihat ada bekas luka. Hae Soo bisa sedikit bernafas lega.
Aku bukan dayang istana Damiwon lagi tapi pencuci baju di Gyobang. Aku tak pantas menemuimu, Yang Mulia. Kau telah kembali dengan selamat Dan kau juga sudah lihat  aku baik-baik saja.Semuanya baik-baik saja.” Ucap Hae Soo tertunduk lalu berjalan pergi. 


Wang So mengejar dan menariknya, Hae Soo berteriak meminta agar Wang So bisa pergi darinya, karena tak seharusnya berada di tempat ini. Wang So mengajak agar Hae Soo ikut denganya dan  akan bertanggung jawab dengan semuanya.
Tinggalkan saja aku sendiri! Aku di sini... karena aku tak bisa hidup atau mati. Semua Karena aku, Dayang Oh meninggal... Kehidupan Istana membuatku sangat ketakutan. Tapi aku bisa melupakan  semua itu... kalau aku sibuk bekerja  keras disini.” Teriak Hae Soo, Wang So terdiam dan kaget melihatnya.
Kau harus berhenti peduli seperti ini lagi padaku. Gumam Hae Soo tapi Wang So malah berjalan mendekatinya.

Aku akan menjagamu sama seperti kau pernah menolongku. Selain itu Aku akan membantumu melupakannya tanpa harus bekerja keras.” Tegas Wang So tak mau merelakan Hae Soo begitu saja.
Kumohon, jangan mengesampingkan kewajibanmu sebagai pangeran karena aku. Gumam Hae Soo
Orang yang paling ingin kuhindari... adalah kau, Yang Mulia. Tiap kali kita bertemu maka ingatan buruk itu muncul lagi. Jadi Pergilah. Aku baik-baik saja dan bisa bertahan ditempat ini.  Yang Mulia... Aku mohon Tolong, hiduplah dengan tenang. Jangan membenci atau  menyimpan dendam, Lupakanlah segalanya. Dengan begitu, takkan ada yang terluka.” Kata Hae Soo berjalan pergi, Wang So hanya terdiam seperti masih tak percaya mendengarnya. 


Hae Soo duduk diam dalam ruangan dengan sebuah lilin, lalu tiba-tiba Ji Mong datang hanya menatapnya. Hae Soo pun menatapnya terlihat binggung, kenapa Ji Mong menemuinya di malam hari. 

Raja yang terlihat mulai pucat dan lemah diperiksa oleh tabib, dengan kekuatanya meminta tak perlu khawatir karena  dirinya yang paling tahu kondisi kesehatannya. Ji Mong menuangkan teh setelah tabib pergi memberitahu kalau itu  teh baru dari Damiwon.
Semuanya tak ada yang  kusuka. Aku tidak mau makan minum apapun.” ucap Raja seperti tak bisa melupakan cita rasa teh milik selir Oh.
Dayang baru menciptakan formula teh yang baru. Setidaknya hiruplah aromanya.” Kata Ji Mong akhirnya Raja mencoba teh yang dibawa oleh Ji Mong.

Apa anak itu yang membuatnya?” tanya Raja seperti sudah bisa tahu cita rasa yang sama dengan Selir Oh.
Saya hanya ingin meningkatkan nafsu makan dan minum Yang Mulia saja. Maafkan saya.” Kata Ji Mong, Raja pun memerintahkan Ji Mong agar menghadapkan anak itu padanya. 


Yeon Hwa melihat cincin yang diberikan oleh Wang Yo padanya, lalu datang ke tempat Wang So dan mengatakan kalau ingin dinikahi oleh Pangeran ke empat. Wang So kaet merasa kalau salah mendengarnya dan bertanya apa yang harus mereka lakukan tadi
“Selama ini Aku sudah memikirkan orang macam apa aku ini. Walaupun aku terlahir sebagai putrid dan menerima kasih saying dari Raja dan para pangeran tapi Masih saja ada yang kurang bagiku. Aku tak pernah puas. Ketika semua keluargaku diasingkan, maka aku akhirnya sadar. Ternyata Aku butuh kekuasaan. Satu hal yang bisa memuaskan  keinginanku adalah.. tahta.” Kata Yeon Hwa

Aku bukan orang macam itu. Aku... berbeda dari orang yang Kau inginkan.” Ucap Wang So tak ingin mengejar sebagai raja
Ya, aku tahu itu... Karena itulah aku menjauhimu. Tapi... ada sesuatu yang tidak kusadari. Aku juga seorang wanita dan sudah lama mencintaimu. Aku ditakdirkan bersama denganmu.” Kata Yeon Hwa memberanikan mengeluarkan semua isi hatinya.
Waktu aku masih kecil ada orang yang bilang kalau aku ditakdirkan menjadi raja. Tapi di saat itulah  wajahku terluka dan saat itu juga aku tak diperlakukan seperti pangeran, apalagi diperlakukan seperti raja. Apa kau masih bilang Kita ditakdirkan bersama?” ucap Wang So dengan sedikit menyindir

Wang So menegaskan tak pecaya dengan takdir lagipula ada seseorang yang disukai. Yeon Hwa bisa menebak wanita yang dimaksud itu adalah Hae Soo, lalu menegaskan kalau Wang So akan menghancurkan masa depanya jika bersama dengan perempuan pembawa sial itu.
Aku bahkan tak punya masa depan  kalau bukan karena Soo. Karena aku sudah mengucapkannya, maka  sudah tahu pasti sekarang. Dan Tanpa dia, aku ini bukan apa-apa.” Ucap Wang So, Yeon Hwa pun tak bisa berkata apa-apa lagi. 

Hae Soo akhirnya datang menemui Raja, terlihat Raja Wang seperti orang lemas dengan mata yang menghitam seperti orang sakit.
Dari pembawaannya... itu mengingatkanku pada kakekku sebelum dia meninggal. Aku tak tahu tahun berapa Raja Taejo akan meninggal...tapi umurnya takkan panjang lagi. Gumam Hae Soo menatap raja.
Kau berpikiran hidupku takkan lama lagi ‘kan” kata Raja, Hae Soo kaget karena raja seperti peramal yang bisa membaca pikiranya.

“Sebenarnya Darimana asalmu? Setelah Selir Oh meninggal,maka aku mencari tahu semua tentangmu. Mulai dariTeman lamamu dan kerabatmu. Aku bahkan menanyai semua pelayannya Wook dan aku hanya bisa menyimpulkan bahwa kau orang berbeda.” Kata Raja
Perkiraanku kau itu sama seperti Ji Mong, yaitu Kau tahu masa depan yang tak kami ketahui Apa kau tahu Pangeran ke-4 terlahir  dan ditakdirkan menjadi raja?” kata Raja, Hae Soo kaget kalau Wang So itu akan menjadi Raja.
Putra Mahkota Moo dan Wang So, tentu saja keduanya memang ditakdirkan menjadi raja. Tapi tak ada orang tahu apa yang akan terjadi di Istana dan Kau pasti akan tahu segalanya. Kalaupun kau memang tahu nantinya, jangan buat dirimu terlibat.” Kata Raja
Tak bisakah Yang Mulia... mengusir saya jauh dari Istana ini? Saya tak sanggup hidup disini lebih lama lagi.” Ucap Hae Soo ketakutan
Tutuplah matamu atas hal yang tak bisa kau kendalikan. Jika kau tak bisa mengabaikan apa yang akan terjadi nantinya, maka kau tetap saja akan mengalami hal yang sama, dimana pun kau berada. Jangan berfokus pada masa depan dengan mengorbankan apa yang kau miliki sekarang.” Ucap Raja
“Oh Soo Yeon menganggapmu sebagai putrinya. Jadi Aku pun akan menganggapmu sebagai putriku, karena itulah aku memberikan saran itu padamu.” Kata Raja.
Hae Soo terdiam dengan mata berkaca-kaca karena Raja benar-benar mencintai Selir Oh sampai sekarang mengangap dirinya sebagai anak. Ia berjalan keluar istana, dengan melihat pelataran yang luas seperti bisa mendengar akan ada banyak perang disana dan juga bunyi pedang lalu jatuh berguguran orang-orang disana. 


Wol Hee mulai kembali berlatih tapi tanganya terlihat mulai lelah malah menjatuhkan pedang dan mengenai tanganya. Baek Ah terlihat panik menanyakan keadaaanya, Wol Hee mengaku kalau ia baik-baik saja. Tapi Baek Ah menarik tanganya dan melihat ada luka karena terkena pedang dan melihat ada bekas sayatan di tangan Wol Hee seperti berusaha untuk bunuh diri, Wol Hee langsung menarik tanganya.
Apa yang terjadi? Apa Aku tak boleh bertanya?” tanya Baek Ah, Wol Hee mengelengkan kepalanya.
“Tapi kalau aku memelukmu, Apa boleh melakukanya?” ucap Baek Ah,Wol Hee mengelengkan kepalanya, tapi Baek Ah langsung menarik dan memeluknya.

Maaf karena aku tak ada menemanimu di saat kau kesulitan.” Ucap Baek Ah
Lagipula, itu terjadi sebelum kita bertemu.” Kata Wol Hee
Karena itulah aku merasa semakin menyesal Itulah yang paling membuatku menyesal, di saat aku tak mengenalmu dulu. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Jadi Berbahagialah dan Percaya padaku.” Kata Baek Ah, Wol Hee langsung melepaskan pelukan Baek Ah
Siapa kau yang bisa  menjamin itu semua? Aku tak pernah berharap apa pun darimu.” Ucap Woo Hee kesal dan melangkah pergi.
Baek Ah berteriak memanggilnya, lalu terlihat menyesal padahal masih ingin bicara untuk menyatakan perasaanku padanya. 

Hae Soo berjalan ke arah taman, lalu melihat Woo Hee duduk sendirian lalu menghampirinya. Ia berkomentar kalau Woo Hee itu terlihat kesal dan  bertanya kenapa terlihat sangat murung, Keduanya akhirnya duduk bersama. Hae So menduga kalau terjadi sesuatu pada Baek Ah. Woo Hee bertanya darimana Hae So mengenal Baek Ah.
Oh. Sebelum aku datang ke Istana, kami berpapasan di pasar. Dia kenal kakak sepupuku jadi Begitulah kami saling kenal.” Cerita Hae Soo
Dia sepertinya orang yang baik.” Ucap Woo Hee, Hae Soo menjamin kalau Baek Ah memang  orang yang baik
Kalau aku masih seperti yang dulu maka aku pasti takkan pernah bertemu dengannya. Karena sekarang aku jadi penari, makanya aku sering bertemu dengannya.” Ucap Woo Hee merasa dalam setahun berubah karena Baek Ah
Aku tak tahu harus memberikan saran apa, tapi yang kutahu pasti, dia datang ke sini hanya untukmu. Jangan jauhi dia.” Pesan Hae Soo, Woo Hee langsung menolaknya.
Mulai sekarang, kami takkan dekat lagi. Sebentar lagi... aku akan pergi.” ucap Woo Hee
Hae Soo binggung bertanya mau kemana Woo Hee pergi,  Woo Hee bertanya apakah Hae Soo mengingat hari pertama mereka bertemu, saat itu mereka berdua menjadi dekat karena apa yang dialami sangat menyedihkan, dengan tak saling bertanya kenapa mereka mengalami hal itu. Jadi ia meminta Hae Soo untuk mulai sekarang  dan seterusnya, tetaplah seperti itu, karena lebih baik mereka tidak saling tahu
Dengan begitu, kau takkan kesulitan jika ada sesuatu terjadi. Besok perkumpulan persahabatannya dilaksanakan. Apa Kau mau mendandaniku?
 ucap Woo Hee,
Kau akan menjadi gadis tercantik dari Gyobang.” kata Hae Soo dengan senang hati akan membantunya.
Aku ingin semua orang hanya melihatku dan tak bisa melupakanku. Buatlah aku tampil mempesona. Aku ingin diingat seperti itu.” ucap Woo Hee bahagia. 


Wang Yo bertemu  dengan Young Gyu menanyakan tentang gadis itu apakah sudah siap, karena Perkumpulan persahabatan ini adalah kesempatan terbaik mereka berdua. PM Park Young Gyu memberitahu gadis yang dibawanya  sangat dendam kepada Raja jadi Wang Yo Jangan khawatir.
Rahasiakan ini dari ibuku. Meskipun dia benci kepada Raja, tapi dia juga masih menyayanginya.” Kata Wang Yo memulai kembali aksi liciknya demi naik tahta sebagai raja. 

Wang Yo dan Wang Wook menemui Raja di ruanganya, Ji Mong merasa  Raja seharusnya tak usah hadir ke perkumpulan itu karena wajahnya kelihatan pucat.Wang Yo juga merasa seperti itu juga,  karena Raja biasanya tak pernah menghadiri perkumpulan persahabatan.
Yang Mulia hanya hadir ke acara itu kalau ada keluarga penguasa yang datang. Paman Wang Sik Ryum akan datang. Tapi aku dan Pangeran ke-8 bisa mengurusi itu. Jadi Yang Mulia beristirahat saja.” Ucap Wang Yo
Menurutku, Yang Mulia harus hadir. Tujuan utama datang ke perkumpulan itu...adalah untuk menunjukkan bahwa Yang Mulia itu sehat-sehat saja. Jadi dengan Yang Mulia menghadiri sebentar saja disana akan menangkal segala rumor itu.” kata Wang Wook sengaja membuat saling bertolak belakang dengan kakaknya.
Kau benar.... Aku tak bisa menunjukkan kelemahanku pada mereka. Aku harus hadir di perkumpulan itu.” kata Raja terlihat benar-benar terlihat lemah. Saat itu Wang Yo terlihat senang menatap sang adik, sementara Wang Wook dingin seperti menahan amarahnya. 

Acara pun dimulai dengan tarian, semua Pangeran duduk melihatnya berama dengan Raja. Sementara Wang So malah datang menemui Hae Soo, lalu dengan mudahnya langsung mengajak Hae Soo untuk menikah saja. Hae Soo kaget medengar Wang So tiba-tiba mengajaknya menikah.
Kalau kita menikah maka kau bisa meninggalkan Istana dan Gyobang. Jadi Kita menikah saja.” Ucap Wang So, Hae Soo langsun menolaknya mengakan kalau ia tak bisa melakukanya.
Jika kau memang tak menyukaiku, maka kita bisa bercerai setelah pergi dari Istana. Aku mau melakukannya untukmu, jadi kita pergi saja dulu.” Kata Wang So membujuknya.
Banyak kewajibanmu disini, Yang Mulia. Dan Kau tak perlu pergi lagi ke tempat ini, Selain itu Raja juga... sangat peduli dan mengandalkanmu. Dia selalu mencoba dan menguji anak-anaknya.”kata Hae Soo
“Dia itu dengan mengutamakan menjadi raja daripada ayah Aku tak mau berada di sisinya.” Ucap Wang Soo

Bagaimana kalau kau juga akan menjadi raja, Yang Mulia? Apa kau tetap akan pergi dari Songak?” ucap Hae Soo
Jika aku menjadi raja... maukah kau pergi denganku? Sulit sekali bagiku menjadi utusan..., tapi aku diberi banyak kebebasan. Jdai Aku selalu memikirkanmu. Aku juga ingin kau merasa bebas seperti itu. Aku ingin bersamamu dalam kedamaian, dan tak ada yang mengganggu kita. Jika itu tak bisa terjadi menjadi raja atau apapun itu maka tak ada artinya bagiku kata Wang Soo dengan mengembalikan jepitan yang diberikan pada Hae Soo.
“Jadi Ikutlah bersamaku. Bukannya kau itu orangku 'kan?”ucap Wang So, Hae Soo langsung mengembalikan jepitanya.
Tidak... Aku tak bisa menikah denganmu hanya karena aku ingin meninggalkan Istana, Yang Mulia.” Ucap Hae So akan pergi, saat itu melihat Wang Wook sudah ada didepanya. 


Hae Soo pun memilih untuk cepat pergi, Wang So ingin mengejarnya tapi Wang Woo sudah menahanya dengan tatapan dingin, mengejek kalau Seorang pangeran mau menikahi pencuci baju dan memeperingatkan kalau Janganlah coba-coba membodohi Hae Soo. Wang So menegaskan kalau memang ingin menikah maka memang benar ingin menikah dan melepaskan tangan Wang Wook dari dadanya.
Dia berada dalam bahaya... itu semua karenamu. Sebelumnya Dia diusir ke sini karena difitnah terlibat dengan masalahmu dan ibumu. Jdai Kaulah yang memulai segalanya. Tapi sekarang kau mau menikahinya? Aku tak bisa memaafkanmu.” Ucap Wang Wook sinis
Aku sudah memberitahumu... bahwa semuanya untuk membuktikan bahwa Hae So Soo tidak bersalah. Tapi kau tak berbuat apapun itu. Dan Ketidakmampuanmu membuatku muak.” Ucap Wang So kesal
Wang Wook yang marah langsung mencengkram baju kakaknya, keduanya pun akhirnya saling mencengkram penuh amarah. 

Tarian pedang dimulai, Woo Hee sudah siap dengan pedangnya dengan penari lainya. Wang Yo seperti bisa melihat tatapan Woo Hee penuh dendam pada Raja yang terlihat lelah duduk di bangku paling depan. Baek Ah melihat dari belakang orang-orang, saat itu Woo Hee melihat pakain yang dikenalkan  Baek Ah, tanda sebagai pakaian dari seorang Pangeran.
Ji Mong melihat keadaan Raja yang terlihat lemah, Woo Hee mencoba terus menari dengan menatap lurus ke depan. Baek Ah melihat tatapan Woo Hee seperti tertuju pada seseorang dan melihat ayahnya yang duduk dibangku singasana, teringat kembali saat berlatih Woo Hee selalu mengarahkan pedangnya ke arah depan.
Woo Hee masih terus menari dengan tatapan lurus ke arah raja, Young Gyu dan Wang Yo tak sabar menunggu saat Woo Hee mencoba membunuh raja. Woo Hee sudah siap untuk menusukan pedangnya, tapi tiba-tiba Baek Ah langsung datang didepanya dan tertembus dengan pedangnya. 

Sementara Dua kakak beradik masih saling mencengkram, Wang Soo memperingatkan Wang Wook untuk Berhenti untuk pura-pura peduli padanya menurutnya dengan berpaling dari Hae Soo yang bisa dilakukanya.
Kau bukan lagi kakak iparnya, jadi Dia bukan urusanmu lagi.” Tegas Wang Soo, Wang Wook makin terlihat sangat marah
Woo Hee kaget karena yang tertusuk pedangnya malah Baek Ah, Baek Ah mencoba untuk berdiri dan menatap Woo Hee seperti sengaja ingin berkorban agar orang yang dicintainya tak akan mendapatkan masalah.
bersambung ke episode 13 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar