Jumat, 14 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Bok Sil masuk kamar merasa heran dengan Joong Won karena sebelumnya meminta agar tak menghalanginya tapi sekarang seperti atasanya itu  selalu mengikutiku. Joong Won datang membawakan selimut dan juga bantal. Bok Sil mengambilnya agar menaruhnya.
Tapi Joong Won melarang karena ingin ia yang melakukan saja, keduanya saling tarik-tarika sampai akhirnya Joong Won terdorong ke atas sofa dan Bok Sil ikut jatuh diatas badanya. Keduanya terlihat gugup, Louis datang melihat Bok Sil berada diatas tubuh Joong Won bertanya apa yang sedang mereka lakukan.
Tidak ada... Aku sedang membuat tempat untuk tidur.” Ucap Bok Sil buru-buru bangun.
Cukup. Kau tidak perlu menjelaskannya, karena tidak melakukan hal yang salah. Dan Untuk makan malam, aku akan memesan makanan.” Ucap Joong Won, Bok Sil pikir lebih baik ia yang memasak.  Joong Won melirik sinis lalu keluar dari kamar. 

Louis mendekati Bok Sil meminta agar jangan dekat dengan Tuan Cha,  Bok Sil pikir tak mungkin karena Joong Won sudah mengajak mereka tinggal rumahnya jadi mereka harus bersikap baik. Louis cemberut langsung membanting tubuhnya dikursi.
Bok Sil binggung kenapa Louis malah berbaring, Louis membalikan badanya menyuruh Bok Sil agar memijatnya karena masih terasa sakit. Bok Sil langsung memukul punggung Louis dan menyuruhnya bangun. Louis bangun dengan wajah cemberut keluar dari kamar. 

Nyonya Choi sedang menonton berita di TV “Korban yang terluka karena kejadian itu belum sadar juga setelah operasi...” Nyonya Hong buru-bur mengantinya tapi beritanya juga sama laporan berita dari kejadian di Eunsung-dong.
Beritanya akhir-akhir ini penuh dengan berita yang menakutkan. Ini tidak baik untuk kesehatan mental kita. Ibu, ayo menonton yang lain.” Ucap Nyonya Hong. Nyonya Choi meminta agar jangan ganti salurannya.
Oh, acara yang kau suka pasti  sedang tayang sekarang. Haruskah kita menonton ""Real Story Eye"?” ucap Nyonya Choi mengantinya.
Tapi ternyata acaranya sudah  habis dan Nyonya Hong menganti saluran lainya. Saat itu terlihat gambar Loius yang sedang berlari dengan hanya mengunakan Plester pereda sakit disekujur tubuhnya.
Kami sedang mencari pria yang berlari... dengan tertutupi Plester pereda sakit saat sore hari di tanggal 12 Oktober. Pria ini terlihat berlari sejauh 10 km..dari Hyunwoon-dong menuju Eunsung-dong... dengan koyo di seluruh tubuhnya.
Nyonya Hong melihat kalau pria itu mirip Louis tapi menurutnya tak mungkin karena  Louis sudah mati. Pelayan Heo pikir  mungkin orang yang mirip dengannya. Pelayan Kim matanya seperti komputer yan bisa melihat semua bentuk tubuh Louis saat berlari dengan tuanya.
Garis leher sampai bahunya dan Sudut dan proporsi tubuhnya.  Analisisku menyatakan kalau itu benar Tn Louie.” Ucap Tuan Hong, Semua kaget mendengarnya
“Apa Menurutmu itu Louis? Sekarang Cepat cari tahu!” ucap Nenek Choi, Pelayan Kim pun langsung pergi.
Nyonya Hong terlihat masih shock. Nyonya Choi pun melihat cucunya dengan memanggil nama Louis dan juga Ji Sung lalu tiba-tiba kembali lemas., Pelayan Heo dan Nyonya Hong panik meminta agar Nyonya Choi tetap tenang.  Pelayan Heo segera bergegas akan memeriksa tekanan darahnya lagi.


Joong Won melonggo melihat dua manusia yang makan seperti orang kelaparan, dan bertanya apakah mereka tak makan seharian.  Louis dengan mulut belepotan dan penuh jajamyung meminta agar memesankan satu mangkuk lagi. Joong Won menyuruh makan daging asam manis yang dipesanya.
Dagingnya terlalu keras... Rasanya seperti sudah digoreng tiga kali di minyak bekas.” Kata Louis
Berhenti mengeluh dan makan saja!” kata Joong Won marah, Louis pun hanya bisa diam.
“Emm.... Bolehkah aku menambah satu mangkuk lagi?”ucap Bok Sil memohon, Louis melirik dengan senyuman. Keduanya pun tersenyum, Akhirnya Joong Won memesan kembali jajamyung dua mangkuk. 

Keduanya pun menghabiskan mangkuk yang kedua, Louis meminta agar Bok Sil mengambilnya minum. Bok Sil akan berdiri mengambilnya tapi Joong Won langsung menghentikanya lalu berdiri mengambilkan minum untuk keduanya.
Saat itu Louis minum dan tak sengaja menjatuhkan gelasnya, Bok Sil ingin mengambilnya lap. Joong Won menyuruh Bok Sil duduk dan Menyuruh Louis yang membersihkanya. Louis yang tak biasa kerja mengambil tissue lalu membersihkan dengan dua jarinya. Akhirnya Joong Won yang mengambil lap dan membersihkan meja.
Kembali terlihat gambar Louis seperti raja dan Joong Won seperti pelayan. Louis melihat wajah Joong Won yang kesal, mengatakan akan mencuci piring setelah makan. Bok Sil pikir lebih baik ia yang akan melakukannya, Joong Won mengatakan tak perlu karena ia sendiri  yang akan mencuci piringnya dan meminta mereka tak mengangunya jadi lebih baik menonton TV saja. 


Louis dan Bok Sil menonton TV diruang tengah, sementara Joong Won mencuci piring dan terlihat seperti Pelayan Cha. Louis menceritaan drama kali ini Episode pasti menyenangkan. Bok Sil bertanya cerita drama yang ditonton Louis.
Pria itu terkena amnesia,dan wanitanya meninggalkan dia.” Cerita Louis, Bok Sil bertanya kenapa wanita itu meninggalkanya.
Karena dia tidak punya apapun. Tapi ternyata dia seorang pewaris perusahaan. Hari ini, dia akan mengetahuinya dan menyesali semuanya. Bukankah ini menyenangkan?” cerita Louis lalu minta Joong Won agar membuatkan segelas Maxim Gold.
Hei! Aku yang akan membuatkannya untukmu.” Kata Bok Sil tak enak hati, Joong Won menyuruh Bok Sil agar menonton TV saja. Bok Sil merasa bersalah membuat Joong Won melakukan semuanya.
Kenapa aku melakukan semua ini?” kata Joong Won juga bingung seperti tak ingin Bok Sil melakukan semuanya. 

Pelayan Heo menelp Tuan Baek kembali, Tuan Baek masuk ruangan terlihat terkejut. Pelayan Heo menceritakan mereka melihat seseorang yang mirip Tn Louis di TV dan semua orang jadi heboh. Lalu sekarang Pelayan Kim  pergi ke Seoul dan akan mencari Louis. Tuan Baek makin panik karena Pelayan Kim akan pergi ke Seoul.
Dan Ny Choi sudah tidur sekarang. Dia harus memakai alat bantu pernapasan karena dia sangat terkejut. Kau harus mencoba menonton acara itu online atau hubungi stasiun TV. Pria itu benar-benar mirip dengan Tn Louie.” Ucap Pelayan Heo, Tuan Baek seperti shock tak bisa berkata-kata lagi.
Tn Baek, Apa kau mendengarku?!” ucap Pelayan Heo binggung, Tuan Baek menyuruh pelayan Heo agar  fokuslah menjaga Nyonya Choi dan akan pergi sekarang. 


Nyonya Hong menelp suaminya,  menceritakan kalau sudah menemukan Louis, dengan memindahkan TVnya ke channel 11 ketika sedang menonton bersama, dan pria yang mirip Louis muncul di TV. Ia melihat Semua orang sampai tidak bisa berkata-kata karena terkejut, tapi lalu ia berteriak, "Bukankah itu Louis?"
Sayang, bukankah aku hebat? Jika bukan karena aku memindahkan siarannya, maka kami hampir tidak bisa menontonnya.” Kata Nyonya Hong bangga
Kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau melakukan ini pada suamimu?!! Aku tidak ingin melihatmu, jadi jangan muncul dihadapanku!!” teriak Tuan Baek frustasi lalu menutup telpnya, Nyonya Baek bingung kenapa suaminya bisa marah padanya.
Tuan Baek duduk dimeja kerjanya memikir tentang Tuan Goo sudah tidak ada dan seisi kota membicarakan kejadian itu. Lalu bertanya-tanya bom waktu apalagi yang akan datang padanya. 

Bok Sil mencuci beras di dapur, Joong Won datang bertanya apa yang dilakukan Bok Sil pada tengah malam. Bok Sil mengatakan sedang merendam nasi dengan begitu akan membuat rasanya semakin enak. Jong Won mengatakan yang akan membuat sarapan jadi Bok Sil tidak perlu melakukan apapun.
Aku tidak mau kau menyentuh barang-barangku. Jadi Aku akan melakukannya.” Ucap Joong Won
Biar aku yang melakukannya.”kata Bok Sil, Keduanya akhirnya saling tarik-tarikan dan akhirnya menumpahkan semua beras ke lantai.

Bok Sil mengatakan akan membersihkannya jadi Joong Won tidur saja, Joong Won menyuruh Bok Sil saja yang tidur, Bok Sil menatap Tuan Cha bertanya apakah boleh  memberimu nama panggilan, lalu menyebutnya sebagai  Pria jahat yang manis. Joong Won heran kenapa Bok Sil memberikan nama itu.
Kau terdengar jahat dan kejam, tapi tingkahmu sebenarnya sangat berlawanan. Darimana kau belajar jadi seperti itu?” ucap Bok Sil
Kapan aku pernah berbuat manis padamu? Bersihkan ini dan pastikan... kau tidak menyisakan sebutir  nasipun di lantai. Mengerti?” teriak Joong Won kembali marah-marah seperti biasanya.
Baik, aku mengerti. Jangan khawatir dan tidurlah.” Ucap Bok Sil tersenyum, Joong Won pun akan pergi ke kamarnya.
Oh, aku akan membuatkanmu sarapan besok. Aku menumpang disini, jadi setidaknya harus melakukan itu.” kata Bok Sil

Joong Won seperti ingin marah membalikan badanya, lalu terdiam melihat senyuman Bok Sil yang membuatnya seperti jatuh cinta. Keduanya saling menatap, saat itu Louis keluar kamar melihat keduanya saling menatap bahkan Bok Sil memberikan senyuman pada Tuan Cha.
Louis terlihat sedih akhirnya kembali ke kamar membaringkan tubuhnya, lalu merasakan sesuatu yang aneh dan bertanya-tanya perasaan apa itu lalu mencoba untuk tidur tapi tak bisa karena gelisah memikirkannya 

Bok Sil sibuk didapur memasak untuk sarapan, lalu dikagetkan dengan Louis yang berdiri dengan mata menghitam seperti panda. Ia heran kenapa Louis sudah bangun pagi-pagi sekali. Louis mengaku tidak bisa tidur. Bok Sil panik bertanya apakah tempat tidurnya tidak nyaman
Aku merasa hatiku tidak tenang.” Ucap Louis, Bok Sil terlihat gugup dan heran kenapa Louis malah mengatakan hal itu.
Haruskah aku membantumu?” tanya Louis
Jangan membuat masalah jika kau mau  membantuku. Jangan melakukan apapun.” ucap Bok Sil
Aku akan melihatmu saja kalau begitu.” Ucap Louis terus menatap Bok Sil yang mempersiapkan sarapan.
Bok Sil seperti merasa gugup terus diperhatikan Louis lalu menyuruhnya untuk menonton tv atau lakukan apapun yang disukainya dan mengganggu. Louis menolak karena merasa  setidaknya harus melakukan ini.

Joong Won datang dengan mengunakan jaket yang sama dengan Louis, keduanya melongg binggung. Saat penjualan  Koleksi Louis Ssaton 2016 yang tersedia Eksklusif di Goldline, Nyonya Hong sengaja membelinya dan mendapatkan jaket yang ke 100.
Apa sarapannya sudah siap?” tanya Joong Won, Bok Sil bingung melihat keduanya yang mengunakan jaket yang sama.
Apa semua pria memiliki jaket yang sama?” tanya Bok Sil
Aku tahu kau melihat ini dimana-mana, tapi milikku ini berbeda. Ini adalah jaket edisi terbatas yang memiliki sertifikat dan miliknya sudah pasti palsu.” Ucap Joong Won menunjuk pada Louis
“Kau bisa Lihat lagi. Milikku adalah... sebuah karya seni dimana setiap jahitannya di jahit sendiri oleh seorang desainer terkenal, dan miliknya dibuat dengan murah menggunakan sablonan.” Jelas Joong Won
Sekarang karena aku melihat keduanya... Kau benar. Ini terlihat berbeda.
 komentar Bok Sil
Perasaanku memberitahuku kalau aku  sepertinya pernah menggunakan yang Nomor Satu.” Ucap Louis, Joong Won tak peduli seperti tak pecaya akan hal itu. 

Keduanya duduk dimeja makan untuk sarapan, Joong Won mengucapkan terimakasih pada Bok Sil yang sudah memasak sarapan. Bok Sil pun mempersilahkan agar Joong Won makan lebih dulu. Joong Won ingin mengambil sayur tapi Louis langsung menahan sumpitnya. Joong Wn mencari lauk lain dan Louis juga melaukan hal yang sama.
Apa yang kau lakukan sekarang?” ucap Joong Won kesal
Hanya aku yang boleh memakan masakan Bok Sil.” Ucap Louis, Bok Sil heran dengan tingkah Louis.
Hanya aku yang boleh memakan makanan yang kau buat.” Kata Louis, Bok Sil tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa meminta maaf. 


Bok Sil memberikan selembar uang 5ribu won agar Louis  Beli saja makanan yang dinginkanya. Louis menolaknya. Bok Sil binggung berpikir Louis sakit karena hanya makan sedikit saat sarapan, bahkan tidak menerima uang jajannya.
Joong Won sudah siap mengajak Bok Sil untuk berangkat bersama, Louis ikut keluar, Bok Sil bertanya Louis mau kemana. Louis mengatakan  akan mengantarnya bekerja. Joong Won mengatakan Bok Sil akan naik mobilnya, Louis pikir itu bagus karena ia juga harus pergi ke suatu tempat.. Bok Sil dan Joong Won melonggo binggung melihat tingkah Louis. 

Bok Sil terpana meliha mobil yang dimiliki Joong Won merasa itu  sangat keren. Louis tak peduli karena merasa sepertinya ia punya mobil yang lebih keren. Seperti dialam bawah sadarnya Louis bisa merasakan saat menaiki mobil sport mewah yang dikemudikan oleh Pelayan Kim.
“Dan Juga, sepertinya aku punya lebih dari 100 pasang sepatu... dan tinggal di rumah yang sebesar istana.” Cerita Louis bisa merasakan sesuatu dalam dirinya yang sebelumnya.
Sepertinya kau suka melebih-lebihkan. Lebih baik Lakukanlah jika itu bisa membuat kesehatan mentalmu tetap stabil. Aku bisa mengerti hal itu” ucap Joong Won membuka pintu mobilnya.
Bok Sil membuka pintu depan, Louis pun langsung masuk dan duduk didepan. Joong Won melirik sinis tapi tak bisa beruat apa-apa lagi membiarkan  Bok Sil duduk dibelakang. 

Tuan Baek keluar dengan wajah lesu dan mata memerah, Ma Ri akan keluar kerja kaget melihat ayahnya terlihat lebih stress dari sebelumnya dan bertanya apakah ada yang mengganggunya, lalu berpikir  karena upacara inagurasi. Tuan Baek mengatakan kalau itu tak penting sekarang.

Pelayan Kim datang ke stasiun TV dengan memperkenalkan namanya lebih dulu, sebelumnya meminta maaf karena datang  sepagi ini, tapi menurutnya ini sesuatu yang penting.
Nyonya Choi dan Nyonya Hong pun sarapan diluar, Pelayan Heo mendengar kabar dari Pelayan Kim sudah bertemu dengan sutradara acara itu jadi akan memberitahu semua komentar dari media sosial acara itu... dan mencari pria itu bersama-sama. Tapi Tim produksi acara itu belum menemukan informasi apapun.
Jung Ran, kau juga harus pergi ke Seoul... dan membantu Tuan Kim mencarinya.” Perintah Nyonya Choi, Pelayan Heo kaget.
“Apa Kau ingin aku menemaninya? Aku tidak mau dan tidak akan mau melakukanya” kata Pelayan Heo menolak. Nyonya Hong melirik pada pelayan Heo yang menolak perintah Nyonya Choi. 


Akhirnya pelayan Heo membawa koper untuk pergi ke Seoul dan duduk di depan rumah. Nyonya Hong bertanya apakah Pelayan Heo sangat membenci Tn Kim. Pelayan Heo membenarkan kalau ia membenci pelayan Kim.
Ini mungkin karena kau belum terlalu mengenalnya. Dia adalah pria yang baik. Selain itu Dia juga pintar dan Dia juga sangat bertanggung jawab seta bisa diandalkan.” Kata Nyonya Hong memuji Pelayan Kim
Kalau begitu kenapa dia masih sendiri?” ucap pelayan Heo ketus
Sepertinya dia belum bertemu dengan orang yang tepat.” Komentar Nyonya Hong
Dinilai dari penampilannya, sepertinya aku tahu alasannya.” Komentar Pelayan Heo
Jika kau tidak ingin pergi, aku bisa mencoba meyakinkan Ibu... untuk membuatmu tetap disini.” Ucap Nyonya Hong, Pelayan Heo pikir harus menuruti perintah Ny Choi dan pamit pergi. 

Bok Sil melihat Bibi Hwang sedang mengepel lantai dan mengambil kain pel akan membantunya. Bibi Hwang mengambil kain pelnya karena tahu Bok Sil itu melakukan pekerjaan yang penting sekarang jadi Jangan mengotori tangaya. Bok Sil kasihan melihat Bibi Hwang  sedang sakit punggung.
Kau memang tidak tahu apapun. Jika seorang karyawan sepertimu membersihkan kantor ini, maka aku akan kehilangan pekerjaanku. Jangan menggangguku dan fokus saja pada kerjaanmu.” Ucap Bibi Hwang, Bok Sil mengerti.

Apa kau baik-baik saja di rumah Tn Cha? Apa dia menyuruh-nyuruh kalian berdua?” tanya Bibi Hwang, Bok Sil mengatakan Tidak sama sekali.
Aku tidak mengkhawatirkanmu, tapi Louis membuatku sangat khawatir. Dia benar-benar tidak tahu apapun bahkan seperti anak kecil.” kata Bibi Hwang
Apa dia membuatmu jengkel?” tanya Bok Sil dengan senyuman manisnya, Bibi Hwang membenarkanya tapi lalu tersenyum 


Seorang mengirimkan pesan pada Ponsel salah satu genk remaja “ Donjo “ (Berikan uangku lagi) Salah seorang bertanya siapa yang mengirimkan pesan itu pada mereka. Semua bingung karena kata-kata yang salah pengetikan berpikir apa artinya.
“Apa Kau tidak tahu? Ini adalah nama Raja dari Dinasti Joseon. Yeongjo, Jeongjo dan Donjo. Jadi kalian tak tahu?” ucap Si wanita yang membayangkan wajah raja seperti babi.
Wah. Kau benar-benar yang paling pintar diantara kita semua. Aku sangat terkesan.” Komentar temanya yang sama-sama bodoh.
Louis terus mengirimkan pesan yang sama meminta agar dikembalikan uangnya dengan penulisan yang salah, akhirnya si genk cewe memilih untuk memblokir nomor Louis agar tak bisa mengirimkan pesan lagi. 

Louis sedang duduk dengan In Sung sampai akhirnya tak bisa mengirimkan pesan. In Sung melihatnya bertanya apakah Louis harus memborbardir mereka dengan pesan-pesan itu dan membuatnya jadi terblokir, lalu melihat Louis bahkan tidak mengeja dengan benar.
“Wahh.. Ini membuatku frustasi. Kau benar-benar butuh bantuan dari lelaki pintar sepertiku” ucap In Sung memperbaiki kalimat Louis dengan benar.
Hubungi mereka lagi dan katakan seperti ini "Aku adalah Jo In Sung dari Badan Pengawas Keuangan." Apa kau tidak ingat telpon penipuan yang waktu itu?” kata In Sung, Louis tersenyum bahagia dengan rencana In Sung.
Aku adalah Jo In Sung dari Badan Pengawas Keuangan. Kami menerima laporan tentang penipuan yang belakangan ini kau alami.” Ucap Louis dengan percaya diri menelp genk wanita.
Tapi Si genk wanita tak bisa dibohongi langsung mengumpat dan menyuruhnya pergi. Keduanya hanya bisa melonggo, In Sung measa sepertinya tidak akan mudah menghadapi gadis-gadis ini. Louis sudah bsia menduga karena sebelumnya mengatakan para remaja itu menyeramkan.

Joong Won memberitahu rencanaUntuk Black Fiday yang akan datang, mereka akan melakukan diskon besar-besaran. Min Young menyimpulkan mereka  harus negosiasi dengan merk-merk yang akan mereka jual. Joong Won membenarkan.
Kita harus melakukan event agar membuat  para pelanggan mau bergabung dengan Goldpay. Dan juga, pikirkan bagaimana kita akan mempromosikan acara ini online.”jelas Joong Won
Bagaimana kalau kita membuat tab terpisah untuk acara ini di halaman utama?”kata Ma Ri
“Kita akan memikirkannya jika banyak merek yang memutuskan berpartisipasi.” Ucap Joong Won
Sepertinya pekerjaan kita akan bertambah banyak.” Komentar Young Kook.
Bok Sil mengatakan  akan melakukan semuanya. Young Kook pikir Satu orang saja tidak cukup. Joong Won kembali memanggil Young Kook,  merasa Sekali lagi, anak buahnya itu adalaah  orang pertama yang  menyadari kalau pekerjaan merek  akan semakin banyak dan itu benar-benar bakat yang spesial.
Itu tidak pernah gagal membuatku takjub. Cobalah mencari orang untuk bekerja paruh-waktu.” Kata Joong Won, Young Kook mengerti. 


Ma Ri sedang memperbaiki make up dan melihat Bok Sil sedang mencuci tanganya, teringat kembali dengan perbicaran ayahnya dirumah.
Flash Back
Tuan Baek tahu dari anaknya kalau Louis tinggal dengan Bok Sil, lalu memberitahu kalau Rumah itu... di Eunsung-dong, tempat percobaan  pembunuhan itu terjadi dua hari yang lalu dan keduanya tinggal ditempat itu. Ma Ri panik berpikir Louis itu terluka. Tuan Baek mengatakan kalau Louis itu  baik-baik saja.
Korban yang terluka adalah orang lain, jadi jangan khawatir. Yang Pertama kau harus lakukan , kita harus mencaritahu dimana Louis sekarang. Dengan Bertanya pada Go Bok Sil adalah hal yang paling mudah, kan? Cobalah tanya senatural mungkin.” Ucap Tuan Baek pada anaknya. 

Ma Ri akhirnya memanggil Bok Sil sebelum keluar dari toilet,  mengaku sudah melihat berita dan merasa kalau Bok Sil pasti terkejut. Ia pun  dengar pelakunya belum tertangkap jadi pasti sangat menyeramkan. Bok Sil mengucapkan terimakasih atas perhatiannya.
“Jadi Dimana kau tinggal sekarang? Kau pasti tidak punya tempat tujuan.” Kata Ma Ri, Bok Sil sedikit gugup.
Aku tinggal bersama tetangga bawah rumahku.” Kata Bok Sil berbohong. 

Ma Ri datang ke bagian rumah Bok Sil melihat tempat itu dari luar sangat sempit dan bertanya-tanya apakah Bok Sil memang tinggal disini sekarang, menurutnya apakah ada seseorang yang tinggal seperti itu. In Sung datang dengan menyapa gaya khasnya “ Halo, orang asing.” Ma Ri membalikan badanya saat itu In Sung melonggo karena terkesima dengan wajah cantik Ma Ri seperti malaikat.
Pelakunya belum tertangkap. Apa ada lagi yang ingin kau tahu?” ucap In Sung
Apa kau wartawan?” tanya Ma Ri, In Sung mengatakan bukan.
Kau tahu kalau polisi menduga ini kejahatan berantai, kan?” ucap In Sung memberitahu. Ma Ri bertanya apakah In Sung itu seorang polisi, In Sung mengelengkan kepalanya.
Namaku Jo in Sung. Senang bertemu denganmu. Aku tinggal disini. Ngomong-ngomong, kau siapa?” tanya In Sung 

Tuan Baek dengan menutupi wajahnya berjalan ke lorong rumah sakit, lalu melihat ada polisi yang berjaga di depan ruangan anak buahnya. Akhirnya ia berbalik arah dengan pergi ke bagian meja informasi dengan bertanya  Bagaimana keadaan pasien di Kamar 607. Si perawat menatap wajah Tuan Baek curiga.
Saya dari kepolisian.” Kata Tuan Baek dengan cepat memperlihatkan dompetnya agar menyakinkan. Si perawat seperti merasa yakin.
Kondisi vitalnya stabil, tapi dia masih tidak sadar. Seseorang juga datang kesini tadi dan bertanya hal yang sama.” Komentar si perawat
Oh, sepertinya Detektif Kim sudah disini.” Kata Tuan Baek berdalih lalu pergi. 

Sementara Pelayan Kim berusaha mencari Louis dengan memperlihatkan foto pada seorang perawat, karena Seseorang menulis kalau melihat pria ini ada di rumah sakit.
Perawat membawa komentar yang ditulis “Dia datang ke rumah sakit tempatku bekerja sebagai pasien beberapa hari lalu dan menimbulkan kekacauan.” Lalu melihat kalau  perawat Moon yang menulisnya. Pelayan Kim bertanya dimana orang itu. Perawat mengatakan kalau Perawat Moon sedang libur hari ini jadi meminta agar kembali besok.
Pelayan Kim menuruni tanga melihat Tuan Baek dan langsung memanggilnya,  Tuan Baek kaget melihat pelayan Kim ada dirumah sakit dan bertanya ada apa datang ke rumah sakit. Pelayan Kim malah balik bertanya dengan anda curiga. Tuan Baek mengaku Temannya dirawat jadi datang untuk menjenguknya dengan merapihkan kerah jaket yang selama ini untuk menutupi wajahnya. Pelayan Kim bisa mengerti.

Bok Sil memanggang daging pangang dan memotongnya dengan gunting saat itu Louis langsung memakanya. Bok Sil memarahi karena mereka harus makan bersama-sama, Loius tak bisa karena sangat menyukai dan beda dengan daging yang mereka makan dirumah. Bok Sil mengataka memang beda karena ini daging hanwoo.
Bisakah kita makan ini lagi besok?” ucap Louis berharap.
Tn Cha, bergabunglah dengan kami.. Dagingnya sudah matang.” Ucap Bok Sil, Joong Won meminta agar menunggu sebentar. Louis tak peduli ingin terus makan daging yang sangat enak. 

Joong Won sedang mengeluarkan cucian dari mesin cuci dan menemukan sebuah koin lalu membawanya ke meja makan bertanya koin itu Punya siapa. Louis mengatakan kalau itu miliknya dan meminta agar mengembalikanya. Joong Won menolak dan tarik-tarikan pun terjadi.
Akhirnya koin pun terjatuh diatas pangganganya, Louis langsung mengambilnya dan menjerit kesakitan. Bok Sil  panik lalu melihat Tangan Louis yang melepuh. Joong Won terdiam melihat perhatian Bok Sil yan diberikan pada Louis. Bok Sil bertanya apa itu yang diambil Louis sampai harus terluka.

Ini adalah koin pertama yang kau berikan padaku.” Kata Louis, Bok Sil ingat kalau itu adalah saat memberikan upah karena mencuci piring, matanya langsung berkaca-kaca.
Ini jadi penuh minyak sekarang. Bok Sil...  Kenapa kau melihatku seperti itu ?” ucap Louis heran
“Dasar Kau bodoh.” Ucap Bok Sil, Louis tak terima membalas kalau Bok Sil yang bodoh keduanya saling mengejek bodoh. Akhirnya Bok Sil tersenyum, Louis heran melihat Bok Sil sekarang malah tersenyum.
Keduanya saling tertawa sambil berpandangan, Joong Won terdiam melihat keduanya seperti sangat dekat. Bok Sil pun ingin melihat tangan Louis yang terluka dengan penuh perhatian, Joong Won seperti merasa hatinya sakit dengan kedekatan mereka. 


Joong Won duduk dikamarnya, mengingat kembali senyuman Bok Sil yang melihat koin milik Louis ditanganya. Sementara Louis duduk di kamarnya melihat dua jari yang diberi pelester karena terluka, dan juga senyuman Bok Sil yang terlihat tulus padanya. Akhirnya Louis bisa tidur dengan nyenyak tak gelisah lagi memikirkan Bok Sil. 

Pelayan Kim keluar dari rumah sakit Universitas Hanguk lalu menelp seseoran melaporkan  bertemu Tn Baek Seon Goo di rumah sakit dan tidak tahu kemana perginya sekarang.
Joong Won, Bok Sil dan Louis terbangun karena ada bunyi bel ditengah malam. Semua dengan mata setengah terbuka keluar kamar. Joong Won binggung siapa yang datang padahal sudah lebih dari jam 11 malam. Ketika menyalakan Interkom kaget melihat Tuan Baek yang datang kerumahnya, Bok Sil dan Louis binggung kenapa Tuan Baek datang. 
bersambung ke episode 8

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar