Rabu, 19 Oktober 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 18 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Ra On datang ke Jahyeondong, tiba seseorang memanggil namanya, Ra On kaget dan melihat Yoon Sung membawa pedang menemuinya dengan wajah marah,. mengatakan mereka harus pergi ke suatu tempat bersama. Ra On bertanya mau kemana lalu beberapa orang datang dengan menutupi wajahnya. Ra On kaget karena Yoon Sung dengan orang-orang yang terlihat menakutkan.
Akhirnya Ra On pun dibawa oleh anak buah PM Kim, saat itu terdengar suara Ra On yang merintih kesakitan karena ditarik oleh anak buah kakeknya. Yoon Sung berbalik dan langsung mengeluarkan pedangnya, Ra On kaget tapi saat itu juga Yoon Sung langsung melawan semua anak buah kakeknya dan melindungi Ra On. Anak buah PM Kim memperingatkan Yoon Sung kalau PM Kim akan tahu semua ini.

Perkelahian pun terjadi, semua berusaha membunuh Ra On dengan pedangnya dan Yoon Sung berusaha melindungi dengan tubuhnya  sampai terkena pedang dan yang terakhir bahunya pun harus terkena pedang, sebelum jatuh tak berdaya. Ra On berlari menghampiri Yoon Sung sambil menangis.
Jangan menangis.... Aku tidak ingin dikenang sebagai pria lemah... yang membuat wanita menangis.” Ucap Yoon Sung mengusap air mata Ra On,
Tuanku, yang benar saja... kau terluka parah, tapi kau masih bercanda?” kata Ra On, Yoon Sung meminta Ra On agar tak bersedih
Tuanku, kau selalu membuatku tertawa....Aku minta maaf karena hanya membuatmu merasa sakit” kata Ra On menaruh kepala Yoon Sung dipakuanya.
Kau... adalah gambar yang selalu aku ingin gambarkan. Kalau kau bahagia... saat aku meggambarmu, maka semuanya baik-baik saja. Jadi tolong... Berbahagialah.” Pesan Yoon Sung dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ra On hanya bisa menangis. 


Ratu Kim berkata hanya ingin melahirkan Pangeran, didepanya PM Kim yang duduk didepanya. Ratu Kim meralat ucapanya kalau ingin setidaknya berpura-pura sudah melakukannya. PM Kim berkomentar Sebagai ibu dari bangsa ini, itu adalah tugas dan keserakahan yang diberikan.
Iya, tapi ada alasan yang lebih besar dari itu... Aku ingin diakui olehmu, ayah. Aku ingin bisa membantu klan kita. sampai aku berani mencuri pewaris tahta.” Kata Ratu Kim
Aku sudah berkali-kali mengatakannya kepadamu tapi setiap kali kau selalu berbicara...” ucap PM Kim marah
Bahkan jika aku naik tahta, maka aku masih anakmu. Apa kau pernah merasa ragu.. pada sesuatu karena aku anakmu?” kata Ratu Kim

Itu bukan sesuatu yang harus dikatakan sebagai seorang ibu yang menyingkirkan anaknya sendiri untuk menjaga tahta.” Ucap PM Kim
Ratu Kim merasa  Setelah mendengar kata-kata PM Kim bisa mengaku kalau ia memang putrinya, karena mereka bisa mencampakan atau membunuh siapa pun yang menghalangi jalan mereka bahkan  sangat mirip satu sama lain.
“Apa Kau ingin aku untuk mengakuimu? Itu bukan sesuatu yang kau bisa lakukan, seorang anak dari rahim seorang pelacur selir rendahanKau hanya harus secara anggun menerima tahta yang aku berikan kepadamu dan melindunginya dengan baik.” Ucap PM Kim 

Tiba-tiba Raja dan Pangeran datang sudah mendengar semuanya, Raja bertanya apakah semuanya itu benar. Ratu yang duduk depan PM Kim hanya bisa menangis. PM Kim melihat Raja dan Pangeran Lee seperti sekarang akan mengetahui semuanya.
[10 tahun yang lalu]
PM Kim bertemu dengan Ratu Yoo, membahas betapa berbahayanya jatuh ke dalam pembelajaran barat bahkan  menyeret Putra Mahkota ke dalam hal ini. Ratu Yoon mengatakan Ini hanya informasi yang tidak benar yang di dengar melalui Utusan.
'Utusan dari Katolik.' Ini adalah buku yang berbahaya yang mengandung ajaran-ajaran Katolik.” Ucap PM Kim mengeluarkan sebuah buku
Kenapa kau menunjukkan buku terlarang ini kepadaku?” kata Ratu Yoon
“Kau sudah membaca buku ini sebelumnya saat kau berada di kediaman pribadimu, bukankah begitu?” kata PM Kim

Aku sudah melihatnya karena rasa ingin tahu dan tidak percaya pada agama Barat.” Tegas Ratu Yoon
Siapa yang akan tahu bagaimana kau akan merasa? Kau mengajari Putra Mahkota tentang dunia yang adil dan setara, dunia di mana kelas dan status tidak ada.” Kata PM Kim
Pemberontakan Hong Gyeong Nae meninggalkan bekas luka besar baik bagi Yang Mulia Raja dan rakyat. Jadi, aku hanya ingin Putra Mahkota untuk menganggap setiap rakyatnya adalah berharga, dengan satu per satu.” Tegas Ratu Yoon
Aku akan memberimu pilihan. Kau akan turun tahta sebagai ratu dan mengganti Putra Mahkota menjadi anak seorang penjahat atau... akan kau menjalaninya sendiri sebagai seorang Ratu yang sempurna?” kata PM Kim, Ratu Yoon menatap PM Kim dengan penuh amarah. 

PM Kim membaca surat yang dituliskan oleh Ratu Yoo, tiba-tiba kasim datang denga wajah panik memberitahu  Tuan Muda Yoon Seong terbunuh. Pangeran Lee kaget mengetahui teman yang di percayainya akhirnya terbunuh. 

Pangeran Lee duduk dengan membawa surat putusan daitanganya untuk kriminal Kim Hun. Sementara PM Kim sudah berlutut diruangan dengan para saksi.
Karena membawa penghinaan untuk keluarga kerajaan dan istana dengan menyembunyikan status Ratu Kim, mencoba untuk membunuh Putra Mahkota dengan meracuninya... dan untuk menyembunyikan pembunuhan mendiang Ratu Yoon” ucap Pangeran Lee, Raja yang duduk didekatnya seperti tak percaya orang yang berada didekatnya ternyata sengaja membunuh istrinya.
Kriminal Kim Heon harus dilepas dari jabatannya sebagai Perdana Menteri... dan bersama dengan mantan Menteri Pekerja, Kim Ui Gyo dan mantan Menteri Keuangan, Kim Geun Gyo yang telah mengirimkan pembunuh ke istana Timur, akan dipenggal.” Kata Pangeran Lee, PM Kim pun berdiri berjalan keluar ruangan
“Dan Juga, Ratu Kim yang telah menyembunyikan statusnya serta melukai keluarga kerajaan... dengan menukar Putri dan Pangeran... akan diusir dari posisinya sebagai Ratu.” Ucap Pangeran Lee. Ratu Kim pun akhirnya dibawa oleh pengawal keluar dari tempatnya. 

PM Kim berjalan di lorong rumahnya, saat itu meminta agar melihat kamar Yoon Sung untuk terakhir kalinya. Panglima pun mempersilahkanya dan PM Kim pun mengucapkan terimakasih lalu masuk ke dalam kamar dengan dudk di meja tempat biasa cucunya duduk.
Flash Back
PM Kim dari kejauhan melihat Yoon Sung dan Pangeran Lee yang bertukar penutup kepalanya, Yoon Sung bertanya apakah Dengan mengenakan jubah kerajaan maka akan membuatnya menjadi Putra Mahkota.  Pangeran Lee mengatakan itu tak mungkin hanya mengganti pakaian tidak akan membuatnya bisa terjadi.
Tapi itu akan membuatmu lebih mudah untuk memahami perasaan orang itu.” ucap Pangeran Lee bijak
Bagaimana perasaanmu saat kau memakai pakaianku?” tanya Yoon Sung
Yoon Seong, pakaianmu, sama beratnya dengan jubah kerajaanku.” Kata Pangeran Lee, lalu keduanya pun tertawa bahagia.
PM Kim seperti bisa mengerti maksud peramal bukan pangeran Lee yang memiliki umur pendek tapi Yoon Sung yang memang memiliki umur tak panjang didunia. Ia membuka kotak milik cucunya dan melihat ada sebuah pistol. Terdengar suara bunyi peluru dalam kamar Yoon Sung, panglima dan pengawal bergegas masuk ke dalam ruangan dan PM Kim memilih untuk bunuh diri. 


Pangeran Lee datang menemui ibunya ditempat pemakaman, teringat kembali pesan ibunya saat masih kecil.
Aku berharap Putra Mahkota akan menjadi Raja yang benar. Duduk terlalu tinggi bisa mempengaruhi pandangan seseorang, dengan tidak bisa melihat orang-orang yang lebih rendah.
Aku berharap pendengaranmu tidak menjadi terlalu berkurang. Kau seharusnya tidak hanya mendengar orang yang berteriak di depanmu. Dengan melindungi setiap warga negara, seolah-olah mereka adalah satu-satunya warga negaramu. Tolong berjanji untuk menjadi Raja yang seperti itu?
Ya, aku akan selalu mengingatnya dalam pikiranku, lagi dan lagi. Kaubisa Lihat saja aku, Ibu...” kata Pangeran Lee berjanji pada ibunya. 

Ra On berlutut didepan tempat raja, sementar didalam ruangan Pangeran Lee membacakan putusannya.
Kriminal Hong Ra On harus mengikuti perintah ini. Meskipun Ra On dari klan Hong adalah pelaku yang pasti sebagai putri pemberontak, kau telah berkontribusi terhadap stabilitas keluarga kerajaan dan merebut kembali penghargaan. Oleh karena itu dengan mempertimbangkannya, aku membebaskan kalian semua dari kejahatan sebelumnya.” Ucap Pangeran Lee, Ra On pun tersenyum mendengarnya. 

Ha Yeon menemui Raja bersama dengan ayahnya, Raja terlihat terkejut bertanya apakah Ha Yeon tahu artunya kalau ingin turun dari posisinya sekarang. Ha Yeon mengatakan sudah mengetahuinya.
Kalau kau turun dari posisimu sebagai Putri Mahkota, maka kau harus hidup sendirian selama sisa hidupmu.” Ucap Raja, Ha Yeon sangat sadar dengan hal itu
Dan Apakah kau masih ingin itu terjadi?” tanya Raja
Yang Mulia... Aku sudah tahu dia tidak melihatku sebagai seorang wanita. Tapi kalau aku tetap bersamanya, maka aku pikir dia akan membuka hatinya suatu hari nanti dan Itu yang aku percaya. Namun, setelah tanpa henti menyalahkan dan membenci diriku... karena tidak mampu menghibur Putra Mahkota, maka Aku menyadari betapa bodohnya aku.” Kata Ha Yeon
Daripada menjadi Putri Mahkota yang buruk yang akan menjadi beban berat di pundak Yang Mulia, aku ingin hidup sendiri selama sisa hidupku. Tolong pertimbangkan permintaanku.” Ucap Ha Yeon membuat keputusanya.
Saat itu juga seseorang dengan penuh wajahnya bertanya pada seorang pria kemana arah mana menuju pelabuhan, pria itu pun menunjuk arah pelabuhan. Ha Yeon membuka jubahnya wajahnya tersenyum bahagia karena bisa keluar dari istana yang membuatnya merasa tertekan.
Aku akan sampai tepat waktu supaya penobatan tidak pernah terjadi. Aku berharap bahwa kau akan bertemu dengan seorang pria yang akan mencintaimu apa adanya. Tolong, hiduplah dengan bahagia.” Kata Raja sebelum Ha Yeon pergi. 

[1 tahun kemudian]
Kasim Jang berteriak karena Raja akan tiba, saat itu Pangeran Lee sudah memakai jubah sebagai Raja mengantikan ayahnya berjalan masuk ke dalam ruangan rapat. Tuan Jung tersenyum melihat Pangeran Lee berjalan masuk dan juga dibagian depaan Yak Yong menjadi Perdana mentri.
Pangeran Lee melihat tempat duduk yang biasa di duduki ayahnya sebagai raja, tiba-tiba semua mentri dan lainya kaget melihat Pangeran Lee malah duduk diatas tangga. Yak Yong berani bertanya kenapa Pangeran Lee  meninggalkan tempat duduk ditahta paling atas.
Aku akan melakukan ini mulai sekarang. Ini seperti perbedaan Tinggi dan rendah antara aku dan rakyat, dan jarak antara kau maka akan  aku pahami perasaanku yang ingin menjadi setidaknya satu langkah lebih dekat dengan kalian semua.” Ucap Pangeran Lee, Semua pun tersenyum mendengarnya. 

Kasim Jang akhirnya mengantikan Kasim Han menjadi kasim kepala, memberitahu Seorang kasim adalah posisi penting yang bertanggung jawab untuk keselamatan dan kenyamanan keluarga kerajaan. Dua kasim teman Ra On sudah menjadi Kasim senior.
“Kita harus bersatu sebagai satu untuk menjadi hamba dari Yang Mulia dan menjadi cahaya penuntun Yang Mulia...” ucap Kasim Jang pada semua kasim baru. Do Gi dan Sung Yul melihat sosok wanita seperti melamar menjadi seorang kasim.
Hei Kasim Do, aku bukan satu-satunya yang merasakannya... benarkan?” ucap Sung Yul berbisik
Perasaan yang sudah kita rasakan di suatu tempat pada satu waktu... benarkan?” kata Do Gi melihat ke arah wanita yang mengedipkan matanya.
Kita berbagi nasib yang sama!” kata Sung Yul. 

Myung Eun sedang berjalan lalu menerima sebuah bunga dari seorang anak yang mengunakan pakaian kasim, lalu secara bergantian para Kasim dan pelayan memberikan bunga saat berjalan, wajah Myung Eun tersenyum karena melihat bunga-bunga ditanganya jadi sebuket mawar besar dan didepanya sudah ada Tuan Jung.
Ada 99 bunga dan yang terakhir...” kata Tuan Jung berlutut dan disela oleh Myung Eun
“Jadi Maksudmu bunga terakhir adalah aku? Begitu kekanak-kanakan.” Ejek Myung Eun, Tuan Jung berdiri lalu menatap Myung Eun dengan rasa cinta.

Benar. Aku tidak bisa membedakan entah bunga adalah kau, atau kau adalah bungaTuan Putri, maukah kau menikah denganku?” kata Tuan Jung berani mengutarakan lamaranya, Myung Eun kaget Tuan Jung mengajaknya menikah.
Kalau kau menjadi menantu Raja, keberhasilanmu di masa depan akan menjadi samar... apa itu tidak masalah?” kata Myung Eun khawatir
Bagiku, setiap jalan yang aku lewati bersamamu adalah jalan bunga jadi siapa yang membutuhkan kesuksesan itu... Aku hanya membutuhkanmu, Myung Eun.” Ucap Tuan Jung lalu memberikan ciumanya, Semua kasim dan pelayan memberikan tepuk tangan bahagia pada keduanya. 


Beberapa orang sedang melakukan pemaian dengan berkerumun, dari lantai atas terlihat Byung Yun dan juga Tuan Hong dengan topinya, Pangeran Lee mengunakan pakaian biasa berkeliling melihat para rakyatnya lebih dekat, salah seorang pun mengajaknya untuk bermain bersama.
Apa kau tahu pepatah, "menggambar awan menarik bulan"?” tanya Byung Yun
Bulan bercahaya saat kau menggambar awan... bukankah itu artinya?” kata Tuan Hong Pangeran Lee terlihat bahagia bisa bermain bersama dengan semua rakyatnya, seperti tak ada jarak hanya dengan statusnya sebagai raja.
Raja, tidak seperti matahari yang bersinar dengan sendirinya, tapi seperti cahaya bulan yang bersinar ketika dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya,  dan Yang Mulia adalah seperti itu.” ucap Byung Yun
Jadi kau akan tetap sebagai awan bagi Yang Mulia... apa hanya itu saja yang kau inginkan?” kata Tuan Hong, Byung Yun terdiam lalu masuk ked dalam tempat tinggalnya sekarang. 

Ra On mengunakan pakaian wanitanya, lalu dengan bangga menaruh buku yang bergambar wajah mirip dengan Pangeran Lee. Tiba-tiba buku itu diambil oleh seseorang, Ra On kaget melihat pangera Lee yang mengambil bukunya.
Kau bahkan tidak akan menunjukkan wajahmu dengan hanya mengatakan bahwa kau sedang menulis karya terbesar. Ada apa dengan semua ini?” ucap Pangeran Lee sinis,
Maafkan aku, Yang Mulia... Penjualannya sangat berbeda tergantung pada apa yang ada di sampul... jadi aku tidak punya pilihan.” Jelas Ra On dengan senyumanya
Aku akan mendapatkan semua pembayaranku.” Ucap Pangeran Lee mendekatkan wajahnya.
Ra On mundur dan menutup mulutnya, lalu bertanya apakah maksudnya itu bibirnya. Pangeran Lee mengejek yang ada di pikiran Ra On, lalu mengatakan kalau untuk setiap buku harus ada  sebuah pembayaran, menurutnya itu semua bukan sebuah ketampanan yang bisa digunakan tanpa izin. Ra On pun bergegas pergi lalu Pangeran Lee pun mengejarnya. 
Pangeran Lee dan Ra On berjalan di hamparan bunga yang bermekaran sambil bergandengan, Pangeran Lee bertanya  Buku berjudul "Moonlight Drawn By Clouds" tentang apa itu. Ra On menceritakan buku itu  tentang Putra Mahkota yang indah seperti bunga-bunga di negara yang jauh.
Meskipun dia pemarah karena dia tidak mengenal dunia luar...” cerita Ra On
“Apa Kau sudah menggunakan wajahku tanpa izin dan sekarang kehidupan pribadiku juga?!” kata Pangeran Lee kesal, Ra On meminta Pangeran Lee untuk mendengarkan cerita  sampai selesai.

Jadi Putra Mahkota itu melewati segala macam hal masalah... dan naik sebagai Raja yang bijaksana yang tidak akan pernah ada lagi.” Cerita Ra On
Apa itu yang kau inginkan?” tanya Pangeran Lee, Ra On mengatakan bukan itu.
Aku hanya mengintip ke dalam dunia yang akan kau buat, Yang Mulia.” Kata Ra On.
Pangeran Lee menatap Ra On sambil memegang tanganya, lalu bertanya siapa orang yang ada didepanya, Ra On mengoda kalau Pangeran Lee sedang membahas tentang orang pertama dari bangsa yang sudah dibuatnya. Pangeran Lee mengelengkan kepalanya.
“Apa dia adalah Kekasih pertama yang entah bagaimana mendatangimu dalam wujud seorang kasim?” kata Ra On, Pangeran Lee mengelengkan kepalanya, Ra On pun bertanya memang siapa dirinya.
Kau adalah Ra On.. yang mengisi seluruh duniaku.” Ucap Pangeran Lee lalu semakin mendekat dan menciumnya, Ra On bahagia menerima ciuman dari Pangeran Lee, Keduanya terus berciuman di hamparan bunga yang bermekaran sangat indah. 
THE END 

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


4 komentar:

  1. Iiiiiish,,, kok ud the end ya... msh kurang... drakorx yg seru ud tgl dkit.
    Bwt bak dyh semngat nulisx,, cr drakor yg seru2...

    BalasHapus
  2. endingnya masih dibilang bagus si kalo kategori romance. tapi kalo kategori historical, asli parah banget, maksa. kaya semua masalah dislesein keburu2 dlm 1 eps. anyway terima kasih sudah nulis sinopsisnya

    BalasHapus
  3. satu hal yg disesalkan...kok yoonsung nya mati ya :(

    BalasHapus