Rabu, 05 Oktober 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 14 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Seorang pelayaan memberiathu namanya Kim Soo Ran dari istana dengan memberikan tanda pengenalnya. Panglima mengatakan tidak memperbolehkan untuk pergi, Soo Ran binggung karena sudah  menerima izin dari dayang utama.  Panglima mengatakan Ada perintah yang melarang orang-orang dari kelompok usia muda keluar dari istana.
Akhirnya Si pelayan pasrah, Ra On yang berdiri dibelakang terlihat gugup. Panglima melihat wajah Ra On dengan lebih dalam, saat itu Yoon Sung datang memuji Panglima yang berkerja sudah cukup baik dan mengataan kalau Ra On pergi untuk menemaninya jadi menurutnya apa perlu diperiksa lebih lanjut. Panglima mengatakan tidak perlu. Keduanya akhirnya pergi bersama. 

Pangeran Lee pergi ke Jahyeondong terlihat baju kasim yang tertinggal dikamar dan juga gelang yang diberikanya. Ia mengambil gelang yang berikanya dan tanganya langsung lemas ternyata Ra On adalah anak pemberontak yang selama ini membuat ayahnya gelisah dan ketakutan 

[Episode 14- Jalan yang Berkabut]
Pangeran Lee dibantu Kasim Jang memakai baju kerajaanya, dengan mengingat ucapan panglima “Kemanapun mereka mencari, Ra On tidak meninggalkan sedikit pun jejak.” Lalu ia bertanya sebelum Ra On menghilang ada sesuatu yang aneh. Panglima mengatakan  Tidak ada. Setelah itu ia pergi ke ruangan pertemuan dengan para mentri.
Menteri, apa kau pernah mendengar pepatah, "Bayi harus membayar pajak?"” tanya Pangeran Lee, Geum Gyo terlihat binggung.
Ini pepatah yang dibuat untuk menerima pajak dari bayi, disaat seharusnya kita menarik pajak dari seseorang yang berusia di atas enam belas tahun. Ada juga pepatah yang menerima pajak dari orang mati.” Kata Pangeran Lee, semua petinggi sempat terdiam.
Ada beberapa pekerja dari pemerintah militer yang melakukan kesalahan, jadi kita sudah menerima beberapa dengan tidak benar.” Ucap Geun Gyo membela diri
Kenapa kau menyalahkan hal ini kepada manajemen? Rencanakan cara untuk mengembalikan pajak yang sudah mereka bayar secara tidak adil. Segera.” Perintah Pangeran Lee

Yang Mulia, keadaan saat ini sangat tidak memadai. Daripada membayar mereka, kita harus berusaha memperbaiki praktek kejahatan dengan mendisiplinkan mereka.” Kata Mentri Joo
Bagaimanapun, kalau kau mendisiplinkan para pekerja dan mengurangi pajak yang kita terima, negara akan berada dalam kondisi kritis.”ucap Ui Gyo
Sangat menyentuh bagaimana kalian para Menteri memikirkan keadaan negara. Kalau begitu karena kita berada dalam krisis, maka aku akan mengambil langkah yang berbeda. Aku akan mengurangi upah dari semua pejabat.” Ucap Pangeran Lee. Semua terlihat kebingungan.
Benar-benar tidak masuk akal dengan memotong upah dari semua Pejabat. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Mohon mengertilah.” Kata Geun Gyo, semua pun meminta raja agar mau mengerti.
Bahkan orang mati di negara ini membayar pajak karena kalian yang tidak bertanggungjawab. Bagaimana bisa para bangsawan, sebagai akar bangsa ini, mengeluh tentang ini? Apa kalian semua benar-benar...berpikir bahwa kalian layak hidup dari hasil kerja keras bangsa ini?!” tegas Pangeran Lee, semua pun ta bisa berkata-kata lagi. 


Kasim Jang datang dengan wajah lelah langsung membaringkan kepalanya di atas meja, Do Gi dan Sung Yul melihat kasihan karena seniornya itu sudah sangat lelah. Kasim Jang meniruskan pipinya meminta agar jangan  berani-berani menyebutkannya. Do Gi binggung kenapa tak boleh mengatakannya.
Putra Mahkota bertindak seperti es dari pertengahan musim dingin. Dia sangat dingin dan tajam... jadi pasti terasa sangat sakit kalau tertusuk oleh dia.”jelas Do Gi
Aku tidak keberatan kalau aku sendiri yang sakit, tapi Putra Mahkota kita bekerja siang dan malam karena itu aku sangat khawatir tentang kesehatannya. Aku merasa akan mati.” Kata Kasim Jang
Tapi menurutmu kemana hilangnya Kasim Hong kita?” tanya Do Gi dengan ikut membaringkan kepalanya di meja karena sedih
Siapa yang tahu... dia menghilang tanpa suara di tengah malam seperti kelinci yang melompat. Hong Sam Nom... Aku merindukanmu.” Ucap Kasim Jung sedih
Sangat kejam... tanpa berpamitan... seperti orang yang tak berperasaan.” Kata Sung Yul sedih dan juga kesal. 

Tuan Jung bertemu dengan Pangeran melaporkan kalau, belum ada tanda-tanda dari Komunitas Awan Putih tentang mayat para pembunuh. Pangeran Lee pikir Mereka menunggu sampai semua tenang. Tuan Jung juga berpikir seperti itu juga tapi ada satu hal yang ditemukanya. Pangeran Lee bertanya apa itu.
Baru-baru ini Menteri Kim Ui Gyo menjual beberapa barang dan mendapatkan peti uang....” kata Tuan Jung lalu dipotong oleh Pangeran Lee
Kami sudah menyudutkannya dan memberhentikan dia dari kantor.” Ucap Pangeran Lee
“Yahh.. memang benar.... Tapi, ke mana hilangnya peti uang itu ssangat mencurigakan.” Ucap Tuan Jung, Pangeran Lee penasaran kemana memang perginya.
Seorang keluarga dari salah satu pembunuh yang mati sudah bergembira dengan peti uang itu.” kata Tuan Jung
“Jadi  Dia adalah Seorang pembunuh yang mati dibayar oleh Menteri Kim karena sudah membantunya...” ucap Pangeran Lee kaget, Tuan Jung membenarkan, saat itu pelayan memberitahu  , seseorang dari Kantor Investigasi Kerajaan sudah datang.

Pangeran Lee pun mempersilahkan masuk, saat itu Panglima memberitahu saat mengawasi rumah Jung Man Sik, yaitu seorang pedagang dari kota, mereka menangkap seseorang yang mencurigakan.
Dia terlihat berusia kurang dari dua puluh tahun, tapi kami curiga bahwa dia adalah bagian dari Komunitas Awan Putih.” Kata Panglima, Pangeran Lee pun langsung mengajak mereka segera pergi.
Pangeran Lee pergi ke bagian penjara, berjalan perlahan sampai akhirnya melihat sosok Ra On dengan rambutnya yang diikat seperti pria, tapi ketika lebih berjalan mendekat ternyata bukan Ra On. 

Ibunya sedang menyulam sebuah bunga dalam kain, Ra On melihat itu  Bunga anggrek Putih, ibunya ternyata kalau anaknya masih mengingatnya. Ra On teringat dengan Kasim Han yang menceritakan kalau  Teman lamanya selalu membawa saputangan dan bunga ini dijahit pada saputangannya.
Dia mengatakan kepadaku bahwa mantan istrinya memberikan sapu tangan ini kepadanya.”kata Kasim Han
Ra On tahu artinya adalah “Bahkan dalam mimpi aku merindukanmu" lalu bertanya pendapat ibunya kalau ayahnya tahu arti sulaman itu.Ibunya pikir ayah Ra On pasti tahu lalu memegang tangan anaknya bertanya apakah semuanya terasa sulit, Ra On mengatakan tidak.

Tapi, bagaimana kau dan ayah bertemu?” tanya Ra On penasaran
Kami adalah teman dari desa yang sama. Dia ada dalam sekelompok pria yang menyukaiku. Orang lain membawakan aku mainan dan... bunga liar yang mereka petik, tapi ayahmu sedikit berbeda.” Cerita Ibu Ra On, Ra On bertanya apa yang ayahnya berikan.
“Dia memberikan Beras barley dan Jagung. Kalau dia tidak memiliki apapun, maka dia akan memberiku tanaman hutan atau kulit pohon. Aku memintanya untuk menikahiku karena aku merasa bahwa setidaknya aku tidak akan kelaparan.” Cerita Ibu Ra On
Dia tidak punya ambisi.” Komentar Ra On dengan ayahnya.
Kami memiliki lahan untuk dikerjakan, jadi itu bisa jadi makanan untuk dimakan saat kami lapar, Satu rumah untuk tidur di malam hari, hanya itu saja yang ayahmu inginkan.” Cerita Ibu Ra On 


Kasim Han kaget mengetahui Ra On yang menghilang saat Byung Yun sampai di tempat tinggal anak dari Tuan Hong. Byung Yun membenarkan. Kasim Han tak percaya kenapa bisa terjadi saat Ra On akan dipindahkan ke markas mereka
Dia pasti melarikan diri karena para penjaga mencari lebih dalam.” Kata Byung Yun
Bukankah kau berkata... kalau dia tidak menyadari situasi dari... keluarganya selama pemberontakan atau tentang 'awan putih?” kata Kasim Han curiga, Byung Yun terlihat gugup membenarkan,
Saat itu, sepertinyanya seolah-olah dia tidak tahu.” Kata Byung Yun, Kasim Han pun menyuruh Byung Yun segera pergi saja.
Yang kau harus kau ingat adalah bahwa bahkan jika anak itu tahu siapa dia, tempat paling aman baginya adalah bersama 'Awan Putih.'” Ucap Kasim Han berpesan pada Byung Yun sebelum pergi. 

Yoon Sung menemui Pangeran Lee yang memintanya agar datang lalu menanyakan lebih dulu. Pangeran Lee balik bertanya apakah memang Yoon Sung sekarang sedang mengkhawatirnya.
Wanita yang kau cintai dan menyatakan perang kepadamu sudah menghilang... jadi kenapa kau tidak penasaran tentang apapun? Apa dia meninggalkan surat untukku, atau apa dia mengatakan kepadaku ke mana dia akan pergi.” ucap Pangeran Lee
Bahkan kalau salah satu dari kami tahu tentang apapun, kau dan aku... berada dalam hubungan di mana kita tidak bisa berbagi apa pun. Kalau begitu, aku tidak akan meminta..” Kata Yoon Sung
Bukan untukku.... Bahkan kalau itu tidak berguna, Aku ingin bertanya apa kau tahu tentang sesuatu, apa pun itu.” kata Pangeran Lee dengan wajah memohon

Aku menyesal bahwa aku tidak bisa membantu apapun, Putra Mahkota” kata Yoon Sung tertunduk
“Menurutku "Kalau kau tidak tahu, kau akan mengatakan kau tidak tahu dan bahkan kalau kau tahu, kau akan mengatakan kau tidak tahu." Itu saja yang aku dengar.” Kata Pangeran
Ya, kau benar... Aku akan melakukannya.” Kata Yoon Sung, Pangeran Lee terlihat sedih. 


Ha Yeon berjalan melewati Putra Mahkota sempat membungkuk tapi Pangeran Lee pergi begitu saja, akhirnya ia memanggil dan Pangeran Lee pun berhenti melangkah melihat Ha Yeon ada dibelakanganya. Ha Yeon bertanya apakah mereka yang bertemu tak sengaja  Pangeran Lee bahkan tidak akan mengenalinya. Pangeran Lee mengaku kalau tak melihatnya.
Aku iri padamu, Putra Mahkota.” Ucap Ha Yeon, Pangeran Lee bertanya mengenai apa.
Akan sangat menyenangkan kalau aku bisa berjalan melewatimu tanpa melihatmu dan Akan lebih baik lagi kalau aku bisa melewatimu dengan acuh tak acuh, berpura-pura bahwa aku tidak melihat bahkan saat aku melihatmu. Kenapa kau memiliki ekspresi seperti itu? Ini menyakitiku.” Kata Ha Yeon

Hal yang sama berlaku untukmu. Kenapa kau membuat ekspresi seperti itu kepadaku? Sebelumnya kau mengatakan bahwa ini hanya kesepakatan.” Ucap Pangeran Lee mendekatinya.
Ah, apa cinta adalah satu-satunya emosi yang dirasakan antara seorang pria dan seorang wanita? Kita mungkin akan terjebak dalam kesepakatan ini seumur hidup kita. Apa sesuatu yang mengerikan akan terjadi kalau kita dekat?” ucap Ha Yeon
Pangeran Lee hanya menatapnya saja, Ha Yeon menjelaskan yang ingin dikatakan adalah  jangan berjalan dengan lemah begitu dan juga jangan membuat ekspresi seakan Pangeran Lee itu baru saja. kehilangan seluruh dunianya, menurutnya Wanita yang dicintai mungkin akan mengatakan hal yang sama kalau melihat keadaannya sekarang. Pangeran Lee hanya bisa diam saja, Ha Yeon pun pamit pergi dan berjanji akan bertemu lagi nanti, 


Pangeran Lee menatap bulan yang terlihat utuh dilangit, Ra On juga melihat bulan yang sama di depan rumahnya.
Flash Back
Ra On melihat seperti baru tahu kalau Bulan dilihat dari istana kelihatan seperti itu bentuknya. Pangeran Lee mengataka kalau bentuk bulan tetap sama dari mana saja, tidak ada bedanya.
Saat aku masih kecil, aku pergi kesana kemari bersama keliling. Saat itu aku berpikir bahwa setiap desa memiliki bentuk bulan yang berbeda. Bulan di Desa Yeongnam bulat dan bulan di Desa Honam berbentuk bulan sabit.”  Cerita Ra On

Apa kau sering berpindah tempat tinggal?” tanya Pangeran Lee, Ra On membenarkan.
“Tapi Itu menyenangkan,kan? Apa kau tidak pernah punya pikiran acak seperti itu?” ucap Ra On, Pangeran Lee mengatakan  tidak pernah.
Usia lima tahun tahu tentang matahari, bulan dan perubahan musim. Bagaimana kau bisa begitu bodoh?” ejek Pangeran Lee, Ra On mengakuinya dengan nada mengejek, Pangeran Lee tak mau Ra On marah menarik tanganya mengatakan kalau ia tadi hanya bercanda.

Ini adalah pertama kalinya aku mengatakan itu tapi... Aku dulu lebih bodoh daripada kau. Dulu sebagai seorang anak kecil aku berpikir kalau istana ini adalah seluruh dunia. Dengan kolam yang tertinggi, terdalam, dan paling berharga di Joseon adalah di istana ini aku dibesarkan.” Cerita Pangeran Lee selama hidupnya hanya ada dalam istana.
Sepertinya aku lebih baik daripada kau. Bahkan jika itu adalah tempat terendah dan terkumuh di Joseon, maka aku hanya bermain di kolam besar.” Kata Ra On, Pangeran Lee memegang tangan Ra On dengan erat.
Ra On. Entah kau melihatnya dari istana atau dari banchon, bulan masih tetap sama, kan? Bahkan kalau aku Putra Mahkota, dan kau adalah kau, maka kita akan baik-baik saja... dimanapun kita berada selama hati kita merasakan hal yang sama. Sama seperti bulan itu.” ucap Pangeran Lee

Ra On mengangguk mengerti, Pangeran Lee pun menyuruh Ra On agar bersandar di pundaknya, Ra On pun tak malu lagi menyadarkan kepalanya dipundak pangeran dengan melihat bulan bersama-sama.Keduanya terlihat bahagia.
Sementara Ra On yang duduk di depan rumahnya hanya bisa menangi sedih mengingat kenangan bersama dengan Pangeran Lee. 

Di malam hari
Ratu Kim dengan memegang kain panjang dan juga mengigit di mulutnya berusaha untuk mengeluarkan bayi dari dalam perutnya. Pelayan berusaha meminta agar Ratu Kim bisa lebih kuat lagi.
Sementara Raja terlihat panik karena istirnya itu lebih cepat melahirkan dibandingan perhitungan diawal kehamilan. Kasim Han menenangkan raja kalau istrinya itu pasti akan baik-baik saja jadi Jangan terlalu khawatir.

Tabib datang dengan terburu-buru, pelayan memberithu Ratu sudah melahirkan dan mulai pulih jadi tabibi tidak perlu lagi mendampinginya. Tabib heran kenapa pelayan tidak memanggilnya lebih cepat lagi. Pelayan menjelaskan kalau itu terjadi begitu cepat dan minta maaf.
Akhirnya bidan yang membantu persalinan memberitahu Ratu Kim kalau bayinya itu adalah seorang tuan putri, Ratu Kim terlihat langsung membencinya. Si pelayan menatap si bayi yang tak berdosa lalu bertanya pada Ratu Kim apakah benar-benar tak ingin melihat bayinya. Ratu Kim seperti tak ingin melihatnya karena seorang putra bisa menguntungkan posisinya, menyuruh agar segera pergi. Pelayan membawa sang bayi dan diserahkan oleh Kasim Sung yang sudah menunggu didepan pintu. 

Keluarga Kim tertawa dengan nada mengejek kalau anak dari Ratu Kim itu adalah laki-laki. Ui Gyo dan Geun Gyo pun memberikan selamat pada perdana mentri, terlihat wajah perdana mentri yang terlihat sangat kecewa menyuruh mereka jangan ribut.
Kita harus mulai mempersiapkan.” Ucap Ui Gyo, Geun Gyo bertanya apa maksudnya.
Karena kita memiliki anak baru, istanaTimur juga harus mendapatkan penghuni baru.” Kata Ui Gyo
Perhatikan apa yang kau katakan.” Tegas PM Km
Aku terganggu oleh sikap Menteri Ritus. Aku sangat khawatir kalau Putri Mahkota berasal dari keluarga itu, Tapi sekarang kita hanya perlu mengganti penghuni istanaTimur.” Kata  Ui Gyo
Tidak perlu terburu-buru dengan Putri Mahkota.” Ucap PM Kim, Geun Gyo mendukungnya. 

Kasim Sung membawa bayi yang dilahirkan Ratu Kim dengan gerobak, lalu bertemu dengan seseorang yang sudah menunggunya. Si pria terlihat sudah mengerti perintahnya, saat akan membawanya kasim Sung memastikan kalau tak ada orang yang melihat mereka.
Tapi saat itu juga suara tangis si bayi terdengar, Kasim Sung langsung menurutu gerobraknya dan mendorongnya dengan wajah panik. Dibelakang mereka terlihat Yoon Sung ternyata sudah mengikutinya dan mengetahui kalau Ratu Kim berusaha menukar bayi yang dilahirkan dengan Bayi laki-laki milik si dayang. 

Putri Myung Eun mengintip dari balik dinding melihat Tuan Jung yang berjalan ke arahnya, lalu dengan dadanya berdebar-debar berusaha terlihat tenanga berjalan berpura-pura tak melihatnya. Tuan Jung yang melihatnya langsun memanggilnya. Putri Myung Eun berpura-pura acuh dengan baru menyadari kalau Tuan Jung ada didepanya
Yang Mulia. Bagaimana keadaanmu?” tanya Tuan Jung ramah, Putri Myung Eun mengatakan baik-baik saja.
Aku akan jalan-jalan... apa kau mau bergabung denganku?” ucap Putri Myung Eun dengan nada ketus lalu berjalan pergi, wajahnya tersenyum karena bisa menemukan pria yang menyukainya selama ini. Tuan Jung pun mengikutinya dengan wajah bahagia. 

Keduanya akhirnya duduk didekat danau, Putri Myung Eun mengaku sangat menyukai sifat Tuan Jung yang sangat peduli, jadi membuatnya merasa bebas di dalam dirinya. Tuan Jung menatap Putri Myung Eun sedang berbicara  dengan senyuman tapi ketika sang putri menatapnya berpura-pura menatap kearah lain.
Jadi kenapa kita tidak mencoba sedikit tidak formal dan santai saja... saat kita sedang sendirian?” ucap Putri Myung Eun memanggil nama Tuan Jung dengan nama Duk Ho. Tuan Jung kaget mendengarnya.
Aku tidak bisa melakukan itu, Yang Mulia.” Ucap Tuan Jung, Putri Myung Eun kaget bertanya memangnya kenapa.
Aku bahkan tidak... tahu namamu.” Kata Tuan Jung, Putri Myung Eun tersenyum lalu memberitahukan namanya dengan wajah malu-malu.

Tuan Jung pun memanggil nama Myung Eun lalu tanganya berpindah ke belakang dan langsung menarik badan Putri Myung Eun lebih dekat, Keduanya terlihat sangat gugup dengan saling menatap, Putri Myung Eun akhirnya menutup matanya, Tuan Jung pun tersenyum dan mulai memajukan bibirnya,saat itu Putri Myung Eun membuka matanya dan langsung menampar wajah Tuan Jung.
“Dasar Kau Ceroboh. Bukankah itu terlalu cepat?” ucap Putri Myung Eun
A-a-aku minta maaf, Myung Eun-nim tapi, itu benar-benar menyakitkan.” Kata Tuan Jung merengek memegang pipinya, Putri Myung Eun terlihat serba salah. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


2 komentar: