Jumat, 21 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Detektif Nam dan temanya duduk bersama dengan teman dan ketuanya, menurutanya mereka harus memberikan penghargaan pada Louis. Ketua Tim pikir Ini bukan laporan langsung tentang tersangkanya. Detektif Nam merasa tetap saja Louis itu memberi bantuan.
“Kita bisa menangkap tersangkanya lebih cepat karena dia memberitahu tentang jejak kaki itu.” kata Detektif Nam
Dia benar. Jika kita tidak mencari di seluruh toko sepatu untuk bersepeda, maka  kita tidak mungkin bisa menangkapnya.” Ucap teman Detektif Nam, Si Ketua terlihat kesal ingin memukulnya, tapi dengan wajah bercanda.
Kalau begitu kita tidak bisa  memberikan 100 persen hadiahnya. Dan Cari tahu apa kita bisa memberikan sebagian dari hadiahnya. Ketika penyelidikannya sudah selesai, maka lepaskan garis polisinya.” Ucap Ketua Tim, Detektif Nam mengerti dengan mengangkat tanganya menghormat.
Si rumah sakit anak buah Tuan Baek masih dalam ruang ICU, Ketua Tim bertanya  Apa korban di rumah sakitnya masih belum sadar. Detektif Nam mengatakan belum dan  berpikir kemungkinan seorang perampok jadi ingin melanjutkan investigasinya. Ketua Tim pikir memang harus dilakukan. 

Pelayan Kim masuk ke rumah sakit mengejar perawat yang menuliskan komentar, Si perawat yang tak  mau diusik  mengatakan meninggalkan komentar itu tidak sengaja dan merasa salah melihatnya jadi sengaja menghapus komentarnya. Pelayan Kim tak menyerah meminta si perawat melihat foto Louis kembali. Si perawat tak ingin melihatnya dan bergegas pergi karena sibuk.
Kedua pelayan pun pergi ke bagian stasiun TV, pelayan kaget kalau mereka tidak akan menerima laporan lagi dan tiba-tiba. PD memberitahu kaalu sudah mendapatkan telpon dari walinya dan bilang anaknya memiliki cacat mental, jadi tidak ingin anaknya muncul di program TV dan bisa mengerti keputusan orang tuanya bahkasn merak sudah menghapus semua foto dan videonya.
Pelayan Kim yakin kalau Louis adalah pria yang dikenalnya, Pelayan Heo mencoba menghentikan karena ternyata pria itu memiliki orang tua dan hanya seseorang yang mirip dengan Louis menurutnya mana mungkin orang yang sudah mati bisa hidup lagi. Pelayan Kim meminta agar memberikan nomor kontak yang mengaku walinya, PD menolaknya dan bergegas pergi. 

Pelayan Heo melapor pada Tuan Baek dengan ponselnya memberitahu  mereka baru datang ke rumah sakit dan stasiun TV dan ternyata Pria itu bukan Tn Louie. Tuan Baek bisa bernafas lega karena tak ada yang tahu kebenaran tentang Louis.
Kau bicara dengan siapa?” ucap Pelayan Kim melihat Pelayan Heo berbicara di telp. Pelayan Heo panik langsung menutup ponselnya. 

Tuan Baek menelp istrinya, Nyonya Hong mengangkat dengan nada sinis karena sebelumnya suaminya tak ingin melihatnya dan bertanya apa yang membuatnya berubah pikiran.
Bagaimana keadaan Ibu?” tanya Tuan Baek, Nyonya Hong mengatakan  sedang tidur sekarang dan bertanya kenapa menanyakan
Bawa dia ke Seoul.” Perintah Tuan Baek
Apa... apa ini karena kau sudah menemukan Louis?” kata Nyonya Hong penasaran. Tuan Baek mengataka bukan seperti itu.
Jangan mengatakan hal-hal bodoh pada Ibu jadi Bawa saja dia kesini. Aku tidak akan memaafkanmu jika kau mengatakan hal bodoh lagi.” Tegas Tuan Baek 

Pelayan Kim penasaran bertanya  Siapa orang yang terus-terusan pelayan Heo hubungi. Pelayan Heo mengaku kalau itu hanya temannya. Pelayan Kim melihat bibir Pelayan Heo yang sedikit naik tahu kalau Pelayan Heo berbohong.
Aku akan bertanya lagi. Apa kau melaporkan sesuatu pada seseorang?” tanya Pelayan Kim
Kenapa kau peduli dengan siapa aku bicara? Dan Kenapa kau terus-terusan  memerintahku? Aku tidak percaya ini.” kata Pelayan Heo marah dan berjalan pergi.
Kenapa dia berbohong padaku?” gumam Pelayan Kim lalu berpikir kalau Pelayan Heo bicara pada kekasihnya wajahnya terlihat cemburu tapi menyadarkan diri dan berlari mengejar pelayan Heo 

Semua baru saja makan di restoran pasta, Hye Joo mengaku  sangat senang ketika memakan pasta tapi sekarang sedih karena harus bekerja lembur. Kyung Kook melihat bangku Ma Ri yang kosong bertanyaNn Baek bekerja di luar kantor hari ini karena belum melihatnya lalu berpikir Ma Ri  tidak sedang menghindari Louis.
Kau membuatku gila, Tn Lee. Kenapa kau selalu mengatakan hal-hal gila? Kau melakukan ini setiap saat.  Dasar Menyebalkan.” Keluh Mi Young, Kyung  Kook bertanya apakah Bok Sil dan Louis sudah pulang.
Mi Young dan Hye Joo melihat kertas yang ada diatas meja, “Dua bintang untuk Park Hye Joo. Kau terlalu banyak bicara. Kau sangat berisik. Dari Louie.Hye Joo membacanya hanya bisa menghela nafas. Mi Young merasa Louis membuatnya tertawa, Do Jin bertanya berapa banyak bintang yang diterima Mi Young.
Satu bintang untuk Kwon Mi Young. Kau merendahkanku. Dari Louie. Do Jin dengan banga memperlihatkan kalau ia mendapatkan 3 bintang. Tiga bintang untuk Byun Do Jin. Aku hanya menyukai gaya pakaianmu. Dari Louie.Kyung Kook pun dengan bangga memperlihatkan kalau mendapatkan 5 bintang, Lima bintang untuk Lee Kyung Kook. Kau baik hati Terima kasih untuk kopinya. Dari Louie.” 

Mi Young mengeluh pada Kyung Kook yang membesar-besarkan ini, karen Louis seorang pekerja part-time. Hye Joo setuju bahkan  Pengejaannya semuanya salah dan beraninya menilai mereka semuanya.
Dia ingin kita memasang produk yang ditempeli post-it olehnya. Dia bilang kalau mereka memiliki kualitas yang cukup kompetitif.” Ucap Do Jin membaca pesan yang tertempel di pohon buatan.
Dia pikir dia siapa bisa mengevaluasi hasil produk? Dasar Lucu sekali.” Ejek Mi Young
Semua tiba-tiba  terdiam melihat diatas meja sudah tersusun rapi barang dengan post it yang tertempel dengan evaluasi barang yang lengkap. Do Jin merasa Louismungkin sebenarnya ahli dalam bidang ini dan Ada sesuatu yang spesial tentangnya.
Joong Won datang bertanya keberadaan Loui dan Apa sudah menyelesaikan semua tugasnya. Kyung Kook menganguk kalau Louis sudah menyelesaikan semuanya. Joong Won pun kembali ke ruanganya, lalu wajahnya kesal melihat tulisan yang ditinggalkan Louis. Semua perkerja berusaha mengintip ingin tahu berapa bintang. Joong Won langsung berteriak menyuruh semuanya untuk kembali berkerja. 

Bok Sil bertemu dengan Ma Ri bertanya kenapa berbohong, Bok Sil binggung. Ma Ri menyindir apakah Tn Cha adalah tetangganya dan tak percaya Bok Sil bisa membodohinya  seperti itu dan bisa melihat bertingkah mencurigakan. Bok Sil meminta maaf karena harus berbohong.
Aku tidak mau membuat Tn Cha berada di posisi yang canggung.” Kata Bok Sil
Benarkah, jadi kenapa kau memulainya? Aku dengar kau pindah ke tempatnya dengan seorang pria. Kau tidak perlu menyembunyikannya dariku. Aku sudah tahu semuanya.” Kata Ma Ri
Bisakah kau merahasiakannya dari orang lain? Sebenarnya aku akan pindah hari ini.” ucap Bok Sil
Kau memang harus pindah, Berhenti merepotkan orang lain. Apa kau Mengerti?” kata Ma Ri dengan nada dingin, Bok Sil mengerti.
Aku sebenarnya mengajakmu bertemu  hari ini untuk membicarakan tentang hal lain.” Kata Ma Ri
Bok Si bertanya apakah ada sesuatu yang penting,  Ma Ri mengatakan akan memberitahu sesuatu, tapi meminta jangan terlalu kaget. Saat itu Louis datang memanggil Bok Sil, Ma Ri panik melihat Louis merasa mereka bisa bicara lagi nanti dan bergegas pergi dengan membawa nampan untuk menutupi wajahnya.

Louis binggung tiba-tiba wanita itu ingin pergi dengan menutup wajahnya dan sengaja menghadangnya, Ma Ri mencoba mencari jalan keluar tapi Louis tetap ada didepan pintu. Bok Sil binggung melihat tingkah Ma Ri yang terlihat menghindari Louis.
“Apa Kau butuh bantuan?” tanya Louis
Tidak! Jangan mendekatiku. Kalian berdua cepatlah pergi.” ucap Ma Ri
Suaramu terdengar tidak asing.” Kata Louis, Ma Ri makin panik dan bergegas keluar dari restoran, Louis memberitahu pelayan kalau Ma Ri membawa kabur nampan, Si pelayan pun mengejarnya. 

Si pelayan mengejar Ma Ri karena tidak bisa membawa nampannya. Louis bingung  kalau nampan itu  bukan barang yang mahal padahal, Si pelayan berteriak meminta agar Ma Ri berhenti dan memanggilnya pencuri, Ma Ri berhasil keluar restoran langsun memarahi si pelayan yang menuduhnya pencuri nampan.
Kau akan terkejut jika kau tahu siapa aku, jadi ambil saja ini dan pergi.” ucap Ma Ri kesal mengembalikan nampan. Si  pelayan pun membawa nampan kembali masuk dengan wajah kesal.
Kenapa aku terus-terusan bertemu Louie kemanapun aku pergi?” kata Ma Ri kebinggung dengan keadaanya sekarang. 

Pelayan Kim dan Pelayan Heo kembali ke rumah yang ada diseoul, pelayan Kim sangat minta maaf karena merasa sangat yakin kalau itu Tn Louie. Nyonya Choi mengaku kalau ia  baik-baik saja dan mengucapkan terima kasih pada mereka berdua karena sudah mencoba.
Maafkan aku, Ibu. Aku memembuat keributan dan terlalu membesar-besarkannya.” Kata Nyonya Hong sedih
Tidak, jangan khawatir. Terima kasih karena kau juga menjagaku. Lalu Dimana Seon Goo? Kenapa dia belum kesini juga Dan kenapa Ma Ri sangat lama tak datang?” kata Nyonya Choi
Mereka datang bersama sekarang.” Kata Nyonya Hong 

Ma Ri sudah ada dimobil bersama ayahnya, terlihat kesal karena  harus ke rumah Nenek. Tuan Baek memberitahu Nenek di Seoul sekarang jadi mera harus menemuinya dan beri salam padanya. Ma Ri panik apa sebenarnya yang terjadi karena Nyonya Choi datang ke Seoul.
Pembagian saham harus secepatnya diselesaikan. Kita akan bertemu pengacara Hwang, besok.” Ucap Tuan baek
Ayah, apa kita bisa meninggalkan Louis begitu saja?” kata Ma Ri khawatir
Sudah berapa kali aku mengatakan padamu? Aku akan mengurus semuanya. Berpura-puralah tidak tahu apapun di depan Nenek. Mengerti?” tegas Tuan Baek, Ma Ri mengangguk mengerti. 

Louis keluar dari kantor polisi dengan amplop ditanganya, Detektif Nam melihat Louis tersenyum sumringah bertanya apakh sesenang itu mendapatkan hadiah. Louis merasa pasti sangat senang karena  punya banyak uang dari berbagai sumber hari ini.
Belikan Bok Sil makanan yang enak dengan uang ini.” kata Detektif Nam
Aku akan menghabiskan semuanya bersamanya.” Ucap Louis bahagia. 

Bok Sil membawa semua barang-barangnya dari rumah Joong Won, Joong Won yang baru pulang bertanya mau kemana Bok Sil sekarang.  Bok Sil menceritakan Detektif Nam menghubunginya dan mengatakan kalau tersangkanya sudah tertangkap. Joong Won terlihat kecewa tapi berkomentar itu bagus.
Aku akan kembali ke rumahku. Terima kasih karena membiarkanku tinggal disini.” Kata Bok Sil
Kau bisa tetap tinggal disini jika rumahmu terasa tidak nyaman. Lagipula aku punya banyak kamar.” Ucap Joong Won, Bok Sil menolaknya merasa tak perlu

Dan juga, aku tidak akan pergi  ke cabang Shanghai. Aku harus menemukan adikku dan membantu Louie mendapatkan ingatannya kembali, jadi aku harus tetap di Seoul.” Tegas Bok Sil
Aku juga tidak akan... mengirimmu kesana. Kau masih perlu banyak belajar dan tidak bisa lepas dari program trainingku. Never, never, never.” Ucap JoonG Won, Bok Sil mengerti dengan memberikan senyumanya.
Jangan melakukan hal-hal yang bisa mengganggu fokusmu dalam bekerja. Mengerti?” tegas Joong Won, Bok Sil mengangguk mengerti. 


Bok Sil menaiki tangga dengan membawa semua barang, Louis datang dari arah belakang membawa semua barang dari tangan Bok Sil bertanya apakah datang sendirian. Bok Sil melihat Louis bertanya apakah badannya sudah tak sakit lagi.
Louis mengaku kalau badanya memang selalu sakit jadi meminta agar menempelkan plester pereda sakit nanti,  Bok Sil tersenyum mendengarnya lalu keduanya melihat didepan rumah sudah sangat Bersih dan berpikir ada orang yang membersihkanya. 

Bok Sil melihat Bibi Hwang sedang membersihkan lantai rumah, lalu mengambil kain pel karen tahu tetangganya itu pasti lelah dan Louis pikir bibi Hwang juga tidak harus membersihkan  rumah mereka. Bibi Hwang merasa sangat ahli dalam membereskan rumah jadi menyuruhnya untuk menunggu diluar saja.  
Aku hanya perlu membersihkan bagian ini. Tidak ada yang lebih baik... dari pulang ke rumah yang bersih.benarkan?” ucap Bibi Hwang, Louis dan Bok Sil berkaca-kaca mendengarnya.

Louis seperti anak kecil langsung merengek pada Bibi Hwang dengan berbaring diatas pahanya, Bibi Hwang tertawa melihatnya menyuruh Louis segera bangun. In Sung datang berteriak kalau itu ibunya dan ikut berbaring, Bibi Hwang heran melihat tingkah keduanya seperti anak kecil. Semua pun tertawa bahagia didalam rumah yang sempit. 


Joong Won seperti merasa sedih melihat rumahnya yang kosong, lalu menatap dua tanaman yang dibawa Bok Sil masih tertinggal dan layu, Pesan dari Louis masuk ke pnselnya “Aku harap kau menikmati makanannya.” Joong Won binggung makanan apa yang dimaksud.
Ternyata Louis memesan sekotak  ayam dan Cola untuk Joong Won dan mengirimkan pesan lagi “Sampai jumpa, Cha Joong On-ssi.” Joong Won mengumpat kesal pada Louis karena salah menuliskan namnaya. Cha Joong Won

Bibi Hwang melihat semua makanan yang ada bangku teras tak percaya Louis yang membayar semua ini. Louis merasa kalau makanan ini tak banyak. In Sung  berkomentara Louis benar-benar tahu caranya menghabiskan uang dan membuatnya semakin yakin kalau Louis berasal dari keluarga kaya. Semua pun makan bersama-sama dengan sangat lahap.
Bok Sil, beritahu aku jika masih ada yang kau inginkan. Aku akan membelikannya untukmu.” Kata Louis
Ini sudah lebih dari cukup dan Berhenti memesan makanan lagi.” Kata Bok Sil

Aigoo.. Anak yang tidak tahu apa-apa ini sudah mulai dewasa. Aku benar-benar tidak percaya ini.” komentar Bibi Hwang, Louis dengan bangga mengatakan kalau ia  adalan orang yang kompeten.
Aku tidak bisa di sebut pria yang tidak tahu apa-apa selamanya. Aku adalah Raja Belanja, Louie.” Kata Louis bangga
Hanya orang yang tidak kompeten yang  menyombongkan dirinya sendiri seperti itu.” ejek In Sung, Bok Sil menyuruh semua makan saja sebelum menjadi dingin.
Louis memperingatakan Jo In Sung, jangan makan terlalu banyak. In Sung membalas dengan memanggil Louis dengan panggilan  Song Joong Ki dengan nada mengejek. Louis berteriak kesal,  Bibi Hwang menasehati agar Louis tidak seharusnya membuang-buang uang dan  harus belajar menabung.


Joong Won melihat sekotak ayam goreng, dengan kesal kalau tak mungkin  makanan berminyak di tengah malam begini dan tak bisa berkata-kata lagi dengan yang dilakukan Louis padanya.
Tapi akhirnya Joong Won sudah hampir menghabiskan semua ayam goreng, dan menyesal karena seharusnya tak boleh memakanya sambil bertanya berapa kalori yang sudah dimakanya, lalu melihat sisa satu ayam lagi. Ia pun memutuskan untuk menghabiskanya karena akan berlari setelah ini.

Bok Sil dan Louis duduk di teras dengan memandang rumah mereka. Bok Sil tak percaya mereka akhirnya kemblia ke rumah. Louis pikir ini rumah adalah tempat yang terbaik untuknya.  Bok Sil pikir Louis menikmati tinggal di rumah Tn Cha. Louis menjelaskan kalau sangat senang beada dirumah mereka bersama Bok Sil.
Aku senang karena kau hanya akan memasak untukku mulai sekarang.” Ucap Louis, Bok Sil terlihat gugup mendengarnya.
Bok Sil.... Aku sudah memikirkannya sejak semalam... Melihat bagaimana Tn Baek memarahimu dan itu membuatku marah. Jadi Keluarlah dari pekerjaanmu dan Kita bisa membuat situs belanja online bersama. Untuk beberapa alasan, rasanya aku akan berhasil melakukan hal seperti itu.” kata Louis, Bok Sil terlihat binggung

“Apa  Kau tidak percaya padaku? Aku Raja Belanja, Louis” ucap Louis menyakinaan
Tentu saja aku percaya padamu dan Hanya aku yang percaya padamu. Tapi Aku masih harus belajar banyak, Tn Cha mengatakan itu padaku.” Kata Bok Sil
Terserahlah. Kau lebih memilih Tn Cha daripada aku.” Kata Louis kesal
Lagi-lagi kau menggerutu untuk alasan yang tidak jelas.” Ucap Bok Sil heran
Louis bertanya apa yang di inginkan Bok Sil sekarang, karena akan membuat semua yang diinginkan jadi kenyataan. Bok Sil mengatakan ingin melihat pantai. Louis tersenyum mengajak Bok Sil segera pergi. 


Bok Sil terlihat sangat bahagia saat melihat pantai, keduanya berlari ke pinggir pantai dan Louis membuat gulali untuk dimakan bersama. Sebuah lagu terdengar dari pengeras suara, Louis seperti merasa  terdengar tidak asing lagu itu dan bertanya apakah Bok Sil mengetahuinya. Bok Sil mengelengkan kepala.
Louis langsung menari mengikuti irama lagunya, lalu keduanya berjalan di bibir pantai dengan membuat jejak di pasir yang basah terkena ombak. Keduanya menari-nari di pantai mengikuti irama lagu dan bermain ombak, Louis masuk lebih dulu ke laut, Bok Sil yang ketakutan memilih mundur dengan memegang sepatunya.

Akhirnya Bok Sil ditarik Louis untuk ikut masuk ke laut,  keduanya sangat bahagia. Bok Sil panik karena sepatunya hilang, Louis mencoba mencarinya, Bok Sil melihat sepatunya yang hanyut meminta Louis mengambilkanya. Louis berhasil mengambilnya, Bok Sil memberitahu kalau itu sepatu dari Joong Won. Louis dengan kesal langsung melemparnya  kembali ke laut. Bok Sil binggung kenapa Louis malah membuangnya, Louis ingin Joong Won pergi. 

Keduanya akhirnya selesai bermain di pantai dan akan pergi, Louis heran kenapa Bok Sil malah diam saja, Bok Sil memperlihatkan kalau tak memiliki sepatu sekarang. Louis pikir Bok Sil tak perlu khawatir karena akan mengendongnya, lalu berjongkok. Bok Sil ingin menolak tapi Louis sudah menariknya agar naik ke pundaknya. 

Keduanya sudah berganti pakaian, Bok Sil mencoba sepatu berwarna hitam dan melihatnya itu sangat cantik. Louis dengan  bangga kalau sudah pasti cantik karena ia yang memilihnya. Bok Sil ingat dengan perkataan neneknya  kalau memberikan sepatu berarti memberikan hadiah perpisahan.
Louis kaget lalu menyuruh Bok Sil yang membayarnya,  Bok Sil mengatakan tidak punya uang dan tidak membawa dompet. Louis mengeluh Bok Sil harus mengatakan hal tidak menyenangkan seperti itu dan akhirnya membayar sepatu yang dibeli Bok Sil. 

Detektif Nam melihat toko buku yang selama ini tutup ada penghuninya, Nyonya Hong melihat Detektif Nam masuk seperti melihat malaikat datang dengan wajah terpana. Detektif Nam berjalan mendekat lalu memberitahu kalau dari kepolisian, wajah Nyonya Hong langsung berubah ketakutan.
Aku senang bisa bertemu dengan anda hari ini dan datang ke sini beberapa kali mencari anda.” Ucap detektif Nam
Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Nyonya Hong panik
Tidak, aku hanya punya beberapa  pertanyaan untuk anda. Apa anda punya... kotak musik yang dibuat untuk acara  ulang tahun ke-30 Pusat Perbelanjaan Gold?” kata Detektif Nam, Nyonya Hong mengangguk lalu menunjuk ke tempat menyimpanya. Detektif Nam melihat kotak musik Pinguin.
Kalau begitu apa anda pernah  mendengar nama Louie?” tanya Detektif Nam, Nyonya Hong terlihat kaget. 

Bok Sil berjalan di toko buku bekas merasa senan mencium wangi buku. Tapi Louis mengaku sangat lapar. Bok Sil heran merasa Louis melihat buku seperti makanan, Louis mengambil salah satu buku yang  berisi semua jejak sepanjang waktu.
Ia lalu membaca tulisan dengan huruf jepang  [BEGITU AKU KELUAR DARI TEROWONGAN PANJANG... DI PERBATASAN, AKU TIBA DI KORA SALJU. SEMUA HAL DI BAWAH KAKIKU MENJADI PUTIH SAAT TENGAH MALAM.]
Bok Sil melonggo binggung, begitu juga Louis. Akhirnya Louis mencari buku lainya berbahasa spanyol [AKU TIDAK TAHU HARUS MENGATAKAN APA. MULUTKU BAHKAN TIDAK BISA MENGATAKAN SATU NAMAPUN. DAN AKU MENJADI BUTA.]
Bok Sil tak percaya menyuruh Louis membaca buku lainya, Louis mengambil buku berbahasa prancis [AKU MEMBERESKAN BARANGKU DAN PERGI, DAN AKU TIDAK BISA LEBIH SENANG DARI ITU!] Bok Sil memuji Louis pasti sangat-sangat pintar. Louis pun juga tak percaya dan merasa kagum dengan dirinya sendiri.
Aku benar-benar keren. Tn Cha dan ahjumma harusnya ada  disini untuk menyaksikan ini. Sekarang Bok Sil, rekam video untukku.” Ucap Louis,  Bok Sil pun merekam saat Louis membaca buku bahasa jepang dan yang lainya.
“Hei. Aku sepintar ini. Jangan merendahkanku, mengerti?” kata Louis pada kamera, Bok Sil tersenyum melihat tingkah Louis.

Louis mencari buku yang lainya dan tiba-tiba terdiam, Bok Sil bertanya apa arti judul buku itu,  Louis menjawab artinya "Mencari Waktu Yang Hilang.". dan menurutnya seperti situasiku saat ini lalu berkata ingin  mendapatkan ingatannya kembali tapi hidupnya yang sekarang juga membuatnya sangat bahagia.
Hatiku dipenuhi kehangatan dan kebahagiaan.” Kata Louis
Wang Louie. Kalau begitu, apa kejadian yang paling berkesan... dalam kehidupan barumu sejauh ini?” tanya Bok Sil seperti wartawan menanyakan.

Louis mengingat saat menunggu dirumah sampai bosan karena Bok Sil tak juga pulang, lalu melambaikan tangan bahagia saat Bok Sil pulang kerumah. Ia juga menunggu di halte membawakan payung dan berlari mengejar Bok Sil yang pulang tanpa membawa payung, tatapan Bok Sil pun tak percaya melihat Louis yang membawakan payung untuknya.
Saat aku menghabiskan... waktuku untuk menunggumu seharian.” Kata Louis lalu mengambil ponsel dari tangan Bok Sil

Bagaimana denganmu, Bok Sil? Kapan saat-saat yang paling mengesankan untukmu?” tanya Louis. Bok Sil menjawab saat ini dengan senyuman yang lebar.
Louis terdiam mendengarnya lalu perlahan mendekati Bok Sil dan terlihat binggung, Bok Sil pikir Louis merasakan kesakitan. Louis semakin mendekat dan menciumnya, Bok Sil pun tak menolaknya. Louis mencium Bok Sil dengan memegang erat tanganya. 
bersambung ke episode 9

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

4 komentar: