Rabu, 26 Oktober 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 2 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Siapa yang mengatakan rumahku adalah rumahmu?  Sebenarnya kau siapa?” ucap Na Ri dengan nada tinggi.
Ayahmu.” Kata Nan Gil, Na Ri sangat yakin kalau memang ayahnya yang mengirimkan Nan Gil
“Aku tidak mengatakan bahwa aku ayahmu Hong Sung Kyu, tapi aku... Aku ayahmu.... Aku adalah Ayah tiri dari Hong Na Ri” ucap Nan Gil, Na Ri kaget mengetahui memilik ayah tiri bahkan terlihat lebih muda dari dirinya.
Jadi aku tidak akan hanya melihatmu kehilangan penglihatanmu, karena kekurangan gizi atau kurang tidur akibat stres. aku akan tetap peduli dan akan memberitahumu setelah hasilnya keluar.” Tegas Nan Gil
Apa yang dia bicarakan? Aku tidak bisa mengatakan apapun.” sindir Na Ri, Nan Gil mengeluh padahal ingin memberitahu sedikit demi sedikit. Na Ri ingin tahu berapa umur Nan Gil.
Aku baru saja mengatakan kalau aku adalah ayah tirimu. Bukankah itu sedikit tidak sopan?” keluh Nan Gi

Na Ri pikir seharusnya  Nan Gil seharusnya menyelidiki terlebih dulu karena ibunya sudah meninggal dan Bagaimana mungkin bisa memiliki ayah tiri kalau tidak memiliki seorang ibu dan kembali bertanya siapa sebenarnya Nan Gil itu. Nan Gil kembali mengatakan kalau ia adalah ayah dari Hong Na Ri dan seharusnya tidak seharusnya memanggilnya sebagai anak-anak.
Jung Im dan aku mendaftarkan pernikahan kami tahun lalu.” Ucap Nan Gil, Na Ri kaget Nan Gil memanggil ibunya dengan panggilan nama.  Na Ri mengumpat Nan Gil itu penipu dan seorang gigolo
Hey Menyebutku seperti itu... adalah penghinaan kepada ibumu. Pada hari aku bertemu denganmu di pohon itu... adalah peringatan satu tahun pernikahan kami.” Jelas Nan Gil
Kau bisa saja mendaftarkan sendiri pernikahanmu. Aku yakin ibuku yang tidak bersalah tidak tahu apa-apa.” Kata Na Ri yakin

Nan Gil pikir ibu Na Ri tahu karena mereka pergi bersama-sama.  Na Ri tak percaya kalau  ibunya pergi dengan anak-anak seperti Nan Gil lalu bersama-sama... Nan Gil melanjutkan kalau mereka pergi ke  Kantor wilayah. Na Ri pun bertanya kenapa Nan Gil tidak mengatakan apapun saat di pohon itu
“Coba.. kau Lihatlah bagaimana kau bereaksi sekarang. Aku tidak bisa mengatakan kalau aku adalah ayahmu saat itu. Aku sudah katakan kepadamu kalau kita akan bertemu lagi.” Kata Nan Gil
Kenapa kau tidak memberitahu aku tadi malam?” ucap Na Ri, Nan Gil pikir Na Ri sedang mabuk  dan tidak bisa berpikir jadi Bagaimana bisa mengatakan kalau ia adalah ayahnya
Berhenti mengatakan itu.!!” ucap Na Ri seperti tak bisa terima ayah tirinya itu lebih muda dari dirinya.
Kau penuh tekanan dan memiliki amarah di dalam dirimu. Kau tidak bisa mengendalikan emosimu. Kau menjadi stres dan tidak bisa tidur. Kalau seperti itu kau mendapatkan keriput dan menua.” Ucap Nan Gil

Na Ri pikir ia tak punya banyak keriput, lalu menujukan pada Nan Gil agar memastikanya, Nan Gil malah mengejek Na Ri yang bertanya padanya karena sudah pasti keriput karena sedang stres dan tidak bisa tidur. Na Ri akhirnya meminta agar Nan Gil memberikan sebuah foto sebagai bukti.  Nan Gil ingin pergi tapi Na Ri langsung menghadangnya.
Ayah tiri, kau harus menunjukkan bukti. Seperti foto.” Kata Na Ri, Nan Gil menghela nafas lalu mengeluarkan ponselnya.

Na Ri melihat foto ibunya dengan Nan Gil yang sedang foto saat memberikan surat nikah pada kantor wilayah, wajah ibunya terlihat tersenyum. Na Ri benar-benar tak percaya ternyata ibunya memang menikah dengan Nan Gil. Di belakang terlihat Duk Bong yang tersenyum licik bisa membuat kesempatan untuk mendapatkan lahan tanah yang akan dibelinya. 
Dokter melihat hasil CT Scan memberitahu Tidak ada yang luar biasa. Menurutnya Na Ri kehilangan penglihatan untuk sementara akibat stre dan sangat mudah merasa tertekan. Sementara Na Ri malah memikirkan tentang foto ibunya dengan Nan Gil yang saat mendaftarkan penikahan lalu menepuk dadanya yang terasa sesak

Saat sebenarnya tidak ada yang salah, banyak pertanyaan diagnosis, tapi...” ucap Dokter dan langsung di sela oleh Na Ri
Apa kau sudah menikah?” tanya Na Ri, Dokter binggung dan mengangguk kepalanya.
Bagaimana kau mendaftarkan pernikahanmu? Apa kau pergi ke kantor wilayah? Apa kedua orang yang pergi? Apa kau tidak perlu saksi?” kata Na Ri merasa semuanyaitu tak percaya

Nan Gil mengambil nomor urut, Duk Bong datang menyinggung kalau  Seseorang benar-benar perlu membantu orang lain dan ia sudah membantu tetangga,jadi berkah datang dari dirinya. Ia pun mengajak agar Nan Gil bisa melihat kontraknya. Nan Gil tak memperdulikanya dengan berjalan ke ruang tunggu.
Untuk apa kontrak itu?” tanya Nan Gil dingin
Menjual tanahmu untuk setengah harga yang sudah kami tawarkan. Aku akan membelinya sekarang jadi Tandatangani.” Ucap Duk Bong, Nan Gil hanya diam saja.
Kau seharusnya menjualnya lebih cepat. Kalau Hong Na Ri masuk ke pengadilan, maka kau tidak bisa yakin. Jadi terima saja harga ini... dan jual.” Ucap Duk Bong dengan sedikit mengancam, Nan Gil bertanya pergi ke pengadilan untuk masalah apa.
Untuk membatalkan pernikahan dan merebut kembali warisannya... Penipuan... apa aku harus melakukannya?” kata Duk Bong


“Apa  Kau ingin menandatangani kontrak dengan seseorang yang kau pikir adalah penipu?” sindir Nan Gil
Duk Bong berkomentar kalau Nan Gil yang tidak menipunya,  Nan Gil menegaskan kalau secara hukum, tanah itu miliknya bahkan  jika Duk Bong memberik 10 kali lipat dari tawaran pertamanya maka tidak akan menjualnya.
Kau pasti terobsesi dengan uang... Sadarlah. Pada akhirnya kami akan mendapatkannya. Aku tidak tahu bagaimana kau bisa menipu seorang wanita yang 30 tahun lebih tua.” Sindir Duk Bong 

Tiba-tiba Nan Gil dan Na Ri berteriak bersama  Jaga mulutmu!” Duk Bong kaget melihat Na Ri yang sudah ada dibelakangnya. Na Ri menegaskan kalau  Itu tidak sopan kepada mendiang ibunya mengatakan itu dan menyuruh agar meminta maaf. Nan Gil tersenyum karena Duk Bong kena batunya sekarang.
Aku tidak tahu kau sedang mendengarkan. Maafkan aku...” ucap Duk Bong terlihat seperti tak menyesalinya. 
Apa salahan kalau aku mendengar? Permintaan maaf yang tidak tulus dan palsu macam apa itu?!!” teriak Na Ri, Akhirnya Duk Bong membungkuk meminta maaf pada ibu Na Ri
Bagaimana hasil tesnya?” tanya Nan Gil dengan ramah, Na Ri pun menjawab kalau tak ada yang salah.
Akhirnya Duk Bong keluar rumah sakit binggung kenapa Na Ri marah kepadanya bukannya kepada si penipu bahkan membiarkan kehilangan rumah, tanah dan segala sesuatunya.
Na Ri dan Nan Gil duduk bersama di ruang tunggu dengan berjauhan, perawat datang memanggil nama Hong Na Ri, Nan Gil pun berjalan ke meja receptionist sebagai walinya, Na Ri menatap sinis saat melihat Nan Gil lalu ia pun berubah menjadi seorang wanita yang dikuncir rambutnya dengan baju traning.
“Kau bilang Ayah? Kau seharusnya membuat penipuanmu lebih bisa dipercaya. Jangan hidup seperti itu. Kau menghina ibuku dan aku, dasar kau penipu!! Aku tidak akan membiarkanmu mengambil rumahku. Aku akan melindunginya! Kau seharsunya tidak ada di rumahku, tapi di balik jeruji. Ayo kita pergi ke polisi. ” teriak Na Ri lalu mendorong Nan Gil sampai terjatuh. 

Nan Gil ingin marah tapi saat itu juga Na Ri berubah seperti seorang guru dengan kacamatanya.
Ibuku berkata kalau dia ingin memberitahu sesuatu kepadaku. Apa itu sesuatu tentang kalau dia menikah? Apa kau benar-benar berharap aku percaya padamu? Apa kau mengharapkan aku untuk memperlakukanmu seperti ayah tiriku?” ucap Na Ri dengan pakaian gurunya.
Tidak! Aku tahu ibuku... Aku tidak akan pernah kehilangan rumah ini. Kita orang asing! Keluar dari rumahku!” teriak Na Ri dengan pakaian baju trainingnya.
Na Ri tersadar saat ada seseorang didepanya, Nan Gil dengan sinis memperlihatkan hasil  yang sudah keluar dan menyuruh mereka segera keluar. Tiba-tiba ponsel Na Ri berdering dan terlihat tulisan “Ibu” lalu bergegas keluar dari rumah sakit. 

Na Ri mengangkat telp dari ibu mertuanya. Ibu Dong Jin bertanya Apa undangannya sudah dicetak, karena merasa Dong Jin pasti sibuk jadi tidak mengangkat teleponnya dan seharusnya Na Ri memberitahu mereka. Na Ri mencoba tenang akan memberitahu Dong Jin untuk meneleponnya, Ibu mertuanya tak bisa banyak bicara. Na Ri mengerti karena Ibu Dong Jin  pasti sedang dalam penerbangan dan akan bicara nanti lagi.
Tiba-tiba mobil Duk Bong lewat didepan Na Ri lalu menyuruhnya masuk karena mungkin terlihat baik-baik saja tapi sebenarnya baru saja dari UGD. Na Ri pikir Dong Buk bisa melihatnya sendiri kalau sekarang ia baik-baik saja dan menyuruhnya untuk pergi.
Shin Jung Im... adalah ibumu, kan?” kata Duk Bong, Na Ri kaget bertanya apakah Duk Bong mengenalnya. Duk Bong menyuruh Na Ri masuk lebih dulu ke dalam mobilnya.
Bagaimana kau bisa mengenal ibuku?” tanya Na Ri akhirnya masuk ke dalam mobil.
Aku ingin membeli restorannya.” Ucap Duk Bong. Na Ri berpikir Duk Bong ingin menjual pangsit juga.
Tidak.... Aku membutuhkan tanah itu.” kata Duk Bong, Na Ri yakin aklau ibunya menolak untuk menjualnya.
Duk Bong membenarkan,  Saat itu Nan Gil baru keluar melihat Na Ri yang ada di dalam mobil bersama dengan Duk Bong. Na Ri yakin ibunya menolaknya dan ia pun juga sama lalu melihat Nan Gil sudah keluar akan turun dari mobil. Duk Bong langsung meminta agar Na Ri menyadarkan dirinya. Nan Gil pun memilih untuk pergi meninggalkanya.

Ini bukan berarti bahwa kau tidak akan menjualnya tapi Kau tidak bisa. Tanah itu ada di bawah nama Ko Nan Gil. Si brengsek itu benar-benar penipu dan gigolo. Aku tidak bermaksud untuk menghinamu, tapi kau harus menilai situasinya.”ucap Duk Bong mencoba menghasut Na Ri
Jadi Bagaimana bisa? Itu tidak masuk akal Aku belum pernah melihat dia sebelumnya. Bagaimana bisa dia....” kata Na Ri binggung
Dia menjadikan semuanya ke dalam kepemilikan bersama. Bukankah itu aneh? Dia mendaftarkan pernikahan tanpa memberitahu anaknya. Dia mengubah wasiatnya. Lalu ada kecelakaan mobil.” Cerita Duk Bong menyakinkan. 


Na Ri akhirnya naik mobil Duk Bong sementara Nan Gil berjalan kaki dan pergi ke toko obat lebih dulu. Mobil Duk Bong berhenti di lampu merah, saat itu juga Na Ri buru-buru turun dan pergi ke tempat Nan Gil membeli obat. Duk Bong binggung tiba-tiba Na Ri turun dan bunyi klakson meminta agar segera mengemudikan mobilnya.
Berpikir sebelum berbicara... Kita berpikir logis.... Jangan marah.” Ucap Na Ri menenangkan dirinya sendiri.
Nan Gil akhirnya keluar dari apotek lalu berjalan pulang saat itu banyak tetangga para Ahjumma menyapanya dengan ramah, Na Ri terus mengikutinya dengan mengendap-ngendap. Nan Gil merasakan ada orang yang mengikutinya lalu melihat Na Ri yang bersembunyi dibalik tiang listrik. Lalu berteriak mengajaknya makan, Na Ri hanya bisa mendengus kesal karena ketahuan.


Nan Gil mengajak Na Ri pada sebuah restoran  tapi Na Ri hanya diam saja.,  Nan Gil pun menyuruh mereka masuk, si pemilik memberitahu akan menempatkan keduanya di ruangan yang tenang dengan pemandangan yang bagus karena Pemandangan akan membantu mengakhiri pertengkaran pasangan.
“Tidak, kami ayah dan...” ucap Nan Gil langsung disela oleh Na Ri, Na Ri membenarkan dengan Terima kasih untuk ruangan yang tenang. Si bibi pun mempersilahkan mereka masuk. 

Keduanya pun duduk di dalam ruangan yang tenang, Na Ri menegaskan  Entah orang-orang berpikir merela pasangan atau saudara, lebih baik biarka saja dan  Jangan pernah mengatakan mereka ayah dan anak lagi. Nan Gil pikir itu yang menjadi sumber stres. Karena khawatir tentang apa yang orang lain akan pikirkan.
Kenapa kau peduli apa yang mereka pikirkan? Kita bukan pasangan. Kita bukan teman. Kita juga bukan saudara...Berbohong karena orang lain...” ucap Nan Gil. Na Ri penasaran berapa umur Nan Gil sekarang.
Kau memiliki banyak amarah. Kau pasti stres. Bagaimana kau bisa merasa begitu tertekan sampai kau tidak bisa melihat?” ucap Nan Gil mencoba mengalihkan pembicaraan
Kau menghindari pertanyaan. Apa kau lebih muda dari aku?” sindir Na Ri
Kita tidak perlu membahas umur dalam hubungan kita.” Ucap Nan Gil mulai mengambil sayuran dan dimasukan pada mangkuk nasi.

Na Ri mengajak mereka bicara secara formal karena situasinya tidak jelas. Nan Gil menyuruh Na Ri Makanlah, minum obat jadi lebih kuat dan pergi ke Seoul dan meminta agar pergi ke rumah sakit besar saat berada di sana, serta Makan dengan baik dan tidur dengan baikJangan terlalu stress, lalu memberikan mangkuk yang sudah diberi sayur pada Na Ri.
Kau ingin aku menghilang dari pandanganmu karena... kau merasa bersalah. Apa begitu? Tidak mungkin.... Aku akan makan, minum obatku dan menjadi lebih kuat... Dan kemudian kita harus bicara.” Ucap Na Ri mulai makan dengan suapan besar, Nan Gil menyuruh agar makan secara perlahan dan mengunyah dengan benar.
Kalau kau terus bersikap seperti seorang ayah, maka aku akan marah.” Tegas Na Ri,
“Aku tidak bisa mengatakan Na Ri adalah putriku. Dia tidak akan mengatakan aku adalah ayahnya.” Ejek Nan Gil, Na Ri pikir semua yang dikatakan itu hanya candaan saja.
Pernahkah kau berpikir tentang bagaimana perasaanku?”ucap Na Ri kesal
Apa kau sedang bingung karena ibumu...menikah tanpa memberitahumu?” tanya Nan Gil
Na Gil kaget bertanya apakah mereka mengadakan sebuah upacara. Nan Gil pikir Na Ri sedang bingung karena ada orang asing yang... tinggal di rumah yang dipikir akan diwarisinya. Nan Gil terlihat benar-benar kaget. 

Dong Jin sedang menunggu dengan pakaian rapih, Yeo Joo datang dengan senyuman rubahnya memanggil manja “Oppa”. Dong Jin langsung terpesona berkomentar Yeo Joo kelihatan cantik. Yeo Joo pikir kalau harus terlihat cantik karena ini sudah cukup lama.
Apa kau terkejut karena aku ingin bertemu?” tanya Yeo Joo
Tidak.... Seharusnya aku yang menghubungimu terlebih dulu... Maafkan aku.” Kata Dong Jin
Jangan mengatakan hal-hal seperti itu. Aku meminta untuk bertemu saat makan siang agar bisa menjadikannya singkat. Aku tidak berpikir kita berakhir dengan benar. Dan aku bertanya-tanya tentang status... dengan Na Ri.” Ucap Yeo Joo
“Ah.. yah..  Na Ri masuk UGD jadi Aku harus pergi.” ucap Dong Jin
Yeo Joo berpura-pura kaget dan panik bertanya kenapa bisa masuk UGD, lalu menyuruh Dong Jin harus pergi. Dong Jin mengerti dan akan mengantarnya pulang. Yeo Joo menolak tapi Dong Jin tetap ingin mengantarnya dan bergegas mengambil mobil. Yeo Joo menghapus lipstiknya sambil mengumpat kesal kalau Na Ri  bermain kotor.

Na Ri pikir mana mungkin semua ini tidak mengejutkan, tapi bisa mengerti bahwa ibunya  menikah dengan seorang pria muda dan memberinya semua yang miliki. Bahkan kalau ibunya  masih hidup, bisa memahami itu semua, tapi menurutnya itu terlalu aneh dan tidak bisa menerimanya.
Kalau dia masih hidup... Yah benar...  Aku mengatakan itu beberapa kali dalam sehari...bahkan Setiap harinya.... Aku tahu betul bahwa ada mobil... yang dikendarai secara sembarangan. Kenapa dia harus berada di sana?” ucap Nan Gil sedih
Ibuku mengatakan kalau dia ingin mengatakan sesuatu secara pribadi. Aku terus membuat alasan bahwa aku sibuk... dan tidak pulang ke rumah. Apa ini yang ibuku... ingin katakan kepadaku?” kata Na Ri, Nan Gil pikir itu Mungkin.
Jawab dengan jujur ​​pertanyaan-pertanyaanku....” ucap Na Ri
Tidak Kalau aku harus berbohong, maka aku tidak akan menjawab.” Ucap Nan Gil
 Apa ibuku berbicara tentang aku?” tanya Na Ri. Nan Gil mengatakan tidak juga.

Na Ri ingin tahu Berapa lama Nan Gil bekerja di tempat pangsit. Nan Gil menjawab kalau itu sebelum  mendaftarkan pernikahan mereka. Na Ri kaget kalau Nan Gil itu kebetulan pergi ke toko pangsit lalu berkerja disana dan  bertemu ibuku  lalu menikahinya. Nan Gil pikir itu bukan kebetulan
Aku ditakdirkan untuk bertemu dengannya.” Ucap Nan Gil
Lalu kenapa aku tidak pernah melihatmu?” tanya Na Ri heran
Kau datang di malam hari atau saat restoran tutup. Dan saat kau datang, yang kau lakukan hanya tidur di kamarmu Terkadang aku menghindarimu.” Jelas Nan Gil
Kenapa kau menghindari aku? Apa kau masih menjumpai ibuku?” tanya Na Ri
Aku sering pergi selama waktu favoritnya.” Kata Nan Gil, Na Ri terdiam. 


Flash Back
Ibunya duduk di pinggir danau dengan Na Ri yang masih remaja, Nyonya Shim merasa paling suka waktu matahari terbenan karena  Rasanya canggung untuk memulai sesuatu dan pasti akan merasa canggung.
Kau tidak tahu kalau merasa lapar. Kau merasa seperti seseorang akan datang atau tidak.” Kata Ibu Na Ri
Sudah waktunya bagi penjual tahu untuk datang.” Ucap Na Ri tak suka berlama-lama di pinggir danau
Na Ri, kita turun nanti saja.” Ajak ibunya, lalu berteriak kalau ada ular. Na Ri menjerit panik. Ibunya tertawa bisa menjahili anaknya. Na Ri pun teringat saat pertama kali bertemu Na Gil juga menjahilai seperti ibunya dengan menunjuk ada ular. 

Na Ri bertanya apakah Nan Gil menikahinya karena kalian saling jatuh cinta. Nan Gil terdiam dan Na Rin pun mengatakan kalau waktunya menjawab sudah habis dan  memilih tidak menjawab daripada berbohong.
Aku menikahinya karena aku mencintainya.” Kata Nan Gil, Na Ri menghela nafas tak percaya. 

Dong Jin membawa mobil dan Yeo Joo pun masuk ke dalam. Yeo Joo berkomentar Na Ri yang tidak menunjukkan itu di tempat kerja, tapi pasti terasa  sulit dan ingin tahu keadaanya dengan wajah khawatir.  Dong Jin mengaku tidak mendengar dari Na Ri langsung, Yeo Joo penasaran siapa  yang menelp Dong Jin
Aku tidak tahu siapa, tapi aku diberitahu dia meninggalkan UGD... dan baru saja pulang.” Ucap Dong Jin, Yeo Joo merasa senang karena pasti  tidak serius.
Oppa... Kalau aku memintamu untuk bersamaku sedikit lebih lama, apa kau bisa melakukannya untukku?” ucap Yeo Joo kembali mengoda dengan tatapan anak anjingnya. Dong Jin terlihat mulai tergoda dan tak bsia berbuat apa-apa.
“Kau goyah.. Dasar Bodoh.... Aku ingin mengatakan itu satu kali saja. Bersikaplah baik kepada Na Ri. Jangan menipu lagi.” Ucap Yeo Joo ingin keluar dari mobil. Dong Jin seperti serba salah.

Yang aku butuhkan adalah untuk melihat wajahmu dari waktu ke waktu. Apa Kita juga tidak bisa melakukan itu? Kita hanya harus memastikan bahwa kita tidak tertangkap.” Ucap Yeo Joo, Dong Jin pun membenarkannya.
Yah, itu... Tentu saja... Kita bisa berhati-hati… Itu benar, tapi... Aku akan merasa sangat buruk.” Ungkap Dong Jin
Yeo Joo pikir tak perlu membahasnya lagi karena  sudah tidak punya harga diri dan juga tidak ingin tersakiti lagi, lalu mengucapkan Terima kasih untuk semuanya dan selamat tinggal, keluar dari mobil. Dong Jin pun akhirnya keluar dari mobil memanggilnya. Yeo Joo tersenyum licik karena perangkatnya akhirnya dimakan juga oleh Dong Jin. 


Na Ri bertanya Apa yang dilakukan  Nan Gil dengan barang-barang Ibu karena akan merawat semuanya. Nan Gil pikir kalau itu sudah jadi tugasnya dan sebagai seorang ayah itu yang paling utama.  Na Ri berteriak meminta agar Nan Gil Berhenti mengatakan itu
Kau tidak akan mengakui aku adalah ayahmu.” Ejek Nan Gil lalu berjalan lebih dulu, Na Ri hanya bisa mengumpat kesal. Seseorang diam-diam mengambil foto Nan Gil dari seberang jalan, seorang wanita berkacamata dengan pakaian seragam sekolah. 

Di depan Hong Dumpling sudah banyak orang yang mengantri,  Na Ri bertanya Apa orang-orang ini berbaris untuk membeli pangsit. Nan Gil tersenyum membenarkan dengan senyumna bangga lalu masuk ke dalam restoran.
Lee Yong Kyu menyapa Nan Gil dengan panggilan Bos  bertanya Apa semuanya baik-baik saja. Nan Gil seperti tak mengubrisnya masuk ke dalam dapur. Na Ri masuk melihat ada banyak orang dalam restoran. Yong Kyu melihat Na Ri yang terlihat sudah baik-baik saja lalu mengenali Na Ri kalau itu adalah Putri dari bos.

Bos mengatakan putrinya dating dan menunggu setiap hari. Kau datang sangat terlambat dengan kejutan Tapi aku ucapkan terima kasih. Aku mendengar kalau kau pramugari. Aku tahu aku akan bertemu pramugari suatu hari nanti. Lalu apa kau dekat dengan pramugari junior?” tanya Yong Kyu.
Tidak.... Pramugari juniorku adalah musuhku.” Kata Na Ri kesal karena memikirka Yeo Joo sebagai juniornya.
Apa yang sedang kau lakukan? Siapkan kotaknya. Cepat Lakukan, Tanganku sakit.” Kata Yong Kyu memerintahkanya.
Nan Gil datang menyuruh Na Ri tak boleh melaukan dan melepar kotak dumpling pada Yong Kyu untuk mengerjakanya dan mendorong Na Ri agar pergi. Yong Kyung mengumpat kesal kalau Na Ri itu  Benar-benar putri dari ayahnya!


Na Ri duduk diayunan depan rumahnya, teringat kembali kata-kata Yong Kyu “Bos mengatakan putrinya dating dan menunggu setiap hari.” Lalu ucapan Duk Bong “Si brengsek itu benar-benar penipu dan gigolo.”  Na Ri memegang kepalanya yang terasa pusing lalu mengingat kembali saat melihat foto Nan Gil dengan ibunya.
Akhirnya Na Ri pun masuk kembali restoran melihat Nan Gil sibuk membuat kulit dumpling, lalu mengendap-ngendap masuk ke kamarnya. Ia memeriksa dan melihat semuanya,saat akan membuka lacin merasa yakin  Nan Gil  menyembunyikan banyak hal. Ia melihat ke arah lemari menyimpan selimut dan bantal, lalu gantungan baju.
Na Ri memeriksa bagian laci tempat menaruh celana dalam, saat itu Nan Gil masuk dan Na Ri terlihat kaget memegang celana dalam milik Nan Gil langsun melempar ke dalam lemari dan beralasan kalau tata letak ruangan sudah berubah. Nan Gil hanya melirik dingin.
Jadi ini adalah kamar tidur sekarang. Ini cukup besar” ucap Na Ri buru-buru  menutup lemari.
Ia pun berjalan tapi kakinya malah tersandung dan menjerit kesakitan, lalu jatuh dengan tangan menyentuh adonan yang ada didalam ruangan. Nan Gil terlihat kesal melihat Na Ri yang menyentuh adonan lalu menyuruhnya untuk keluar dari ruangan segera. Na Ri pun keluar dengan wajah kesal.
Yong Kyu dan dua pegawai lainya akan masuk melihat tangan Na Ri,  dengan wajah panik bertanya apakah Na Ri mengaduk adonan karena dianggap sebagai keluarga. Nan Gil keluar ruangan menyuruh pegawainya agar membuang adonan itu karena sudah tercemar. Na Ri merasa Nan Gil itu berlebihan dianggap sudah tercemar, Yong Kyu melihat Ada begitu banyak ketegangan di antara mereka.


Nan Gil mengikuti Na Ri yang sedan mencuci tangan meminta agar  Jangan masuk ke sana lagi. Na Ri kesal karena tanganya tak bisa bersih juga.  An Gil pun bertanya apa yang dicari dalam kamarnya dan apa yang akan membuatnya merasa lebih baik. Na Ri mengatakan mencari ponsel milik ibunya.
Sudah kukatakan untuk menyingkirkan semua barang-barangnya. Kau tidak mencari teleponnya. kau mungkin ingin bukti bahwa aku seorang penipu. Tapi kau tidak akan menemukan apapun karena aku bukan penipu.” Tegas Nan Gil
Orang-orang baik yang hidup secara biasa... tidak mengunci laci meja mereka seperti kau.” Kata Na Ri
Kenapa kau membawa sekop? Pamanmu tidak bisa dihubungi, dan kau berpikir rumahmu ditinggalkan. Kau tinggal di sini, jadi kau tahu seberapa cepat gulma tumbuh. Itu sebabnya kau membeli sekop. Kau mabuk, jadi membeli yang besar. Tapi itu tidak akan cukup. Sebuah rumah kosong akan runtuh dengan cepat. Dia tahu bahwa dia sudah ditinggalkan.” Kata Nan Gil.

Apa kau mengatakan aku meninggalkan rumah ini? Paman mengatakan dia akan menjaganya dan aku membutuhkan waktu.”balas Na Ri yakin
Nan Gil pun bertanya apa yang dilakukan Na Ri  saat musim berubah, menurutnya Na Ri harus menerima hal-hal tertentu bahkan kalau itu sulit. Dan walaupun Na Ri menemukan sesuatu padanya maka  itu tidak akan mengubah fakta bahwa adalah ayahnya dan rumah ini miliknya. Na Ri mengatakan kalau nama depan Nan Gil itu Ko sementara ia adalah Hong.
Berhenti mengatakan kau ayahku. Kita orang asing.” Tegas Na Ri
Kau cepat seperti yang aku inginkan. Kalau begitu kau bisa pergi.” tegas Nan Gil, Na Ri pikir kenapa ia yang harus pergi.

Kenapa orang asing harus hidup bersama?” ucap Nan Gi, tapi Na Ri merasa hanya dia satu-satu keluarga yang dimiliki ibunya. Nan Gil menegaskan buka tapi itu dirinya
Pangsit Hong adalah untuk Hong Na Ri.” Ucap Na Ri
Nan Gil mengatakan kalau ia yang menjalankan sekarang dan ia adalah ayah Na Ri dan Untuk lebih tepatnya, ia adalah ayah tirinya. Ia pun berjalan mendekat melihat Na Ri sudah lebih kuat sekarang menyuruhnya untuk membuat makan malam karena akan membawa tamu. Na Ri binggung, Nan Gil memberitahu memiliki semua yang dibutuhkan di dalam lemari es, jadi berharap untuk melihat keterampilan memasaknya. 

Sebuah robot raksasa di perlihatkan oleh perusahaan Duk Bong, semua anak-anak yang melihatnya terlihat sangat bahagia. Duk Bong melihat  ketua begitu baik dalam menghindari pajak dengan membuat Sebuah museum robot lalu menyindir kalau itu sesuatu yang romantis?
Kami masih belum menerima hibah di daerah tertentu. Masih terlalu cepat untuk memulai bisnis resort.”kata Kwon Soon Rye
Lakukan saja. Kita perlu menciptakan gelombang sehingga mereka akan memberikan izin untuk mencegah konglomerat dari kebangkrutan.” Kata Duk  Bong, Soon Rye melirik sinis.
Itu dia. Ini adalah tampilan yang dia berikan kepadaku. Rasanya seperti aku membuatnya muak. Kau tahu... orang macam apa aku, jadi aku mengerti. Tapi tidak mudah untuk berpikir seperti itu setelah bertemu diriku. Terutama wanita menjelang usia itu.” ucap Duk Bong
Dia harus tahu apa yang kau lihat belum semuanya.” Balas Soon Rye sinis
Duk Bong tahu kalau ia itu mengganggu dan seorang bajingan jadi itu Itu sebabnya menyembunyikannya dengan baik dan kadang-kdang membodohi diri sendiri menurutnya ada wanita yang unik,  Namanya Hong Na Ri. Dia putri dari pemilik Pangsit Hong. Soon Rye menatap tak percaya.
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar