Jumat, 07 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Ibu Ma Ri dan Ibu Joong Won saling berpapasan di mall, melihat baju mereka yang sama merasa kalau keduanya itu pengguna Fancy Styling Talk, akhirnya mereka pun memutuskan untuk duduk disebuah cafĂ©. Pelayan melihat baju mereka yang sama berkomentar kalau keduanya berdua pasti sangat dekat. Ibu Joong Won memberitahu  baru bertemu hari ini.
Bagaimana kau tahu tentang... Fancy Styling Talk?” tanya Ibu Ma Ri
Anakku yang merekomendasikannya. Dia sangat stylish.” Ucap Ibu Joong Won banga.
Suatu kebetulan kita bisa bertemu. Haruskah aku mengirimkan permintaan pertemanan padamu?” ucap Ibu Ma Ri, Ibu Joong Won memikirkanya. 

Malam hari dibusan
Akhirnya Tuan Baek, bersama anak dan Joong Won makan malam bersama Nyonya Baek. Joong Won terlihat sibuk dengan ponselnya mengirimkan pesan pada Bok Sil “Dimana kau?” Lalu Bok Sil menjawab “Aku sedang bersenang-senang setelah makan malam. Jangan khawatir.
Tuan Baek yang melihat Joong Won sibuk bertanya Apa ada urusan yang mendadak, Joong Won mengatakan tak ada.  Tuan Baek pikir Nynya Choi  juga belum bertemu dengan Joong Won sejak lama. Nyonya Choi pikir belum bertemu dengannya sejak pemakaman Louis, lalu berharpa Joong Won baik-baik saja. Joong Won pun mengucapkan terimakasih.
“Biar aku tuangkan minum untukmu.” Kata Tuan Baek, Joong Won tak bisa menolaknya. Tuan Baek menyuruh Joong Won hanya diam saja. 

Bukankah kau akan menginap disini malam ini?” ucap Tuan Baek, Joong Won membenarkan, Nyonya Choi menyuruh Joong Won untuk minum saja, Joong Won pun meminum arak yang dituangkan Tuan Baek dan wajahnya langsung memerah.
Ibu.... Sunny Land akan segera dibuka.” kata Tuan Baek
Bukankah ini sudah waktunya?Jika Louis ada disini, dia pasti akan sangat menyukai tempat itu. Aku tidak pernah mengatakan ini, tapi Sunny Land adalah idenya.”kata Nyonya Choi, Ma Ri terlihat kaget mendengarnya.
Nyonya Choi memanggil Joong Won untuk meminta pendapat, tapi Joong Won udah tak sadarkan diri setelah meminum arak. Nyonya Chio merasa Joong Won pasti tidak bisa minum banyak padahal menyuruh Joong Won untuk merahasiakan itu, tapi sekarang malah memberitahukannya pada keduanya lalu mengajak mereka makan sebelum ia semakin bicara yang aneh-aneh.


Pelayan Kim datang dengan kacamata hitamnya, Nyonya Choi bertanya ada apa menemuinya. Pelayan Kim memberitahu kalaus menemukan Raja Belanja, Louis di internet. Nyonya Choi kaget mengetahui kalau itu adalah ID Yang biasa dipakai oleh Ji Sung.
Apa yang orang itu tulis juga  terdengar seperti Tn Louie. Mungkinkah...” kata Pelayan Kim langsung dipotong oleh Tuan Baek
“Jadi Menurutmu Louie masih hidup? Ini Omong kosong. Kenapa kau membicarakan hal seperti itu? Ibu akan merasa semakin sedih.”kata Tuan Baek mencoba untuk segera menutupinya.
Aku hanya bicara tentang tanggung jawab” kata Pelayan Kim
Tim kami juga pernah membicarakan Raja Belanja, Louie. Dia adalah Orang meninggalkan review yang buruk pada produk kami. Kita akan membereskannya segera.” Kata Ma Ri mencoba untuk menenangkanya. Nyonya Choi merasa ada yang aneh dengan namanya, Tuan Baek mencoba mengalihkan kalau mereka harus segera makan karena sudah mulai dingin. 

Tuan Baek bertemu dengan Pelayan Heo di sebuah restoran memuji  sangat puas dengan pekerjaannya dengan mengabdikan 15 tahun hidupnya untuk Nyonya Choi dan menjadi tangan kanannya. Pelayan Heo merasa tersanjung mendengarnya.
Masalah terbesar kita adalah Tn Kim. Dan Kau juga melihatnya, kan? Dia membicarakan Louie padahal sudah mengetahui  kalau itu akan membuat Ibu marah. Selain itu Aku tidak suka orang sepertinya berada di dekat Ibu.” Kata Tuan Baek
Sebenarnya, aku juga tidak menyukainya.” Ucap Pelayan Heo, Tuan Baek pun mulai membicarakan rencananya dengan Pelayan Heo. 

Ma Ri sudah membawa Joong Won ke sebuah bar sambil mengeluh kenapa ayahnya itu harus membuatnya tak sadarkan diri karena mabuk. Terlihat ponsel miliki Joong Won bergetar, Ma Ri pun langsung mengangkatnya. Bok Sil seperti sedang berada dipasar.
Bukankah ini ponsel Tn Cha Joong Won?” ucap Bok Sil binggung karena yang mengangkat perempuan, Ma Ri memberitahu kalau ia yang mengangkat telp milki Joong Won.
Nn Baek. Apa Tn CHa pergi ke suatu tempat? Apa Dia sedang bekerja? Haruskah aku kesana?” tanya Bok Sil
Tidak. Kau tidak usah datang dan tidak akan membantu Jadi  Lebih baik kau pulang ke Seoul.” Kata Ma Ri lalu buru-buru menutup telpnya.

Ma Ri heran dengan Joong Won harus membawa Bok Sil sampai ke Busan, lalu mencoba membangunkan atasanya, tapi Joong Won yang tak tahan alkohol hanya diam saja. Ma Ri akhirnya membaringkan kepalanya diatas meja, pelayan bar mengeluh melihat keduanya malah tidur diatas meja bar. 


Ketiganya berjalan-jalan dipasar yang masih ramai, dengan memakan Hotteok. Lalu mencoba pemainana dan Bok Sil mendapataka sebuah gulali bentuk ikan yang besar, ketiganya melihat udang dalam akuarium yang besar-besar, Bok Sil melihat udang itu seperti harimau.
Setelah itu pergi ke pinggir pantai dan ketiganya pun berteriak bahagia, In Sun pun mengajak mereka untuk foto bersama karena jembatan itu sangat indah dimalam hari. Louis dan Bok Sil diminta untuk foto bersama, keduanya terlihat kaku dan berjauhan, Akhirnya Louis mendekat dan mereka berdua tersenyum bahagia. 

Ketiganya duduk di pinggir pantai, beberapa orang sengaja menyalakan kembang api. Bok Sil melihat Jembatannya sangat indah dan Menyala sepanjang malam. In Sung memberitahu kalau itu namanya Jembatan Gwangan. Louis pikir Bok Sil tak mengetahuinya. Bok Sil yang baru pertama kali baru tahu namanya.
Louis.... Apa kau pernah lihat laut sebelumnya?” tanya Bok Sil, Louis hanya terdiam  Bok Sil meminta maaf karena tidak ingat apapun.
Tentu saja aku pernah melihatnya. Pemandangan ini sebenarnya terlihat tidak asing.” Kata Louis
Bagaimana jika kau dulu tinggal disini?”ucap In Sung, Louis malah balik bertanya apakah menurut In Sung dulu ia pernah tinggal di Busan.
Lalu kenapa aku tidur di jalanan Seoul?” kata Louis dengan dialek busan, In Sung bisa mendengar cara bicara Louis merasa semakin menambah kecurigaannya.

Louis seperti baru menyadarinya, Bok Sil binggung apa yang sedang dilakukan keduanya. In Sung yakin Louis itu mungkin benar-benar tinggal diBusan, Bok Sil kaget. In Sung menyuruh Louis agar mengeluarkan buku catatanya dan menuliskanya. Louis menuliskan “Busan”. In Sung pikir Setidaknya mereka  mendapatkan sesuatu dengan datang ke Busan
Kalian berdua pernah melihat laut sebelumnya. Tapi Ini pertama kali untukku. Merasakan angin laut membuatku sangat senang. Anginnya juga berbau laut dan Rasanya juga asin.” Ucap Bok Sil bahagia
Haruskah kita tidur disini, Dengan begitu, kita bisa melihat laut.” Kata Louis, Bok Sil setuju. In Sung menolak karena tidak mau terkena stroke lalu pamit ingin pergi toilet dan meminta agar tetap menunggunya. 


Seorang anak berlari dengan dua orang tuanya yang mengejarnya meamnggil nama Ji Sung. Louis melihatnya dan tiba-tiba merasakan kepalanya sakit dan melihat gambar seperti dua orang tuanya yang mengejarnya di pinggir pantai lalu memegang dua tanganya.
Bok Sil melihat Louis yang memegang kepalanya lalu berjalan pergi, Louis berjalan dan terlintas ingatan saat sebuah mobil seperti melaju kencang lalu ia jatuh karena terbentur dan pukul. Dan juga  bermain dengan anjing  dengan panggilan Koboshi.
Tiba-tiba Louis terjatuh, dan merasa sangat ketakutan Bok Sil panik mencoba menyadarkanya. Louis berusaha untuk bangun, Bok Sil melihat wajah Louis yang penuh pasir lalu membersihkanya.

Louis menatap Bok Sil dengan wajah sedih. Bok Sil pun memeluknya sambil bertanya ada apa karena mengagetkanya. Louis memeluk erat Bok Sil seperti ketakutan, Bok Sil menepuk punggungnya untuk menenangkanya.
Malam gelap dan menyeramkanku... jadi lebih bersinar karena Bok Sil. Gumam Louis dan terlihat air matanya mengalir, Bok Sil ingin melepaskan pelukanya tapi Louis ingin tetap memeluknya, Bok Sil pun membiarkan Louis agar bisa tenang. 


Di kantor
Kyung Kook bertanya Kenapa Bok Sil ingin kami berkumpul sepagi ini. Min Young menyuruh Bok Sil cepat mengatakan karena mereka semua sibuk. Bk Sil mengatakan tidak bisa melakukan presentasiku waktu itu jadi akan melakukannya sekarang.
Malam pertamaku di Busan... benar-benar sangat indah. Seluruh kota dan lautnya bersinar terang dan itu sangat menyenangkan untukku. Jadi, aku punya ide untuk membuat paket tur berdasarkan pengalaman hebatku di kota.” Ucap Bok Sil memperlihatkan power point [Busan yang Indah, Tur Perjalanan Malam]
Paket tur ini akan dilakukan diatas kereta cepat dan menikmati pemandangan malam yang indah dari bis. Ini akan jadi perjalanan yang menyenangkan  dengan kekasih, teman, ataupun keluarga. Aku juga akan merekomendasikan bagi pelanggan yang ingin berjalan-jalan sendirian. Aku pikir pemandangan malam yang indah di laut... bisa menyenangkan orang yang sedang sedih.” Jelas Bok Sil dengan pengalamanya bersama Louis

Apa kau tidak memeriksa website kompetitor kita? Paket tur menyaksikan pemandangan malam sudah ada di Wimon.” Kata Ma Ri sinis, Bok Sil terlihat sedih.
“Yah... Nona Baek benar. Wimon mulai menawakan paket yang sama tahun lalu.” Ucap Joong Won, Ma Ri senang karena kembali dibela oleh Joong Won.
Tapi, pendekatan Bok Sil berbeda. Itu berdasarkan cerita pribadi dan sensibilitas. Dia berpikir bagaimana dia bisa menyampaikan informasi pada para pelanggan dan berpikir lebih jauh. Dia mempertimbangkan apa yang bisa menarik perhatian pada pelanggan serta dia merekomendasikan pemandangan laut malam... bagi orang lain untuk menghilangkan beban dan kehidupan yang membuat mereka stress.” Jelas Joong Won
Menurutku Bok Sil memikirkan semua faktor ini. Jadi Biarpun begitu, kita tetap harus mengakui dan memuji potensinya. Trend saat ini adalah tentang sensibilitas dan storrytelling. Dan Dia bisa membacanya.” Kata Joong Won lalu memuji Bok Sil

Semua pun terlihat senang kecuali Ma Ri, Bok Sil pun ikut senang.  Joong Won berbicara sebelum pergi kalau sudah memutuskan untuk memperpanjang kontrak Bok Sil dari satu bulan menjadi satu tahun. Bok Sil melonggo tak percaya mendengarnya, semua juga kaget dengan keputusan atasanya. 
Ma Ri mengejar Tuan Cha merasa tak percaya memperpanjang kontrak Bok Sil hanya karena ide yang sudah umum itu, menurtnya itu suatu keputusan yang gegabah. Joong Won melihat Bok Sil itu memiliki kemampuan untuk menciptakan cerita yang menarik. yang bisa menjual produk, walaupun hanya botol.
Aku yakin kau juga menyadarinya.” Ucap Joong Won lalu bergegas pergi, Ma Ri melonggo kaget merasa kalau Jooon Won tahu ide botol itu milik Bok Sil bukan dari dirinya. 

Hye Joo melihat Bok Sil itu pasti sangat senang padahl tidak tahu caranya menggunakan komputer ataupun internet, tapi kontraknya diperpanjang jadi setahun menurutnya itu tak masuk akal. Min Young melihat  yang dikatakan Tn Cha memang benar karena Sejujurnya, presentasinya sangat bagus.  Hye Joo merasa tak yakin tapi Min Young merasa sangat yakin.
Kalau dipikirkan, dia membersihkan ruangan kerja, mempersiapkan ruangan untuk rapat kita dan yang lainnya. Dia melakukan semua yang kita perintahkan padanya. Kalau tidak ada dia pasti hidup kita akan semakin sulit.” Kata Hye Joo
Itulah maksudku. Ini hal yang baik. Jadi terima saja dengan santai.” Kata Min Young, Keduanya pun terlihat bahagia.
“Tapi Apa ini artinya...Tn Cha mendukungnya sekarang?” pikir Min Young. 

Bok Sil menemui Joong Won mengucapkan terimakasih, karena bahkan tidak menyangka kalau  kontraknya akan diperpanjang. Joong Won berdalih kalau Bok Sil sendiri yang membuat itu terjadi, jadi jangan berterima kasih padanya.
Lakukan yang terbaik selama satu tahun ini jadi kau bisa jadi karyawan tetap tahun depan.” Kata Joong won, Bok Sil pun mengerti.
Aku suka bajumu hari ini.” komentar Joong Won, Bok Sil tersenyum lalu berjanji akan bekerja lebih keras mulai sekarang.

Bok Sil pulang ke rumah dengan senyuman bahagia memangil Louis dari bawah. Louis langsung berlari melihat Bok Sil langsung melambaikan tanganya. Bok Sil memberitahu kalau kontrak kerjanya diperpanjang. Bok Sil tak mendengarnya. Bok Sil kembali berteriak memberitahu  Kontraknya diperpanjang. Louis tak mendengarnya lalu berlari turun menemui Bok Sil.
Aku tidak akan dipecat. Mereka memperpanjang kontrakku.” Ucap Bok Sil bangga, Louis tak percaya memuji Bok Sil itu hebat
Keduanya saling berpelukan dan berputar merayakan kebahagian mereka, In Sung melihat keduanya memperingatakan kalau tak boleh berpelukan karena Perasaan keduanya harus tetap suci. Bok Sil memberitahu kalau kontrak kerjanya diperpanjang. In Sung ikut senang dan bertiga berputar-putar sambil berpelukan. 

Ketiga akhirnya makan daging bersama dengan minum bir,  In Sung merasa sangat bangga pada Bok Sil karena  bisa mendapatkan sesuatu yang tidak bisa didapatkan selama 10 tahun. Bok Sil pikir merasa hutang budi pada In Sung juga Louis jadi menyuruh mereka makan yang banyak.  In Sung juga menyuruh Bok Sil harus makan yang banyak.
Bok Sil menatap ke arah samping kursinya merasa sedih karena seperti mengharapkan adiknya ada disampingnya. Louis melihat Bok Sil sedi menanyakan, Bok Sil menutupinya mengatakan kalau tak ada apa-apa lalu memberitahu kalau seakrang punya kartu kredit.
“Wahh Bagus! Kita punya kartu kredit” ucap Louis senang mengambil kartu kredit dari tangan Bok Sil
Itu punya Bok Sil, bukan milikmu. Dan Kau Bok Sil...jaga itu baik-baik.” Ucap In Sung mengembalikan pada Bok Sil

“Hei... Kau masih belajar dialek Seoul, kan? Aku adalah guru yang sangat mahal. Jadi Aku membuat pengecualian bagimu dan melakukannya secara gratis. Sekarang Aku akan mengujimu, sekarang Pesan lagi dagingnya.” Kata In Sung
Permisi. Kami pesan tiga tambahan daging juga dua botol soda dan daun selada.” Ucap Bok Sil dengan dialek Seoulnya, In Sung pun memuji Bok Sil yang sudah bisa mengunakan dialek Seoul.
Ngomong-ngomong, kau harus mengubah rambutmu. Model itu terlihat kuno. Kau dapat kontrak penuh sekarang jadi harus terlihat seperti wanita karir.” Ucap In Sung, Louis juga merasaharus mengubah rambutnya, In Sung menyuruh Louis tak perlu ikut-ikutan. 


In Sung membawa keduanya ke sebuah salon dan meminta si bibi agar membuat rambut mereka lebih bagus. Si bibi menyapa Bok Sil lalu menanyakan namanya, Bok Sil pun menyebutkan namanya, In Sung memberitahu kalau bibi itu adalah orang yang ahli dalam menangani gaya rambut sesuai dengan nama.
Setelah itu si bibi bertanya siapa nama Louis, Louis pun menyebutkan namanya dengan jelas. In Sung mengatakan karena sudah membawa dua orang jadi bisa mendapatkan potong rambut gratis.

In sung mendapatkan potongan rambut baru dengan belahan dibagian tenga dan juga di luruskan, lalu bertanya apakah itu memang cocok dengan namanya. Si bibi melihat gaya rambut itu sama seperti namanya. In Sung memberitahu namanya itu Jo In Sung.
Louis pun selesai dengan gaya rambut baru, seperti di keriting bagian atasnya. Ia melihat itu rambut seperti raja Louis. Bok Sil dibuat kerinting terlihat seperti seekor anjing pudel. In Sung tertawa bahagia lalu keluar dari salon, Louis dan Bok Sil berteriak mengejarnya, tapi si bibi sudah meminta bayaran 100ribu Won.Bok Sil melonggo. 

Detektif menerima sekantung makanan diatas meja, lalu dikagetkan dengan rambut Bok Sil dan Louis yang aneh. Bok Sil memberitahu kalau membawakan es krim untuk semua detektif yang sedang berkerja, Detektif binggung bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
Goldline memperpanjang kontrakku.” Ucap Bok Sil, Detektif pun memujinya.
Tapi apa yang terjadi dengan rambut kalian?” kata Detektif, Louis heran bertanya apakah rambutnya aneh, Detektif mengatakan kalau memang sangat aneh. Bok Sil mengaku kalau harga rambutnya ini sangat mahal. 

Pelayan Kim sudah ada di pinggir pantai menerima telp dari seseorang memberitahu kalau sudah ada diluar, lalu meminta maaf kalau masih belum menemukannya. Saat itu seperti seseorang masuk ruangan dan mengambil sebuah palu dari rumah Bok Sil. 

Bibi Hwang melonggo melihat rambut anaknya saat pulang, bertanya Apa yang terjadi pada rambutnya dan berkomentar kalau  terlihat semakin jelek. In Sung seperti tak percaya, Bibi Hwang memuji walaupun begitu terlihat wajahnya jadi lebi muda. In Sung tersenyum bahagia.
“Apa Kau pergi bersama Louie lagi?” tanya Bibi Hwang, In Sung membenarkan
Jangan terlalu sering bersamanya. Kau punya pekerjaan sekarang. Kenapa kau terus bersama seorang pengangguran?” ucap Bibi Hwang
Aku hanya merasa kasihan padanya dan tidak ingin dia kesepian... Oh yah , Ibu. Perusahaan tempatku bekerja akan lebih stabil sekarang karena sudah mendapatkan klien besar.” Kata In Sung bangga karena melihat Bok Sil yang dikontrak satu tahun.
Baguslah. Aku senang mendengarnya. Tapi Ngomong-ngomong, kau tidak menceritakan tentang  dua kejadian itu pada Louis, kan?” kata Bibi Hwang
Astaga. Aku tidak seceroboh itu. Jika Louis tahu tentang itu, maka dia akan langsung kabur.” Kata In Sung
Bibi Hwang menujuk ke pintu kalau Louis datang, In Sung panik ternyata ibunya hanya mengerjainya saja. Bibi Hwang meminta anaknya untuk menjaga ucapanya dari sekarang. 

Bok Sil pergi ke kantor dengan rambut barunya, Ma Ri melihat dari lorong memanggilnya, wajahnya terkejut melihat Bok Sil dengan rambut keritingnya. Keduanya akhirnya bciara di tangga darurat. Ma Ri bertnya apakah Bok Sil mengubah gaya rambutnya karena kontrak kerjanya diperpanjang. Bok Sil membenarkan.
Kau benar-benar tidak punya selera fashion. Tapi Ngomong-ngomong, selamat karena kontrakmu sudah diperpanjang.” Ucap Ma Ri sinis, Bok Sil pun mengucapkan terimakasih.
Tapi kenapa kau membawaku kesini?” tanya Bok Sil heran
Bok Sil,aku pikir kau akan lebih bijaksana dari ini. Tentang Botol Goldline. Apa kau memberitahu Tn Cha kalau itu idemu?” ucap Ma Ri, Bok Sil mengaku  tidak melakukannya.

Lalu kau bilang botolnya yang memberitahunya? Jadi Kenapa dia bisa tahu apa yang terjadi?” kata Ma Ri
Aku tidak pernah memberitahu siapapun tentang botol itu kecuali kau.” Tegas Bok Sil
Ma Ri bertanya apakah Bok Sil pernah berduaan bersamanya di kantor. Bok Sil binggung, Ma Ri merasa Bok Sil itu pernah berduaan saja dan  memberikan petunjuk yang jelas, Bok Sil menegaskan kalau  tidak sama sekali karena Joong Won datang ke tempatnya beberapa hari yang lalu, jadi hanya minum teh bersamanya. Ma Ri kaget mengetahui kalau Joong Won mengunjungi di rumah Bok Sil. 

Joong Won masuk ke dalam kantor, semua pegawai menyapanya termasuk Bok Sil, Mata Joong Won melonggo binggung melihat rambut Bok Sil yang berbeda dari hari kemarin. Bok Sil dengan foto kopi merasa bangga dengan rambut barunya.
Diam-diam Ma Ri melihat dari jauh, terlihat senyuman Joong Won saat melihat Bok Sil. Mata Ma Ri melotot kesal tak percaya Joong Won memperhatikan Bok Sil sambil tersenyum sumringah. 

Louis pergi ke toko tas lalu membeli tas yang dinginkanya, si pegawai mengenal Louis melihat sekarang mengubah model rambutnya, Louis mengatakan kalau rambutnya ini terinspirasi dari Louie XIV lalu membayar dengan kartu kredit.
Apa kau mau membayar sepenuhnya atau akan mencicilnya?” tanya pegawai, Louis terlihat binggung menayakan maksudnya mencicil
Kau akan membayarnya bertahap setiap bulan. Jika kau memilih cicilan 12 bulan. setiap bulan kau hanya harus membayar 200ribu won.” Jelas sipegawai
Wow. Pembayaran seperti itu ada? Kalau begitu aku mau yang cicilan 24 bulan.” Ucap Louis yang selama ini hanya membayar cash, Si pegawai memberitahu kalau hanya ada sampai 12 bulan.  Louis pun meminta cicilan yang 12 bulan.

Louis memilih dua buah baju dengan kartunya, lalu dirumah meminta Bok Sil mencobanya. Tak lupa Louis membeli kacamata hitam kesukaannya, dengan meminta cicilan 12 bulan. Sepatu berpasangan dan juga alat pembersih lantai robot. Dirumah Louis menjelaskan  Benda ini akan membersihkan sendiri tanpa perlu lari kesana kemari. 
Akhirnya Louis memberikan sebuah tas untuk Bok Sil sebagia hadiah untuk merayakan perpanjangan kontraknya, memujinya kalau itu sangat sempurna merasa kalau tas itu sepertinya tercipta untuknya dan  menceritakan kalau tas itu sudah berbicara banyak.
Jadi berapa harganya?” tanya Bok Sil, Louis menyebut harganya 2,4 juta won, Bok Sil melonggo lalu duduk lemas mengumpat Louis iu sudah gila?
Tapi... Aku mencicilnya selama 12 bulan, jadi harganya 200ribu Won sebulan.” Kata Louis
Lalu bagaimana kau akan membayarnya? Mau kita membayarnya 100ribu won atau 1 juta Won sebulan, kita tetap harus membayarnya. Apa Kau pikir aku bisa membeli tas seharga 2.400 dolar sekarang? Cepat Kembalikan semua ini. Kau tidak boleh pulang sebelum mengembalikannya.” Kata Bok Sil marah 

Louis didepan rumah memanggil Bok Sil,  mengatakan tidak tahu cara mengembalikannya. Bok Sil berteriak kalau ia juga tidak tahu dan Louis harus mencaritahunya. Bok Sil dengan wajah sedih menaruh semua barang-barang kembali ke dalam kotaknya.
Lalu ia teringat kembali kata-kata Nyonya Choi “Kau mungkin tidak mengerti, tapi mungkin benda-benda itu adalah benda yang paling dibutuhkan temanmu. Setiap orang punya penilaian yang berbeda. Memperhatikan apa yang orang beli dan pola belanjanya bisa membuatmu belajar banyak tentangnya.
Dia membelikan semua ini untukku. Tapi Siapa yang akan membayar semua ini?” ucap Bok Sil sedih karena tetap ia juga yang harus membayarnya. 

Louis pergi ke toko yang dibelinya terlihat kebinggungan dan melihat ada pelanggan didepan kasir, dan memilih untuk bersembunyi. Lalu ia pun bersembunyi dan pegawai yang ada didepan kasir melihat Louis terlihat kebingungan didepan pintu.
Ketika Louis membalikan badanya dikagetkan dengan pegawai yang sudah ada didepanya. Si pegawai bertanya apakah ada yang bisa dibantunya. Louis dengan lau bertanya apakah ia bisa mengembalikan ini. Si pegawai terlihat kecewa ternyata Louis mengembalikan barang yang dibelinya kemarin. 

Tuan Baek bertemu lagi dengan anak buahnya memberitahu  Acara inagurasinya semakin dekat, dan Nyonya Choi juga akan mentransfer sahamnya padanya, jadi meminta agar mempercepat itu semua. Anak buahnya mengerti akan melakukannya secepat mungkin. Tuan Baek meminta agar anak buahnya agar tetap memperhatikan Joong Won juga. 

Bok Sil akhirnya  menghitung struk belanja yang berhasil dikembalikan Louis,  dan memujinya kalau itu Kerja bagus. Louis merengek kalau sangat menderita jadi meminta agar Bok Sil itu menepuk pundaknya, Bok Sil mendorong Louis agar menjauh.
Jika kau tidak menggunakan kartu kreditnya seperti itu, maka ini semua tidak akan terjadi. Jangan seperti itu lagi, oke?” kata Bok Sil memperingatkanya.
Aku hanya ingin membelikanmu hadiah saja” ucap Louis sedih, Bok Sil tahu. Louis binggung kenapa Bok Sil bisa mengetahuinya.
Ada seorang nenek yang memberitahuku. Aku tidak tahu siapa dia, tapi aku sangat berterima kasih padanya. Louis... Daripada hadiah, bisakah kau mengajakku ke bioskop? Aku tidak pernah ke bioskop sebelumnya.” Kata Bok Sil

Sepertinya aku juga belum pernah ke sana.” Ucap Louis bahagia. Bok Sil binggung kalau ia memang berasal dari gunung, lalu bertanya-tanya sebenarnya Louis berasal dari planet mana.
Louis bertanya haruskan ia memikirkanya, Bok Sil pikir tak perlu meminta Louis mendekat karena akan meluruskan rambutnya. Louis menceritakan  Orang-orang terus menertawakan rambutnya dan Bok Sil bisa membaca pikirannya. Bok Sil mengatakan kalau pikiran Louis adalah pikiranya juga. Louis juga akan meluruskan rambut Bok Sil. Bok Sil pun setuju. 

Bok Sil sudah ada dibioskop terlihat bahagia dengan rambutnya yangs uda lurus kembali, lalu menelp Louis menanyakan keberadaanya, karena filnya akan segera dimulai jadi meminta untuk cepat datang. Louis terlihat ada di sebuah toko bunga, mengoda Bok Sil yang sangat merindukanya sampai memintanya agar segera datang, lalu menyuruh Bok Sil menunggu sebentar lagi karena akan segera kesana.
Louis menunjuk sebuah bunga berwarna orange,  si pegawai merasa kalau bunga ini Sepertinya untuk kekasihnya. Louis mengataka kalau  Ini untuk wanita yang tinggal bersamanya. Si Pegawai terlihat kaget karena ternyata Louis  sudah menikah padahal kelihatan masih sangat muda. Louis mengaku kalau belum menikah. Si pegawai pun tak bisa berkata apa-apa lagi.
Aku akan mencampurnya dengan bunga lisianthus  dan membuat buket yang cantik untukmu.” Ucap Si pegawai
Tidak, aku hanya mau satu tangkai saja” kata Louis,  Si pegawai pun mengerti membungkus satu tangkai. Louis membayar dengan uang receh miliknya. Si pegawai menerimanya seperti tak percaya kalau Louis yang terlihat tampan membayar dengan uang receh. 

Louis melangkah pergi dengan wajah bahagia membawa bunganya untuk Bok Sil, di jalan  melihat ada koin yang jatuh langsung mengambilnya. Saat itu Bok Sil juga tak sabar menunggu Louis karena untuk pertama kalinya menonton di bioskop. Louis melihat lampu hijau penyebrang jalan sudah menyala, dan langsung berlari saat itu sebua mobil datang dan Louis seperti terlempar dan terjatuh dengan kepala terbentur lalu tak sadarkan diri. Bok Sil masih tetap menunggu seperti tak tahu kalau Louis kecelakaan.
bersambung ke episode 6 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

3 komentar:

  1. Semoga di ep 6 ingatan louis sdh kembali...makasih sinopnya☺

    BalasHapus
  2. Seru drama nya suka sm bok sil yg pols jg lucu mudh"han d episode6 louis mulai kembali ingatan nya,d tunggu lanjutn nya tetp semngt,,,

    BalasHapus
  3. Kyaaaa Q tunggu episode selanjutnya udah gk saar

    BalasHapus