Sabtu, 29 Oktober 2016

Sinopsis K2 Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Direktur JSS menelp kepala polisi, Kepala Polisi tertawa mengangkat telp dari seniornya yang sering menghubunginya  belakangan ini. Direktur JSS mengatakan  ingin "polis asuransi" dengannya. Kepala Polisi seperti mengerti. 


Guru Song sudah siap dengan Tim JSS meminta agar memberikan perintah juga. Ketua Tim meminta agar Guru Song kembali saja,  dan menyuruh semua anak buahnya masuk. Guru Song merasa mereka semua meremehkanya sekarang.
Bukan begitu.  Kita hanya tak ingin kau terluka!” ucap Ketua Kim
Apa? Kau bilang Terluka? Apa terluka jadi masalah sekarang? Kita akan berperang! Tapi kau hanya ingin aku duduk diam dan menonton?” kata Guru Song sambil bertanya apakah masih ada kursi kosong dalam mobil.
Ketua Tim terlihat sangat marah, Guru Song tetap memaksa ingin ikut. Anak buahnya  bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. Ketua tim memperbolehkan Guru Song masuk mobil dan tidak keluar saat mereka sedang beroperasi. 

Semua tim pun bergegas masuk ke dalam mobil dan pergi untuk membunuh Kwan Soo. Anak Buah Kwan Soo seperti sudah berjaga-jaga memberitahum Tim JJS sedang dalam perjalanan sekarang dan sebelumnya. sudah mengirimkan banyak pengawal.
Sek Kwan Soo yang menerima laporan bisa mengerti dan mempercayakan semuanya pada sang anak buah. Kwan Soo yang ada didalam mobil bertanya siapa yang menelp,  Sek Kwon Soo mengatakan itu adalah Direktur dan baru saja menerima kabar bahwa anak buah  Choi Yoo Jin akan menyerang atasannya malam ini serta akan menuju ke rumah seperti yang mereka duga.
Kwan Soo tertawa mendengar kalau Tim JSS akan menargetkan rumahnya, merasa tak percaya kalau Yoo Jin benar-benar melakukanya. Sek Kwan Soo memberitahu Direktur telah mengerahkan pasukan khusus untuk mengurus JSS sehingga mereka akan  menangani situasi dengan baik.
Kita akhiri semuanya malam ini!” tegas Kwan Soo
Iya. Lalu aku akan  mengawal anda ke persembunyian.” Ucap Sek Kwan Soo lalu bertanya apakah apa JSS masih mengikuti mereka. Sopirnya melihat ke spion dan menganguk.

Tim JSS menerima laporan Park Kwan Soo sedang menuju menuju lokasi. Mereka terus mengikuti arah mobil Kwan Soo dari belakang, ketika melalui sebuah jalan tiba-tiba mobil diberhentikan oleh polisi karena Jalan satu arah padahal didepan mereka mobil Kwan Soo baru melewatinya.
Mobil Ketua Tim tak peduli menyuruh menilang saja dan segera mengikuti kemana perginya mobil Kwan Soo. Sebuah mobil truk dengan berisi semen keluar dari tempat JSS, Anak buah Kwan Soo bingung melihat truk yang keluar.
Mobil pertama mencoba mencari mobil Kwon Soo yang melewati jalanan, tapi ternyata mereka sudah telah kehilangan jejaknya. Mobil Kwan Soo sengaja di parkir masuk ke dalam untuk bersembunyi, Mobil Sung Kyu kembali melewati jalan yang sama dan bisa melihat ekor mobil Kwan Soo yang sedang menuju ke arah barat sekarang.
Dua mobil JSS sudah sampai disebuah tempat Ketua Tim memeritahkan anak buahnya  Siaga di dalam mobil sampai memberikan perintah lebih lanjut. Mobil lain yang dinaiki oleh anak buah Kwan Soo juga memerintahkan  mereka  Siaga di mobil dan  jangan bergerak sampai tim JSS  keluar dari mobil
Kwan Soo sudah pindah ke mobil lain lalu keluar dari rumah, saat melewati jalan bertemu dengan polisi yang ingin menilang JSS, seperti itu anak buahnya juga. Mobil Kwan Soo berjalan di depan mobil JSS, Anak buah Kwon Soo memerintahkan anak buahnya agar menyiapkan diri karena mereka memiliki izin untuk menembak jika mereka memberontak.
Sementara Kwan Soo yang ada didalam mobil berpikir mereka sedang syuting  film mata-mata. Sek mengatakan kalau ini adalah  terakhir  kalinya akan melakukan itu, dengan memanggilnya Presiden. Kwan Soo tertawa mendapat panggilan tersebut, lalu mengajak mereka agar menyelesaikan semuanya sekarang. 

Mobil truk berhenti disebuah tempat dan seorang penembak jitu pun bersiaga dengan senapan panjangnya. Mobil masuk kedalam rumah yang dijaga ketat oleh polisi yang mengunakan penutup wajahnya. Salah seorang anak buah JSS bisa melihat dengan teropong memberitahu           Park Kwan Soo telah tiba.
Sepertinya Park Kwan Soo telah pergi ke tempat persembunyiannya seperti yang kita duga.” Kata Sek Kim melapor
Benarkah? Dia masuk ke dalam perangkap. Kau mengambil "polis asuransi" yang bagus.” Ucap Yoo Jin memuji Direktur JSS, Direktur pun tertawa bahagia mendengarnya. 

Kwan Soo pun turun dari mobil lalu melihat kalau tempat itu menyeramkan, Sek berpikir kalau memang sudah lama mereka tak datang ke tempat itu. Pengawal dan dua tentara mengikutinya, lalu Sek Kwan Soo bertanya “apa Kalian semua sudah makan?
Terlihat dari mata mereka itu adalah Kepala Seo dan juga Je Ha. Kepala Seo menjawab “sudah” Kwan Soo kaget mendengar jawabanya begitu juga Sek-nya. Je Ha bergumam “Pertanyaan "apa Kalian sudah makan?"  sebenarnya pertanyaan berkode!” lalu saling berpandangan dengan Kepala Seo.
Keduanya akan mengangkat pistol tapi pengawal Je Ha lebih dulu mengepung mereka dengan mengancam akan menembak kepalanya jika bergerak. Sek Kwan Soo dengan santai menyuruh menembak saja dan akan berjalan masuk ke dalam rumah, Je Ha dan Kepala Seo masih mengangkat tanganya. Saat itu juga penembak jitu langsung menyerang semua pegawal Kwon Soo dari jauh.

Saling baku tembak pun terjadi, Kwan Soo belum berhasil masuk ke dalam rumah bersembunyi dibalik sek-nya. Salah satu pengawal berteriak kalau  dapat bertahan sedikit lebih lama, bantuan akan segera datang, Kwan Soo yang ketakutan meminta agar segera masuk ke dalam rumahnya. Sek meminta agar melindungi mereka dengan berjalan ke lorong tanpa kaca.
Dari JSS terus saling menyerang Je Ha Dan Kepala Seo juga berjalan masuk. Je Ha mengatakan kalau akan berakhir kalau mereka masuk sekarang. Kepala Seo pun meminta pada penembak jitu untuk melindungi mereka. Keduanya pun menyerang pengawal Je Ha dari dekat serta penembak jitu.

Semua akhirnya sudah masuk ke bagian ruangan yang penuh dengan file, baku tembak kembali terjadi. Kwan Soo terlihat ketakutan mendengar suara tembakan seperti saling bersahutan, kepala Seo tiba-tiba terkena peluru oleh Sek Kwan Soo yang memegang pistol. Je Ha kaget langsung mendekatinya ingin melihat keadanya.
Tapi Kepala Seo malah berteriak menyuruh Je Ha pergi karena Jika tidak membunuhnya, maka mereka semua mati. Sek berteriak kalau ini saatnya Kwan Soo kabur karena siap menembak Je Ha tapi ternyata pelurunya habis. 
Kwan Soo bisa berlari sendirian menyelamatkan diri masuk ke dalam sebuah pintu, Je Ha bisa masuk dengan membaringkan sedikit tubuhnya sebelum tertutup rapat. Kwan Soo tersenyum karena sekarang bisa bernafas lega, tapi ketika membalikan badanya terkejut melihat Je Ha ternyata bisa masuk ke dalam ruangan persembunyianya.

Kwan Soo langsung berlutut ketakutan meminta agar Je Ha menghentikanya, Je Ha sudah siap menembak dengan semua dendamnya selama ini pada Rania yang membuatnya dianggap sebagai buronan, tapi dalam hatinya ia tak boleh melakukanya. Akhirnya Kwan Soo bersujud berteriak histeris. Je Ha tak bisa menarik pelatuk pistol untuk membunuh akhirnya hanya bisa melampiaskan dengan menembak pada langit-langit
Dengarkan aku dulu.... Kau tidak bisa bebas dari tempat ini hidup - hidup bahkan jika kau membunuhku.” Ucap Kwan Soo memulai negosiasi.  Je Ha terdiam teringat kembali dengan pesan Anna kalau ia harus kembali hidup dan itu perintah.
Berapa banyak uang yang  kau terima untuk membunuhku? Katakan padaku berapa  banyak uang yang mereka janjikan. Aku akan memberikan dua kali lipat.” Kata Kwan Soo.
Je Ha teringat dengan kata-kata Yoo Jin “Peluru bukanlah satu-satunya  yang dapat membunuh seseorang.” Akhirnya Je Ha tertawa mendengarnya karena Kwan Soo mengatakan sesuatu pada tentara bayaran yang paling disukai. Kwan Soo pun tertawa bahagia karena Je Ha mengerti maksudnya. Je Ha pun menyuruh Kwan Soo kembali duduk disofanya. 

Kwan Soo terlihat ketakuan untuk berdiri dan duduk. Je Ha pun eminta agar menelp pengawalnya agar  membiarkan JSS pergi sekarang juga. Kwan Soo mengeluarkan ponselnya dan Kepala Seo bersama semua Tim JSS yang ada didalam rumah keluar dengan pengawal Kwan Soo yang berjejer disamping mereka.
Jadi itu kau.... Seorang Tentara bayaran.” Ucap Kwan Soo, Je Ha duduk sambil bergumam kalau ternyata Kwan Soo mengetahui dirinya lalau bertanya apakah Kwan Soo tahu tentang dirinya.
“Ya. Cukup tahu... Aku mendengar kau membunuh seseorang dan melarikan diri.” Kata Kwan Soo
Aku bertanya-tanya berapa banyak yang dia tahu. Gumam Je Ha  lalu berkata kalau Kwan Soo pasti tahu alasannya datang ke tempat persembunyianya.
Tapi... bahkan jika kau membunuhku....kau tidak akan dapat  melarikan diri dari tempat ini dengan mudah.” Kata Kwan Soo menegaskan
Jadi dia belum tahu kalau aku tidak bisa membunuh orang.” Gumam Je Ha dan dengan sinis mengatakan kalau masalah seperti ini bisa diurus setelah Kwan Soo itu mati.

Setelah itu ia bertanya apakah bayaran jadi dua kali lipat, Kwan Soo dengan gugup membenarkan. Je Ha pikir harus tetap  melakukan sesuai aturan, jadi akan menelepon apa mereka setuju, lalu menelp Yoo Jin. Yoo Jin terlihat kaget, Je Ha mengatakan kalau  Parlemen Park tepat di depannya.  
Dia bilang  akan memberiku dua kali lipat dari yang kau berikan padaku jika aku membiarkan dia hidup. Apa yang harus kulakukan?” ucap Je Ha, Yoo Jin binggung kenapa Je Ha malah menanyakan hal itu.
Tim Ofensif tidak bersamamu, kan?” kata Yoo Jin, Je Ha berkata kalau  pekerjaan ini sedikit lebih mahal untuk Yoo Jin.
Aku akan memberikan tiga kali lipat.” Ucap Kwan Soo memberikan penawaran kembali. Je he dengan sinis mengatakan Jangan mengubah penawaran seenaknya saja.
Itu karena dia sendirian jadi dia tidak dapat membunuhnya.  Dia bertanya “Apa yang harus aku lakukan?” gumam Yoo Jin lalu meminta Je Ha memberikan ponselnya pada Park Kwan Soo.


Je Ha pun memberikan Kwan Soo, lalu Kwan Soo dengan sedikit ugup mengaku kalau Yoo Jin membuatnya terkejut dan berpikir kalau akan mati. Yoo Jin pikir kalau itu pikir tidak akan mati dan mengajak untuk taruhan sekarang, Kwan Soo yang ketakutan mengaku kalau sudah kalah.
Jadi tolong, biarkan aku hidup. Aku akan menyuruh mereka  membebaskan Parlemen Jang sekarang.” Kata Kwan Soo, Yoo Jin mengatakan tak perlu.
Itu tidak setimpal, karena Ksatria-ku sudah menangkap Raja.” Ucap Yoo Jin bangga
Jika kau membunuhku sekarang maka Parlemen Jang tidak akan bisa meninggalkan kantor kejaksaan. Jadi beri aku kesempatan sekali ini saja.” Ucap Kwan Soo mengajak bernegosiasi.



Yah, aku tidak tahu. Hanya waktu yang akan mengatakan  apakah Parlemen Jang akan bebas atau tidak.”kata Yoo Jin dengan nada mengejek
Baiklah kalau begitu. Bagaimana jika  aku membiarkan Parlemen Jang masuk ke partai kami? Aku akan membuat pengumumannya sekarang. Apa kau tertarik dengan tawaran ini?” ucap Kwan Soo
Yoo Jin mengaku belum bisa memutuskanya lalu menyarankan agar  Kwang Soo mundur dari pemilihan presiden. Kwan Soo kaget mendengarnya,  lalu menyuruh Yoo Ji lebih baik membunuhnya saja. Yoo Jin pun berjala menjauh dar meja mengatakan akan memberikan 15 menit jadi akan menunggu dan meminta agar memberikan ponsel pada pengawalnya.
Kembalilah hidup – hidup... Apapun yang terjadi....” Tegas Yoo Jin tak ingin kehilangan Je Ha 

Ketua Tim yang berjaga-jaga dalam mobil mendapatkan perintah, lalu menyampaikan anak buahnya kalau mereka harus mundur. Anak buahnya di mobil lain kaget karena mereka diminta mundur. Dua mobil pun berjalan pergi.
Polisi yang sedang mengintai binggung kenapa mereka malah pergi, petugas polisi melihat mobil JSS hanya bisa mengumpat kesal dan menyuruh anak buahnya agar membiarkan mereka. Ketika di perjalanan Guru Song binggung kenapa mereka pergi begitu saja, bahkan belum melakukan apa-apa!
Kami sudah menangkap bos mereka. Kita menang, Guru Song. Kita menangkap Park Kwan Soo!” ucap Ketua Tim bangga, Guru Song masih binggung. 

Jaksa Park terlihat gugup sebelum masuk ke ruangan interogasi, Seo Joon sudah menunggu di dalam. Jaksa Park masuk ke dalam dengan wajah ketakutan membungkuk meminta maaf, Seo Joon melirik sinis karena ternyata Juniornya itu musuh dalam selimut.
Seo Joon akhirnya keluar dari kantor kejaksaan, Semua wartawan langsung mengerubunginya bertanya Tuduhan apa yang anda terima Pak? Apa itu tentang uang yang  anda terima dari JB Group untuk pemilu? Apa alasan anda dianggap tidak bersalah? Apa tuduhan kejahatan tambahan yang anda terima? Apakah anda berencana untuk  menuntut mereka atas pencemaran nama baik?
Aku ingin melakukannya, tapi aku  akan mengatakan bahwa kejaksaan... telah mengakui kesalahan besar mereka dan telah menyampaikan permintaan maaf resmi kepadaku.” Ucap Seo Joon

Apa anda tidak bergabung dalam partai politik? Kami mendengar partai mayoritas mengeluarkan undangan untuk anda dan kemudian mengundurkan diri! Apa rencana anda sekarang, Pak? Katakan sesuatu, Pak!
Wartawan terus memberikan pertanyaan sampai Seo Joon masuk ke dalam mobil. Yoo Jin menonton dari ruangan berita keluarnya suami dari kejaksaan. Direktur mengucapkan selamat pada Yoo Jin yang bisa mengeluarkan Seo Joon, Yoo Ji menegaskan mereka harus menunggu sampai K2 kembali dengan selamat. Sek Kim yang mendengarnya terlihat gugup. 

[Ruang Press Partai Demokrat Progresif]
Seorang pria masuk ke dalam ruangan dengan wajah tegang, wartawan yang ada diruangan bertanya apa yang terjadi, apakah ada masalah dan Apa yang membawanya datang keruangan itu. Si pria hanya bertanya apakah  semua wartawan ada di dalam ruangan. Salah satu wartawan mengatakn sudah memanggil sebagian wartawan yang penting.
Aku akan membuat pengumuman darurat sekarang. Parlemen Jang Se Joon  dinyatakan tidak bersalah oleh jaksa maka dari itu kami ingin memperpanjang  undangan untuk dia untuk bergabung dengan partai kami. Itu saja.” Ucap si pria dari partai demokrat.
Apa kalian semua benar-benar  melakukan rapat tentang hal ini dalam situasi ini?” tanya salah satu wartawan, Pria itu memastikan bisa merilis  artikel tentang ini secepatnya
Sek Kim keluar ruangan dengan wajah gugup, lalu berusaha menelp Kepala Seo tapi kepala Seo yang bisa diselamatkan oleh Je Ha memilih untuk tak mengangkatnya. Sek Kim pun gigit jari karena tak bisa menghubungi Kepala Seo. 

Kwan Soo membuka berankas dan memasukan uang ke dalam tasnya, lalum memberikan Dua juta dolar AS pada Je Ha. Lalu merasa kalau Je Ha sekaang sudah bisa melihat isi berangkasnya dan bertanya apakah memang sudah puas hanya dengan jumlah ini?
Aku bisa memberimu semuanya yang ada dalam brangkas itu, kau pasti mengetahuinya” ucap Kwan Soo
Aku bukan preman.” Tegas Je Ha,  Kwan Soo mengaku sangat menyukai Je Ha karena ternyata sangat profesional.
Kau dulu bekerja di Blackstone, kan?” ucap Kwan Soo sebelum pergi, Je Ha kaget karena Kwan Soo bisa mengetahuinya. Kwan Soo malah mengejek Je Ha yang terlihat kaget.
“Jadi Dibagian Irak mana kau bertugas?” tanya Kwan Soo, Je Ha bersikap santai dengan menjawab di  Fallujah.

Apa kau salah satu  pelanggan Blackstone juga?” tanya Je Ha kembali duduk, Kwan Soo mengaku bisa menyewa mereka untuk melindunginya.
Jadi...kau membuat kesepakatan disana?” ucap Je Ha sengaja menyingungnya.
Kwan Soo terlihat tegang, Je Ha pun mengejek balik dengan pandangan Kwan Soo padanya. Dan menegaskan dirinya itu orang yang kasar dan selain itu pelanggan VIP seperti Kwan Soo yang  membayar 30,000 dolar per hari untuk jasa Blackstonemaka tidak akan memiliki alasan  untuk pergi kesana hanya untuk bersantai karenan disana sangat berbau minyak.
Tidak, itu bukan bau minyak... tapi mungkin Bau darah.” Kata Kwan Soo, Je Ha bergumam bertanya-tanya apa maksudnya berbau darah.
Aku menyukaimu... Sejujurnya, aku sudah mencari cara untuk bertemu denganmu secara rahasia. Tapi untungnya, Choi Yoo Jin  mengirimkanmu kesini.” Ucap Kwan Soo, Je Ha binggung mengapa harus bertemu denganya.

Apa maksudmu "mengapa"? Kau orang paling dekat dengan Choi Yoo Jin,kan? Seorang pemuda yang kompeten seperti kau tidak bisa hidup seperti ini selamanya.” Ucap Kwan Soo
Je Ha pun bertanya kalau begitu ia  harus hidup seperti apa. Kwan Soo pun bertanya apakah Je Ha  mau berkerja bersamanya demi bangsa ini. Je Ha tertawa mendengar merasa kalau  Negara ini sangat peduli padanya  sebelum itu. Kwan Soo  memberikan penawaran kalau Je Ha. akan menghasilkan uang.
Mari kita lakukan itu. Beritahu aku jika  kau memiliki peluang bagiku. Kau akan mudah menghubungiku karena sekarang tahu siapa aku.” Ucap Je Ha.
Tentu.... Aku akan menjadi  orang pertama yang menyewamu nanti. Aku berharap kau akan setuju ketika waktu itu datang.”kata Kwan Soo. Je Ha pun memastikan hal itu. 


Semua pengawal sudah ada didepan pintu, Kwan Soo keluar dan saat Je Ha keluar semua langsung mengangkat pistolnya dan menyuruh mengangkapnya. Kwan Soo mengatakan tak perlu seperti itu dan menyuruhnya minggir karena Je Ha adalah tamunya. Sek bingung kenapa Kwan Soo malah membebaskanya. Je Ha pun pergi meninggalkan rumah persembunyian.
Tunggu, apa... apa yang terjadi, Pak?” tanya Sek binggung.
Oh, aku menyuruhnya pergi  dengan sedikit uang hari ini.” kata Kwan Soo santai, Sek nya pun kaget mendengarnya.
Semua orang di dunia ini  sama saja ketika ditawari uang. Bukankah begitu?” ucap Kwan Soo merasa semua beres setelah disogok oleh uang.

Je Ha berjalan ke bagian belakang dengan mobil yang sudah menunggunya, Kepala Seo langsun mendatangi Je Ha bertanya apakah keadaanya baik-baik saja. Je Ha hanya diam lalu masuk ke dalam mobil dengan membawa tasnya. Saat mobil meninggalkan rumah, Kepala Seo bertanya apa yang dibawanya, lalu terkejut ketika melihat isinya adalah uang dollar yang sangat banyak. Je Ha hanya bisa menahan air matanya karena tak bisa membalaskan dendam pada Kwan Soo demi Rania. 

Se Joon akhirnya mengetahui semua yang terjadi dari Sung Won lalu mengucapakan terimakasih karena  telah melindungi Anna dan menyerahkan semuanya pada adik iparnya mulai sekarang.
Jadi dia mencoba membunuh Anna?” ucap Se Joon setelah menutup telpnya.
Itu mungkin benar, Pak, tapi Presdir Choi yang mulai.” Kata Kepala Joo menjelaskan.
Kepala Joo.... Apa kau juga membela Choi Yoo Jin?” ucap Se Joon Sinis, Kepala Joo seperti serba salah karena bukan itu maksudnya
Apa kau menyiratkan bahwa Anna  melakukan sesuatu yang membuatnya layak dibunuh?” kata Se Joon dengan nada penuh amarah.
Aku hanya ingin mengatakan bahwa, meskipun semua yang terjadi... Nyonya Choi yang membuat anda keluar dari kantor kejaksaan.” Jelas Kepala Joo, Se Joon tak maumendengarnya menyuruh Kepala Jo menutup mulutnya saja. 

Could Nine.
Yoo Jin memberikan Selamat pada Sek Kim kalau tidak perlu kehilangan kepalanya. Sek Kim terlihat gugup, Yoo Jin memperingatakan Sek Kim  Jangan berani-berani menyentuh Je Ha Jika melakukannya,  maka mungkin yang akan membunuhnya.
Nyonya.... Aku bisa melakukan apa pun  yang Kim Je Ha lakukan untuk anda!” tegas Sek Kim tak mau dikalahkan oleh Je Ha.
Kalau begitu kau harusnya mengerti, jika kau memang peduli padaku. Jadi jangan membuatku membunuhmu Dan jangan coba lakukan apa yang dilakuakn Je Ha. Kau harus tetap melakukan apa yang selalu kau lakukan.” Tegas Yoo Jin, Sek Kim hanya bisa mengigit bibirnya karena tak bisa berbuat apapun sekarang.
bersambung ke part 2 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar