Selasa, 11 Oktober 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 15 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Pangeran Lee masuk ke dalam kamar lalu melihat sebuah amplop diatas meja lalu membacanya. Ra On pun membaca surat yang ditujukan padanya dari Kasim Han “Ada hal yang belum aku beritahu kepadamu di istana. Ini tentang ayahku. Aku akan segera memberitahu tempat dan waktunya.
Akhirnya Keduanya pun bertemu tanpa ada yang menduga kalau itu adalah sebuah jebakan. Pangeran Lee dengan wajah marahnya mengatakan kalau ia tak akan memaafkanya. Ra On yang ketakutan hanya terdiam, Pangeran Lee berjalan mendekat dan langsung memeluk Ra On. Keduanya terlihat saling berpelukan dengan menahan tangisnya.
Sementara di luar prajurit istana sudah bersiap-siap dan Geun Gyo dengan penuh percaya diri akan masuk akan membuat Pangeran Lee yang ternyata sengaja bertemu para pemberontak. 

Pangeran Lee menatap Ra On mengatakan hanya akan mendengarkan kata-katanya dan Tidak peduli kalau Ra On mengatakan kebohongan karena ia tak akan percaya.
Apa semua yang kau tunjukkan kepadaku... tulus?” tanya Pangeran Lee, Ra On menatapnya lalu tertunduk
Maafkan aku, Putra Mahkota.” Kata Ra On. Pangeran Lee seperti tak percaya memegang lengan Ra On dan masih terlihat gelang yang dipakai pada lengan tanganya.
Saat itu terdengar seseorang yang masuk ruangan, Byung Yun tiba-tiba datang memberitahu kalau Apa yang dikatakan Putra Mahkota benar dan Ra On harus bergerak cepat.
Semua prajurit sudah ada didepan rumah dan Geun Gyo siap untuk membuka pintu agar bisa memergoki Pangeran didalam ruangan dengan Ra On. Ketika masuk ruangan, Semua pedang tertuju pada sosok orang yang berdiri membelakangi mereka.
Pangeran Lee membalikan badan dengan senyuman mengejek, Geun Gyo terlihat kaget dan melirik tak ada sosok Ra On yang dicarinya. Byung Yun melewati jendela samping berkelahi dengan dua penjaga dan membawa Ra On keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. 


Geun Gyo dan yang lainya kaget melihat Pangeran Lee sendirian dan langsung menurunkan pedangnya. Pangern Lee mendekat lalu bertanya Apa yang dilakukan pada Menteri Kehakiman. Geun Gyo tak berani menatap Pangeran Lee karena merasa salah.
Siapa yang mengirim surat palsu untuk membuatku masuk ke dalam perangkap? Aku keluar karena ingin tahu tentang itu. Jadi ternyata kau?!!!” kata Pangeran Lee menyindir
Putra Mahkota, aku datang karena mendapat laporan bahwa seseorang mencoba untuk secara diam-diam menghubungi para pemberontak.”ucap Geun Gyo membela diri
Siapa yang berani membuat tuduhan pengkhianatan palsu kepada putra mahkota! Segera tangkap orang itu! Itulah satu-satunya cara bagimu untuk tetap hidup. Mengerti?” tegas Pangeran Lee marah, Geun Gyo pun hanya bisa tertunduk mengerti. 

 [Episode 15 - Semua kebohongan yang terasa nyata]

Pangeran Lee bertanya pada Byung Yun tentang keadaan Ra On, Byung Yun mengatakan Ra On baik-baik saja dan akan segera memindahkannya ke tempat yang aman jadi Pangeran Lee tak perlu khawatir. Pangeran Lee ingin tahu kemana akan di pindahkanya, tapi merasa kalau seharusnya tak perlu mengetahuinya sekarang.
Kalau Putra Mahkota ingin tahu tentang hal itu... itu hanya akan membuat semuanya menjadi berat.” Ucap Byung Yun
“Tapi Bagaimana bisa orang yang membuat semuanya menjadi sulit untuk Ra On... adalah aku? Yah... Aku mengerti... Aku tidak akan menanyakan apapun.” ucap Pangeran Lee sedih. 

Flash Back
Byung Yun memberitahu mereka sudah tak punya banyak waktu lagi. Pangeran Lee meminta Byung Yun agar menjaga Ra On dengan baik-baik. Setelah itu Pangeran Lee menyuruh Ra On untuk segera pergi sekarang juga. Ra On pun berpesan pada Pangeran Lee, untuk jangan penasaran tentang keberadaanya nanti.
Tidak peduli berita apa yang kau dengar tentang aku, jangan goyah. Aku juga akan melakukan itu sekarang.” Kata Ra On.
Pangeran Lee menatap sedih Ra On yang akan pergi meninggalkanya, lalu sempat memegang tanganya berharap tak pergi tapi Ra On tetap pergi demi keselamatan Pangeran Lee juga. 

Ha Yeon bertemu dengan Ratu Kim di kamarnya. Ratu Kim pikir Ha Yeon merasa bosak karena harus tinggal di istana Putri Mahkota. Ha Yeon yang ramah mengaku Tidak sama sekali, karena  Ada banyak hal yang perlu dipelajari tentang aturan dan etiket istana, jadi hari berlalu dengan cepat.
"Meskipun kau adalah Putri Mahkota tapi kau belajar dengan rajin...” kata Ratu Kim dengan senyumannya. Ha Yeon pun tertunduk dengan sopan ikut tersenyum mendengar pujianya.
Putri Mahkota, Apa kau mungkin tahu kenapa tanggal pernikahan kerajaan belum ditetapkan?”kata Ratu Kim, Ha Yeon kaget
Aku mendengar bahwa Biro Astronomi akan segera mengirim hari yang baik... “ jelas Ha Yeon santai [Biro Astronomi: Departemen yang mengamati penampakan langit / astronomi]
Apa gunanya kalau mereka mengirimkan hari baik? Sebenarnya Putra Mahkota membuat segala macam alasan untuk tidak menetapkan tanggalnya. Apa kau tidak ingin tahu tentang alasannya?” ucap Ratu Kim seperti berusaha menghasutnya.
Putra Mahkota pasti memiliki alasan yang baik untuk bersikap seperti itu.” kata Ha Yeon percaya dengan Pangeran Lee
“Yah..Tentu saja ada. Sejak kasim yang sangat dia perhatikan sebagai seorang gadis menghilang, Apa kau tahu bagaimana hancurnya hati Putra Mahkota?” kata Ratu Kim
Ha Yeon kali ini benar-benar kaget, Ratu Kim memberikan maksudnya dengan nada dengki meminta agar Ha Yeon bisa menghibur Pangeran Lee seperti ibunya sendiri. Ha Yeon terlihat menahan rasa sedihnya, mengatakan mengerti dengan permintaan Ratu. 


Kelompok Awan putih melakukan pertemuan, si pria bertanya apakah Byung Yun iyu tahu keberadaan Ra On sekarang. Byung Yun mengaku tak tahu  karea Pada hari itu pergi sebagai pengawal putra mahkota dan saat ditempat ternyata Ra On sudah pergi.
Siapa yang bisa melakukan hal seperti itu...?” kata Si pria
Mengingat bahwa dia menggunakan namaku untuk memanggilnya keluar, Dia pasti seseorang yang dekat dengan kita.” Ucap Kasim Han
“Ternyata Tidak hanya kelompok Perdana Menteri melakukan segala macam tindakan brutal dengan menyamar sebagai Awan Putih, Apa sekarang kita harus meragukan seseorang diantara kita?” ucap si Pria terlihat menahan amarah
Kalau aku sudah tahu siapa yang mengkhianati organisasi, Aku tidak akan mengampuninya!” tegas Kasim Han, Byung Yun terdiam merasa kalau sudah berkhianat juga karena berbohong. 

Ra On melihat ibunya yang masih menjahit dimalam hari lalu meminta agar  istirahatlah dulu sekarang. Ibunya merasa kalau baik-baik saja dan melakukannya sepanjang waktu jadi menyuruh Ra On tidur saja dulu karena anaknya itu belum beristirahat sepanjang hari. Ra On mengaku kalau ia baik-baik saja.
Apa kau membenci ayahmu?” tanya ibu Ra On, Ra On terdiam dan bertanya apakah alasanya karena membuat mereka sekarang jadi menderita. Ibu Ra On membenarkan.
Kau mengatakan itu adalah hal yang benar untuk dilakukan oleh Ayah. Bahwa seseorang harus melakukannya” ucap Ra On
Ya, itu memang benar...Tapi aku tidak suka suamiku yang melakukannya. Aku membutuhkan keluarga yang akan makan, tidur, tertawa, dan menangis bersama-sama.. bukan seseorang yang akan melakukan sesuatu yang besar. Jadi apa aku akan menyukainya atau tidak?” kata Ibu Ra On
Ibu, itu terdengar seperti  berkata 'aku ingin menemuimu dan Aku sangat merindukanmu'.” Goda Ra On,

Ibunya pun tak membahasnya memilih untuk mereka segera tidur saja, Ra  On mengatakan akan menyelesaikan perkerjaan ibunya saja. Tapi Sang ibu mengajak agar Ra On bisa tidur bersama-sama kali ini.
Ra On seperti tak bisa tidur keluar dari rumah dan melihat beberapa kantung ada didepan rumah, seperti seseorang sengaja menaruh bahan makanan didepan rumah. 


Pangeran Lee bertemu dengan pelayan di kamarnya, bertanya apakah ia pernah melihat surat itu. Si pelayan terlihat tertunduk ketakutan. Pangeran Lee menegaskan kalau Tidak ada yang akan terjadi padanya kalau mengatakan yang sebenarnya.
Apa kau menempatkan surat ini di mejaku?” kata pangeran Lee, Si pelayan membenarkannya.
Siapa yang menyuruhmu? Aku tidak berusaha untuk menghukum tetapi berusaha untuk menemukan dia untuk menanyakan beberapa pertanyaan, jadi jangan khawatir dan jawab saja.” Jelas Pangeran Lee
Aku belum pernah melihat dia di istana sebelumnya, Putra Mahkota. Dia bertanya apa aku bertugas membersihkan Istana Timur kemudian menawarkan aku 2 nyang, jadi...”cerita Pelayan
Apa kau ingat seperti apa orangnya?” ucap Pangeran Lee, Si pelayan mengangguk.
Beritahu Biro Lukisan untuk mengirim pelukis ke sini.” kata Pangeran Lee, Byung Yun yang ada disana terlihat menerka-nerka siapa dibalik semua ini. 

Seorang pria dengan topinya terlihat masuk ke dalam rumah PM Kim, lalu membukanya, ternyata ia adalah pria yang berada dalam kelompok awan putih. PM Kim mengatakan punya beberapa pemikiran karena  hal ini tidak benar dan bisa saja mengkhianatinya seperti mengkhianati Awan Putih.
Aku percaya kekuasaan uang, bukan kau, Perdana Menteri. Kau hanya harus membeli apa yang kau butuhkan, dan aku akan menjual apa yang bisa aku jual. Itu saja.” Tegas si pria, PM Kim pun memberikan kode pada Ui Gyo yang ada disana
Ini adalah tanah yang dijanjikan.” Kata Ui Gyo, Si pria ingin mengambilnya tapi ditahan oleh Ui Gyo
Sebagai imbalannya, bawakan gadis itu kepadaku sekarang.” Ucap Ui Gyo dengan menyebut nama Hong Ra On. 

Yoon Sung mengendong seorang bayi mungil yang terlihat cantik, teringat kembali saat Kasim Sung menyuruh seseorang membawa si bayi. Ia langsung menghentikanya dengan menusuk dibagian belakang. Lalu ia membawa bayi yang disimpan dalam gerobak.
Seorang wanita datang mengambil bayi dari tangan Yoon Sung, Yoon Sung menanyakan keadaan si wanita lebih dulu. Si wanita mengatakan kalau berkat bayi itu mereka semua selalu tertawa karena bayi itu  dicintai oleh gisaeng Bahkan lebih dari cinta pada Yoon Sung. Yoon Sung bisa mengucapkan syukur.  
Kim Yoon Sung, membuat permintaan seperti itu, Tapi Dari keluarga mana dia? Apa Kau tidak akan pernah memberitahu aku?” kata si Gisaeng.
Dia tiba-tiba menjadi yatim piatu dan tidak memiliki tempat untuk pergi.” ucap Yoon Sung memberikan alasanya
Bayi yang malang... Meskipun aku gisaeng rendahan, aku akan mencoba yang terbaik untuk membesarkan dirinya, tuan.” Ucap Si Gisaeng, Yoon Sung pun menyimpan kalau itu sebenarnya anak Ratu Kim yang dibuang. 

Ra On masih ada diluar kamar, Ibunya memanggil agar segera masuk. Ra On memberikan senyuman pada ibunya. Tiba-tiba saja seseorang datang langsung membekap wajah mulut Ra On. Ibunya panik menyuruh mereka semua pergi tapi yang terjadi malah membuatnya jatuh pingsan karena dipukul.
Dua orang ingin langsung membawa Ra On dari rumah, tapi sebelum itu terjadi Byung Yun datang menyelamatkanya. Ia melihat mata dari si wajah pria yang dikenalnya, lalu berlari mengikutinya. Sementara Ra On bisa langsung menghampiri ibunya sambil menangis memeluk ibunya yang tak sadarkan diri. 

PM Kim mengendong bayi pria yang dilahirkan oleh Ratu Kim, terlihat sangat bahagia. Sementara Yoon Sung menatap sinis karena mengetahui ibu bukan bayi dari Ratu Kim. PM Kim bertanya apakah Ratu Kim sudah bisa merasa lebih baik setelah melahirkan.
“Yah.. Aku merasasangat senang karena melahirkan seorang pangeran, tubuhku terasa begitu ringan.” Ucap Ratu Kim dengan senyumanya.
Dia terlihat tampan.” Komentar PM Kim yang melihatnya, Ratu Kim terlihat tersipu malu mendengarnya.
Apa kau senang?” tanya Yoon Sung dengan tatapan sinis, Ratu Kim mengaku senang bahkan tidak bisa menjelaskannya hanya dengan kata-kata.
Apa kau... benar-benar bahagia?” ucap Yoon Sung, Ratu Kim hanya terdiam dengan menatap Yoon Sung. Akhirnya Yoon Sung pamit pergi lebih dulu. PM Kim melihat tingkah cucunya seperti bisa mengetahui sesuatu ada yang janggal. 

Si pria berada didepan pintu dan terlihat Ui Gyo akhirnya keluar dengan beberapa pengawal dibelakangnya. Diam-diam Byung Yun melihat ternyata selama si pria yang memberikan informasi pada PM Kim. Ia pun langsung mencekik si pria yang berkhianat pada kelompok awan putih.
Orang yang memiliki gelar dari Komunitas Awan Putih dan mengikuti perintah Perdana Menteri seperti anjing... Jadi adalah kau?!!” ucap Byung Yun tak percaya, Si pria berusaha melepaskan cekikan dan Byung Yun pun mengunakan pedangnya ditaruh dileher si Pria

“Memangnya kenapa? Kalau aku ketahuan, menurutmu apa yang akan terjadi pada Komunitas Awan Putih? Tentunya Kepadamu, dan Kasim Kepala? Kau tidak bisa melakukan apapun kepadaku.” Ucap si pria yakin
Kau takut karena itu mungkin akan mengungkapkan bahwa kau telah bersama Putra Mahkota untuk... Jadi  Apa aku salah?”kata si pria, Byung Yun makin menekan pedangnya, Si pria langsung tertawa mengejek.
Apa rasanya tidak nyaman hanya dengan berpikir tentang hal itu? Itu sebabnya sudah kukatakan kepadamu, Bahwa Putra Mahkota bukan temanmu.!!!” Tegas Si pria
Byung Yun langsung memukulnya bertubi-tubi melampiaskan amarahnya, tiba-tiba seorang berteriak meminta keduanya untuk berhenti. Saat itu Panglima datang dan melihat ternyata Byung Yun yang memukul si pria. Sebuah gambar wajah dari si pria dibawa oleh panglima dan itu terlihat sangat mirip.
Aku datang ke sini untuk menangkap pria ini di bawah perintah Putra Mahkota.” Ucap Panglima, Byung Yun terlihat terkejut karena Pangeran Lee sudah memerintahkan untuk menangkapnya. 

Pangeran Lee bertemu dengan semua Mentri memberitahu  Beberapa waktu lalu, seorang laki-laki masuk ke istana Timur dan mengirimkan surat palsu untuk memancingnya keluar dan ia sudah menangkap pelakunya atas tuduhan pengkhianatan. Ui Gyo terlihat kaget tak percaya, apakah itu memang benar.
Siapa pria yang menyelinap ke dalam kamarmu dan melakukan hal-hal mengerikan seperti itu?” tanya mentri Joo, PM Kim hanya diam saja.
Pria itu juga mengikuti perintah seseorang.” Ucap Pangeran Lee melirik pada PM Kim yang hanya diam saja.
Tolong segera kirim pelakunya ke Departemen Kehakiman. Aku akan menyelidiki pria yang mencoba menyakitimu.” Kata Geun Gyo
Dia juga meminta itu untuk melakukan sendiri. Dia berkata kalau akan mengungkapkan hal itu di depan semua orang.” Kata Pangeran Lee melirik pada tiga orang yang selalu berusaha menjatuhkanya.
Ui Gyo berjalan ke sisi lorong lainnya,  merasa mereka tak perlu khawatir karena mungkin orang itu sudah tahu cara melakukan yang terbaik sekarang dan bukan situasi yang mudah untuk dibicarakan. Geun Gyo pikir seharusnya mereka menemui orang tersebuh sebelum terlambat

Ra On baru keluar dari rumah dikagetkan dengan melihat Kasim Han yang datang menemuinya. Keduanya akhirnya bertemu didalam rumah. Ra On memberanikan diri dengan mengatakan kalau Kasim Han itu berteman dengan ayahnya dan telah mengupayakan hal yang sama bersama ayahnya. Kasim Han membenarkan.
Bahkan saat aku sedang mencarimu, itu semua untuk mengikuti keinginan ayahmu.” Kata Kasim Han, Ra On menegaskan kalau ia tak mau melakukanya.
Apa karena Yang Mulia, Putra Mahkota?” kata Kasim Han, Ra On terdiam karena merasa berat memikirkan orang yang dicintainya.

Putra Mahkota sedang mencoba untuk menunda hari pernikahan kerajaan setiap harinya. Dia tidak tidur atau makan dengan baik.” Cerita Kasim Han  Ra On terdiam menahan rasa sedihnya.
Ra On, kau sudah terikat terlalu erat... saat mencoba untuk mengurai benang kusut. Lalu Saat kau menghadapi simpul lain yang tidak bisa kau urai, maka Kau harus bersinar terang tanpa keraguan. Apa kau mengerti apa yang aku coba katakan kepadamu? Itulah cara untuk Yang Mulia. Aku minta maaf harus mengatakan dan Jaga dirimu dengan baik karena aku akan berkunjung lagi.” Kata Kasim Han lalu pergi, Ra On pun hanya bia diam saja. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar